Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 04 Oktober 2010

Sang Pencerah Menginspirasi Para Guru untuk Memperbaiki Cara Mengajarnya

Postingan 1010.

Kamis sore pukul 16.00 WIB, tanggal 30 September 2010 sekitar 500 orang guru tumpah ruah di MPX Studio 1 dan 2 Pasaraya Blok M Lantai 7 Jakarta Selatan. Mereka begitu antusias hendak menonton film Sang Pencerah, garapan sutradara kondang hanung Bramantyo.

Para Guru dan Hanung Bramantyo
Para Guru dan Hanung Bramantyo

Kegiatan yang terlaksana atas kerjasama Ikatan Guru Indonesia (IG) dengan managemen MPX serta Flexi Telkom ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan agar para pendidik tahu sejarah KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah yang berada di Kauman Yogyakarta. Apalagi kegiatan menonton bersama para guru ini dihadiri langsung oleh Sang Sutradaranya, Hanung Bramantyo.

Uasai Pemutaran, Sutradara Hanung Bramantyo Memberikan Pencerahannya
Usai Pemutaran, Sutradara Hanung Bramantyo Memberikan Pencerahannya
Para Guru Begitu Antusias Menonton sang Pencerah
Para Guru Begitu Antusias Menonton sang Pencerah

Terus terang, saya sendiri sebagai guru lebih mengenal penyanyi ahmad dani daripada  kyai ahmad dahlan. Bukan karena saya tak mau mengatahui lebih dalam, tetapi popularitas ahmad dani jelas lebih terasakan saat ini. apalagi bila mendengar lagu-lagu ciptaannya yang kreatif. Dengan adanya film ini, saya menjadi lebih mengenal sosok siapa KH ahmad dahlan dan kiprahnya bagi dunia pendidikan kita.

Film Sang Pencerah bagi saya secara pribadi sangat menginspirasi. Kita terkadang lebih mengenal tokoh pendidikan dari luar negeri daripada tokoh pendidikan di dalam negeri sendiri. Sayapun menjadi malu kepada diri saya sendiri, ternyata apa yang ada dalam buku-buku teori pendidikan itu sudah dipraktikkan lama oleh KH Ahmad Dahlan. Jauh sebelum ada buku-buku teori pendidikan itu terbit. Saya pun tersulut untuk memperbaiki cara mengajar saya yang sampai saat ini masih memakai paradigma lama. dimana guru masih menjadi teacher center, padahal seharusnya student center.

Hanung Bramantyo, Sutradara Sang Pencerah
Hanung Bramantyo, Sutradara Sang Pencerah
Para Pengurus IGI Membagikan Formulir anggota IGI
Para Pengurus IGI Membagikan Formulir anggota IGI

Film sang Pencerah bagi saya memiliki makna penting bahwa seorang pemimpin itu harus tegar dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapinya. Mampu bertahan dengan penuh kesabaran, dan memiliki semangat tinggi dalam melawan kemungkaran. Faktor keteladanan juga perlu dilakukan agar para pendidik mampu memberikan contoh yang baik kepada para peserta didiknya.

Salah Seorang guru (bapak Diding), memberikan komentarnya usai pemutaran film
Salah Seorang guru (bapak Diding), memberikan komentarnya usai pemutaran film

Akhirnya, di dalam postingan saya yang ke 1010 ini, ada pesan yang ingin saya sampaikan kepada para guru di Indonesia. Mari kita memperbaiki cara mengajar kita dan menjadi seorang pendidik yang mampu menjadi sang pencerah bagi para peserta didiknya.

Bagi anda yang belum menonton film ini, segeralah menonton dan ambil hikmah dari film itu. Ajakalah para peserta didik anda untuk menonton film ini.

Terima kasih untuk para sponsor, khususnya telkom flexi dan managemen MPX
Terima kasih untuk para sponsor, khususnya telkom flexi dan managemen MPX

Namun, di dalam kelebihan-kelebihan film ini, masih  terdapat juga kekurangan-kekurangan di sana-sini. Biarlah para pengamat film yang menilai, bagi saya film ini sudah cukup bagus untuk menampilkan sosok pahlawan nasional, KH. Ahmad dahlan yang telah sukses membentuk organisasi muhammdiyah sampai besar sekarang ini.

Sambutan dari Managemen MPX sebelum Pemutaran Film
Sambutan dari Managemen MPX sebelum Pemutaran Film

Sayapun memberikan apresiasi kepada sang sutradara, mas hanung Bramantyo yang telah mempersiapkan pembuatan film ini hampir 15 tahun lamanya. Ternyata memang tak mudah membuat film sejarah dan menghadirkan tokoh yang sesuai dengan selera pasar. Biar bagaimanapun, investasi 12 Milyar lebih yang dikeluarkan dalam membuat film ini perlu diberi acungan jempol. Saya yakin, investasi itu akan menjadi ladang amal bagi produsernya, Raam Punjabi, dan bukan hanya bisnis semata.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.