Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 27 September 2008

Belajar dari Film Sang Murobbi dan Laskar Pelangi



Hari ini saya begitu bahagia sekali karena mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari pemutaran film Sang Murobbi dan Laskar Pelangi. Mengapa?


Air mata saya tak terasa mengalir deras ketika menyaksikan kedua film itu. Kisahnya sangat menyentuh hati dan layak untuk ditonton oleh para guru, orang tua dan juga peserta didik (siswa). Bahkan masyarakat luas pada umumnya harus menonton film ini. Sangat menyulut diri ini untuk lebih mengabdi kepada negeri.


Setelah sholat subuh berjamaah, panitia I’tikaf Masjid Baitul Ilmi Labschool menjanjikan akan memutarkan film Sang Murobbi tepat pukul 09.00 WIB. Hati saya sudah tak sabar menunggu diputarnya film itu. Kata orang yang telah menonton, film ini sangat bagus dan menyentuh karena merupakan kisah nyata dari seorang dai/ustadz (guru teladan) yang berjuang di jalan dakwah dengan sepenuh hati dan jiwanya. Beliau bernama Alm. KH. Rahmat Abdullah yang telah meninggalkan kita di bulan Juni 2005.

Apa yang menarik dari film ini? Film ini menceritakan tentang perjalanan dakwah seorang guru mengaji yang tak kenal lelah untuk memikirkan pendidikan umat. Cerita dimulai ketika ustadz Rahmat Abdullah masih muda yang hanya bercita-cita untuk menjadi guru. Dia tak memilih profesi lainnya, meskipun tawaran dari saudaranya ada yang menjanjikan agar beliau menjadi pegawai pemda DKI , tetapi kemudian ditolaknya.


Beliau lebih senang mengajar ngaji walaupun banyak tantangan yang beliau hadapi. Tantangan terbesar adalah ketika pengajian beliau difitnah sebagai aliran sesat. namun berkat kasih sayang dan sifat kelemahlembutaannya beliau dapat melewati masa-masa sulit itu dengan baik. Bahkan para anggota jamaah pengajiannya membelikan beliau sepeda motor agar beliau lebih mudah dalam berdakwah menyebarkan agama Allah.

Alhamdulillah… semoga semangat dakwah terus membara dan menggelora di hati para murid-murid Beliau…. Semoga Allah melapangkan Beliau dalam kuburnya merahmatinya dengan kasih sayang-Nya karena Ust. Rahmat Abdullah telah mencetak ribuan kader yang setia dan penuh semangat, menyebarkan dakwah Islam ke seluruh polosok negeri termasuk dilembaga-lembaga pemerintahan.. membawa ruh baru yang berjuang memperbaiki umat sesuai syariat Allah…

Film ini sungguh sangat bagus untuk ditonton, mari kita lihat cuplikannya di alamat url ini.
http://www.youtube.com/watch?v=eVod-ukVhv8





Pada siang harinya selepas sholat dzhuhur berjamaah saya pergi silahturahmi ke tempat tinggal Tante di Bekasi. Pulang dari rumah Tante, saya mampir ke Metropolitan Mall untuk membeli buku di toko buku Gramedia Bekasi. Kebetulan sekali di depan toko buku itu dituliskan poster bahwa film laskar pelangi sudah bisa ditonton di bioskop mulai tanggal 25 September 2008.



Saya langsung menuju bioskop 21 dan langsung membeli tiket. Sudah banyak sekali calon penonton yang mengantri dan tidaka kebagian karcis. Film laskar pelangi akan diputar pukul 16.15. Sambil menunggu pemutaran film itu saya membaca dan membeli buku-buku baru di Gramedia Bekasi lalu kemudian saya sholat Ashar berjamaah di musholla MM Bekasi.

Selesai sholat saya langsung meluncur ke bioskop 21 dan alhamdulillah saya datang tepat pada waktunya. Film baru saja dimulai, penonton pun terdiam dengan hati yang berdebar. Apa yang menarik dari film ini???

Kalau kamu pernah baca novel laskar pelangi karya Andrea Hirata, kamu tentu akan penasaran kayak apa sich filmnya? Sama nggak dengan hayalan pembaca? Lalu siapa saja pemeran utamanya? Pasti bagus sekali filmnya, karena diangkat dari kisah nyata penulis buku laskar pelangi Andrea Hirata itu sendiri.

Cerita diawali dari penerimaan murid baru di SD Muhammadiyah Gantong Belitong Sumatera Selatan. Waktu itu hampir saja sekolah ditutup karena sudah tidak memenuhi persyaratan minimal 10 murid untuk membuka kelas baru. Tapi, alhamdulillah datanglah seorang anak tinggi besar yang lucu menyelamatkan mereka. Sehingga tahun ajaran baru di sekolah itu dapat dibuka dan di mulailah pada hari itu perkenalan mereka.

Saya tak bisa menuliskan semua isi cerita itu di sini, karena lebih baik kalian menontonnya sendiri. Kisah ini sangat sulit dituliskan dengan kata-kata sebab begitu indah untuk dilukiskan. Namun, ada nasehat dari Pak guru Ical yang meninggal di sekolah, dan saya masih ingat bahwa kita harus lebih banyak MEMBERI daripada MENERIMA. Sebuah pesan moral yang sangat baik diajarkan kepada anak didik kita di sekolah.

Oleh karena itu, daripada bengong di rumah, buruan pergi ke bioskop dan tonton filmnya.
Kalau pengen lihat cuplikannya, silahkan lihat film iklannya di bawah ini.
http://www.youtube.com/watch?v=fFZVM8EDbKA

1 komentar:

  1. Pak Wijaya, saya sudah menonton kedua film itu.

    Laskar Pelangi ceritanya emang bagus banget. orang2 miskin yang semangat sekolah walaupun gedung dan fasilitasnya minim,tidak seperti Labschool.

    Sang Murrobi juga menarik karena perjalanan ustad Rahmat Abdulah yang masih berani membuat pengajian walaupun dilarang pemerintah. Kedua karena di situ ibu saya bermain sebagai istri ustad Rahmat Abdulah. hehehe...

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.