Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 19 April 2009

kebahagiaan itu Sederhana

Berlian yang lucu
Berlian yang lucu

Sepanjang hari ini saya di rumah bersama keluarga tercinta. Senang rasanya hati ini dapat berkumpul dengan keluarga. Istri memasak sup dan tempe goreng kesukaan saya. Nikmat sekali.

Anak-anak pun senang ayahnya ada di rumah. Bahkan anak kedua saya mengatakan langsung pada saya kalau berlian sayang sama ayah. Begitupun anak pertama saya, intan senang banget bila ayahnya di rumah, karena bisa langsung bertanya tentang PR yang belum dimengertinya.

Ternyata letak sebuah kebahagian ada pada kehangatan keluarga. Ada kasih dan sayang yang selalu terjaga. Ada rasa saling melengkapi. Lihatlah wajah lugu anak-anak kita. Wajah yang membutuhkan belaian kasih kedua orang tuanya. Wajah yang tak membutuhkan kekayaan, tapi kebahagiaan.

Intan yang Kritis
Intan yang Kritis

Saya pandangi wajah kedua putri saya. Ada keceriaan dalam wajah itu. Ada kehangatan dan perhatian yang harus diperhatikan oleh ayahnya. Sempat anak saya intan protes ketika saya sering pulang malam. Intan bilang ayah itu guru kok pulangnya malam sick? Sedangkan teman intan ayahnya juga guru, kok pulangnya nggak malam kayak ayah?

Saya sulit menjawab pertanyaan lugu itu. Saya sulit mengatakan bahwa kita butuh biaya untuk keperluan sehari-hari. Paling-paling saya hanya bilang, kalau ayah ada pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Tapi, kalau intan perlu ayah, kan sudah ada handphone, intan tinggal telepon ayah. Dia pun mengangguk walaupun hatinya berkata, lebih enak kalau ayah pulang tidak terlalu malam dan bisa bersama keluarga.

Ayah janji akan membahagiakan kalian
Ayah janji akan membahagiakan kalian

Malam ini saya mulai merenung dan instropeksi diri. Saya pergi pagi pulang malam hari untuk membahagiakan keluarga ini. Ternyata bahaga itu bukan terletak pada banyaknya uang yang diperoleh, tetapi banyaknya kasih sayang dan perhatian yang lebih yang diinginkan oleh anak dan istri kita dalam keluarga. Saya cium istri tercinta dan saya peluk kedua putri saya dengan rasa haru dan bangga. Kebahagiaan itu sederhana. Saling menyanyangi dan mengasihi di dalam keluarga. Sudahkah anda melakukannya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.