Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 27 Mei 2011

Menulis Setiap Hari. Bagaimana Caranya?


1306214612335875403
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Membaca buku Pertahanan Indonesia karya Pak Chappy Hakim di Pesawat Lion Air Jakarta-Ujung Pandang membuat saya kagum dengan Marsekal TNI-AU (purnawiran) yang satu ini. Beliau membiasakan diri menulis setiap hari, dan kegelisahan beliau tentang pertahanan Indonesia beliau tuliskan dalam buku terbarunya itu. Kebiasaan menulis setiap hari membuat beliau produktif dalam menulis buku, artikel, dan berbagai karya tulis lainnya. Hal itulah yang langsung saya dengar dari sekretaris beliau (kang Dicky) yang mengantarkan bukunya ke sekolah Labschool dimana saya bekerja sebagai seorang guru.


Saya tak hendak meresensi buku pak Chappy Hakim ini. Saya akan meresensinya lain waktu. Sebab baru sampai 4 bab dari 8 bab saya membacanya. Saya akan meresensinya setelah selesai membaca tuntas buku yang bercerita tentang angkatan perang negara kepulauan.

Saya hanya ingin menuliskan betapa menulis setiap hari itu membuat otak kita bekerja dan berolahraga. Olahraga otak yang disebut menulis akan membuat kita mampu berpikir dengan cara-cara ilmiah. Meskipun awalnya kita menuliskannya dengan cara-cara alamiah. Hal itulah yang saya pelajari dari para penulis hebat seperti mas Yulyanto, Mbak Linda Jalil, Kang Pepih Nugraha, dan Mas Aris Heru Utomo.


13062145901943724452
Saya banyak Belajar Menulis dari Mas Yulyanto, Mbak Linda Jalil, Kang Pepih Nugraha, dan Mas Aris Heru Utomo
Lalu timbullah sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya agar bisa menulis setiap hari? Sebab menulis setiap hari adalah pekerjaan semua orang. Setiap orang bisa melakukannya. Hanya saja, untuk menulis sesuatu yang berkualitas butuh sebuah proses yang disebut kreativitas menulis. Kreativitas menulis inilah yang ingin saya tularkan kepada anda para pembaca.

Pertama, agar anda mampu menulis setiap hari, anda harus memaksa diri anda untuk konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan proses menulis. Sebab tanpa itu, anda tak akan mampu menulis setiap hari. Proses menulis itu sendiri dapat anda lakukan di saat baru bangun tidur. Pada saat baru bangun tidur itulah otak anda serasa segar dan ide-ide cemerlang muncul. Namun ketika proses menulis di pagi hari tak bisa anda lakukan, cobalah di saat istirahat kerja. Di saat anda beristirahat makan siang, cobalah sisihkan barang sejenak untuk menulis. Tetapi bila anda tak bisa melakukannya juga, menulislah di saat sebelum tidur. Menulis sebelum tidur seringkali saya lakukan agar mampu menulis setiap hari. Di saat malam hari itulah, saya menuangkan ide-ide atau buah pikiran saya sendiri ke dalam media yang bernama blog. Di media sosial itu, saya membiasakan diri menulis setiap hari. Tentu dengan komitmen yang tinggi dan konsistensi yang terjaga.

Kedua, menulis setiap hari itu seperti belajar bersepeda. Susah pada awalnya. Namun bila berkali kita jatuh dan tak mengeluh, maka kita akan bergembira karena bisa berkeliling kota dengan sepeda. Kita pun senang menggoes sepeda ke sana kemari. Begitupun dengan menulis. Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah kalau kita terus berlatih, dan berani mencoba menulis. Jangan malu dan ragu untuk menulis. Tuangkan saja apa yang ada di pikiran. Mungkin kita bisa memulainya dari pengalaman diri sendiri. Lalu pengalaman di sekitar kita. Tulislah yang mudah-mudah saja. Dengan begitu proses menulis akan bertahap menaiki tangga keemasannya.

Ketiga, jangan pernah berhenti menulis. Sesibuk apapun, sempatkan diri kita untuk menulis. Bila tak ada media yang bisa digunakan, kita bisa gunakan secarik kertas dan alat tulis. Menulislah, dan tuliskan segera apa yang ada di pikiran. Dengan begitu proses menulis setiap hari akan terjadi. Tak ada alasan, internet yang terputus atau komputer yang rusak. Semua harus dari kemauan diri untuk menulis. Biasakanlah menulis setiap hari, dan lawanlah kemalasan diri. Bila itu bisa kita lakukan, pastilah proses menulis itu serasa ringan kita dapati.

Keempat, jadilah menulis sebagai sebuah kebutuhan sama halnya kita makan. Kita akan lapar dan kita akan haus bila tak menulis dan membaca hari ini. Dua kegiatan menulis dan membaca akan dilakukan oleh seorang penulis. Bila menulis sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka proses menulis akan menjadi kegiatan alamiah seperti halnya kita makan dan minum. Kita akan merasakan kehausan dan kelaparan luar biasa bila tak menulis hari ini. Atau kalau dikatakan secara ekstrim, seperti orang sakau yang terkena narkoba. 

Kelima, jadikan menulis setiap hari sebagai kegiatan di bawah alam sadar kita. Bila itu dilakukan, maka kita akan terbiasa menulis setiap hari. Sesuatu yang dilakukan dalam alam bawah sadar kita akan membuat diri ini seperti mendapatkan energi tambahan. Sebab sesuatu yang disukai dan dikuasai karena hobi akan membuat menulis itu serasa nikmat. Kita pun akan merasakan nikmatnya menulis. Alam bawah sadar akan sangat berperan pada seseorang yang mampu menulis setiap hari. Menulis menjadi sebuah budaya atau kebiasaan karena dilakukan setiap hari. 

Akhirnya, saya harus menutup artikel ini dengan sebuah pesan bahwa dengan menulis setiap hari akan membuat saya menjadi orang yang dikenal dan terkenal. ”Sehebat apapun kita bila tak mampu menulis, kita belum menjadi apa-apa”, begitulah profesor Conny R. Semiawan pernah mengatakannya kepada saya. Semoga dengan melakukan proses menulis setiap hari, pikiran anda menjadi jernih dan merupakan therapy diri agar menjadi orang yang berarti. Menulislah sebelum mati, agar ada pesan kepada anak cucu tentang apa yang sudah anda lakukan semasa hidup. Hidup ini akan sangat berarti bila kita bermanfaat untuk orang banyak. Oleh karena itu, menulislah setiap hari agar anda dikenang dan memberikan pencerahan kepada orang lain.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Minggu, 15 Mei 2011

Jurnalisme warga Anak Sekolahan


13053751421175544136

Selama 2 hari ini, saya mengikuti kegitan anak-anak SMP Labschool Jakarta yang diberi nama Studi Jurnalistik. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 13 s.d. 14 Mei 2011. Acara dibuka oleh kepala SMP Labschool Jakarta, Bapak H. Ali Chudori, dan setelah itu dilanjutkan dengan presentasi materi mas Iskandar Zulkarnaen dari Kompas.com. Beliau adalah salah satu admin kompasiana.com Sebuah blog keroyokan yang dikelola dengan baik sampai saat ini.

Materi yang diberikan oleh mas Iskandar adalah tentang Kiat Menulis Cepat, Menarik, dan Bermanfaat. Anak-anak sangat antusias sekali menerima materi ini, dan mereka langsung praktik menulis dengan tulisan tangan. Dari karya tulis mereka, dipilihlah 3 tulisan terbaik oleh mas iskandar. Saya pun sangat bersetuju dengan pilihan mas Iskandar, karena memang tulisan ketiga anak itu bagus dan menarik. Rasanya bagus juga bila kompasiana melakukan kegiatan blogshop kompasiana goes to school.

Setelah materi mas iskandar, dilanjutkan dengan materi Teknik Fotografi. Anak-anak diajari cara memotret yang benar oleh pak Hotib, S.Pd. Beliau adalah salah seorang guru dari SMAN 77 Jakarta. Saya sangat suka cara penyampaiannya, dan membuat anak-anak langsung mempraktekkan apa yang disampaikan. Hasil foto-foto mereka pun bagus luar biasa.

Dua materi di hari pertama terselesaikan sudah. Nampak mereka begitu tertarik dan menikmati studi jurnalistik. Mereka begitu antusias menjadi jurnalisme warga anak sekolahan. Sebutan saya sebagai pembina mereka. Pembina Majalah Gema.

Jurnalisme anak sekolahan semakin gencar di hari kedua. Kak Aya yang merupakan alumni Labschool Jakarta memberikan materi anak muda goes to blog. Mereka pun begitu antusias untuk rajin ngeblog, dan meniru gaya benablog.com yang begitu kocak dan lucu. Kalau anda masih berjiwa muda, kunjungi blog blogger males.com ini.
Setelah kak Aya memberikan materinya, anak-anak peserta studi jurnalistik saya giring ke lab komputer. Mereka sudah tak sabar menuangkan ide yang ada dalam otak mereka. Saya pun kagum dengan kemampuan menulis anak SMP yang mengikuti pelatihan ini.

Kegiatan semakin meriah ketika mbak Vivid dari pengelola majalah aneka yes, keren beken, dll memberikan materinya. Mbak Vivid memberikan materi jurnalisme anak remaja. Tak terasa dua jam berjalan begitu saja tak terasa. Ternyata mengelola sebuah majalah butuh ilmu tersendiri. Apalagi majalah yang diperuntukkan oleh anak sekolah. Perlu kreativitas, dan kesabaran yang luar biasa.

Setelah mbak Vivied, Kang wawan memberikan materi dasar-dasar Jurnalistik, dan berdialog tentang suka duka mengelola majalah sekolah. Anak-anakpun semakin menggila ketika diberikan materi teknik layout majalah oleh mas Bambang. Mereka langsung praktik di depan komputer langsung. Sayang saya tak bisa ikut menyaksikannya sampai selesai, karena diminta mengisi materi di UNJ. Saya kan bikin postingan tersendiri untuk hal ini.

13053756751402058129
Kegiatan diakhiri dengan materi berbagi pengalaman dengan mantan pengelola majalah sekolah. Mereka berbagi kepada para adik kelasnya bagaimana mengelola sebuah majalah sekolah. Mereka pun memberikan masukan agar mampu mengatur waktu dengan baik. Buktinya mereka lulus dari SMP dengan hasil terbaik.
Senang sekali bisa bersama mereka selama dua hari ini. Rasanya saya ingin menuliskan pengalaman saya dalam studi jurnalistik ini lebih detail. Namun karena keterbatasan waktu, saya akan sambung lain waktu. Jurnalisme anak sekolahan memang perlu, dan menurut saya harus menjadi budaya anak-anak kita di sekolah. Apakah anda setuju?

Salam Blogger Persahabatan
Omjay



Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Sabtu, 30 April 2011

Ujian Nasional Membuat Guru Studi Banding Gratis ke Sekolah Lain

1303714687514099714

Hari ini, Senin, 25 April 2011 saya mendapatkan tugas negara untuk mengawas Ujian Nasional (UN) di SMPN 92 Jakarta Timur. Setiap tahun selalu saja saya berganti tempat tugas mengawas. Hal itu tentu saja membuat saya senang. Saya pun merasakan studi banding gratis ke tempat sekolah yang saya kunjungi. Selain itu, temanpun semakin bertambah banyak karena setiap tahun ada teman baru yang saya kenal.


Ada hal yang positif dari UN. Setiap guru harus menjadi pengawas silang ke sekolah lain. Bagi saya ini sungguh sebuah pembelajaran yang positif. Dimana saya bisa belajar banyak dari sekolah lainnya dalam waktu 4 hari selama UN berlangsung. Terutama tentang budaya sekolah atauschool culture sekolah itu. Tentu setiap sekolah memili school culturenya masing-masing.


Seperti misalnya di SMPN 92 Jakarta ini. Saya banyak mendapatkan pelajaran tentang bagaimana cara mengelola sekolah dengan baik. Sekolah yang berada di Jl Perhubungan 12 Rawamangun Jakarta Timur ini adalah sekolah binaan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ.


Oleh karena sekolah ini adalah binaan FIP UNJ, tentu sekolah ini menjadi sekolah standar nasional (SSN) yang patut dibanggakan. Mereka tentu dibina terus menerus oleh dosen-dosen UNJ yang berpengalaman. Sama halnya dengan sekolah kami yang dikelola oleh Yayasan Pembina UNJ. Sekolah kami juga mendapatkan pembinaan terus menerus dari kampus UNJ. Kami pun akhirnya menjadi sekolah swasta favorit di masyarakat.



SMPN 92 Jakarta adalah sekolah yang bagus dan asri. Sekolahnya terdiri dari tiga lantai berbentuk seperti huruf L besar. Sekolah ini bersih, dan sangat nyaman untuk tempat belajar. Sekolah yang berada di dalam komplek Pegawai Departemen Perhubungan menjadi tempat sub rayon panitia UN.


1303714966846347461

Dengan misi yang telah disepakati bersama UNJ, tentu sekolah ini menjadi terkelola dengan manajemen pendidikan yang sesuai dengan harapan semua pihak. Hal itu tertuliskan dalam misi di mading sekolah, yaitu:


  1. Meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan

  2. Memberi bimbingan dan layanan pembelajaran secara maksimal, efisien, dan efektif

  3. Mengembangkan potensi siswa berbasis multiple intelegence

  4. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan lepada Tuhan Yang Maha Esa

  5. Memberi layanan kesehatan kepada guru, karyawan, dan siswa.



Sekolah SMPN 92 Jakarta Timur yang dipimpin oleh kepala sekolah yang bernama Dra. Yulma, M.Pd ini sungguh luar biasa. Saya banyak belajar bagaimana memimpin sebuah sekolah berst�ndar nasional. Meskipun saya tak mewawancarai beliau secara langsung, namun dari suasana sekolah yang menyenangkan membuat saya yakin sekolah ini mampu menjadi sekolah favorit di mata masyarakat.


13037150811385961931


Ketika telah selesai mengawas UN dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di hari pertama ini, saya menemukan sebuah name tag atau kartu IKK yang dipergunakan oleh siswa untuk izin keluar kelas yang tergantung di dalam dinding ruangan kelas. Bagus sekali idenya, sehingga guru menjadi tahu siswa mana yang mendapatkan izin keluar kelas, dan siswa mana yang tidak mendapatkan izin keluar kelas dari guru atau wali kelas.


Dalam berdoa pun saya menemukan tata cara yang berbeda dengan sekolah kami. Inti berdoanya sama, tetapi tata cara atau urutan dalam berdoa, sekolah ini memiliki budaya atau karakter tersendiri. Unik dan memiliki kekhasan tersendiri.

Saya bersyukur lepada Allah bisa mendapatkan tugas mengawas UN di sekolah yang bagus ini. Banyak pelajaran yang saya dapatkan tentang budaya sekolahnya di hari pertama UN. Dari sisi siswanya sendiri, saya lihat mereka cerdas dan pintar. Hal itu saya lihat dari cara mereka menyelesaikan soal-soal UN dengan baik.


Semoga saya dapatkan lagi hal-hal unik lainnya yang tak ada di sekolah kami. Barangkali hal-hal unik itu bisa saya kembangkan juga di mana saya bertugas dan mengabdikan diri sebagai seorang guru di sekolah.

Akhirnya, UN membuat saya sebagai guru melakukan studi Banding ke sekolah lain. Studi Bandung gratis, dan menghasilkan optimisme yang tinggi bahwa sekolah kami pun akan mengadobsi hal-hal yang baik dari sekolah yang kami kunjungi. Sayapun banyak mendapatkan teman baru dari sekolah lainnya. Teman mengajar sayapun menjadi semakin banyak saja setiap tahunnya. Kami pun menjadi saling bersilahturahim. Bukankah silahturahim mendatangkan rezeki?



Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Jumat, 15 April 2011

UJian Nasional Tidaklah Menyeramkan

1302820629298217114
Omjay di SMKN 31 Jakarta Pusat


Kamis, 14 Februari 2011, saya diminta untuk menjadi nara sumber motivasi UN oleh ibu Nunung Widianingsih. Beliau meminta saya memberikan motivasi kepada seluruh siswa kelas XII SMKN 31 Jakarta Pusat. Senin, 18 April 2011 mereka akan menempuh ujian nasional (UN), dan mereka perlu diberikan pembekalan agar mengikuti UN dengan suasana menyenangkan. Mereka harus diarahkan agar UN menjadi sangat menyenangkan, dan mendapatkan nilai UN dengan sangat memuaskan.


UN tidaklah menyeramkan. Bila UN terasa seram, itu artinya kita tak mempersiapkan diri dengan baik. Oleh karenanya, agar UN tak menyeramkan, segera persiapan dirimu dengan baik. Jaga kesehatanmu, Persiapkan dengan baik materi yang akan diujikan. Lengkapi pula peralatan-peralatan yang mendukung peralatan UN seperti pencil, penghapus, balpoint, dll.



Omjay dan Wakil Kepala Sekolah SMKN 12 Jkt, pak Deden
Omjay dan Wakil Kepala Sekolah SMKN 12 Jkt, pak Deden



UN harus dilaksanakan dengan suasana Happy atau menyenangkan. Sebab UN bertujuan baik, dan harus ada keikhlasan hati dalam melaksanakannya. Bila segala usaha telah dilakukan, jangan lupa berdoa kepada Allah agar para siswa lulus UN 100%. Tentu dengan nilai yang sangat memuaskan, dan membuat sekolah menjadi harum namanya di masyarakat.


Dalam presentasi ini, saya juga memberikan arahan bagaimana mempersiapkan diri memasuki dunia kerja atau melanjutkan kuliah. Mereka saya arahkan untuk mampu menjadi entrepeneurship dan tidak hanya mencari pekerjaan saja setelah lulus dari SMK.


Tak terasa waktu yang diberikan selama 2 jam berjalan cepat, dan anak-anakpun merasa senang. Saya pun merasa puas memberikan motivasi kepada para siswa SMKN 31 Jakarta Pusat yang begitu hebat.



Omjay
Omjay di SMKN 31 JakPus



Bagi anda yang ingin mendapatkan materi persentasi omjay di SMKN 31 Jakarta Pusat, dapat mengirimkan email ke wijayalabs@gmail.com. Semoga anak-anak kita yang mengikuti UN tahun ini lulus 100%. Dengan memberikan motivasi khusus kepada mereka bahwa UN tidaklah menyeramkan membuat mereka merasa enjoy dan lapang dalam menghadapi UN. Mereka pun siap melaksanakan UN dengan persiapan yang mantap. Ayo siswa Indonesia. hadapi UN dengan dengan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.


1302819554765191437
Siswa SMKN 31 jakarta

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Kiat Sukses UN Lulus 100%

13026015561799383394

Kiat Sukses UN Lulus 100%

Sebentar lagi ujian nasional (UN) akan dilaksanakan. UN untuk SMA/SMK /MA, dan sederajat lainnya dilaksanakan pada 18 April 2011, dan UN untuk SMP/MTS dan sederajat lainnya dilaksanakan pada 25 April 2011. Tentu sebagai orang tua dan guru kita merasa harap-harap cemas. Takut anak-anak yang mengikuti UN itu tidak lulus. Kecemasan itu akan terasa bila kita berdiskusi dengan para orang tua, dan guru yang anaknya mengikuti UN tahun ini.

Bila orang tua dan guru cemas, tentu anak-anak akan lebih cemas lagi. Sebab kecemasan sudah mengganggu konsentrasi. Anak-anak seharusnya mendapatkan motivasi agar mendapatkan prestasi tinggi. Bukan justru mendapatkan rasa cemas dan was-was dari para orang tua dan guru. Mereka harus dibekali dengan kemampuan mengoptimalkan diri dalam memperoleh nilai UN yang luar biasa. Tentu itu tidak mudah bila kita tidak tahu caranya. Apalagi bila para guru sampai mendongkrak nilai siswa. Tentu ini merupakan tindakan tak terpuji, dan sekolah yang melakukannya akan mendapatkan sanksi seperti apa yang dituliskan koran kompas, Senin, 11 April 2011.

Untuk membuat semua siswa lulus 100 % sangat mudah caranya. Kita tak perlu sampai membocorkan soal-soal UN. Sebab pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan nasional telah mengatakan bahwa soal UN tak akan bocor. Cara yang paling tepat adalah mengajak anak-anak kita untuk mempersiapkan dirinya dengan baik. Bisa membuka situs-situs online yang didalamnya ada latihan soal-soal UN, dan perbanyak membaca buku yang berhubungan dengan materi UN. Tentu bukan hanya sekedar membaca saja, tetapi berlatih soal-soal seperti matematika dengan teman sebaya. Belajar kelompok bisa menjadi solusi. Dalam belajar kelompok itu mereka bisa saling berdiskusi tentang materi soal yang akan muncul di UN tahun ini. Mereka pun akan saling membaca dan melengkapi apa yang sudah mereka kuasai.

Kiat sukses UN agar seluruh siswa di sekolah lulus 100% adalah:

  1. Happy
  2. Baik
  3. Ikhlas

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah happy. Suasana sebelum UN haruslah menyenangkan siswa. Baik di rumah maupun di sekolah siswa harus dalam kondisi menyenangkan. Bila kondisi menyenangkan atau happy sudah tercipta, maka pelajaran yang susah menjadi serasa mudah. Anak-anakpun pada akhirnya akan merasakan kenyamanan dalam belajar. Suasana happy ini harus tercipta di setiap sekolah kita. Anak harus dilayani dengan baik, dan ajak mereka untuk berdiskusi dimana letak kesulitan yang mereka alami. Bila di sekolah sudah terlayani dengan baik, maka pelayanan di rumah pun harus baik. Para orang tua harus penuh kasih sayang membimbing putra-putrinya untuk mampu belajar dengan suasana yang menyenangkan. Bila itu terwujud, maka dijamin anak anda pasti lulus dengan nilai yang luar biasa. Hal itu sudah saya buktikan sendiri setelah hampir 17 tahun menjadi seorang guru.

Hal kedua yang harus dperhatikan adalah baik. Anak-anak harus diyakinkan bahwa tujuan UN itu baik. Bila mereka telah memahami bahwa tujuan UN itu baik, maka niatan baik akan tercipta. Sesuatu yang dimulai dari sebuah kebaikan pastilah akan mendapatkan kebaikan. Sebab hadiah pertama dari kita berbuat baik adalah kebaikan. Orang baik pasti rezekinya baik. Orang baik, pasti nilai UNnya baik. Sebab dilakukan dengan cara-cara yang baik, dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Orang baik pasti akan berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Yakinkan diri bahwa mereka akan mendapatkan nilai terbaiknya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah Ikhlas. Hadapi UN dengan penuh keikhlasan hati. Bila segala sesuatu dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. Keikhlasan hati akan membuat sesuatu yang awalnya berat menjadi terasa ringan. Suasana hati yang ikhlas akan mendekatkan diri kepada Allah. Tuhan Yang Maha Memiliki Ilmu. Kitapun akan dimudahkan dalam mencerna dan menyerap semua materi pelajaran yang akan diujikan. Keikhlasan hati harus ada dalam diri anak-anak kita yang akan mengikuti UN. Dengan keikhlasan hati, maka segala urusan akan diserahkan kepada Ilahi Robbi. Allah tempat meminta, dan mintalah kepadanya agar mendapatkan nilai yang tinggi. Kerjakan soal-soal UN dengan penuh keihlasan hati, maka sang pemilik ilmu akan memberikan ilmu kepada hambanya yang TAKWA.

Happy, baik, dan ikhlas harus menjadi kiat sukses agar peserta didik kita di sekolah lulus 100%. Namun ada 10 hal penting yang harus diperhatikan oleh para peserta UN agar mendapatkan nilai terbaik, yaitu:

  1. Siapkan kartu peserta UN dengan baik, dan jangan sampai tertinggal. Kalau perlu dilaminating atau dititipkan secara kolektif di sekolah.
  2. Disiplin soal waktu harus dijaga. Datanglah lebih pagi agar bisa menikmati segarnya pagi di sekolah
  3. Lengkapi peralatan ujian seperti pensil, balpoint, penghapus, penggaris, papan LJK, dan lain-lain
  4. Patuhi aturan tata tertib UN yang berlaku, dan dengarkan dengan baik arahan pengawas UN
  5. Tuliskan identitas diri dengan benar dan lengkap di Lembar Jawaban Komputer atau LJK.
  6. Kerjakan soal-soal UN dengan penuh ketenangan dan fokus kepada tujuan
  7. Awali kegiatan dengan berdoa kepada Allah, Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
  8. Dahulukan soal yang mudah baru kerjakan soal yang susah.
  9. Perhatikan waktu dengan baik, dan bila kamu sudah selesai mengerjakan soal, periksa kembali jawabanmu.
  10. Jangan terburu-buru keluar ruangan, dan cek sekali lagi apa yang sudah kamu tuliskan.

Demikianlah, sedikit pengalaman saya dalam membimbing anak-anak mengikuti Ujian Nasional atau UN. Tulisan ini sudah saya sampaikan pada acara ON AIR di Radio Republik Indonesia dalam acara Analeksa Senin Siang kemarin. Semoga bermanfaat, dan mari kita berdoa agar anak-anak kita di sekolah lulus UN 100 %.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Rabu, 30 Maret 2011

Bisakah Kita Menulis Sebelum Tidur?

1301419035743851046
Bisakah Kita Komitmen Menulis Sebelum Tidur?




Pertanyaan dari judul yang saya tuliskan di atas sebenarnya bukan untuk anda, tetapi untuk diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya, apakah bisa komitmen menulis sebelum tidur? Sebab tantangan dan rintangannnya amat berat. Seberat badan saya yang sudah semakin berat karena sudah lebih dari 100 kg. Pak Supardi pun tertawa melihat tubuh saya yang semakin tambun. Coba saja lihat ! Wajahnya tersenyum kepadaku, dan juga kepadamu. Mungkin kepada kita semua.


Menulis sebelum tidur sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang. Pasalnya kita seringkali tak mampu mengalahkan diri sendiri. Segudang alasan kita ciptakan, dan pada akhirnya kita tak menulis hari ini. Padahal menulis setiap hari itu amat mengasyikkan dan menyenangkan. Ibarat bermain games yang kita sukai. Kitapun akan memainkannya agar menang dan mendapatkan skor tertinggi.



Untuk mampu menulis sebelum tidur ada caranya. Ada langkah mudah yang bisa dilakukan. Bila lahab membaca sudah kita lakukan, maka dengan sendirinya kita akan gemuk menulis. Masalahnya, aktivitas membaca tak pernah kita lakukan dengan baik, dan pada akhirnya menulispun demikian. Sebab menulis dan membaca merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.



Wahyu Prasetyo menuliskan, aktivitas membaca untuk sementara ini bagi masyarakat Indonesia masih menjadi aktivitas yang kerap diabaikan. Maka tidak mengherankan jika kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain sangat jauh berbeda. Membaca itu memupuk otak kita, oleh sebab itu membaca merupakan kebutuhan bagi otak kita. Jika tidak kita pupuk, seperti halnya tanaman akan mudah terserang hama yang mematikan.



Namun demikian, menulis juga harus menjadi aktivitas rutin yang harus kita lakukan. Dengan menulis ada pesan yang kita sampaikan. Dengan menulis ada ilmu pengetahuan yang coba kita bagikan kepada orang lain. Seperti halnya mata air, menulis akan terus mengalir setiap hari. Dari gunung sampai ke bawah, dan terus mengalir sampai jauh.



Hanya saja pertanyaannya. Buat kita yang seringkali sibuk di pagi , siang, dan sore hari, maka kebiasaan menulis di malam hari sebelum tidur menjadi pilihan yang tepat. Tinggal kita komitmen saja dalam menjalankannya.



Namun terkadang kita tak komitmen dengan janji yang diikrarkan. Kita yang berjanji kita pula yang mengakhiri. Artinya kita sering gagal berkomitmen untuk menulis sebelum tidur. Itulah yang harus saya akui. Saya seringkali ketiduran karena kelelahan, Pekerjaan yang menumpuk, dan aktivitas yang padat membuat saya tak sempat menulis sebelum tidur.



Menulis sebelum tidur sebenarnya tidaklah susah. Pekerjaan menulis sebenarnya pekerjaan mudah, bahkan menurut saya sangat mudah. Menulis menjadi susah manakala kita tak sering melakukannya atau jarang melakukannya. Ibarat kita menyetir mobil, tentu kita akan kaku setelah lama tak menyetir mobil. Demikian pula dengan kegiatan tulis menulis. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis sebelum tidur, atau menulis kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan di lapak kita. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya. hal itu hanya bisa terjadi di dunia maya.


Bagi anda yang belum terbiasa menulis, mulai saat ini biasakanlah menulis setiap hari dan menulislah sebelum tidur. Ketika anda telah terbiasa menulis, maka anda akan mendapatkan kebahagian yang tak bisa diukur dengan uang. Mengapa tak bisa diukur dengan uang? karena tulisan anda itu sangat mahal harganya dan sulit untuk di hitung berapa harga yang cocok untuk dibayarkan.


Sekarang saatnya menjawab pertanyaan di atas. Bisakah kita komitmen menulis sebelum tidur? Anda akan berkata bisa bila anda sudah melakukan kegiatan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Namun anda akan berkata tidak bisa bila menulis belum merupakan sebuah kebutuhan. Jadi menulislah sebelum tidur, dan rasakan kenikmatan menulis sebelum tidur.


Salam blogger Persahabatan


Omjay

http://wijayalabs.com


Minggu, 20 Maret 2011

Mari Mengajar Melalui Konsep Metaforming




Pak Masribi Mempresentasikan Teknik Metaphorming bersama Para Guru Labschool

Sabtu, 19 Maret 2010, sekolah kami mengadakan kembali pelatihan metode metaphorming (metaforming). Pelatihan ini dilaksanakan di gedung Auditorium Labschool Jakarta Gedung Utama Lantai 3 Rawamangun Jakarta Timur. Kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan lanjutan yang ketiga dari pelatihan metaphorming sebelumnya yang sudah 2 kali dilaksanakan. Kini para guru diminta melaporkan atau mempresentasikan implementasi metode metaphorming dalam pembelajaran di sekolah. Mereka diminta memaparkan hal-hal yang telah dilakukannya, dan melaporkan temuan-temuan penting selama menggunakan metode metaphorming.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan sebuah games metaphorming yang sangat menyenangkan. Games ini dibawakan dengan baik sekali oleh pak Taufiq dan pak Aji. Mereka meminta perwakilan 5 orang guru untuk tampil ke depan. Saya (omjay) termasuk salah seorang guru itu yang berani tampil ke depan untuk bermain games.

Pak Aji dan pak Taufik meminta kami menyebutkan kegunaan gitar lainnya selain untuk bermain musik. Kami diminta untuk menyebutkan sesuatu yang berbeda dan mendemonstrasikannya. Kebetulan saya mendapatkan tugas pertama menyebutkan fungsi gitar itu. Lalu tanpa berpikir panjang, saya pura-pura menggunakan gitar untuk memukul pak Amir, salah seorang rekan saya di SMPLabschool Jakarta. Selain Pak Amir,  ada beberapa guru lainnya yang tampil ke depan, yaitu Ibu Lina, Ibu Susan, dan Ibu Arifa . Masing-masing  guru diminta menyebutkan fungsi gitar sambil mendemostrasikan kegunaannnya.

Hal yang paling kocak adalah ketika ibu Lina memperagakan gitar untuk bermain kuda lumping, dan membuat para guru yang mengikuti pelatihan metaphorming tertawa. Ibu Lina pun mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa sehingga berhak mendapatkan doorprize berupa uang yang berada dalam amplop tertutup. Sebuah door prize yang membahagiakan di pagi hari.

Dari hasil permainan itu, nampak jelas bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode metaphorming sangat menyenangkan, dan bermakna. Kata metaforming adalah kata yang berasal dari kata Yunani yaitu meta dan phora yang memiliki makna tindakan yang mengubah sesuatu menjadi bermakna. Ini diawali dengan memindahkan makna baru dan mengasosiasikan beberapa ide menjadi suatu ide yang baru. para guru pun akhirnya menjadi kreatif, dan melakukan inovasi baru dalam pembelajaran.

Dapat dikatakan bahwa metaphorming adalah suatu pemikiran yang mendalam dan kreatif. Inilah awal dari pemikiran yang jenius. Pemikiran ini memiliki tujuan yang riil dan bermanfaat yang menggunakan seluruh daya upaya semua organ tubuh kita sehingga menjadi suatu kesatuan yang mengarahkan kita menuju pemikiran yang essential . Pemikiran inilah yang akan membawa siswa atau peserta didik menuju percepatan dalam berpikir, berkreasi, menemukan suatu hal yang baru, dan menghubungkan semua hal yang terlihat tidak berhubungan menjadi hal yang saling terkait, dan pada akhirnya bermuara pada penyelesaian masalah. Pembelajaran ini akan meningkatkan, dan memperkaya pengalaman belajar, dan meningkatkan komunikasi baik antara guru-siswa, guru-guru, guru-pimpinan sekolah, dan kepala sekolah-siswa.

Permainan games yang dilaksanakan oleh pak Aji dan Pak Taufiq, diperkuat lagi dengan games metaphorming yang dibawakan langsung oleh bapak Masribi. Beliau adalah kepala pengembang pendidikan labschool Jakarta. Beliau lebih senang mengatakan bahwa metodologi metaphorming lebih pas bila disebut teknik metaphorming. Sebuah teknik pembelajaran yang membuat para siswa menemukan keterkaitan antara satu kata dengan kata yang lain menjadi saling berhubungan. Beliau membukanya dengan tema Belanja. Setiap guru yang diminta ke depan (dalam foto) harus mampu menyebutkan nama-nama benda sesuai abjad huruf yang diminta. dan harus  dibeli di pasar. Teman-teman gurupun larut dalam games yang menyenangkan. tak terasa, games itu adalah sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Beliau terapkan itu dalam pembelajaran sejarah.




13005394471222338751
Narasumber: pak Masribi, Pak Ali (moderator), dan pak Sukarjo

Hal di atas diperkuat lagi dengan presentasi bapak Dr. M. Sukarjo tentang pentingnya metodologi metaphorming dalam pembelajaran yang menyenangkan. Beliau memberikan contoh tentang materi limas pada pelajaran matematika yang menjadi mudah dipahami oleh siswa. Dengan adanya metaphorming guru terlatih menjadi seorang fasilitator dalam pembelajaran yang menyenangkan. Pak Alipun sebagai moderator acara menyimpulkan bahwa metode metaphorming sangat bagus diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi.

Setelah pemaparan para pakar metode metaforming, para peserta dihibur oleh group musik dadakan hasil kolaborasi guru-guru di labschool rawamangun dan kebayoran yang bernama "Metamorvoice". Mereka (pak Rimlan, Aji, Dedi, Taslim, Kuncoro, yahya) menyanyikan lagu-lagu Labschool, dan lagu-lagu gembira hasil ciptaan mereka. Sungguh sebuah kolaborasi musik dan lagu yang sangat indah. Kamipun terhibur karenanya.
13005724362040287362
Kini tibalah presentasi implementasi metaphorming di sekolah Labschool oleh perwakilan guru yang ditunjuk. Ada 6 orang guru yang diminta untuk mempresentasikan hasil pembelajarannya dengan menggunakan metode metaphorming.  Keenam guru itu adalah:

  1. Yulinda Asnita, guru Biologi  (SMP)
  2. Erlina Nurlianti, guru TK/KB (TK)
  3. NurArifah, Guru Bahasa Inggris (SMA)
  4. Sudarto, guru Matematika (SMP)
  5. Shelma Syakira, Guru bahasa Inggris (SMP)
  6. Beni Aminullah, guru TIK (SMA)

Kegiatan presentasi itu, dimoderatori oleh pak ukim Komarudin (kepala sekolah SMP Labschool Kebayoran), dan pak Fakhrudin (kepala SMA Labschool Jakarta).

Presentasi keenam guru itu sangat menarik, dan saya berusaha untuk mendapatkan file presentasi mereka. Bagi anda yang tertarik, dapat memberikan email kepada saya di wijayalabs@gmail.com. Saya akan memberikan copy file mereka yang telah berhasil mengimplementasikan metode metaphorming dalam pembelajaran di sekolah.

Acara pelatihan metode metaphorming lebih mantap lagi ketika disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Conny R. Semiawan. Beliau menyampaiakan materi Rasional, dan Evaluasi Implementasi Metaphorming di Labschool. Materi ini dimoderatori oleh ibu Ulya Latifah (kepala SMA Labschool Jakarta).
13005723891728176015
Akhirnya, pelatihan metode metaphorming membuat saya semakin percaya bahwa pembelajaran akan menjadi semakin hidup, dan bermakna. Sungguh luar biasa bila para guru mampu menerapkannya. Mari belajar dari para guru-guru di Labschool Jakarta yang telah berhasil menerapkannya.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Sabtu, 12 Maret 2011

Kisah Nyata: Tukang Becak Jadi Kaya Karena Internet

12997610491105654752
Ilustrasi/Admin (Kompasiana)


Saya termehek-mehek juga mendengarkan cerita mas donny BU bahwa ada tukang becak yang menjadi kayak karena menggunakan internet secara sehat. Tukang becak itu mempromosikan dirinya dalam bahasa Inggris di facebook dan twitter, dan juga tempat-tempat bagus di Yogyakarta. Alhasil, banyak turis yang memesan becaknya untuk berkeliling menikmati indahnya kota Yogyakarta. Dari penghasilannya itu, beliau bisa membeli rumah, dan memenuhi kebutuhannya. Saya pun terkagum-kagum setelah melihat sendiri videonya. Banyak turis yang membayar jasa becaknya dengan dollar.

Cerita tukang becak sukses yang menggunakan internet itu saya peroleh ketika mas dony Bu, aktivis internet sehat memberikan ceramah tentang pentingnya internet sehat di kalangan pelajar untuk siswa kelas 7 smp labschool jakarta pagi ini, Kamis 10 Maret 2011.

Kegiatan presentasi internet sehat ini dilaksanakan di ruang auditorium Labschool lantai 3, dan diikuti oleh sekitar 250 orang siswa, dana beberap orang guru yang merupakan wali kelas 7.

Pada awal presentasinya, mas doony bertanya kepada siswa, siapa yang menggunakan internet setiap hari? Lalu hampir semua siswa mengangkat tangan. Rata-rata anak-anak di smp labschool jakarta telah menggunakan internet setiap harinya.

Mas dony pun langsung mendemokan bagaimana mudahnya membuat tulisan, dan memasukkan gambar ke internet. Beliau juga mendemokan bagaimana mudahnya orang sekarang mempostingkan teks, gambar, dan video ke internet. Contohnya adalah video keong racun, dan marshanda.

Hanya saja, kemudahan itu seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, oleh karenanya mas donny mengingatkan agar anak-anak tidak menyalahgunakan kemudahan internet, dan berpikir sebelum memposting. Gunakan internet yang berdampak positif, dan untuk menunjang kegiatan di sekolah.

Dalam presentasi itu, mas donny juga meminta kepada anak-anak memperlihatkan Kartu pelajarnya. Lalu mas dony bertanya kepada mereka, maukah data di dalam kartu pelajarnya tersebar kemana-mana? Mayoritas anak-anak mengatakan tidak. Sebab banyak data yang diobral di internet lalu dijahili oleh orang-orang yang kurang bertanggungjawab.

Banyak tips, dan contoh pemanfatan internet sehat yang beliau sampaikan, bila anda ingin tahu apa yang telah disampaikan mas donny, anda dapat meminta file presentasi beliau kepada saya di wijayalabs@gmail.com

Salam Blogger Persahabatan

http://wijayalabs.com


Jumat, 11 Maret 2011

Sekolah RSBI Versus Sekolah Laskar Pelangi



1299792675897133648
Mari kembali ke sekolah Laskar pelangi


Setelah menghadiri simposium RSBI yang diadakan British Council di Hotel Atlet Century Senayan selama 2 hari, 9-10 Maret 2011 saya berkesimpulan bahwa pelaksanaan RSBI di setiap sekolah yang ada di Indonesia sebaiknya dihentikan. Hal ini bukanlah berdasarkan asumsi semata, tetapi fakta di lapangan terlihat dengan kasat mata bahwa mutu guru kita belum siap untuk menghadapi perubahan pembelajaran di era masyarakat berpengetahuan.


Para peneliti silahkan melakukan penelitian yang mendalam, dan saya yakin bahwa sekolah RSBI tak membuat peserta didik menjadi hebat ketika kebijakan yang dikeluarkan kurang menggema di tingkat implementasi. Kita pun harus segera kembali kepada sekolah laskar pelangi yang memiliki fasilitas apa adanya tetapi memiliki guru-guru yang luar biasa. Guru-guru kreatif yang pantang mengeluh sehingga mampu menginspirasi para peserta didiknya untuk bersaing di era global. Era dimana batas negara seolah tiada lagi. Internet telah menyatukan semua orang di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi, dan berbagi.


Dari paparan presentasi para kepala sekolah RSBI nampak jelas bahwa fasilitas jauh lebih diutamakan ketimbang mutu guru. Walaupun dilaporkan pula tentang pelatihan kompetensi guru, namun prosentasenya amatlah kecil bila dibandingkan dengan peningkatan sarana prasarana. Guru hanya menjadi pelengkap penderita atau prajurit yang siap mati menjalankan kebijakan pemerintah yang ternyata salah konsep. RSBI pun digugat oleh berbagai pihak. Termasuk oleh organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dengan lantang menyuarakannya.


Sekolah-sekolah RSBI berusaha untuk mendapatkan sertifikat ISO, yang pada akhirnya membuat peserta didik"RAISO". Bahkan kita masih menemui ada siswa yang tidak lulus di sekolah RSBI. Kedisiplinan, dan kebersihan sekolah RSBI pun belum sepenuhnya mengikuti aturan-aturan ISO yang benar, sehingga sertifikat ISO didapat, tetapi kenyataannya tak sama dengan apa yang dilihat. Silahkan para peneliti dari kemendiknas melihat sendiri, dan meneliti di seluruh sekolah RSBI di Indonesia. Jangan lupa menggandeng LSM yang independent sepertibritish council agar penelitian menjadi berimbang.


Saya bukan orang "pintar". Saya hanya guru yang berbadan besar dan sedang "gusar". Adanya RSBI tak membuat dunia pendidikan kita menjadi lebih baik. Para orang pintar itu hanya bisa membuat konsep, tapi tak mampu mengamati di tingkat proses, dan kurang melakukan evaluasi dengan benar. Data-data lengkap telah disampaikan oleh ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Satria Darma tentang 10 kelemahan RSBI. Fakta-fakta di lapangan pun telah dijelaskan panjang lebar kepada komisi X DPR. Kita pun telah membaca dengan jelas apa yang dipetisikan oleh IGI di koran kompas, dan berbagai media lainnya. Klik.


1299793440986618598Wahai para pejabat negeri. Kenapa kita tak belajar kepada sekolah laskar pelangi. Kita lihat perjuangan ibu Muslimah yang begitu besar menyemangati anak didiknya. Kita mungkin masih ingat pesan pak Harfan dalam film laskar pelangi. "Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya".


Banyak sekali pesan moral, dan semngat hidup pantang menyerah yang kita saksikan dari kisah laskar pelangi. Laskar pelangi bukan hanya menginspirasi semua orang, tetapi laskar pelangi telah menunjukkan kepada kita bahwa fasilitas sekolah yang apa adanya atau biasa-biasa sajatelah mampu melahirkan peserta didik yang luar biasa. Kenapa itu bisa terjadi? Karena sekolah laskar pelangi ditangani oleh guru-guru yang ikhlas sepenuh hati mengikhlaskan dirinya untuk terus belajar sepanjang hayat. Berusaha keras untuk menjadi guru profesional, dan meninggalkan konvensional. Terus menerus belajar dan berusaha menjadi guru yang berkualitas.


Sekolah RSBI yang salah kaprah dalam pelaksanaannya lebih menitikberatkan kepada penyampaian materi ke dalam bahasa Inggris. Bahasa Internasional yang membuat mereka katanya lebih mudah bersosialisasi dalam masyarakat internasional. Namun, kenyataannya tak mudah menyampaikan materi pelajaran dalam bahasa Inggris, karena pengajaran bahasa Inggris sangat berbeda dengan pengajaran materi menggunakan bahasa Inggris.


Pengalaman saya pribadi mengajarkan TIK dengan menggunakan bahasa Inggris tidaklah mudah. Saya justru lebih mudah memberikan materi dengan bahasa Indonesia. Para peserta didikpun lebih mudah menangkap apa yang disampaikan. Terjadilah proses interaksi dalam pembelajaran. Terjalin komunikasi antara guru dengan peserta didiknya. Sayapun banyak belajar dari teman-teman guru lainnya dari seluruh dunia melalui website di http://www.epals.com/projects/info.aspx?divid=WeAreePals_main.


Dalam sekolah laskar pelangi. Guru-guru menyampaikan materinya dengan bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa daerah yang lebih mudah dimengerti oleh murid-muridnya. Bahasa ibu dimatangkan dulu, baru kemudian beralih kepada bahasa nasional. Setelah bahasa nasional matang, barulah beralih kepada bahasa internasional. Kenyataan membuktikan, lulusan sekolah laskar pelangi telah menciptakan orang-orang hebat negeri ini. Anda bisa kembali membaca novel Tetralogi laskar pelangi, atau novel ranah 3 warna yang lagi ngetop sekarang ini. Banyak pembelajaran yang akan anda dapatkan dari kedua novel di atas.


Akhirnya, saya tak bisa menyampaikan tulisan-tulisan saya dalam bahasa yang ilmiah. Saya hanya mampu menulis secara alamiah. Sangat sederhana tetapi pesan itu sampai kepada pembaca. Saya bukanlah orang pintar, tetapi saya adalah guru yang gusar. Semoga bangsa ini menjadi besar.


Mari kita kembali ke sekolah laskar pelangi yang menciptakan lulusan anak negeri yang mampu menterjemahkan pesan sedrhana pak Harfan, hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.


salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Selasa, 01 Maret 2011

Bagaimana Menulis Tanpa ada Mood?

Omjay di Jepara
Omjay di Jepara

Banyak orang tidak menulis pada keadaan tidak mood menulis. Sebab mood dijadikan alasan untuk tidak menulis. Padahal pada kondisi tidak mood itulah kita akan merasakan betapa indahnya menulis. Kita menjadi semangat menulis apa yang kita bisa dan apa yang kita kuasai. Tanpa mood orang masih bisa menulis kalau tahu caranya. Hal itulah yang saya sampaikan pada guru-guru PAUD di Jepara beberapa waktu lalu.

Tak perlu harus begini dan begitu. harus mengikuti tata bahasa yang baku dan justru membuat kita kaku dalam menulis. Mengalir saja seperti air.

Menulis ya menulis, tak perlulah dianggap susah. Ada mood atau tidak ada mood ya menulis saja. Menulis tentang kegalauan hati bisa menjadi tulisan tersendiri. Menulis ketidakmampuan menulis bisa menjadi cerita tersendiri. ungkapkan saja. Jangan berbelit-belit yang akhirnya melilit pikiran kita menjadi sulit.

Dalam Alam bawah sadar kita harus tertanam bahwa menulis itu mudah. Menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Masalahnya kita selalu menjaga gengsi. Padahal dalam dunia kepenulisan tidak ada yang terbaik. Semua sama saja. Kalau pun ada cuma dua kata saja laku atau layu. Itu yang saya dapatkan setelah membaca tulisan kong ragile di lapaknya.

Bagi tulisan yang laku maka dia akan diburu, karena tulisannya menginspirasi orang banyak. Tetapi bagi mereka yang tulisannya layu ya tak diburu. hanya dibaca sepintas, dan itulah buah dari pikiran kita yang terlalu diililit oleh aneka macam peraturan tulis menulis. Peraturan menulis membuat kita tak bisa menulis.

Menulis itu seperti kita ngomong. lancar saja. Bahkan ada yang bilang kayak ngegosip. Ajak pembaca untuk berbicara kepada tulisan kita, dan pada akhirnya ada umpan balik yang kita dapatkan. Ada interaksi di kolom komentar.

Jadi, ketika tidak ada mood dalam menulis, tuliskan saja. Itu cara yang paling jitu. Sebab sesuatu yang sulit dalam menulis adalah MEMULAI. Ketika sudah memulai ya lancar saja. Buktinya saya tak mengalami hambatan apapun karena saya menuliskan ini rileks saja. Tak ada beban dalam diri. Bila menulis tak ada beban, maka pembacapun tak memiliki beban.

Bagaimana menulis tanpa mood? ya tuliskan saja yang kamu alami saat ini. Semoga moodnya bisa hilang, dan anda pun senang karena bisa menulis tanpa ada mood. Sebab mood bisa diciptakan setelah kamu memulia menulis.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http;//wijayalabs.com