Orientasi Pengurus PGRI: Menyatukan Visi, Menguatkan Tata Kelola, Menjaga Marwah Organisasi
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Organisasi yang besar tidak lahir hanya dari jumlah anggotanya, tetapi dari kesadaran kolektif para pengurusnya dalam memahami, menjalankan, dan menjaga aturan organisasi.
PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia memikul amanah besar: memperjuangkan harkat, martabat, dan kesejahteraan guru, sekaligus menjaga mutu pendidikan nasional.
Karena itulah, Kegiatan Orientasi Pengurus PGRI yang wajib diikuti oleh seluruh pengurus di semua tingkatan—dari pusat hingga cabang—menjadi momentum strategis untuk menyamakan pemahaman, memperkuat tata kelola, dan meneguhkan komitmen organisasi.
Orientasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang belajar bersama agar PGRI tetap kokoh, profesional, dan dipercaya anggotanya.
1. Tata Kelola Keorganisasian: Fondasi Organisasi yang Sehat
Tata kelola organisasi PGRI harus berpijak pada prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan kolektivitas. Setiap pengurus perlu memahami struktur organisasi, mekanisme pengambilan keputusan, alur koordinasi, serta hubungan kerja antar tingkatan kepengurusan.
PGRI bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan milik seluruh anggota. Karena itu, setiap kebijakan harus dilahirkan melalui musyawarah dan dijalankan secara kolektif.
2. Keanggotaan: Jantung Kehidupan PGRI
Anggota adalah kekuatan utama PGRI. Orientasi pengurus harus menegaskan kembali:
Hak dan kewajiban anggota
Mekanisme pendaftaran dan pendataan anggota
Pelayanan dan perlindungan organisasi terhadap anggota
Etika hubungan pengurus dan anggota
Pengurus PGRI sejatinya adalah pelayan anggota, bukan sebaliknya. Tanpa anggota yang terlayani dengan baik, organisasi akan kehilangan ruhnya.
3. Kesekretariatan: Wajah Profesional Organisasi
Administrasi yang tertib mencerminkan organisasi yang sehat. Dalam orientasi ini, pengurus perlu memahami:
Sistem surat-menyurat
Pengarsipan dokumen organisasi
Notulensi rapat
Manajemen data dan informasi
Kesekretariatan yang baik bukan pekerjaan remeh, melainkan penopang utama keberlanjutan organisasi.
4. Keuangan hingga RAPBO: Amanah yang Harus Dijaga
Keuangan organisasi adalah amanah anggota. Oleh karena itu, pengurus wajib memahami:
Sumber dan pengelolaan keuangan PGRI
Prinsip transparansi dan akuntabilitas
Penyusunan dan pelaksanaan RAPBO (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi)
Pelaporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan
Pengelolaan keuangan yang bersih akan melahirkan kepercayaan, sedangkan pengelolaan yang abai akan meruntuhkan organisasi dari dalam.
5. Atribut Organisasi: Identitas dan Marwah PGRI
Atribut organisasi—mulai dari logo, bendera, hingga pakaian resmi PGRI—bukan sekadar simbol, tetapi identitas dan kehormatan organisasi. Orientasi ini penting agar pengurus memahami:
Ketentuan penggunaan atribut
Makna filosofis logo dan warna
Etika berpakaian dalam kegiatan resmi PGRI
Menjaga atribut berarti menjaga marwah PGRI di mata publik.
6. AD & ART: Konstitusi Organisasi
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) adalah konstitusi PGRI. Setiap pengurus wajib:
Membaca
Memahami
Mengamalkan AD & ART secara konsisten
Tidak boleh ada kebijakan, sikap, atau tindakan pengurus yang bertentangan dengan AD & ART. Tanpa pemahaman ini, organisasi akan berjalan tanpa arah dan aturan.
7. Tata Kerja Pengurus: Bekerja Kolektif, Bukan Individual
Orientasi ini menegaskan bahwa kepengurusan PGRI adalah kerja tim. Tata kerja pengurus mencakup:
Pembagian tugas dan fungsi
Mekanisme rapat dan pengambilan keputusan
Koordinasi internal dan eksternal
Etika kepemimpinan organisasi
PGRI tidak membutuhkan pengurus yang menonjolkan diri, tetapi pengurus yang mampu bekerja bersama.
8. Materi Penting Lainnya: Etika, Integritas, dan Loyalitas Organisasi
Selain materi teknis, orientasi pengurus juga harus menanamkan:
Etika berorganisasi
Integritas dan kejujuran
Loyalitas pada organisasi, bukan pada kepentingan pribadi
Larangan konflik kepentingan
Disiplin organisasi
Pengurus PGRI harus menjadi teladan, baik di dalam organisasi maupun di tengah masyarakat.
Penutup: Orientasi sebagai Ikhtiar Menjaga Masa Depan PGRI
Orientasi pengurus PGRI bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ikhtiar bersama untuk menjaga masa depan organisasi. Dengan pemahaman yang utuh tentang tata kelola, keanggotaan, keuangan, AD & ART, hingga etika organisasi, PGRI akan tetap berdiri tegak sebagai rumah besar guru Indonesia.
Mari kita ikuti orientasi ini dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang terbuka. Sebab, PGRI yang kuat lahir dari pengurus yang paham aturan dan setia pada nilai-nilai organisasi.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.