Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Kamis, 01 Mei 2008

Menumbuhkan Kreativitas Menulis Siswa



Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya internet yang begitu pesat membuat kita harus kreatif dalam pemanfaatannya. Dampak positif dan negatif dari perkembangan internet telah jelas kita rasakan bersama. Salah satu dampak positif yang kita rasakan dari perkembangan itu adalah menjamurnya tempat membuat web blog gratis di internet.

Blog di internet sangat baik sekali manfaatnya untuk kita. Manfaat paling terasa dari blog adalah menumbuhkan kreativitas kita dalam keterampilan menulis. Blog ibarat buku tulis atau buku diary kosong yang siap untuk diisi dengan ide, gagasan, dan pemikiran berupa tulisan-tulisan orisinil kita. Dengan Blog, kita dituntut untuk kreatif membuat tulisan-tulisan kita sendiri yang enak dibaca, bermanfaat untuk orang lain, dan mengundang orang untuk membacanya.

Dengan blog, guru juga dapat memasukkan materi pelajarannya, sehingga siswa dapat belajar dari blog yang dibuat guru. Proses pembelajaran akan terjadi, bila blog yang dibuat guru menarik siswa untuk membacanya, sehingga terjadi interaksi antara siswa dan guru. Yang menarik dari blog, menungkinkan untuk saling link atau saling mendukung satu sama lain hingga akhirnya dapat menjadi alternatif sumber informasi di internet. Kebermanfaatan teknologi CMS (Content Manajement System) ini sudah tidak diragukan lagi.

Akan tetapi, kecepatan akses internet yang lambat di sekolah tidak memungkinkan guru mengajarkannya secara langsung. Diperlukan media pembelajaran berupa CD tutorial atau blog yang berisi langkah-langkah untuk membuat blog siswa untuk belajar secara mandiri di rumah. Melalui cd tutorial dan blog yang dibuat sendiri oleh guru TIK,( www.wijayalabs.blogspot.com, www.wijayalabs.multiply.com, dan www.wijayalabs.wordpress.com) siswa dapat membaca, memahami, dan belajar (mendownload/upload) cara membuat blog dimana saja dan kapan saja. Siswa tidak harus belajar di dalam kelas. Mereka dapat belajar mandiri membuat blognya sendiri. Melalui media internet, mereka berlatih sendiri bagaimana membuat blog yang cantik dan enak untuk dibaca.

Dalam proses pembuatan blog akan terlihat kreativitas menulis siswa. Namun sangat disayangkan, menjamur dan tumbuhnya blog di internet tidak diimbangi dengan budaya menulis di kalangan siswa, sehingga banyak blog yang tidak terupdate dengan baik, bahkan isinya (contentnya) banyak yang kosong melompong alias tidak terisi dengan baik. Hal ini sungguh memprihatinkan kita dan harus dicari solusinya dalam proses pembelajaran TIK di sekolah.

Maraknya model pembelajaran berbasis TIK juga berakibat pada perubahan budaya belajar dalam konteks pembelajarannya. Termasuk pula budaya belajar dengan menggunakan internet. Dimana siswa dituntut belajar secara mandiri melalui pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, dan mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran.

Dr. Wina Sanjaya menuliskan bahwa masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita saat ini adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak didik kita kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas hanya diarahkan kepada proses kemampuan anak untuk menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupannya sehari-hari. Akibatnya ketika mereka lulus dari sekolah, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi miskin dalam aplikasi.
Saat ini belum banyak sekolah yang memanfaatkan jaringan internet dan intranet sebagai sarana pemanfaatan TIK dalam proses pembelajarannya. Biaya akses internet masih mahal, dan jaringan intranet (LAN) di sekolah pun kurang berjalan dengan baik. Akibatnya guru harus pandai mencari metode pembelajaran yang tepat agar materi yang diberikan sampai ke otak siswa. Belum banyaknya sekolah yang berkonsentrasi penuh terhadap hal di atas membuka lahan penelitian terbuka lebar untuk diteliti oleh para guru di sekolah.

SMP Labschool Jakarta adalah sekolah yang pertama kali (1998) membuka program kelas akselerasi, yaitu kelas yang melaksanakan program belajar di sekolah hanya dua tahun. Kelas Akselerasi bukan hanya kumpulan anak cerdas dan berbakat istimewa, tetapi juga diharapkan kumpulan siswa yang mampu untuk belajar secara mandiri.

Sekarang ini, jumlah kelas akselerasi semakin banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Karena itu perlu dibangun sebuah sistem pembelajaran berbasis TIK yang mengharuskan siswa belajar melalui media internet, sehingga siswa belajar dimana saja dan kapan saja melalui proses pembelajaran mandiri. Dengan jumlah pertemuan tatap muka yang sedikit (4 bulan/semester), membuka peluang pembelajaran internet dapat dimanfaatkan meningkatkan hasil belajar siswa aksel.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran TIK dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tingkat SMP adalah siswa diharapkan mampu memahami penggunaan TIK dan prospeknya di masa datang, menguasai dasar-dasar keterampilan komputer, menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana, memahami prinsip dasar internet/intanet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) tercantum dalam Standar Isi 2006 dalam KTSP dimana siswa dapat menggunakan, menyebarkan, dan memperoleh informasi dari internet yang salah satunya adalah membuat blog.

Dari proses pembuatan blog siswa inilah, guru TIK ingin menumbuhkan kreativitas menulis siswa yang kurang tergarap dengan baik. Guru merasa proses menulis belum berjalan dengan baik, sehingga siswa hanya mampu membuat blog saja tetapi tak mampu mengisinya dengan tulisan-tulisan yang kreatif. Blog yang dibuat belum bermanfaat untuk orang lain. Kemampuan menulis siswa lemah. Padahal di dalam pelajaran Bahasa Indonesia di SMP ada materi untuk menulis (mengarang). Mengapa siswa malas untuk menulis? Bukankah siswa aksel adalah kumpulan anak yang cerdas dan berbakat? Apakah karena mereka yang kurang kreatif atau gurunya yang kurang memberikan dorongan/motivasi eksternal kepada siswa untuk mampu menulis? Berdasarkan hal tersebut di atas, guru merencanakan tindakan menumbuhkan kreativitas menulis siswa melalui pembuatan blog di internet dengan banyak memberikan tugas-tugas internet. Banyaknya tulisan di blog dan kemampuan siswa menulis artikel di blog setiap bulannya menjadi indikator tumbuhnya kreativitas menulis siswa.

Tindakan yang Dipilih dan Perumusan Masalah

Guru merencanakan tindakan memotivasi siswa untuk membuat blognya sendiri di internet dengan metode pembelajaran mandiri. Siswa ditugaskan untuk membuat Blog di tempat yang mereka sukai dan mencari sendiri di internet bagaimana membuat blog. Guru hanya menyampaikan alamat website atau blog yang menuliskan proses pembuatan blog gratis untuk mereka baca seperti di www.ilmukomputer.com atau blog guru. Lalu guru pun membuat media pembelajaran berupa cd tutorial langkah-langkah membuat blog di internet yang direkam melalui program power point dan camtasia 4 lalu disebarkan kepada siswa. Pembuatan media pembelajaran dilakukan untuk mengatasi kecepatan akses internet yang lambat di sekolah (384 kpbs) dengan sebuah harapan pesan yang disampaikan masuk ke dalam otak siswa dan dapat dipraktikkan langsung.

Dari hasil pengamatan dalam proses pembelajaran membuat blog di internet, ternyata membuat blog itu mudah dan cepat, tapi mengisinya yang sulit. Perlu adanya dorongan atau motivasi dari guru bahwa sebenarnya mereka mampu untuk menulis. Prof. Dr. Winarno Surakhmat mengatakan motivasi dari guru di sekolah merupakan strategi meningkatkan kulitas pembelajaran. Proses belajar memerlukan motivasi; tanpa motivasi, proses belajar tidak terjadi. (process learns to need motivation; unmotivated, process learns doesn't happen).

Perumusan masalah penelitian ini adalah : ”Apakah dorongan kuat/motivasi eksternal dari guru dengan memberikan tugas-tugas internet secara mandiri dapat menumbuhkan kreativitas siswa untuk menulis di blog?”

Tujuan Penelitian

1.Menumbuhkan kreativitas menulis siswa akselerasi SMP Labschool Jakarta melalui pembelajaran mandiri pada pembuatan blog di internet
2.Memilih metode pembelajaran yang tepat dan membuat multimedia pembelajarannya melalui program Camtasia 4 dalam membuat blog siswa
3.Meningkatkan kualitas pembelajaran internet di kelas akselerasi SMP Labschool Jakarta dan mendekatkan anak didik pada internet

Lingkup Penelitian

Penelitian ini hanya dibatasi untuk merencanakan tindakan yang akan dilakukan guru untuk menumbuhkan kreativitas menulis siswa melalui pembuatan blog siswa (tanpa pernak-pernik blog) dengan memberikan tugas-tugas di internet, dan membuat multimedia pembelajarannya dengan software camtasia 4 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri. Guru memberikan penghargaan (reward) kepada siswa yang mampu mengerjakan tugas dengan cepat.

Penelitian ini lebih dititikberatkan kepada perkembangan kemampuan/ keterampilan menulis siswa yang terlihat dan terbaca di dalam blog siswa yang memunculkan tulisan baru seperti layaknya menulis dalam sebuah diary. Dari pembuatan blog ini diharapkan siswa menjadi semakin dekat dengan internet.

Guru berperan memberikan motivasi dan mengarahkan minat siswa dalam membuat dan mengisi blog sesuai dengan teori psikologi pendidikan.

Signifikansi Hasil Penelitian

Manfaat yang didapatkan dari pembuatan blog di internet ini adalah :

1.Bagi Guru
Guru dapat menemukan metode dan membuat multimedia pembelajaran yang tepat, dan mendorong siswa dalam menumbuhkan kreativitas menulis pada pembuatan blog di internet.

2.Bagi Siswa
•Siswa mempunyai blog atau media untuk mengaktualisasikan dirinya melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya
•Siswa dapat meningkatkan kemampuannya untuk menulis dalam blog pribadi di internet yang selalu terupdate dengan baik.
•Siswa menjadi terbiasa menulis dan mempublikasikannya dalam blog pribadinya

3.Bagi Sekolah
PTK ini akan sangat bermanfaat bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran internet di SMP Labschool Jakarta. Dengan semakin banyaknya siswa yang mempunyai blog di internet, maka nama besar sekolah sebagai sekolah favorit ikut pula tersebar luas dalam dunia maya.

3 komentar:

  1. Nama : evita purnamaari
    kelas/absen : 8c/13

    Menurut saya, metode pembelajaran lewat blog akan memudahkan siswa memahami pelajaran dan akan membuat siswa tertarik untuk belajar. Apalagi, di zaman sekarang ini siswa lebih memilih untuk membuka internet dibandingkan dengan belajar dengan cara membaca buku. Tetapi perlu diingat juga bahwa tidak semua siswa mampu untuk membayar tagihan internet. Jadi kesimpulannya metode belajar lewat internet sangat baik tapi perlu diingat bahwa tak semua anak mampu membayar tagihan internet. Saran saya, disekolah disediakan fasilitas internet gratis untuk metode pembelajaran.

    BalasHapus
  2. nama : cheryl manafe
    kelas. absen : 8e. 11

    menurut saya , membuat blog dan belajar melalui internet sudah baik dan sesuai dengan visi misi labschool, tapi, ada beberapa anak2 yang kurang mempunyai cukup waktu untuk belajar melalui internet dan tidak semua anak memasang internet di rumahnya, sarannya agar di sekolah memiliki fasilitas internet gratis yang mencukupi murid2 agar murid2 tidak berebut jika ingin menggunakan internet

    BalasHapus
  3. Dhitya Berkata...

    Nama : Dhitya Prasetya D.N
    Kelas/Absen : 8f/12


    Komentar saya, pelajaran melalui internet ini sangat bermanfaat karena siswa lebih bisa mengerti tentang cara penggunaan internet. Dengan penggunaan blog ini kita dapat lebih tahu tentang informasi secara lebih cepat tidak terbatas dengan tempat maupun waktu, dimanapun kita berada dapat membuka internet secara cepat. Sekarang banyak siswa tidak suka membaca buku tapi, dengan cara pebelajaran blog ini siswa pasti akan lebih senang belajar.

    2008 Mei 25 17:20

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.