Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia
Menjadi seorang penulis adalah sebuah perjalanan panjang yang tidak berhenti ketika buku selesai ditulis. Justru perjalanan sesungguhnya dimulai ketika buku itu sampai ke tangan para pembaca. Sebagai guru yang gemar menulis dan berbagi inspirasi, saya merasakan betul bahwa sebuah buku akan menemukan maknanya ketika dibaca, dipahami, dan menginspirasi orang lain. Dalam perjalanan itulah saya merasakan betapa besar peran JNE dalam membantu mengantarkan karya-karya saya berkeliling Indonesia.
Beberapa hari yang lalu saya berdiri di depan meja agen JNE sambil membawa tumpukan buku karya saya. Buku-buku itu bukan sekadar kumpulan kertas yang dijilid rapi. Di dalamnya ada pengalaman hidup, perjuangan sebagai guru, semangat literasi, kisah inspiratif, serta harapan agar semakin banyak guru Indonesia berani menulis dan berbagi ilmu. Saat melihat satu per satu buku dibungkus dan diberi label tujuan pengiriman, hati saya dipenuhi rasa syukur. Buku yang lahir dari ruang kecil tempat saya menulis di rumah Jatibening Indah, Bekasi, akan segera melakukan perjalanan jauh ke berbagai daerah di Indonesia.
Saya tersenyum ketika membaca daftar tujuan pengiriman. Ada buku yang akan dikirim ke Sidoarjo, Jombang, Tangerang, Jember, Demak, Buton, Garut, Brebes, Depok, Jakarta Timur, hingga Purwokerto. Masing-masing tujuan memiliki cerita tersendiri. Di sana ada guru, kepala sekolah, sahabat literasi, dan para pembaca yang menunggu kedatangan buku karya Omjay. Ada yang sudah lama mengikuti tulisan saya di blog, ada yang mengenal saya melalui pelatihan menulis, dan ada pula yang baru mengenal karya-karya saya melalui media sosial.
Ketika melihat nama-nama daerah tersebut, saya membayangkan perjalanan panjang yang akan ditempuh oleh setiap paket buku. Dari Bekasi menuju berbagai kota dan kabupaten yang tersebar di Pulau Jawa bahkan hingga Pulau Sulawesi. Salah satu buku bahkan dikirim ke Buton, Sulawesi Tenggara. Saya membayangkan petugas JNE yang bekerja siang dan malam memastikan paket sampai dengan selamat. Mereka mungkin tidak pernah membaca isi buku yang mereka antar, tetapi jasa mereka membuat ilmu pengetahuan dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Sebagai seorang guru, saya sangat memahami bahwa pendidikan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Guru menulis buku, penerbit mencetak buku, pembaca membeli buku, dan perusahaan logistik seperti JNE menghubungkan semuanya. Tanpa adanya sistem distribusi yang baik, buku-buku yang saya tulis mungkin hanya menumpuk di rumah. Namun berkat JNE, buku-buku tersebut dapat menjelajah Nusantara dan menemukan pembacanya.
Saya teringat masa-masa ketika pertama kali menerbitkan buku. Saat itu saya belum memahami bagaimana proses pengiriman buku ke berbagai daerah. Saya hanya fokus menulis dan menerbitkan. Namun seiring waktu saya belajar bahwa keberhasilan sebuah buku tidak hanya ditentukan oleh kualitas isi, tetapi juga oleh kemudahan buku tersebut sampai ke tangan pembaca. Di sinilah saya mulai mengenal pentingnya jasa pengiriman yang terpercaya.
Banyak pembaca yang menghubungi saya melalui WhatsApp dan media sosial. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang mengaku termotivasi setelah membaca buku saya. Ada yang mulai berani menulis artikel. Ada yang akhirnya menerbitkan buku pertamanya. Bahkan ada guru yang mengaku menemukan kembali semangat mengajar setelah membaca kisah-kisah yang saya tulis. Setiap kali menerima pesan seperti itu, saya merasa perjuangan menulis tidak sia-sia.
Saya sering mengatakan kepada para peserta pelatihan menulis bahwa buku adalah kendaraan ilmu pengetahuan. Namun kendaraan itu membutuhkan jalan agar bisa sampai ke tujuan. Dalam konteks ini, JNE menjadi salah satu jalan yang menghubungkan penulis dan pembaca. Mereka membantu mengantarkan gagasan, pengalaman, dan inspirasi ke seluruh penjuru negeri.
Melihat laporan pengiriman buku yang mencapai berbagai kota membuat saya semakin yakin bahwa gerakan literasi Indonesia terus tumbuh. Buku-buku yang saya kirim mungkin jumlahnya tidak sebanyak buku-buku karya penulis terkenal. Namun setiap buku yang sampai ke tangan pembaca adalah benih perubahan. Satu buku bisa mengubah cara berpikir seseorang. Satu buku bisa melahirkan penulis baru. Satu buku bisa menginspirasi lahirnya karya-karya berikutnya.
Saya juga terharu ketika mengetahui banyak pembeli buku saya adalah para guru. Mereka membeli bukan karena ingin mengoleksi buku semata, tetapi karena ingin belajar dan berkembang. Di tengah kesibukan mengajar, mereka masih menyempatkan diri membaca. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mereka tetap menjaga semangat belajar sepanjang hayat.
Bagi saya, setiap paket buku yang dikirim memiliki makna yang sangat dalam. Paket itu bukan hanya barang dagangan. Paket itu membawa mimpi, harapan, dan semangat untuk berbagi ilmu. Ketika paket tersebut tiba di rumah pembaca, sesungguhnya yang sampai bukan hanya buku, tetapi juga energi positif yang ingin saya sebarkan kepada sesama.
Karena itulah saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat pembaca yang telah mempercayai karya-karya saya. Terima kasih pula kepada JNE yang telah menjadi mitra perjalanan buku-buku Omjay. Berkat pelayanan mereka, karya sederhana seorang guru dari Bekasi dapat berkeliling Indonesia dan menemui para pembacanya dari berbagai daerah.
Perjalanan ini mengajarkan kepada saya bahwa menulis bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang menghubungkan hati manusia. Setiap buku yang dikirim adalah jembatan yang mempertemukan penulis dan pembaca. Setiap paket yang tiba adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan selalu menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang membutuhkannya.
Semoga semakin banyak guru Indonesia yang berani menulis, menerbitkan buku, dan menyebarkan inspirasi ke seluruh penjuru negeri. Dan semoga JNE terus menjadi sahabat para penulis Indonesia dalam mengantarkan ilmu, inspirasi, dan harapan dari satu kota ke kota lainnya. Dari Bekasi untuk Indonesia, dari ruang kerja sederhana Omjay menuju ribuan hati yang siap menerima manfaat melalui buku-buku yang dikirim berkeliling Nusantara.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru bligger indonwsia
Blog https://wijayalabs.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.