Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 02 Juli 2011

Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Merugikan Orang lain

Semoga di saat-saat anda membaca tulisan saya ini, anda dalam keadaan sehat dan senantiasa sukses dalam mengemban amanah dari Allah Tuhan yang Maha Perkasa. Semoga pula hari-hari anda senantiasa diliputi kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
Teman-teman pembaca yang saya banggakan. Internet telah membawa kita lebih mudah saling berkomunikasi dan memberi informasi. Begitu banyak manfaat yang kita peroleh dari internet. Setiap orang dengan mudah menyampaikan ekspresinya. Baik melalui PC, ipad, laptop, ataupun ponsel. Adanya situs jejaring sosial seperti blog, facebook, dan twitter atau situs jejaring sosial lainnya memudahkan kita saling berekspresi. Siap menyampaikan pesan kepada khalayak ramai tentang apa yang sedang dilakukan. Orangpun bisa dengan mudah membaca staus kita melalui facebook.
Namun sayangnya, ada segelintir orang yang menggunakan kebebasan berekspresi ini untuk hal-hal yang tidak baik. Misalnya menjelek-jekekan orang lain, dan mengabarkan berita bohong. Berita hoax seringkali menjebak dan membuat kita seringkali tertipu karenanya. Contohnya tentang kabar facebook mau ditutup. Berita itu sempat membuat orang banyak percaya padahal hanya berita bohong belaka.
Dunia maya memang mengasyikkan. Tapi siapa sangka dalam dunia yang mengasyikkan itu ada srigala digital yang mengancam. Heboh konten vurgar berseliweran, dan malware (virus) jahat masuk dalam system komputer yang digunakan. Kita tak bisa langsung menyikapinya dengan hanya menyensor internet. Sebab dibutuhkan sebuah gerakan internet sehat agar kita nyaman berinternet.
Pakar Internet Onno W Purbo menuliskan di buku internet sehat, kita sering tidak menyadari bahwa di ujung komputer sebelah sana terdapat manusia yang memegang keyboard. Sayangnya manusia tetap manusia, mereka bukan malaikat. Manusia ada yang baik, tapi juga tidak kurang banyak yang mempunyai hati dan niat yang tidak baik. Tidak heran, jika banyak sekali kasus yang tidak baik di Internet, mulai dari, masalah pornografi (berbentuk foto atau video), kekerasan, perjudian, penipuan, bahkan yang tidak kalah marak belakangan ini adalah pencemaran nama baik hingga penculikan yang bisa berakhir dengan mengenaskan.
Kebebasan berekspresi seharusnya membuat kita lebih menyadari bahwa kita memerlukan orang lain. Kita tak bisa hidup tanpa orang lain. Kita membutuhkan mereka untuk saling melengkapi kekurangan kita masing-masing. Dengan begitu hidup semakin nyaman dan damai, karena semua diri menyadari akan kelemahannya masing-masing. Kita pun tak melulu membanggakan diri kita yang terhebat. Justru kita tertantang untuk menjadi orang yang kreatif dengan membuat kontent-kontent yang bermanfaat untuk orang banyak, seperti blog  rumahinspirasi.com, dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Terkadang saya sering mendapatkan postingan di blog  yang menjelek-jelekkan orang lain. Saya merasakan bahwa hal itu sebenarnya kurang baik. Kita bisa menjadi saling bermusuhan karenanya. Padahal dengan adanya kebebasan berekspresi ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Kita bisa bersatu dan saling berangkulan mengikat tali persahabatan. Misalnya  saja tentang  Bahan Bakar Minyak (BBM). Kita memang perlu mengkritik pemerintah dalam pengelolaannya, tetapi fakta dan data harus kita cari lebih dahulu. Sehingga ketika kita mengkritik pemerintah ada data dan fakta yang kita dapatkan. Tidak hanya asal tulis dan emosi sesaat yang pada akhirnya hanya merugikan kita sebagai penulisnya.
Begitu juga bila kita menemukan kejelekan orang lain seperti kasus korupsi misalnya. Kita tak bisa begitu saja menuduhnya koruptor dalam tulisan-tulisan kita, sebab harus check and recheck terlebih dahulu datanya. Bila tidak kita akan dituduh pasal pencemaran nama baik. Pada akhirnya kita sendiri yang akan dirugikan.
Kita pun bisa saling berekpresi dan menuliskan pokok-pokok pikiran genius kita melalui tulisan-tulisan di blog. Kebebasan berekspresi seperti di blog keroyokan kompasiana.com misalnya, harus kita pertanggungjawabkan pula secara moral.  Saya masih menemukan tulisan yang asal tulis, dan belum didukung data secara benar. Kalau sudah begitu saya hanya menyarankan untuk lebih berhati-hati dalam menulis. Etika ngeblog harus terjaga, dan usahakan untuk mencari data dari berbagai sumber, baru kita menuliskannya secara menyeluruh. Kita pun tak dituduh sebagai plagiat bila kita mencantumkan sumbernya.
Kebebasan berekspresi yang kebablasan akan membuat anda menjadi orang yang kurang bertanggungjawab. Asal menuduh dan asal menuliskan cerita yang kurang pada tempatnya akan membuat pembaca tentu gerah, dan berakibat mereka malas membaca tulisan anda kembali. Sebab image mereka terhadap anda sudah buruk. Mereka akan menganggap anda adalah orang yang suka fitnah dan cuma bisa mengada-ngada. Kalau sudah begitu, anda akan dikucilkan dalam ranah maya, dan lebih sakit lagi bila anda terkucil dalam dunia nyata.
Sebagai seorang pendidik, saya selalu mengingatkan para peserta didik saya untuk menuliskan hal-hal yang baik dalam berbagai media sosial seperti blog, facebook, dan twitter. Saya memberikan arahan kepada mereka untuk menghentikan atau menstop tulisan-tulisan yang kurang baik, dan kurang manfaat. Baik dalam kalimat pendek maupun dalam kalimat panjang. Hal itu saya berikan dalam kegiatan studi jurnalistik di sekolah.
Saya berusaha menyadarkan mereka bahwa menjelekkan orang lain adalah hal yang kurang banyak manfaatnya, kecuali ada data, dan fakta yang mendukung kita.  Dengan begitu, kritik atau hujatan yang kita lontarkan akan membuat pembaca bersetuju dengan apa yang dituliskan. Mereka pun tentu akan berterima kasih bila kita mampu menuliskannya dengan bahasa yang santun. Tak perlulah ada perkataan atau tulisan nama-nama hewan di kebun binatang keluar dari tulisan anda.
Seharusnya kita sebagai pengguna internet dapat memanfaatkan kebebasan berinternet dengan cara-cara yang sehat. Seperti mas Hari Van Jogya, seorang tukang becak yang memanfaatkan internet untuk membuat becaknya disewa oleh para turis asing maupun lokal. Atau seperti mas bena kribo yang mampu mengekspresikan dirinya melalui blog pribadinya yang kreatif di benablog.com. Juga kita akan tertawa ngakak membaca buku dari hasil ngeblog yang berjudul “Poconggg juga Pocong di sini.
Memang harus diakui kondisi kebebasan berekspresi (via Internet) di Indonesia dewasa ini belum berjalan sesuai dengan arah yang tepat. Masih kita temukan penyimpangan di sana sini. Tetapi saya yakin, bila kita mampu mengkampanyekannya dengan baik, dan dimulai dari diri kita untuk menulis sesuatu yang baik, maka akan banyak orang yang  juga mengikuti jejak kita.
Heboh konten vulgar yang bersileweran di dunia maya seringkali disikapi dengan rencana penyensoran oleh pemerintah. Meski begitu, tidak semua masyarakat internet (netter) setuju dengan rencana seperti itu. Sebab rencana seperti itu dinilai berpotensi mengancam kebebasan berekspresi, dan kreativitaspun terancam akan tersumbat. Konten vulgarpun akan tetap berkeliaran walaupun sudah diblokir. Mereka akan dengan mudah membuat lagi yang baru yang lebih keren dan interaktif. Hilang satu tumbuh seribu.
Sebaiknya bukan sekedar sensor sana, sensor sini, blokir sana, blokir sini, atau merazia ponsel dan warnet tetapi mengupayakan gerakan imunisasi kepada para pengguna internet dengan konsep para netter dibuat kebal sehingga tidak mudah terkapar dampak negatif dari konten-konten vulgar bebau pornografi yang beredar di internet.
Upaya itu telah dilakukan oleh sebuah LSM yang bernama ICT Watch yang bergerak di bidang pemberdayaan teknologi informasi (TI). Mereka berusaha agar citra internet di mata masyarakat menjadi baik, dan bukan justru sebaliknya. Internet Sehat digagas oleh ICT Watch (Donny BU, Onno W Purbo, dkk) sejak tahun 2002, yang bertujuan mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua. Citra internet pun menjadi terangkat, dan orang tak alergi lagi dengan internet yang seolah-olah telah menjadi tempat berbuat mesum, dan tak bermoral. Ini jelas tidak baik buat anak-anak sekolah yang sedang memasuki tahap manusia remaja menjadi dewasa.
Seharusnya kita menyadari bahwa maraknya kasus pornografi saat ini, baik video mesum mirip artis, dan lain sebagainya membuat kita bersatu untuk mengusir orang-orang jahat yang ada di dunia maya. Tanpa persatuan, kita tak mungkin melawan niat jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu.
Bila ada segelintir orang yang ketahuan melakukan hal-hal yang tidak baik dalam kebebasan berekspresi, maka tak ada lagi tempat bagi mereka kalau kita saling mengawasi dan menyadarkan mereka. Dengan begitu tak ada tempat yang leluasa bagi mereka yang menggunakan kebebasan berekspresi hanya untuk merugikan orang lain. Merekapun akan dikucilkan dari masyarakat.
Sebaiknya para pengguna Internet di Indonesia dapat mengatur dirinya sendiri dalam kebebasan berekspresi. Dengan begitu akan timbul penyadaran dalam diri bahwa dirinya harus bermanfaat untuk orang banyak melalui tulisan-tulisannya. Kita pun akan bersatu dalam mengkampanyekan internet secara sehat yang digalang oleh pak Onno, dan mas Donny BU. Tak ada orang yang dirugikan dari apa yang kita postingkan di internet. Baik berupa teks, gambar, foto dan video.
Berpikir sebelum memposting harus menjadi proteksi diri agar ketika diposting, content yang dipublikasikan tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Dengan begitu setiap diri akan lebih berhati-hati lagi dalam mempostingkan apa yang dia pikirkan, dan proses membaca ulang atau  editing menjadi sesuatu yang wajib dilakukan karena dengan begitu hati dan pikirannya menyatu menjadi satu dengan tindakan yang jitu. Orang pun menjadi tahu apa yang dituju.
Dalam film dokumenter yang dibuat oleh tim internet sehat, disitu dijelaskan bagaimana dahsyatnya internet dengan media sosialnya. Dengan jumlah pengguna internet lebih dari 45 juta orang di Indonesia dan lebih dari 30 juta pengguna facebook saat ini, tentu orang akan semakin mudah beraktulisasi diri, bergaul dan berekspresi. Media sosial dengan berbagai variannya memudahkan orang untuk melakukannya.
Kasus Prita Mulyasari memberikan pembelajaran kepada kita bahwa hal-hal yang baik dituliskan dalam ranah maya seperti email misalnya belum tentu diterima dengan baik oleh mereka yang kita kritik. Prita pun dituduh mencemarkan nama baik dokter dan rumah sakit yang dikritiknya, karena memberikan pelayanan yang kurang memuaskan. Maksud baik belum tentu ditanggapi secara baik, bila proses komunikasi tak terjalin dengan baik.
Dengan kekuatan media sosial, akhirnya prita mampu menang, dan ini membuktikan bahwa media sosial mempunyai peranan penting dalam melawan ketidakadilan, termasuk kasus ketidakjujuran pasca Ujian nasional di SDN Gadel Surabaya. Peran sosial media sangat penting dalam menginformasikan berita yang benar.
Ketika bencana alam terjadi seperti merapi misalnya. Para pengguna internet atau netter dapat bekerjasama dalam saling memberitahukan informasi terkini melalui twitter, facebook, dan blog mereka. Informasi terbarupun dapat tersebar dengan cepat ke seantero dunia, seperti kasus meletusnya gunung merapi beberapa waktu lalu.
Indonesia harus menjadi contoh bagi negara lainnya dalam pemanfaatan media sosial untuk kemanusiaan, keadilan, bencana alam, korupsi, dan lain-lain. Para blogger dapat mengajarkan teman-teman lainnya untuk ngeblog ke arah positif dan belajar bagaimana membuat desain grafis seperti flash, photoshop, indesign, dan corel draw. Dengan begitu ada keterampilan baru yang mereka miliki dalam pemanfaatan multimedia yang terus berkembang. Seperti yang kami lakukan dalam komunitas bloggerbekasi.com yang bisa anda lihat sendiri kegiatannya. Kami mengajak mereka untuk ngeblog secara sehat dan kreatif.
Kebebesan berekspresi yang cerdas seharusnya membuat kita bersatu melawan pemerintahan yang bodoh, dan membuat mereka menyadari akan kekeliruannya. Dengan begitu ada koreksi dari masyarakat secara cepat. Di sinilah pemerintah menjadi bijaksana dan bertindak cepat ketika ada masukan dan kritikan dari rakyatnya. Kita pun memberikan data dan fakta yang jelas sehingga pemerintah menjadi berterima kasih karenanya. Bila mereka menolak kritikan, ya jangan dianggap, seperti kata pak Onno dalam film dokumenter yang dibuat tim internet sehat pimpinan mas Donny BU ini.
Kasus pornografi atau kontent pornografi yang dengan mudah kita lihat secara online di internet dapat kita minimalisasi dengan memberikan penyadaran kepada para pengguna internet khususnya remaja akan sisi negatifnya. Dengan begitu mereka pun akan menjauh dari situs pornografi yang cepat sekali berkembangnya.
Kita tak bisa membendung situs pornografi ini. Kita hanya bisa mendidik atau mengarahkan para pengguna internet untuk membangun karakternya dengan pribadi yang beriman dan bertakwa. Oleh karenanya peran guru agama, dan semua pendidik sangat penting. Juga peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. Kita perlu menjadi pemandu buat mereka yang masih muda dan belum matang dalam menterjemahkan kebebasan berekspresi. Salah-salah kita sebagai orang tua akan terkena dampaknya.
Akhirnya, kebebasan berekspresi di internet saat ini semestinya harus membuat kita kreatif dan membuat kontent-kontent yang bermanfaat untuk orang banyak. Khususnya dalam bidang pendidikan agar bangsa ini cerdas. Dengan memanfaatkan media sosial kita bisa saling terkoneksi, dan saling memberikan informasi untuk melakukan yang terbaik untuk kemajuan bangsa ini. Kalau pemerintahnya masih bodoh, kita bisa memintarkan orang banyak melalui jaringan sosial di internet. Itulah sebenarnya kebebasan berekspresi yang kita harapkan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan keihklasan, dan kesabaran. Bukan menjelekkan orang lain, dan pada akhirnya merugikan diri sendiri. Kebebasan berekpresi tidak boleh merugikan orang lain.

Catatan: Artikel ini juga dipublikasikan di
salam Blogger persahabatan
Omjay

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.