Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Selasa, 10 Februari 2009

Belajar Kepemimpinan di Sanggabuana (5)

Tak terasa kami telah semalam berada di Sanggabuana, Pusat Latihan Perang TNI-AD. Pagi dini hari anak-anak dibangunkan tepatnya pukul 4.00 pg. Mereka diminta untuk sholat tahajud dulu, sambil menunggu waktu adzan subuh. Bunyi kokok ayam silih berganti, dan bunyi suara kodok turut meramaikan pagi yang indah ini.

Di atas langit terlihat bulan mulai malu-malu memancarkan sinarnya karena sebentar lagi mentari pagi akan menggantikan posisinya. Itulah yang disebut waktu fajar. Al-Quran mencatatnya dalam QS.Al-Fajr dalam juz ke-30.

Anak-anak pun berdzikir penuh kekhusyukan dibimbing oleh salah seorang guru yang bertugas sebagai Imam. Waktu subuh pun tiba. Salah satu siswa yang bertugas untuk menjadi muadzin telah siap sedia. Suara adzan merdu terdengar dari anak kelas 7 SMP. Seandainya saja mereka terbiasa bangun subuh dan rutin setiap hari, Insya Allah tak ada lagi anak-anak yang tawuran, dan tak ada lagi ada siswa yang salan jalan. Mengapa? Sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar, apalagi sholat subuh. Sholat yang bisa mengukur kadar keimanan seseorang.

Banyak manfaat yang didapat dari rahasia sholat subuh. Salah satunya adalah badan menjadi sehat. Kalau saja banyak umat Islam tahu rahasia sholat subuh, tentu banyak orang yang akan tergopoh-gopoh terbangun demi menjalankan sholat subuh di masjid. Sayangnya, banyak di antara kita terlelap tidur pada saat adzan subuh berkumandang. Pada saat seperti itulah malaikat turun dari langit dan menyaksikan manusia-manusia sholat. (untuk mendalami makna sholat subuh silahkan baca buku "Rahasia Sholat Subuh" yang banyak di jual di toko buku, termasuk Gramedia.

Dengan belajar Kepemimpinan di Sanggabuana ini, anak-anak dilatih untuk bangun pagi dan melaksanakan sholat subuh berjamaah. Menjadi seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh dan teladan. Dia harus menjadi orang yang berdisiplin tinggi. Melalui sholat anak-anak dididik untuk disiplin, tepat waktu, dan bersih, artinya anak-anak sudah siap sholat dengan pakaian yang bersih dan sudah berwudhu terlebih dahulu. Kalau ini sudah dibiasakan sejak mereka usia remaja, Insya Allah kelak ketika dewasa mereka akan menjadi seorang pemimpin yang dapat dijadikan contoh untuk manusia lainnya.

Setelah sholat subuh, anak-anak mendengarkan ceramah dari Pak Arif Rachman. Tokoh Pendidikan yang sudah dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional. Beliau sudah pensiun dari kepala sekolah. Tapi, karena beliau mau terus belajar dan terus menerus belajar sepanjang hayat, akhirnya gelar profesor diraihnya menjelang usia pensiun. Beliau kini menjadi guru Besar di UNJ (Universitas negeri Jakarta).

Pada saat SBY mengundang presiden AS, Goerge Bush datang ke Indonesia, Pak Arif diminta untuk ikut berdiskusi masalah pendidikan bersama dengan tokoh pendidikan lainnya. Pak Arif adalah seorang orator ulung. Bila beliau ceramah tak satu pun dari kami berbicara. Semua mendengarkan dengan penuh hikmat dan kadang-kadang ada humor segar terdengar dari mulut beliau. Anak-anak sangat senang bila mendengar pak Arif ceramah. Mereka antusias mendengarnya walaupun pada saat jam ngantuk. Itulah hebatnya pak Arif. Sanggup berbicara dengan siapa saja, dari anak TK sampai dewasa. Bahkan Pak Arif terkenal sangat hafal dengan semua anak didiknya. Jadi jangan heran kalau beliau tiba-tiba menyapa akrab siswa dengan lembut sambil menyebutkan namanya.

Materi yang diberikan oleh pak Arif adalah tentang bagaimana menjadi pemimpin yang sukses. Beliau menjabarkannya dengan AKU, A artinya ambisi atau cita-cita, K artinya kemauan dan kemampuan, U artinya Usaha atau kerja keras.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses kita harus memiliki cita-aita dan ambisi yang tinggi. Lalu memiliki kemampuan dan kemauan yang kuat dalam mewujudkan cita-cita itu. Kemudian harus ada usaha atau upaya yang diwujudkan dengan kerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas. Itulah pemimpin yang akan sukses. Begitulah kata beliau.

Pak Arief Rachman
Pak Arief Rachman

Lalu seperti biasanya beliau mengingatkan kita agar selalu menjalankan 5S dalam kehidupan, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sabar, dan Syukur.

(bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.