BAB 4
BUDAYA DIGITAL
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian budaya digital dan karakteristiknya.
- Mengidentifikasi perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi digital.
- Menerapkan etika dan sopan santun dalam berkomunikasi di ruang digital.
- Menjelaskan pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi.
- Mengenali berbagai bentuk jejak digital serta dampaknya bagi kehidupan.
- Membedakan informasi yang benar, keliru, menyesatkan, dan berpotensi menjadi hoaks.
- Menerapkan prinsip berpikir kritis sebelum membagikan informasi.
- Menghargai hak cipta dan menggunakan karya digital secara bertanggung jawab.
- Menunjukkan perilaku positif, aman, sehat, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
- Membuat karya atau kampanye sederhana tentang budaya digital yang positif.
B. Peta Konsep
BUDAYA DIGITAL
├── 1. Pengertian Budaya Digital
│ ├── Perubahan perilaku
│ ├── Teknologi digital
│ └── Masyarakat digital
│
├── 2. Etika Digital
│ ├── Sopan santun
│ ├── Komunikasi
│ ├── Empati
│ └── Tanggung jawab
│
├── 3. Jejak Digital
│ ├── Jejak aktif
│ ├── Jejak pasif
│ └── Dampak jejak digital
│
├── 4. Privasi dan Keamanan Data
│ ├── Data pribadi
│ ├── Kata sandi
│ ├── Phishing
│ └── Keamanan akun
│
├── 5. Literasi Informasi
│ ├── Informasi
│ ├── Hoaks
│ ├── Verifikasi
│ └── Berpikir kritis
│
├── 6. Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual
│ ├── Hak cipta
│ ├── Plagiarisme
│ └── Lisensi
│
└── 7. Budaya Digital Positif
├── Kreatif
├── Produktif
├── Aman
├── Santun
└── Bertanggung jawab
C. Materi Pembelajaran
1. Mengenal Budaya Digital
Pernahkah kamu menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan teman? Pernahkah kamu mencari informasi melalui mesin pencari, menonton video pembelajaran, menggunakan media sosial, bermain gim daring, atau mengerjakan tugas menggunakan komputer?
Semua kegiatan tersebut merupakan bagian dari kehidupan digital.
Budaya digital adalah kebiasaan, nilai, norma, cara berpikir, dan perilaku manusia dalam menggunakan teknologi digital serta berinteraksi di ruang digital.
Teknologi tidak hanya mengubah cara manusia bekerja. Teknologi juga mengubah cara manusia belajar, berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, berkarya, dan bersosialisasi.
Contohnya:
- dahulu orang mengirim surat untuk berkomunikasi jarak jauh;
- sekarang pesan dapat dikirim melalui aplikasi komunikasi;
- dahulu mencari informasi membutuhkan buku atau ensiklopedia;
- sekarang informasi dapat ditemukan melalui internet;
- dahulu karya seseorang hanya dapat dilihat oleh orang di sekitarnya;
- sekarang karya dapat dibagikan kepada masyarakat luas melalui platform digital.
Perubahan tersebut memberikan banyak manfaat. Namun, penggunaan teknologi juga menimbulkan tantangan. Oleh karena itu, seorang pelajar perlu memiliki budaya digital yang baik.
Aktivitas 4.1 – Refleksi Digital
Tuliskan lima aktivitas digital yang kamu lakukan dalam satu hari.
| No. | Aktivitas | Teknologi yang Digunakan | Manfaat |
|---|---|---|---|
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 | |||
| 4 | |||
| 5 |
Setelah mengisi tabel, diskusikan bersama teman: apakah semua aktivitas tersebut memberikan manfaat?
2. Etika Digital
Ketika berbicara dengan orang lain secara langsung, kita menggunakan sopan santun. Hal yang sama harus dilakukan ketika berkomunikasi menggunakan teknologi digital.
Etika digital adalah aturan, norma, dan perilaku yang seharusnya diterapkan seseorang ketika berinteraksi menggunakan teknologi dan internet.
Contoh etika digital:
- Menggunakan bahasa yang sopan.
- Menghargai pendapat orang lain.
- Tidak melakukan penghinaan atau perundungan.
- Tidak menyebarkan informasi pribadi orang lain.
- Tidak mengirim pesan secara berlebihan.
- Tidak mengunggah foto atau video orang lain tanpa mempertimbangkan izin dan konteksnya.
- Tidak menulis komentar yang merendahkan.
- Memeriksa informasi sebelum membagikannya.
- Menghargai karya orang lain.
- Bertanggung jawab atas konten yang dibuat dan dibagikan.
Contoh
Bayangkan seorang siswa mendapatkan nilai ujian yang rendah. Temannya kemudian mengambil foto hasil ujian tersebut dan mengunggahnya ke grup kelas dengan komentar yang mengejek.
Perbuatan tersebut tidak mencerminkan budaya digital yang baik.
Sebaliknya, teman yang memberikan dukungan dan membantu belajar menunjukkan penggunaan teknologi yang lebih positif.
3. Jejak Digital
Setiap aktivitas yang kita lakukan di internet dapat meninggalkan informasi tertentu yang disebut jejak digital.
Jejak digital dapat berupa:
- unggahan media sosial;
- komentar;
- foto;
- video;
- riwayat aktivitas;
- akun yang dibuat;
- forum yang diikuti;
- transaksi digital;
- dan berbagai aktivitas lainnya.
Secara sederhana, jejak digital dapat dibedakan menjadi dua.
a. Jejak Digital Aktif
Jejak digital aktif merupakan informasi yang sengaja dibuat atau dibagikan oleh pengguna.
Contohnya:
- membuat unggahan;
- memberikan komentar;
- mengunggah foto;
- menulis artikel;
- membuat video;
- memberikan ulasan.
b. Jejak Digital Pasif
Jejak digital pasif merupakan data atau informasi yang dapat tercatat ketika seseorang menggunakan layanan digital, meskipun pengguna tidak secara langsung membuat unggahan.
Contohnya dapat berupa data teknis penggunaan layanan atau aktivitas tertentu yang tercatat oleh sistem.
Mengapa Jejak Digital Penting?
Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah saya tetap nyaman jika unggahan ini dilihat guru, orang tua, teman, atau masyarakat beberapa tahun mendatang?
Internet membuat informasi dapat tersebar dengan cepat. Karena itu, kita perlu berpikir sebelum mengunggah dan membagikan sesuatu.
4. Privasi dan Data Pribadi
Privasi adalah hak seseorang untuk menjaga informasi tentang dirinya agar tidak digunakan atau disebarluaskan secara sembarangan.
Contoh data pribadi antara lain:
- nama lengkap;
- alamat;
- nomor telepon;
- tanggal lahir;
- alamat surat elektronik;
- foto;
- identitas sekolah;
- informasi akun;
- kata sandi;
- dan informasi lain yang dapat berkaitan dengan seseorang.
Tidak semua data harus dibagikan kepada publik.
Cara Menjaga Data Pribadi
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan:
- Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk akun penting.
- Jangan membagikan kata sandi kepada teman.
- Aktifkan autentikasi tambahan jika tersedia.
- Berhati-hati ketika membuka tautan.
- Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
- Periksa alamat situs sebelum memasukkan data.
- Hindari menggunakan komputer umum untuk menyimpan informasi sensitif.
- Keluar dari akun setelah menggunakan perangkat bersama.
- Perbarui perangkat lunak secara berkala.
- Laporkan aktivitas mencurigakan kepada orang dewasa yang dipercaya atau pihak yang sesuai.
5. Mengenal Phishing
Phishing adalah upaya untuk memperoleh informasi tertentu dengan cara menipu pengguna, misalnya melalui pesan, situs, atau tautan yang dibuat seolah-olah berasal dari pihak yang tepercaya.
Contoh pesan:
"Selamat! Anda mendapatkan hadiah. Klik tautan berikut dan masukkan data akun untuk mengambil hadiah."
Pesan seperti itu perlu dicurigai.
Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai
- meminta kata sandi;
- meminta kode verifikasi;
- meminta data pribadi;
- menggunakan bahasa yang mendesak;
- memberikan hadiah yang tidak masuk akal;
- meminta korban segera mengeklik tautan;
- alamat situs terlihat mencurigakan.
Prinsip sederhana:
Berhenti – Periksa – Jangan Terburu-buru.
Jika ragu, jangan mengeklik tautan dan mintalah bantuan orang dewasa atau pihak yang dapat dipercaya.
6. Literasi Informasi dan Hoaks
Internet menyediakan informasi dalam jumlah yang sangat besar. Namun, tidak semua informasi yang ditemukan di internet benar.
Karena itu, siswa perlu memiliki literasi informasi, yaitu kemampuan untuk menemukan, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan membagikan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.
Hoaks
Hoaks adalah informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan sebagai sesuatu yang benar.
Hoaks dapat berbentuk:
- teks;
- foto;
- video;
- audio;
- judul berita;
- tangkapan layar;
- atau gabungan berbagai media.
Cara Memeriksa Informasi
Sebelum membagikan informasi, lakukan beberapa langkah:
1. Periksa sumber
Siapa yang membuat informasi tersebut?
2. Periksa tanggal
Apakah informasinya masih relevan?
3. Bandingkan dengan sumber lain
Apakah media atau sumber tepercaya lainnya memberitakan hal yang sama?
4. Periksa konteks
Apakah foto atau video digunakan sesuai konteks aslinya?
5. Jangan hanya membaca judul
Baca isi informasi secara lengkap.
6. Jangan terburu-buru membagikan
Jika belum yakin, lebih baik tidak membagikannya.
7. Berpikir Kritis di Dunia Digital
Berpikir kritis berarti tidak langsung menerima semua informasi sebagai kebenaran.
Ketika mendapatkan informasi, kita dapat menggunakan pertanyaan berikut:
- Apa yang sebenarnya dikatakan?
- Siapa yang menyampaikan?
- Apa buktinya?
- Kapan informasi tersebut dibuat?
- Dari mana sumbernya?
- Apakah ada sumber lain yang mendukung?
- Apakah terdapat kepentingan tertentu di balik informasi tersebut?
Kemampuan berpikir kritis sangat penting karena teknologi membuat informasi dapat tersebar dengan sangat cepat.
8. Hak Cipta dan Menghargai Karya Orang Lain
Internet memberikan kemudahan untuk menemukan gambar, musik, video, tulisan, dan berbagai karya lainnya.
Namun, mudah ditemukan bukan berarti bebas digunakan tanpa memperhatikan hak pencipta.
Hak cipta merupakan hak yang berkaitan dengan karya yang dibuat seseorang atau pihak tertentu.
Contoh karya yang dapat memiliki perlindungan hak cipta:
- buku;
- artikel;
- foto;
- musik;
- video;
- ilustrasi;
- perangkat lunak;
- karya seni;
- dan berbagai karya kreatif lainnya.
Contoh Perilaku yang Tidak Tepat
Seorang siswa mengambil artikel milik orang lain dan mengumpulkannya sebagai tugas tanpa mencantumkan sumber.
Perbuatan tersebut tidak menghargai karya penulis.
Cara Menghargai Karya Digital
- Mencantumkan sumber.
- Tidak mengaku karya orang lain sebagai karya sendiri.
- Memahami ketentuan penggunaan karya.
- Menggunakan karya yang memang diperbolehkan untuk digunakan.
- Menghargai lisensi karya.
- Membuat karya sendiri jika memungkinkan.
9. Perundungan Siber
Perundungan siber (cyberbullying) adalah tindakan menyakiti, mempermalukan, mengintimidasi, atau mengganggu orang lain melalui teknologi digital.
Contohnya:
- mengirim pesan penghinaan;
- menyebarkan foto seseorang untuk mempermalukannya;
- membuat akun palsu untuk mengejek;
- menyebarkan rumor;
- mengucilkan seseorang secara sengaja melalui ruang digital.
Jika melihat perundungan siber:
- Jangan ikut menyebarkan.
- Jangan membalas dengan tindakan yang sama.
- Simpan bukti jika diperlukan.
- Gunakan fitur pelaporan pada platform.
- Ceritakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.
- Berikan dukungan kepada korban.
Budaya digital yang sehat dibangun dengan saling menghormati.
10. Keseimbangan Kehidupan Digital
Teknologi merupakan alat yang membantu manusia. Namun, penggunaan teknologi perlu dilakukan secara seimbang.
Penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengurangi waktu untuk:
- belajar;
- tidur;
- berolahraga;
- berinteraksi dengan keluarga;
- bermain secara langsung;
- dan melakukan kegiatan produktif lainnya.
Karena itu, siswa perlu membuat kebiasaan digital yang sehat.
Contohnya:
- mengatur waktu penggunaan perangkat;
- mengutamakan tugas sekolah;
- beristirahat secara teratur;
- melakukan aktivitas fisik;
- tidak menggunakan perangkat secara berlebihan menjelang tidur;
- menggunakan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat.
11. Budaya Digital untuk Belajar
Teknologi digital dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat bermanfaat.
Siswa dapat menggunakan teknologi untuk:
- mencari bahan pembelajaran;
- membuat presentasi;
- membuat video;
- belajar pemrograman;
- berdiskusi;
- melakukan penelitian;
- membuat infografis;
- bekerja sama dalam kelompok;
- dan menghasilkan karya digital.
Prinsip pentingnya adalah:
Gunakan teknologi bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk mencipta.
Jangan hanya menjadi penonton. Jadilah pembuat karya.
12. Kecerdasan Buatan dan Budaya Digital
Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) memberikan berbagai peluang baru bagi siswa.
AI dapat membantu:
- mencari ide;
- memahami materi;
- membuat latihan;
- membantu proses pemrograman;
- membuat rancangan;
- menganalisis informasi;
- dan mendukung kreativitas.
Namun, AI harus digunakan secara bertanggung jawab.
Siswa tidak boleh:
- menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI;
- menyalin jawaban AI tanpa memahami isinya;
- menggunakan AI untuk menipu dalam tugas;
- memasukkan data pribadi atau rahasia ke dalam layanan yang tidak seharusnya;
- menganggap semua keluaran AI pasti benar.
Prinsipnya:
AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.
Siswa tetap harus membaca, memeriksa, memahami, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya.
13. Menjadi Warga Digital yang Baik
Seorang warga digital yang baik memiliki beberapa karakter.
Cerdas
Mampu memilih dan mengevaluasi informasi.
Aman
Mampu menjaga akun dan data pribadi.
Santun
Menghormati orang lain dalam komunikasi digital.
Kreatif
Menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kritis
Tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terbukti.
Bertanggung Jawab
Memahami bahwa setiap tindakan digital dapat memiliki konsekuensi.
Produktif
Menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memecahkan masalah.
D. Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 – Audit Jejak Digital
Buatlah daftar aktivitas digital yang kamu lakukan selama satu minggu.
Kelompokkan menjadi:
- aktivitas belajar;
- aktivitas komunikasi;
- aktivitas hiburan;
- aktivitas membuat karya;
- aktivitas lainnya.
Kemudian jawab:
- Aktivitas apa yang paling banyak kamu lakukan?
- Aktivitas apa yang paling memberikan manfaat?
- Apakah ada aktivitas yang perlu dikurangi?
- Karya digital apa yang ingin kamu buat?
Aktivitas 2 – Detektif Informasi
Guru menyediakan sebuah informasi yang beredar di internet.
Secara berkelompok, siswa melakukan pemeriksaan:
| Aspek | Hasil Pemeriksaan |
|---|---|
| Sumber informasi | |
| Tanggal publikasi | |
| Penulis/pembuat | |
| Bukti pendukung | |
| Sumber pembanding | |
| Kesimpulan |
Presentasikan hasil pemeriksaan di depan kelas.
Aktivitas 3 – Poster Budaya Digital
Buat poster digital bertema:
"Jadilah Warga Digital yang Cerdas, Aman, Santun, dan Bertanggung Jawab."
Poster dapat dibuat menggunakan aplikasi desain atau aplikasi pengolah presentasi.
Poster harus memuat:
- judul;
- pesan utama;
- minimal tiga tips;
- ilustrasi;
- nama pembuat.
E. Kesimpulan
Budaya digital merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat modern. Teknologi digital memberikan banyak kesempatan untuk belajar, berkomunikasi, berkreasi, dan bekerja sama.
Namun, penggunaan teknologi harus disertai tanggung jawab.
Seorang siswa perlu memahami etika digital, menjaga data pribadi, memperhatikan jejak digital, menghargai hak cipta, mengenali informasi palsu, menghindari perundungan siber, dan menggunakan teknologi secara seimbang.
Di era kecerdasan artifisial, kemampuan manusia untuk berpikir kritis, kreatif, beretika, dan bertanggung jawab semakin penting.
Teknologi seharusnya membantu manusia menjadi lebih produktif dan bermanfaat.
Jadilah pengguna teknologi yang cerdas. Jadilah pembuat karya digital yang kreatif. Jadilah warga digital yang santun dan bertanggung jawab.
F. Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1.
Budaya digital adalah ....
A. kebiasaan menggunakan komputer untuk bermain gim
B. kebiasaan, nilai, norma, dan perilaku manusia dalam menggunakan teknologi digital
C. kegiatan membeli perangkat komputer
D. kemampuan memperbaiki komputer
Jawaban: B
2.
Contoh etika digital adalah ....
A. menghina orang lain di media sosial
B. menyebarkan informasi pribadi teman
C. menggunakan bahasa yang sopan ketika berkomunikasi
D. membagikan berita tanpa membaca isinya
Jawaban: C
3.
Informasi yang ditinggalkan seseorang ketika menggunakan internet disebut ....
A. data analog
B. jejak digital
C. data manual
D. perangkat keras
Jawaban: B
4.
Contoh jejak digital aktif adalah ....
A. mengunggah foto ke media sosial
B. perangkat mendapatkan alamat IP
C. sistem mencatat aktivitas layanan
D. perangkat terhubung ke jaringan
Jawaban: A
5.
Berikut yang termasuk data pribadi adalah ....
A. warna langit
B. nama lengkap dan nomor telepon
C. nama planet
D. jumlah hari dalam satu minggu
Jawaban: B
6.
Kata sandi sebaiknya ....
A. mudah ditebak
B. sama untuk semua akun
C. dibagikan kepada teman
D. kuat dan tidak mudah ditebak
Jawaban: D
7.
Phishing merupakan ....
A. teknik memperbaiki komputer
B. upaya penipuan untuk memperoleh informasi tertentu
C. kegiatan membuat animasi
D. proses mencetak dokumen
Jawaban: B
8.
Jika menerima tautan mencurigakan, tindakan yang tepat adalah ....
A. langsung mengekliknya
B. membagikannya kepada semua teman
C. memeriksa terlebih dahulu dan tidak terburu-buru mengeklik
D. memasukkan kata sandi
Jawaban: C
9.
Hoaks adalah ....
A. semua informasi dari internet
B. informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan sebagai sesuatu yang benar
C. semua berita lama
D. informasi dari buku pelajaran
Jawaban: B
10.
Salah satu cara memeriksa informasi adalah ....
A. hanya membaca judul
B. mempercayai pesan dari teman
C. membandingkan dengan sumber lain yang tepercaya
D. langsung membagikan informasi
Jawaban: C
11.
Berpikir kritis berarti ....
A. menerima semua informasi
B. tidak pernah mempercayai informasi
C. mengevaluasi informasi berdasarkan bukti dan sumber
D. selalu menolak informasi baru
Jawaban: C
12.
Mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri disebut ....
A. kolaborasi
B. plagiarisme
C. komunikasi
D. kreativitas
Jawaban: B
13.
Salah satu cara menghargai karya orang lain adalah ....
A. menghapus nama pencipta
B. mengaku sebagai pembuat
C. mencantumkan sumber
D. menjualnya tanpa izin
Jawaban: C
14.
Cyberbullying adalah ....
A. belajar menggunakan internet
B. perundungan yang dilakukan melalui teknologi digital
C. membuat video pembelajaran
D. menggunakan komputer di sekolah
Jawaban: B
15.
Ketika melihat cyberbullying, sebaiknya kita ....
A. ikut menyebarkan
B. ikut mengejek
C. melaporkan dan meminta bantuan orang yang dipercaya
D. membuat akun untuk membalas
Jawaban: C
16.
Salah satu manfaat teknologi digital dalam pendidikan adalah ....
A. mempersulit komunikasi
B. menyediakan sumber belajar
C. menghilangkan kebutuhan untuk berpikir
D. membuat semua informasi pasti benar
Jawaban: B
17.
Sebelum membagikan berita, sebaiknya ....
A. langsung membagikannya
B. membaca dan memeriksa sumbernya
C. mengubah judulnya agar menarik
D. menghapus nama penulis
Jawaban: B
18.
Contoh penggunaan teknologi secara produktif adalah ....
A. membuat aplikasi sederhana
B. menyebarkan rumor
C. mengejek teman
D. menyebarkan hoaks
Jawaban: A
19.
Jejak digital perlu diperhatikan karena ....
A. semua aktivitas digital pasti hilang
B. aktivitas digital dapat meninggalkan informasi tentang seseorang
C. internet tidak dapat menyimpan data
D. unggahan hanya dapat dilihat selama satu menit
Jawaban: B
20.
Ketika menggunakan AI untuk mengerjakan tugas, siswa sebaiknya ....
A. menyalin seluruh jawaban tanpa membaca
B. menggunakan AI untuk membantu belajar dan tetap memeriksa hasilnya
C. menyerahkan semua tugas kepada AI
D. memasukkan semua data pribadi ke AI
Jawaban: B
21.
Salah satu prinsip menjadi warga digital yang baik adalah ....
A. bertanggung jawab
B. menyebarkan informasi tanpa pemeriksaan
C. membuka data pribadi orang lain
D. menggunakan teknologi untuk merugikan orang lain
Jawaban: A
22.
Informasi yang belum terbukti kebenarannya sebaiknya ....
A. langsung disebarkan
B. diberi judul yang lebih sensasional
C. diperiksa terlebih dahulu
D. dikirim ke semua grup
Jawaban: C
23.
Ketika menggunakan komputer milik bersama, setelah selesai sebaiknya ....
A. meninggalkan akun tetap terbuka
B. menyimpan kata sandi di komputer
C. keluar dari akun
D. memberikan kata sandi kepada pengguna berikutnya
Jawaban: C
24.
Salah satu ciri komunikasi digital yang baik adalah ....
A. menggunakan kata-kata kasar
B. menghargai perbedaan pendapat
C. mempermalukan orang lain
D. menyebarkan percakapan pribadi
Jawaban: B
25.
Tujuan utama mempelajari budaya digital adalah ....
A. agar siswa menggunakan internet sepanjang hari
B. agar siswa mampu menggunakan teknologi secara cerdas, aman, santun, dan bertanggung jawab
C. agar siswa memiliki banyak akun media sosial
D. agar siswa menjadi terkenal di internet
Jawaban: B
G. Soal Praktik
Praktik 1 – Membuat Kampanye Budaya Digital
Judul
Kampanye "Bijak Bermedia Digital"
Tujuan
Siswa mampu menerapkan prinsip budaya digital melalui karya kreatif.
Tugas
Buatlah sebuah poster, infografis, atau video pendek dengan salah satu tema berikut:
- Stop Cyberbullying.
- Jaga Data Pribadi.
- Saring Sebelum Sharing.
- Bijak Menggunakan AI.
- Hargai Karya Digital.
- Bangun Jejak Digital Positif.
Ketentuan
Jika membuat poster:
- ukuran minimal A4;
- memiliki judul;
- memiliki pesan utama;
- memuat minimal lima tips;
- mencantumkan nama pembuat.
Jika membuat video:
- durasi 2–3 menit;
- memiliki pesan yang jelas;
- menggunakan bahasa yang santun;
- tidak menggunakan karya orang lain tanpa memperhatikan hak penggunaannya;
- mencantumkan sumber jika menggunakan materi dari pihak lain.
H. Rubrik Penilaian Praktik
| Aspek | Skor Maksimal |
|---|---|
| Kesesuaian tema | 20 |
| Ketepatan informasi | 20 |
| Kreativitas | 20 |
| Etika penggunaan sumber | 15 |
| Kualitas penyajian | 15 |
| Presentasi | 10 |
| Total | 100 |
Kriteria
90–100: Sangat Baik
80–89: Baik
70–79: Cukup
<70: Perlu Bimbingan
I. Proyek Kelompok
"Audit Budaya Digital Sekolah"
Bentuk kelompok yang terdiri atas 4–5 siswa.
Lakukan pengamatan sederhana mengenai kebiasaan digital siswa di lingkungan sekolah.
Contoh aspek yang dapat diamati:
- penggunaan perangkat digital;
- kebiasaan menggunakan media sosial;
- keamanan kata sandi;
- kebiasaan membagikan informasi;
- etika komunikasi dalam grup;
- penggunaan teknologi untuk belajar.
Produk Akhir
Setiap kelompok membuat:
- laporan singkat;
- infografis;
- presentasi;
- rekomendasi untuk membangun budaya digital yang lebih baik.
Pertanyaan Refleksi
- Apa kebiasaan digital yang sudah baik?
- Apa masalah yang ditemukan?
- Apa penyebabnya?
- Apa solusi yang dapat dilakukan?
- Bagaimana peran siswa dalam menciptakan budaya digital yang positif?
J. Refleksi Peserta Didik
Setelah mempelajari bab ini, lengkapi kalimat berikut:
Saya baru mengetahui bahwa ....
Hal yang paling menarik bagi saya adalah ....
Mulai hari ini saya akan ....
Kebiasaan digital yang ingin saya perbaiki adalah ....
Saya akan menggunakan teknologi untuk ....
K. Daftar Pustaka
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. Capaian Pembelajaran Informatika pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia & Siberkreasi. Modul Literasi Digital. Jakarta: Kominfo.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
International Society for Technology in Education (ISTE). ISTE Standards for Students. Arlington, Virginia: ISTE.
UNESCO. Media and Information Literacy: Policy and Strategy Guidelines. Paris: UNESCO.
UNICEF. Digital Literacy and Online Safety Resources for Children. New York: UNICEF.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
L. Pesan Penutup
Teknologi digital akan terus berkembang. Perangkat mungkin berubah, aplikasi mungkin berganti, dan kecerdasan artifisial akan semakin banyak digunakan.
Namun, satu hal yang tidak boleh berubah adalah karakter manusia.
Gunakan teknologi dengan akal sehat.
Gunakan internet dengan etika.
Gunakan AI dengan tanggung jawab.
Gunakan media sosial untuk menyebarkan manfaat.
Gunakan keterampilan digital untuk menghasilkan karya.
Karena budaya digital yang baik bukan hanya tentang bagaimana kita menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita tetap menjadi manusia yang beretika ketika menggunakan teknologi.
