MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35
Buku yang Mengubah Cara Pandang Saya
Narasumber: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. – Omjay Guru Blogger Indonesia
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti materi ini, peserta diharapkan mampu:
- Menemukan satu buku yang memberikan pengaruh dalam kehidupan.
- Mengidentifikasi gagasan penting dari buku tersebut.
- Menghubungkan isi buku dengan pengalaman pribadi.
- Menulis artikel reflektif berdasarkan pengalaman membaca.
- Mempublikasikan tulisan di blog pribadi.
- Membagikan tautan tulisan sebagai bagian dari tugas praktik KBMN PGRI Gelombang 35.
1. Mengapa Kita Perlu Menulis tentang Buku?
Ada buku yang selesai kita baca, lalu kita lupakan.
Namun, ada juga buku yang selesai kita baca tetapi mengubah cara kita melihat kehidupan.
Buku seperti itu bukan sekadar kumpulan halaman. Ia menjadi teman berpikir, guru, bahkan kadang menjadi titik balik dalam perjalanan hidup kita.
Saya percaya:
Buku yang baik bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi mengubah cara kita memandang kehidupan.
Karena itu, dalam pembelajaran kali ini kita tidak diminta sekadar membuat resensi buku.
Kita akan menulis kisah perubahan diri setelah membaca sebuah buku.
2. Buku Apa yang Bisa Dipilih?
Peserta bebas memilih buku.
Buku tersebut bisa berupa:
- buku pendidikan;
- buku agama;
- buku motivasi;
- buku biografi;
- buku sejarah;
- novel;
- buku teknologi;
- buku parenting;
- buku pengembangan diri;
- buku karya guru;
- buku karya teman;
- atau buku lain yang pernah memberikan pengaruh kepada kita.
Tidak harus buku baru.
Tidak harus buku terkenal.
Bahkan, buku lama yang pernah kita baca ketika masih sekolah pun boleh dipilih.
Yang terpenting adalah:
Ada perubahan cara pandang setelah membaca buku tersebut.
3. Pertanyaan Pemantik
Sebelum menulis, peserta silakan menjawab pertanyaan berikut.
Pertanyaan 1
Apa buku yang paling berkesan bagi saya?
Tuliskan judul dan penulisnya.
Pertanyaan 2
Kapan saya membaca buku tersebut?
Misalnya ketika:
- masih sekolah;
- kuliah;
- menjadi guru;
- mengalami kegagalan;
- sedang menghadapi masalah;
- atau ketika sedang mencari inspirasi.
Pertanyaan 3
Bagian apa yang paling berkesan?
Tidak perlu menceritakan seluruh isi buku.
Pilih satu gagasan, satu kisah, satu kalimat, atau satu pengalaman yang paling membekas.
Pertanyaan 4
Apa yang berubah dalam diri saya setelah membaca buku itu?
Inilah pertanyaan paling penting.
Misalnya:
Sebelum membaca buku tersebut, saya takut berbicara di depan orang lain. Setelah membacanya, saya mulai berani mencoba.
Atau:
Sebelum membaca buku itu, saya menganggap kegagalan sebagai akhir perjalanan. Setelah membacanya, saya memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
4. Jangan Hanya Menceritakan Isi Buku
Kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula adalah terlalu banyak menceritakan isi buku.
Misalnya:
Buku ini bercerita tentang seorang guru yang mengalami banyak masalah. Pada bab pertama dijelaskan.... Pada bab kedua dijelaskan....
Tulisan seperti itu lebih mirip ringkasan.
Padahal tugas kita bukan membuat ringkasan.
Kita ingin membuat tulisan yang personal dan reflektif.
Bandingkan:
Ringkasan:
Buku tersebut menjelaskan pentingnya membaca dan menulis.
Tulisan reflektif:
Setelah membaca buku tersebut, saya mulai menyadari bahwa membaca tanpa menulis membuat pengetahuan mudah hilang. Sejak saat itu saya mencoba menulis setiap hari, meskipun hanya beberapa paragraf.
Tulisan kedua lebih hidup karena ada pengalaman pribadi.
5. Rumus Sederhana Menulis
Gunakan rumus:
BUKU → PENGALAMAN → PERUBAHAN → PELAJARAN
BUKU
Buku apa yang dibaca?
PENGALAMAN
Apa yang terjadi ketika atau setelah membaca buku tersebut?
PERUBAHAN
Apa yang berubah dalam diri kita?
PELAJARAN
Apa yang bisa dipelajari pembaca dari pengalaman tersebut?
Dengan empat unsur ini, tulisan akan lebih mudah dikembangkan.
6. Struktur Artikel
Peserta dapat menggunakan struktur berikut.
Judul
Buat judul yang menarik dan personal.
Contoh:
- Buku yang Mengubah Cara Pandang Saya tentang Kegagalan
- Satu Buku yang Membuat Saya Berani Menulis
- Ketika Sebuah Buku Mengajarkan Saya untuk Tidak Menyerah
- Buku yang Membuat Saya Melihat Guru dengan Cara Berbeda
- Dari Pembaca Menjadi Penulis
- Sebuah Buku, Sebuah Perubahan
- Buku yang Mengubah Jalan Hidup Saya
Pembukaan
Awali dengan cerita.
Jangan langsung:
Saya akan membahas buku....
Lebih menarik jika dimulai dengan pengalaman.
Contoh:
Ada masa ketika saya menganggap membaca hanyalah kegiatan untuk mengisi waktu luang. Saya membaca ketika memiliki waktu. Setelah selesai, buku saya tutup dan selesai pula ceritanya. Sampai suatu hari saya membaca sebuah buku yang membuat saya berhenti cukup lama dan bertanya kepada diri sendiri: selama ini saya sebenarnya sedang menjalani hidup seperti apa?
Pembukaan seperti ini membuat pembaca ingin melanjutkan.
7. Ceritakan Buku yang Dipilih
Setelah pembukaan, perkenalkan bukunya.
Tuliskan:
- judul;
- penulis;
- penerbit jika diketahui;
- tahun terbit jika diketahui;
- alasan memilih buku tersebut.
Tidak perlu terlalu panjang.
Fokus pada hubungan buku dengan kehidupan kita.
8. Ceritakan Bagian yang Mengubah Cara Pandang
Ini adalah bagian utama.
Pilih satu atau dua gagasan penting dari buku.
Kemudian jelaskan:
Apa yang saya pikirkan sebelum membaca buku?
Lalu:
Apa yang saya pikirkan setelah membaca buku?
Contoh:
Sebelum membaca buku itu, saya selalu berpikir bahwa orang sukses adalah orang yang jarang gagal. Setelah membaca buku tersebut, cara pandang saya berubah. Saya mulai memahami bahwa orang sukses justru adalah mereka yang mampu belajar dari kegagalan.
Inilah inti tulisan kita.
9. Hubungkan dengan Pengalaman Pribadi
Tulisan akan menjadi kuat ketika pembaca menemukan kisah nyata.
Misalnya:
Saya pernah gagal mengikuti sebuah perlombaan. Saat itu saya merasa kecewa. Saya bahkan sempat berpikir untuk berhenti mencoba. Namun, gagasan dalam buku tersebut membuat saya melihat kegagalan dari sudut pandang berbeda.
Kemudian ceritakan apa yang terjadi.
Tidak perlu pengalaman luar biasa.
Pengalaman sederhana pun bisa menjadi tulisan yang menarik jika ditulis dengan jujur.
10. Akhiri dengan Refleksi
Pada bagian akhir, jawab pertanyaan:
Apa yang saya lakukan setelah cara pandang saya berubah?
Misalnya:
Sejak membaca buku tersebut, saya mulai berani menulis setiap hari. Tulisan pertama saya mungkin tidak sempurna. Namun, saya belajar bahwa tulisan yang tidak sempurna jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak pernah dibuat.
Kemudian berikan pesan kepada pembaca.
11. Menulis dengan Hati
Dalam KBMN PGRI, kita tidak hanya belajar teknik menulis.
Kita belajar menemukan cerita dalam kehidupan sendiri.
Saya sering mengingatkan:
Menulislah dengan hati, bukan sekadar dengan teknologi.
Kecerdasan buatan boleh membantu mencari ide, membuat kerangka, atau memperbaiki bahasa.
Namun, pengalaman hidup kita tidak boleh digantikan.
Karena itu, tulisan peserta harus memiliki:
pengalaman pribadi + pemikiran pribadi + perasaan pribadi.
Itulah yang membuat tulisan memiliki jiwa.
12. Tugas Praktik KBMN PGRI Gelombang 35
Tugas Utama
Tulislah artikel dengan tema:
“Buku yang Mengubah Cara Pandang Saya”
Ketentuan:
- Pilih satu buku yang pernah dibaca.
- Ceritakan alasan memilih buku tersebut.
- Ceritakan gagasan yang paling berkesan.
- Hubungkan dengan pengalaman pribadi.
- Jelaskan perubahan cara pandang setelah membaca buku tersebut.
- Tuliskan pelajaran yang diperoleh.
- Panjang tulisan minimal 500 kata.
- Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.
- Tambahkan minimal satu gambar yang relevan.
- Publikasikan di blog pribadi masing-masing peserta.
- Cantumkan nama penulis dan identitas KBMN PGRI Gelombang 35.
- Bagikan tautan artikel di grup kelas sesuai petunjuk panitia.
13. Tantangan Tambahan
Bagi peserta yang ingin mendapatkan pengalaman lebih dalam, tambahkan:
A. Satu kutipan
Tuliskan satu kalimat pendek dari buku yang paling menginspirasi.
Kemudian jelaskan:
Mengapa kalimat tersebut penting bagi saya?
B. Foto buku
Jika memungkinkan, tampilkan foto buku yang dibaca.
C. Foto diri
Peserta boleh menambahkan foto sedang membaca buku tersebut.
D. Rekomendasi
Akhiri artikel dengan:
Apakah saya merekomendasikan buku ini kepada orang lain? Mengapa?
14. Checklist Sebelum Dipublikasikan
Sebelum menekan tombol Publish, periksa:
☐ Apakah judul sudah menarik?
☐ Apakah saya menyebutkan buku yang dipilih?
☐ Apakah saya menceritakan pengalaman pribadi?
☐ Apakah ada perubahan cara pandang?
☐ Apakah tulisan saya bukan sekadar ringkasan buku?
☐ Apakah ada pelajaran yang bisa diambil pembaca?
☐ Apakah tulisan minimal 500 kata?
☐ Apakah sudah ada gambar?
☐ Apakah sudah memeriksa ejaan?
☐ Apakah artikel sudah dipublikasikan di blog?
☐ Apakah tautan artikel sudah disalin?
15. Format Pengumpulan Tugas
Peserta mengirimkan:
Nama:
Kelas: KBMN PGRI Gelombang 35
Judul artikel:
Judul buku:
Penulis buku:
Link blog:
Contoh:
Nama: Ahmad
Kelas: KBMN PGRI Gelombang 35
Judul: Buku yang Mengubah Cara Pandang Saya tentang Kegagalan
Buku: Man's Search for Meaning
Penulis: Viktor E. Frankl
Link: https://namablog.blogspot.com/....
16. Tantangan Menulis 60 Menit
Agar peserta tidak terlalu lama berpikir, gunakan pembagian waktu berikut.
10 menit: memilih buku.
10 menit: menjawab pertanyaan pemantik.
25 menit: menulis artikel.
10 menit: mengedit tulisan.
5 menit: menerbitkan di blog dan membagikan link.
Jangan menunggu tulisan sempurna.
Tulisan yang selesai jauh lebih berharga daripada tulisan yang hanya ada di kepala.
17. Penutup Materi
Bapak/Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35,
barangkali kita telah membaca puluhan bahkan ratusan buku.
Namun, mungkin hanya beberapa buku yang benar-benar mengubah kita.
Ada buku yang membuat kita menjadi lebih sabar.
Ada buku yang membuat kita berani bermimpi.
Ada buku yang membuat kita bangkit dari kegagalan.
Ada buku yang membuat kita memahami orang lain.
Ada pula buku yang membuat kita akhirnya berani menulis.
Buku tersebut layak diceritakan.
Sebab pengalaman membaca kita mungkin menjadi cahaya bagi orang lain.
Mungkin ada seorang guru yang sedang kehilangan semangat.
Mungkin ada seorang siswa yang sedang takut gagal.
Mungkin ada orang tua yang sedang mencari arah.
Mungkin ada seseorang yang sedang ingin memulai kembali hidupnya.
Dan bisa jadi, mereka menemukan kekuatan dari tulisan sederhana yang kita publikasikan di blog.
Karena itu, jangan berpikir bahwa tulisan kita tidak penting.
Tulislah. Bagikan. Inspirasi orang lain.
Dan ingat pesan saya:
“Menulis bukan hanya meninggalkan kata-kata. Menulis adalah meninggalkan jejak pemikiran dan pengalaman hidup.”
Selamat menulis.
Salam blogger guru Indonesia.
Omjay
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Sekjen IGTIK PGRI
Founder KBMN PGRI
