Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

materi hari ke 10 kbmn pgri dengan tema sebuah perjalanan

Kita lanjutkan materi KBMN PGRI Gelombang 35 dengan tema “Sebuah Perjalanan” tanpa gambar. Berikut tambahan materi berupa contoh kisah perjalanan dalam gaya Omjay, panduan membuat judul, dan tugas praktik yang siap dibagikan kepada peserta.

Materi Lanjutan KBMN PGRI Gelombang 35

### Menulis Kisah Perjalanan dengan Hati

### 1\. Contoh artikel dalam kisah Omjay

# Sebuah Perjalanan, Sejuta Pelajaran

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Setiap perjalanan selalu menyimpan cerita. Ada cerita tentang kebahagiaan, perjuangan, kesabaran, bahkan air mata. Tidak semua perjalanan membawa kita ke tempat yang baru. Ada perjalanan yang justru membawa kita untuk lebih mengenal diri sendiri.

Sebagai seorang guru dan blogger, saya belajar bahwa kehidupan adalah perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar selesai. Sejak mulai mengajar, saya bertemu banyak orang, menghadapi beragam tantangan, dan memperoleh pelajaran yang tidak semuanya bisa ditemukan di dalam buku.

Ada perjalanan yang membuat saya tersenyum bahagia. Ada pula perjalanan yang menguji kesabaran dan keteguhan hati. Namun, ketika saya menoleh ke belakang, saya menyadari bahwa setiap pengalaman telah memberikan sesuatu yang berharga.

Saya belajar bahwa keberhasilan tidak selalu datang dengan cepat. Ada cita-cita yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diwujudkan. Ada impian yang harus diperjuangkan dengan kerja keras, doa, dan dukungan keluarga.

Dalam perjalanan itu, kita terkadang merasa lelah. Kita melihat orang lain sudah sampai di tujuan, sedangkan kita masih berusaha melewati jalan yang panjang. Pada saat seperti itulah kita perlu mengingat bahwa setiap orang mempunyai waktu dan jalannya masing-masing.

Saya juga menemukan pelajaran penting dari dunia menulis. Ketika sebuah pengalaman dituangkan menjadi artikel, pengalaman tersebut tidak lagi berhenti sebagai kenangan pribadi. Ia bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Karena itulah saya berusaha membiasakan diri membaca dan menulis. Membaca membantu saya menemukan pengetahuan baru, sedangkan menulis membantu saya mengabadikan pengalaman dan membagikan gagasan kepada pembaca.

Bagi saya, perjalanan hidup tidak hanya diukur dari seberapa banyak tempat yang telah dikunjungi, gelar yang berhasil diraih, atau penghargaan yang pernah diterima. Perjalanan juga diukur dari seberapa banyak manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama.

Kini saya semakin memahami bahwa tidak ada pengalaman yang benar-benar sia-sia apabila kita bersedia mengambil pelajaran darinya. Bahkan kegagalan pun dapat menjadi guru yang mengajarkan kita untuk memperbaiki diri.

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, mari kita menuliskan perjalanan hidup kita. Jangan menunggu sampai memiliki pengalaman luar biasa. Ceritakanlah pengalaman sederhana yang meninggalkan kesan mendalam di hati.

Bisa jadi, cerita yang kita anggap biasa justru menjadi penyemangat bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan serupa.

Tulislah dengan jujur. Ceritakan dengan hati. Bagikan dengan niat untuk memberi manfaat.

Sebab, sebuah perjalanan mungkin berakhir ketika kita tiba di tujuan, tetapi pelajaran dari perjalanan itu dapat terus hidup melalui tulisan yang kita tinggalkan.

Salam blogger persahabatan.

Omjay Guru Blogger Indonesia

Catatan: Artikel ini merupakan contoh pengembangan tema. Peserta dapat menambahkan pengalaman konkret masing-masing agar ceritanya semakin kuat dan personal.

### 2\. Latihan membuat judul artikel perjalanan

Judul adalah pintu pertama yang mengundang pembaca memasuki tulisan kita. Berikut beberapa contoh judul yang dapat dikembangkan peserta.

| No. | Contoh judul                                      |
| --- | ------------------------------------------------- |
| 1   | Perjalanan Panjang Meraih Cita-Cita               |
| 2   | Dari Kegagalan Saya Belajar Menjadi Lebih Kuat    |
| 3   | Perjalanan Pulang yang Mengubah Hidup Saya        |
| 4   | Menjadi Guru Adalah Perjalanan yang Penuh Makna   |
| 5   | Sebuah Perjalanan Bersama Orang Tercinta          |
| 6   | Langkah Kecil Menuju Impian Besar                 |
| 7   | Perjalanan yang Mengajarkan Saya Arti Bersyukur   |
| 8   | Menulis Perjalanan, Mengabadikan Kehidupan        |
| 9   | Ketika Perjalanan Tidak Sesuai Harapan            |
| 10  | Pengalaman Sederhana yang Tak Pernah Saya Lupakan |

Latihan peserta: Buatlah tiga judul berdasarkan pengalaman pribadi. Pilih satu judul terbaik untuk dikembangkan menjadi artikel sepanjang 700–1.000 kata.

### 3\. Tugas praktik menulis peserta KBMN PGRI Gelombang 35

### Tugas: Sebuah Perjalanan dalam Hidup Saya

Petunjuk pengerjaan

* Pilih satu perjalanan yang benar-benar pernah Anda alami.

* Tuliskan alasan perjalanan itu penting bagi Anda.

* Ceritakan kejadian paling berkesan, termasuk tantangan atau perubahan yang terjadi.

* Jelaskan pelajaran yang Anda peroleh.

* Akhiri tulisan dengan refleksi yang dapat menginspirasi pembaca.

* Publikasikan tulisan di blog pribadi.

Ketentuan tugas

* Panjang tulisan: 700–1.000 kata.

* Tulisan berdasarkan pengalaman nyata.

* Menggunakan bahasa yang jelas dan komunikatif.

* Memiliki judul, pembukaan, isi, dan penutup.

* Menyertakan tautan artikel setelah dipublikasikan.

### 4\. Pertanyaan panduan untuk menggali pengalaman

Peserta dapat menjawab pertanyaan berikut sebelum mulai menulis.

* Ke mana saya pergi atau perjalanan hidup apa yang pernah saya jalani?

* Mengapa perjalanan itu penting?

* Siapa yang menemani atau membantu saya?

* Peristiwa apa yang paling membekas?

* Kesulitan apa yang saya hadapi?

* Apa yang saya rasakan saat itu?

* Apa yang berubah dalam diri saya setelah perjalanan tersebut?

* Pelajaran apa yang ingin saya bagikan kepada pembaca?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjadi bahan dasar artikel. Tidak perlu menjawab semuanya secara terpisah di dalam tulisan. Rangkailah jawaban tersebut menjadi sebuah cerita yang mengalir.

### 5\. Pesan Omjay untuk peserta

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, jangan takut memulai tulisan. Kita tidak harus menjadi penulis terkenal untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat.

Mulailah dari pengalaman sendiri. Tuliskan apa yang benar-benar kita rasakan dan pelajari. Setelah itu, bacalah kembali tulisan kita, perbaiki bagian yang kurang jelas, lalu bagikan kepada pembaca.

Ingatlah tiga kebiasaan penting:

Membaca untuk memperkaya pikiran. Menulis untuk mengabadikan pengalaman. Berbagi untuk memberikan manfaat.

Semoga tema Sebuah Perjalanan membantu kita menemukan cerita-cerita berharga yang selama ini tersimpan di dalam ingatan.

Salam blogger persahabatan!

Omjay — Guru Blogger Indonesia

materi hari ke 10 kbmn pgri dengan tema sebuah perjalanan

Kita lanjutkan materi KBMN PGRI Gelombang 35 dengan tema “Sebuah Perjalanan” tanpa gambar. Berikut tambahan materi berupa contoh kisah perjalanan dalam gaya Omjay, panduan membuat judul, dan tugas praktik yang siap dibagikan kepada peserta.

### Materi Lanjutan KBMN PGRI Gelombang 35

### Menulis Kisah Perjalanan dengan Hati

### 1\. Contoh artikel dalam kisah Omjay

# Sebuah Perjalanan, Sejuta Pelajaran

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Setiap perjalanan selalu menyimpan cerita. Ada cerita tentang kebahagiaan, perjuangan, kesabaran, bahkan air mata. Tidak semua perjalanan membawa kita ke tempat yang baru. Ada perjalanan yang justru membawa kita untuk lebih mengenal diri sendiri.

Sebagai seorang guru dan blogger, saya belajar bahwa kehidupan adalah perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar selesai. Sejak mulai mengajar, saya bertemu banyak orang, menghadapi beragam tantangan, dan memperoleh pelajaran yang tidak semuanya bisa ditemukan di dalam buku.

Ada perjalanan yang membuat saya tersenyum bahagia. Ada pula perjalanan yang menguji kesabaran dan keteguhan hati. Namun, ketika saya menoleh ke belakang, saya menyadari bahwa setiap pengalaman telah memberikan sesuatu yang berharga.

Saya belajar bahwa keberhasilan tidak selalu datang dengan cepat. Ada cita-cita yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diwujudkan. Ada impian yang harus diperjuangkan dengan kerja keras, doa, dan dukungan keluarga.

Dalam perjalanan itu, kita terkadang merasa lelah. Kita melihat orang lain sudah sampai di tujuan, sedangkan kita masih berusaha melewati jalan yang panjang. Pada saat seperti itulah kita perlu mengingat bahwa setiap orang mempunyai waktu dan jalannya masing-masing.

Saya juga menemukan pelajaran penting dari dunia menulis. Ketika sebuah pengalaman dituangkan menjadi artikel, pengalaman tersebut tidak lagi berhenti sebagai kenangan pribadi. Ia bisa menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Karena itulah saya berusaha membiasakan diri membaca dan menulis. Membaca membantu saya menemukan pengetahuan baru, sedangkan menulis membantu saya mengabadikan pengalaman dan membagikan gagasan kepada pembaca.

Bagi saya, perjalanan hidup tidak hanya diukur dari seberapa banyak tempat yang telah dikunjungi, gelar yang berhasil diraih, atau penghargaan yang pernah diterima. Perjalanan juga diukur dari seberapa banyak manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama.

Kini saya semakin memahami bahwa tidak ada pengalaman yang benar-benar sia-sia apabila kita bersedia mengambil pelajaran darinya. Bahkan kegagalan pun dapat menjadi guru yang mengajarkan kita untuk memperbaiki diri.

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, mari kita menuliskan perjalanan hidup kita. Jangan menunggu sampai memiliki pengalaman luar biasa. Ceritakanlah pengalaman sederhana yang meninggalkan kesan mendalam di hati.

Bisa jadi, cerita yang kita anggap biasa justru menjadi penyemangat bagi seseorang yang sedang menghadapi persoalan serupa.

Tulislah dengan jujur. Ceritakan dengan hati. Bagikan dengan niat untuk memberi manfaat.

Sebab, sebuah perjalanan mungkin berakhir ketika kita tiba di tujuan, tetapi pelajaran dari perjalanan itu dapat terus hidup melalui tulisan yang kita tinggalkan.

Salam blogger persahabatan.

Omjay Guru Blogger Indonesia

Catatan: Artikel ini merupakan contoh pengembangan tema. Peserta dapat menambahkan pengalaman konkret masing-masing agar ceritanya semakin kuat dan personal.

### 2\. Latihan membuat judul artikel perjalanan

Judul adalah pintu pertama yang mengundang pembaca memasuki tulisan kita. Berikut beberapa contoh judul yang dapat dikembangkan peserta.

| No. | Contoh judul                                      |
| --- | ------------------------------------------------- |
| 1   | Perjalanan Panjang Meraih Cita-Cita               |
| 2   | Dari Kegagalan Saya Belajar Menjadi Lebih Kuat    |
| 3   | Perjalanan Pulang yang Mengubah Hidup Saya        |
| 4   | Menjadi Guru Adalah Perjalanan yang Penuh Makna   |
| 5   | Sebuah Perjalanan Bersama Orang Tercinta          |
| 6   | Langkah Kecil Menuju Impian Besar                 |
| 7   | Perjalanan yang Mengajarkan Saya Arti Bersyukur   |
| 8   | Menulis Perjalanan, Mengabadikan Kehidupan        |
| 9   | Ketika Perjalanan Tidak Sesuai Harapan            |
| 10  | Pengalaman Sederhana yang Tak Pernah Saya Lupakan |

Latihan peserta: Buatlah tiga judul berdasarkan pengalaman pribadi. Pilih satu judul terbaik untuk dikembangkan menjadi artikel sepanjang 700–1.000 kata.

### 3\. Tugas praktik menulis peserta KBMN PGRI Gelombang 35

### Tugas: Sebuah Perjalanan dalam Hidup Saya

Petunjuk pengerjaan

* Pilih satu perjalanan yang benar-benar pernah Anda alami.

* Tuliskan alasan perjalanan itu penting bagi Anda.

* Ceritakan kejadian paling berkesan, termasuk tantangan atau perubahan yang terjadi.

* Jelaskan pelajaran yang Anda peroleh.

* Akhiri tulisan dengan refleksi yang dapat menginspirasi pembaca.

* Publikasikan tulisan di blog pribadi.

Ketentuan tugas

* Panjang tulisan: 700–1.000 kata.

* Tulisan berdasarkan pengalaman nyata.

* Menggunakan bahasa yang jelas dan komunikatif.

* Memiliki judul, pembukaan, isi, dan penutup.

* Menyertakan tautan artikel setelah dipublikasikan.

### 4\. Pertanyaan panduan untuk menggali pengalaman

Peserta dapat menjawab pertanyaan berikut sebelum mulai menulis.

* Ke mana saya pergi atau perjalanan hidup apa yang pernah saya jalani?

* Mengapa perjalanan itu penting?

* Siapa yang menemani atau membantu saya?

* Peristiwa apa yang paling membekas?

* Kesulitan apa yang saya hadapi?

* Apa yang saya rasakan saat itu?

* Apa yang berubah dalam diri saya setelah perjalanan tersebut?

* Pelajaran apa yang ingin saya bagikan kepada pembaca?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dapat menjadi bahan dasar artikel. Tidak perlu menjawab semuanya secara terpisah di dalam tulisan. Rangkailah jawaban tersebut menjadi sebuah cerita yang mengalir.

### 5\. Pesan Omjay untuk peserta

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, jangan takut memulai tulisan. Kita tidak harus menjadi penulis terkenal untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat.

Mulailah dari pengalaman sendiri. Tuliskan apa yang benar-benar kita rasakan dan pelajari. Setelah itu, bacalah kembali tulisan kita, perbaiki bagian yang kurang jelas, lalu bagikan kepada pembaca.

Ingatlah tiga kebiasaan penting:

Membaca untuk memperkaya pikiran. Menulis untuk mengabadikan pengalaman. Berbagi untuk memberikan manfaat.

Semoga tema Sebuah Perjalanan membantu kita menemukan cerita-cerita berharga yang selama ini tersimpan di dalam ingatan.

Salam blogger persahabatan!

Omjay — Guru Blogger Indonesia

Kisah Kakek Jay Menyambut Cucu Keduanya

Bahagia Itu Sederhana: Kisah Kakek Jay Menyambut Kehadiran Cucu Kedua

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)

Ada kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Ada pula rasa haru yang tidak mampu diungkapkan hanya dengan kata-kata. Salah satunya adalah kebahagiaan ketika seorang kakek bertemu dengan cucunya yang baru lahir ke dunia.

Hari itu, Kakek Jay merasakan kebahagiaan yang begitu istimewa. Di Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi, Kakek Jay berdiri di samping tempat tidur mungil seorang bayi yang baru saja hadir sebagai anggota baru keluarga. Bayi kecil itu adalah cucu kedua yang menambah warna kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya.

Dengan mengenakan kaus biru bertuliskan Labschool dan topi putih, Kakek Jay tampak tersenyum sambil memandang cucunya. Tangannya menunjuk ke arah sang bayi, seolah ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa kini ada satu lagi anugerah Allah SWT yang harus disayangi, dijaga, dan didoakan.

Pemandangan sederhana itu menyimpan makna yang begitu dalam. Seorang kakek yang dahulu sibuk bekerja, mengajar, menulis, dan menjalani berbagai aktivitas kehidupan, kini berdiri di hadapan seorang bayi mungil yang belum mampu berkata apa-apa. Namun, tanpa sepatah kata pun, kehadiran bayi itu telah menyampaikan pesan tentang cinta, harapan, dan masa depan.

Ketika Menjadi Kakek Adalah Sebuah Anugerah

Menjadi seorang kakek merupakan babak baru dalam kehidupan. Ada perasaan yang berbeda ketika melihat cucu sendiri. Kebahagiaan itu terasa lebih hangat karena kita menyadari bahwa kehidupan terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kakek Jay tentu memiliki perjalanan panjang dalam hidupnya. Ada perjuangan, pengalaman, keberhasilan, kegagalan, dan pelajaran yang telah dilewati. Sebagai seorang guru, saya belajar bahwa kehidupan adalah sekolah yang tidak pernah selesai. Setiap hari selalu ada hal baru yang mengajarkan kita tentang arti kesabaran, ketulusan, dan rasa syukur.

Kini, di hadapan cucu kedua, saya kembali belajar tentang kehidupan dari seorang bayi yang bahkan belum bisa berbicara.

Ia tidak membawa harta benda. Ia tidak membawa jabatan atau gelar. Ia juga tidak membawa janji apa pun. Ia hadir dengan tubuh mungil, wajah polos, dan kehidupan baru yang masih panjang untuk dijalani.

Namun, justru dari kesederhanaan itulah kebahagiaan terasa begitu besar.

Saya memandang cucu yang terbaring nyaman di dalam tempat tidurnya. Ada keinginan dalam hati untuk melihatnya tumbuh sehat, mengenal dunia, belajar berjalan, mulai berbicara, dan kelak menemukan cita-citanya sendiri.

Mungkin suatu hari nanti, ketika ia sudah besar, ia akan membaca kisah ini. Ia akan mengetahui bahwa pada awal kehidupannya, ada seorang kakek yang datang menjenguknya dengan hati penuh cinta.

Semoga tulisan ini menjadi salah satu kenangan indah yang dapat ia baca ketika dewasa nanti.

Cucu Kedua, Hadiah Indah dari Allah SWT

Dalam kehidupan keluarga, kelahiran seorang anak bukan hanya membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Kehadiran seorang bayi juga menyatukan hati keluarga besar dalam rasa syukur dan doa.

Bagi seorang kakek, cucu adalah titipan yang menghadirkan harapan baru. Kita mungkin tidak dapat menentukan seperti apa perjalanan hidupnya kelak, tetapi kita bisa memberikan doa, kasih sayang, teladan, dan dukungan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Kakek Jay berharap cucu keduanya tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, menyayangi orang tua, menghormati sesama, serta menjadi manusia yang berguna bagi agama, keluarga, bangsa, dan negara.

Saya juga berdoa agar kedua orang tuanya diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan dalam membesarkan buah hati mereka. Sebab, membesarkan anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga mendampingi tumbuh kembangnya, mendidik karakternya, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Sebagai seorang guru, saya memahami bahwa pendidikan pertama seorang anak dimulai dari rumah. Anak belajar tentang cinta dari pelukan orang tuanya. Ia belajar tentang kejujuran dari teladan yang dilihatnya. Ia belajar tentang kesabaran dari cara keluarganya menghadapi kesulitan.

Kelak, cucu kedua ini akan tumbuh dan menemukan jalannya sendiri. Tugas keluarga adalah membekalinya dengan cinta dan nilai-nilai kebaikan agar ia memiliki fondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan.

Waktu Terus Berjalan, Kenangan Akan Tetap Tinggal

Ada satu hal yang sering kita lupakan ketika sibuk mengejar berbagai impian: waktu terus berjalan, dan tidak semua momen dapat diulang kembali.

Dahulu, kita pernah menjadi anak-anak yang digendong orang tua. Kemudian tumbuh dewasa, membangun keluarga, bekerja, dan mengejar cita-cita. Tanpa terasa, rambut mulai memutih, anak-anak bertambah dewasa, dan suatu hari kita mendapat kesempatan menjadi seorang kakek.

Rasanya seperti baru kemarin kita menggendong anak sendiri. Kini, anak-anak itu telah membangun keluarga dan menghadirkan generasi berikutnya.

Di sinilah kita belajar bahwa kehidupan bukan hanya tentang apa yang berhasil kita raih, tetapi juga tentang siapa yang berjalan bersama kita dan kenangan apa yang kita tinggalkan.

Kakek Jay ingin menikmati setiap kesempatan bersama keluarga. Tidak harus dengan perjalanan mahal atau perayaan besar. Kadang-kadang, kebahagiaan cukup dengan duduk di samping tempat tidur bayi, memandang wajahnya, tersenyum, lalu mengucapkan doa dalam hati.

Momen seperti itu mungkin terlihat biasa bagi orang lain. Namun, bagi seorang kakek, momen tersebut bisa menjadi kenangan yang akan tersimpan sepanjang hayat.

Foto sederhana bersama cucu kedua di Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk yang tidak rumit.

Kita hanya perlu berhenti sejenak dari kesibukan, melihat orang-orang yang kita cintai, lalu menyadari betapa berharganya mereka dalam kehidupan kita.

Kelak, Semoga Cucu Kakek Jay Menjadi Penulis Kehidupan yang Baik

Sebagai seorang guru dan penulis yang terbiasa menuangkan pengalaman ke dalam tulisan, saya percaya bahwa setiap peristiwa berharga layak diabadikan.

Itulah sebabnya saya menuliskan kisah sederhana ini. Saya tidak ingin kebahagiaan hari ini hanya tersimpan di dalam galeri telepon genggam. Saya ingin menjadikannya sebuah cerita yang dapat dibaca kembali, direnungkan, dan diwariskan kepada keluarga.

Foto dapat merekam wajah. Tulisan dapat menyimpan perasaan, pikiran, dan makna di balik sebuah peristiwa.

Mungkin ketika cucu kedua ini sudah dewasa, ia tidak akan mengingat bagaimana Kakek Jay datang menjenguknya. Ia mungkin juga tidak akan mengingat tempat tidurnya yang mungil atau pakaian yang dikenakannya pada hari itu.

Namun, melalui tulisan ini, ia dapat mengetahui bahwa sejak awal kehidupannya, ada cinta yang menyambutnya.

Ada seorang kakek yang bersyukur atas kehadirannya.

Ada doa yang dipanjatkan agar langkah-langkah kecilnya kelak menjadi perjalanan panjang menuju kebaikan.

Dan ada harapan agar ia tumbuh menjadi manusia yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Saya ingin mengajarkan kepadanya, ketika waktunya tiba, bahwa kehidupan yang baik bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai cita-cita. Kehidupan yang baik juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama.

Bahagia Itu Sederhana

Sore atau pagi hari ketika seorang kakek berdiri di samping cucunya mungkin tidak akan menjadi berita besar. Tidak ada panggung megah, tidak ada tepuk tangan, dan tidak ada penghargaan yang disematkan.

Namun, bagi Kakek Jay, inilah salah satu hadiah terindah dalam kehidupan.

Saya bersyukur masih diberi kesempatan menyaksikan pertumbuhan keluarga, menyambut cucu kedua, dan menyimpan kenangan yang kelak dapat diceritakan kembali.

Kebahagiaan tidak selalu datang ketika kita memperoleh sesuatu yang besar. Terkadang, kebahagiaan justru hadir ketika kita menyadari bahwa orang-orang yang kita cintai masih diberi kesempatan untuk berkumpul, saling menyayangi, dan mendoakan satu sama lain.

Hari ini, Kakek Jay tidak meminta banyak hal. Cukuplah Allah SWT memberikan kesehatan kepada seluruh keluarga, melindungi cucu kedua dalam setiap tahap pertumbuhannya, serta membimbingnya menjadi anak yang saleh atau salehah dan berbakti kepada orang tuanya.

Semoga kelak, ketika rambut Kakek Jay semakin memutih dan langkahnya semakin pelan, cucu-cucu tetap menjadi pengingat bahwa hidup ini penuh dengan anugerah yang patut disyukuri.

Selamat datang di dunia, cucu keduaku tersayang.

Semoga engkau tumbuh sehat, bahagia, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Semoga suatu hari nanti engkau membaca kisah ini dan mengetahui bahwa kehadiranmu telah membuat hati Kakek Jay begitu bahagia.

Sebab, pada akhirnya, warisan terindah seorang kakek bukanlah sekadar harta benda yang ditinggalkan, melainkan cinta, keteladanan, doa, dan kenangan yang terus hidup di dalam hati keluarga.

Bahagia itu sederhana. Hari ini, Kakek Jay tersenyum karena kehadiranmu, cucuku. Dan semoga senyum itu kelak menjadi bagian dari kenangan indah dalam perjalanan hidupmu.

Salam hangat dan salam literasi.

Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru Blogger Indonesia


Dari Bali untuk Indonesia dan Dunia

Dari Bali untuk Indonesia: Kisah Omjay Mengikuti ICANN87, Belajar Menjaga Masa Depan Internet

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)

Ada perjalanan yang bukan sekadar tentang berpindah tempat, melainkan tentang memperluas wawasan, menambah pengalaman, dan menemukan tanggung jawab baru untuk masa depan Indonesia. Bagi saya, Omjay, seorang guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, kesempatan mengikuti kegiatan ICANN87 di Bali merupakan pengalaman berharga yang ingin saya maknai lebih dalam.

Saya telah terdaftar untuk mengikuti ICANN87 Annual General Meeting yang dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar lebih dekat tentang tata kelola internet dunia, sistem nama domain, keamanan, serta peran berbagai komunitas dalam menjaga internet agar tetap stabil, aman, dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Bagi sebagian orang, internet mungkin hanya sebatas membuka media sosial, membaca berita, mengirim pesan, atau mencari informasi melalui mesin pencari. Namun, di balik setiap aktivitas tersebut, terdapat sistem yang sangat kompleks. Ada nama domain, alamat internet, server, protokol, dan berbagai organisasi yang bekerja sama agar miliaran manusia di seluruh dunia dapat terhubung.

Di sinilah saya merasa bahwa seorang guru Informatika tidak boleh berhenti belajar. Perkembangan teknologi berlangsung begitu cepat. Apa yang kita ajarkan kepada murid hari ini harus terus diperbarui agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan.

Ketika Guru Belajar dari Dunia

Saya sering mengatakan kepada rekan-rekan guru bahwa belajar bukan hanya milik murid. Guru pun harus terus belajar sepanjang hayat. Jika murid diminta membuka wawasan, guru harus terlebih dahulu menunjukkan keteladanan dengan berani keluar dari zona nyaman.

Mengikuti ICANN87 menjadi salah satu kesempatan untuk memperluas wawasan tersebut. Saya ingin memahami bagaimana internet dikelola, bagaimana nama domain bekerja, serta bagaimana masyarakat dari berbagai negara berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik.

Saya juga ingin membawa pengalaman dan pengetahuan itu kembali ke dunia pendidikan Indonesia. Sebab, ilmu yang kita peroleh akan terasa lebih bermakna apabila dibagikan kepada orang lain.

Sebagai guru Informatika, saya menyadari bahwa tugas saya bukan sekadar mengajarkan murid menggunakan komputer, membuat presentasi, mengolah data, atau menulis program. Saya juga harus membantu mereka memahami dunia digital secara utuh, termasuk siapa yang mengelolanya, bagaimana sistemnya bekerja, dan mengapa keamanan serta tanggung jawab digital sangat penting.

Internet bukan sekadar teknologi. Internet telah menjadi ruang kehidupan manusia modern. Di dalamnya ada pendidikan, ekonomi, kebudayaan, komunikasi, bahkan masa depan bangsa.

Buku-Buku yang Seolah Bergetar di Depan Portal .ID

Dalam ilustrasi komik yang saya bayangkan, ada sebuah adegan menarik. Saya membawa tumpukan buku bertuliskan Tata Kelola Internet, Literasi Digital, Pendidikan, Komunitas, dan Indonesia Maju. Tiba-tiba, buku-buku itu seolah bergetar ketika sebuah portal digital dengan simbol .id muncul di hadapan saya.

Adegan itu memang imajinatif, tetapi pesannya sangat nyata.

Saya membayangkan bahwa pengetahuan yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun sebagai guru, blogger, penulis, dan pegiat komunitas pendidikan sedang memanggil saya untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Bukan hanya memahami teknologi untuk diri sendiri, melainkan menjembatani pengetahuan tersebut agar dapat dipahami oleh guru dan murid di Indonesia.

Simbol .id mengingatkan saya pada identitas digital Indonesia. Nama domain bukan sekadar tulisan di belakang alamat sebuah situs. Nama domain merupakan bagian dari sistem yang membantu manusia menemukan layanan dan informasi di internet.

Di baliknya terdapat tata kelola, kebijakan, infrastruktur, serta kerja sama banyak pihak. Semua itu perlu dipahami agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis mengenai bagaimana teknologi bekerja.

Saya membayangkan sebuah portal bercahaya yang menghubungkan ruang kelas di Jakarta dengan komunitas internet dunia. Dari ruang kelas sederhana, seorang murid dapat belajar tentang teknologi global. Dari sebuah blog pribadi, seorang guru dapat berbagi pengalaman hingga dibaca orang dari berbagai penjuru dunia.

Itulah keajaiban internet yang sesungguhnya. Teknologi membuka pintu, tetapi manusialah yang menentukan ke mana pintu itu akan membawa kita.

Penjaga Domain dan Jembatan Literasi Digital

Dalam komik tersebut, muncul tokoh-tokoh fantasi yang seolah menjadi penjaga dunia digital. Ada sosok menyerupai Barong Bali, naga biru, dan karakter kecil yang menemani perjalanan saya. Mereka menyampaikan pesan bahwa saya terpilih menjadi jembatan literasi digital.

Bagi saya, simbol-simbol itu memiliki makna yang dalam.

Barong mengingatkan saya pada kekayaan budaya Indonesia. Naga biru menggambarkan kekuatan teknologi dan jaringan yang menghubungkan dunia. Sementara itu, karakter kecil menjadi simbol bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Saya memang bukan seorang penguasa internet dunia. Saya juga bukan orang yang mengetahui seluruh rahasia teknologi digital. Saya hanyalah seorang guru yang terus belajar, menulis, berbagi, dan berusaha memberikan manfaat bagi sesama.

Namun, saya percaya bahwa seorang guru dapat menjadi jembatan antara pengetahuan dan kehidupan nyata. Guru dapat menerjemahkan konsep yang rumit menjadi pelajaran yang mudah dipahami. Guru juga dapat membantu murid menyadari bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk bermain, tetapi sarana untuk berkarya dan menyelesaikan persoalan.

Pengalaman mengikuti forum internasional seperti ICANN87 dapat menjadi bekal untuk memperkaya pembelajaran Informatika, literasi digital, koding, dan kecerdasan artifisial. Saya ingin murid-murid memahami bahwa mereka tidak harus menjadi penonton dalam perkembangan teknologi dunia. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi.

Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, menjaga keamanan digital, menghargai privasi, dan menggunakan internet secara bertanggung jawab.

Dari Blog Pribadi Menuju Percakapan Dunia

Sejak tahun 2007, saya telah menggunakan blog sebagai ruang untuk menulis, belajar, dan berbagi pengalaman. Saya merasakan sendiri bagaimana sebuah tulisan sederhana dapat menjadi pintu pertemuan dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.

Menulis membuat saya terus membaca. Membaca membuat saya semakin ingin mengetahui sesuatu. Pengetahuan itu kemudian saya tuliskan kembali agar dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Perjalanan sebagai blogger mengajarkan saya bahwa dunia digital tidak hanya berisi angka, kode, dan mesin. Di dalamnya terdapat manusia dengan pengalaman, cita-cita, dan harapan masing-masing.

Karena itu, saya ingin memanfaatkan pengalaman mengikuti ICANN87 untuk memperkaya tulisan-tulisan saya. Saya ingin menjelaskan kepada para guru bahwa tata kelola internet bukanlah topik yang terlalu jauh dari kehidupan sekolah. Sebaliknya, pemahaman tentang internet dapat menjadi bagian penting dari pendidikan digital.

Ketika seorang murid membuat blog, mengembangkan aplikasi, atau membangun situs web, ia sedang belajar menjadi bagian dari dunia digital. Ketika seorang guru membimbing murid agar memahami keamanan akun, jejak digital, dan etika berkomunikasi, guru tersebut sedang menanamkan tanggung jawab sebagai warga digital.

Semua itu berawal dari kemauan untuk belajar.

Saya ingin terus menulis tentang pengalaman ini, mendokumentasikan pengetahuan yang diperoleh, dan membagikannya kepada komunitas guru Informatika. Harapan saya sederhana: semakin banyak guru yang memahami teknologi, semakin luas pula kesempatan murid Indonesia untuk berkembang.

Pulang Membawa Tugas Baru

Ada satu kalimat yang sangat bermakna dalam ilustrasi komik tersebut: “Dari Bali untuk Indonesia, tugas baru dimulai!”

Kalimat itu mengingatkan saya bahwa mengikuti kegiatan internasional bukanlah garis akhir. Justru, setelah memperoleh pengalaman baru, tanggung jawab kita menjadi semakin besar.

Saya ingin kembali dengan membawa semangat untuk terus belajar dan berbagi. Pengetahuan yang diperoleh dari forum internasional harus diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan.

Saya ingin membagikan pengalaman kepada rekan-rekan guru melalui tulisan, diskusi, komunitas belajar, dan kegiatan pendidikan. Saya ingin mengajak mereka melihat bahwa internet memiliki banyak sisi yang perlu dipahami, mulai dari teknologi dasar hingga tata kelola global.

Saya juga ingin mengingatkan murid-murid bahwa masa depan mereka tidak hanya ditentukan oleh seberapa mahir mereka menggunakan gawai. Masa depan juga ditentukan oleh karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus belajar.

Teknologi boleh berkembang semakin canggih. Kecerdasan artifisial boleh membantu manusia mengerjakan banyak hal. Namun, hati nurani, empati, kejujuran, dan tanggung jawab tetap harus menjadi pegangan.

Sebagai seorang guru, saya tidak ingin murid hanya menjadi konsumen teknologi. Saya ingin mereka menjadi pencipta, pemikir, dan manusia yang mampu menggunakan teknologi untuk membantu sesama.

Penutup: Belajar, Menulis, dan Berbagi untuk Negeri

Perjalanan Omjay menuju ICANN87 Bali adalah bagian dari ikhtiar untuk terus belajar di tengah perubahan zaman. Melalui kegiatan yang dijadwalkan pada 17–22 Oktober 2026, saya berharap dapat memperoleh wawasan baru tentang tata kelola internet dan membangun hubungan dengan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap masa depan dunia digital.

Saya percaya, sekecil apa pun pengetahuan yang kita peroleh, akan menjadi berharga jika dibagikan dengan tulus. Sebuah tulisan dapat membuka wawasan. Sebuah diskusi dapat menumbuhkan gagasan. Sebuah pertemuan dapat melahirkan kerja sama. Dan sebuah langkah kecil dari seorang guru mungkin dapat menginspirasi banyak murid untuk berani bermimpi.

Dari Bali, saya ingin membawa pulang lebih dari sekadar kenangan perjalanan. Saya ingin membawa pulang semangat, pengetahuan, dan tanggung jawab untuk terus mengembangkan literasi digital di Indonesia.

Sebab, bagi saya, menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran. Menjadi guru adalah perjalanan panjang untuk terus belajar, memberi teladan, dan menyalakan harapan.

Dari Bali untuk Indonesia. Dari ruang kelas untuk dunia. Dari tulisan sederhana untuk perubahan yang bermakna.

Salam Blogger Persahabatan.

Wijaya Kusumah - omjay 

Wijaya Kusumah 

Guru Informatika SMP Labschool Jakarta

Blog: https://wijayalabs.com

pengalaman mengajar paling berkesan

### Pengalaman Mengajar yang Berkesan: Ketika Murid Justru Mengajarkan Kehidupan kepada Omjay

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay, Guru Blogger Indonesia

![Selalu Lahirkan Generasi Inovator, Ini 5 Metode Belajar di SMP-SMA Cikal Surabaya](https://images.openai.com/static-rsc-4/kyY1keOKjb-akxnR3yNhSb_L0XsN_XxbR2_oN1ZBn12_4R9YXZHPfqHdE-733CADWklk8drBxvFWjEgCeaCVSPLabZ_1CpeXpqZkb0UyFxjvvu7bamMW9K5PitQ6QcahqVlxA1aFUBrycv9uxEhhA_BoT3hQbVycnpZ-XYedkNymFPnbkqu0z7BL5qHkbFBA?purpose=fullsize)

Ada banyak pengalaman yang saya alami selama menjadi guru. Ada pengalaman yang membuat saya tersenyum, ada yang membuat saya tertawa, dan ada pula yang membuat mata saya berkaca-kaca. Namun, satu hal yang selalu saya yakini: menjadi guru bukan hanya tentang mengajar murid, melainkan juga tentang belajar dari murid.

Nama saya Wijaya Kusumah. Banyak orang mengenal saya dengan panggilan Omjay, Guru Blogger Indonesia. Saya mengajar Informatika di SMP Labschool Jakarta. Perjalanan panjang sebagai pendidik telah memberikan banyak pelajaran berharga tentang arti kesabaran, ketulusan, dan pengabdian.

Bagi saya, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran di depan kelas. Mengajar adalah perjalanan hati. Ada hubungan yang tumbuh antara guru dan murid, ada perjuangan untuk memahami karakter setiap anak, dan ada harapan agar ilmu yang diberikan hari ini menjadi bekal bagi kehidupan mereka pada masa depan.

### Ketika ruang kelas menjadi tempat belajar kehidupan

Saya masih percaya bahwa setiap murid memiliki keistimewaan. Ada murid yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan waktu lebih lama, ada yang aktif bertanya, dan ada pula yang lebih senang diam sambil memperhatikan.

Sebagai guru Informatika, saya sering berhadapan dengan murid yang memiliki kemampuan teknologi berbeda-beda. Ada yang sudah terbiasa menggunakan komputer, membuat presentasi, bahkan mencoba menulis kode program. Namun, ada pula yang masih memerlukan pendampingan ketika mengerjakan tugas sederhana.

Di sinilah kesabaran seorang guru diuji.

Saya belajar bahwa tidak semua murid bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Anak-anak memiliki kemampuan, minat, kebiasaan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Tugas guru bukan membandingkan mereka, melainkan membantu setiap anak menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Ketika seorang murid belum memahami materi, saya tidak ingin buru-buru memberikan penilaian bahwa ia tidak mampu. Saya lebih suka mencari tahu kesulitannya. Barangkali ia belum memahami instruksi, mungkin ia takut salah, atau mungkin ia membutuhkan contoh yang lebih sederhana.

Bukankah dahulu kita juga pernah menjadi murid yang membutuhkan bimbingan?

Pertanyaan sederhana itulah yang selalu saya jadikan pengingat. Guru yang baik tidak hanya mengingatkan murid ketika mereka salah, tetapi juga menemani mereka sampai mampu memperbaiki kesalahannya.

### Teknologi boleh canggih, tetapi hati seorang guru tetap penting

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kini, murid dapat belajar melalui internet, menggunakan berbagai aplikasi, dan memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu memahami materi pelajaran.

Sebagai guru Informatika, saya menyambut perkembangan tersebut dengan penuh perhatian. Teknologi dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih menarik, tetapi penggunaannya harus disertai tanggung jawab.

Saya selalu percaya bahwa teknologi hanyalah alat. Teknologi dapat membantu manusia mencari informasi dan menyelesaikan pekerjaan, tetapi pendidikan tetap membutuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Murid tidak hanya membutuhkan jawaban yang benar. Mereka juga membutuhkan keberanian untuk mencoba, kesabaran ketika menghadapi kesulitan, dan kejujuran ketika mengerjakan tugas.

Ketika murid menggunakan AI untuk membantu belajar, misalnya, guru perlu mengajarkan bahwa hasil yang diperoleh harus diperiksa, dipahami, dan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai murid hanya menyalin jawaban tanpa mengetahui maknanya.

Saya ingin murid-murid memahami bahwa kecerdasan bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang menjawab pertanyaan, melainkan juga tentang bagaimana ia berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Teknologi dapat membantu murid menemukan jawaban, tetapi guru membantu mereka memahami makna di balik jawaban tersebut.

Itulah salah satu pelajaran penting yang terus saya pegang selama mengajar.

### Murid yang membuat saya kembali belajar

Ada satu hal yang saya rasakan selama menjadi guru: setiap generasi murid membawa tantangan baru. Perubahan zaman membuat guru harus terus belajar agar tidak tertinggal.

Ketika dahulu teknologi belum berkembang seperti sekarang, guru lebih banyak mengandalkan buku, papan tulis, dan penjelasan di kelas. Sekarang, sumber belajar tersedia dalam berbagai bentuk. Murid dapat menemukan informasi dengan cepat, bahkan terkadang mereka mengetahui sesuatu yang belum sempat dipelajari gurunya.

Bagi saya, hal itu bukan ancaman. Justru itulah kesempatan untuk tumbuh bersama.

Saya tidak malu mengakui bahwa seorang guru juga bisa belajar dari muridnya. Jika ada murid yang lebih memahami fitur aplikasi tertentu, saya dapat memintanya menjelaskan. Jika ada cara baru yang membuat pembelajaran lebih efektif, saya terbuka untuk mencobanya.

Guru tidak harus selalu menjadi orang yang paling tahu. Namun, guru harus bersedia terus belajar.

Sikap itulah yang ingin saya contohkan kepada murid-murid. Saya ingin mereka memahami bahwa belajar tidak berhenti setelah memperoleh nilai yang bagus. Belajar adalah proses sepanjang hayat.

Saya pun terus belajar menulis, membaca, mengikuti perkembangan teknologi, dan berbagi pengalaman melalui blog serta tulisan di berbagai media. Saya ingin menunjukkan bahwa seorang guru dapat terus bertumbuh tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pendidik.

### Menulis pengalaman mengajar agar menjadi inspirasi

Ada banyak kisah di ruang kelas yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan pelajaran luar biasa.

Seorang murid yang awalnya takut bertanya kemudian berani mengemukakan pendapat. Murid yang semula kesulitan menyelesaikan tugas akhirnya berhasil membuat sebuah karya. Atau seorang anak yang terlihat biasa saja ternyata memiliki kepedulian besar kepada teman-temannya.

Sayangnya, pengalaman seperti itu sering kali berlalu begitu saja karena tidak dicatat.

Saya belajar bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk merawat kenangan dan membagikan pembelajaran. Pengalaman mengajar yang dituliskan dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru lain yang sedang menghadapi persoalan serupa.

Karena itulah saya terus mendorong para guru untuk menulis pengalaman mereka.

Tidak perlu menunggu menjadi penulis hebat. Tidak perlu menunggu memiliki pengalaman yang luar biasa. Mulailah dari kejadian sederhana yang benar-benar dialami.

Tuliskan apa yang terjadi, masalah yang dihadapi, langkah yang dilakukan, dan pelajaran yang diperoleh. Gunakan bahasa yang jujur dan mudah dipahami. Jika kisah tersebut melibatkan murid, jagalah privasi dan martabatnya.

Saya ingin para guru memahami bahwa pengalaman mereka berharga. Bisa jadi, cerita yang menurut kita biasa saja justru memberikan kekuatan bagi guru lain yang sedang menghadapi kesulitan.

Sebuah tulisan mungkin tidak langsung mengubah dunia. Namun, tulisan yang tulus dapat mengubah cara seseorang memandang masalah, menemukan keberanian, dan kembali bersemangat menjalankan tugasnya.

### Pesan Omjay untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35

Pada Pertemuan ke-9 KBMN PGRI Gelombang 35, tema yang kita pelajari adalah Pengalaman Mengajar yang Berkesan.

Saya mengajak seluruh peserta untuk menggali kembali kenangan selama mendampingi murid. Cobalah bertanya kepada diri sendiri: pengalaman apa yang paling membekas? Murid mana yang pernah memberikan pelajaran berharga? Kesulitan apa yang pernah berhasil kita atasi bersama?

Jangan hanya menuliskan keberhasilan. Kegagalan, kesalahan, dan kebingungan juga dapat menjadi bahan tulisan yang bermakna, selama kita berani mengambil pelajaran darinya.

Berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan:

* Pilih satu pengalaman nyata. Fokuslah pada satu kejadian agar cerita tidak melebar ke mana-mana.

* Ceritakan suasananya. Gambarkan waktu, tempat, dan situasi yang membuat pengalaman itu berkesan.

* Jelaskan tantangannya. Apa masalah yang muncul dan bagaimana perasaan Anda saat menghadapinya?

* Tuliskan tindakan Anda. Ceritakan usaha yang dilakukan untuk mencari solusi.

* Akhiri dengan refleksi. Jelaskan pelajaran yang diperoleh dan manfaatnya bagi perjalanan Anda sebagai guru.

Setelah selesai, unggahlah tulisan tersebut ke blog pribadi. Bacalah kembali tulisan teman-teman, berikan komentar yang membangun, dan jadikan kegiatan membaca serta menulis sebagai kebiasaan.

Ingatlah, tujuan kita bukan sekadar menghasilkan tulisan. Kita sedang belajar mendokumentasikan pengalaman, membangun budaya literasi, dan menyebarkan kebaikan melalui kata-kata.

### Penutup: Guru yang terus belajar akan terus bertumbuh

Menjadi guru merupakan perjalanan panjang yang penuh cerita. Ada hari-hari ketika kita merasa bangga, tetapi ada pula saat ketika kita harus menarik napas panjang karena menghadapi berbagai tantangan.

Namun, selama masih ada murid yang membutuhkan bimbingan, selalu ada alasan bagi seorang guru untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Saya, Omjay, percaya bahwa pengalaman mengajar yang berkesan tidak selalu ditandai oleh penghargaan, prestasi, atau keberhasilan besar. Terkadang, pengalaman paling berharga justru hadir ketika kita menyadari bahwa kehadiran kita telah membantu seorang anak menjadi lebih percaya diri.

Mungkin bertahun-tahun kemudian, murid-murid kita tidak lagi mengingat seluruh materi yang pernah disampaikan. Mereka mungkin lupa rumus, langkah-langkah membuat program, atau penjelasan yang pernah kita tuliskan di papan tulis.

Namun, semoga mereka masih mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka. Semoga mereka mengingat guru yang bersedia mendengarkan, memberikan kesempatan kedua, dan percaya bahwa mereka mampu berkembang.

Sebab, pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang memindahkan pengetahuan dari kepala guru ke kepala murid. Pendidikan juga tentang menumbuhkan harapan, membangun karakter, dan menyalakan semangat untuk terus belajar.

Teruslah mengajar dengan hati. Teruslah membaca untuk memperluas wawasan. Teruslah menulis untuk mengabadikan pengalaman.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah pengingat yang selalu relevan bagi kita semua:

Bila tidak membaca, terasa haus. Bila tidak menulis, terasa lapar.

Jangan sampai pengalaman berharga selama mengajar hilang ditelan waktu. Tuliskanlah, bagikanlah, dan biarkan kisah itu menjadi cahaya bagi orang lain.

Salam blogger persahabatan.

Omjay

Guru Blogger Indonesia

SMP Labschool Jakarta

Catatan untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35: Tulisan ini merupakan contoh artikel reflektif. Silakan kembangkan berdasarkan pengalaman mengajar yang benar-benar Anda alami sendiri agar kisah yang ditulis terasa lebih jujur, hidup, dan menyentuh hati pembaca.

Jumat, 09 Oktober 2026

Materi KBMN PGRI Pertemuan ke-9

### I. Langkah Praktis Menulis Artikel dalam 30 Menit

Bapak dan Ibu peserta tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Sisihkan waktu 30 menit untuk membuat draf pertama.

* Menit 1–5: Mengingat pengalaman. Pilih satu kejadian yang masih melekat dalam ingatan, baik yang menggembirakan, menyedihkan, lucu, maupun mengharukan.

* Menit 6–10: Membuat kerangka. Catat siapa yang terlibat, apa masalahnya, bagaimana peristiwanya berlangsung, dan apa pelajaran yang diperoleh.

* Menit 11–20: Menulis cerita. Tuliskan pengalaman dari awal hingga akhir. Jangan terlalu sibuk memperbaiki setiap kalimat ketika sedang mengembangkan cerita.

* Menit 21–25: Menambahkan detail. Masukkan suasana kelas, tindakan tokoh, percakapan yang diingat, serta perasaan yang muncul ketika peristiwa berlangsung.

* Menit 26–30: Menulis refleksi. Akhiri tulisan dengan pelajaran yang diperoleh dan manfaatnya bagi guru lain.

Draf pertama tidak harus sempurna. Yang penting, pengalaman sudah berhasil dituangkan menjadi tulisan. Penyuntingan dapat dilakukan setelahnya.

### J. Tugas Menulis Pertemuan ke-9 KBMN PGRI Gelombang 35

### Tantangan Menulis: Kisah Guru yang Menginspirasi

Tema: Pengalaman Mengajar yang Berkesan

Petunjuk tugas peserta

* Tulislah satu artikel berdasarkan pengalaman mengajar yang benar-benar pernah dialami.

* Pilih judul yang menarik dan menggambarkan inti cerita.

* Panjang artikel disarankan 600–1.000 kata.

* Ceritakan latar peristiwa, masalah yang dihadapi, tindakan yang dilakukan, dan hasilnya.

* Tambahkan refleksi tentang pelajaran yang diperoleh sebagai guru.

* Periksa kembali ejaan, tanda baca, dan alur cerita.

* Publikasikan artikel di blog pribadi atau media menulis yang digunakan.

* Bagikan tautan tulisan sesuai petunjuk fasilitator KBMN PGRI Gelombang 35.

Pilihan topik apabila masih bingung

* Murid yang tidak pernah saya lupakan.

* Hari ketika saya hampir menyerah mengajar.

* Keberhasilan kecil yang membuat saya bangga.

* Kesalahan mengajar yang menjadi pelajaran berharga.

* Ketika murid mengajari saya arti kehidupan.

* Pengalaman pertama menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

* Ucapan murid yang selalu saya ingat.

* Pertemuan kembali dengan mantan murid.

* Orang tua murid yang mengubah cara pandang saya.

* Satu hari di kelas yang mengubah hidup saya.

Catatan: Topik di atas merupakan pilihan. Peserta bebas mengangkat pengalaman lain selama sesuai dengan tema.

### Lembar perencanaan tulisan

Sebelum mulai menulis, peserta dapat mengisi pertanyaan berikut.

1\. Pengalaman mengajar apa yang ingin saya ceritakan?

2\. Siapa yang terlibat dalam pengalaman tersebut?

3\. Apa tantangan atau peristiwa utamanya?

4\. Apa yang saya lakukan dan bagaimana hasilnya?

5\. Pelajaran apa yang saya peroleh?

 Salin hasil perencanaan

### K. Rubrik Penilaian Artikel

Rubrik ini dapat digunakan fasilitator untuk memberikan umpan balik kepada peserta.

| Aspek penilaian                         | Bobot |
| --------------------------------------- | ----- |
| Kesesuaian dengan tema                  | 20    |
| Kejelasan alur dan kelengkapan cerita   | 20    |
| Detail pengalaman dan kekuatan narasi   | 20    |
| Kedalaman refleksi dan pesan pendidikan | 20    |
| Bahasa, ejaan, dan keterbacaan          | 10    |
| Orisinalitas dan etika penulisan        | 10    |
| Total                                   | 100   |

Penilaian sebaiknya tidak hanya berfokus pada kesalahan bahasa. Fasilitator perlu menghargai keberanian peserta untuk berbagi pengalaman, memberikan saran yang membangun, dan membantu peserta memperbaiki tulisannya.

### L. Etika Menulis Pengalaman Mengajar

Ketika menuliskan kisah nyata di ruang kelas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

* Jaga privasi murid. Samarkan nama dan identitas apabila cerita menyangkut persoalan pribadi, kesulitan belajar, atau masalah keluarga.

* Jangan mempermalukan anak. Tujuan tulisan adalah berbagi pelajaran, bukan menghakimi atau memberi label negatif kepada murid.

* Jujur terhadap peristiwa. Jangan menambahkan kejadian fiktif lalu menyajikannya sebagai fakta.

* Hormati pihak lain. Hindari menyebarkan informasi pribadi tentang orang tua, rekan guru, dan sekolah tanpa izin yang sesuai.

* Gunakan AI secara bertanggung jawab. AI dapat membantu menyusun kerangka, memeriksa ejaan, dan memperjelas kalimat. Namun, pengalaman, suara, refleksi, dan kebenaran cerita tetap harus berasal dari penulis.

Prinsipnya, tulislah dengan hati dan tanggung jawab. Jangan sampai tulisan yang dimaksudkan untuk menginspirasi justru melukai orang yang kisahnya diceritakan.

### M. Cara Memberikan Komentar kepada Penulis Lain

Setelah memublikasikan artikel, peserta diminta membaca karya peserta lainnya. Berikan komentar yang sopan dan membangun, bukan sekadar menuliskan “Bagus” atau “Mantap”.

Komentar yang baik dapat memuat tiga hal:

* Bagian cerita yang paling berkesan.

* Pelajaran yang diperoleh setelah membaca artikel.

* Saran positif apabila ada bagian yang dapat diperjelas.

Contoh komentar:

> Kisah Bapak/Ibu mengingatkan saya bahwa setiap murid memiliki cara belajar yang berbeda. Saya paling tersentuh ketika guru bersedia mengubah pendekatannya demi membantu seorang anak. Semoga pengalaman ini menginspirasi lebih banyak pendidik untuk terus belajar dan bersabar dalam mendampingi murid.

Dengan membaca dan mengapresiasi karya orang lain, peserta KBMN tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar membangun komunitas literasi yang saling menguatkan.

### N. Penutup: Guru Hebat Tidak Pernah Kehabisan Cerita

Bapak dan Ibu guru peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang saya banggakan, setiap hari kita memasuki ruang kelas dengan membawa pengetahuan, rencana pembelajaran, dan harapan agar murid-murid kita tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Kita mungkin tidak selalu mengetahui hasil dari setiap nasihat yang diberikan. Kita juga tidak selalu menyaksikan secara langsung perubahan yang terjadi dalam kehidupan murid setelah mereka meninggalkan sekolah.

Namun, satu hal yang dapat kita lakukan adalah menjaga pengalaman itu agar tidak hilang begitu saja.

Tuliskan kisah tentang murid yang pernah membuat kita menangis, siswa yang mengajarkan kesabaran, kegagalan yang mengubah cara mengajar, atau keberhasilan kecil yang membuat kita kembali bersemangat menjadi guru. Jangan menunggu sampai memiliki banyak waktu, jangan menunggu sampai merasa pandai menulis, dan jangan menunggu sampai cerita itu terlupakan.

Mulailah dari satu pengalaman, satu halaman, dan satu tulisan.

Bagi saya, menulis pengalaman mengajar adalah cara seorang guru berbagi ilmu sekaligus melakukan perjalanan kembali ke ruang kelasnya sendiri. Ketika menulis, kita mengingat apa yang telah dilakukan, memahami apa yang belum sempurna, dan menemukan kembali alasan mengapa dahulu memilih menjadi pendidik.

Mungkin tulisan kita tidak langsung dibaca ribuan orang. Mungkin tidak semua artikel mendapatkan penghargaan. Namun, siapa tahu ada seorang guru yang sedang menghadapi masalah serupa, lalu menemukan semangat baru setelah membaca kisah kita. Siapa tahu ada orang tua yang menjadi lebih memahami anaknya. Siapa tahu seorang murid kelak membaca tulisan gurunya dan menyadari bahwa dirinya pernah diperjuangkan dengan penuh kasih sayang.

Itulah kekuatan tulisan yang lahir dari pengalaman nyata.

Guru mengajar untuk mencerdaskan kehidupan. Guru menulis untuk membagikan pengalaman dan menginspirasi sesama. Guru yang terus belajar dan menulis akan meninggalkan jejak pengetahuan yang dapat dibaca oleh generasi berikutnya.

Jangan biarkan pengalaman berharga hanya tersimpan dalam ingatan. Ubah menjadi cerita, susun menjadi artikel, lalu bagikan kepada dunia.

Salam literasi!

KBMN PGRI Gelombang 35 — Membaca, Menulis, dan Menginspirasi Tanpa Henti.

### Pesan untuk peserta pertemuan ke-9

### Tugas kita sederhana, tetapi bermakna.

* Baca materi pertemuan ke-9.

* Ingat satu pengalaman mengajar yang berkesan.

* Tulis artikel dengan hati dan bahasa sendiri.

* Publikasikan tulisan di blog.

* Bagikan tautan dan berikan apresiasi kepada karya teman.

Target akhir: satu peserta menghasilkan satu artikel pengalaman mengajar yang layak dibaca dan bermanfaat bagi pendidik lainnya.

Semoga pertemuan ke-9 KBMN PGRI Gelombang 35 menjadi kesempatan bagi kita untuk menyadari bahwa pengalaman mengajar bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang dapat menghidupkan semangat pendidikan melalui tulisan.

Kisah Omjay Mengikuti Kegiatan ICANN di Bali

Dari Ruang Kelas ke Panggung Dunia: Kisah Omjay Mengikuti ICANN87 di Bali

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay Guru Blogger Indonesia

Ada banyak jalan yang bisa membawa seorang guru untuk belajar. Ada yang belajar melalui buku, ada yang mengikuti pelatihan di dalam negeri, dan ada pula yang memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan para pegiat teknologi dari berbagai negara. Bagi saya, belajar adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir. Selama masih diberi kesempatan dan kesehatan, saya ingin terus membuka mata, menambah wawasan, serta berbagi pengalaman kepada orang lain.

Pada 17–20 Oktober 2026, saya bersiap mengikuti rangkaian kegiatan ICANN87 di Bali melalui program Contribution Fellowship. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, sekaligus pegiat literasi digital yang telah bertahun-tahun berusaha mengajak guru Indonesia untuk terus belajar, menulis, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bagi sebagian orang, internet mungkin hanya berarti membuka media sosial, mengirim pesan melalui WhatsApp, mencari informasi melalui Google, atau mengikuti pertemuan daring. Namun, di balik kemudahan yang kita rasakan setiap hari, terdapat sistem teknis, standar, kebijakan, dan kerja sama internasional yang memungkinkan internet berfungsi sebagaimana mestinya.

Di sinilah saya melihat pentingnya mengikuti kegiatan ICANN. Saya ingin memahami lebih jauh bagaimana ekosistem internet dunia dikelola, bagaimana berbagai komunitas bekerja sama, dan bagaimana masyarakat dari berbagai negara dapat berpartisipasi dalam pembahasan mengenai masa depan internet.

17 Oktober 2026: Memulai Perjalanan Belajar tentang Internet Dunia

Hari pertama menjadi kesempatan untuk mulai mengenal berbagai komponen penting dalam tata kelola internet. Berdasarkan jadwal Contribution Fellowship, peserta mengikuti sesi pembukaan GAC, kemudian mempelajari IROS dan IANA, kebijakan ICANN, serta berbagai kelompok yang menjadi bagian dari komunitas ICANN.

Nama-nama tersebut mungkin terdengar asing bagi sebagian guru. Namun, bagi seorang guru Informatika, mempelajari hal-hal seperti ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengetahuan melampaui materi yang biasa diajarkan di ruang kelas.

IANA, misalnya, berkaitan dengan koordinasi sejumlah pengenal unik internet, sedangkan kebijakan ICANN berhubungan dengan pengelolaan sistem nama domain dan aspek-aspek lain dalam koordinasi teknis internet. Sementara itu, berbagai kelompok komunitas ICANN menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari pemerintah, pelaku usaha, pengguna internet, hingga komunitas teknis.

Saya ingin belajar bukan sekadar untuk menambah istilah baru, melainkan agar mampu menjelaskan teknologi secara lebih bermakna kepada murid-murid saya.

Saya membayangkan suatu hari nanti seorang murid bertanya, “Pak, mengapa sebuah nama situs web bisa ditemukan dari seluruh dunia?”

Pertanyaan sederhana seperti itu sesungguhnya membuka pintu menuju pembelajaran yang luas. Ada nama domain, DNS, alamat IP, server, protokol, serta sistem koordinasi global yang bekerja di belakang layar. Semakin dalam kita belajar, semakin kita menyadari bahwa teknologi yang terlihat sederhana sering kali dibangun oleh kerja sama banyak orang.

18 Oktober 2026: Mengenal Komunitas yang Menjaga Internet

Pada hari kedua, agenda Contribution Fellowship berfokus pada pengenalan komunitas ICANN, termasuk RSSAC, pengenal unik internet, GAC, CSG/BC, ccNSO, IPC, NCSG, NCUC, dan NPOC.

Dari rangkaian topik tersebut, saya melihat satu pelajaran penting: internet bukan hanya urusan perangkat komputer dan jaringan. Internet juga berkaitan dengan manusia, organisasi, kepentingan masyarakat, keamanan, serta aturan yang disusun melalui proses diskusi dan kolaborasi.

Ada kelompok yang memberikan perhatian pada keamanan dan stabilitas sistem server akar. Ada pula kelompok yang mewakili kepentingan pemerintah, bisnis, pengguna nonkomersial, serta pengelola domain tingkat negara atau wilayah.

Bagi saya, hal ini memberikan pelajaran tentang pentingnya menghargai perbedaan pandangan. Dalam dunia pendidikan, guru juga menghadapi beragam kepentingan dan kebutuhan. Murid memiliki karakter yang berbeda, sekolah memiliki tantangan masing-masing, dan masyarakat mempunyai harapan yang tidak selalu sama.

Namun, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama.

Saya percaya bahwa pendidikan teknologi yang baik bukan hanya mengajarkan murid bagaimana menggunakan perangkat digital, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mengenai tanggung jawab, etika, keamanan, dan peran setiap orang dalam masyarakat digital.

Internet harus menjadi ruang yang bermanfaat bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang menguasai teknologi.

19 Oktober 2026: Belajar, Berkenalan, dan Membangun Jaringan

Tanggal 19 Oktober dijadwalkan sebagai salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan ini. Peserta mengikuti Welcome Ceremony atau upacara penyambutan di Mangupura Hall, Ballroom 1. Pada sore hari, agenda dilanjutkan dengan Host Welcome Reception di Heritage Garden.

Bagi saya, sebuah pertemuan internasional tidak hanya dinilai dari banyaknya materi yang disampaikan oleh narasumber. Ada nilai lain yang tidak kalah penting, yaitu kesempatan untuk bertemu orang-orang baru, mendengarkan pengalaman mereka, dan menemukan kemungkinan kerja sama.

Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat orang-orang yang memiliki perhatian terhadap perkembangan internet dan teknologi digital.

Sebagai guru yang telah mengajar sejak 1994, saya memahami bahwa pengalaman di ruang kelas merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga. Akan tetapi, pengalaman itu perlu terus diperkaya dengan wawasan baru. Dunia berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan murid pun semakin beragam.

Karena itulah seorang guru tidak boleh berhenti belajar.

Saya berharap pertemuan dengan peserta dari berbagai latar belakang dapat memberikan inspirasi baru bagi kegiatan pembelajaran Informatika di sekolah, pengembangan komunitas guru, dan peningkatan literasi digital di Indonesia.

Mungkin sebuah percakapan singkat akan menghasilkan gagasan baru. Mungkin sebuah pertanyaan akan membuka jalan untuk berkolaborasi. Kita tidak pernah tahu peluang apa yang muncul ketika kita bersedia mendengarkan dan belajar dari orang lain.

20 Oktober 2026: Memahami Standar dan Infrastruktur Internet

Memasuki 20 Oktober, jadwal pelatihan mencakup Internationalized Domain Names atau nama domain internasional, IETF, dan Root Server Operations atau operasional server akar.

Materi tersebut menarik bagi saya karena berkaitan erat dengan dasar-dasar teknologi internet yang perlu dipahami secara benar.

Nama domain internasional memungkinkan penggunaan karakter dari berbagai bahasa dan aksara dalam nama domain, sesuai standar teknis yang berlaku. Hal ini penting karena pengguna internet di seluruh dunia memiliki bahasa dan sistem tulisan yang beragam.

Sementara itu, IETF merupakan komunitas terbuka yang mengembangkan standar teknis internet. Operasional server akar juga menjadi bagian penting dari infrastruktur DNS yang membantu proses pencarian nama domain.

Ketika kita membuka sebuah situs web, semuanya terasa begitu mudah. Kita mengetik alamat situs, menekan tombol, lalu halaman muncul di layar. Namun, kemudahan itu ditopang oleh sistem teknis yang dirancang, dikelola, dan dikembangkan melalui kerja sama banyak pihak.

Sebagai guru Informatika, saya ingin membawa pemahaman tersebut ke dalam proses pembelajaran. Murid tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu mengetahui bagaimana teknologi bekerja, apa manfaatnya, apa risikonya, dan bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab.

Apalagi sekarang dunia pendidikan semakin dekat dengan kecerdasan artifisial atau AI. Murid perlu memahami bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Di baliknya terdapat pengetahuan manusia, penelitian, standar, infrastruktur, dan keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Saya ingin murid-murid Indonesia tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami tanggung jawab mereka sebagai warga digital.

Membawa Pulang Ilmu untuk Guru dan Murid Indonesia

Mengikuti ICANN87 melalui program Contribution Fellowship saya pandang sebagai kesempatan untuk memperluas cakrawala. Saya tidak ingin ilmu yang diperoleh hanya berhenti sebagai catatan pribadi atau kenangan perjalanan.

Ilmu harus dibagikan.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya berharap pengalaman dan pengetahuan dari kegiatan ini dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Murid dapat diajak memahami bagaimana internet bekerja, mengapa keamanan digital penting, bagaimana nama domain digunakan, serta mengapa kerja sama internasional dibutuhkan dalam perkembangan teknologi.

Sebagai pegiat literasi digital dan penulis blog, saya juga ingin mendokumentasikan perjalanan belajar ini melalui tulisan. Saya percaya bahwa menulis merupakan cara sederhana untuk merawat pengetahuan. Apa yang kita pelajari hari ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain pada masa mendatang.

Saya selalu meyakini bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran. Guru juga harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, memberikan teladan, dan membuka jalan bagi murid-muridnya untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Perjalanan dari ruang kelas menuju forum internasional bukanlah alasan untuk merasa lebih hebat daripada orang lain. Justru sebaliknya, semakin banyak kita belajar, semakin kita menyadari betapa luasnya ilmu pengetahuan dan betapa banyak hal yang belum kita pahami.

Di situlah kerendahan hati seorang pembelajar diuji.

Penutup: Guru Harus Terus Belajar agar Murid Terus Bertumbuh

Perjalanan mengikuti ICANN87 di Bali pada 17–20 Oktober 2026 saya harapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan berbagi. Melalui Contribution Fellowship, saya ingin memahami lebih jauh tata kelola internet, mengenal komunitas global, serta menemukan wawasan yang relevan bagi pendidikan Indonesia.

Saya percaya bahwa masa depan pendidikan tidak cukup dibangun dengan perangkat canggih dan jaringan internet yang cepat. Kita juga membutuhkan guru yang terus belajar, murid yang berani bertanya, dan masyarakat yang menggunakan teknologi secara bijaksana.

Teknologi boleh berkembang dengan sangat cepat, tetapi nilai kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan. Kecerdasan artifisial boleh membantu manusia bekerja, tetapi empati, tanggung jawab, dan kebijaksanaan tetap perlu ditumbuhkan melalui pendidikan.

Saya ingin terus belajar, menulis, dan berbagi selama masih diberi kesempatan. Sebab, bagi seorang guru, perjalanan mencari ilmu tidak pernah benar-benar selesai.

Belajar untuk diri sendiri adalah langkah awal. Berbagi ilmu kepada orang lain adalah langkah berikutnya. Namun, mengubah ilmu menjadi manfaat bagi generasi mendatang adalah tujuan yang sesungguhnya.

Salam blogger persahabatan.

Omjay Guru Blogger Indonesia

Blog: https://wijayalabs.com

info kegiatan icann bali 2026

Omjay, berikut terjemahan lengkap jadwal Contribution Fellowship ICANN87 ke dalam bahasa Indonesia, berdasarkan lima gambar yang Omjay kirimkan. Saya urutkan mulai 17 sampai 22 Oktober 2026 agar mudah dipahami dan dipersiapkan.

### Terjemahan Jadwal Contribution Fellowship ICANN87

### 1\. Sabtu, 17 Oktober 2026

### 08.00

Sidang Pembukaan GAC (GAC Opening Plenary)

Lokasi: Exhibition Gallery (GAC)

Sesi pembukaan sidang GAC. Peserta mengikuti pembukaan dan mengenal kegiatan serta pembahasan yang akan berlangsung.

### 09.30

Cara Kerja IROS dan IANA

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Pelatihan mengenai IROS dan IANA, termasuk pengenalan fungsi dan perannya dalam ekosistem internet.

### 12.15

Cara Kerja Kebijakan ICANN

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mempelajari bagaimana kebijakan ICANN dikembangkan dan bagaimana proses penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan sistem nama domain internet.

### 14.00

Mengenal Komunitas ICANN: GNSO dan ISPCP

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal kelompok pendukung nama domain generik dan kelompok konstituen penyedia layanan internet.

### 15.30

Mengenal Komunitas ICANN: ALAC dan SSAC

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal komite penasihat pengguna internet dan komite penasihat keamanan serta stabilitas sistem penamaan dan pengalamatan internet.

### 2\. Minggu, 18 Oktober 2026

### 08.00

Mengenal Komunitas ICANN: RSSAC

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal komite penasihat sistem server akar (Root Server System Advisory Committee).

### 09.30

Cara Kerja: Pengantar Pengenal Unik (Identifiers)

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mempelajari pengenal unik di internet, seperti nama domain, alamat IP, dan nomor sistem otonom.

### 12.15

Mengenal Komunitas ICANN: GAC dan CSG/BC

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal Komite Penasihat Pemerintah (GAC) serta kelompok pemangku kepentingan komersial dan kelompok konstituen bisnis.

### 14.00

Mengenal Komunitas ICANN: ccNSO dan IPC

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal organisasi pendukung domain tingkat negara atau wilayah serta kelompok konstituen kekayaan intelektual.

### 15.30

Mengenal Komunitas ICANN: NCSG, NCUC, dan NPOC

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mengenal kelompok pemangku kepentingan nonkomersial, kelompok pengguna nonkomersial, serta kelompok organisasi nirlaba yang berfokus pada isu operasional.

### 3\. Senin, 19 Oktober 2026

### 08.00

Upacara Penyambutan (Welcome Ceremony)

Lokasi: Mangupura Hall (Ballroom 1)

Acara pembukaan resmi berupa sidang pleno. Peserta mengikuti sambutan dan pengantar kegiatan utama ICANN.

### 17.30

Resepsi Penyambutan oleh Tuan Rumah

Lokasi: Heritage Garden

Acara sosial untuk berkenalan, membangun relasi, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan profesional dengan peserta dari berbagai negara.

### 4\. Selasa, 20 Oktober 2026

### 08.00

Cara Kerja: Nama Domain Internasional (Internationalized Domain Names/IDN)

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mempelajari nama domain yang mendukung karakter dari berbagai bahasa dan aksara, sehingga pengguna internet tidak hanya bergantung pada huruf Latin.

### 09.30

Cara Kerja IETF

Lokasi: Jakarta B Committee Breakout 1

Mengenal Internet Engineering Task Force, organisasi terbuka yang mengembangkan standar teknis internet.

### 14.00

Cara Kerja Operasional Server Akar (Root Server Operations)

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Mempelajari pengoperasian server akar DNS yang berperan penting dalam proses pencarian nama domain di internet.

### 5\. Rabu, 21 Oktober 2026

### 08.00

Cara Kerja RIR (Regional Internet Registries)

Lokasi: Jakarta A Ballroom 2

Pelatihan mengenai registri internet regional yang mengelola distribusi sumber daya nomor internet, seperti alamat IP, di wilayah masing-masing.

### 12.15

Ruang APAC (APAC Space)

Lokasi: Nusantara 2 — At-Large

Kegiatan penjangkauan dan keterlibatan komunitas kawasan Asia Pasifik. Sesi ini menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan dan membangun kolaborasi dengan komunitas regional.

### 6\. Kamis, 22 Oktober 2026

### 09.30

ICANN Public — Sesi Publik ICANN

Lokasi: Mangupura Hall (Ballroom 1)

Mengikuti sesi publik ICANN untuk menyimak pembahasan dan perkembangan isu-isu yang berkaitan dengan tata kelola internet.

### Apa yang harus dilakukan peserta Contribution Fellowship?

Berdasarkan jadwal yang terlihat, berikut hal-hal yang sebaiknya Omjay lakukan.

* Datang lebih awal. Usahakan tiba 30–45 menit sebelum sesi pertama untuk mengantisipasi registrasi, pemeriksaan akses, dan mencari ruangan.

* Periksa agenda harian. Pastikan nama sesi, waktu, dan ruangannya sesuai dengan jadwal resmi terbaru.

* Aktif mengikuti pelatihan. Catat istilah penting seperti DNS, IANA, IETF, RIR, IDN, serta struktur komunitas ICANN.

* Berkenalan dengan peserta lain. Manfaatkan sesi sosial untuk memperluas jaringan internasional.

* Ajukan pertanyaan. Jika ada kesempatan, tanyakan bagaimana tata kelola internet global berdampak pada pendidikan, sekolah, guru, dan masyarakat Indonesia.

* Dokumentasikan pembelajaran. Simpan catatan, materi yang diizinkan untuk dibagikan, dan refleksi harian untuk laporan kegiatan.

* Siapkan identitas peserta. Bawa tanda pengenal dan informasi registrasi yang diperlukan sesuai ketentuan panitia.

Catatan penting: Gambar yang Omjay kirimkan tidak menampilkan semua jam kegiatan setiap hari. Jadwal ini merupakan terjemahan dari bagian yang terlihat, bukan keseluruhan agenda resmi.

Saran saya, sebagai guru Informatika dan pegiat literasi digital, manfaatkan kegiatan ini untuk memahami tata kelola internet dunia sekaligus mencari peluang kolaborasi bagi guru, sekolah, dan komunitas pendidikan Indonesia.

Bermalam di The Highland Resort Park Bogor

Bermalam di The Highland Resort Park Bogor, Menemukan Semangat Baru dalam Achievement Motivation Training 2026

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. – Omjay Guru Blogger Indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Ada perjalanan yang bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada perjalanan yang membawa kita untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui, lalu menyiapkan langkah yang lebih baik untuk menghadapi masa depan. Itulah yang saya rasakan ketika mengikuti Achievement Motivation Training (AMT) 2026 di The Highland Resort Park, Bogor, pada 8–9 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum yang istimewa. Di tengah kesibukan sebagai guru dan berbagai aktivitas pendidikan, AMT memberikan kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas, berkumpul bersama rekan-rekan, belajar dari para pembicara, sekaligus melakukan refleksi tentang potensi diri dan tantangan yang akan dihadapi pada babak kehidupan berikutnya.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat menarik:

“Level Up! Unlocking Potential, Mastering the Next Chapter.”

Kalimat tersebut seolah mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki potensi yang masih bisa dikembangkan. Kita tidak boleh merasa selesai hanya karena sudah mencapai satu keberhasilan. Kehidupan terus bergerak. Dunia pendidikan terus berubah. Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, kita pun harus terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kemampuan.

Belajar dari Para Pembicara

Achievement Motivation Training 2026 menghadirkan sejumlah pembicara yang memberikan warna berbeda dalam kegiatan ini. Ada Kirdianto Hrisikesa Putra, pakar mikro ekspresi, yang mengajak peserta memahami komunikasi dan ekspresi manusia secara lebih mendalam.

Kemudian hadir Aris Ahmad Jaya, Founder ABCo sekaligus motivator nasional. Kehadirannya memberikan energi positif dan motivasi agar peserta berani melihat potensi dirinya serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.

Selain itu, ada Dr. Yati Suwartini, M.Pd., Kepala SMP Labschool Jakarta, serta Pandu Novialdi, M.Pd., Wakil Bidang Akademik SMP Labschool Jakarta. Keduanya turut memberikan perspektif dari dunia pendidikan, khususnya bagaimana membangun semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri.

Bagi seorang guru, motivasi seperti ini sangat penting. Guru bukan hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus terus belajar. Guru hari ini berhadapan dengan generasi yang tumbuh bersama teknologi, internet, media sosial, kecerdasan artifisial, dan berbagai perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.

Karena itu, guru harus memiliki kemampuan untuk “level up”.

Bukan hanya naik jabatan, bukan hanya memperoleh penghargaan, tetapi naik dalam hal kualitas diri, wawasan, keterampilan, karakter, kepemimpinan, dan kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.

Bermalam dan Berbagi Cerita

Mengikuti AMT selama dua hari di The Highland Resort Park Bogor juga memberikan pengalaman yang berbeda. Bermalam bersama dalam sebuah kegiatan pelatihan membuat hubungan antarpeserta menjadi lebih dekat.

Di luar sesi utama, selalu ada ruang untuk berbincang, bertukar pengalaman, berdiskusi, bercanda, dan saling memberikan semangat. Kadang-kadang justru percakapan sederhana setelah acara selesai memberikan inspirasi yang tidak kita dapatkan ketika berada di ruang kelas.

Saya percaya, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang materi yang disampaikan narasumber. Ada proses membangun kebersamaan yang tidak kalah penting.

Kita datang dengan pengalaman yang berbeda. Kita pulang membawa perspektif baru.

Itulah salah satu kekuatan sebuah pelatihan.

Guru Harus Terus Bertumbuh

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya merasakan bahwa perubahan teknologi semakin cepat. Beberapa tahun lalu kita berbicara tentang komputer, internet, dan literasi digital. Sekarang kita berbicara tentang coding, kecerdasan artifisial, data, keamanan digital, dan berbagai teknologi baru yang terus berkembang.

Guru tidak mungkin mengajarkan sesuatu yang tidak mau dipelajarinya sendiri.

Karena itu, saya selalu percaya bahwa guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Guru yang berhenti belajar akan kesulitan mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, guru yang terus belajar akan selalu menemukan cara baru untuk membuat pembelajaran lebih bermakna.

AMT 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukanlah garis akhir. Keberhasilan adalah titik untuk melangkah menuju pencapaian berikutnya.

Unlocking Potential

Ada satu hal penting yang saya bawa pulang dari kegiatan ini: setiap manusia memiliki potensi yang terkadang belum disadari oleh dirinya sendiri.

Potensi itu bisa muncul ketika kita berani mencoba. Potensi bisa berkembang ketika kita mau belajar. Potensi juga bisa menjadi kekuatan ketika kita mendapatkan lingkungan yang mendukung.

Karena itu, jangan terlalu cepat mengatakan, “Saya tidak bisa.”

Bisa jadi kita belum mencoba dengan cara yang tepat.

Jangan mengatakan, “Saya sudah tua untuk belajar teknologi.”

Bisa jadi justru pengalaman panjang yang kita miliki menjadi kekuatan ketika dipadukan dengan teknologi baru.

Dan jangan pernah mengatakan, “Saya sudah selesai.”

Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat.

Mastering the Next Chapter

Setiap orang memiliki bab dalam kehidupannya. Ada bab tentang perjuangan, kegagalan, keberhasilan, kehilangan, pembelajaran, dan kebahagiaan.

Namun, yang paling penting bukanlah bagaimana bab sebelumnya ditulis. Yang penting adalah bagaimana kita menulis bab berikutnya.

Itulah makna “Mastering the Next Chapter.”

Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Tetapi kita masih bisa menentukan apa yang akan kita lakukan hari ini dan bagaimana kita mempersiapkan masa depan.

Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari Achievement Motivation Training 2026 di The Highland Resort Park Bogor, 8–9 Oktober 2026.

Dua hari mungkin terasa singkat. Namun, sebuah inspirasi yang baik dapat bertahan jauh lebih lama daripada dua hari.

Semoga setelah kegiatan ini kita tidak hanya menjadi lebih termotivasi, tetapi juga benar-benar melakukan perubahan.

Mari terus level up.

Mari membuka potensi yang selama ini mungkin masih tersembunyi.

Mari menulis bab berikutnya dengan lebih baik.

Sebab perjalanan seorang guru tidak pernah benar-benar selesai. Selama masih ada murid yang harus dibimbing, selama masih ada ilmu yang harus dibagikan, dan selama masih ada kesempatan untuk berbuat baik, maka kita masih memiliki alasan untuk terus belajar dan bertumbuh.

Dari The Highland Resort Park Bogor, AMT 2026 mengajarkan satu pesan sederhana: jangan berhenti pada pencapaian hari ini. Bersiaplah menaklukkan bab berikutnya.

Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger indonesia