Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 08 Agustus 2026

senam ling tien kung

Inspirasi Pagi: Letih dalam Kebaikan Akan Menjadi Kebahagiaan

Sabtu, 8 Agustus 2026
Blog https://wijayalabs.com/about

Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal.

Kalimat sederhana ini mengingatkan kita bahwa tidak semua kelelahan harus kita keluhkan. Ada kelelahan yang justru menjadi jalan menuju keberkahan. Ada rasa lelah yang membuat tubuh kita ingin beristirahat, tetapi hati kita justru merasa bahagia karena telah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Itulah lelah dalam kebaikan.

Alhamdulillah, pagi ini Omjay kembali mengikuti senam Ling Tien Kung di Lapangan Blok A Jatibening Indah, Bekasi. Pagi yang cerah menjadi kesempatan untuk bersyukur karena masih diberikan kesehatan, kesempatan, dan kekuatan untuk bergerak. Bisa bangun pagi, menghirup udara segar, bertemu teman-teman, berolahraga bersama, dan menikmati suasana pagi adalah nikmat yang sering kali baru kita sadari ketika nikmat tersebut berkurang.

Setelah melalui berbagai pengalaman dalam kehidupan, Omjay semakin memahami bahwa kesehatan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Tubuh kita adalah amanah. Selama tubuh masih diberi kemampuan untuk bergerak, maka bergeraklah. Selama kaki masih mampu melangkah, maka melangkahlah menuju tempat yang baik. Selama tangan masih mampu bekerja, maka gunakanlah untuk membantu sesama. Selama lisan masih mampu berbicara, maka ucapkanlah kata-kata yang menyejukkan hati.

Senam pagi bukan hanya tentang menggerakkan tubuh. Ada pelajaran kehidupan di dalamnya. Ketika tubuh bergerak secara teratur, pikiran menjadi lebih segar. Ketika bertemu dengan banyak orang, hati menjadi lebih gembira. Ketika saling menyapa dan tersenyum, muncul energi positif yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Di usia yang semakin bertambah, Omjay belajar bahwa hidup bukan lagi sekadar mengejar apa yang kita inginkan. Hidup juga tentang menjaga apa yang sudah Allah berikan. Kita perlu menjaga kesehatan, menjaga persahabatan, menjaga keluarga, menjaga amanah pekerjaan, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga hati.

Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya.

Kecerdasan tanpa akhlak dapat membuat seseorang kehilangan arah. Ilmu yang tinggi tanpa budi pekerti dapat membuat seseorang dijauhi. Harta yang banyak tanpa rasa syukur juga tidak menjamin seseorang memperoleh ketenangan. Karena itu, semakin banyak yang kita ketahui, seharusnya semakin rendah hati kita. Semakin tinggi kedudukan kita, seharusnya semakin banyak orang yang kita hormati.

Dalam perjalanan kehidupan, kita pasti pernah melakukan kesalahan. Kita pernah mengambil keputusan yang kurang tepat. Kita pernah berkata yang mungkin membuat orang lain terluka. Kita juga pernah mengalami kegagalan. Namun jangan terlalu lama tinggal di masa lalu.

Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau kesedihan itu mampu membuat kita bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang.

Masa lalu adalah guru, bukan tempat tinggal. Apa yang sudah terjadi tidak mungkin kita ubah. Namun kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki hari ini dan mempersiapkan hari esok. Jangan biarkan kesalahan masa lalu menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Kalau pernah gagal, belajarlah dari kegagalan. Kalau pernah salah, perbaikilah kesalahan. Kalau pernah menyakiti seseorang, mintalah maaf. Kalau pernah kehilangan kesempatan, jangan berhenti mencari kesempatan berikutnya. Hidup terus berjalan dan waktu tidak pernah menunggu kita.

Pagi ini, ketika Omjay mengikuti senam bersama teman-teman di Lapangan Blok A Jatibening Indah, ada satu hal yang kembali terasa begitu nyata: kita tidak pernah tahu berapa banyak pagi lagi yang akan Allah berikan kepada kita.

Karena itu, setiap pagi sebaiknya disambut dengan rasa syukur. Jangan awali hari dengan keluhan. Awali dengan doa. Jangan sibuk menghitung kekurangan. Cobalah menghitung nikmat yang masih kita miliki. Jangan terlalu memikirkan apa yang belum kita dapatkan. Syukurilah apa yang sudah ada di tangan.

Kita mungkin belum memiliki rumah yang besar, tetapi masih memiliki tempat untuk pulang. Kita mungkin belum memiliki kendaraan yang mewah, tetapi masih memiliki kaki untuk berjalan. Kita mungkin belum memiliki banyak uang, tetapi masih mempunyai kesempatan untuk bekerja. Kita mungkin belum menjadi orang yang hebat, tetapi masih diberikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.

Itulah sebabnya rasa syukur harus selalu hadir dalam kehidupan.

Kebaikan memang terkadang melelahkan. Mengajar dengan sungguh-sungguh melelahkan. Menulis setiap hari melelahkan. Membantu orang lain terkadang melelahkan. Menjaga silaturahmi juga membutuhkan tenaga dan waktu. Namun jangan takut dengan kelelahan yang lahir dari kebaikan.

Sebab kelelahan itu akan berlalu.

Tulisan yang kita buat mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk diselesaikan, tetapi bisa memberikan manfaat bertahun-tahun kepada pembacanya. Ilmu yang kita ajarkan mungkin membuat kita lelah hari ini, tetapi bisa menjadi bekal kehidupan bagi peserta didik di masa depan. Senyum yang kita berikan mungkin hanya berlangsung beberapa detik, tetapi bisa membuat orang lain merasa dihargai.

Kebaikan kecil jangan pernah diremehkan.

Boleh jadi bagi kita itu hanya hal sederhana, tetapi bagi orang lain merupakan sesuatu yang sangat berarti.

Mari kita jalani Sabtu pagi ini dengan hati yang lapang. Bergeraklah dengan penuh semangat. Berbuat baiklah tanpa menunggu dipuji. Belajarlah tanpa merasa paling pintar. Berbagilah tanpa menghitung apa yang akan kembali kepada kita.

Karena pada akhirnya, kehidupan bukan hanya tentang berapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi berapa banyak kebaikan yang berhasil kita tinggalkan.

Semoga setiap langkah kita menjadi ibadah. Semoga setiap pekerjaan kita memberikan manfaat. Semoga setiap perkataan kita membawa kedamaian. Semoga tubuh kita diberikan kekuatan untuk terus bergerak dalam kebaikan.

Dan semoga ketika suatu hari nanti kita merasa lelah, kita mampu berkata kepada diri sendiri:

“Tidak apa-apa lelah karena kebaikan. Sebab lelahnya akan hilang, tetapi kebaikannya akan tetap tinggal.”

Tetap semangat menjalani kehidupan.

Barakallah fiikum.

Alhamdulillah, pagi ini Omjay kembali belajar bersyukur melalui senam Ling Tien Kung di Lapangan Blok A Jatibening Indah, Bekasi. Semoga kebersamaan, kesehatan, dan semangat pagi ini menjadi energi positif untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.