Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Rabu, 27 Oktober 2010
Selamat Hari Blogger Nasional
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Senin, 04 Oktober 2010
Penyakit Seorang Blogger
Setelah anda memiliki blog sendiri di internet, maka anda sudah menjadi seorang blogger. Anda pun akan sepuas hati menulis tanpa melalui proses editing. Anda pun langsung menjadi pimpinan redaksi blog anda sendiri. Tempat-tempat untuk ngeblog gratis banyak sekali, baik di dalam maupun di luar negeri. Kalau di luar negeri, orang banyak yang menggunakan blogger.com dan wordpress.com. Kalau di dalam negeri, ada yang pakai blogdetik.com, dan ada juga yang pakai dagdigdug.com.
Tetapi, dari semua blog di atas ada blog keroyokan yang lebih interaktif, namanya kompasiana.com. Di kompasiana.com kita merasa mendapatkan rumah "kost" (meminjam istilah pak Pray) baru yang membuat kita menjadi connecting and sharing. Kita pun akan mengenal banyak orang dari berbagai profesi. Ada yang menjadi guru, dosen, pengusaha, jurnalis, diplomat, pengacara, dokter, dan lain-lain.
Sebagai seorang blogger yang memiliki blog pribadi, tentu ada plus minus yang kita dapatkan dari bergabung di rumah sehat kompasiana.com. Plus minus itu antara lain, seringkali kita tak pede dengan kemampuan menulis kita. Sebab di kompasiana.com banyak sekali para penulis hebat ikut join di sini. Rasanya, kita ini belum ada seujung kukunya dalam dunia tulis menulis.
Berbeda dengan blog kebanyakan pada umumnya, di kompasiana.com proses interaksi itu cepat sekali terjadi. Kalau kita mau meluangkan waktu sedikit di kompasiana.com, maka kita akan mendapatkan segudang ilmu pengetahuan baru, dan juga pengalaman dari para penulis yang pakar di bidangnya. Di situlah kita harus pandai memilih dan memilah tulisan mana yang pas buat diri kita. Kita pun bisa terpicu dan terpacu untuk bisa seperti mereka itu.
Hanya saja, ada penyakit seorang blogger yang harus anda ketahui. Penyakit itu mengendap dahsyat dalam diri anda sendiri. Sebuah penyakit yang nampaknya sulit untuk disembuhkan. Mungkin perlu terapi khusus atau memanggil dokter spesialis untuk menyembuhkannya.
Tahukan anda apa penyakit seorang blogger? Penyakit itu adalah NARSIS. Rasanya jarang kita dapati ada blogger yang tidak narsis. Seperti saya ini, yang sudah terlanjur narsis menjadi seorang blogger. Kenarsisan itu terlihat dari gaya menulis saya yang memiliki motto hidup "menulislah terus setiap hari dan buktikan apa yang terjadi".
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Sang Pencerah Menginspirasi Para Guru untuk Memperbaiki Cara Mengajarnya
Postingan 1010.
Kamis sore pukul 16.00 WIB, tanggal 30 September 2010 sekitar 500 orang guru tumpah ruah di MPX Studio 1 dan 2 Pasaraya Blok M Lantai 7 Jakarta Selatan. Mereka begitu antusias hendak menonton film Sang Pencerah, garapan sutradara kondang hanung Bramantyo.
Kegiatan yang terlaksana atas kerjasama Ikatan Guru Indonesia (IG) dengan managemen MPX serta Flexi Telkom ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan agar para pendidik tahu sejarah KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah yang berada di Kauman Yogyakarta. Apalagi kegiatan menonton bersama para guru ini dihadiri langsung oleh Sang Sutradaranya, Hanung Bramantyo.
Terus terang, saya sendiri sebagai guru lebih mengenal penyanyi ahmad dani daripada kyai ahmad dahlan. Bukan karena saya tak mau mengatahui lebih dalam, tetapi popularitas ahmad dani jelas lebih terasakan saat ini. apalagi bila mendengar lagu-lagu ciptaannya yang kreatif. Dengan adanya film ini, saya menjadi lebih mengenal sosok siapa KH ahmad dahlan dan kiprahnya bagi dunia pendidikan kita.
Film Sang Pencerah bagi saya secara pribadi sangat menginspirasi. Kita terkadang lebih mengenal tokoh pendidikan dari luar negeri daripada tokoh pendidikan di dalam negeri sendiri. Sayapun menjadi malu kepada diri saya sendiri, ternyata apa yang ada dalam buku-buku teori pendidikan itu sudah dipraktikkan lama oleh KH Ahmad Dahlan. Jauh sebelum ada buku-buku teori pendidikan itu terbit. Saya pun tersulut untuk memperbaiki cara mengajar saya yang sampai saat ini masih memakai paradigma lama. dimana guru masih menjadi teacher center, padahal seharusnya student center.
Film sang Pencerah bagi saya memiliki makna penting bahwa seorang pemimpin itu harus tegar dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapinya. Mampu bertahan dengan penuh kesabaran, dan memiliki semangat tinggi dalam melawan kemungkaran. Faktor keteladanan juga perlu dilakukan agar para pendidik mampu memberikan contoh yang baik kepada para peserta didiknya.
Akhirnya, di dalam postingan saya yang ke 1010 ini, ada pesan yang ingin saya sampaikan kepada para guru di Indonesia. Mari kita memperbaiki cara mengajar kita dan menjadi seorang pendidik yang mampu menjadi sang pencerah bagi para peserta didiknya.
Bagi anda yang belum menonton film ini, segeralah menonton dan ambil hikmah dari film itu. Ajakalah para peserta didik anda untuk menonton film ini.
Namun, di dalam kelebihan-kelebihan film ini, masih terdapat juga kekurangan-kekurangan di sana-sini. Biarlah para pengamat film yang menilai, bagi saya film ini sudah cukup bagus untuk menampilkan sosok pahlawan nasional, KH. Ahmad dahlan yang telah sukses membentuk organisasi muhammdiyah sampai besar sekarang ini.
Sayapun memberikan apresiasi kepada sang sutradara, mas hanung Bramantyo yang telah mempersiapkan pembuatan film ini hampir 15 tahun lamanya. Ternyata memang tak mudah membuat film sejarah dan menghadirkan tokoh yang sesuai dengan selera pasar. Biar bagaimanapun, investasi 12 Milyar lebih yang dikeluarkan dalam membuat film ini perlu diberi acungan jempol. Saya yakin, investasi itu akan menjadi ladang amal bagi produsernya, Raam Punjabi, dan bukan hanya bisnis semata.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Kamis, 23 September 2010
Guru Tangguh Berhati Cahaya
Saya termenung sejenak. Berpikir dan menginstropeksi diri sendiri. Bertanya pada diri apakah sudah menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang menyinari peserta didiknya dari kegelapan ilmu pengetahuan. Guru yang disukai oleh para peserta didiknya. Kehadirannya sangat dirindukan, dan menentramkan hati para peserta didiknya. Merekapun akan senang bila berfoto mesra dengan guru tangguh berhati cahaya.
Saya pun tersulut malu, karena di tahun ke-16 saya menjadi guru, saya belum mampu menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang senantiasa menyinari peserta didiknya dengan penuh kasih sayang, dan membimbing mereka untuk menggapai cita-cita. Cita-cita yang tentu telah diimpikannya agar dapat terwujud menjadi nyata. Cita-cita yang akan membawanya ke pintu gerbang kesuksesan. Baik kesuksesan di dunia maupun kesuksesan di akhirat kelak.
Guru tangguh berhati cahaya nampak indah di pandang mata, dan begitu mudah untuk diucapkan dengan kata-kata. Namun betapa sulitnya untuk bisa menjadi guru tangguh berhati cahaya. Sebab sebelum mampu menerangi orang lain, dia harus mampu menerangi dirinya sendiri dulu. Menjadikan dirinya sebagai seorang figur yang layak dicontoh oleh semua orang. Mampu memberikan keteladanan kepada sesamanya. Baik dikalangan peserta didiknya maupun teman sejawat serta orang tua peserta didik.
Guru tangguh berhati cahaya bagaikan mata air di pegunungan yang terus menerus mengeluarkan airnya. Dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah. Mengalir deras memberikan kehidupan kepada manusia dan berbagai makhluk di dunia. Semakin diambil airnya, maka semakin jernih airnya. Mereka yang meminumnya serasa disembuhkan dari segala macam penyakit. Termasuk juga penyakit hati yang menggeroti manusia yang sombong.
Guru tangguh berhati cahaya juga seperti matahari yang menyinari dunia. Dia menerangi jagat alam ini setiap hari. Konsisten dan komitmen di jalurnya. Terbit di timur dan terbenam di barat. Sinarnya yang terang benderang mampu menghidupi bumi dari kegelapan. Menghangati segenap makhluk yang ada di bumi.
Guru tangguh berhati cahaya akan mampu menghilangkan rasa haus dan dahaga para peserta didiknya. Dia menerangi peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan kepada keimanan dan ketakwaan. Iptek dan imtak akan seiring sejalan dalam pembelajarannya di sekolah.
Guru tangguh berhati cahaya adalah dambaan dari semua orang yang menjadi guru. Dia akan menjadi cita-cita bagi para guru tangguh untuk mewujudkannya. Tak gentar walau banyak tantangan dan rintangan yang menghadang. Baginya, hidup adalah sebagai pengembara, dan dia harus menjadi khalifah atau pemimpin untuk orang lain.
Guru tangguh berhati cahaya harus ada dalam sekolah-sekolah kita. Mereka muncul dari kesadaran diri untuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada di negeri ini. Falsafah hidup mereka adalah hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya. Bukan menerima sebanyak-banyaknya. Tangan di atas akan lebih mulia daripada tangan di bawah. Pantang menyerah dan tidak bermental pengeluh.
Guru tangguh berhati cahaya adalah seorang pendidik yang memiliki semangat dan motivasi luar biasa saat mendidik, mampu berkomunikasi, dan menguasai cara mengajar yang menyenangkan serta dapat mengenali, dan mengembangkan karakter siswa. Dari kemampuannya itu, menjadikannya sebagai seorang pendidik yang disenangi, disukai, dan dicintai oleh seluruh peserta didiknya.
Guru tangguh berhati Cahaya akan mampu memahami dan membangun karakter siswa dengan baik. Membangkitkan semangat dan motivasi yang mencerahkan untuk berprestasi para peserta didiknya. Semua itu dilakukannya dengan penuh kesadaran untuk membuat para peserta didiknya menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya. Itulah sebabnya landasan iman, ilmu, dan amal harus menjadi three in one dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan berkarakter. Pendidikan yang tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas otak saja, tetapi juga cerdas watak.
Guru tangguh berhati cahaya adalah guru yang pasti berkualitas. Guru yang mampu melahirkan para peserta didik yang berkualitas pula. Dia mampu menjadi pelayan yang baik bagi para peserta didiknya. Mampu mengajak peserta didik untuk saling bekerjasama, dan menjadikan para peserta didiknya untuk menjadi pemimpin di masa depan.
Guru tangguh berhati cahaya adalah dambaan kita semua. Semoga saya bisa menjadi guru yang tangguh berhati cahaya. Mohon doa dari pembaca kompasiana.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Rabu, 22 September 2010
Peangalamanku Menggunakan Internet
Berawal dari teman. Saya mengetahui jejaring internet. Situs pertama yang saya buka adalaH Game online, ya.. karena sewaktu itu saya sangat suka bermain game di computer. Saya sangat sering membuka game online. Mungkin, hampir setiap hari. Dan akhirnya adik saya juga ikut membuka sius-situs game tersebut.
Berhari-hari saya membuka situs game itu untuk bermain. Sampai, akhirnya ayah saya menegur untuk tidak membukannya setiap hari. Ayah saya menyarankan untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan baru yang terdapat di internet . akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuka situs itu untuk beberapa hari.
Lama-lama saya tidak pernah lagi membuka situs game tersebut. Saya sudah beralih ke e-mail dan jejaring pertemanan facebook ataupun twitter. Pertama saya menggunakan Yahoo untuk chat dan mengirim e-mail kepada teman saya yang jaraknya lumayan jauh, dan saya juga menggunakannya untuk mengirim tugas-tugas TIK ke guru saya. Sedangkan facebook dan twitter saya menggunakannnya untuk mencari teman-teman lama maupun teman baru.
Di facebook saya sangat menemukan banyak teman dan di facebook itu sanggat banyak kegunaanya. Seperti, menyimpan foto dan video, menulis catatan, bermain game dll. Di facebook kita juga bisa bertemu dengan idola kita dengan cara meng-search nama idola kita. Selain itu kita juga bisa menunjukan bakat. Seperti, Photograph kita bisa menunjukan hasil-hasil kita di facebook dan bisa di lihat dan komentari oleh teman-teman, dll.
Pemakaian Twitter tidak jauh dari facebook , sama-sama untuk mencari teman. Di twitter kita juga bisa menemukan orang-orang yang kita kagumi dll.
Di twitter juga bisa untuk mencari informasi tentang keseharian seseorang. Atau kita juga bisa menunjukan suatu gambar dengan twitpic. Awalnya saya binggung menggunakan twitter dan tidak paham sama sekali. Lama-lama saya belajar dari teman dan akhirnya saya bisa menggunakan twitter dan ternyata sangat gampang dan mengasyikan.
Dinti Saffa Aini (9F)
Tugas Mengarang TIK
Kamis, 16 September 2010
Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan
Sudah tiga hari ini, saya berada di desa Taraju, Tasikmalaya. Selain berlebaran dengan sanak family di sana, saya pun ingin bertamasya bersama keluarga. Selain tempatnya yang sejuk dan mempesona, desa Taraju terkenal unik dan memukau. Membuat siapa saja yang pernah ke Taraju pasti ingin kembali lagi ke sini. Seperti halnya saya yang beberapa tahun belakangan ini begitu senang bila pergi berlibur ke desa Taraju. Mengapa saya begitu terpesona dengan desa Taraju ini? Apa yang unik dari desa ini? Mengapa saya begitu terpesona dengan pemandangan alamnya yang Indah? Beberapa pertanyaan itulah yang akan coba saya tuangkan dalam tulisan saya kali ini yang berjudul, "Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan."
Eng-Ing-Eng……..hehehehehehe.
Begitu anda sampai di Desa ini, maka anda akan disambut dengan baliho ucapan selamat datang di kawasan Permata Hijau Desa Taraju dengan mottonya yang terkenal Taraju "IDAMAN", yang merupakan singkatan Iman, Damai, dan Mandiri. Dalam baliho itu mengandung pesan bahwa Taraju adalah desa idaman yang disukai oleh semua orang yang berkunjung ke tempat ini. Mereka pasti akan kembali lagi dan merasakan betapa nyamannya tinggal di desa Taraju yang aman.
Dengan pemandangan alam yang indah membuat anda dan keluarga akan bernasis ria untuk berfoto dengan background pemandangan alam ciptaan Allah SWT. Saya pun terhanyut dalam keindahan alam Taraju yang mempesona dengan udaranya yang sangat sejuk. Di desa ini berbeda sekali dengan kota Bekasi yang panas. Ingin rasanya saya pindah kemari, dan mengabdi di sini. Sayang belum ada lowongan guru, hehehehehe.(Kalau ada mau deh saya ngelamar, hahahahaha)
Pemandangan alam yang hijau memukau membuat saya memuji akan kebesaran Allah, sang Maha Pencipta. Begitu indah pemandangan alam di desa Taraju ini, membuat saya tak sanggup berkata-kata lagi. Lekak-lekuk daerah pegunungan yang asri bagai bidadari membuat saya merasa betah tinggal di sini. Namun sayang, segudang pekerjaan di Jakarta telah menunggu dan harus segera diselesaikan.
Sebagian besar penduduk di desa Taraju adalah petani. Selain penghasil Teh, banyak hasil pertanian dihasilkan dari desa yang memiliki tanah yang subur ini seperti singkong, kol, bawang, jagung, padi, cabe, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan lain-lain. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah membangun kantor penyuluhan pertanian yang diberi nama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Taraju.
Pemerintah kabupaten Tasikmalaya juga telah membuka kantor Dinas Pertanian tanaman pangan UPTD Pertanian wilayah III Taraju guna mendukung hasil pertanian yang dihasilkan dari desa Taraju dengan tehnya yang terkenal ke manca negara.
Di dekat kantor kepala desa, didirikan pula gedung Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Taraju. Di kantor ini, para petinggi desa bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Mereka terlihat bahu membahu untuk mengembangkan potensi daerahnya.
Begitu banyak keindahan alam di desa Taraju ini, dan saya akan membaginya ke dalam beberapa tulisan agar anda penasaran. Saya akan ceritakan kepada anda di mana uniknya desa ini, dan mengapa saya mau bersusah payah mempublikasikannya di ranah maya. Mohon bersabar ya…..! (Bersambung)
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Minggu, 08 Agustus 2010
Guru Kok Narsis?
Guru sekarang memang harus narsis.Dia harus mampu menulis. Menulis apa saja yang dikuasainya dan disukainya. Menyebarkan pengetahuan dan pengalamannya menjadi seorang pendidik.
Paradigma guru harus dirubah. Kalau guru zaman dulu, kerjanya cuma mencari indormasi alias baca buku doang. Tetapi sekarang, di tengah arus informasi dan era gombalisasi eh salah globalisasi guru harus kreatif dalam menciptakan informasi.
Agar bisa menciptakan informasi, guru tentu harus bisa menulis. Dengan banyak menulis guru pun akan menjadi narsis. Dengan narsis, guru menjadi selebritis di dunia maya. Saya pun tak heran bila banyak tulisan saya yang di “copas” oleh para netter yang bejibun itu. Bukankah dengan begitu kita pun dipublikasikan secara gratis tanpa harsu eh harus membayar kolom iklan?
Sewaktu pikiran saya masih mencari informasi, pekerjaan saya di internet hanya searching, and browsing. Cuma sekedar mencari informasi apa yang saya butuhkan. Namun, seiring dengan bertambahnya waktu, saya tak hanya mencari informasi, tetapi juga menciptakan informasi. Bagaimana caranya???
Langkah awal saya adalah menjadi seorang blogger. Saya benar-benar belajar autodidak menjadi seorang blogger. saya belajar bagaimana membaut eh membuat blog pribadi. Banyak sekali informasi di internet bagaimana membuat dan mengelola blog. Informasi yang bermanfaat itu langsung saya praktikkan, dan saya memiliki 3 buah blog yang servernya di luar negeri. Ketiga blog itu adalah:
- http://wijayalabs.blogdetik.com
- http://politikana.com/wijayalabs
- http://kompasiana.com/wijayalabs
- ada juga sih yang lain, tapi lupa alamatnya saking banyaknya, hehhehehe
Bila banyak guru kreatif dalam menulis, maka jangan kaget bila banyak orang mengenal para guru kreatif melalui dunia maya. Seperti apa yang saya alami sendiri dalam kegiatan simposium hasil penelitian yang baru lalu di hotel Bidakara. Banyak penggemar tulisan saya yang meminta berfoto dengan saya. Padahal baru hari itu, saya kenal mereka secara langsung.
Sabtu, 07 Agustus 2010
Senang Meneliti Membawa Saya ke Simposium Hasil Penelitian Nasional
Rasanya seperti bermimpi berada di hotel Bidakara selama tiga hari lamanya. Sebab, beberapa waktu yang lalu anak pertama saya Intan pernah berkata, "ayah pasti akan bisa menginap di hotel ini", ketika kami menghadiri resepsi pernikahan teman mengajar di Bidakara beberapa waktu lalu. Kini impian itu menjadi nyata. Saya telah berada di hotel ini dari tanggal 3 s.d. 5 Agustus 2010 dalam rangka menghadiri Simposium hasil penelitian dan Inovasi Pendidikan tahun 2010 di Jakarta.
Bagi saya secara pribadi, pertemuan ilmiah ini adalah pertemuan para peneliti yang makalahnya telah dinyatakan lolos untuk dipresentasikan dalam kegiatan simposium hasil penelitian dan inovasi pendidikan 2010. Tentu merupakan sebuah kebanggaan bagi saya, guru yang suka meneliti. Sebab hasil kerja keras dalam meneliti selama ini telah membuahkan hasil, dan hasil penelitian itu terbaca oleh orang banyak, dan telah dibukukan hasilnya dalam kumpulan presentasi makalah hasil penelitian.
Ketika surat panggilan itu datang ke sekolah, saya gembira sekali menerimanya. Apalagi setelah mendapatkan tanda tangan dari kepala sekolah, dan mendapatkan surat tugas untuk mengikuti simposium hasil penelitian ini.
Dari berbagai materi yang disampaikan oleh para pemakalah kunci, saya tertarik sekali dengan pemaparan dari bapak Sumantri Hadi Suseno. Beliau memaparkan akan pentingnya sebuah dokumen hasil penelitian yang terintegarasi secara nasional. Presentasi beliau yang berjudul National Education Research Library menjadi agenda besar yang harus dikerjakan oleh pusat penelitian dan pengembangan kemendiknas. Sebab kemendiknas yang merupakan lembaga pemerintah, sampai saat ini belum membuat system yang terdokumentasi dalam menyimpan hasil-hasil penelitian. Untuk mewujudkan itu harus ada kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat.
Hasil penelitian dan pengembangan pendidikan yang berkualitas menjadi suatu keharusan, mengingat hasil penelitian dan pengembangan akan dimanfaatkan oleh stakeholders dalam merumuskan kebijakan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Prof. Mansyur Ramly, kepala badan penelitian dan pengembangan, kemendiknas dalam makalahnya.
Selama tiga hari di hotel bidakara, banyak hal yang sebenarnya ingin saya sharingkan. Namun karena kesibukan yang padat, maka saya publish saja foto-foto kegiatan ilmiah ini untuk mendukung laporan saya di sini.
Semoga bermanfaat buat pembaca yang ingin ikut tahun depan. Semoga kita bisa bertemu juga.
Salam
Omjay
Rabu, 04 Agustus 2010
facebook Masil Menjadi Idola Pengguna Internet
Dalam sambutannya, pak Fasli mengatakan bahwa para peneliti hendaknya fokus untuk memberikan masukan kepada kemendiknas dalam penelitian kebijakan. Beliaupun memberikan data tentang hasil penelitian kebijakan di 12 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa belum meratanya penyebaran guru dan kurangnya pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.
Setelah memberikan sambutan, Wakil mendiknas ini langsung melayani para wartawan dalam press conference tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan kemendiknas, termasuk sertifikasi guru yang banyak menarik perhatian itu.
Setelah sambutan pak Fasli, dimulailah kegiatan pemaparan materi kunci yang disampaikan oleh bapak Sumantri Hadi Suseno, S.Pd, M.Kom dengan judul makalah National Education Research Library (collaboration Through Research).
Makalah yang disampaikan oleh pak Sumantri ini sangat menarik, dimana diperlukan sebuah media informasi penelitian untuk mengukur kapasitas kemampuan riset sebagai media berbagi informasi untuk para peneliti untuk saling berkolaborasi dan menghindari duplikasi. Oleh karena itu diperlukan sebuah media informasi bagi pemerintah untuk dapat mempelajari database riset untuk melihat nilai potensi dan nilai strategis bagi Negara. Sehingga dapat digunakan sebagai referensi ilmiah dalam pengambilan keputusan.
Menurut pak Sumantri, riset, thesis, dan disertasi yang terdokumentasikan secara terstruktur dalam sebuah database adalah merupakan asset Negara yang memiliki efek signifikan pada posisi/strata sebuah Negara pada segmentasi keilmuan.
Dalam pemaparan makalahnya, pak Sumantri mengatakan bahwa facebook masih menjadi idola para pengguna internet di Indonesia yang berjumlah lebih dari 30 juta. Oleh karena itu, mau atau tidak mau para peneliti harus bisa memanfaatkan facebook sebagai media sosial dalam berinteraksi dan bertukar informasi antar sesama peneliti.
Data http://www.alexa.com/topsites/countries/ID, 10 website yang sering dibuka oleh para pengguna internet di Indonesia menunjukkan bahwa traffic penggunaan internet masih didominasi oleh:
- Facebook.com
- Google.co.id
- Google.com
- Yahoo.com
- Blogger.com
- Kaskus.us
- Youtube.com
- Wordpress.com
- Detik.com
- Twitter.com
Dari data itu, dapatlah diketahui bahwa facebook untuk saat ini masih menjadi idola para pengguna internet di tanah air.
Sebagai Negara dengan 5 besar pengguna internet di Asia, seharusnya pemerintah telah memiliki nasional education research Library sehingga hasil penelitian yang telah dilakukan terdokumentasikan dengan baik dan mengurangi budaya plagiarisme.
Demikianlah laporan singkat dari Hotel Bidakara, semoga bermanfaat.
salam Blogger Persahabatan
Omjay
Senin, 26 Juli 2010
Teacher UnderCover di UNJ
Minggu, 25 Juli 2010 saya diundang oleh Mahasiswa Forum Idekita (FIDE) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri jakarta (UNJ) untuk menjadi salah satu pembicara kegiatan yang bernama Teacher Undercover dengan tema, " Ini Saatnya Mengubah Dunia Pendidikan dan Semua itu dimulai dari Guru".
Kegiatan yang berlangsung di gedung CD UNJ ini diikuti oleh 25 orang guru dari berbagai sekolah di Jabodetabek.
Dalam kesempatan itu, saya mengambil tema presentasi yang berjudul meningkatkan mutu pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari pemberian materi itu saya berharap akan banyak guru yang melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing.
Saya memulai presentasi dengan terlebih dahulu berdoa dan saling memperkenalkan diri. Dari perkenalan yang pertama itulah kita menjadi saling kenal mengenal. Teman saya pun menjadi bertambah. Saya menjadi kenal dengan teman-teman guru dari berbagai sekolah favort yang ada di jakarta.
Salah satu peserta dari kegiatan ini adalah mas Bambang Husni, senior saya sewaktu menjadi mahasiswa di kampus UNJ yang dulu bernama IKIP Jakarta. Beliau adalah mantan kepada sekolah di salah satu sekolah swasta favorit di DKI jakarta.
Dalam kegiatan ini, Panitia meminta saya untuk berbicara tentang cara/strategi untuk memotivasi calon peneliti agar senang meneliti. Lalu membuat panduan penelitian yang mudah dan menyenangkan. Serta persiapan-persapan yang dibutuhkan oleh calon peneliti sebelum melaksanakan penelitian.
Saya pun diminta menjelaskan langkah-langkah meneliti dan kendala-kendala yang dihadapi atau muncul ketika calon peneliti ingin melakukan penelitian dan cara-cara menghadapinya.
Sebagai salah satu guru besar, eh salah guru yang berbadan besar, tentu saya sangat senang sekali mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan materi ini. Apalagi setelah saya ketahui, bahwa pembicara kedua setelah saya adalah bapak Prof. Dr. Soegeng Santoso. Seorang guru besar FIP UNJ yang sering menjadi penilai lomba karya tulis ilmiah guru.
Sayang, saya belum sempat bertemu dengan beliau, karena beliau mendapatkan jadwal presentasi setelah pukul 13.00 s.d 17.00 dengan tema panduan penelitian bagi guru. Saya bergegas pergi karena ingin mengikuti kegiatan kompasiana blogshop di PRJ. Namun di jalan, istri telepon dan minta segera pulang karena kompor gas Rusak. Saya pun tak jadi mengikuti acara blogshop kompasiana yang menarik itu.
Alhamdulillah, sesampai di rumah saya mendapatkan makalah prof Dr. Soegeng santoso,. Makalah ini sangat bagus sekali bila dibaca oleh para guru yang ingin menjadi peneliti. Dalam makalah itu diterangkan tentang sejarah dan perkembangan penelitian guru di Indonesia, manfaat dan tujuan penelitian bagi guru, pentingnya guru melakukan penelitian, dan jenis-jenis penelitian yang sering digunakan oleh guru di sekolah.
Dalam pemberian materi workshop ini, saya membagi peserta dalam 5 kelompok kerja. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk membedakan judul penelitian formal dengan penelitian PTK.
Dari permainan games itu saya berharap teman-teman guru dapat mengetahui dengan jelas mana penelitian formal dan mana penelitian PTK sehingga dapat mengaplikasikannya dalam penelitiannya nanti di sekolah.
Saya pun banyak mendapatkan judul-judul PTK yang bagus dari hasil tulisan teman-teman yang berlatih menulis PTK. Diantara judul-judul itu membuat saya tertarik dan layak untuk diteliti. Judul-judul itu diantaranya:
- Meningkatkan hasil belajar Redoks dengan menggunakan pendekatan Games playing di SMA Muhamadiyah 31 jakarta
- Upaya meningkatkan kreativitas menulis dengan media word Card pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Rawamangun 12 jakarta
- Upaya meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP dengan Metode Tutor Sebaya
- Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Terhadap Daya Serap Siswa dan Keaktifan Belajar Siswa pada pelajaran IPS di SDN Rorotan 01 Pagi.
Keempat judul di atas, sangat menarik untuk diteliti, dan semoga bapak/ibu guru yang merangkai judul itu mampu mewujudkannya dalam bentuk proposal PTK.
Semoga dari apa yang saya berikan hari ini dapat membuat para guru lebih mengenal PTK dan mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan, khususnya di kelas-kelas mereka dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.
Mari kita melakukan PTK untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas-kelas kita. Jadilah guru yang terbiasa meneliti untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru. Semua itu bisa dilakukan dengan caa melakukan PTK yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang terhimpun dalam beberapa siklus sehingga kita yakin bahwa apa yang kita lakukan telah menuaikan hasil. Hasil itu didapat dari data dan fakta di lapangan setelah kita melaksanakan PTK dengan aik dan benar. Selamat melakasanakan PTK.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay

















