### MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35
### Orang yang Saya Kagumi: Menulis dengan Hati, Menginspirasi melalui Kisah
Bersama Omjay — Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia



### A. Pengantar: Setiap Orang Memiliki Sosok yang Dikagumi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam literasi!
Selamat malam, Bapak dan Ibu guru hebat peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35. Malam ini kita kembali belajar menulis bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia.
Tema kita malam ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Orang yang Saya Kagumi.”
Cobalah sejenak kita menengok perjalanan hidup masing-masing. Pernahkah kita bertemu seseorang yang mengubah cara pandang kita? Seseorang yang kata-katanya masih kita ingat sampai hari ini? Seseorang yang membuat kita berani bermimpi, bangkit dari kegagalan, atau terus berjuang ketika hidup terasa berat?
Mungkin orang itu adalah ibu yang membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Mungkin ayah yang bekerja keras tanpa banyak mengeluh. Bisa juga seorang guru yang mengajarkan arti kehidupan, sahabat yang selalu hadir saat kita kesulitan, pasangan yang setia mendampingi, atau tokoh masyarakat yang menginspirasi banyak orang.
Setiap orang mempunyai kisah kekaguman yang berbeda. Di balik kekaguman itu, selalu ada pelajaran kehidupan yang dapat kita bagikan kepada orang lain melalui tulisan.
Menulis tentang orang yang kita kagumi bukan sekadar menceritakan kehebatan seseorang, melainkan mengabadikan nilai-nilai kebaikan yang telah menyentuh kehidupan kita.
Itulah yang akan kita pelajari malam ini.
### B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti materi ini, peserta KBMN PGRI Gelombang 35 diharapkan mampu:
* Menentukan sosok yang paling dikagumi dalam kehidupan.
* Menggali pengalaman pribadi bersama sosok tersebut.
* Menemukan nilai keteladanan dari kehidupan tokoh.
* Menyusun artikel naratif yang menarik, menyentuh, dan inspiratif.
* Menerbitkan tulisan di blog pribadi atau media publikasi lainnya.
* Memberikan apresiasi dan umpan balik terhadap tulisan peserta lain.
### C. Siapa Orang yang Saya Kagumi?
Orang yang kita kagumi tidak harus terkenal, kaya, berpangkat, atau memiliki banyak penghargaan. Terkadang, sosok paling menginspirasi justru hadir dalam kehidupan sederhana.

1\. Orang tua
Sosok yang mengajarkan kasih sayang, kesabaran, pengorbanan, dan ketulusan. Kita dapat menulis tentang perjuangan ibu, kerja keras ayah, atau nasihat orang tua yang masih kita ingat hingga dewasa.

2\. Guru yang menginspirasi
Guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berhasil.

3\. Tokoh masyarakat
Seseorang yang menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, menggerakkan masyarakat, atau memperjuangkan pendidikan.

4\. Pasangan, sahabat, atau keluarga
Orang yang menemani kita dalam masa sulit, memberikan semangat saat kita hampir menyerah, dan menerima kekurangan kita tanpa banyak menuntut.

5\. Tokoh penulis atau pendidik
Sosok yang menginspirasi kita melalui buku, karya, gagasan, perjuangan, atau konsistensinya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Tidak perlu bingung memilih siapa yang akan ditulis. Pilihlah seseorang yang kisahnya benar-benar dekat dengan hati kita.
### D. Bagaimana Cara Menulis Kisah Orang yang Kita Kagumi?
Ada satu prinsip yang selalu Omjay tekankan dalam kegiatan literasi: menulislah dengan hati, berdasarkan pengalaman, dan sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Agar tulisan tidak sekadar berisi pujian, gunakan enam langkah berikut.
* Tentukan sosok yang akan ditulis. Pilih satu orang terlebih dahulu. Fokus pada satu tokoh akan membuat cerita lebih mendalam.
* Ceritakan bagaimana kita mengenalnya. Tuliskan kapan bertemu, di mana peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kesan pertama kita terhadapnya.
* Pilih pengalaman yang paling berkesan. Carilah satu kejadian nyata yang memperlihatkan karakter tokoh tersebut.
* Tunjukkan keteladanannya. Apakah ia pekerja keras, jujur, sabar, sederhana, disiplin, atau pantang menyerah?
* Jelaskan pengaruhnya terhadap kehidupan kita. Ceritakan perubahan sikap, pemikiran, atau tindakan yang terjadi setelah mengenal sosok itu.
* Akhiri dengan refleksi. Tuliskan pelajaran yang ingin kita teruskan kepada pembaca dan generasi berikutnya.
Ingat, Bapak dan Ibu, tulisan yang menyentuh hati tidak harus menggunakan kata-kata yang rumit. Kejujuran dalam bercerita jauh lebih penting daripada kalimat indah yang tidak menggambarkan pengalaman nyata.
### E. Rumus Sederhana Menulis Artikel
Gunakan pola 5W + 1H agar tulisan lebih terarah.
| Unsur | Pertanyaan panduan |
| ----- | -------------------------------------------------- |
| What | Siapa orang yang saya kagumi? |
| Who | Siapa saja yang terlibat dalam kisah tersebut? |
| When | Kapan pengalaman itu terjadi? |
| Where | Di mana peristiwa itu berlangsung? |
| Why | Mengapa saya mengaguminya? |
| How | Bagaimana ia memberikan pengaruh dalam hidup saya? |
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, susun jawaban menjadi cerita yang mengalir. Jangan hanya membuat daftar jawaban. Hubungkan setiap pengalaman sehingga pembaca merasa ikut menyaksikan peristiwa yang kita ceritakan.
### F. Contoh Artikel: Guru yang Mengubah Hidup Saya
Berikut contoh tulisan sederhana yang dapat menjadi inspirasi peserta KBMN PGRI Gelombang 35. Nama dan peristiwa dalam contoh ini bersifat ilustratif, sehingga peserta perlu menggantinya dengan pengalaman nyata masing-masing.
# Guru yang Mengubah Hidup Saya
Saya tidak pernah melupakan seorang guru yang pernah mengajar saya ketika masih duduk di bangku sekolah. Beliau bukan guru yang paling terkenal. Penampilannya sederhana dan cara bicaranya pun tidak berlebihan. Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang membuat saya selalu mengingatnya hingga sekarang.
Saya masih ingat ketika suatu hari saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. Saya merasa malu dan menganggap diri saya tidak cukup pintar untuk meraih prestasi. Saat teman-teman yang lain terlihat gembira, saya justru memilih diam. Saya takut mencoba lagi karena khawatir akan mengalami kegagalan yang sama.
Guru saya menyadari perubahan sikap tersebut. Beliau mendekati saya dan mengajak berbicara. Tidak ada kemarahan atau kata-kata yang membuat saya semakin kecil hati. Beliau justru mengatakan bahwa satu kegagalan tidak menentukan seluruh masa depan seseorang.
“Yang penting bukan berapa kali kamu gagal, tetapi apakah kamu mau belajar dan mencoba kembali,” demikian pesan yang selalu saya ingat.
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, bagi saya, nasihat tersebut menjadi titik balik. Saya mulai memahami bahwa belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi. Belajar juga tentang keberanian menghadapi kesulitan, kesediaan memperbaiki kesalahan, dan kemauan untuk terus bertumbuh.
Sejak saat itu, saya berusaha mengubah kebiasaan. Saya belajar lebih teratur, tidak malu bertanya, dan berani mencoba meskipun belum yakin akan berhasil. Perlahan-lahan, saya menyadari bahwa kemampuan dapat berkembang ketika kita mau berusaha dan tidak berhenti belajar.
Kini, setelah melewati berbagai pengalaman kehidupan, saya semakin memahami arti seorang guru. Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga membantu murid menemukan keyakinan terhadap dirinya sendiri.
Saya mengagumi guru tersebut karena kesabarannya, ketulusannya, dan kemampuannya melihat potensi yang bahkan belum saya sadari. Beliau mungkin telah melupakan percakapan singkat itu, tetapi saya tidak pernah melupakan pengaruhnya.
Dari beliau, saya belajar bahwa satu nasihat yang diberikan dengan tulus dapat mengubah cara seseorang memandang masa depannya.
Saya berharap suatu hari nanti dapat melakukan hal yang sama kepada orang lain. Saya ingin menjadi pribadi yang tidak mudah meremehkan orang lain, yang bersedia mendengarkan, dan yang mampu memberikan semangat ketika seseorang hampir menyerah.
Bagi saya, orang yang patut dikagumi bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kesulitan. Orang yang patut dikagumi adalah mereka yang tetap berbuat baik, memberikan manfaat, dan membantu orang lain menjadi lebih baik.
Terima kasih kepada guru yang pernah hadir dalam perjalanan hidup saya. Mungkin saya tidak mampu membalas semua kebaikannya, tetapi saya dapat meneruskan nilai-nilai yang telah beliau ajarkan.
Sebab, kebaikan seorang guru tidak berhenti ketika pelajaran selesai. Kebaikan itu dapat terus hidup dalam diri murid-muridnya, tumbuh menjadi tindakan, dan menginspirasi banyak orang.
Apa yang bisa kita pelajari dari contoh tersebut?
* Cerita dimulai dari pengalaman yang konkret.
* Ada masalah yang membuat cerita berkembang.
* Sosok yang dikagumi diperlihatkan melalui tindakan, bukan hanya pujian.
* Penulis menjelaskan perubahan yang dialaminya.
* Penutup mengandung refleksi yang dapat dipetik pembaca.
Pola ini bisa diterapkan untuk menulis kisah ibu, ayah, pasangan, sahabat, kepala sekolah, rekan kerja, atau siapa pun yang memiliki pengaruh berarti dalam hidup kita.
### G. Teknik Membuat Tulisan Lebih Menyentuh Hati
Agar artikel memiliki kekuatan emosional, praktikkan beberapa teknik berikut.
1\. Gunakan detail yang nyata.
Jangan hanya menulis, “Ibu saya sangat baik.” Cobalah mengingat tindakan yang menggambarkan kebaikan tersebut. Misalnya, ibu yang tetap menemani anaknya belajar meskipun lelah setelah bekerja.
2\. Hadirkan satu adegan yang kuat.
Tuliskan percakapan, suasana, atau kejadian yang benar-benar kita ingat. Detail sederhana sering kali lebih membekas daripada pujian yang panjang.
3\. Ceritakan perasaan dengan jujur.
Kita boleh menceritakan rasa sedih, malu, kecewa, bahagia, atau terharu. Namun, hindari membesar-besarkan peristiwa hanya untuk membuat pembaca menangis.
4\. Seimbangkan cerita dan refleksi.
Setelah menceritakan kejadian, jelaskan maknanya bagi kehidupan kita. Dengan begitu, pembaca tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami pelajaran yang terkandung di dalamnya.
5\. Jaga privasi dan hormati tokoh.
Jika kisah menyangkut pengalaman pribadi orang lain, mintalah izin apabila diperlukan. Hindari membuka rahasia keluarga atau informasi sensitif yang tidak perlu dipublikasikan.
### H. Praktik Menulis Bersama Omjay
Sekarang saatnya peserta KBMN PGRI Gelombang 35 mulai menulis.
### Lembar Kerja Peserta
Isi pertanyaan berikut untuk menemukan bahan tulisan Anda. Jawaban akan dirangkai menjadi kerangka artikel yang bisa Anda salin.
1\. Siapa sosok yang Anda kagumi?
Ibu atau ayah
Guru
Pasangan atau sahabat
Tokoh masyarakat atau penulis
Orang lain
2\. Siapa nama atau sebutan sosok tersebut?
3\. Pengalaman apa yang paling Anda ingat bersamanya?
4\. Sifat apa yang paling Anda kagumi?
5\. Pelajaran apa yang Anda peroleh?
6\. Judul sementara artikel
Salin kerangka tulisan
### I. Tugas Praktik KBMN PGRI Gelombang 35
Tugas utama: Menulis artikel inspiratif
Buatlah satu artikel dengan tema “Orang yang Saya Kagumi” berdasarkan pengalaman nyata Anda.
Ketentuan tulisan
* Panjang tulisan: 500–800 kata.
* Memiliki judul yang menarik.
* Memuat setidaknya satu pengalaman nyata.
* Menjelaskan alasan mengagumi tokoh.
* Mengandung pesan atau pelajaran kehidupan.
* Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.
Publikasikan karya
Unggah artikel di blog pribadi. Jika belum memiliki blog, peserta dapat berlatih menyusun naskah terlebih dahulu, lalu meminta pendampingan untuk memublikasikannya.
Berikan apresiasi
Bacalah tulisan minimal dua peserta lain. Tuliskan komentar yang santun, spesifik, dan membangun.
### Pilihan judul untuk membantu peserta mulai menulis
* Ibu, Sosok yang Mengajarkan Arti Ketulusan
* Guru yang Tak Pernah Saya Lupakan
* Ayah dan Perjuangan yang Tak Banyak Diceritakan
* Sahabat yang Hadir Saat Dunia Terasa Berat
* Seseorang yang Mengubah Cara Pandang Saya
* Belajar tentang Kehidupan dari Seorang Murid
* Pasangan Hidup, Teman Seperjalanan dalam Suka dan Duka
* Sosok Sederhana dengan Pengaruh yang Luar Biasa
* Orang yang Membuat Saya Berani Bermimpi
* Keteladanan yang Ingin Saya Wariskan kepada Generasi Berikutnya
### J. Rubrik Penilaian Tulisan
| Aspek | Skor maksimal |
| ---------------------------------- | ------------- |
| Keaslian dan kedalaman pengalaman | 25 |
| Alur cerita dan struktur artikel | 20 |
| Keteladanan dan pesan inspiratif | 25 |
| Penggunaan bahasa dan keterbacaan | 15 |
| Judul, penyuntingan, dan publikasi | 15 |
| Total | 100 |
Penilaian ini bertujuan membantu peserta berkembang, bukan membuat peserta takut menulis. Artikel sederhana dengan pengalaman yang jujur tetap memiliki nilai tinggi apabila mampu menyampaikan pelajaran yang bermakna.
### K. Penutup: Kekaguman yang Menjadi Warisan Kebaikan
Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35,
Kita mungkin tidak mampu membalas seluruh kebaikan orang yang kita kagumi. Kita juga mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan terima kasih secara langsung kepada mereka.
Namun, kita masih memiliki kesempatan untuk menuliskan kisah mereka.
Melalui tulisan, kita dapat mengabadikan nasihat seorang ibu, perjuangan seorang ayah, ketulusan seorang guru, kesetiaan seorang sahabat, atau kebaikan seorang murid. Kisah-kisah sederhana itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang yang bahkan belum pernah kita temui.
Omjay percaya, setiap orang memiliki cerita yang layak dituliskan. Kita tidak harus menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Kita cukup berani memulai dari pengalaman sendiri, kemudian terus belajar memperbaiki tulisan.
Jangan takut tulisan kita dianggap sederhana. Bisa jadi, pengalaman yang tampak biasa bagi kita justru memberikan kekuatan kepada pembaca yang sedang menghadapi persoalan serupa.
Orang yang kita kagumi mungkin hanya satu bagian dari perjalanan hidup kita, tetapi kisah keteladanannya dapat hidup jauh lebih lama melalui tulisan.
Mari terus membaca dan menulis. Jadikan menulis sebagai kebutuhan, bukan sekadar tugas. Jangan biarkan pengalaman berharga hilang begitu saja tanpa pernah diceritakan.
Salam literasi!
Omjay — Wijaya Kusumah Guru Blogger Indonesia KBMN PGRI Gelombang 35
### Pesan Omjay untuk peserta malam ini
“Jangan hanya mengagumi seseorang di dalam hati. Tuliskan kebaikannya agar lebih banyak orang belajar dari keteladanannya. Sebab, tulisan yang lahir dari hati dapat menyentuh hati pembaca dan membuat kebaikan terus hidup dari generasi ke generasi.”
Tugas malam ini: Pilih satu orang yang paling Anda kagumi, kenang satu peristiwa yang paling berkesan, lalu mulailah menulis. Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Selesaikan dahulu, baca kembali, perbaiki, dan bagikan kepada dunia.