Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 17 Agustus 2009

Menyambut Rombongan OSIS dari SMPN 236 Cakung Jakarta Timur
Menyambut Rombongan OSIS dari SMPN 236 Cakung Jakarta Timur

Pagi ini, Senin 17 Agustus 2009 saya mendapat tugas untuk mendampingi anak-anak melaksanakan kegiatan lintas juang OSIS yang setiap tahun rutin kami laksanakan di sekolah. Kali ini saya bertugas menyambut tamu dari sekolah SMPN 236 Cakung. Jakarta Timur. Mereka datang pada saat waktu sholat subuh tiba, dan langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid kami yang besar.

Berbeda dengan tahun ini, tahun sebelumnya saya ditugaskan langsung mengawal anak-anak di SMPN 236 Cakung Jakarta Timur. Tahun ini saya diminta berjaga gawang. Menjadi tuan rumah untuk menyambut rombongan lintas juang OSIS dari SMPN 236 Cakung.

Antara SMP Labschool Jakarta dan SMPN 236 pada hakekatnya seperti adik dan kakak. Mengapa? Karena kami memiliki histori atau sejarah yang sama, dimana SMP Labschool Jakarta pada tahun 1992 adalah sekolah negeri dengan nama SMPN 236. Lalu SMPN 236 pindah ke Cakung dan sekolah lamanya yang di Rawamangun berubah status menjadi sekolah swasta disamakan dengan nama SMP Labschool Jakarta.

Dua sekolah bertemu di lapangan kawasan industri Pulugadung Jaktim
Dua sekolah bertemu di lapangan kawasan industri Pulugadung Jaktim

Itulah sekilas sejarah mengapa setiap tanggal 17 Agustus kita mengadakan kegiatan bareng, saling tukar menukar tempat start, bertemu di suatu lapangan besar di kawasan industri Pulogadung, beristirahat sejenak, dan saling bersilahturahmi. Setelah itu, siswa SMP Labschool Jakarta dan siswa smpn 236 Jakarta pergi berlari menuju sekolah masing-masing diiringi oleh rombongan MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Pokoknya Lintas Juang kali ini benar-benar seru karena diiringi dengan jumlah rombongan yang cukup banyak, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Anak-anak SMP itu terus berlari dan berlari agar lekas sampai tujuan di sekolah tercinta. Sebab telah banyak orang yang menunggu mereka para pengurus OSIS yang akan dilantik menjadi pengurus OSIS baru periode 2009-2010 menggantikan pengurus OSIS yang lama. Semangat mereka sangat tinggi sekali. Tak terlihat keletihan di wajah-wajah mereka. Mereka sangat yakin mampu berlari dari SMPN 236 Cakung, mengelilingi kawasan industri pulogadung. lalu menuju jl. Pemuda Rawamangun tempat sekolah kami tercinta.

Para Siswa berlari dengan Penuh Semangat Merah Putih
Para Siswa berlari dengan Penuh Semangat Merah Putih

Sebagai guru mereka di sekolah, saya mengacungkan dua jempol akan kehebatan anak-anak SMP ini. Mampu berlari dan terus berlari dengan semangat tinggi sambil bernyanyi-nyanyi kecil saling memberi semangat antara satu siswa dengan siswa lainnya. Itulah yang membuat energi mereka menjadi semakin berlipat ganda, karena semangat mereka adalah semangat merah putih yang selalu maju tak gentar membela kebenaran.

Lihatlah semangat mereka dalam foto-foto ini. Berbaris rapih sambil terus berlari mencapai tujuan sekolah kami tercinta dengan dikawal oleh rombongan besar yang saling memberi semangat. Semangat merah putih yang tak pernah padam dari dalam diri. Seperti terlihat dalam spanduk dan foto-foto di bawah ini.

Spanduk Pelantikan Pengurus OSIS
Spanduk Pelantikan Pengurus OSIS

Para Calon Pengurus OSIS SMP Labschool Jakarta
Para Calon Pengurus OSIS SMP Labschool Jakarta

Para Siswa SMP duduk santai menyambut kedatangan para pengurus OSIS
Para Siswa SMP duduk santai menyambut kedatangan para pengurus OSIS
Mandi Kembang menjadi Syarat dalam Pelantikan OSIS
Mandi Kembang menjadi Syarat dalam Pelantikan OSIS

Itulah sedikit cerita dari pelaksanaan kegiatan lintas juang dan pelantikan OSIS di sekolah kami. Mohon maaf bila terlihat narsis. Maklumlah Blogger sejati.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay


wijaya

Minggu, 16 Agustus 2009

Pengelolaan Ibadah Haji Melalui Bank Syariah

Terus terang saya belum begitu banyak mengetahui tentang sepak terjang bank syariah, tetapi melihat perkembangannya yang begitu pesat dan cepat membuat saya berdecak kagum karena ternyata perbankan syariah lebih dari sekedar bank. Bukan itu saja, produk perbankan syariah membuat orang merubah gaya hidup dalam berbanking. Inilah yang pernah ditulis oleh Mas Hermawan Kertajaya bahwa Islamic Banking telah menjadi gaya hidup baru dalam berbanking. Hal tersebut dapat anda baca secara lengkap di bawah ini:

Dari taman bacaan di atas, bagi saya secara pribadi adalah bagaimana keberadaan bank syariah dapat dimanfaatkan secara luas bagi kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan ibadah haji di Indonesia. Kalau saya jadi pejabat BI atau menteri keuangan, saya akan mewajibkan para calon jamaah haji untuk menyimpan uangnya di bank syariah. Mengapa? Karena dari sektor pengelolaan ibadah haji saja, bank syariah dapat mengeruk untung yang cukup lumayan. Apalagi dengan menggunakan prinsip syariah yang diajurkan oleh ajaran agama Islam. Dengan prinsip berbagi hasil.

Ibadah haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam yang mampu untuk pergi ke tanah suci mekah. Hal ini merupakan wujud nyata dari Rukun Islam yang kelima. Namun sangat di sayangkan. Potensi besar ini belum termanfaatkan dengan baik, dan dikelola secara baik pula oleh bank syariah. Kalau saja ini bisa dikelola secara baik dan profesional oleh bank syariah, saya yakin umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji akan mempercayakan sepenuhnya segala urusan keuangan kepada bank syariah. Bukan bank konvensional seperti sekarang ini. Sehingga tercampur baur antara riba dan sistem bagi hasil.

sayangnya, kasus pengelolaan ibadah haji sering kali membuat kita prihatin, apalagi dengan terungkapnya kasus korupsi Dana Abadi Umat (DAU) hasil dari terkumpulnya dana ibadah haji yang tersisa di departemen agama. Lalu banyaknya kasus pengelolaan ibadah haji, khususnya dalam hal keuangan semestinya membuat para pejabat terkait sudah harus berani mempercayakan pengelolaannya seratus persen ke bank syariah. Dengan demikian, bank syariah yang ada di Indonesia akan semakin kredibel, karena semakin dipercaya oleh umat Islam itu sendiri. (Wah pejabat bank konvensional pasti akan banyak yang protes nih!)

Menteri Agama DR Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan di berbagai media masa bahwa banyak “tangan kotor” di seputar pengurusan haji. Mengapa setiap tahun urusan haji selalu bermasasalah. Ini karena tangan-tangan kotor yang menjadi masalah. Ternyata tangan saya lebih kecil dari tangan-tangan kotor itu. Sehingga tidak dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Menag dalam sambutannya saat peluncuran Bank Mega Syariah sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Jakarta, Jumat malam (24/7/2009). Padahal menurut Menag, urusan haji merupakan tugas yang paling mudah bagi Depag, diantara tugas-tugas atau fungsi Depag lainnya.

Ditambahkan Menag, selain tangan-tangan kotor tersebut ada juga bank sebagai BPS BPIH yang nakal. ”Bank nakal ini memberi dana talangan bagi calon jamaah haji yang belum mampu dalam masalah dana atau keuangan. Padahal haji itu tidak perlu dipaksakan kalau belum mampu. Agama itu mudah sebetulnya,” tambah Menag. Menghadapi tangan-tangan kotor di kalangan Depag serta bank BPS BPIH yang nakal, Menag mengaku pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan. Menag juga membuka diri untuk menerima saran dan kritik dari masyarakat luas seputar penyelenggaraan haji.

Dari berita itu jelas sekali kita lihat bahwa pengelolaan dana ibadah haji belum terkelola secara baik, khususnya oleh bank syariah yang ditunjuk oleh pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah nyata agar bank syariah diberikan kewenangan penuh dalam pengelolaan keuangan ibadah haji, khususnya setoran calon jamaah haji Indonesia. Langkah-langkah itu adalah:

  1. Mewajibkan para calon jamaah haji menyetorkan dana hajinya kepada bank syariah
  2. Memberikan kebebasan penuh kepada bank syariah dalam mengelola keuangan dana haji, dengan pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini departemen agama dan DPR.
  3. Tidak lagi menyertakan bank konvensional untuk terlibat dalam pengelolaan keuangan dana haji sehingga tidak tercampur baur antara riba dan bagi hasil
  4. Menambah operasional jumlah bank syariah yang ada sehingga membantu para calon jamah haji untuk menabung di bank syariah. Sebab masih sulit ditemukan bank syariah di tingkat pelosok daerah, khususnya Indonesia bagian Timur.
  5. Meningkatkan SDM dan profesionalisme di kalangan karyawan bank syariah sehingga umat islam percaya bahwa bank syariah adalah bank yang mampu menangani dana haji dengan baik.
Itulah beberapa langkah konkrit agar pelaksanaan pengelolaan keuangan haji dapat ditangani oleh bank syariah. Mungkinkah ini bisa terjadi? Dibutuhkan kekuatan maha dahsyat dari pimpinan negeri ini mengeluarkan kebijakannya. Semoga saja bisa terwujud. Majulah terus bank syariah. Layani umat dengan produk-produk layanan perbankan yang mudah, menarik, dan merakyat.

Salam Blogger persahabatan

Sabtu, 15 Agustus 2009

Menembus Dunia Melalui Bloggerbekasi.com

Pagi ini, Sabtu 15 Agustus 2009, saya bertemu dengan bapak Ketua RW 010 Komp. AL Jatibening Indah, Pondok Gede Bekasi. Namanya bapak Laksamana pertama TNI (purn) Poernomo. Beliau adalah seorang ketua RW baru di tempat kami yang sangat kreatif. Pada masa beliau inilah kegiatan lingkungan di RW 010 hidup kembali. Terus terang saya sangat terkesan dengan beliau. Diusianya yang sudah 60-an tahun masih memiliki semangat untuk menata lingkungan perumahan kami di Komp. AL Jatibening Indah.

Saya bertemu dengannya ketika sedang berolah raga pagi, berjalan mengelilingi lapangan olahraga yang baru saja diresmikan semalam oleh bapak Camat Pondok Gede. Seharusnya yang meresmikan adalah bapak walikota Bekasi, namun beliau berhalangan hadir. Dalam pembicaraan itu banyak hal yang kami bicarakan, dari kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) yang kami kelola dengan teman-teman sampai kegiatan menyambut HUT RI ke-64 yang akan dilaksanakan di setiap RT.

Terus terang saya sangat terkesan sekali dengan beliau, sangat energik dan bercerita banyak tentang program-program ke depan yang akan beliau dan pengurus RW lakukan. Saya pun bercerita kepada beliau bahwa kami para blogger bekasi telah membentuk sebuah komunitas blogger bekasi dibawah naungan blog agregator http://bloggerbekasi.com. Mendengar itu, beliau sangat antusias sekali dan berharap blog ini bisa menjadi kumpulan uneg-uneg warga bekasi kepada pemerintah daerah. Sekaligus menjadi media berita tentang hal-hal yang berhubungan dengan kota Bekasi. Terutama masalah sampah yang berserakan di mana-mana, dan saluran air yang selalu membuat resah warga dengan datangnya banjir ketika musim hujan tiba. Kalau sudah begitu, warga bekasi harus bersabar menerima musibah ini.

Setiba di rumah, saya pun merenung dan berpikir keras bagaimana caranya agar kota bekasi ini lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, dan ada sesuatu yang khusus dan unik yang bisa dijual. Seperti dalam tulisan kang pepih yang barusan saja saya baca di bloggerbekasi.com, bahwa bila kita pergi ke sumedang orang lantas akan langsung inget tahu sumedang atau bila kita pergi ke Cirebon orang langsung inget tahu genjrot. Lalu kalau bekasi apa ya? Dodol bekasi? Gabus Pucung? atau adakah makanan unik yang membuat orang inget akan kota bekasi? Rasanya kita orang bekasi belum punya makanan yang membuat orang inget.

Akhirnya, menembus dunia maya di bloggerbekasi.com membuat saya tersulut untuk mempublikasikan kota bekasi yang memiliki nilai jualnya tersendiri, sehingga bila disebut kota bekasi orang akan mengatakan, oh kota gabus pacung atau dodol bekasi yang lebih unik daripada dodol garut. atau bekasi kota blogger. Mungkinkah terjadi? Mari kita memulainya dengan terus mengembangkan blog agregator ini sambil merayakan hari kemerdekaan RI ke-64.

Jangan lupa loh, kalau kota bekasi adalah kota Patriot. Mari berjuang mempublikasikannya dalam dunia maya, dunia tanpa batas, dan kita mulai itu di tapal batas kota Bekasi.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Jumat, 14 Agustus 2009

Merayakan Kemerdekaan dengan Berbagai Kreativitas Lomba

Hari ini, Jum'at 14 Agustus 2009 sekolah kami menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk merayakan Hari kemerdekan Republik Indonesia yang ke-64. Ada berbagai lomba yang kami adakan, dan saya postingkan beberapa foto kegiatan itu di dalam tulisan ini. Gembira dan perasaan senang terlihat dari raut wajah para siswa. dan orang tua. Termasuk juga para guru. Tetapi ada yang berbeda dalam hut RI kali ini di sekolah kami, dimana ibu-ibu WOTK (Wakil Orang Tua Tingkat Kelas) beradu lomba dalam pembuatan nasi goreng gila dan sekaligus penghiasannya. Biasanya lomba ini didisi oleh bapak-bapak para guru, namun tahun ini lombanya di rubah. Sebagai penggembira dalam acara ini dan sekaligus penikmat makanan nasi goreng, saya hanya mencicipi dan merasakan nikmatnya nasi goreng buatan ibu-ibu orang tua siswa tersebut. Kalau saja diperbolehkan oleh panitia, ingin rasanya saya menghabiskan nasi goreng yang dibuat itu. Nikmat benar rasanya. Jarang loh ada dijual nasi goreng gila seperti ini di pasaran. Nasi goreng gila made in ibu-ibu WOTK. Nasi goreng yang dibuat dari hasil kolaborasi ibu-ibu yang tergabung dalam sebuah tim. Tim nasi goreng gila dari ibu-ibu yang kreatif dalam membuat bumbu, mengolahnya dan menghias hasil masakan sehingga enak di pandang mata. Siapapun pasti akan tertarik melihatnya. Selain lomba memasak nasi goreng, ada lomba menghias buah yang diikuti oleh masing-masing perwakilan kelas. Saya salut sama anak-anak itu, mereka mampu membuat, mengiris, dan merias buahnya sehingga enak dilihat dan menggoda orang yang melihatnya untuk mencicipinya. Lihatlah foto-foto ini. Menghias Nasi Goreng Gila Made in Ibu-ibu WOTKPara Siswa Menyiapkan Buah untuk mereka HiasInilah Buah yang akan dihias oleh anak-anakPara Siswa Telah siap untuk Memotong BuahItulah beberapa berita yang saya coba postingkan untuk pembaca kompasiana. Salam Super. Omjay. Ibu-ibu WOTK Saling Bekerjasama dalam Membuat Nasi Goreng Gila

Selasa, 11 Agustus 2009

Kolaborasi Guru Menghasilkan Prestasi Tinggi

Saya tak pernah menduga kalau hasil kolaborasi saya dengan pak Dedi Dwitagama menghasilkan sebuah buku yang bermutu bagi para guru. Awalnya hanya sekedar berbagi informasi antar sesama blogger, dan tiba-tiba kami merasakan hal yang sama bahwa banyak guru yang belum memahami penelitian tindakan kelas (PTK). Waktu itu, pak Dedi mengatakan kalau di blog pribadinya banyak teman-teman guru yang sering mampir dalam postingan PTK. Itulah awal yang membuat blog pak dedi digemari oleh para guru.

Gayung pun bersambut, pada waktu itu saya pun mengalami hal yang sama. Belum memahami apa itu PTK. Saya baru denger istilah PTK ketika saya mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan Luar Biasa di Yogyakarta tahun 2005. Saya merasakan pada saat itu betapa bodohnya saya karena belum mengetahui kalau PTK itu adalah sesuatu yang mudah dilakukan oleh guru karena guru tak perlu meninggalkan kelasnya. Dimulai dari Perencanaan yang matang, Tindakan yang menantang, Hasil pengamatan yang cemerlang, dan Refleksi diri dengan melakukan kolaborasi dengan teman sejawat yang akan menghasilkan prestasi yang gemilang. Hal itu telah saya buktikan sendiri dengan lolosnya saya menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran (LKGDP) di tingkat nasional tahun 2008 di Jakarta.
Hasil perenungan yang sangat mendalam tentang PTK, membuat kami berdua, saya dan pak Dedi, akhirnya menyatukan kami untuk saling berkolaborasi membuat buku tentang mengenal PTK lengkap dengan contoh-contohnya. Juga dilampiri dengan contoh dari teman-teman guru yang telah berhasil mendapatkan juara pertama LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) di tingkat Nasional.
Pada tahun 2007 buku PTK itu sudah jadi, tetapi tak satu pun penerbit yang mau menerbitkannya, karena mereka menilai kami bukanlah dosen perguruan tinggi. Kami dianggap tak pantas membuat buku tentang penelitian. Waktu itu, saya dan pak Dedi tak berputus asa. Kami mengunjungi Prof. Dr. Conny. R. Semiawan, Guru besar UNJ dan pakar PTK. Melalui beliaulah kami diperkenalkan dengan penerbit Indeks, dan beliau bersedia untuk mengoreksi isi buku sekaligus memberikan kata sambutan dalam buku kami tersebut.
Betapa bahagianya kami pada saat itu, seperti mendapatkan semangat baru, kami pun mulai mempermak kembali isi buku, lengkap dengan karikatur, dan gambar-gambar yang mendukung. Pak Agus Sampurno, guru SD Global Jaya membantu kami membuat gambar karikaturnya, sehingga buku PTK ini terkesan ringan dan enak di baca, serta berbeda dengan buku-buku penelitian pada umumnya yang text minded (semuanya serba teks). Biasanya kalau sudah isinya teks melulu, para guru akan malas membacanya.
Tak berapa lama, datanglah ke tempat kami pak Wiranto, bagian marketing PT. Indeks. Saya katakan pada beliau bahwa saya memiliki naskah yang masih di ketik dengan word dan belum di layout. Beliau cuma tersenyum pada saat itu dan mengatakan pada kami bahwa ada bagian layout dan editor yang akan mempermak isi buku PTK bapak. Senang sekali saya mendengarnya dan saya pun percaya penuh pada indeks, penerbit buku terkenal di seluruh Indonesia.
Tidak sampai sebulan, jadilah buku itu. Lalu diperbanyak dengan jumlah terbatas dulu. Dengan desain cover yang dibuat oleh tim dari indeks. Bulan Januari 2009 buku ini di jual dan disebar ke seluruh Indonesia, dan baru satu bulan berjalan, seribu buah buku PTK telah habis terjual. Bahkan penjualannya telah melampaui target dari yang ditetapkan PT indeks. Kami pun serasa menjadi seperti selebritis. Pergi dari satu kota ke kota lainnya dan menanda tangani ibu buku dari para guru yang membeli buku kami. Karena buku kami laris, maka kami pun diminta untuk mengisi materi PTK dari kota ke kota di berbagai propinsi di Indonesia.
Kini buku PTK yang kami susun dari hasil kolaborasi guru telah memasuki cetakan keempat. Sebuah prestasi dari hasil kolaborasi. Betapa indah dan nikmatnya bila para guru saling bekerjasama. Bekerjasama dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya di kelas. Saya dan pak Dedi kini merasakan betapa enaknya berkeliling Indonesia dan menikmati benar wisata kuliner. Kami bersyukur kepada Allah, Tuhan pemilik bumi, berkat izin-Nya buku PTK yang kami susun diterima dengan baik oleh teman-teman guru, dan banyak guru yang kini telah bisa melakukan PTK di sekolahnya.
Membuat buku PTK telah mengantarkan kami berkeliling Indonesia berbagi ilmu PTK. Kami pun sadar, dan terus menerus memperbaiki isi buku kami yang kini telah menjadi buku best seller bagi para guru. Saya lihat di toko buku gramedia Jakarta, begitu banyak penulis yang berstatus dosen membuat buku PTK, dan sangat sedikit guru yang membuat buku tentang PTK. Saya pun sempat bertanya kepada penjaga toko, ternyata buku saya dan pak Dedi banyak yang membeli, Alhamdulillah.
Suatu ketika pak Dedi mendapat SMS dari Pak Wardiman (Mantan Mendiknas) yang berada di toko buku gramedia, beliau menuliskan bahwa dari sekian banyak buku tentang PTK, buku kami yang menarik dan lebih komunikatif. Bukan itu saja, pakar pendidikan seperti pak Arif Rahman turut juga memberikan kata sambutan dalam buku PTK ini. Juga ketua Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ, Ibu Dewi turut pula memberikan dukungannya.
Sambutan pun banyak berdatangan, mulai dari Rektor UNJ, Prof. Dr. Bedjo Sujanto, Mantan Rektor UT, Prof. Dr. M. Atwi Suparman, M.Sc, dan juga Dirjen PMPTK, Dr. Baedhowi. Mereka telah memberikan sambutan dalam bentuk tertulis, dan memberikan selamat kepada kami atas keberhasilan menulis buku PTK ini, sekaligus dalam berbagi ilmu tentang PTK yang sekarang ini tengah menjadi buah bibir di kalangan para guru.
Saya dan pak dedi mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam membuat buku PTK kami menjadi berarti untuk para guru. Juga ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mengundang kami untuk menjadi pembicara PTK. Mohon maaf kalau ada kekurangan di sana-sini selama kami menjadi pembicara PTK.
Ada sebuah pembelajaran yang kami dapatkan dari proses pembuatan buku PTK, bahwa Kolaborasi guru akan menghasilkan prestasi Tinggi. Dalam PTK, kolaborasi adalah salah satu unsur penting bila ingin PTK kita berhasil. Oleh karena itu, sudah saatnya para guru saling bekerjasama, bahu membahu, memperbaiki kinerjanya sebagai guru dan turut memperkaya khasanah ilmu pendidikan di Indonesia.
Para pembaca yang budiman, Saya adalah guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kuliah di jurusan teknologi pendidikan UNJ, dan Pak Dedi adalah guru Matematika yang berkuliah di jurusan Manajemen Pendidikan UNJ. Kolaborasi dari disiplin ilmu yang berbeda justru membuat kami merasakan betapa pentingnya kolaborasi antar disiplin ilmu. Majulah terus wahai teman-teman guru. Ciptakan terus pembelajaran yang bermutu melalui PTK yang dilakukan sendiri oleh para guru. Kalau bukan guru yang melakukan PTK, lalu siapa lagi?
Salam Blogger persahabatan

Wijaya Kusumah (Omjay)

Senin, 10 Agustus 2009

Menulislah Sebelum Tidur

Ada sebuah kebiasaan yang senantiasa saya lakukan sebelum tidur. Apakah itu? Kegiatan tulis menulis. Kegiatan ini tanpa terasa sudah saya lakukan setelah saya menyelesaikan kuliah S1 saya di IKIP Jakarta.

Menulis, ya cuma menulis walaupun cuma satu lembar. Rasanya seperti belum makan kalau tidak menulis. Dengan menulis saya bisa menginstropeksi diri saya sendiri pada hari ini. dari mulai bangun tidur sampai mau tertidur lagi. Pokoknya tangan ini gatal kalau sehari saja tidak menulis.Seperti manusia yang belum makan.

Bagi saya tiada hari tanpa menulis, dan bila saya mau tertidur, maka saya akan mengusahakan diri untuk bisa menulis hari ini. Menulis apa saja yang saya sukai dan kuasai. Menulis apa saja yang tiba-tiba terlintas di otak. Menulis apa saja dengan niat untuk saling berbagi. Sebab saya menulis bukan untuk diri saya sendiri saja, tetapi juga untuk orang lain. Oleh karena itu tulisan yang harus saya buat adalah tulisan yang komunikatif yang membuat para pembaca tulisan saya merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasakan. Pokoknya tulis, dan jangan takut untuk menulis.

Pekerjaan menulis sebenarnya pekerjaan mudah, bahkan menurut saya sangat mudah. Menulis menjadi susah manakala kita tak sering melakukannya atau jarang melakukannya. Ibarat kita menyetir mobil, tentu kita akan kaku setelah lama tak menyetir mobil. Demikian pula dengan kegiatan tulis menulis. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manaka kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis sebelum tidur, atau menulis kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagai kepada orang lain, itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri.

Bagi anda yang belum terbiasa menulis, mulai saat ini biasakanlah menulis setiap hari dan menulislah sebelum tidur. Ketika anda telah terbiasa menulis, maka anda akan mendapay

Kamis, 06 Agustus 2009

Bangkitnya Komunitas Blogger Bekasi

Tiba-tiba saja kami merasakan perasaan yang sama ketika bertemu dengan teman-teman sesama blogger yang berasal dari kota Bekasi. Sebuah perasaan yang ingin membangkitkan komunitas blogger Bekasi. Rasanya kita merasakan bahwa kota bekasi adalah kota industri yang keberadaannya sangat unik dan diperhitungkan bagi naik turunnya perekonomian negeri ini.

Di kota bekasi, banyak perumahan terkenal di bangun, pabrik-pabrik didirikan, dan banyak mall-mall atau pusat perbelanjaan terkenal berdiri di kota ini. Bahkan, banyak yang belum enjoy bila belum menginap di hotel Horisan Bekasi dan berkunjung ke Islamic Center Bekasi.

Penggagas Komunitas Blogger Bekasi

Penggagas Komunitas Blogger Bekasi

Kota bekasi adalah kota patriot. Kota yang terkenal ketika penyair Chairil Anwar melantunkan puisi antara karawang bekasi. Kota bekasi adalah kota yang berada di pinggiran timur kota Jakarta, dan banyak orang bekasi yang bekerja di Jakarta. Namun, keunikan dan kehebatan kota Bekasi belum terlihat di dunia maya. Kekuatannya masih terasa sendiri-sendiri. Oleh karena itu kami, para blogger kompasiana, yang dimotori oleh mas yulyanto, mas aris, mas irfan, mas rawi, dan saya sendiri, omjay berkomitmen untuk membangun blog komunitas blogger bekasi yang mempunyai misi memperkenalkan keunikan kota bekasi dan potensi penduduknya yang senang bergotong royong dalam membangun kota patriot bekasi ke arah yang lebih baik. Memberikan masukan kepada para pejabat pemda bekasi dan Membangun tali silahturahim di antara sesama blogger bekasi, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Kegiatannya sederhana saja. Kumpul-kumpul, sambil makan bareng, menikmati musik, dan ngobrol-ngobrol membuat kegiatan sosial dan rekreasi keluarga. Mempublikasikan tempat-tempat rekreasi , dan shopping yang cocok untuk dikunjungi para wisatawan lokal dan manca negara. Pokoknya, kegiatannya dirancang dari kita, oleh kita dan untuk kita. Tentu saja, dengan mengundang para pejabat di pemda bekasi.

Dengan visi membangkitkan para blogger bekasi yang berasal dari kota patriot untuk berasama-sama membangun kota bekasi ke arah yang lebih baik. Bersih, hijau, berbunga, dan sebagai kota yang ramah lingkungan. Tidak seperti sekarang, yang dijuluki kota pembuangan sampah dan sulit sekali mendapatkan piala Adipura. Ayo para blogger, kita join yuk! Komunitas ini didukung juga oleh kang pepih selaku admin kompasiana.com loh!. Juga didukung oleh para aktivis blogger Cikarang, mas amril dan mas eko.

Dengan dibentuknya komunitas Blogger Bekasi, diharapkan bagi anda yang berdomisili di bekasi dan sekitarnya untuk bergabung dalam komunitas ini. Insya Allah dalam waktu dekat ini, komunitas kota bekasi akan bertemu dengan walikota dan bupati bekasi serta melaunching blog pertamanya dengan nama bloggerbekasi.com pada tanggal 17 Agustus 2009. Masukan dan saran dari teman-teman sangat kami nantikan agar komunitas blogger bekasi menjadi besar. Siapa tahu, di pesta blogger 2009 nanti, komunitas kita terpilih menjadi komunitas blogger terbaik, mengalahkan cah andong yang terkenal itu.

Semoga komunitas blogger bekasi ini terus berkembang dan dapat memberikan banyak masukan kepada para pejabat pemda bekasi dalam menjalankan program-programnya. Buat teman-teman blogger kompasiana yang berdomisili di bekasi dan belum bergabung, mari ramaikan komunitas blogger bekasi.

Salam blogger Persahabatan

Omjay

Rabu, 22 Juli 2009

Masa Orientasi Siswa Baru

Begitu cepat waktu bergulir. Masih terbayang suasana keceriaan, suka dan duka, semangat dan antusiasme yang tergambar di wajah siswa-siswi angkatan baru ketika menyambut tahun pelajaran 2008/2009 setahun silam. Kini, tanpa terasa tahun pelajaran 2009/2010 telah di depan mata kita. Tahun pelajaran baru telah dimulai. Tentu bukan hanya seragam baru dan buku baru, tetapi juga semangat baru. Semangat untuk mencari ilmu pengetahuan baru yang harus dikuasai dengan budaya dan gaya belajar kita.

Banyak perubahan yang terjadi di sekitar kehidupan kita dari waktu ke waktu. Mulai dari perubahan alam hingga perubahan-perubahan yang lahir dari revolusi pemikiran manusia, seperti perubahan budaya masyarakat, kebijakaan pemerintah, bahkan sistem pendidikan. Hanya tinggal menunggu waktu, roda-roda perubahan itu akan melindas diri apabila kita tidak membekali diri sendiri untuk menyikapi segala perubahan itu. Bekal untuk perubahan itu tak lain adalah iman, ilmu, dan amal.

Dalam diri seorang anak, pada dasarnya bekal tersebut secara terencana atau pun tidak- telah tertanam sejak dini melalui didikan dalam keluarganya. Ketika anak memasuki usia sekolah, lembaga pendidikan formal turut serta menjalankan peran menumbuhkembang-kan bekal tersebut hingga tertanam kokoh dalam diri anak didiknya.

Di sekolah kami, peran tersebut tidak hanya dilakukan dalam proses belajar mengajar secara formal di kelas, tetapi terimple-mentasikan dalam seluruh kegiatan dan aktivitas siswa selama ia berada di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang merupakan sebuah agenda rutin sekolah di awal tahun pelajaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari budaya sekolah kami yang tetap eksis sampai saat ini dan telah berusia 40 tahun.

Bagi diri setiap anak, memasuki jenjang pendidikan formal yang baru merupakan sebuah masa ketika ia harus berhadapan dengan lingkungan dan dunia yang baru. Untuk itu, mereka memerlukan tahap peninjauan, pengenalan, dan adaptasi terhadap lingkungan baru yang mereka masuki. Tahap itulah yang akan mereka lalui dalam kegiatan MOS 2009. Dalam kegiatan MOS, hal terpenting yang harus diberikan kepada siswa baru adalah pengenalan budaya sekolah atau school culture yang merupakan pencitraan dari sekolah dan telah menjadi karakter sekolah itu sehingga menjadi terkenal. Para siswa baru perlu diperkenalkan hal seperti ini agar mereka tahu bahwa sekolahnya adalah sekolah yang the best of the best. Perlu perjuangan untuk mencapainya.

Layaknya memasuki dunia baru, tentu ada perasaan asing dalam diri mereka terhadap lingkungan teranyarnya. Di sinilah pentingnya sebuah proses pengenalan, pembelajaran, dan pemahaman segala macam yang melekat pada lingkungan baru mereka. Semua proses kegiatan itulah yang terangkum dalam kegiatan MOS di sekolah kami tercinta. Karena sudah tradisi, sebagai siswa baru, tentu bagi yang putra rambutnya harus dicukur pendek dulu, dan putrinya diberi pita dan dikuncir dua agar terlihat lucu dan imut-imut. Tak ada pemaksaan, karena semua dilaksanakan dengan senang hati dan telah disosialisasikan dengan para orang tua siswa. Termasuk pembuatan name tag atau papan nama untuk identitas peserta MOS yang setiap tahun memiliki kreativitasnya sendiri sesuai dengan kepengurusan OSIS yang menjadi panitianya.

Dalam kegiatan MOS tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan MOS itu adalah :

  1. Memperkenalkan siswa pada lingkungan fisik sekolah yang baru mereka masuki
  2. Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.
  3. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian
  4. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah
  5. Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah
  6. Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka
  7. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal
  8. Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara formal di kelas.


Untuk mencapai tujuan di atas, diperlukan sebuah kegiatan MOS yang kreatif. Kemampuan setiap anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya memang berbeda-beda. Untuk itu perlu ada suatu panduan kegiatan dan bimbingan yang cukup terarah dari para guru dan kakak kelas kepada siswa baru yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan baik dan secepat mungkin di lingkungan baru. MOS bisa menjadi media untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Diharapkan dari berbagai aktivitas yang diberikan selama MOS akan dapat mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa, mengenalkan budaya sekolah, dan saling berinteraksi dengan teman-teman baru. Potensi kreatif siswa pun akan muncul melalui kegiatan pentas seni yang memberikan kesempatan kepada siswa baru untuk unjuk gigi memperlihatkan kebolehannya masing-masing.

Kegiatan MOS tahun pelajaran 2009-2010 yang diadakan sekolah kami dilaksanakan dari tanggal 13 s.d. 16 Juli 2009. Materi-materi yang diberikan pada kegiatan MOS selama empat hari itu adalah :

  1. � Pengenalan Sekolah, Misi dan Visi Labschool

� Pengenalan Tata Tertib Sekolah

� Pengenalan lingkungan dan fasilitas yang ada di sekolah

� Wawasan wiyata mandala

� Cara belajar Efektif

� Kebijakan Umum sekolah, baik Kegatan Akademik mapun Kesiswaan

� Pelayanan Bimbingan dan konseling

� Achievement Motivation Training (AMT)

� Lari pagi di lingkungan sekitar sekolah

� Pengenalan Perpustakaan Labschool

� School Culture

� Pengenalan majalah sekolahGema

� Pengenalan Organisasi (OSIS) oleh Pengurus OSIS

� Pengenalan dan latihan PBB

� Pengenalan Ekstra kurikuler

� Bulying dan dampaknya bagi perkembangan mental Siswa

� Unjuk Gigi siswa baru melalui kegiatan Pentas Seni.


Tema kegiatan MOS pada tahun ini adalah SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN (ECO FRIENDLY SCHOOL), dimana kami ingin lingkungan sekolah dipenuhi oleh berbagai macam tumbuhan hidup yang serba hijau dan enak dipandang mata. Lingkungan yang bersih dan alami. Suasana manusia yang penuh dengan kerahamah-tamahan terhadap lingkungannya. Aman dan nyaman. Segar dan alami, sehingga setiap jiwa yang berada di sekolah itu merasa enjoy menikmati suasana itu. Ketika sebuah sekolah terasa aman dan nyaman, maka akan diperoleh suasana pembelajaran yang menyenangkan. Ketika suasana telah menyenangkan, maka segudang prestasi akan muncul. Prestasi akan mencuat ke permukaan ketika para siswa telah mengenal budaya sekolahnya. Oleh karena itu para guru dan stage holder yang ada di dalam sekolah jangan lupa untuk mengenalkan budaya sekolah yang unik, dan hampir setiap sekolah tidak sama. Marilah kita mengenalkannya melalui MOS yang rutin tiap tahun kita laksanakan

Jumat, 10 Juli 2009

Menulislah Dengan Hati

Sering saya ditanya oleh teman-teman, kok bisa pak wijaya aktif menulis setiap hari?. Lalu saya jawab bahwa menulis itu sama halnya kita makan. Kita membutuhkan makanan setiap harinya. Jadi kalau nggak nulis itu sama artinya nggak makan. Begitu kata saya kepada teman-teman sambil bercanda. hehehhe...3x.

Namun, ada banyak guru yang banyak menginspirasi saya menulis. Terutama menulis di blog. Mas Rudy dari VHR Media mengungkapkan bahwa kekuatan para blogger adalah tulisannya yang mencakup hal-hal yang tidak dimuat oleh media-media umum dan tulisan mereka yang tidak dikemas dengan gaya ilmiah. Rata-rata mereka menulis dengan hatinya. Inilah yang membuat mereka beda dari media arus utama.

Oleh karena itu, bagi para blogger menulis harus dengan hati. Artinya mengalir begitu saja seiring dengan irama hati yang menyatu dalam jari jemari tangan yang dikendalikan oleh otak dan dicerna oleh hati. Bila kita menulis dengan hati, maka akan keluarlah tulisan-tulisan kreatif kita itu.

Ada beberapa poin penting dalam menulis kreatif yang pernah saya dapatkan dalam pelatihan blogging yang diselenggarakan oleh VHR Media. Poin-poin itu antara lain :

  • Menulis harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, karena penulis adalah profesi yang melekat apapun profesi utamanya. Bila anda mempunyai profesi sebagai guru seperti saya, maka menulislah dari sisi pendidikan. Menulislah tentang apa-apa yang anda ketahui tentang dunia pendidikan.
  • Menulis harus sesuatu yang memang kita kuasai dan memang kita inginkan untuk dituliskan. Jangan menulis sesuatu yang tidak kita kuasai. Misalnya bila anda seorang guru, maka menulislah tentang pembelajaran di kelas, masalah belajar, dan lain-lain yang ada hubungannya dengan pendidikan. Jangan menulis sesutu yang anda sendiri tak menguasainya.
  • Penggunaan prinsip 5W+1H (What, Who, Why, Where, When dan How) harus diterapkan dalam tulisan, tidak hanya jurnalis tapi semua penulis. Saya banyak menulis tanpa 5W + 1H, hal ini saya lakukan bila ingin membuat tulisan yang langsung ada dalam alam pikiran saya. Tetapi begitu saya baca, ternyata 5w + 1 H tanpa saya sadari telah masuk ke dalam tulisan saya.
  • Menulis tanpa pretensi-tanpa beban, baik buruk tidak masalah, menulislah apa adanya. Karena saya menulis tanpa beban, maka saya merasa enjoy dalam menulis. Semua apa yang saya ketikkan mengalir begitu saja. Secara otomatis, otak dan tangan sudah menyatu dalam membuat tulisan saya menjadi bermakna.
  • Harus anda sadari bahwa menulis tidak ada bedanya dengan bercakap-cakap. Menulis harus disadari seolah-olah kita sedang bercakap-cakap dengan orang lain. Ingatlah kita menulis untuk dibaca oleh orang lain, jadi usahakan bahasa yang kita gunakan adalah bahasa yang komunikatif.
  • Seorang Penulis harus suka membaca, sebab tanpa membaca ia akan mengalami apa yang disebut stagnan atau buntu. saya pernah mengalami itu ketika saya tak rajin membaca buku. Ternyata dari membaca karya orang lain, justru timbul inspirasi dari bacaan itu. Banyak hal yang saya tuliskan setelah saya banyak membaca. Bukan menyontek loh, tapi membuat sesuatu yang baru dari apa yang telah kita baca.
  • Untuk dapat menulis dengan baik, anda harus disiplin dalam menulis, alokasikan 2 jam sehari buat menulis tidak peduli berapa halaman yang jadi. Pokonya menulis, dan yang paling sulit dari proses menulis itu adalah MEMULAI.
  • Usahakan dalam menulis anda memiliki kreativitas dan intensitas. Sebab anda dituntut untuk membuat sebuah tulisan yang kreatif dengan intensitas yang tinggi. Biasanya tulisan yang memiliki kreativitas dan intensitas tinggi akan enak dibaca dan mudah dipahami.
  • Dalam menulis anda harus dengan jujur mengatakan ini loh tulisan saya dan bukan tulisan orang lain. Dulu, waktu belum kreatif menulis, saya sering copy and paste tulisan orang lain. Tetapi sekarang walaupun tulisan saya masih jelek, saya nggak malu munculin tulisan saya di blog, bahkan dalam publik blog yang lebih luas seperti di kompasiana.com.
  • Terakhir, menulis itu harus memiliki prinsip kelogisan. Jadi segala sesuatu yang kita tulis harus memenuhi unsur kelogisan. Itulah yang saya dapatkan dari mas Rudy sewaktu mengikuti pelatihan blogging.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman blogger. Oleh karena itu, mulai dari sekarang menulislah dengan hati dan gunakan blog sebagai media dalam menuangkan segala ide anda yang cemerlang itu. Jangan ragu untuk memulai, dan menulislah dengan HATI.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Sabtu, 04 Juli 2009

Siapakah Capres Pilihan anda?

Beberapa hari ini saya membaca tulisan di kompasiana.com penuh dengan debat capres. Ada yang berkomentar positif dan ada yang berkomentar negatif. Ada yang menggunakan nama asli dan ada yang menggunakan nama samaran. Bagi saya semua baik, asalkan niatnya baik untuk menginginkan Indonesia yang lebih baik. Lebih cerdas, lebih mandiri, lebih kreatif, dan lebih cepat lebih baik.

Ketika kita menonton debat capres di televisi, tentu hati dan pikiran kita bekerja, siapakah capres yang benar-benar sreg di hati. Apakah ibu Megawati, Pak SBY, atau JK? Otak kita tentu bekerja cepat mencari tahu siapa yang paling baik dari ketiga capres itu. Ada hal yang unik dalam diri ketiga capres yang tidak dimiliki oleh orang-orang kebanyakan. Ibu Megawati dengan naluri keibuannya mampu berkata, inilah saya!. Pak SBY dengan kesantunannya berkata, inilah saya!, dan Pak JK dengan kelincahannya berkata, inilah saya!.

Semua capres baik, dan kita harus mencari yang terbaik dari ketiga capres ini. Lalu siapakah capres pilihan anda? Mengapa anda memilih capres ini?, dan apa nilai unggul dari capres itu? Segudang pertanyaan tentu akan ditujukan pada diri anda sendiri. Ada yang lantang mengatakan, Saya pilih Megawati!, Aku pilih SBY!, Beta Pilih JK!. Semua orang rata-rata ingin menjagokan capresnya. Tidak terkecuali para blogger di rumah sehat kompasiana ini.

Dalam postingan ini, saya ingin mengatakan kalau saya sudah menentukan pilihan. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan mencontreng JK dalam pemilu ini, mengapa? Karena dari debat capres yang saya tonton di televisi, saya merasa Pak JK jauh lebih cepat dan lebih baik dari capres lainnya.

Pak JK berbeda dari capres lainnya. Beliau sangat sederhana. Beliau sangat bersahaja. Tidak terlihat ada kesombongan di sana. Apa yang dikatakannya melambangkan sebuah pribadi manusia super yang dimiliki oleh Indonesia. Bagi saya pak JK memiliki keunggulan lebih dari capres lainnya. Keunggulan itu terlihat dari beliau menyampaikan visi dan misi yang jauh bisa diterima akal sehat manusia Indonesia.

Meskipun ada pendapat miring dengan pak JK, saya tak peduli. Hati nurani saya berbicara bahwa JK adalah orang yang tepat untuk memimpin bangsa ini. Maafkan saya pak SBY, dan maafkan saya ibu Megawati. Anda berdua adalah manusia-manusia hebat bangsa ini, tetapi saya merasakan bahwa pakJK jauh lebih hebat dari anda berdua.

Tuduhan-tuduhan yang keji tentang pak JK seperti kampanye hitam yang menuduh pak JK KKN, memanfaatkan fasilitas negara, orang golkar yang gampang dikendalikan, dll yang tidak benar membuat saya tetap konsisten untuk memilih pak JK. Bagi anda yang menemukan kejelekan para capres, hati-hati anda akan akan terkena UU ITE. Bila data anda tidak terbukti, maka anda akan terseret ke meja hijau.

Teman-teman Kompasiana yang baik hatinya. Saya bukan tim sukses pak JK, dan saya hanya blogger biasa yang berprofesi sebagai guru. Walaupun saya telah lulus sertifikasi guru, dan kebanyakan guru memilih pak SBY karena telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru, bagi saya Pak JK tetap no. 1.

Pak JK yang saya banggakan. Anda telah siap menang dan siap kalah. Anda telah mengatakan kepada jutaan orang di republik ini, bila anda kalah, maka anda akan pulang kampung dan mengelola pendidikan di kampung halaman. Pernyataan anda ini sangat menyentuh hati saya. Semoga anda terpilih pak, sehingga anda tak perlu pulang kampung. Rakyat banyak masih membutuhkan pemikiran anda yang cemerlang.

Teman-teman blogger kompasiana yang baik hatinya dan saya banggakan. Tentu anda memiliki pendapat yang berbeda dengan saya. Tentu pula anda akan memilih capres yang berbeda dengan saya. Bila anda berbeda pendapat dengan saya, mohon tuliskan komentar anda dengan hati yang jernih, menggunakan nama asli, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar. Jangan mencaci dan jangan memaki. Apalagi menggunakan bahasa kebun binatang.

Walaupun pilihan kita berbeda, kita tetap sama. Sama-sama rakyat Indonesia yang sedang memilih presiden pilihan hati. Pagi ini saya mendapatkan SMS dari KOALISI 24 isinya PASTIKAN PILIH NO.2: SBY-BOEDIONO. TERBUKTI BUKAN WACANA, CAPRES TERMUDA MAMPU KERJA KERAS 5 TH KE DEPAN. TEGAS BERANTAS KORUPSI UNTUK INDONESIA SEJAHTERA.

Saya tidak akan goyang dengan adanya SMS ini. Saya bukan orang yang mudah dibayar untuk berkampanye untuk memuluskan salah satu capres. Bila anda inginkan perubahan pilihlah JK, tetapi bila anda ingin sama dengan hari sekarang, maka pilihlah…………..

Selamat menconterng dan pilihlah capres yang sesuai hati nurani anda. jangan mudah terpengaruh dengan siapapun. Jangan mudah goyah dengan sehelai kaos, dan jangan mudah goyah hanya karena uang.

Para pembaca kompasiana, siapakah capres pilihan anda?

Salam Blogger Kompasiana

Omjay