Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 05 Januari 2026

Orientasi Pengurus PGRI

Orientasi Pengurus PGRI: Menyatukan Visi, Menguatkan Tata Kelola, Menjaga Marwah Organisasi

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)
Guru Blogger Indonesia

Organisasi yang besar tidak lahir hanya dari jumlah anggotanya, tetapi dari kesadaran kolektif para pengurusnya dalam memahami, menjalankan, dan menjaga aturan organisasi. 

PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia memikul amanah besar: memperjuangkan harkat, martabat, dan kesejahteraan guru, sekaligus menjaga mutu pendidikan nasional.

Karena itulah, Kegiatan Orientasi Pengurus PGRI yang wajib diikuti oleh seluruh pengurus di semua tingkatan—dari pusat hingga cabang—menjadi momentum strategis untuk menyamakan pemahaman, memperkuat tata kelola, dan meneguhkan komitmen organisasi.

Orientasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang belajar bersama agar PGRI tetap kokoh, profesional, dan dipercaya anggotanya.

1. Tata Kelola Keorganisasian: Fondasi Organisasi yang Sehat

Tata kelola organisasi PGRI harus berpijak pada prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kolektivitas. Setiap pengurus perlu memahami struktur organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, alur koordinasi, serta hubungan kerja antar tingkatan kepengurusan.

PGRI bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan milik seluruh anggota. Karena itu, setiap kebijakan harus dilahirkan melalui musyawarah dan dijalankan secara kolektif.

2. Keanggotaan: Jantung Kehidupan PGRI

Anggota adalah kekuatan utama PGRI. Orientasi pengurus harus menegaskan kembali:

Hak dan kewajiban anggota

Mekanisme pendaftaran dan pendataan anggota

Pelayanan dan perlindungan organisasi terhadap anggota

Etika hubungan pengurus dan anggota

Pengurus PGRI sejatinya adalah pelayan anggota, bukan sebaliknya. Tanpa anggota yang terlayani dengan baik, organisasi akan kehilangan ruhnya.

3. Kesekretariatan: Wajah Profesional Organisasi

Administrasi yang tertib mencerminkan organisasi yang sehat. Dalam orientasi ini, pengurus perlu memahami:

Sistem surat-menyurat

Pengarsipan dokumen organisasi

Notulensi rapat

Manajemen data dan informasi

Kesekretariatan yang baik bukan pekerjaan remeh, melainkan penopang utama keberlanjutan organisasi.

4. Keuangan hingga RAPBO: Amanah yang Harus Dijaga

Keuangan organisasi adalah amanah anggota. Oleh karena itu, pengurus wajib memahami:

Sumber dan pengelolaan keuangan PGRI

Prinsip transparansi dan akuntabilitas

Penyusunan dan pelaksanaan RAPBO (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi)

Pelaporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan

Pengelolaan keuangan yang bersih akan melahirkan kepercayaan, sedangkan pengelolaan yang abai akan meruntuhkan organisasi dari dalam.

5. Atribut Organisasi: Identitas dan Marwah PGRI

Atribut organisasi—mulai dari logo, bendera, hingga pakaian resmi PGRI—bukan sekadar simbol, tetapi identitas dan kehormatan organisasi. Orientasi ini penting agar pengurus memahami:

Ketentuan penggunaan atribut

Makna filosofis logo dan warna

Etika berpakaian dalam kegiatan resmi PGRI

Menjaga atribut berarti menjaga marwah PGRI di mata publik.

6. AD & ART: Konstitusi Organisasi

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) adalah konstitusi PGRI. Setiap pengurus wajib:

Membaca

Memahami

Mengamalkan AD & ART secara konsisten

Tidak boleh ada kebijakan, sikap, atau tindakan pengurus yang bertentangan dengan AD & ART. Tanpa pemahaman ini, organisasi akan berjalan tanpa arah dan aturan.

7. Tata Kerja Pengurus: Bekerja Kolektif, Bukan Individual

Orientasi ini menegaskan bahwa kepengurusan PGRI adalah kerja tim. Tata kerja pengurus mencakup:

Pembagian tugas dan fungsi

Mekanisme rapat dan pengambilan keputusan

Koordinasi internal dan eksternal

Etika kepemimpinan organisasi

PGRI tidak membutuhkan pengurus yang menonjolkan diri, tetapi pengurus yang mampu bekerja bersama.

8. Materi Penting Lainnya: Etika, Integritas, dan Loyalitas Organisasi

Selain materi teknis, orientasi pengurus juga harus menanamkan:

Etika berorganisasi

Integritas dan kejujuran

Loyalitas pada organisasi, bukan pada kepentingan pribadi

Larangan konflik kepentingan

Disiplin organisasi

Pengurus PGRI harus menjadi teladan, baik di dalam organisasi maupun di tengah masyarakat.

Penutup: Orientasi sebagai Ikhtiar Menjaga Masa Depan PGRI

Orientasi pengurus PGRI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ikhtiar bersama untuk menjaga masa depan organisasi. Dengan pemahaman yang utuh tentang tata kelola, keanggotaan, keuangan, AD & ART, hingga etika organisasi, PGRI akan tetap berdiri tegak sebagai rumah besar guru Indonesia.

Mari kita ikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang terbuka. Sebab, PGRI yang kuat lahir dari pengurus yang paham aturan dan setia pada nilai-nilai organisasi.

Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay 
Guru blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.