Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Selasa, 13 Oktober 2026

OTN 8 Tinggal 16 Hari Lagi

๐Ÿ”ฅ OTN 8 TINGGAL 16 HARI LAGI! SIAPKAN DIRIMU MENJADI JUARA! ๐Ÿ”ฅ

๐Ÿš€ OLIMPIADE TIK, INFORMATIKA, KODING, ROBOTIK, DAN E-SPORT 2026

Halo, Bapak/Ibu Guru, para peserta didik, orang tua, dan sahabat pendidikan di seluruh Indonesia!

Waktu terus berjalan. Tidak terasa, OTN 8 tinggal 16 hari lagi! Saatnya kita bersiap menyambut ajang kompetisi teknologi dan kreativitas digital yang mempertemukan talenta-talenta muda Indonesia.

๐Ÿ“… 29 Oktober–1 November 2026

๐Ÿ“ Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta

OTN 8 menjadi bagian dari kemeriahan Indocomtech 2026. Inilah kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan semangat berprestasi di bidang teknologi.

๐Ÿ† Cabang kompetisi OTN 8:

๐Ÿ’ป Olimpiade Informatika dan Kecerdasan Artifisial (AI)

๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ’ป Lomba Koding

๐Ÿค– Lomba Robotik

๐Ÿง  Lomba Cerdas Cermat

๐ŸŽฎ E-Sport Mobile Legends

๐ŸŽฌ Lomba Film Pendek

๐Ÿ“ข PENDAFTARAN PESERTA SUDAH DAPAT DILAKUKAN!

Jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk menjadi bagian dari OTN 8. Ajak teman-teman, siapkan tim terbaik, dan tunjukkan kemampuanmu dalam kompetisi tingkat nasional!

๐Ÿ”— DAFTAR SEKARANG MELALUI TAUTAN BERIKUT:

๐Ÿ‘‰ https://s.id/otn82026

Bapak/Ibu Guru, mari kita dukung peserta didik untuk berani mencoba, berkompetisi secara sehat, dan mengembangkan potensi mereka di bidang teknologi digital.

Masa depan bukan hanya milik mereka yang pandai menghafal, tetapi juga milik generasi yang mampu berpikir kritis, berkolaborasi, memecahkan masalah, dan menciptakan inovasi.

๐Ÿ”ฅ 16 HARI MENUJU PANGGUNG PRESTASI!

Bersama IGTIK PGRI dan KOGTIK, mari kita kobarkan semangat belajar informatika, koding, robotik, dan kecerdasan artifisial untuk Indonesia yang lebih maju.

OTN 8 — Saatnya Berkompetisi, Berinovasi, dan Menginspirasi!

Salam Informatika!

Omjay — Guru Blogger Indonesia

#OTN8 #OTN2026 #Indocomtech2026 #IGTIKPGRI #KOGTIK #Informatika #Koding #KecerdasanArtifisial #Robotik #Esport #GuruIndonesia

Senin, 12 Oktober 2026

MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35 Pelajaran dari Kehidupan: Mengubah Pengalaman Menjadi Tulisan yang Menginspirasi

Salam Blogger Persahabatan Omjay http://wijayalabs.com Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi




MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35

Pelajaran dari Kehidupan: Mengubah Pengalaman Menjadi Tulisan yang Menginspirasi

Bersama Omjay — Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam literasi! Salam blogger Indonesia!

Bapak dan Ibu peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35 yang hebat, pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita, tetapi terkadang luput dari perhatian. Sesuatu itu adalah pelajaran dari kehidupan.

Setiap hari kita menjalani berbagai peristiwa. Kita bertemu orang baru, menghadapi masalah, merasakan kebahagiaan, mengalami kegagalan, menikmati keberhasilan, dan belajar menerima kenyataan. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa setiap peristiwa tersebut sesungguhnya menyimpan pelajaran berharga yang bisa kita tuliskan?

Kehidupan bukan sekadar perjalanan dari pagi menuju malam. Kehidupan adalah sekolah yang tidak pernah tutup. Setiap orang yang kita temui bisa menjadi guru, setiap masalah bisa menjadi pelajaran, dan setiap pengalaman bisa menjadi bahan tulisan yang menginspirasi orang lain.

Mari kita belajar bersama Omjay untuk menemukan hikmah dari pengalaman sehari-hari dan mengubahnya menjadi tulisan yang menyentuh hati pembaca.

1. Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti materi ini, peserta KBMN PGRI Gelombang 35 diharapkan mampu:

  1. Menemukan pelajaran berharga dari pengalaman hidup sehari-hari.
  2. Mengidentifikasi pengalaman pribadi yang layak dijadikan tulisan.
  3. Menyusun cerita berdasarkan pengalaman nyata dengan alur yang runtut.
  4. Menuliskan refleksi dan hikmah dari sebuah peristiwa.
  5. Mempublikasikan tulisan di blog pribadi atau media menulis lainnya.
  6. Mengembangkan kebiasaan membaca, menulis, dan merefleksikan kehidupan.

2. Apa yang dimaksud dengan pelajaran dari kehidupan?

Pelajaran dari kehidupan adalah nilai, pemahaman, atau kebijaksanaan yang kita peroleh melalui pengalaman nyata, baik pengalaman menyenangkan maupun pengalaman yang menyakitkan.

Kita tidak harus mengalami peristiwa besar untuk mendapatkan pelajaran hidup. Peristiwa sederhana pun dapat memberikan makna yang mendalam.

Contohnya:

  • Ketika gagal mencapai cita-cita, kita belajar tentang kesabaran dan ketekunan.
  • Ketika ditolong orang lain, kita belajar tentang ketulusan.
  • Ketika melakukan kesalahan, kita belajar tentang tanggung jawab.
  • Ketika kehilangan kesempatan, kita belajar menghargai waktu.
  • Ketika menghadapi kesulitan, kita belajar untuk tidak mudah menyerah.
  • Ketika menjadi guru, kita belajar bahwa murid juga dapat mengajarkan sesuatu kepada gurunya.

Tidak semua pengalaman menyenangkan, tetapi setiap pengalaman dapat menjadi sumber pembelajaran.

Kuncinya terletak pada kemampuan kita mengambil hikmah dari peristiwa yang telah terjadi.

3. Kehidupan adalah guru terbaik

Bayangkan seorang anak yang sedang belajar naik sepeda. Pada awalnya, ia takut jatuh. Ia mencoba berkali-kali, kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh. Lututnya mungkin terluka, tetapi ia kembali bangkit dan mencoba lagi.

Beberapa hari kemudian, ia akhirnya bisa mengendarai sepeda dengan lancar.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

Kita belajar bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada percobaan pertama. Ada proses panjang yang membutuhkan keberanian, kesabaran, dan kemauan untuk mencoba kembali.

Begitu pula dalam menulis.

Seorang penulis pemula mungkin merasa tulisannya tidak bagus. Ia bingung menentukan judul, kesulitan merangkai kalimat, dan takut tulisannya tidak dibaca orang lain.

Namun, apabila ia terus berlatih, membaca karya orang lain, dan berani memublikasikan tulisannya, kemampuannya akan berkembang.

Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Mulailah menulis agar kita bertumbuh menjadi penulis yang lebih baik.

4. Mengapa pengalaman hidup penting untuk ditulis?

Ada beberapa alasan mengapa pengalaman hidup perlu dituliskan.

Pertama, tulisan menjadi pengingat perjalanan hidup.

Manusia mudah melupakan detail sebuah peristiwa. Dengan menulis, kita dapat menyimpan kenangan, perjuangan, dan perubahan yang pernah kita alami.

Kedua, tulisan dapat menjadi sumber inspirasi.

Pengalaman sederhana yang kita ceritakan mungkin sedang dibutuhkan oleh seseorang yang menghadapi persoalan serupa.

Ketiga, tulisan membantu kita memahami diri sendiri.

Ketika menulis, kita belajar melihat kembali keputusan yang pernah diambil, kesalahan yang pernah dilakukan, serta nilai-nilai yang ingin kita pertahankan.

Keempat, tulisan dapat meninggalkan warisan pemikiran.

Suatu hari, tulisan kita mungkin dibaca oleh anak, cucu, murid, atau orang yang belum pernah kita temui. Mereka dapat mengenal pemikiran kita melalui tulisan tersebut.

Itulah sebabnya menulis tidak sekadar menyusun kata. Menulis juga merupakan cara merawat ingatan dan membagikan kebijaksanaan.

5. Cara mengubah pengalaman menjadi tulisan yang menarik

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, terkadang kita berkata, "Saya tidak punya pengalaman menarik untuk ditulis."

Sesungguhnya, masalahnya bukan karena kita tidak memiliki pengalaman. Kita hanya belum terbiasa melihat pengalaman sebagai bahan tulisan.

Omjay mengajak peserta menggunakan lima langkah berikut.

Langkah 1 — Temukan peristiwa

Ingat satu kejadian nyata yang masih membekas dalam pikiran. Bisa tentang keluarga, sekolah, persahabatan, pekerjaan, perjalanan, kegagalan, atau pertolongan seseorang.

Langkah 2 — Kenali perasaan

Tuliskan perasaan yang muncul ketika peristiwa itu terjadi. Apakah kita sedih, bahagia, kecewa, malu, takut, atau bersyukur?

Langkah 3 — Temukan hikmah

Tanyakan kepada diri sendiri: Apa yang saya pelajari dari peristiwa tersebut? Apa yang berubah dalam cara pandang saya?

Langkah 4 — Susun cerita

Mulailah dengan pembukaan yang menarik, lanjutkan dengan kejadian utama, kemudian tutup dengan refleksi atau pelajaran hidup.

Langkah 5 — Bagikan tulisan

Periksa kembali tulisan, pilih judul yang kuat, lalu publikasikan di blog pribadi atau platform menulis yang digunakan.

6. Struktur sederhana tulisan reflektif

Agar tidak bingung ketika mulai menulis, gunakan struktur berikut.

Bagian

Isi tulisan

Judul

Menarik perhatian dan menggambarkan makna cerita

Pembukaan

Mengenalkan peristiwa, waktu, tempat, atau tokoh

Isi cerita

Menjelaskan apa yang terjadi secara runtut

Konflik atau tantangan

Menceritakan kesulitan, kesalahan, atau perasaan yang muncul

Refleksi

Menguraikan pemahaman baru setelah mengalami peristiwa

Penutup

Menyampaikan pesan yang dapat dipetik pembaca

Tidak semua tulisan harus mengikuti pola ini secara kaku. Yang terpenting adalah pembaca memahami peristiwa yang diceritakan dan merasakan maknanya.

7. Contoh artikel: Pelajaran Berharga dari Sebuah Kesalahan

Contoh tulisan untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35

Jangan Takut Mengakui Kesalahan

Saya pernah berpikir bahwa seorang guru harus selalu benar. Sebagai pendidik, saya merasa harus mampu menjawab pertanyaan murid, menyelesaikan masalah kelas, dan memberikan contoh yang baik setiap saat.

Namun, sebuah kejadian sederhana mengubah cara pandang saya.

Suatu hari, saya menjelaskan materi pelajaran kepada murid-murid. Saya merasa sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Penjelasan saya berjalan lancar, sampai seorang murid mengangkat tangan dan menyampaikan bahwa ada bagian penjelasan saya yang kurang tepat.

Sesaat saya terdiam.

Di dalam hati, muncul rasa malu. Bagaimana mungkin saya sebagai guru melakukan kesalahan di depan murid sendiri?

Saya kemudian memeriksa kembali materi yang saya gunakan. Ternyata, murid tersebut benar. Ada bagian yang perlu saya perbaiki.

Saya pun mengakui kesalahan itu dan menjelaskan kembali materi yang tepat.

Di luar dugaan, suasana kelas justru menjadi lebih terbuka. Murid-murid berani bertanya dan berdiskusi. Saya menyadari bahwa mengakui kesalahan tidak membuat saya kehilangan wibawa sebagai guru.

Sebaliknya, saya sedang menunjukkan bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat.

Sejak saat itu, saya berusaha lebih berhati-hati dalam menyiapkan materi. Saya juga belajar menerima masukan tanpa merasa harus selalu membela diri.

Pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting: orang yang bijaksana bukanlah orang yang tidak pernah salah, melainkan orang yang mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering takut terlihat lemah ketika mengakui kekeliruan. Padahal, keberanian mengakui kesalahan merupakan bagian dari kedewasaan.

Saya percaya, seorang guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan melalui buku pelajaran. Guru juga mengajarkan nilai kehidupan melalui sikap dan tindakan nyata.

Dan pada hari itu, saya belajar sesuatu dari murid saya sendiri.

Catatan: Contoh di atas merupakan cerita ilustratif. Peserta dapat menggantinya dengan pengalaman nyata yang benar-benar pernah dialami.

8. Menggali pelajaran hidup dari berbagai pengalaman

Berikut beberapa ide yang dapat digunakan sebagai bahan tulisan.

 

A. Pelajaran dari keluarga

Ceritakan nasihat orang tua, perjuangan pasangan, pengorbanan keluarga, atau kebahagiaan sederhana bersama anak dan cucu.

Contoh judul: Nasihat Ibu yang Baru Saya Pahami Setelah Dewasa

 

B. Pelajaran dari dunia pendidikan

Tuliskan pengalaman mengajar, murid yang menginspirasi, kegagalan pembelajaran, atau perubahan yang terjadi setelah mencoba metode baru.

Contoh judul: Murid yang Mengajarkan Arti Kesabaran kepada Gurunya

 

C. Pelajaran dari kegagalan

Ceritakan impian yang belum tercapai, kesempatan yang hilang, atau perjuangan panjang yang akhirnya mengubah cara pandang.

Contoh judul: Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan

 

D. Pelajaran dari persahabatan

Tuliskan kisah seseorang yang hadir ketika kita mengalami kesulitan, memberikan nasihat, atau membantu tanpa mengharapkan imbalan.

Contoh judul: Sahabat Sejati Hadir Ketika Kita Membutuhkan

 

E. Pelajaran dari rasa syukur

Ceritakan bagaimana peristiwa sederhana membuat kita lebih menghargai kesehatan, waktu, kesempatan, dan orang-orang yang menyayangi kita.

Contoh judul: Bahagia Itu Ketika Kita Belajar Bersyukur

9. Tips agar tulisan pengalaman hidup menyentuh hati

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, tulisan yang menyentuh hati tidak harus menggunakan kata-kata yang rumit. Justru kejujuran dan detail kecil sering membuat sebuah cerita terasa dekat.

Perhatikan beberapa tips berikut.

  1. Mulailah dari kejadian nyata. Ceritakan apa yang benar-benar terjadi, bukan sekadar nasihat.
  2. Gunakan detail yang konkret. Misalnya, suara hujan di jendela, ruang kelas yang mulai sepi, atau pesan singkat dari seseorang.
  3. Ceritakan perasaan dengan jujur. Pembaca dapat memahami kegembiraan, kekecewaan, atau rasa takut yang kita alami.
  4. Jangan hanya menceritakan kejadian. Jelaskan pula apa yang kita pikirkan dan pelajari setelahnya.
  5. Hindari menggurui pembaca. Biarkan pengalaman dan refleksi menyampaikan pesan secara alami.
  6. Jaga privasi dan martabat orang lain. Samarkan identitas jika diperlukan dan mintalah izin ketika cerita menyangkut hal pribadi.
  7. Akhiri dengan makna. Ajak pembaca merenungkan pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan mereka.

Ingatlah, menulis dengan hati bukan berarti harus membuat pembaca menangis. Tulisan yang baik bisa membuat pembaca tersenyum, mengingat seseorang, mengubah kebiasaan, atau berani memulai kembali.

10. Tugas praktik KBMN PGRI Gelombang 35

Tantangan Menulis: Satu Pengalaman, Satu Pelajaran

Waktu pengerjaan: 60–90 menit

Petunjuk tugas

  1. Pilih satu pengalaman nyata yang memberikan pelajaran berharga dalam hidup Anda.
  2. Tuliskan judul yang menarik dan sesuai dengan isi cerita.
  3. Buat artikel sepanjang 500–800 kata dengan struktur pembukaan, isi cerita, refleksi, dan penutup.
  4. Sisipkan minimal satu dialog atau detail peristiwa agar cerita terasa hidup, jika sesuai dengan pengalaman Anda.
  5. Jelaskan secara khusus pelajaran apa yang Anda dapatkan dari pengalaman tersebut.
  6. Publikasikan tulisan di blog pribadi, kemudian bagikan tautannya di grup KBMN sesuai petunjuk fasilitator.

Mulai merancang tulisan Anda

Isi bagian berikut untuk membuat kerangka awal sebelum menulis artikel lengkap.

Pilih pengalaman yang akan ditulis

Kegagalan yang mengajarkan sesuatu

Pengalaman bersama keluarga

Pengalaman mengajar atau menjadi murid

Persahabatan dan kebaikan seseorang

Perjalanan yang mengubah cara pandang

Peristiwa sederhana yang membuat bersyukur

Judul sementara

Pelajaran utama yang ingin disampaikan

Target panjang tulisan

300–500 kata — latihan awal

500–800 kata — tugas utama

1.000 kata atau lebih — pengembangan artikel

Buat kerangka artikel saya

Rubrik penilaian tugas

Aspek

Bobot

Keaslian dan kekuatan pengalaman

25%

Keruntutan alur cerita

20%

Kedalaman refleksi dan hikmah

25%

Bahasa yang komunikatif dan menyentuh

20%

Kerapian tulisan dan publikasi

10%

Total

100%

Penilaian bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, melainkan untuk membantu setiap peserta berkembang menjadi penulis yang lebih baik.

11. Pertanyaan refleksi untuk diskusi kelas

Setelah menyelesaikan tulisan, mari renungkan pertanyaan berikut.

  • Peristiwa apa yang paling mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan?
  • Siapa orang yang memberikan pelajaran berharga dalam hidup saya?
  • Kesalahan apa yang membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik?
  • Apakah ada pengalaman yang selama ini saya simpan, tetapi belum pernah saya ceritakan?
  • Jika tulisan saya dibaca orang lain lima atau sepuluh tahun mendatang, pelajaran apa yang ingin saya wariskan?

Peserta dapat memilih satu pertanyaan dan menjawabnya melalui tulisan singkat atau diskusi di grup KBMN.

12. Pesan Omjay: Jangan biarkan pengalaman berlalu tanpa makna

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang Omjay banggakan,

Kita tidak bisa mengulang waktu. Peristiwa kemarin sudah berlalu dan kejadian hari ini suatu saat akan menjadi kenangan. Namun, kita masih mempunyai kesempatan untuk mengabadikan pengalaman itu melalui tulisan.

Mungkin hari ini kita pernah gagal. Mungkin ada impian yang belum tercapai. Mungkin kita pernah menangis karena kehilangan, kecewa karena harapan tidak sesuai kenyataan, atau merasa tidak mampu melanjutkan perjuangan.

Jangan buru-buru menganggap semua itu sebagai akhir cerita.

Bisa jadi, pengalaman yang paling menyakitkan justru mengajarkan kita tentang ketabahan. Kegagalan mungkin mengajari kita tentang kerendahan hati. Pertolongan seseorang mungkin membuat kita memahami arti ketulusan. Bahkan sebuah pertemuan singkat bisa meninggalkan nasihat yang kita ingat seumur hidup.

Sebagai guru dan penulis, kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi sumber pembelajaran bagi orang lain.

Omjay selalu mengajak para peserta KBMN untuk membiasakan diri membaca dan menulis. Jangan menunggu memiliki waktu luang, jangan menunggu mendapatkan inspirasi besar, dan jangan menunggu merasa menjadi penulis hebat.

Tuliskan satu pengalaman hari ini. Besok, tuliskan pengalaman yang lain. Bacalah kembali tulisan itu, perbaiki, dan bagikan kepada orang lain.

Tulisan kita mungkin sederhana. Pembacanya mungkin belum banyak. Namun, kita tidak pernah tahu kapan sebuah kalimat akan menyentuh hati seseorang dan memberinya kekuatan untuk melanjutkan perjuangan.

Hidup memberikan pengalaman, pengalaman menghadirkan pelajaran, dan menulis membuat pelajaran itu dapat diwariskan.

Mari kita jadikan kehidupan sebagai sumber inspirasi yang tidak pernah habis.

Teruslah membaca. Teruslah menulis. Teruslah belajar dari kehidupan.

Salam literasi!

Omjay — Wijaya Kusumah

Guru Blogger Indonesia

KBMN PGRI Gelombang 35

Penutup dan ajakan untuk peserta

Mari kita buktikan bahwa setiap orang mempunyai cerita yang layak dibagikan. Tidak harus menjadi tokoh terkenal untuk menulis kisah inspiratif. Kita cukup menjadi manusia yang mau belajar dari pengalaman dan berani menceritakannya dengan jujur.

Tugas kita malam ini sederhana: temukan satu pengalaman, tuliskan satu pelajaran, dan bagikan satu inspirasi.

Semoga dari kelas KBMN PGRI Gelombang 35 lahir semakin banyak guru penulis yang mampu mengabadikan pengalaman hidup menjadi karya yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan generasi mendatang.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 


Minggu, 11 Oktober 2026

Buya Hamka

Berikut contoh artikel untuk materi KBMN PGRI Gelombang 35 dengan tema “Orang yang Saya Kagumi”, mengambil sosok Buya Hamka, ulama, sastrawan, dan tokoh pendidikan Indonesia yang memberikan keteladanan melalui ilmu, karya, dan pengabdiannya kepada masyarakat.

### Buya Hamka, Ulama dan Sastrawan yang Mengajarkan Arti Kebaikan

![Kehidupan Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA, Ulama Besar Asal Minangkabau](https://images.openai.com/static-rsc-4/Kmrl1WVZJI_ZjLmbjn1AAVgOvrHbmnI4iKLErHeWJlSKSl1tepS5Cm2FqInd3EZYR_P1gDAo0c3vlW85n5QJMKNwPNhnbaS-sgcgXU83L32x9i3Zav3Y4Fc2ysGnkPqlCh4vzuVzk02DgZ8AdLtjbuSF6B1qbwziSyzyxSQLn2pLRUN9p6xCDUEbrviBo3H9?purpose=fullsize)

![](https://images.openai.com/static-rsc-4/dRQfgQkC5Pml9or_jKxZElNFdRJ_DhuUu749cCXDNM15FLXOFamoGjqZVF01GuFAtGXqLD05yF6521cSLME0TcQtDL8x4T5A2pGrJK5wS9Cwu-aX_tLMMTAscBhlZLXwVIr3hDE5xp4rJP9xfvVFwskSrQFAAYwJvc9GlOwdEkZzxhAX1SDNYCrBEYj9jBbv?purpose=fullsize)

![Shopee Malaysia | Free Shipping Across Malaysia](https://images.openai.com/static-rsc-4/2uNg5C5mkBZiVL8m-OcAWjZ-6zvtclsEvDnm2npUtNQaT-0x3IlcwyC62yr2vnmMf3gezEIRRepgW675_tdaDZiTcXxV9R5ilkhptmy-JHS1u9U0SWn47w2TQXOYlgpjktPbn45I1FtejCsjxDdcRksFulsbZqmHov4T5Up0Hs-SwkhpDVeHfBvDXjGJy9cA?purpose=fullsize)

Contoh artikel inspiratif untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35 bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia.

Ada banyak tokoh yang dapat kita kagumi dalam kehidupan ini. Ada yang dikagumi karena kekayaannya, ada yang dikenal karena jabatannya, dan ada pula yang namanya terus dikenang karena ilmu, karya, serta kebaikan yang diwariskannya kepada generasi berikutnya.

Salah satu tokoh yang layak kita teladani adalah Buya Hamka, yang memiliki nama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Beliau dikenal sebagai ulama, pemikir Islam, penulis, dan sastrawan besar Indonesia. Perjalanan hidupnya memberikan pelajaran bahwa seseorang dapat menyebarkan kebaikan melalui berbagai jalan: pendidikan, dakwah, sastra, dan keteladanan pribadi.

Bagi saya, Buya Hamka merupakan sosok yang menarik untuk dipelajari oleh para guru, penulis, dan pegiat literasi. Beliau menunjukkan bahwa ilmu tidak seharusnya berhenti di dalam pikiran. Ilmu perlu dibagikan agar memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.

6

6

### 1\. Kebaikan Buya Hamka dalam Membangun Pendidikan

Salah satu hal yang membuat saya mengagumi Buya Hamka adalah pengabdiannya dalam dunia pendidikan dan dakwah. Beliau berperan penting dalam menghidupkan kegiatan keagamaan dan pendidikan di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta.

Perlu kita ketahui, Masjid Agung Al-Azhar didirikan oleh Yayasan Pesantren Islam pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958. Buya Hamka kemudian dikenal sebagai imam besar masjid tersebut dan turut mengembangkan kegiatan dakwah serta pendidikan. Jadi, beliau bukan pendiri tunggal masjid itu, melainkan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Al-Azhar.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa kebaikan tidak selalu berarti membangun sesuatu sendirian. Kebaikan juga dapat diwujudkan dengan meneruskan perjuangan, mengembangkan lembaga, membimbing masyarakat, dan memastikan pendidikan terus memberikan manfaat.

Bagi seorang guru, teladan ini sangat bermakna. Sekolah bukan sekadar tempat murid memperoleh nilai dan ijazah. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter, ilmu pengetahuan, kepedulian, dan cita-cita.

### 2\. Buya Hamka, Sastrawan Besar Indonesia

![Membaca Kembali Hamka. “Islam adalah agama ilmu dan akal” | by Frial Supratman | Medium](https://images.openai.com/static-rsc-4/1kUD6845M3Te-LjJaONDqeOOhZQ8yaWz9d1Vdz70ICbx2kzquS7kahOO5VWqma-POMmZOwqoFUpevbmwwpfkP0Y0R5FzyzFlOnfJIRQQ6Mig36p0818qWeGyFTk7LT12fv-lOeN_ovSNGr8rxo3KZ__1pBJ2DXcFRH10OcZK7K_FSmX-mlhUN4VzVlnEG6YP?purpose=fullsize)

![Buku Tenggelamnya Kapal Vanderwick Bekas - Jual Buku Tenggelamnya Kapal Vanderwick Bekas Terbaru Indonesia | Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck | Buya Hamka Novel | Soft Cover Buku Baru | 268 Halaman Buku | www.lazada.co.id](https://images.openai.com/static-rsc-4/IAwZLijXzcHpe8PpU-47nQjAMQruUFiuVcjJbtQkCI9J2WKGH6CIVdmzpO3-XABvTdGKvoog52Q-QIIhLmtAQaV1r7l_8_mlR7bAaakCannWnmPe_FgMxUxeAF_iE1XGMN4nYQCyuxTzRZxkdlsr9aOTrvYItjlWf56Ut_mm80asasUe9mloex_cdTJ8bx7q?purpose=fullsize)

![Shopee Indonesia | Situs Belanja Online Terlengkap & Terpercaya](https://images.openai.com/static-rsc-4/989rsCMvPHlGYhb1r1DE2IHLW9xiSievfXBH_0OJ5N1yifQ6f6ZmXXgo5JZHiO6Qj7KYyd6BU9MveTtFOHkzmGPUl_LPL-fNl3SYAgOsyG_y58YhAdgPwoHaSwdiqwzI6K3-FVKxp_HHoWaXwz4J4al9PB24u-sBamd62eOIyqKDePnxh55nCdL-aCqQvV-0?purpose=fullsize)

![Buya Hamka, Islam, dan Pancasila | Republika Online](https://images.openai.com/static-rsc-4/x5q7jR0HAaaLU3G2oNLqQaAfz2Sj3NPtyp1MLPJiH2GqEaX-UwdJqdLRwf9k_ofy8t5IANGU9mD3OlRhEqWdgCnKiElSkFOjTCP7N0QZyTmPjya_S9Ze9Fygryg0aBYCWHB_WmUFuVwDsfqR_kyhbccx_a17t-5QtqoSQBhTcTq3GqEur8SQjxT01Xc7udrJ?purpose=fullsize)

![Berdakwah Sampai Jauh](https://images.openai.com/static-rsc-4/AGIZbVD-_nLXOKP7eM4jYmV-erXJCYTpKnb18gSvPdpxTAnTN1vpLx65vwzk5qpYMszahvjIINTGM9ZwsSGsw4cDir8XgXCIqdutTZzZzIQZpakEXBG5Z840EjOaKTcZlVL9Bt_xmpTWDx_LvQdtuWUneX6UnE68HhdvvVHQbdZxFKdeRGgRr_ljEkofsp1p?purpose=fullsize)

Buya Hamka bukan hanya dikenal sebagai ulama. Beliau juga merupakan sastrawan produktif yang karya-karyanya dibaca oleh masyarakat Indonesia dan dikenal di negara tetangga.

Beberapa karya terkenalnya adalah:

* Tenggelamnya Kapal van der Wijck

* Di Bawah Lindungan Ka'bah

* Merantau ke Deli

* Tasawuf Modern

* Tafsir Al-Azhar

Karya-karya tersebut memperlihatkan keluasan pemikiran Buya Hamka. Melalui sastra, beliau mengangkat persoalan cinta, adat, kehidupan sosial, perjuangan, dan nilai-nilai keagamaan. Sementara itu, melalui buku-buku keislaman, beliau mengajak pembaca mendalami agama dan merenungkan kehidupan.

Inilah pelajaran penting bagi kita yang sedang belajar menulis bersama Omjay dalam KBMN PGRI Gelombang 35.

Menulis bukan sekadar merangkai kata. Menulis adalah cara menyampaikan gagasan, menyimpan pengalaman, dan mewariskan pemikiran kepada generasi berikutnya.

Kita mungkin tidak mampu menghasilkan karya sebanyak Buya Hamka. Namun, kita dapat memulai dari satu artikel, satu pengalaman, dan satu kisah kebaikan setiap hari.

### 3\. Keteladanan Buya Hamka yang Bisa Kita Praktikkan

Ada tiga pelajaran yang dapat kita ambil dari perjalanan beliau.

Pertama, teruslah belajar. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rasa ingin tahu, membaca buku, berdiskusi, dan belajar dari pengalaman juga merupakan jalan untuk memperluas pengetahuan.

Kedua, bagikan ilmu melalui karya. Guru dapat menulis pengalaman mengajar, orang tua dapat menuliskan kisah keluarga, dan siapa pun dapat membagikan pelajaran hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

Ketiga, bangun sesuatu yang manfaatnya melampaui diri sendiri. Buya Hamka meninggalkan warisan berupa karya tulis dan pengabdian dalam pendidikan serta dakwah. Kita pun dapat membangun warisan sederhana melalui tulisan yang menginspirasi murid, keluarga, dan masyarakat.

### 4\. Penutup: Mengagumi Buya Hamka dengan Menulis

Sebagai guru dan penulis, kita dapat belajar dari Buya Hamka bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan. Karya yang ditulis dengan sungguh-sungguh dapat terus dibaca, dipelajari, dan direnungkan meskipun penulisnya telah tiada.

Saya, Omjay, mengajak peserta KBMN PGRI Gelombang 35 untuk tidak hanya mengagumi tokoh besar, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjuangannya.

Jika Buya Hamka meninggalkan warisan melalui buku dan pengabdiannya, kita pun dapat mulai meninggalkan warisan melalui tulisan di blog pribadi.

Tidak harus langsung menjadi buku tebal. Mulailah dengan artikel sederhana tentang seseorang yang berjasa dalam hidup kita.

Tuliskan kebaikannya. Ceritakan perjuangannya. Sampaikan pelajaran yang kita peroleh.

Sebab, orang yang kita kagumi mungkin telah menyelesaikan perjalanan hidupnya, tetapi nilai-nilai kebaikannya dapat terus berjalan melalui tulisan yang kita wariskan.

Salam literasi!

Omjay — Wijaya Kusumah Guru Blogger Indonesia KBMN PGRI Gelombang 35

orang yang saya kagumi materi kbmi pgri gelombang 35 pertemuan 11

### MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35

### Orang yang Saya Kagumi: Menulis dengan Hati, Menginspirasi melalui Kisah

Bersama Omjay — Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia

![Teacher Leading The Class](https://images.openai.com/static-rsc-4/8d8fK7HkJgtw1Fxqd3CUNQ7ctBgETX1ZXVgcremDjRINZ6Hg8dtxvBQIbuINqfW3uP5-UOMAczRvA701tlTsGm4c0KTf1qFbImMAMYOoV4etkbkewsoTEZUg89L2AJpcabL8EWKc9oYf4fdNQFMxJcqeMso7MIo_GIVd8HPMKv69IkySc-I1uRZRgNjPua2Y?purpose=fullsize)

![Kata Kerja Bahasa Jepang, 6 Tips Belajar Pemula](https://images.openai.com/static-rsc-4/tDPzSHr1rmjgkFh1glXKEvxZHhEdo224mDNvFbaQnFLk5hMfAp6neBSixdGyhsKzvvZLq-e2QtfJz5YLvnOGrVF1qBL85bg-lGOaIspoodQdY_WUTX4_Ds3bfE7a9wY-28mv161Vy7f8HX6ofl8em9AKOfUAKyp4ksjEYDodBgdTk9Udqn4LKh67pvM2nT_O?purpose=fullsize)

![MaPa 2026](https://images.openai.com/static-rsc-4/RwxjZil-AqbsFpYWDbEyscgP_t9r4GoteofCLEbuGxF6IV434BQNN38UUM97n_NQykD8j4gtnI4DcVNLNNN7Yh96yA42I1XB9amWaKcuCKeiSbX-zLE-CoECxsjX6DyPckGAb9IBOD5IYix3Nc8G65ZGPMT-zrbDKCt3SkLOR0wDmg9OIGe9avXRJmIuNKzC?purpose=fullsize)

### A. Pengantar: Setiap Orang Memiliki Sosok yang Dikagumi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam literasi!

Selamat malam, Bapak dan Ibu guru hebat peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35. Malam ini kita kembali belajar menulis bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia.

Tema kita malam ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu “Orang yang Saya Kagumi.”

Cobalah sejenak kita menengok perjalanan hidup masing-masing. Pernahkah kita bertemu seseorang yang mengubah cara pandang kita? Seseorang yang kata-katanya masih kita ingat sampai hari ini? Seseorang yang membuat kita berani bermimpi, bangkit dari kegagalan, atau terus berjuang ketika hidup terasa berat?

Mungkin orang itu adalah ibu yang membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Mungkin ayah yang bekerja keras tanpa banyak mengeluh. Bisa juga seorang guru yang mengajarkan arti kehidupan, sahabat yang selalu hadir saat kita kesulitan, pasangan yang setia mendampingi, atau tokoh masyarakat yang menginspirasi banyak orang.

Setiap orang mempunyai kisah kekaguman yang berbeda. Di balik kekaguman itu, selalu ada pelajaran kehidupan yang dapat kita bagikan kepada orang lain melalui tulisan.

Menulis tentang orang yang kita kagumi bukan sekadar menceritakan kehebatan seseorang, melainkan mengabadikan nilai-nilai kebaikan yang telah menyentuh kehidupan kita.

Itulah yang akan kita pelajari malam ini.

### B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti materi ini, peserta KBMN PGRI Gelombang 35 diharapkan mampu:

* Menentukan sosok yang paling dikagumi dalam kehidupan.

* Menggali pengalaman pribadi bersama sosok tersebut.

* Menemukan nilai keteladanan dari kehidupan tokoh.

* Menyusun artikel naratif yang menarik, menyentuh, dan inspiratif.

* Menerbitkan tulisan di blog pribadi atau media publikasi lainnya.

* Memberikan apresiasi dan umpan balik terhadap tulisan peserta lain.

### C. Siapa Orang yang Saya Kagumi?

Orang yang kita kagumi tidak harus terkenal, kaya, berpangkat, atau memiliki banyak penghargaan. Terkadang, sosok paling menginspirasi justru hadir dalam kehidupan sederhana.

![Learning Data Compact – UNESCO, UNICEF and the World Bank unite to end the learning data crisis | UNICEF](https://images.openai.com/static-rsc-4/NLXwycGIJA9hD75NyOU2XIbpm2xT-AnpKuWQbMs3SkSByXtAROv9RzIMyh2P8aPExd3mq4D9LOtVNhMrU8bsxyKe6wH9cALLoN_XNQNE76AM4Oo6ta9DpONs4X_opwg7qj1mZtRNJOIuc8qPcwRTQwJYuSFVJ0yyUiiOVz7wS2Ft0skCkXQ7-Rbh_JJ_IJ8-?purpose=fullsize)

1\. Orang tua

Sosok yang mengajarkan kasih sayang, kesabaran, pengorbanan, dan ketulusan. Kita dapat menulis tentang perjuangan ibu, kerja keras ayah, atau nasihat orang tua yang masih kita ingat hingga dewasa.

![Press Release: Kemendikdasmen Dorong Fungsi Sekolah sebagai Ruang Aman dan Bermartabat untuk Guru dan Murid](https://images.openai.com/static-rsc-4/5lebH5W6kdl1gGZ0e4Qxz9uu1JlNLxujfF95QpUU5QQH25f2rXPy1bHj92Eg0NXIfy49AYY3pPSo-lT_yxFXY_85lq2zDHE6bqmzwmZ3Rxet821uNcEPpkMzHtzPL09ZQh-hXcZPUrjNhzOwYW2mYWyUKQFZZjlWEBh0CgjFW5sBcyKxobOnSN6333mXsIFA?purpose=fullsize)

2\. Guru yang menginspirasi

Guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berhasil.

![Manfaat Membantu Sesama bagi Kehidupan: Tindakan Sederhana yang Membawa Kebaikan untuk Banyak Orang](https://images.openai.com/static-rsc-4/VhQasPvICMIbeBmo0xe833vBmGfzcbNsPUbrTQes6UvoRcg1QRoqpjmXmAeGCcv4IfixflDkXphxN2AzPMtP8r2bW6UHOSEuWVJxQgTpIrFnctBqy1775oqFBOfTqmdsDK1FAl5mVb1XpR7qAu3ppuuIwuCuw3pfMfsDJ92fonEcqRaJMWZW-JqEyzhTlLPK?purpose=fullsize)

3\. Tokoh masyarakat

Seseorang yang menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, menggerakkan masyarakat, atau memperjuangkan pendidikan.

![dialog between father and son](https://images.openai.com/static-rsc-4/EP9i-eB_z3PXe9hSP51vg7iBaQOicYz3UdWe7qdoUIdW5avRXMpVqkzDIwT7ID-hYuZIKOXCt1KUCYXvgQqCTmt0dBPkKTq-LwwErIPfBE4cAkx8j8wW6KGs6mII6cgJc9YJbzDa6-cSEdPzp8q2G2F_nyW09NhMWfdyLUx6WzGsTnNSJHGKNLXfVpvPKfq6?purpose=fullsize)

4\. Pasangan, sahabat, atau keluarga

Orang yang menemani kita dalam masa sulit, memberikan semangat saat kita hampir menyerah, dan menerima kekurangan kita tanpa banyak menuntut.

![Pendidikan Prioritas Prabowo Subianto, 700 Ribu Guru Honorer Belum Sejahtera: Di Mana Letak Masalah Tata Kelola? - Radar Tulungagung](https://images.openai.com/static-rsc-4/Janos0eXKAsp8Z-J5zyuYI_HGK7Q_0iOOMXHFeSpi4wnW4UduvJDMvHXVaS1pJO9INjH7Z3pFJfN-Ss0d4iUZVs56l0eh-wBNPyRZzybr6d2AJejU3hgPe31L6hgPdiDMMlc3kA0GpcexKjpqRFHfGsedHzZlCl_I8eL0rA71cI84bu1CZzRqfAjIYnJsq3A?purpose=fullsize)

5\. Tokoh penulis atau pendidik

Sosok yang menginspirasi kita melalui buku, karya, gagasan, perjuangan, atau konsistensinya dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Tidak perlu bingung memilih siapa yang akan ditulis. Pilihlah seseorang yang kisahnya benar-benar dekat dengan hati kita.

### D. Bagaimana Cara Menulis Kisah Orang yang Kita Kagumi?

Ada satu prinsip yang selalu Omjay tekankan dalam kegiatan literasi: menulislah dengan hati, berdasarkan pengalaman, dan sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Agar tulisan tidak sekadar berisi pujian, gunakan enam langkah berikut.

* Tentukan sosok yang akan ditulis. Pilih satu orang terlebih dahulu. Fokus pada satu tokoh akan membuat cerita lebih mendalam.

* Ceritakan bagaimana kita mengenalnya. Tuliskan kapan bertemu, di mana peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kesan pertama kita terhadapnya.

* Pilih pengalaman yang paling berkesan. Carilah satu kejadian nyata yang memperlihatkan karakter tokoh tersebut.

* Tunjukkan keteladanannya. Apakah ia pekerja keras, jujur, sabar, sederhana, disiplin, atau pantang menyerah?

* Jelaskan pengaruhnya terhadap kehidupan kita. Ceritakan perubahan sikap, pemikiran, atau tindakan yang terjadi setelah mengenal sosok itu.

* Akhiri dengan refleksi. Tuliskan pelajaran yang ingin kita teruskan kepada pembaca dan generasi berikutnya.

Ingat, Bapak dan Ibu, tulisan yang menyentuh hati tidak harus menggunakan kata-kata yang rumit. Kejujuran dalam bercerita jauh lebih penting daripada kalimat indah yang tidak menggambarkan pengalaman nyata.

### E. Rumus Sederhana Menulis Artikel

Gunakan pola 5W + 1H agar tulisan lebih terarah.

| Unsur | Pertanyaan panduan                                 |
| ----- | -------------------------------------------------- |
| What  | Siapa orang yang saya kagumi?                      |
| Who   | Siapa saja yang terlibat dalam kisah tersebut?     |
| When  | Kapan pengalaman itu terjadi?                      |
| Where | Di mana peristiwa itu berlangsung?                 |
| Why   | Mengapa saya mengaguminya?                         |
| How   | Bagaimana ia memberikan pengaruh dalam hidup saya? |

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, susun jawaban menjadi cerita yang mengalir. Jangan hanya membuat daftar jawaban. Hubungkan setiap pengalaman sehingga pembaca merasa ikut menyaksikan peristiwa yang kita ceritakan.

### F. Contoh Artikel: Guru yang Mengubah Hidup Saya

Berikut contoh tulisan sederhana yang dapat menjadi inspirasi peserta KBMN PGRI Gelombang 35. Nama dan peristiwa dalam contoh ini bersifat ilustratif, sehingga peserta perlu menggantinya dengan pengalaman nyata masing-masing.

# Guru yang Mengubah Hidup Saya

Saya tidak pernah melupakan seorang guru yang pernah mengajar saya ketika masih duduk di bangku sekolah. Beliau bukan guru yang paling terkenal. Penampilannya sederhana dan cara bicaranya pun tidak berlebihan. Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang membuat saya selalu mengingatnya hingga sekarang.

Saya masih ingat ketika suatu hari saya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan. Saya merasa malu dan menganggap diri saya tidak cukup pintar untuk meraih prestasi. Saat teman-teman yang lain terlihat gembira, saya justru memilih diam. Saya takut mencoba lagi karena khawatir akan mengalami kegagalan yang sama.

Guru saya menyadari perubahan sikap tersebut. Beliau mendekati saya dan mengajak berbicara. Tidak ada kemarahan atau kata-kata yang membuat saya semakin kecil hati. Beliau justru mengatakan bahwa satu kegagalan tidak menentukan seluruh masa depan seseorang.

“Yang penting bukan berapa kali kamu gagal, tetapi apakah kamu mau belajar dan mencoba kembali,” demikian pesan yang selalu saya ingat.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, bagi saya, nasihat tersebut menjadi titik balik. Saya mulai memahami bahwa belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi. Belajar juga tentang keberanian menghadapi kesulitan, kesediaan memperbaiki kesalahan, dan kemauan untuk terus bertumbuh.

Sejak saat itu, saya berusaha mengubah kebiasaan. Saya belajar lebih teratur, tidak malu bertanya, dan berani mencoba meskipun belum yakin akan berhasil. Perlahan-lahan, saya menyadari bahwa kemampuan dapat berkembang ketika kita mau berusaha dan tidak berhenti belajar.

Kini, setelah melewati berbagai pengalaman kehidupan, saya semakin memahami arti seorang guru. Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga membantu murid menemukan keyakinan terhadap dirinya sendiri.

Saya mengagumi guru tersebut karena kesabarannya, ketulusannya, dan kemampuannya melihat potensi yang bahkan belum saya sadari. Beliau mungkin telah melupakan percakapan singkat itu, tetapi saya tidak pernah melupakan pengaruhnya.

Dari beliau, saya belajar bahwa satu nasihat yang diberikan dengan tulus dapat mengubah cara seseorang memandang masa depannya.

Saya berharap suatu hari nanti dapat melakukan hal yang sama kepada orang lain. Saya ingin menjadi pribadi yang tidak mudah meremehkan orang lain, yang bersedia mendengarkan, dan yang mampu memberikan semangat ketika seseorang hampir menyerah.

Bagi saya, orang yang patut dikagumi bukanlah orang yang tidak pernah mengalami kesulitan. Orang yang patut dikagumi adalah mereka yang tetap berbuat baik, memberikan manfaat, dan membantu orang lain menjadi lebih baik.

Terima kasih kepada guru yang pernah hadir dalam perjalanan hidup saya. Mungkin saya tidak mampu membalas semua kebaikannya, tetapi saya dapat meneruskan nilai-nilai yang telah beliau ajarkan.

Sebab, kebaikan seorang guru tidak berhenti ketika pelajaran selesai. Kebaikan itu dapat terus hidup dalam diri murid-muridnya, tumbuh menjadi tindakan, dan menginspirasi banyak orang.

Apa yang bisa kita pelajari dari contoh tersebut?

* Cerita dimulai dari pengalaman yang konkret.

* Ada masalah yang membuat cerita berkembang.

* Sosok yang dikagumi diperlihatkan melalui tindakan, bukan hanya pujian.

* Penulis menjelaskan perubahan yang dialaminya.

* Penutup mengandung refleksi yang dapat dipetik pembaca.

Pola ini bisa diterapkan untuk menulis kisah ibu, ayah, pasangan, sahabat, kepala sekolah, rekan kerja, atau siapa pun yang memiliki pengaruh berarti dalam hidup kita.

### G. Teknik Membuat Tulisan Lebih Menyentuh Hati

Agar artikel memiliki kekuatan emosional, praktikkan beberapa teknik berikut.

1\. Gunakan detail yang nyata.

Jangan hanya menulis, “Ibu saya sangat baik.” Cobalah mengingat tindakan yang menggambarkan kebaikan tersebut. Misalnya, ibu yang tetap menemani anaknya belajar meskipun lelah setelah bekerja.

2\. Hadirkan satu adegan yang kuat.

Tuliskan percakapan, suasana, atau kejadian yang benar-benar kita ingat. Detail sederhana sering kali lebih membekas daripada pujian yang panjang.

3\. Ceritakan perasaan dengan jujur.

Kita boleh menceritakan rasa sedih, malu, kecewa, bahagia, atau terharu. Namun, hindari membesar-besarkan peristiwa hanya untuk membuat pembaca menangis.

4\. Seimbangkan cerita dan refleksi.

Setelah menceritakan kejadian, jelaskan maknanya bagi kehidupan kita. Dengan begitu, pembaca tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami pelajaran yang terkandung di dalamnya.

5\. Jaga privasi dan hormati tokoh.

Jika kisah menyangkut pengalaman pribadi orang lain, mintalah izin apabila diperlukan. Hindari membuka rahasia keluarga atau informasi sensitif yang tidak perlu dipublikasikan.

### H. Praktik Menulis Bersama Omjay

Sekarang saatnya peserta KBMN PGRI Gelombang 35 mulai menulis.

### Lembar Kerja Peserta

Isi pertanyaan berikut untuk menemukan bahan tulisan Anda. Jawaban akan dirangkai menjadi kerangka artikel yang bisa Anda salin.

1\. Siapa sosok yang Anda kagumi?

Ibu atau ayah

Guru

Pasangan atau sahabat

Tokoh masyarakat atau penulis

Orang lain

2\. Siapa nama atau sebutan sosok tersebut?

3\. Pengalaman apa yang paling Anda ingat bersamanya?

4\. Sifat apa yang paling Anda kagumi?

5\. Pelajaran apa yang Anda peroleh?

6\. Judul sementara artikel

 Salin kerangka tulisan

### I. Tugas Praktik KBMN PGRI Gelombang 35

Tugas utama: Menulis artikel inspiratif

Buatlah satu artikel dengan tema “Orang yang Saya Kagumi” berdasarkan pengalaman nyata Anda.

Ketentuan tulisan

* Panjang tulisan: 500–800 kata.

* Memiliki judul yang menarik.

* Memuat setidaknya satu pengalaman nyata.

* Menjelaskan alasan mengagumi tokoh.

* Mengandung pesan atau pelajaran kehidupan.

* Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami.

Publikasikan karya

Unggah artikel di blog pribadi. Jika belum memiliki blog, peserta dapat berlatih menyusun naskah terlebih dahulu, lalu meminta pendampingan untuk memublikasikannya.

Berikan apresiasi

Bacalah tulisan minimal dua peserta lain. Tuliskan komentar yang santun, spesifik, dan membangun.

### Pilihan judul untuk membantu peserta mulai menulis

* Ibu, Sosok yang Mengajarkan Arti Ketulusan

* Guru yang Tak Pernah Saya Lupakan

* Ayah dan Perjuangan yang Tak Banyak Diceritakan

* Sahabat yang Hadir Saat Dunia Terasa Berat

* Seseorang yang Mengubah Cara Pandang Saya

* Belajar tentang Kehidupan dari Seorang Murid

* Pasangan Hidup, Teman Seperjalanan dalam Suka dan Duka

* Sosok Sederhana dengan Pengaruh yang Luar Biasa

* Orang yang Membuat Saya Berani Bermimpi

* Keteladanan yang Ingin Saya Wariskan kepada Generasi Berikutnya

### J. Rubrik Penilaian Tulisan

| Aspek                              | Skor maksimal |
| ---------------------------------- | ------------- |
| Keaslian dan kedalaman pengalaman  | 25            |
| Alur cerita dan struktur artikel   | 20            |
| Keteladanan dan pesan inspiratif   | 25            |
| Penggunaan bahasa dan keterbacaan  | 15            |
| Judul, penyuntingan, dan publikasi | 15            |
| Total                              | 100           |

Penilaian ini bertujuan membantu peserta berkembang, bukan membuat peserta takut menulis. Artikel sederhana dengan pengalaman yang jujur tetap memiliki nilai tinggi apabila mampu menyampaikan pelajaran yang bermakna.

### K. Penutup: Kekaguman yang Menjadi Warisan Kebaikan

Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35,

Kita mungkin tidak mampu membalas seluruh kebaikan orang yang kita kagumi. Kita juga mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan terima kasih secara langsung kepada mereka.

Namun, kita masih memiliki kesempatan untuk menuliskan kisah mereka.

Melalui tulisan, kita dapat mengabadikan nasihat seorang ibu, perjuangan seorang ayah, ketulusan seorang guru, kesetiaan seorang sahabat, atau kebaikan seorang murid. Kisah-kisah sederhana itu dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang yang bahkan belum pernah kita temui.

Omjay percaya, setiap orang memiliki cerita yang layak dituliskan. Kita tidak harus menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Kita cukup berani memulai dari pengalaman sendiri, kemudian terus belajar memperbaiki tulisan.

Jangan takut tulisan kita dianggap sederhana. Bisa jadi, pengalaman yang tampak biasa bagi kita justru memberikan kekuatan kepada pembaca yang sedang menghadapi persoalan serupa.

Orang yang kita kagumi mungkin hanya satu bagian dari perjalanan hidup kita, tetapi kisah keteladanannya dapat hidup jauh lebih lama melalui tulisan.

Mari terus membaca dan menulis. Jadikan menulis sebagai kebutuhan, bukan sekadar tugas. Jangan biarkan pengalaman berharga hilang begitu saja tanpa pernah diceritakan.

Salam literasi!

Omjay — Wijaya Kusumah Guru Blogger Indonesia KBMN PGRI Gelombang 35

### Pesan Omjay untuk peserta malam ini

“Jangan hanya mengagumi seseorang di dalam hati. Tuliskan kebaikannya agar lebih banyak orang belajar dari keteladanannya. Sebab, tulisan yang lahir dari hati dapat menyentuh hati pembaca dan membuat kebaikan terus hidup dari generasi ke generasi.”

Tugas malam ini: Pilih satu orang yang paling Anda kagumi, kenang satu peristiwa yang paling berkesan, lalu mulailah menulis. Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Selesaikan dahulu, baca kembali, perbaiki, dan bagikan kepada dunia.

Mengenang Kembali Belajar Membaca cepat di Hotel Millenium Jakarta

Mengenang Kembali Belajar Membaca Cepat di Hotel Millenium Jakarta

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)
Blog https://wijayalabs.com

Hari ini, Facebook kembali menghadirkan kenangan lama yang membuat saya tersenyum. Sebuah foto ketika saya mengikuti kegiatan belajar membaca cepat atau speed reading di Hotel Millenium Jakarta muncul kembali di beranda. Foto itu membawa saya kembali ke masa ketika saya berusaha meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, dan mengembangkan diri sebagai seorang guru.

Bagi sebagian orang, membaca cepat mungkin hanya sebuah keterampilan biasa. Namun, bagi saya, membaca cepat adalah salah satu bekal penting bagi seorang guru, penulis, dan pembelajar sepanjang hayat.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya menyadari bahwa informasi terus bertambah setiap hari. Buku, jurnal, artikel, berita, dan berbagai sumber digital menawarkan pengetahuan yang seolah tidak ada habisnya. Jika kita tidak memiliki strategi membaca yang baik, waktu bisa habis hanya untuk membaca, sementara kesempatan untuk menulis, mengajar, dan berbagi ilmu menjadi semakin terbatas.

Foto di Hotel Millenium Jakarta itu mengingatkan saya bahwa belajar tidak pernah mengenal kata selesai.

Mengapa Kita Perlu Belajar Membaca Cepat?

Membaca cepat bukan berarti membaca secara terburu-buru. Bukan pula sekadar menggerakkan mata dari satu baris ke baris berikutnya tanpa memahami isinya.

Membaca cepat adalah keterampilan mengatur kecepatan membaca sesuai tujuan, sambil tetap menjaga pemahaman terhadap informasi penting.

Ada bacaan yang perlu kita baca secara cepat, seperti berita ringan, pengumuman, atau artikel yang ingin kita pahami gambaran umumnya. Namun, ada pula bacaan yang membutuhkan perhatian lebih mendalam, seperti buku ilmiah, peraturan, karya sastra, dan materi pembelajaran.

Kuncinya bukan sekadar seberapa cepat mata kita bergerak, melainkan seberapa baik kita memahami dan mengingat informasi yang dibaca.

Bagi guru, kemampuan ini sangat bermanfaat. Kita dapat menghemat waktu ketika mencari referensi pembelajaran, menyusun bahan ajar, mempersiapkan presentasi, dan memperkaya wawasan untuk dibagikan kepada peserta didik.

Bagi penulis, membaca cepat juga membantu kita menemukan gagasan baru. Akan tetapi, kecepatan membaca harus tetap diimbangi dengan kebiasaan mencatat, merenungkan, dan mengolah informasi menggunakan pemikiran sendiri.

Lima Cara Praktis Belajar Membaca Cepat

Ada beberapa cara sederhana yang dapat kita latih dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tentukan tujuan sebelum membaca

Sebelum membuka buku atau artikel, tanyakan kepada diri sendiri: Apa yang ingin saya dapatkan dari bacaan ini?

Apakah saya ingin mencari informasi tertentu? Memahami gagasan utama? Menemukan data untuk menulis artikel? Atau mempelajari sebuah konsep baru?

Tujuan yang jelas membantu kita memusatkan perhatian pada informasi yang dibutuhkan.

Misalnya, ketika saya ingin menulis artikel tentang kecerdasan artifisial, saya tidak harus membaca semua informasi yang ditemukan di internet secara berurutan. Saya dapat terlebih dahulu mencari pengertian, manfaat, risiko, contoh penerapan, dan sumber yang tepercaya.

Dengan cara itu, kegiatan membaca menjadi lebih terarah.

2. Lakukan survei terhadap bacaan

Jangan langsung membaca setiap kata dari awal sampai akhir. Lihat terlebih dahulu judul, subjudul, daftar isi, kata yang dicetak tebal, tabel, gambar, serta kesimpulan.

Teknik ini membantu kita memperoleh gambaran umum mengenai isi bacaan.

Dalam pembelajaran, cara tersebut dikenal sebagai skimming, yaitu membaca sekilas untuk menemukan gagasan utama.

Sementara itu, apabila kita mencari informasi khusus, misalnya tahun penerbitan sebuah buku atau pengertian suatu istilah, kita dapat menggunakan teknik scanning, yaitu memindai bacaan untuk menemukan informasi yang diperlukan.

Kedua teknik tersebut membantu kita membaca secara lebih efisien.

3. Kurangi kebiasaan membaca ulang tanpa alasan

Pernahkah kita membaca satu paragraf berkali-kali karena pikiran melayang ke tempat lain?

Kebiasaan tersebut bisa membuat waktu membaca menjadi lebih panjang. Cobalah membaca dengan perhatian penuh dan mengikuti alur gagasan penulis.

Namun, jangan menganggap semua pengulangan sebagai kebiasaan buruk. Jika menemukan konsep yang sulit, istilah baru, atau penjelasan yang penting, membaca ulang justru diperlukan agar kita benar-benar memahami isinya.

Tujuan kita bukan menghindari pengulangan sama sekali, melainkan membaca ulang ketika memang dibutuhkan.

4. Catat gagasan utama

Setelah membaca beberapa paragraf, berhentilah sejenak. Tuliskan satu atau dua kalimat yang merangkum gagasan utamanya.

Kita juga dapat menggunakan peta pikiran, daftar kata kunci, atau catatan singkat.

Misalnya, ketika membaca buku tentang pendidikan, kita dapat mencatat tiga hal: gagasan utama penulis, contoh penerapannya di kelas, dan pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita.

Catatan seperti ini akan sangat membantu ketika kita hendak menulis artikel, membuat materi pelatihan, atau berdiskusi dengan rekan sejawat.

Bagi saya, membaca dan menulis merupakan dua kegiatan yang saling menguatkan. Membaca memberikan bahan, sedangkan menulis membantu kita mengolah dan menyampaikan kembali pemahaman tersebut.

5. Berlatih secara rutin dan terukur

Kemampuan membaca cepat tidak tumbuh hanya karena kita pernah mengikuti pelatihan. Keterampilan ini perlu dilatih secara konsisten.

Kita dapat memulai dengan membaca artikel pendek selama lima sampai sepuluh menit. Catat jumlah kata yang dibaca, kemudian tuliskan ringkasan isi bacaan tanpa melihat teks.

Kecepatan membaca dapat dihitung dengan rumus berikut:

Kecepatan membaca = jumlah kata yang dibaca ÷ waktu membaca dalam menit.

Sebagai contoh, jika kita membaca 600 kata dalam waktu tiga menit, kecepatan membaca kita adalah 200 kata per menit.

Namun, angka itu belum cukup untuk menunjukkan keberhasilan. Kita juga perlu menguji pemahaman melalui pertanyaan sederhana tentang isi bacaan.

Jangan mengejar kecepatan semata. Lebih baik membaca sedikit lebih lambat tetapi memahami isi bacaan daripada membaca sangat cepat tanpa mampu menjelaskan apa yang telah dibaca.

Membaca Cepat pada Era Kecerdasan Artifisial

Kini, kita hidup pada masa ketika teknologi digital dan kecerdasan artifisial berkembang pesat. Informasi dapat ditemukan hanya dengan beberapa sentuhan pada layar telepon genggam.

Akan tetapi, kemudahan memperoleh informasi tidak otomatis membuat kita menjadi lebih berpengetahuan.

Kita tetap harus mampu memilih sumber yang tepercaya, memeriksa kebenaran informasi, membandingkan beberapa pendapat, dan berpikir kritis terhadap apa yang kita baca.

Kecerdasan artifisial dapat membantu merangkum bacaan yang panjang. Namun, ringkasan yang dihasilkan teknologi tetap perlu diperiksa kembali. Kita tidak boleh kehilangan kebiasaan membaca sumber asli, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengambilan keputusan.

Saya percaya bahwa teknologi seharusnya membantu manusia belajar dengan lebih baik, bukan membuat manusia berhenti berpikir.

Bagi seorang guru, kemampuan membaca cepat harus berjalan beriringan dengan kemampuan memahami secara mendalam. Kita tidak hanya membutuhkan banyak informasi, tetapi juga kebijaksanaan dalam menggunakannya.

Dari Membaca, Lahir Kebiasaan Menulis

Kenangan belajar membaca cepat di Hotel Millenium Jakarta mengingatkan saya pada perjalanan panjang sebagai seorang pendidik dan penulis.

Saya telah menekuni dunia blog sejak 2007. Melalui blog, saya belajar mendokumentasikan pengalaman, membagikan pengetahuan, dan mengabadikan berbagai peristiwa yang saya alami.

Saya juga terus mendorong para guru untuk menulis. Salah satunya melalui Komunitas Belajar Menulis Nusantara atau KBMN PGRI.

Dalam kegiatan belajar menulis, saya sering mengingatkan peserta bahwa menulis tidak bisa dilepaskan dari membaca. Kita perlu membaca untuk memperkaya kosakata, mengenal gaya penulisan, memperoleh pengetahuan, dan menemukan sudut pandang baru.

Namun, jangan hanya menjadi pembaca yang terus mengumpulkan informasi. Cobalah menuliskan apa yang kita pelajari dengan bahasa sendiri.

Tidak perlu langsung menulis artikel yang panjang. Mulailah dari satu paragraf, satu pengalaman, atau satu pelajaran berharga yang kita temukan hari ini.

Lama-kelamaan, kebiasaan kecil itu dapat berkembang menjadi tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Bagi saya, setiap pengalaman belajar menyimpan cerita. Foto lama yang muncul di Facebook pun dapat menjadi bahan tulisan yang menginspirasi pembaca.

Kita mungkin lupa kapan sebuah pelatihan berlangsung atau siapa saja yang duduk di ruangan itu. Namun, pelajaran yang kita peroleh dapat terus hidup apabila kita bersedia mengingatnya dan membagikannya kepada orang lain.

Penutup: Jangan Berhenti Menjadi Pembelajar

Hari ini, ketika melihat kembali foto belajar membaca cepat di Hotel Millenium Jakarta, saya semakin yakin bahwa belajar adalah perjalanan panjang yang tidak pernah selesai.

Ada banyak hal yang dahulu belum kita pahami, tetapi kini mulai kita kuasai. Ada keterampilan yang dahulu terasa sulit, tetapi menjadi lebih mudah setelah kita berlatih. Ada pula pengalaman yang baru kita sadari manfaatnya setelah bertahun-tahun berlalu.

Membaca cepat bukan sekadar tentang menghabiskan banyak halaman dalam waktu singkat. Lebih dari itu, membaca adalah usaha membuka jendela pengetahuan, memperluas wawasan, dan memahami kehidupan.

Mari kita biasakan membaca setiap hari. Bacalah buku, artikel, berita, dan pengalaman hidup. Setelah itu, tuliskan hal-hal baik yang kita pelajari agar manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri.

Saya, Omjay Guru Blogger Indonesia, akan terus belajar, membaca, dan menulis selama masih diberi kesempatan.

Sebab, ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika dibagikan, dan pengalaman akan semakin berharga ketika diabadikan menjadi tulisan.

Jangan hanya mengejar cepatnya membaca. Kejarlah juga dalamnya memahami. Jangan hanya memenuhi pikiran dengan informasi. Olahlah informasi itu menjadi pengetahuan, kebijaksanaan, dan karya yang bermanfaat bagi sesama.

Salam Blogger Persahabatan.

Omjay

Wijaya Kusumah

Guru Informatika SMP Labschool Jakarta | Guru Blogger Indonesia

Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka selama 81 tahun

Meraba Masa Depan Indonesia Setelah 81 Tahun Merdeka: Catatan Omjay untuk Negeri

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay), Guru Blogger Indonesia

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari untuk melihat kembali perjalanan bangsa. Kita tidak cukup hanya menghitung usia kemerdekaan, mengibarkan bendera Merah Putih, atau mengucapkan kata merdeka dalam berbagai upacara. Lebih dari itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana Indonesia melangkah, dan ke mana bangsa ini akan menuju?

Pertanyaan itulah yang muncul ketika saya melihat sampul buku berjudul Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka 81 Tahun. Judul tersebut mengajak saya merenungkan sebuah perjalanan panjang bangsa Indonesia sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hingga memasuki usia 81 tahun pada 2026.

Kata meraba terasa menarik. Kita seperti sedang berjalan di tengah perjalanan panjang yang belum sepenuhnya terang. Ada harapan yang ingin diwujudkan, ada persoalan yang harus diselesaikan, dan ada cita-cita para pendiri bangsa yang mesti terus diperjuangkan.

Bagi saya, sebagai seorang guru yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak 1994, masa depan Indonesia bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Masa depan itu hadir di ruang kelas, di tangan para guru, di mata anak-anak yang sedang belajar, dan di dalam tulisan-tulisan yang kita bagikan kepada masyarakat.

Indonesia yang Kaya, Indonesia yang Memiliki Pekerjaan Rumah

Melihat sampul buku tersebut, perhatian saya langsung tertuju pada keberagaman Indonesia. Ada gambaran gunung, laut, pulau-pulau, bangunan tradisional, pakaian adat, serta burung Garuda yang mengingatkan kita pada kekayaan alam dan budaya Nusantara.

Indonesia bukan sekadar sebuah negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia adalah rumah bagi begitu banyak suku, bahasa, tradisi, dan pengalaman hidup. Setiap daerah memiliki cerita, setiap masyarakat mempunyai harapan, dan setiap generasi mewarisi tanggung jawab untuk menjaga persatuan.

Namun, kekayaan alam dan budaya saja tidak cukup untuk menjamin masa depan yang cerah.

Kita masih perlu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun budaya membaca, memperluas kesempatan kerja, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat dinikmati secara adil.

Kemerdekaan politik yang telah kita raih harus terus diisi dengan kemerdekaan berpikir, kemerdekaan belajar, dan kemerdekaan untuk mengembangkan potensi diri.

Saya percaya bahwa sebuah bangsa akan sulit maju apabila warganya berhenti belajar. Sebaliknya, bangsa yang memberikan ruang bagi ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pemikiran kritis akan memiliki bekal lebih kuat untuk menghadapi perubahan zaman.

Guru dan Pendidikan sebagai Penentu Masa Depan

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya melihat perubahan zaman berlangsung begitu cepat. Teknologi digital, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), dan perkembangan dunia komputasi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, serta menghasilkan karya.

Dahulu, peserta didik harus pergi ke perpustakaan untuk mencari berbagai sumber pengetahuan. Kini, sebagian informasi dapat ditemukan melalui perangkat digital dalam hitungan detik.

Namun, kemudahan memperoleh informasi tidak otomatis membuat seseorang menjadi bijaksana.

Anak-anak tetap perlu belajar membedakan fakta dan hoaks, memahami etika digital, menjaga privasi, menghargai karya orang lain, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Di sinilah peran guru menjadi sangat penting.

Guru bukan hanya orang yang menyampaikan materi pelajaran. Guru juga membantu peserta didik membangun karakter, melatih kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan belajar mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Teknologi boleh berkembang semakin canggih. Kecerdasan artifisial boleh membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan. Namun, pendidikan tidak boleh kehilangan sentuhan kemanusiaannya.

Saya selalu percaya bahwa teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih baik, bukan membuat manusia kehilangan kepedulian terhadap sesamanya.

Jika Indonesia ingin melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, perhatian terhadap guru dan pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang. Guru perlu mendapatkan dukungan yang layak, kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, serta ruang untuk berinovasi.

Kita tidak bisa berharap memiliki generasi unggul apabila orang-orang yang mendidiknya tidak mendapatkan dukungan yang memadai.

Membaca dan Menulis untuk Menjaga Nalar Bangsa

Sejak mengenal dunia blog pada 2007, saya merasakan bahwa menulis bukan sekadar kegiatan merangkai kata. Menulis adalah cara untuk menyimpan pengalaman, mengolah pikiran, dan membagikan pengetahuan kepada orang lain.

Melalui blog pribadi, Kompasiana, dan berbagai ruang publikasi lainnya, saya belajar bahwa sebuah tulisan sederhana dapat membuka percakapan yang luas.

Pengalaman mengajar, perjalanan mengikuti kegiatan pendidikan, perjumpaan dengan sesama guru, hingga persoalan yang kita temui sehari-hari dapat menjadi bahan tulisan yang bermanfaat.

Karena itu, saya terus mendorong para guru untuk membaca dan menulis. Saya juga terlibat dalam kegiatan Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI, yang memberikan kesempatan kepada para guru untuk belajar menulis, menerbitkan karya, dan berbagi pengalaman.

Bagi saya, budaya literasi merupakan salah satu fondasi penting untuk meraba masa depan Indonesia.

Masyarakat yang gemar membaca memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas wawasan. Masyarakat yang terbiasa menulis dapat mendokumentasikan pengalaman, mengembangkan gagasan, dan menyampaikan kritik dengan cara yang bertanggung jawab.

Di tengah banjir informasi dan perkembangan AI, kemampuan membaca secara kritis menjadi semakin penting. Kita tidak boleh mudah percaya pada setiap informasi yang beredar. Kita perlu memeriksa sumber, memahami konteks, dan mempertimbangkan akibat dari informasi yang kita sebarkan.

Menulis pun harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai tulisan yang seharusnya mencerdaskan justru menyebarkan kebencian atau memperkeruh keadaan.

Saya ingin terus mengingatkan diri sendiri dan para sahabat penulis: menulislah dengan hati, gunakan akal sehat, dan tetaplah berpijak pada pengalaman serta kenyataan.

Sebab, masa depan bangsa tidak hanya dibentuk oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh cara masyarakat berpikir, berbicara, membaca, dan menulis setiap hari.

Delapan Puluh Satu Tahun Merdeka, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Pada usia 81 tahun kemerdekaan, Indonesia memiliki banyak modal untuk berkembang. Kita mempunyai generasi muda yang kreatif, kekayaan budaya, sumber daya alam, serta peluang besar dalam pemanfaatan teknologi.

Namun, potensi tidak akan berubah menjadi kemajuan apabila tidak disertai kerja nyata.

Kita membutuhkan pendidikan yang semakin berkualitas, tata kelola yang bertanggung jawab, penegakan hukum yang adil, ekonomi yang membuka kesempatan bagi banyak orang, dan lingkungan hidup yang dijaga untuk generasi mendatang.

Kita juga perlu mengembangkan sikap saling menghormati di tengah perbedaan. Jangan sampai perbedaan pilihan, pendapat, atau latar belakang membuat kita melupakan bahwa Indonesia adalah rumah bersama.

Menurut saya, masa depan Indonesia tidak boleh hanya menjadi urusan pemerintah atau para pemimpin. Masa depan itu merupakan tanggung jawab kita semua.

Guru dapat mengambil bagian dengan mendidik generasi muda. Penulis dapat menyumbangkan gagasan dan kritik yang membangun. Orang tua dapat menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada anak-anaknya. Pelajar dapat memanfaatkan waktu untuk belajar dan berkarya. Sementara itu, para pemimpin harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.

Tidak semua orang harus melakukan hal besar. Kita dapat memulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Mengajar dengan sungguh-sungguh adalah kontribusi. Membaca buku adalah kontribusi. Menulis pengalaman yang bermanfaat adalah kontribusi. Menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, dan membantu sesama juga merupakan kontribusi.

Kemerdekaan menjadi bermakna ketika kita tidak hanya menikmati hasil perjuangan generasi terdahulu, tetapi juga bersedia meneruskan perjuangan itu melalui pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.

Meraba Masa Depan dengan Harapan dan Tindakan

Sampul buku Meraba Masa Depan Indonesia Setelah Merdeka 81 Tahun mencantumkan nama Denny JA sebagai pengantar dan Jonminofri Nazir sebagai editor. Kehadiran buku ini mengingatkan saya akan pentingnya pemikiran, tulisan, dan dialog dalam membaca perjalanan bangsa.

Buku, pada akhirnya, bukan hanya kumpulan halaman yang dibaca kemudian disimpan di rak. Buku dapat menjadi ruang perjumpaan gagasan, tempat kita menguji keyakinan, serta sarana untuk melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Saya berharap semakin banyak karya yang mengajak masyarakat Indonesia berpikir tentang masa depan negeri ini secara jernih dan terbuka.

Kita tidak perlu berpura-pura bahwa semua persoalan sudah selesai. Kita juga tidak perlu kehilangan harapan hanya karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Optimisme yang sehat bukan berarti menutup mata terhadap masalah. Optimisme berarti berani mengakui masalah, mencari jalan keluar, dan tetap bekerja meskipun hasilnya tidak selalu dapat dilihat dengan segera.

Sebagai guru dan penulis, saya ingin terus mengambil bagian dalam perjalanan itu. Saya ingin tetap mengajar, membaca, menulis, dan berbagi pengalaman selama masih diberi kesempatan.

Saya percaya, setiap tulisan yang jujur dapat menjadi catatan zaman. Setiap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi pelajaran. Dan setiap anak yang memperoleh pendidikan bermutu mempunyai kesempatan untuk ikut membangun Indonesia yang lebih baik.

Kita mungkin tidak dapat meramalkan seluruh perjalanan bangsa ini. Akan tetapi, kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Masa depan Indonesia tidak cukup hanya diraba dengan harapan. Masa depan harus dirancang dengan pemikiran, diperjuangkan dengan tindakan, dan dijaga dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bukan hanya cita-cita yang tertulis dalam slogan. Ia harus hadir dalam kehidupan nyata: ketika pendidikan menjangkau semua anak, ketika hukum ditegakkan secara adil, ketika kesejahteraan dirasakan masyarakat, dan ketika setiap warga memiliki kesempatan untuk tumbuh serta berkarya.

Delapan puluh satu tahun kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk bertanya, mengevaluasi, dan memperbaiki diri.

Mari kita lanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan cara yang sesuai dengan zaman kita. Tidak harus dengan mengangkat senjata, tetapi dengan mengangkat martabat manusia melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, literasi, kreativitas, dan kerja nyata.

Saya, Omjay, guru blogger Indonesia, ingin terus menulis sebagai bentuk kecintaan kepada negeri ini.

Sebab, selama masih ada kesempatan untuk belajar, selama masih ada pengalaman yang dapat dibagikan, dan selama masih ada harapan yang dapat diperjuangkan, saya percaya Indonesia selalu memiliki alasan untuk melangkah maju.

Merdeka bukan sekadar mengenang masa lalu. Merdeka adalah keberanian untuk membangun masa depan.

Salam literasi!

Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Penulis dan penggerak literasi pendidikan