Alhamdulillah, Omjay Terpilih sebagai Peserta ICANN 87 Bali: Sebuah Amanah untuk Belajar dan Berkontribusi
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.
Ada kabar yang membuat hati saya bersyukur pada hari ini.
Senin, 5 Oktober 2026, saya menerima surat pemberitahuan dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Isinya membuat saya terdiam sejenak. Setelah membaca dengan teliti, saya mengucapkan:
“Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah. Ini bukan sekadar kesempatan, tetapi sebuah amanah.”
Dalam surat tersebut, saya dinyatakan terpilih sebagai peserta ICANN 87 Bali. Surat resmi PANDI itu ditujukan kepada saya, Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd., sebagai peserta terpilih ICANN 87 Bali.
Bagi saya, terpilih mengikuti sebuah kegiatan internasional bukan sekadar tentang pergi ke Bali. Lebih jauh dari itu, ini adalah kesempatan untuk belajar, membuka wawasan, membangun jejaring, dan membawa pulang pengetahuan untuk dibagikan kepada guru dan masyarakat Indonesia.
Dari Guru, Blogger, hingga Belajar tentang Tata Kelola Internet
Saya hanyalah seorang guru yang sejak lama senang belajar dan berbagi.
Saya mengajar Informatika di SMP Labschool Jakarta. Saya menulis di blog. Saya menulis di Kompasiana. Saya aktif dalam kegiatan guru, khususnya yang berkaitan dengan Informatika, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan literasi digital.
Saya percaya bahwa seorang guru tidak boleh berhenti belajar.
Dunia berubah.
Teknologi berubah.
Internet berubah.
Kebutuhan peserta didik juga berubah.
Karena itu, guru harus terus membuka jendela pengetahuan. Jangan sampai guru meminta muridnya belajar, tetapi gurunya sendiri berhenti belajar.
Kesempatan mengikuti ICANN 87 Bali menjadi salah satu jendela baru bagi saya.
Surat dari PANDI menjelaskan bahwa program ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kapasitas, wawasan, dan partisipasi masyarakat Indonesia dalam ekosistem tata kelola Internet global.
Kalimat tersebut sangat menarik perhatian saya.
Tata kelola Internet bukan hanya urusan para ahli teknologi.
Guru, sekolah, orang tua, peserta didik, komunitas, organisasi profesi, dan masyarakat pengguna Internet juga memiliki hubungan dengan perkembangan ekosistem Internet.
Hampir setiap hari kita menggunakan Internet.
Kita mencari informasi melalui Internet.
Kita mengajar menggunakan Internet.
Kita berkomunikasi melalui Internet.
Kita menulis dan menerbitkan karya melalui Internet.
Anak-anak kita belajar dengan Internet.
Bahkan sekarang kecerdasan artifisial berkembang sangat cepat dengan memanfaatkan ekosistem digital dan Internet.
Maka, semakin banyak masyarakat yang memahami bagaimana Internet berkembang dan dikelola, semakin baik pula kualitas masyarakat digital Indonesia.
ICANN 87 Bali, 17–22 Oktober 2026
Berdasarkan surat PANDI, kegiatan yang akan saya ikuti adalah ICANN87 Annual General Meeting.
Kegiatan tersebut akan berlangsung:
📅 17–22 Oktober 2026
📍 Bali International Convention Center (BICC), Bali, Indonesia
🌐 Penyelenggara: Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Ada rasa haru ketika membaca tanggal tersebut.
Tidak lama lagi.
Bali akan menjadi tempat bertemunya berbagai pemikiran dan pengalaman dalam sebuah kegiatan yang berkaitan dengan ekosistem tata kelola Internet global.
Saya tentu tidak ingin datang hanya untuk hadir secara fisik.
Saya ingin datang dengan pikiran terbuka dan hati yang siap belajar.
Sebuah Kesempatan yang Harus Dipertanggungjawabkan
Ada satu hal penting yang saya pelajari dari surat PANDI tersebut.
Terpilih bukan berarti mendapatkan hadiah untuk bersenang-senang.
Terpilih berarti mendapatkan kepercayaan.
PANDI meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh, hadir sesuai jadwal, mengikuti sesi, diskusi, pertemuan, workshop, serta agenda lainnya. Peserta juga diharapkan berpartisipasi secara aktif dan profesional.
Saya membaca ketentuan tersebut dengan penuh kesadaran.
Artinya, saya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Saya tidak boleh datang hanya sebagai penonton.
Saya ingin menjadi peserta yang aktif bertanya, aktif berdiskusi, aktif mendengarkan, dan aktif membangun jejaring.
Sebab setiap pertemuan dengan orang lain selalu membawa kemungkinan lahirnya pengetahuan baru.
Membawa Nama Indonesia
Ada bagian lain dari surat tersebut yang membuat saya semakin sadar bahwa kesempatan ini adalah amanah.
Peserta diharapkan menjaga nama baik PANDI, institusi atau organisasi asal, dan Indonesia selama mengikuti kegiatan.
Peserta juga diminta menjunjung tinggi etika, profesionalitas, dan tata tertib. Selain itu, peserta diharapkan aktif membangun jejaring serta berpartisipasi dalam diskusi yang relevan.
Saya membacanya perlahan.
Saya tidak hanya membawa nama Omjay.
Saya membawa nama guru.
Saya membawa nama sekolah.
Saya membawa nama organisasi yang saya ikuti.
Dan tentu saja, saya membawa nama Indonesia.
Karena itu saya harus menjaga sikap.
Saya harus menghormati orang lain.
Saya harus mau mendengar.
Saya harus berani berbagi pengalaman.
Dan yang paling penting, saya harus pulang membawa sesuatu yang bermanfaat.
Ilmu Jangan Berhenti di Bali
Saya punya prinsip sederhana dalam hidup.
Ilmu yang kita dapatkan akan menjadi lebih bermakna ketika dibagikan kepada orang lain.
Kalau nanti saya mendapatkan pengetahuan baru dari ICANN 87 Bali, saya ingin menuliskannya.
Saya ingin membagikannya melalui blog.
Saya ingin menuliskannya di Kompasiana.
Saya ingin berdiskusi dengan guru-guru Informatika.
Saya ingin berbagi dengan komunitas guru.
Kalau ada pengetahuan yang relevan untuk peserta didik, tentu akan saya sederhanakan agar dapat dipahami oleh mereka.
PANDI sendiri dalam suratnya mengharapkan peserta mendokumentasikan dan/atau menyampaikan pengalaman serta pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan sesuai arahan PANDI.
Bagi saya, ini sejalan dengan kebiasaan yang selama ini saya jalani.
Belajar, menulis, berbagi.
Belajar untuk diri sendiri.
Menulis untuk mengikat ilmu.
Berbagi agar ilmu tersebut memberikan manfaat kepada orang lain.
Saya Teringat Perjalanan Panjang sebagai Guru
Ketika menerima surat ini, saya kembali teringat perjalanan panjang saya sebagai guru.
Saya mulai mengajar pada tahun 1994.
Sudah begitu banyak perubahan teknologi yang saya saksikan.
Dulu komputer belum seperti sekarang.
Internet belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Blog belum menjadi kebiasaan masyarakat.
Media sosial belum seperti sekarang.
Sekarang kita berada di zaman kecerdasan artifisial.
Anak-anak kita tumbuh bersama teknologi.
Dunia pendidikan menghadapi perubahan yang luar biasa cepat.
Di tengah perubahan tersebut, saya memilih untuk terus belajar.
Saya percaya bahwa guru yang mau belajar akan selalu memiliki sesuatu untuk diberikan kepada muridnya.
Dan guru yang mau menulis akan memiliki kesempatan untuk membuat pengalaman hidupnya menjadi pengetahuan yang bisa diwariskan.
Jangan Takut Belajar Hal Baru
Ada kalanya kita merasa sudah cukup umur untuk belajar.
Padahal menurut saya justru semakin bertambah usia, semakin kita harus rendah hati untuk belajar.
Saya mungkin sudah lama menjadi guru.
Tetapi ketika berhadapan dengan sesuatu yang baru, saya kembali menjadi seorang pembelajar.
Itulah yang saya rasakan menjelang ICANN 87 Bali.
Saya tidak datang sebagai orang yang paling tahu.
Saya datang sebagai guru yang ingin tahu lebih banyak.
Saya ingin memahami bagaimana perkembangan ekosistem Internet global.
Saya ingin mendengar berbagai perspektif.
Saya ingin mengenal orang-orang baru.
Saya ingin memperluas jejaring.
Dan saya ingin membawa pulang inspirasi untuk dunia pendidikan Indonesia.
Terima Kasih PANDI
Saya mengucapkan terima kasih kepada Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) atas kesempatan yang diberikan.
Surat tertanggal 5 Oktober 2026 tersebut secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya saya sebagai peserta ICANN 87 Bali. PANDI juga berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring, serta meningkatkan kontribusi dalam pengembangan ekosistem Internet Indonesia dan global.
Saya menerima harapan tersebut sebagai sebuah amanah.
InsyaAllah saya akan berusaha mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya.
Saya juga akan mendokumentasikan perjalanan ini.
Bukan untuk membanggakan diri.
Tetapi untuk berbagi pengalaman.
Sebab saya percaya, cerita seorang guru bisa menjadi inspirasi bagi guru lainnya.
Dari Bali untuk Indonesia
Saya membayangkan nanti ketika berada di Bali.
Saya mungkin akan duduk di sebuah ruangan bersama banyak orang yang memiliki pengalaman berbeda.
Saya mungkin akan mendengar istilah-istilah baru.
Saya mungkin akan menemukan pemikiran yang sebelumnya belum pernah saya temui.
Saya mungkin akan bertemu orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Internet.
Dan saya akan kembali mengingat satu hal:
Saya adalah guru.
Apa pun yang saya pelajari harus memiliki jalan untuk kembali kepada pendidikan.
Kembali kepada sekolah.
Kembali kepada guru.
Kembali kepada murid.
Kembali kepada masyarakat.
Karena perjalanan seorang guru tidak pernah benar-benar berhenti di tempat ia belajar.
Guru belajar di satu tempat, lalu membawa ilmunya ke tempat lain.
Begitulah seharusnya ilmu bergerak.
Menulis Perjalanan, Mengabadikan Pengalaman
Saya sudah lama percaya bahwa pengalaman yang tidak ditulis akan mudah dilupakan.
Karena itu, perjalanan menuju ICANN 87 Bali ini akan saya jadikan bagian dari perjalanan menulis saya.
Saya akan menulis apa yang saya lihat.
Saya akan menulis apa yang saya dengar.
Saya akan menulis apa yang saya pelajari.
Saya akan menulis siapa saja yang saya temui.
Dan yang paling penting, saya akan menulis apa manfaatnya bagi pendidikan Indonesia.
Mungkin tulisan-tulisan tersebut nantinya tidak sempurna.
Tidak masalah.
Saya selalu mengatakan kepada peserta didik dan guru:
Jangan menunggu tulisan sempurna untuk mulai menulis.
Mulailah dari pengalaman.
Mulailah dari apa yang kita rasakan.
Mulailah dari apa yang kita lihat.
Kemudian tulislah dengan hati.
Sebuah Babak Baru
Hari ini saya mendapatkan sebuah surat.
Tetapi bagi saya, surat itu bukan sekadar selembar dokumen.
Surat itu seperti sebuah pintu.
Pintu menuju pengalaman baru.
Pintu menuju pengetahuan baru.
Pintu menuju jejaring baru.
Dan mungkin juga pintu menuju kontribusi baru.
Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan tersebut.
Namun saya juga sadar, semakin besar kesempatan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan.
Alhamdulillah.
Bismillah.
Semoga perjalanan menuju ICANN 87 Bali pada 17–22 Oktober 2026 menjadi perjalanan yang membawa manfaat.
Semoga saya bisa belajar dengan baik.
Semoga saya bisa menjaga nama baik Indonesia.
Semoga saya bisa membangun jejaring yang positif.
Dan semoga semua pengalaman tersebut dapat saya tuliskan serta bagikan kepada guru-guru dan masyarakat Indonesia.
Karena pada akhirnya, saya ingin terus memegang prinsip sederhana:
Belajar sepanjang hayat, menulis setiap hari, dan berbagi tanpa henti.
Dari seorang guru.
Dari seorang blogger.
Dari seorang pembelajar.
Omjay.
Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd.
Teaser Kompasiana
Alhamdulillah, Omjay terpilih sebagai peserta ICANN 87 Bali. Sebuah kesempatan belajar, membangun jejaring, dan membawa pulang pengalaman untuk pendidikan Indonesia.
Tag
ICANN87 PANDI ICANN87Bali GuruIndonesia GuruInformatika LiterasiDigital Internet TataKelolaInternet Omjay WijayaKusumah Kompasiana