Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 16 September 2009

Pengalaman Pertama Menabung di Bank Syariah

Hari ini adalah pengalaman pertama saya menabung di bank syariah. Setelah banyak membaca artikel teman-teman tentang bank syariah, membuat saya tergoda untuk menabung di bank syariah. Sesuatu yang dulu saya anggap sulit karena letak yang agak jauh dengan tempat kerja maupun tempat tinggal. Namun, karena didorong oleh perasaan cinta dan minat yang tinggi untuk menabung di bank syariah, akhirnya hari ini saya resmi menjadi nasabah bank syariah.


Ketika pertama kali memasuki bank Muamalat capem Rawamangun saya agak sungkan juga. Sebab di kantor ini tak saya lihat petugas wanita yang menggunakan kerudung, tetapi saya justru dilayani oleh petugas bank yang hampir semuanya laki-laki. Dalam bayangan saya, saya akan dilayani oleh para wanita cantik yang mengenakan kerudung dengan senyuman yang manis. Namun, hayalan itu tak sama dengan kenyataan, di bank ini saya mendapatkan pelayananan dari seorang petugas yang melayani saya dengan baik. Melayani setiap pertanyaan saya dan membantu saya memperoleh informasi penting seputar plus minus menabung di bank syariah.

Nama petugas itu adalah Mas Ary Supriyanto. Itu saya lihat dari papan nama yang menempel dalam pakaian seragam tugasnya. Tutur katanya yang sopan dan pelayaan yang prima kepada saya sebagai seorang nasabah baru bank syariah, membuat saya merasakan sebuah pelayanan yang berbeda dari bank konvensional manapun. Lalu yang membuat saya lebih sangat terkesan adalah mas Ary ini merangkap juga sebagai petugas keamanan bank syariah. Jarang sekali saya dapati ada petugas yang merangkap sebagai security maupun administrasi. Keduanya mampu dia jalankan dengan baik. Hebat, sungguh hebat.

Dengan penuh kesabaran, mas Ary menuntun saya untuk menunggu proses penyelesaian administrasi, memfotocopy KTP saya, memberikan saya ATM Bank Syariah, dan memberikan saya nomor untuk menunggu di panggil. Tak berapa lama, no saya pun dipanggil. Petugas kasir wanita yang ramah memberi saya salam dan meminta saya untuk memberikan uang yang akan di tabung.

Setelah saya mendapatkan bukti setoran, kembali saya didampingi mas Ary untuk menganti pin ATM saya dan melihat langsung uang yang masuk di ATM. Subhanallah, ternyata proses menabung di bank syariah cepat dan mudah. Saya tak perlu menunggu terlalu lama dan sangat mudah sekali menggunakan pelayaan yang ada di bank syariah, seperti sms banking, dan lain sebagainya.

Harapan saya, pelayanan yang baik seperti ini harus terus dipertahankan dan dievaluasi. Bank Syariah harus menjadi contoh untuk bank lainnya bagaimana mengelola uang umat dengan sistem bagi hasil. Mampu meyakinkan masyarakat bahwa pelayanan kami jauh lebih baik daripada pelayanan bank konvensional. Lalu membuka bank syariah sebanyak-banyaknya di setiap tempat atau lokasi yang strategis untuk menabung. Memudahkan para nasabah untuk rutin menabung dan melakukan pelayanan lainnya di bank syariah.

Menabung di bank syariah memang mudah. Tetapi untuk bisa sadar diri untuk segera menabung di bank syariah bukan pekerjaan mudah. Perlu kesadaran dari hati. Masalah lainnya adalah kurangnya publikasi yang merata dan jelas ke calon nasabah membuat orang menganggap menabung di bank syariah sama saja dengan menabung di bank konvensional. Padahal jelas-jelas sangat berbeda. Perbedaan itu saya rasakan dari mulai pelayanan membuka rekening nasabah baru sampai mereka yang mengambil kembali uangnya. Saya perhatikan itu dengan seksama selama saya berada di bank muamalat capem Rawamangun.

Dalam bagian belakang buku ATM saya tertuliskan:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman”. QS: Al Baqarah ayat 278.

Akhirnya, mohon doa para pembaca semua agar tabungan saya di bank syariah terus bertambah. Dengan nomor rekening shar-e 920.63 412 99 di bank muamalat, semoga saya dapat terus menabung di bank syariah ini. Mampu menyisihkan penghasilan saya setiap bulannya, dan bisa menunaikan ibadah haji yang saya dambakan. Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambanya yang berserah diri. Amiin. Amiin ya Rabbal alamin.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay
wijaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.