Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 02 Maret 2009

Mengomentari Buku "Harus Bisa"

Saya baru saja selesai membaca bukunya Dino Patti Djalal yang judulnya Harus Bisa! Pertama kali melihat buku ini, yang diberikan oleh Panitia peringatan hari guru yang baru lalu, saya merasakan kalau buku ini pastil ada kaitannya dengan kampanye SBY.

Tapi setelah dibaca sampai selesai, sama sekali jauh dari perkiraan semula. Hampir tidak ada kata2 yang secara eksplisit atau implisit ingin menggolkan lagi SBY ke RI1. Buku ini hanya seperti memoir si penulis mengenai gaya kepemimpinan SBY saat menjadi presiden dan dalam mengambil keputusan. Sama sekali tidak ada unsur-unsur 'indoctrinate' eksplisit atau implisit mengenai 'sebaiknya memilih SBY di pemilu berikutnya'.

Betapa setiap keputusan diambil dengan sangat hati-hati (terkesan lambat) dan didiskusikan secara mendalam dengan menteri-menterinya, karena sekali keputusan yg tidak direncanakan dengan matang telah ditelurkan maka setiap revisi akan membuatnya dicap pemimpin yang tidak berpendirian.

Kehati-hatiannya dan juga ketegasannya ini membuatnya sangat disegani di kancah internasional. Terbukti dari banyaknya standing ovation setelah ia memberi pidato di forum-forum internasional bahkan menggoyah protokoler gedung putih saat pidato didampingi Bush mengenai tsunami.

Gayanya dalam berpolitik di luar negeri telah mengembalikan Indonesia di posisi terhormat (setelah amburadul pasca reformasi dan jajak pendapat Timtim) dan kembali konsisten ke politik 'Bebas Aktif'. Sementara gaya politik dalam negerinya memberi pembelajaran akan berpolitik yang santun, berakhlak dan bermoral, serta melayani kehendak rakyat.

Kemampuannya melihat peluang dalam krisis telah membuat Aceh 'kembali' ke NKRI dan menjadikan Indonesia negara swasembada beras di saat negara lain mengalami krisis pangan.

SBY juga dianggap sangat cerdas dengan mengerti masalah dari makro hingga mikro, serta peduli dan kritis akan hal-hal detil mengenai hal-hal yang dihadapinya. Pakar-pakar yang ahli dalam bidangnya selalu terkesan dengan SBY saat berdiskusi membahas masalah-masalah krusial di dalam dan luar negeri. Pendidikannya selama di militer membuatnya menjadi pribadi yang disiplin, tepat waktu, kokoh pada pendirian, mission oriented, dan taat pada aturan.

Dari buku ini juga terlihat bahwa ia adalah pemimpin yang tulus dan berpihak pada rakyat dalam setiap keputusannya, meskipun ada saja komentar-komentar miring tentang keputusannya tersebut.Jika keputusannya tidak berpihak rakyat maka oposisi akan mencapnya 'tidak berpihak pada rakyat', tetapi jika keputusannya berpihak rakyat ia dicap 'cari popularitas'. Untung saja beliau adalah orang yang teguh akan pendirian.

Secara pribadi saya menganggap jika saja pada masa2 yg sulit ini (tsunami, gempa, bencana alam, avian influenza, naiknya harga minyak dunia, krisis pangan, krisis global) pemimpin Indonesia bukan SBY, maka sejarah akan berkata sangat lain terhadap bangsa ini (in a negative way of course).

Buku ini bagi saya bukan hanya memoir atau penceritaan sejarah, tetapi juga buku yang memuat motivasi-motivasi penting bagaimana jika ingin menjadi pemimpin yang baik. Bagi saya buku ini sekelas dengan buku-buku bimbingan EQ, dan Dino membawakannya dengan sangat nyaman sekali.

Kalau ada orang yg mengkritik mengapa hanya ada sisi baik SBY yg ditulis di buku ini, maka sebaiknya ia membaca lagi judul buku ini: Harus Bisa! Seni Memimpin a la SBY. Seni. Ya, dalam seni tidak ada unsur baik dan buruk atau benar dan salah. Yang ada hanyalah unsur unik dalam perspektif si interpretator yang membuatnya terkesan/tertarik akan hal yang diperhatikannya.

Dino kembali membawakannya dan menerjemahkannya dalam kalimat-kalimat yang mudah dicerna dan membuat orang bisa mengerti 'seni' yang telah ditampilkan SBY saat beliau memimpin RI selama hampir 5 tahun ini.

Semoga akan banyak pemimpin seperti beliau. Saya pun yakin akan ada lagi pemimpin-pemimpin baru yang juga seperti SBY. Kita Lihat dalam pemilu ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.