Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

Bermalam di Hotel Tijili Bali

Bermalam di Hotel Tijil Kuta Bali, Sekamar dengan Mr. Bams dari Bandung

Kisah Omjay Guru Blogger Indonesia: Persahabatan, Perjalanan, dan Semangat Belajar di Pulau Dewata

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Swt. Omjay akhirnya bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata, Bali. Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, melewati kesibukan Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kini Omjay berkesempatan beristirahat di Hotel Tijil, kawasan Kuta, Bali.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita melakukan perjalanan jauh, bukan hanya karena bisa mengunjungi tempat baru, tetapi juga karena bertemu dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.

Malam ini, Omjay mendapatkan pengalaman yang menarik. Omjay sekamar dengan Mr. Bams, seorang sahabat dari Bandung. Pertemuan dan kebersamaan seperti ini menjadi bagian indah dari perjalanan yang sedang Omjay jalani di Bali.

Perjalanan yang Mempertemukan Sahabat

Bagi Omjay, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan adalah kesempatan untuk belajar, memperluas pergaulan, dan mengumpulkan pengalaman yang kelak bisa dituliskan menjadi sebuah kisah inspiratif.

Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, tubuh tentu membutuhkan istirahat. Bermalam di Hotel Tijil, Kuta, Bali, menjadi kesempatan untuk melepas lelah sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kegiatan berikutnya.

Kebetulan, Omjay berbagi kamar dengan Mr. Bams dari Bandung. Kebersamaan dengan sahabat seperjalanan tentu menghadirkan suasana tersendiri. Ada kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar cerita, dan berbagi pengalaman.

Omjay selalu percaya bahwa setiap pertemuan memiliki makna. Kita tidak pernah tahu pelajaran apa yang akan kita dapatkan dari seseorang yang baru kita temui atau sahabat yang sudah lama kita kenal.

Dari Jakarta ke Bali, Membawa Semangat Belajar

Perjalanan kali ini terasa istimewa karena Omjay datang ke Bali untuk mengikuti kegiatan ICANN87 Annual General Meeting yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali.

Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan tentang tata kelola internet, perkembangan dunia digital, dan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun masa depan internet.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta dan pegiat literasi digital, Omjay merasa bahwa belajar tidak boleh berhenti hanya karena kita sudah lama menjadi guru. Dunia teknologi terus berubah. Guru pun harus terus membuka diri, belajar dari pengalaman, dan berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Karena itulah, perjalanan ke Bali bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan untuk menambah ilmu dan pengalaman.

Omjay ingin membawa pulang bukan sekadar kenangan indah, tetapi juga pengetahuan baru yang bisa dibagikan kepada sesama guru, peserta didik, dan masyarakat luas.

Persahabatan yang Menghangatkan Perjalanan

Ada satu hal yang selalu Omjay syukuri dalam setiap perjalanan, yaitu kesempatan bertemu dengan orang-orang baik.

Bermalam sekamar dengan Mr. Bams dari Bandung mengingatkan Omjay bahwa persahabatan tidak dibatasi oleh jarak. Ada sahabat yang datang dari Jakarta, Bandung, dan berbagai daerah lainnya. Kami mungkin memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, tetapi semangat untuk belajar dan berbagi dapat menyatukan kami.

Bagi seorang penulis, peristiwa sederhana seperti ini pun bisa menjadi bahan tulisan. Kita tidak harus menunggu peristiwa besar untuk mulai menulis. Pengalaman bermalam di hotel, bertemu sahabat, menikmati perjalanan, atau sekadar berbincang sebelum tidur bisa menjadi cerita yang bermakna.

Bukankah kehidupan kita sesungguhnya dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa kecil yang sering kali luput dari perhatian?

Jika kita mau berhenti sejenak dan merenungkannya, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik.

Menulis dari Pengalaman Nyata

Omjay sering mengajak peserta Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI untuk membiasakan diri menulis setiap hari. Salah satu cara termudah untuk memulainya adalah dengan menceritakan pengalaman sendiri.

Tidak perlu menggunakan kata-kata yang rumit. Tidak perlu pula menunggu sampai menjadi penulis terkenal. Cukup ceritakan apa yang kita alami, apa yang kita rasakan, siapa yang kita temui, dan pelajaran apa yang kita dapatkan.

Pengalaman bermalam di Hotel Tijil, Kuta, Bali, bersama Mr. Bams dari Bandung menjadi salah satu contoh bahwa inspirasi menulis bisa ditemukan di mana saja.

Yang terpenting bukan seberapa hebat peristiwa yang kita alami, melainkan seberapa tulus kita menceritakannya dan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan pembaca.

Omjay ingin terus menjalani kebiasaan menulis dengan hati. Sebab, tulisan yang lahir dari pengalaman nyata akan terasa lebih dekat dengan kehidupan pembacanya.

Bersyukur atas Setiap Perjalanan

Malam semakin larut. Setelah perjalanan dari Jakarta, kini saatnya beristirahat di Hotel Tijil, Kuta, Bali. Omjay bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bepergian, bertemu sahabat, belajar hal baru, dan membagikan pengalaman melalui tulisan.

Semoga kegiatan di Bali berjalan lancar. Semoga Omjay dan Mr. Bams selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas masing-masing.

Ada banyak hal yang ingin Omjay pelajari selama berada di Bali. Ada pula banyak cerita yang ingin Omjay tuliskan untuk pembaca setia blog dan Kompasiana.

Sebab, bagi Omjay, hidup adalah perjalanan panjang yang penuh pelajaran. Setiap langkah menghadirkan pengalaman, setiap pertemuan membuka kesempatan, dan setiap pengalaman layak diabadikan dalam tulisan.

Salam Blogger Persahabatan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Omjay, Guru Blogger Indonesia
Wijaya Kusumah


Jumat, 16 Oktober 2026

Sekolah Impian Saya Seperti Labschool UNJ

Sekolah Impian Saya: Seperti Labschool UNJ, Tempat Tumbuhnya Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Bahagia

Kisah Omjay, Guru Blogger Indonesia

Malam ini, Jumat, 16 Oktober 2026, ada sebuah tema menarik dalam kegiatan belajar menulis KBMN PGRI Gelombang 35, yaitu Sekolah Impian Saya. Tema ini mengajak kita untuk membayangkan sekolah yang bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua bagi murid dan guru. Sekolah yang membuat setiap orang merasa nyaman, bahagia, dihargai, dan bersemangat untuk mengembangkan potensi dirinya.

Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Omjay mencoba merenungkan kembali makna sekolah impian. Di tengah perjalanan dan kesibukan mengikuti kegiatan, pikiran Omjay kembali tertuju pada dunia pendidikan, tempat Omjay mengabdikan diri sejak tahun 1994. Bagi Omjay, sekolah impian bukanlah sekadar gedung yang megah, ruang kelas yang berpendingin udara, atau fasilitas teknologi yang serba canggih. Sekolah impian adalah tempat yang mampu memanusiakan manusia.

Labschool UNJ, Inspirasi Sekolah Impian

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, Omjay merasakan bahwa sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Lingkungan sekolah yang baik dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, serta semangat untuk terus belajar.

Labschool UNJ menjadi salah satu inspirasi Omjay ketika membayangkan sekolah impian. Sekolah yang ideal harus mampu memadukan keunggulan akademik dengan pendidikan karakter, kreativitas, keterampilan hidup, dan kepedulian sosial. Murid tidak cukup hanya pandai menjawab soal ujian. Mereka juga perlu belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, berani menyampaikan pendapat, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Omjay membayangkan sebuah sekolah tempat murid datang pada pagi hari dengan senyum bahagia. Mereka menyapa guru dengan santun, bertemu teman dengan penuh persahabatan, lalu mengikuti pembelajaran yang menarik dan bermakna. Tidak ada murid yang takut bertanya. Tidak ada murid yang merasa dirinya bodoh hanya karena belum memahami pelajaran. Semua murid mendapatkan kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

Di sekolah impian itu, guru tidak hanya berdiri di depan kelas untuk menjelaskan materi. Guru menjadi pendamping, sahabat belajar, sekaligus teladan bagi murid-muridnya. Guru memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan. Ada yang unggul dalam matematika, ada yang berbakat dalam seni, ada yang menyukai olahraga, ada yang senang menulis, dan ada pula yang tertarik pada dunia teknologi.

Tugas sekolah adalah membantu mereka menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Sekolah yang Membuat Murid Bahagia

Bagi Omjay, sekolah impian adalah sekolah yang membahagiakan. Bahagia bukan berarti murid bebas dari tugas atau tidak perlu belajar dengan sungguh-sungguh. Bahagia berarti mereka merasa aman, diterima, dan memiliki kesempatan untuk mencoba tanpa dihantui ketakutan akan kesalahan.

Di sekolah seperti ini, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan menjadi bagian dari proses belajar. Ketika seorang murid memperoleh nilai yang belum memuaskan, guru tidak buru-buru memberikan label negatif. Sebaliknya, guru mengajak murid mencari tahu kesulitannya dan menyusun langkah untuk memperbaikinya.

Bayangkan seorang murid yang awalnya tidak percaya diri ketika diminta menulis. Ia merasa tidak mampu menyusun kalimat yang baik. Namun, gurunya memberikan dorongan agar ia mulai menulis pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Hari pertama ia hanya mampu menulis satu paragraf. Hari berikutnya ia menulis dua paragraf. Beberapa minggu kemudian, tulisannya semakin berkembang. Ia mulai berani mengunggah karya di blog pribadi dan membagikannya kepada teman-temannya.

Bukankah itu sebuah kebahagiaan?

Perubahan kecil seperti itulah yang membuat pekerjaan guru menjadi sangat bermakna. Guru mungkin tidak selalu melihat hasil pendidikan hari ini, tetapi benih kebaikan yang ditanamkan dapat tumbuh bertahun-tahun kemudian.

Omjay percaya bahwa sekolah yang baik tidak hanya melahirkan murid berprestasi, tetapi juga manusia yang memiliki empati, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Teknologi Canggih, tetapi Hati Tetap Menjadi Panglima

Sebagai guru Informatika, Omjay tentu menginginkan sekolah impian yang akrab dengan perkembangan teknologi. Ruang belajar dilengkapi akses internet yang memadai, laboratorium komputer yang nyaman, perangkat pembelajaran digital, serta kesempatan bagi murid untuk belajar coding dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Murid dapat belajar membuat aplikasi sederhana, merancang permainan digital, mengolah data, membuat film pendek, dan mengembangkan proyek robotik. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, Omjay selalu mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Kecerdasan artifisial dapat membantu manusia mencari informasi, mengembangkan ide, dan menyelesaikan persoalan. Akan tetapi, teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kepekaan hati, kejujuran, dan tanggung jawab.

Di sekolah impian, murid diajarkan menggunakan AI secara bijaksana. Mereka tidak sekadar menyalin jawaban dari mesin, tetapi memeriksa kebenaran informasi, membandingkan sumber, mengembangkan pemikiran kritis, dan menghasilkan karya yang mencerminkan pemahamannya sendiri.

Guru pun perlu terus belajar. Dunia berubah dengan cepat, sehingga guru harus bersedia memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Guru yang berhenti belajar akan kesulitan mendampingi murid yang hidup di tengah perkembangan teknologi.

Bagi Omjay, sekolah impian adalah tempat guru dan murid belajar bersama. Tidak ada yang merasa paling pintar. Semua memiliki kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, bereksperimen, dan menemukan hal baru.

Guru yang Sejahtera dan Dihargai

Ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan ketika membicarakan sekolah impian, yaitu kesejahteraan guru.

Sekolah yang hebat membutuhkan guru yang mendapatkan penghargaan layak, dukungan profesional, dan lingkungan kerja yang sehat. Guru perlu memiliki waktu untuk mempersiapkan pembelajaran, membaca buku, mengikuti pelatihan, menulis, melakukan penelitian, serta berbagi praktik baik dengan rekan sejawat.

Guru bukanlah mesin yang hanya bertugas menyelesaikan administrasi. Guru adalah manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan hidup, cita-cita, dan keterbatasan.

Omjay membayangkan sekolah yang memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi. Ketika seorang guru mencoba metode pembelajaran baru, sekolah mendukungnya. Ketika guru mengalami kesulitan, rekan sejawat hadir untuk membantu. Ketika guru menghasilkan karya yang bermanfaat, sekolah memberikan apresiasi.

Budaya kolaborasi seperti ini akan membuat guru lebih bersemangat. Mereka tidak merasa berjalan sendirian, tetapi menjadi bagian dari komunitas pembelajar yang saling menguatkan.

Sekolah impian bukan hanya tempat murid bertumbuh. Guru pun harus terus berkembang di dalamnya.

Perpustakaan yang Hidup dan Budaya Menulis yang Kuat

Ada satu sudut sekolah impian yang sangat Omjay sukai, yaitu perpustakaan yang hidup.

Perpustakaan bukan sekadar ruangan berisi rak dan buku yang tertata rapi. Perpustakaan menjadi tempat murid menemukan gagasan, membaca kisah inspiratif, berdiskusi, menulis cerita, dan membangun imajinasi.

Murid boleh membaca buku cerita, biografi tokoh, buku sains, teknologi, sejarah, maupun karya sastra. Setelah membaca, mereka diajak menuliskan hal yang paling berkesan dan membagikan pemikirannya kepada orang lain.

Omjay ingin setiap murid memiliki kesempatan untuk menerbitkan karya. Ada yang menulis puisi, cerpen, artikel ilmiah populer, laporan proyek, atau kisah pengalaman pribadi. Karya-karya itu dapat dikumpulkan dalam majalah sekolah, buku antologi, atau blog pendidikan.

Kegiatan seperti ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki cerita yang layak didengar. Mereka tidak harus menunggu menjadi penulis terkenal untuk mulai berkarya.

Sebagai guru blogger Indonesia, Omjay telah merasakan sendiri bahwa menulis dapat menjadi jalan untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menginspirasi orang lain. Karena itu, Omjay ingin budaya menulis tumbuh kuat di sekolah impian.

Murid belajar menulis dengan jujur, membaca dengan tekun, dan menerima masukan dengan lapang dada. Guru pun memberikan contoh melalui tulisan dan karya nyata.

Sekolah yang memiliki budaya membaca dan menulis akan membantu murid mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Sekolah yang Dekat dengan Orang Tua dan Masyarakat

Sekolah impian tidak dapat berdiri sendiri. Pendidikan membutuhkan kerja sama antara guru, orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak yang peduli terhadap masa depan anak.

Omjay membayangkan orang tua yang tidak hanya datang ke sekolah ketika ada masalah. Mereka juga terlibat dalam kegiatan positif, berbagi pengalaman profesi, mendampingi proyek murid, dan mendukung kebiasaan belajar di rumah.

Masyarakat pun dapat menjadi sumber pembelajaran. Murid belajar mengenal lingkungan, mengunjungi tempat bersejarah, memahami persoalan sosial, dan membuat proyek yang membantu menyelesaikan masalah di sekitarnya.

Misalnya, murid membuat kampanye pengurangan sampah plastik, merancang aplikasi sederhana untuk membantu masyarakat, atau membuat konten edukasi tentang keamanan digital.

Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti di dalam kelas. Murid memahami bahwa ilmu pengetahuan memiliki manfaat nyata bagi kehidupan.

Sekolah impian adalah sekolah yang membuka jendela seluas-luasnya bagi murid untuk mengenal dunia, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan terdekatnya.

Membangun Sekolah Impian Dimulai dari Hal Sederhana

Apakah sekolah impian harus dibangun dengan anggaran yang sangat besar? Menurut Omjay, tidak selalu demikian.

Fasilitas yang memadai memang penting, tetapi budaya sekolah jauh lebih menentukan pengalaman belajar sehari-hari. Sekolah dapat mulai berubah melalui tindakan sederhana: guru menyapa murid dengan ramah, murid belajar menghargai teman, kepala sekolah mendengarkan aspirasi guru, dan semua warga sekolah menjaga kebersihan bersama.

Perubahan juga dapat dimulai dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk memilih proyek sesuai minatnya, menyediakan waktu membaca, mengadakan kegiatan menulis, serta membangun kebiasaan refleksi setelah pembelajaran.

Hal-hal kecil tersebut, jika dilakukan secara konsisten, dapat membentuk lingkungan belajar yang positif.

Omjay menyadari bahwa membangun sekolah impian membutuhkan proses panjang. Tidak semua gagasan dapat diwujudkan sekaligus. Ada keterbatasan anggaran, perbedaan pandangan, tantangan kurikulum, dan berbagai persoalan yang harus diselesaikan bersama.

Namun, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari keterbatasan itulah kreativitas dan semangat gotong royong dapat tumbuh.

Kita tidak perlu menunggu sekolah menjadi sempurna untuk mulai melakukan perubahan. Kita bisa memulainya hari ini, dari kelas yang kita ajar, dari cara kita berbicara kepada murid, dan dari keputusan kecil yang berpihak pada kepentingan mereka.

Penutup: Sekolah Impian Ada dalam Tindakan Kita

Malam ini, ketika Omjay berada di Bali dan menyampaikan materi untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35, Omjay kembali diingatkan bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketulusan.

Sekolah impian seperti Labschool UNJ bukan sekadar gambaran tentang bangunan dan fasilitas yang baik. Sekolah impian adalah lingkungan yang memadukan ilmu pengetahuan, karakter, kreativitas, teknologi, kebahagiaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Di sana, murid tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian, tetapi juga untuk menjalani kehidupan. Guru tidak hanya mengejar penyelesaian materi, tetapi membantu anak-anak menemukan jati diri dan masa depannya.

Omjay ingin sekolah menjadi tempat yang selalu dirindukan murid. Tempat mereka berani bermimpi, tidak takut melakukan kesalahan, dan yakin bahwa setiap usaha untuk menjadi lebih baik memiliki arti.

Bukankah setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu? Bukankah setiap guru layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang? Dan bukankah kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan sekolah yang lebih baik?

Mari kita mulai dari diri sendiri. Menjadi guru yang terus belajar, menjadi orang tua yang mendukung anak, dan menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Sebab, sekolah impian tidak hanya dibangun dengan batu bata, meja, kursi, dan teknologi canggih. Sekolah impian dibangun dengan keteladanan, kepercayaan, kerja sama, dan cinta kepada anak-anak bangsa.

Sekolah impian saya adalah sekolah yang membuat murid bahagia, guru bangga, orang tua percaya, dan masyarakat ikut merasa memiliki.

Semoga suatu hari nanti, semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu mewujudkan cita-cita tersebut.

Salam blogger persahabatan.

Omjay, Guru Blogger Indonesia

Menulislah dengan hati, berbagi inspirasi setiap hari, dan jangan pernah berhenti bermimpi.

Jakarta–Bali, 16 Oktober 2026


welcome to bali

# Alhamdulillah, Omjay Tiba di Bali: Perjalanan dari Jakarta Membawa Harapan dan Semangat Baru

**Kisah Omjay, Guru Blogger Indonesia**

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026, Omjay akhirnya sampai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Rasa syukur memenuhi hati setelah menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Dewata. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan membawa pulang cerita yang mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang.

Sebagai seorang guru yang senang menulis, Omjay selalu percaya bahwa setiap perjalanan menyimpan kisah. Ada pengalaman yang bisa diceritakan, ada pelajaran yang bisa direnungkan, dan ada peristiwa sederhana yang ternyata menyimpan makna mendalam. Karena itulah, Omjay berusaha mengabadikan pengalaman melalui tulisan. Bagi Omjay, menulis bukan hanya kegiatan merangkai kata, tetapi juga cara bersyukur atas kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah SWT.

## Perjalanan dari Jakarta Menuju Pulau Dewata

Perjalanan menuju Bali kali ini terasa istimewa. Sebelum berangkat, Omjay sudah mempersiapkan berbagai keperluan perjalanan. Dari kampus Universitas Negeri Jakarta di Rawamangun, Omjay menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mengejar penerbangan ke Bali.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan ketika bepergian, mulai dari tiket pesawat, identitas diri, barang bawaan, hingga memastikan tubuh tetap sehat. Semua itu perlu diperhatikan agar perjalanan berlangsung dengan lancar.

Sebelum menuju bandara, Omjay juga sempat membeli nasi bungkus di Warung Nasi Ibu Endang. Makanan sederhana itu menjadi bekal untuk mengisi perut di tengah kesibukan perjalanan. Bagi Omjay, tidak perlu makanan mewah untuk menikmati hidup. Sepiring nasi dengan lauk sederhana pun terasa nikmat ketika disantap dengan rasa syukur.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Omjay melaksanakan salat Jumat di bandara. Di tengah kesibukan para penumpang yang datang dan pergi, Omjay berusaha tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Bagaimanapun sibuknya aktivitas, ibadah tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Setelah itu, perjalanan berlanjut hingga akhirnya Omjay tiba dengan selamat di Bali.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas nikmat perjalanan ini. Semoga setiap langkah senantiasa berada dalam lindungan-Mu.

## Mengingat Perjalanan ke Ankara, Turki

Ketika tiba di Bali, ingatan Omjay melayang pada perjalanan terdahulu ke luar negeri. Terakhir kali Omjay mengingat perjalanan ke bandara untuk penerbangan internasional adalah ketika mengikuti misi budaya ke Ankara, Turki, dalam rangka menghadiri kegiatan Hari Anak Internasional.

Perjalanan ke Turki itu menjadi salah satu pengalaman yang berkesan. Ada banyak hal yang bisa dipelajari ketika seseorang berkesempatan mengunjungi tempat baru, bertemu orang-orang dari latar belakang berbeda, dan mengenal kebudayaan bangsa lain.

Kini, Omjay kembali melakukan perjalanan yang membuka kesempatan untuk belajar lebih luas. Kali ini, Bali menjadi tempat pertemuan berbagai gagasan dan pengalaman dari masyarakat internasional.

Bagi Omjay, seorang guru tidak boleh berhenti belajar. Dunia terus berubah, teknologi berkembang, dan tantangan pendidikan semakin beragam. Guru perlu membuka diri terhadap pengetahuan baru agar dapat membagikan pengalaman yang relevan kepada murid-muridnya.

## Mengikuti ICANN87 di Bali

Kedatangan Omjay di Bali berkaitan dengan kegiatan ICANN87 Annual General Meeting yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali.

ICANN merupakan singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, sebuah organisasi yang berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain dan alamat protokol internet.

Bagi seorang guru Informatika, memahami tata kelola internet merupakan pengalaman yang berharga. Selama ini, kita menggunakan internet untuk belajar, mengajar, berkomunikasi, menulis, dan berbagi informasi. Namun, tidak semua pengguna memahami bagaimana sistem internet dikoordinasikan agar dapat digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Melalui kegiatan internasional seperti ICANN87, Omjay berharap bisa mendapatkan wawasan baru tentang perkembangan internet, tata kelola digital, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun masa depan dunia digital.

Pengetahuan tersebut tentu sangat relevan dengan dunia pendidikan. Anak-anak dan remaja bukan hanya perlu menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus memahami tanggung jawab, keamanan, etika, dan dampak sosial dari penggunaannya.

Omjay ingin membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibagikan kepada sesama guru, peserta didik, serta komunitas pendidikan di Indonesia.

## Menjadi Guru yang Terus Belajar

Sudah puluhan tahun Omjay mengabdikan diri sebagai guru di SMP Labschool Jakarta. Perjalanan panjang sebagai pendidik mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berhenti berkembang.

Dahulu, banyak kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara yang berbeda dari sekarang. Kini, internet, kecerdasan artifisial, dan teknologi digital telah membuka berbagai peluang baru dalam pendidikan.

Namun, secanggih apa pun teknologi yang kita gunakan, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: pendidikan tetap membutuhkan hati manusia.

Kecerdasan artifisial dapat membantu guru menyiapkan bahan ajar, mencari inspirasi, dan mengembangkan aktivitas pembelajaran. Akan tetapi, keteladanan, empati, pengalaman hidup, dan kepedulian seorang guru tetap memiliki tempat yang istimewa.

Itulah sebabnya Omjay selalu berusaha belajar sekaligus berbagi. Ilmu yang diperoleh tidak seharusnya berhenti pada diri sendiri. Ilmu perlu disebarluaskan agar memberikan manfaat bagi orang lain.

Perjalanan ke Bali ini menjadi salah satu kesempatan untuk mengingat kembali prinsip tersebut.

## Menulis Perjalanan, Menyimpan Kenangan

Setibanya di Bandara Ngurah Rai, Omjay kembali teringat pada kebiasaan menulis setiap hari. Banyak orang menganggap bahwa sebuah perjalanan baru layak ditulis jika mengunjungi tempat yang indah atau mengalami peristiwa luar biasa.

Padahal, pengalaman sederhana pun bisa menjadi tulisan yang menarik.

Perjalanan dari kampus menuju bandara, membeli nasi bungkus, melaksanakan salat Jumat di tengah kesibukan bandara, menunggu penerbangan, hingga akhirnya tiba di Bali, semuanya dapat menjadi bagian dari sebuah kisah.

Yang membuat tulisan bermakna bukan semata-mata kemewahan tempat yang dikunjungi, melainkan kejujuran pengalaman dan pelajaran yang dibagikan kepada pembaca.

Omjay ingin terus mengingatkan para peserta KBMN PGRI Gelombang 35 bahwa menulis dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari. Tidak perlu menunggu menjadi penulis hebat untuk menghasilkan tulisan. Mulailah dari pengalaman sendiri, tuliskan dengan bahasa yang mudah dipahami, lalu perbaiki secara bertahap.

Jangan takut tulisan pertama belum sempurna. Setiap penulis memiliki proses belajar. Yang penting, teruslah menulis, membaca, dan bersedia menerima masukan.

Sebab, tulisan yang lahir dari pengalaman nyata sering kali memiliki kekuatan yang berbeda. Pembaca tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa merasakan perjalanan, perjuangan, dan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

## Bersyukur atas Setiap Kesempatan

Kini, Omjay sudah berada di Bali. Ada rasa lega setelah perjalanan dari Jakarta selesai dengan selamat. Ada pula semangat baru untuk mengikuti kegiatan yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Omjay menyadari bahwa kesempatan seperti ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Tidak semua pengalaman bisa direncanakan dengan sempurna. Karena itu, ketika sebuah kesempatan datang, kita perlu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Semoga selama berada di Bali, Omjay diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ICANN87. Semoga Omjay dapat bertemu banyak orang, memperoleh ilmu yang bermanfaat, dan membawa pulang cerita inspiratif untuk dibagikan kepada pembaca.

Perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa belajar tidak mengenal batas usia dan tempat. Kita bisa belajar di ruang kelas, di rumah, di kendaraan umum, di bandara, bahkan ketika duduk menunggu penerbangan.

Selama hati masih terbuka dan pikiran bersedia menerima hal baru, selalu ada kesempatan untuk bertumbuh.

Alhamdulillah, Omjay sudah sampai di Bali. Semoga perjalanan ini menjadi awal dari pengalaman berharga dan membawa manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia.

**Salam Blogger, salam literasi!**

**Menulislah dengan hati, bagikan pengalaman dengan tulus, dan jadikan setiap perjalanan sebagai pelajaran hidup.**

Salam hangat,

**Wijaya Kusumah (Omjay)**
Guru Blogger Indonesia
Blog: https://wijayalabs.com

Materi Pertemuan kbmn pgri ke16 bersama omjay dari bandara ngurah rai bali

### Materi KBMN PGRI Gelombang 35 – Pertemuan ke-16

### Sekolah Impian Saya: Menulis Harapan, Menyalakan Masa Depan

![ICMI Jatim: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua, Stop Kekerasan!](https://images.openai.com/static-rsc-4/rS6fyVaSXWE0hWn_qxVETV1RcQAc3iRfAvOwSS1o6iZ5xbm0GFhqDqdzw823s3UUbxOBT_EimfkmJ05Dh-OW7P3MFFSZmnJetCLcqp4KTgORZxORPTDW_-OLABsHKkd-0qprWNO0TtF_d_o5hkMRs3avEfZSU7UppXmVp35T63Li9XrI5klOppdeK7KqBGzH?purpose=fullsize)

Jumat, 16 Oktober 2026 | Narasumber: Omjay, Guru Blogger Indonesia | Lokasi: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam bahagia dan salam literasi!

Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang Omjay banggakan.

Malam ini ada yang istimewa. Omjay tidak menyampaikan materi dari rumah, ruang kelas, atau ruang pertemuan. Malam ini Omjay menyampaikan materi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Di tengah perjalanan, Omjay tetap ingin berbagi ilmu dan inspirasi. Sebab, menulis tidak harus menunggu kita berada di tempat yang sempurna. Menulis bisa dilakukan di mana saja, termasuk di bandara, selama kita mempunyai kemauan dan sesuatu yang ingin dibagikan.

Malam ini kita akan belajar tentang “Sekolah Impian Saya.”

Siapkan senyum terbaik. Siapkan imajinasi. Mari kita menulis dengan hati, mengenang harapan, dan membayangkan sekolah yang membuat guru serta murid bahagia.

### 1\. Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti pertemuan ke-16 ini, peserta diharapkan mampu:

* Membayangkan sekolah impian berdasarkan pengalaman dan harapan pribadi.

* Menuangkan gagasan menjadi tulisan sederhana.

* Menemukan inspirasi dari pengalaman sebagai guru, murid, orang tua, atau masyarakat.

* Menerbitkan tulisan di blog pribadi dengan perasaan bahagia.

Ingat, Bapak dan Ibu, kita tidak sedang mengikuti lomba menulis yang menakutkan. Kita sedang belajar menyampaikan gagasan dengan jujur dan menyenangkan.

### 2\. Apa itu sekolah impian?

Sekolah impian bukan hanya sekolah yang megah, memiliki gedung bertingkat, ruang ber-AC, lapangan luas, atau fasilitas teknologi canggih.

Sekolah impian adalah tempat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan bersemangat untuk belajar.

Sekolah impian juga merupakan tempat guru merasa dihormati, diberi kesempatan berkembang, dan dapat mengajar dengan hati yang bahagia.

Bayangkan sebuah sekolah yang memiliki ciri-ciri berikut.

![Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah? Ini Alasan yang Perlu Dipahami Guru, Orang Tua, dan Siswa](https://images.openai.com/static-rsc-4/3mngz_iqB7z2ngrhjdc0VeYF07RCNDSXeroNfMN65Yx3dn5TfXqYs16y5l01DVqtVrdEyYaWAWF2Zs_KtxhFd913w8rzsMIzeGU0A77xDkPInKdL9IftkFMkQ95uX4iS06fbOHrdfHqlMJ0Q4u8TyQUTD0HIixYCBUursblRnaAoFUF9EtIh3SMHTDid6eyp?purpose=fullsize)

1\. Sekolah yang ramah

Guru menyambut murid dengan senyum. Tidak ada anak yang takut datang ke sekolah karena merasa direndahkan atau dipermalukan.

![Guru Kreatif, Siswa Aktif: Kunci Sukses Pembelajaran Bermakna di Era Digital | NNC Netralnews](https://images.openai.com/static-rsc-4/M6DuJ0b7nIm5BZdqKOsqbCQaQIzPP2vzRa5_K6U886CPu6TaKLMagwQEQUN1FIyEMzrcuPTzupJMc6m2pS2qWOd6qtsMLzxYy8meKdMqzj3VZDFbM2BRT_ZpcIAumQR7ZUk2fSEObsiQU4kQI3s7QReD8emRDr5N25g-0--9jbZ64ScnSptANyOnmDgaVr5o?purpose=fullsize)

2\. Sekolah yang menyenangkan

Murid belajar melalui kegiatan kreatif, berdiskusi, mencoba hal baru, membaca, menulis, berkarya, dan bekerja sama.

![Embrace Nature: Joyful Outdoor Learning in Indonesia](https://images.openai.com/static-rsc-4/8tMMbABu8zNDu8hDMtWb_hqbz-w7uGsJN9xTK-zFWv8yoW-EWPQk8CMu4ePYOXIC5_GjOC25JzRZmGCBhW06JnQuzdq6Vt5MmBLSbd4ulF5vuWAzqFcuANovxDd8sYgoo2Jqww52qRpv_UxayqustYBSAtjFIw2mm5RobjIdTMxHFco_bOfovuKHSneG8dN5?purpose=fullsize)

3\. Sekolah yang dekat dengan kehidupan

Murid tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari alam, lingkungan, pengalaman, dan persoalan nyata di sekitar mereka.

![Merevolusi Pembelajaran di Kelas: Bangkitnya Pedagogi Digital | LearningRoom](https://images.openai.com/static-rsc-4/XHDr2NkBIzOb7-ijSymhy7ybyqOyDtLrZq3dlkJV_3YggDA6RlQnKK82H6lImb4rrpyQog0QBpZSJURSFl3WopA3AN_gNljeAUF-oTyiLFRoRfEkped_lMQu0AiS63-7USR_4d8c7YbO7AphiXA_8TXeJK92w6m9NyH9kzWQuHxWA0P8-U9A1mZX9ggooxZo?purpose=fullsize)

4\. Sekolah yang bijak menggunakan teknologi

Komputer, internet, coding, dan kecerdasan artifisial digunakan untuk membantu belajar, tanpa melupakan karakter, empati, dan kreativitas manusia.

Namun, sekolah impian tidak harus menunggu gedung baru atau anggaran besar. Kita bisa mulai dari ruang kelas sendiri, dari cara menyapa murid, dari kebiasaan membaca, dan dari keberanian memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang.

Sekolah impian dapat dimulai dari guru yang mau berubah dan terus belajar.

### 3\. Contoh tulisan: Sekolah Impian Saya

Berikut contoh sederhana yang bisa menjadi inspirasi bagi peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

# Sekolah Impian Saya, Tempat Guru dan Murid Bahagia

Setiap guru tentu mempunyai sekolah impian. Begitu pula dengan saya. Saya membayangkan sebuah sekolah yang membuat setiap anak merasa bahagia ketika melangkahkan kaki melewati gerbangnya.

Di sekolah impian saya, guru menyambut murid dengan senyuman. Tidak ada anak yang takut bertanya, takut melakukan kesalahan, atau merasa dirinya kurang pintar. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan keunikannya.

Saya ingin sekolah menjadi tempat tumbuhnya rasa ingin tahu. Murid tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga berani bertanya, berdiskusi, mencoba, dan menghasilkan karya. Mereka belajar membaca, menulis, berhitung, menggunakan teknologi, serta menghargai perbedaan.

Saya juga memimpikan guru-guru yang bahagia. Mereka memiliki waktu untuk belajar, berdiskusi dengan rekan sejawat, membaca buku, dan mengembangkan kreativitas. Guru tidak hanya dituntut menyelesaikan administrasi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mendampingi murid dengan sepenuh hati.

Di sekolah impian saya, teknologi dan kecerdasan artifisial digunakan secara bijaksana. Murid boleh memanfaatkan teknologi untuk mencari inspirasi, tetapi mereka tetap harus berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan menghasilkan karya dengan gagasan sendiri.

Lingkungan sekolah pun bersih, hijau, dan ramah. Ada perpustakaan yang menyenangkan, taman untuk belajar, serta ruang bagi murid untuk memamerkan hasil karyanya. Setiap keberhasilan dihargai, sekecil apa pun itu.

Saya menyadari bahwa sekolah impian tidak bisa terwujud dalam satu malam. Perubahan membutuhkan kerja sama antara guru, kepala sekolah, orang tua, murid, dan masyarakat.

Karena itu, saya tidak ingin hanya bermimpi. Saya ingin memulainya dari hal sederhana: menyapa murid dengan ramah, mendengarkan cerita mereka, memberikan kesempatan untuk berkarya, dan terus belajar menjadi guru yang lebih baik.

Bagi saya, sekolah impian bukan sekadar bangunan yang indah. Sekolah impian adalah tempat harapan tumbuh, persahabatan terjalin, ilmu berkembang, dan setiap anak percaya bahwa dirinya mempunyai masa depan.

Semoga suatu hari nanti semakin banyak sekolah di Indonesia yang membuat guru dan murid datang dengan bahagia serta pulang membawa pengalaman berharga.

Sebab, sekolah yang baik bukan hanya tempat anak menjadi pintar, melainkan tempat anak belajar menjadi manusia yang berilmu, berkarakter, dan peduli kepada sesama.

### 4\. Cara mudah menulis sekolah impian

Bapak dan Ibu tidak perlu bingung mencari ide. Gunakan lima pertanyaan berikut sebagai panduan.

Pertanyaan 1: Seperti apa sekolah impian Anda?

Ceritakan suasana sekolah, ruang kelas, halaman, perpustakaan, atau lingkungan yang Anda bayangkan.

Pertanyaan 2: Bagaimana hubungan guru dan murid?

Apakah saling menghargai, saling mendukung, dan berani menyampaikan pendapat?

Pertanyaan 3: Bagaimana cara belajar di sana?

Ceritakan kegiatan membaca, menulis, praktik, bermain sambil belajar, atau menggunakan teknologi.

Pertanyaan 4: Apa pengalaman yang menginspirasi Anda?

Mungkin ada guru yang baik, murid yang istimewa, atau pengalaman di sekolah yang membuat Anda ingin melakukan perubahan.

Pertanyaan 5: Apa yang bisa Anda mulai hari ini?

Tuliskan satu tindakan nyata untuk mendekatkan sekolah Anda pada sekolah impian.

Tidak perlu menjawab dengan kalimat yang rumit. Tulislah seolah-olah sedang bercerita kepada seorang sahabat. Jika pengalaman pribadi dimasukkan ke dalam tulisan, cerita akan terasa lebih hidup dan orisinal.

### 5\. Tugas Pertemuan ke-16: Sekolah Impian Saya

### Tugas menulis dengan bahagia

Mudah, sederhana, dan bisa diselesaikan secara bertahap.

Petunjuk tugas:

* Buat tulisan berjudul “Sekolah Impian Saya”.

* Tulislah sekitar 300–500 kata. Jika masih pemula, boleh lebih pendek.

* Ceritakan minimal tiga hal yang Anda impikan dari sebuah sekolah.

* Masukkan satu pengalaman pribadi atau alasan mengapa sekolah tersebut penting bagi Anda.

* Tutup tulisan dengan satu harapan atau tindakan nyata yang bisa dilakukan mulai sekarang.

* Unggah tulisan di blog pribadi, lalu bagikan tautannya di grup KBMN PGRI Gelombang 35 sesuai arahan panitia.

Checklist sebelum mengumpulkan

Saya sudah membuat judul tulisan.

Saya sudah menulis dengan kata-kata sendiri.

Saya sudah memasukkan pengalaman atau alasan pribadi.

Saya sudah membaca ulang tulisan dan memperbaiki kesalahan sederhana.

Saya sudah menerbitkan tulisan dan menyiapkan tautannya.

0 dari 5 langkah selesai.

### Pilihan judul jika masih bingung

Peserta boleh memilih judul yang paling dekat dengan pengalaman masing-masing.

* Sekolah Impian Saya, Tempat Semua Anak Bahagia

* Jika Saya Menjadi Kepala Sekolah

* Sekolah yang Membuat Murid Rindu Belajar

* Guru Bahagia, Murid Berprestasi

* Sekolah Impian di Tengah Kemajuan Teknologi

* Sekolah Sederhana dengan Mimpi Luar Biasa

* Sekolah yang Mengajarkan Kehidupan, Bukan Hanya Pelajaran

Tidak harus sama dengan peserta lain. Justru, perbedaan pengalaman dan sudut pandang itulah yang membuat tulisan kita kaya.

### 6\. Pesan bahagia dari Omjay di Bandara Bali

Bapak dan Ibu guru hebat,

Malam ini Omjay ingin mengajak kita merenung. Saat ini Omjay berada di Bandara Ngurah Rai, Bali. Banyak orang sedang menunggu keberangkatan, menyambut kedatangan, atau melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Begitu pula dengan kita sebagai guru dan penulis. Kita semua sedang menempuh perjalanan. Ada yang baru belajar menulis. Ada yang sudah menerbitkan banyak artikel. Ada pula yang masih berjuang mengatasi rasa malu dan takut tulisannya dibaca orang lain.

Tidak apa-apa. Setiap penulis mempunyai perjalanan yang berbeda.

Omjay percaya bahwa sekolah impian juga berawal dari sebuah gagasan kecil. Gagasan itu kemudian ditulis, dibagikan, didiskusikan, dan diwujudkan sedikit demi sedikit.

Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Jangan pula menunggu sekolah sempurna untuk mulai melakukan perubahan.

Tulislah sekolah yang Anda impikan, lalu lakukan satu kebaikan kecil untuk mendekatinya.

Jika hari ini kita belum mampu membangun perpustakaan besar, mari mulai dengan mengajak murid membaca satu halaman buku. Jika belum mampu menghadirkan teknologi canggih, mari belajar menggunakan teknologi yang tersedia dengan bijaksana. Jika belum mampu mengubah seluruh sekolah, mari mulai dengan mengubah cara kita menyapa seorang murid.

Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh cinta.

### 7\. Penutup dan salam literasi

Mari kita jadikan pertemuan ke-16 KBMN PGRI Gelombang 35 sebagai malam untuk bermimpi, menulis, dan berbahagia.

Tidak perlu takut salah. Tidak perlu malu jika tulisan masih sederhana. Yang penting, kita mau belajar dan terus memperbaiki diri.

Semoga tulisan kita menjadi benih kebaikan bagi sekolah, guru, murid, dan pendidikan Indonesia.

Salam hangat dari Omjay, Guru Blogger Indonesia, yang malam ini berbagi inspirasi dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Sekolah impian dimulai dari sebuah harapan. Harapan menjadi nyata ketika kita berani menuliskannya dan mulai melakukannya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam blogger persahabatan.

Salam literasi dari Bali.

Omjay — Menulislah dengan hati, bukan sekadar mengejar publikasi.

Ada Apa Di Bandara Soekarno Hatta?

Ada Apa di Bandara Soekarno-Hatta? Kisah Omjay Menjemput Pengalaman Baru Menuju Bali

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi hari yang istimewa bagi saya. Siang ini, saya sudah sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ada perjalanan yang akan saya tempuh, ada pengalaman baru yang menanti, dan tentu saja ada cerita yang ingin saya bagikan kepada sahabat pembaca.

Perjalanan kali ini bukan sekadar perjalanan biasa. Saya akan berangkat ke Bali untuk mengikuti kegiatan ICANN87, sebuah pertemuan internasional yang mempertemukan banyak pihak untuk membahas berbagai hal penting tentang tata kelola internet.

Namun, sebelum pesawat membawa saya menuju Pulau Dewata, ada beberapa hal sederhana yang saya lakukan di bandara. Saya menunaikan salat Jumat dan menikmati makan siang dengan nasi bungkus yang sudah saya beli sebelumnya di Warung Nasi Ibu Endang.

Bagi sebagian orang, dua kegiatan itu mungkin terlihat biasa saja. Akan tetapi, bagi saya, justru dari hal-hal sederhana seperti inilah kisah perjalanan sering kali dimulai.

Kembali ke Bandara Setelah Perjalanan yang Berkesan

Terakhir kali saya mengunjungi Bandara Soekarno-Hatta, saya hendak mengikuti perjalanan misi budaya ke Ankara, Turki, dalam rangka kegiatan Hari Anak Internasional.

Perjalanan ke Turki tersebut meninggalkan kenangan tersendiri. Saya berkesempatan mengikuti kegiatan yang mempertemukan budaya, persahabatan, dan semangat anak-anak dari berbagai latar belakang. Perjalanan itu mengingatkan saya bahwa dunia begitu luas dan selalu ada kesempatan untuk belajar dari orang lain.

Kini, saya kembali menginjakkan kaki di bandara yang sama. Tujuannya berbeda, tetapi semangatnya tetap sama: belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan.

Jika dahulu perjalanan membawa saya ke Ankara untuk mengikuti misi budaya, kali ini perjalanan membawa saya ke Bali untuk menghadiri ICANN87.

Saya merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk terus belajar. Sebagai seorang guru, saya percaya bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan ruang kelas. Justru ketika kita bertemu orang baru, mengunjungi tempat baru, dan mendengarkan pemikiran yang berbeda, pengetahuan kita semakin berkembang.

Salat Jumat di Bandara, Menenangkan Hati Sebelum Terbang

Hari ini adalah hari Jumat. Karena itu, sebelum melanjutkan perjalanan, saya menyempatkan diri untuk menunaikan salat Jumat di bandara.

Di tengah kesibukan para penumpang yang datang dan pergi, saya berusaha meluangkan waktu untuk beribadah. Ada orang yang sedang mengejar jadwal penerbangan, ada keluarga yang bersiap berlibur, ada pula para pekerja yang melakukan perjalanan untuk urusan pekerjaan.

Bandara memang menjadi tempat pertemuan banyak perjalanan dan tujuan. Namun, di tengah semua kesibukan itu, kita tetap perlu menyediakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Bagi saya, perjalanan yang baik bukan hanya tentang sampai di tempat tujuan dengan selamat. Perjalanan juga tentang menjaga hati, meluruskan niat, dan mengingat bahwa setiap kesempatan merupakan anugerah yang patut disyukuri.

Salat Jumat menjadi pengingat bahwa sesibuk apa pun kegiatan kita, jangan sampai melupakan kewajiban kepada Allah Swt.

Saya berdoa agar perjalanan menuju Bali berlangsung lancar, kegiatan ICANN87 berjalan dengan baik, dan saya bisa membawa pulang pengalaman yang bermanfaat untuk dibagikan kepada keluarga, rekan guru, dan sahabat pembaca.

Makan Siang dengan Nasi Bungkus Warung Nasi Ibu Endang

Setelah menunaikan salat Jumat, tibalah waktunya makan siang.

Saya tidak perlu repot mencari makanan di bandara karena sebelumnya sudah membeli nasi bungkus di Warung Nasi Ibu Endang. Bekal sederhana itu menemani saya sebelum melanjutkan perjalanan menuju ruang keberangkatan.

Bagi saya, membawa bekal dari tempat yang sudah dikenal merupakan pilihan praktis. Kita bisa menyiapkan kebutuhan perjalanan dengan lebih terencana, termasuk urusan makan.

Nasi bungkus itu mengingatkan saya bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari makanan mahal atau hidangan mewah. Terkadang, seporsi nasi dengan lauk sederhana sudah cukup membuat kita merasa senang dan bersyukur.

Ada pelajaran kecil dari kebiasaan ini: perjalanan jauh membutuhkan persiapan. Kita perlu memikirkan waktu keberangkatan, transportasi, tiket, barang bawaan, makanan, dan kondisi tubuh.

Jangan sampai karena terlalu bersemangat mengejar tujuan, kita justru melupakan kebutuhan dasar diri sendiri.

Sebagai seseorang yang ingin terus aktif berkegiatan, saya berusaha lebih memperhatikan kesehatan dan mengatur kebutuhan selama perjalanan. Tubuh perlu dijaga agar tetap bugar, sehingga kegiatan yang sudah direncanakan dapat diikuti dengan baik.

Makan siang dengan nasi bungkus mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi saya, itulah bagian kecil dari cerita perjalanan hari ini.

Menuju Bali untuk Mengikuti ICANN87

Tujuan perjalanan saya kali ini adalah Bali, tepatnya untuk mengikuti kegiatan ICANN87 Annual General Meeting yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026.

ICANN merupakan singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Organisasi ini berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain dan sistem alamat yang membantu internet bekerja secara terkoordinasi.

Mengikuti kegiatan ICANN87 menjadi kesempatan berharga bagi saya untuk belajar lebih jauh tentang tata kelola internet. Selama ini, kita menggunakan internet untuk mengajar, menulis, berkomunikasi, mencari informasi, dan menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Namun, tidak semua pengguna internet memahami bagaimana sistem yang menopang internet dikelola dan bagaimana berbagai pihak bekerja sama agar internet dapat terus berfungsi.

Sebagai guru Informatika, saya merasa penting untuk memahami persoalan ini. Pengetahuan tentang internet tidak cukup berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat atau membuka situs web. Kita juga perlu mengenal tata kelola, keamanan, tanggung jawab, serta peran masyarakat dalam membangun ruang digital yang lebih baik.

Saya berharap kegiatan ICANN87 dapat memberikan wawasan baru yang bisa saya bagikan kembali kepada para guru dan peserta didik di Indonesia.

Saya ingin semakin banyak guru memahami bahwa dunia digital bukan hanya tempat untuk mencari hiburan. Internet juga merupakan ruang belajar, ruang kolaborasi, dan ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Bandara Mengajarkan Kita tentang Kesabaran

Saat berada di bandara, kita belajar tentang banyak hal. Kita belajar membaca jadwal, memperhatikan pengumuman, mengikuti prosedur, dan menghargai waktu.

Kita juga belajar bersabar. Tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kadang-kadang kita harus menunggu, menyesuaikan rencana, atau mencari informasi tambahan.

Bagi saya, bandara seperti ruang belajar yang besar. Setiap orang datang dengan tujuan masing-masing. Ada yang ingin bertemu keluarga, memulai pekerjaan baru, berlibur, menuntut ilmu, atau menghadiri kegiatan penting.

Kita mungkin tidak mengenal orang-orang yang duduk di sebelah kita. Kita tidak mengetahui cerita hidup mereka. Namun, setiap orang membawa harapan dan doa dalam perjalanannya.

Karena itu, saya selalu berusaha menikmati perjalanan dengan tetap menjaga sikap, menghargai orang lain, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Perjalanan juga mengajarkan saya untuk menghargai hal-hal kecil. Bisa berangkat dengan persiapan yang cukup, mendapatkan kesempatan belajar, menikmati makan siang, dan menunaikan salat Jumat di tengah perjalanan merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Menulis agar Pengalaman Tidak Hilang Begitu Saja

Sebagai Omjay, guru blogger Indonesia, saya terbiasa mengabadikan pengalaman melalui tulisan.

Saya percaya bahwa pengalaman yang hanya disimpan dalam ingatan suatu saat bisa terlupakan. Namun, ketika pengalaman itu dituliskan, kita dapat membacanya kembali dan mengambil pelajaran darinya.

Itulah sebabnya saya ingin menulis kisah sederhana dari Bandara Soekarno-Hatta ini.

Mungkin tidak ada peristiwa luar biasa yang terjadi. Saya hanya tiba di bandara, menunaikan salat Jumat, makan nasi bungkus dari Warung Nasi Ibu Endang, lalu bersiap menuju Bali.

Akan tetapi, bukankah kehidupan memang tersusun dari banyak peristiwa sederhana?

Dari perjalanan ke Ankara, Turki, saya belajar tentang budaya dan persahabatan. Dari perjalanan menuju Bali kali ini, saya berharap mendapatkan pengetahuan baru tentang tata kelola internet dan perkembangan dunia digital.

Kedua perjalanan itu memiliki tujuan berbeda, tetapi sama-sama membuka kesempatan untuk belajar.

Saya ingin terus menulis, bukan sekadar agar orang lain mengetahui ke mana saya pergi, melainkan agar setiap perjalanan memiliki makna dan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca.

Semoga Perjalanan Ini Membawa Manfaat

Kini, saya bersiap melanjutkan perjalanan menuju Bali. Saya berharap semua proses keberangkatan berjalan lancar dan kegiatan ICANN87 memberikan banyak manfaat.

Saya juga berharap dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan guru, komunitas pendidikan, dan masyarakat luas. Sebab, ilmu akan lebih bermakna ketika dibagikan dan digunakan untuk kebaikan.

Ada satu hal yang ingin saya pegang dalam perjalanan ini: jangan pernah berhenti belajar hanya karena merasa sudah cukup berpengalaman.

Selama masih diberi kesempatan, kita perlu terus membuka pikiran, memperluas pergaulan, dan belajar memahami perubahan zaman.

Hari ini saya kembali berada di Bandara Soekarno-Hatta. Dari tempat ini, saya akan melanjutkan perjalanan menuju Bali. Sebuah perjalanan baru segera dimulai, membawa harapan, doa, dan semangat untuk terus belajar.

Semoga perjalanan ini diberi kelancaran dan keselamatan. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi berkah, serta dapat dibagikan kepada sebanyak mungkin orang.

Salam Blogger Persahabatan.

Menulislah dengan hati, berbagi pengalaman dengan tulus, dan teruslah belajar sepanjang hayat.

Omjay Guru Blogger Indonesia


kisah Omjay Selama Kegiatan icann87 di Bali

Kisah Omjay di Bali: Belajar Tata Kelola Internet di ICANN87, Membuka Wawasan untuk Pendidikan Indonesia

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Bismillah.

Perjalanan selalu menyimpan cerita. Bagi saya, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi juga kesempatan untuk belajar, bertemu orang-orang baru, dan memperluas wawasan. Kali ini, perjalanan saya membawa saya ke Pulau Dewata, Bali, untuk mengikuti kegiatan internasional yang sangat menarik, yaitu ICANN87 Annual General Meeting.

Sebagai seorang guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih jauh tentang dunia internet. Selama ini, kita menggunakan internet hampir setiap hari. Kita mencari informasi, mengirim pesan, mengikuti pembelajaran daring, menulis artikel, dan membagikan pengalaman melalui media sosial.

Namun, pernahkah kita bertanya, siapa yang mengatur agar internet dapat bekerja dengan baik? Bagaimana nama domain sebuah situs web bisa digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia? Siapa yang memastikan bahwa sistem alamat internet dapat saling terhubung?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat saya semakin tertarik mempelajari tata kelola internet.

Perjalanan ke Bali, Membawa Semangat Belajar

Jumat, 16 Oktober 2026, saya memulai perjalanan dari Jakarta menuju Bali. Berdasarkan tiket yang telah saya pesan, saya dijadwalkan terbang menggunakan AirAsia Indonesia Airways dengan nomor penerbangan QZ-820 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Perjalanan ini terasa istimewa karena saya akan mengikuti kegiatan ICANN87 yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali.

Ada rasa syukur yang mendalam ketika saya mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam forum internasional. Saya menyadari bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sebagai guru, saya tidak ingin berhenti belajar hanya karena sudah bertahun-tahun mengajar. Justru semakin lama menjadi pendidik, semakin saya memahami bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Teknologi berubah, kebutuhan peserta didik bertambah, dan tantangan pendidikan semakin kompleks.

Karena itu, seorang guru harus terus membuka diri terhadap pengetahuan baru.

Saya ingin pulang dari Bali bukan hanya membawa foto perjalanan, tetapi juga membawa ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang dapat dibagikan kepada guru-guru Indonesia.

Mengenal ICANN dan Pentingnya Tata Kelola Internet

ICANN merupakan singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Organisasi ini berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain dan sistem penomoran yang mendukung interoperabilitas internet.

Bagi sebagian orang, istilah tata kelola internet mungkin terdengar rumit. Padahal, dampaknya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika kita mengetik alamat situs web di peramban, kita berharap situs tersebut dapat ditemukan. Ketika sekolah menggunakan domain untuk situs resminya, kita berharap alamat itu dapat diakses dengan baik. Ketika masyarakat berkomunikasi lintas negara melalui internet, kita membutuhkan sistem yang memungkinkan jaringan-jaringan tersebut saling terhubung.

Di balik kemudahan itu, ada infrastruktur teknis, kebijakan, dan kerja sama berbagai pihak yang perlu dipahami.

Saya semakin menyadari bahwa internet bukan sekadar aplikasi yang kita buka melalui telepon genggam. Internet merupakan ekosistem global yang membutuhkan koordinasi, kepercayaan, keamanan, dan partisipasi banyak pemangku kepentingan.

Melalui ICANN87, saya ingin memperluas pemahaman mengenai bagaimana proses tersebut berlangsung dan bagaimana masyarakat, termasuk generasi muda, dapat ikut memahami masa depan internet.

Bagi saya, pengetahuan ini penting untuk dibagikan kepada para guru, mahasiswa, dan peserta didik agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi warga digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Enam Hari untuk Menambah Wawasan

ICANN87 dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai Sabtu, 17 Oktober, hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan ini diselenggarakan secara hibrida, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring sesuai ketentuan setiap sesi.

Berdasarkan gambaran agenda yang telah saya pelajari, terdapat berbagai kegiatan komunitas, pembahasan kebijakan, diskusi teknis, dan pertemuan lintas kelompok.

Salah satu agenda yang menarik perhatian saya adalah Tech Day, yaitu sesi yang berfokus pada pembahasan teknologi internet. Topik-topik teknis seperti keamanan DNS dan DNSSEC menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana internet dapat beroperasi dengan lebih aman.

Ada pula pembahasan mengenai pengembangan kebijakan, domain tingkat negara, dan tata kelola internet.

Setiap agenda memberikan kesempatan untuk melihat internet dari sudut pandang yang berbeda. Ada perspektif teknis, kebijakan, organisasi, hingga kepentingan masyarakat luas.

Tentu saja, saya perlu memeriksa jadwal resmi setiap sesi agar dapat menentukan kegiatan yang paling relevan dengan minat dan bidang pekerjaan saya.

Sebagai guru Informatika, saya ingin memahami hubungan antara teknologi, keamanan digital, kebijakan internet, dan pendidikan. Saya berharap pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

Sebab, pendidikan Informatika tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan perangkat lunak atau membuat program. Kita juga perlu membekali peserta didik dengan pemahaman tentang ekosistem digital yang mereka gunakan setiap hari.

Guru Harus Berani Belajar dari Dunia

Saya sering mengatakan bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Ungkapan ini bukan sekadar slogan yang enak dibaca, melainkan prinsip yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika mengikuti kegiatan internasional, kita memiliki kesempatan untuk melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Kita dapat belajar bahwa tantangan digital di Indonesia memiliki hubungan dengan perkembangan teknologi dan kebijakan di tingkat global.

Internet tidak mengenal batas wilayah seperti ruang kelas. Sebuah perubahan teknologi dapat memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan berkolaborasi di berbagai negara.

Karena itu, guru perlu memahami perubahan tersebut agar mampu mendampingi peserta didik dengan lebih baik.

Saya membayangkan bagaimana pengetahuan tentang tata kelola internet dapat menjadi bahan diskusi di kelas Informatika. Peserta didik dapat diajak memahami nama domain, sistem DNS, keamanan digital, serta pentingnya menjaga data dan identitas di ruang siber.

Mereka juga dapat belajar bahwa internet bukan ruang tanpa aturan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan oleh pengguna, penyedia layanan, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan cara ini, pembelajaran Informatika menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Saya ingin para siswa memahami bahwa menjadi generasi digital bukan hanya soal mahir menggunakan teknologi. Mereka juga harus memiliki etika, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Menulis sebagai Cara Berbagi Pengetahuan

Ada satu kebiasaan yang selalu saya bawa ke mana pun saya pergi, yaitu menulis.

Sejak menekuni dunia blog pada tahun 2007, saya merasakan bahwa menulis membantu saya mengingat pengalaman, merapikan pemikiran, dan membagikan pengetahuan kepada orang lain.

Karena itu, perjalanan ke Bali untuk mengikuti ICANN87 juga menjadi kesempatan untuk menulis. Saya ingin menceritakan pengalaman ini melalui blog pribadi saya, Kompasiana, dan berbagai ruang literasi digital yang saya gunakan.

Saya percaya bahwa ilmu akan lebih bermakna ketika dibagikan. Pengetahuan yang hanya disimpan untuk diri sendiri mungkin bermanfaat bagi kita, tetapi pengetahuan yang dibagikan berpeluang memberikan manfaat yang lebih luas.

Namun, menulis tentang kegiatan internasional juga membutuhkan tanggung jawab. Saya harus membedakan antara agenda yang tercantum dalam jadwal, materi yang benar-benar saya pelajari, dan refleksi pribadi yang muncul dari pengalaman tersebut.

Saya tidak ingin menulis seolah-olah telah mengikuti semua sesi apabila belum melakukannya. Saya juga tidak ingin menyampaikan kesimpulan yang belum didukung oleh informasi yang memadai.

Bagi saya, tulisan yang baik bukan hanya tulisan yang menarik. Tulisan yang baik juga harus jujur, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat kepada pembaca.

Di sinilah pentingnya menulis dengan hati sekaligus menggunakan pikiran yang kritis.

Bali, Tempat Belajar dan Membangun Persahabatan

Bali dikenal sebagai salah satu destinasi yang memiliki daya tarik budaya dan alam. Namun, dalam perjalanan kali ini, saya ingin memandang Bali juga sebagai tempat untuk bertukar pengetahuan dan membangun persahabatan.

Pertemuan internasional membuka peluang untuk berkenalan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Setiap orang membawa pengalaman, keahlian, dan pandangan yang berbeda.

Dari perbedaan itulah kita dapat belajar.

Saya berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan mengenai tata kelola internet, memahami tantangan dunia digital, dan membangun hubungan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan.

Saya juga ingin membawa semangat literasi Indonesia ke dalam setiap kesempatan yang saya miliki. Sebagai guru dan blogger, saya percaya bahwa pengalaman akan semakin bermakna apabila dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang mudah dipahami masyarakat.

Tidak semua orang harus menjadi ahli teknologi untuk memahami pentingnya internet. Guru, orang tua, mahasiswa, dan peserta didik juga perlu mendapatkan penjelasan yang sederhana, benar, dan relevan dengan kehidupan mereka.

Itulah salah satu tujuan saya menulis kisah perjalanan ini.

Penutup: Pulang Membawa Ilmu, Berbagi dengan Hati

Perjalanan saya ke Bali untuk mengikuti ICANN87 menjadi pengingat bahwa belajar tidak pernah mengenal batas usia maupun tempat.

Kita dapat belajar di sekolah, di kampus, dalam pertemuan komunitas, bahkan ketika sedang melakukan perjalanan. Selama kita memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk mendengarkan, selalu ada hal baru yang dapat dipelajari.

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia tata kelola internet. Saya ingin memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkaya pengetahuan pribadi sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia.

Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, saya dapat membagikan lebih banyak wawasan mengenai internet, keamanan digital, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membangun masa depan digital yang lebih baik.

Kepada para guru dan sahabat literasi, mari kita terus belajar dan memperluas wawasan. Jangan takut memasuki bidang pengetahuan yang baru. Jangan merasa cukup dengan ilmu yang sudah kita miliki.

Dunia terus berubah, dan kita harus terus bertumbuh.

Sebab, guru yang baik bukan hanya orang yang pandai menjelaskan pelajaran, melainkan juga orang yang tidak pernah berhenti belajar.

Saya, Omjay Guru Blogger Indonesia, ingin terus belajar, terus menulis, dan terus berbagi. Semoga perjalanan ke Bali ini menjadi salah satu jejak kecil yang membawa manfaat besar bagi pendidikan Indonesia.

Salam Blogger Persahabatan.

Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Blog: https://wijayalabs.com


Jadwal Kegiatan icann87 di bali

Baik, Omjay. Saya bantu menerjemahkan jadwal kegiatan ICANN87 Annual General Meeting ke dalam bahasa Indonesia yang sederhana, supaya mudah dipahami oleh pembaca Indonesia, termasuk guru, mahasiswa, dan peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ICANN.

ICANN87 berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali. Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida, artinya peserta bisa hadir langsung maupun mengikuti pertemuan secara daring.

### 1\. Informasi umum ICANN87

![Bali International Convention Centre Unveils Newly Refurbished Facilities | Taiwan News | Nov. 4, 2024 12:00](https://images.openai.com/static-rsc-4/HdODyJsvlz8AOpKjFSY90xLnottlOHT8f81704CrQfREEpTtp66kA1Ti_5oZEZqMyQX8unDIetQyWXdrrHxzA6-sw3jGAfgBm36q3cHnT-FPBFLqADYx63WZPOOBeHkMA4r1JeG9VO9TWAKS0THI-98kZCF04odFc-2V6Jxdnp_RGd-ZWCs-FWv_EL_WCT2m?purpose=fullsize)

Tempat kegiatan

Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali.

Tanggal kegiatan

Sabtu, 17 Oktober sampai Kamis, 22 Oktober 2026.

Zona waktu

Waktu Indonesia Tengah (WITA, UTC+8). Jadwal di Bali satu jam lebih cepat daripada WIB di Jakarta.

Cara mengikuti

Hadir langsung di Bali atau berpartisipasi secara daring sesuai ketentuan masing-masing sesi.

Sumber jadwal resmi: [ICANN87 – Jadwal Lengkap Kegiatan](https://icann87.sched.com/).

### 2\. Gambaran jadwal kegiatan selama enam hari

### 17 Okt

Sabtu

Persiapan dan pertemuan kelompok kerja

Berbagai kelompok komunitas ICANN mengadakan pertemuan untuk mempersiapkan pembahasan kebijakan, tata kelola, dan pekerjaan organisasi.

### 18 Okt

Minggu

Kelanjutan rapat komunitas

Sesi kerja organisasi dan kelompok pemangku kepentingan dilanjutkan. Peserta membahas agenda dan isu yang akan dibicarakan dalam pertemuan berikutnya.

### 19 Okt

Senin

Tech Day — Hari Teknologi

Sesi yang membahas perkembangan teknis internet, keamanan DNS, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), perlindungan dari penyalahgunaan DNS, dan teknologi keamanan DNSSEC.

### 20 Okt

Selasa

Pertemuan komunitas dan pembahasan kebijakan

Di antaranya diskusi kelompok ccNSO, perkembangan domain tingkat negara, serta pertemuan bersama Dewan ICANN.

### 21 Okt

Rabu

Diskusi lintas komunitas dan tata kelola internet

Agenda mencakup diskusi antarkelompok, perkembangan domain negara, dan masa depan tata kelola internet.

### 22 Okt

Kamis

Pertemuan lanjutan dan agenda penutup

Beberapa agenda yang tercantum antara lain sesi pengenalan bagi peserta baru, pembahasan arsip publik IANA, dan rapat Dewan ccNSO.

Ringkasan ini merupakan gambaran tema dan sejumlah agenda yang teridentifikasi, bukan terjemahan seluruh sesi satu per satu.

### 3\. Arti istilah yang sering muncul dalam jadwal

| Istilah Inggris        | Arti sederhana dalam bahasa Indonesia                       |
| ---------------------- | ----------------------------------------------------------- |
| Annual General Meeting | Pertemuan tahunan                                           |
| Session                | Sesi atau kegiatan                                          |
| Plenary                | Sidang pleno yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok |
| Working Session        | Pertemuan untuk membahas pekerjaan atau agenda tertentu     |
| Tech Day               | Hari khusus untuk pembahasan teknologi                      |
| Policy Development     | Pengembangan kebijakan                                      |
| Internet Governance    | Tata kelola internet                                        |
| Newcomers Session      | Sesi pengenalan bagi peserta baru                           |
| Networking             | Membangun relasi dan bertukar pengalaman                    |
| Joint Session          | Pertemuan bersama dua atau lebih kelompok                   |
| Remote Participation   | Keikutsertaan secara daring                                 |

### 4\. Hal penting yang perlu diperhatikan

* Perhatikan zona waktu. Jadwal yang menggunakan WITA satu jam lebih cepat daripada WIB.

* Periksa agenda setiap sesi. Judul kegiatan, waktu, lokasi, narasumber, dan tautan partisipasi dapat berbeda-beda.

* Periksa tautan daring menjelang sesi. Informasi resmi ICANN menyebutkan bahwa tautan Zoom dipublikasikan 24 jam sebelum sesi dimulai. Jangan membagikan tautan partisipasi terbatas secara terbuka.

* Pilih sesi sesuai minat. Peserta yang tertarik pada pendidikan digital, AI, keamanan internet, dan tata kelola internet dapat memprioritaskan sesi yang relevan dengan bidangnya.

Catatan untuk Omjay: Saya belum dapat membaca seluruh isi halaman Sched secara langsung karena akses halaman tersebut terbatas. Jadi, uraian di atas adalah terjemahan gambaran kegiatan dan sejumlah agenda yang tersedia, bukan seluruh jadwal lengkap.

Agar saya bisa menerjemahkan jadwal secara lengkap tanpa melewatkan kegiatan, silakan kirim screenshot jadwal ICANN87 dari Sched, atau salin jadwalnya ke sini. Saya akan menyusunnya dalam bahasa Indonesia dengan format tanggal, jam WITA, nama kegiatan, arti kegiatan, dan keterangan yang mudah dipahami pembaca.

kisah omjay perjalanan ke bali

# Kisah Omjay: Perjalanan ke Bali, Menjemput Pengalaman dan Inspirasi Baru

**Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)**

Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi hari yang istimewa bagi saya. Hari ini saya bersiap melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bali. Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat dari satu pulau ke pulau lainnya, melainkan juga kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan mengumpulkan cerita yang kelak bisa saya bagikan kepada para pembaca.

Sebagai seorang guru, blogger, dan pegiat literasi, saya percaya bahwa setiap perjalanan selalu menyimpan pelajaran. Ada pengalaman yang kita dapatkan di ruang kelas, ada ilmu yang kita peroleh melalui pertemuan dengan orang lain, dan ada pula hikmah yang hadir ketika kita melangkah keluar dari rutinitas sehari-hari.

## Menyiapkan Perjalanan dengan Hati yang Gembira

Perjalanan saya menuju Bali sudah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan tiket yang telah saya pesan, saya akan berangkat menggunakan pesawat AirAsia Indonesia Airways dengan nomor penerbangan QZ-820.

Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada pukul 15.20 WIB, Jumat, 16 Oktober 2026. Penerbangan ini akan membawa saya menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan perkiraan waktu tiba pukul 18.10 WITA.

Saya tentu perlu mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Tiket pesawat, identitas diri, barang bawaan, dan jadwal perjalanan harus diperiksa agar tidak ada hal penting yang terlewatkan.

Bagi saya, persiapan merupakan bagian penting dari sebuah perjalanan. Kita boleh memiliki semangat yang besar, tetapi semangat itu harus disertai perencanaan yang matang.

Saya belajar bahwa perjalanan yang menyenangkan bukan hanya ditentukan oleh tempat tujuan, melainkan juga oleh bagaimana kita mempersiapkan diri sejak awal.

## Dari Jakarta Menuju Pulau Dewata

Bali selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pulau yang dikenal sebagai Pulau Dewata ini menyimpan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya.

Namun, bagi saya, perjalanan ke Bali bukan semata-mata tentang menikmati pemandangan atau mengunjungi tempat wisata. Saya ingin menjadikan perjalanan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda.

Sebagai guru yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan, saya menyadari bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Kehidupan sehari-hari juga merupakan ruang belajar yang luas.

Perjalanan mengajarkan kita tentang kedisiplinan, kesabaran, ketepatan waktu, dan kemampuan beradaptasi. Ketika berada di bandara, misalnya, kita belajar mengikuti prosedur, memperhatikan pengumuman, serta menghargai waktu dan hak penumpang lainnya.

Hal-hal sederhana seperti itu sesungguhnya merupakan pembelajaran yang sangat berharga.

Saya ingin terus memelihara rasa ingin tahu. Sebab, selama seseorang masih mau belajar, selama itu pula ia memiliki kesempatan untuk berkembang.

## Menulis agar Pengalaman Tidak Hilang Ditelan Waktu

Ada satu kebiasaan yang selalu berusaha saya pertahankan, yaitu menulis pengalaman hidup.

Saya telah menekuni dunia blog sejak tahun 2007. Bagi saya, blog bukan hanya tempat untuk memublikasikan tulisan, melainkan juga ruang untuk menyimpan kenangan, menyampaikan gagasan, dan berbagi inspirasi.

Setiap perjalanan bisa menjadi bahan tulisan. Pengalaman kecil di bandara, percakapan dengan seseorang, pemandangan dari jendela pesawat, atau peristiwa sederhana selama berada di tempat tujuan dapat berkembang menjadi cerita yang bermakna.

Tentu saja, tidak semua pengalaman harus ditulis dengan cara yang sama. Ada pengalaman yang cukup diceritakan secara singkat. Ada pula pengalaman yang perlu direnungkan lebih dalam agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat dirasakan oleh pembaca.

Saya selalu percaya bahwa tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan nilai kehidupan.

Menulis bukan sekadar merangkai kata-kata. Menulis adalah cara kita mengabadikan pengalaman dan membagikan pelajaran kepada orang lain.

Itulah sebabnya saya terus berusaha menulis. Saya ingin pengalaman yang saya alami tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi bisa menjadi manfaat bagi pembaca, khususnya para guru dan sahabat pegiat literasi.

## Belajar Menghargai Waktu dan Menjaga Kesehatan

Perjalanan juga mengingatkan saya akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengatur waktu.

Jadwal penerbangan harus diperhatikan dengan cermat. Untuk keberangkatan dari Jakarta, saya perlu menyediakan waktu yang cukup agar tidak terburu-buru di bandara. Sementara itu, penerbangan pulang dari Bali dijadwalkan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 07.00 WITA, sehingga persiapan perjalanan menuju bandara harus dilakukan sejak dini.

Bagi saya, kedisiplinan bukan hanya soal datang tepat waktu. Kedisiplinan juga berarti menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab terhadap rencana yang sudah dibuat.

Selain itu, kesehatan harus tetap menjadi perhatian. Perjalanan yang menyenangkan akan lebih bermakna apabila kita mampu menjaga kondisi tubuh, beristirahat dengan cukup, dan tidak memaksakan diri.

Saya semakin menyadari bahwa kesehatan merupakan anugerah yang harus disyukuri. Banyak rencana yang ingin kita lakukan, tetapi semuanya akan lebih mudah dijalani ketika tubuh berada dalam kondisi yang baik.

Karena itu, saya ingin menikmati perjalanan ini dengan penuh rasa syukur, tetap berhati-hati, dan tidak melupakan pentingnya menjaga kesehatan.

## Perjalanan Adalah Kesempatan untuk Bertumbuh

Ada satu hal yang ingin saya tegaskan melalui kisah ini: jangan pernah berhenti belajar hanya karena usia bertambah atau rutinitas semakin padat.

Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Ada yang belajar melalui pendidikan formal, ada yang memperoleh pengalaman dari pekerjaan, dan ada pula yang menemukan pelajaran berharga ketika melakukan perjalanan.

Saya sendiri ingin terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menjadi guru bukan berarti berhenti belajar setelah mengajar. Justru seorang guru harus terus memperbarui pengetahuan, membuka pikiran terhadap perubahan, dan bersedia menerima pengalaman baru.

Dunia terus bergerak. Teknologi berkembang, cara manusia berkomunikasi berubah, dan kebutuhan pendidikan semakin beragam. Dalam keadaan seperti itu, guru perlu terus belajar agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada peserta didik.

Perjalanan ke Bali ini saya pandang sebagai salah satu kesempatan untuk memperkaya pengalaman hidup. Apa pun yang saya temui nantinya, semoga dapat menjadi bahan renungan dan inspirasi untuk tulisan-tulisan berikutnya.

Saya tidak ingin sekadar pulang membawa kenangan. Saya ingin pulang membawa pelajaran.

## Penutup: Melangkah dengan Syukur, Pulang Membawa Cerita

Jumat, 16 Oktober 2026, menjadi awal perjalanan saya dari Jakarta menuju Bali. Saya telah menyiapkan tiket keberangkatan dan kepulangan. Rencana perjalanan sudah tersusun, dan kini saya ingin menjalaninya dengan hati yang tenang serta penuh rasa syukur.

Saya percaya bahwa setiap perjalanan memiliki cerita. Terkadang, cerita itu hadir dalam bentuk pengalaman yang menyenangkan. Pada kesempatan lain, pelajaran justru datang melalui kesulitan yang tidak pernah kita duga.

Apa pun yang terjadi, kita perlu belajar mengambil hikmah dari setiap peristiwa.

Sebagai Omjay, Guru Blogger Indonesia, saya ingin terus menulis dan berbagi. Saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi apabila kita bersedia memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.

Sebab, hidup bukan hanya tentang berapa banyak tempat yang sudah kita kunjungi, melainkan juga tentang berapa banyak pelajaran yang berhasil kita petik.

**Mari terus melangkah, terus belajar, dan terus menulis. Jangan biarkan pengalaman berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak.**

Salam Blogger Persahabatan.

**Omjay, Guru Blogger Indonesia**
Blog: https://wijayalabs.com

Senam sehat dan bugar bersama pomg savana smp labschool jakarta

# Senam Sehat POMG Savana SMP Labschool Jakarta: Guru Sehat, Siswa Bugar, Sekolah Hebat

**Menjaga kesehatan melalui olahraga bersama merupakan langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup sehat, mempererat kebersamaan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bugar dan bersemangat.**

Pagi yang cerah menjadi waktu yang tepat untuk memulai aktivitas dengan penuh semangat. Kesehatan merupakan modal utama bagi setiap orang untuk menjalani kegiatan sehari-hari, termasuk bagi guru dan siswa di lingkungan sekolah. Salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan adalah dengan melakukan senam bersama.

Semangat itulah yang tergambar dalam kegiatan **Senam Sehat POMG Savana SMP Labschool Jakarta**. Melalui spanduk kegiatan yang terpasang di area sekolah, terlihat pesan yang menarik dan inspiratif, yaitu *“Guru Sehat, Siswa Bugar, Sekolah Hebat.”*

Pesan tersebut bukan sekadar slogan. Di balik kalimat singkat itu, terdapat harapan agar seluruh warga sekolah semakin peduli terhadap kesehatan tubuh, kebugaran jasmani, dan keseimbangan hidup.

## Senam Bersama, Langkah Kecil untuk Hidup Sehat

Senam merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang mudah dilakukan oleh berbagai kalangan. Gerakannya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta, sehingga kegiatan ini bisa menjadi pilihan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

Bagi guru, senam dapat menjadi sarana untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan mengajar, mempersiapkan materi pembelajaran, memeriksa tugas siswa, serta menjalankan berbagai tanggung jawab di sekolah.

Sementara itu, bagi siswa, kegiatan senam dapat membantu membangun kebiasaan bergerak aktif. Anak-anak dan remaja perlu mendapatkan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur agar tubuh tetap bugar dan mereka lebih terbiasa menjalani pola hidup sehat.

Ketika guru dan siswa berolahraga bersama, suasana sekolah pun menjadi lebih hidup. Mereka tidak hanya bertemu dalam kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi melalui aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan.

## Peran Orang Tua dalam Membangun Sekolah Sehat

Nama POMG Savana yang tercantum pada spanduk kegiatan juga mengingatkan kita bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Orang tua mempunyai peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam membangun kebiasaan hidup sehat.

Kolaborasi antara sekolah dan orang tua dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif. Salah satunya adalah mengajak anak untuk lebih aktif bergerak, menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat, serta mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama di depan layar gawai.

Kebiasaan baik yang dibangun di sekolah akan semakin kuat apabila diterapkan pula di rumah. Sebaliknya, dukungan orang tua dapat membantu siswa lebih konsisten menjalani gaya hidup sehat.

Dengan demikian, kegiatan seperti Senam Sehat POMG Savana berpotensi menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan antara keluarga dan sekolah.

## Guru Sehat, Pembelajaran Lebih Bersemangat

Guru mempunyai tugas besar dalam mendidik generasi penerus bangsa. Selain menyampaikan ilmu pengetahuan, guru juga menjadi teladan dalam membangun karakter dan kebiasaan positif.

Guru yang memberikan perhatian terhadap kesehatan dapat menjadi contoh bagi siswa tentang pentingnya menjaga tubuh. Ketika guru mengajak siswa bergerak aktif, menjaga kebersihan, dan menerapkan pola hidup sehat, siswa memperoleh pembelajaran yang nyata, bukan hanya teori.

Kesehatan juga perlu dipahami sebagai bagian dari keseimbangan hidup. Kesibukan bekerja hendaknya tidak membuat seseorang melupakan kebutuhan tubuh untuk bergerak, beristirahat, dan mendapatkan asupan makanan yang baik.

Tentu saja, setiap orang mempunyai kondisi fisik dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, kegiatan senam sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan peserta, dengan pemanasan yang cukup serta gerakan yang aman.

## Siswa Bugar, Siap Menyongsong Masa Depan

Siswa yang terbiasa menjalani pola hidup sehat diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.

Kebugaran jasmani bukan satu-satunya penentu keberhasilan belajar. Namun, aktivitas fisik yang teratur merupakan bagian penting dari kehidupan seimbang yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa.

Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak semakin akrab dengan komputer, telepon pintar, permainan digital, dan berbagai aplikasi pembelajaran. Teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi penggunaannya perlu diimbangi dengan aktivitas fisik.

Belajar Informatika, mengikuti kegiatan coding, dan memanfaatkan kecerdasan artifisial merupakan bagian dari perkembangan pendidikan masa kini. Namun, siswa tetap membutuhkan waktu untuk bergerak, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya.

Karena itu, sekolah perlu terus mendorong keseimbangan antara kecakapan digital dan kebugaran jasmani. Generasi hebat bukan hanya generasi yang cerdas menggunakan teknologi, melainkan juga generasi yang mampu menjaga kesehatan dan mengembangkan kebiasaan hidup positif.

## Sekolah Hebat Dimulai dari Kebiasaan Baik

Sekolah hebat tidak hanya diukur dari prestasi akademik, piala yang diraih, atau banyaknya penghargaan yang diperoleh. Sekolah yang baik juga berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik, perkembangan karakter, kenyamanan belajar, dan kebersamaan seluruh warga sekolah.

Kegiatan senam bersama dapat menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan lingkungan tersebut. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat memberikan manfaat apabila dilaksanakan secara konsisten dan sesuai kebutuhan peserta.

Kegiatan seperti ini juga mengajarkan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya urusan pribadi. Sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat saling mendukung untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui olahraga dapat menjadi energi positif bagi kegiatan pembelajaran. Guru semakin bersemangat menjalankan tugasnya, siswa semakin mengenal pentingnya menjaga kebugaran, dan orang tua semakin terlibat dalam mendukung pendidikan anak.

## Penutup: Sehat Itu Investasi Masa Depan

Senam Sehat POMG Savana SMP Labschool Jakarta membawa pesan sederhana yang patut kita renungkan: kesehatan perlu dijaga melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak perlu menunggu sakit untuk mulai memperhatikan kesehatan. Tidak harus menunggu memiliki banyak waktu luang untuk bergerak. Kita dapat memulainya dari langkah sederhana, seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, mengikuti senam, mengatur pola makan, dan beristirahat dengan cukup.

Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.

Sebab, pendidikan yang baik bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga tentang membangun kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi masa depan.

**Guru sehat, siswa bugar, sekolah hebat. Bersama menjaga kesehatan, bersama membangun generasi Indonesia yang lebih baik.**

Semoga kegiatan positif seperti Senam Sehat POMG Savana SMP Labschool Jakarta terus menginspirasi warga sekolah untuk menjadikan hidup sehat sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Saran judul alternatif untuk Kompasiana:

* Guru Sehat, Siswa Bugar: Semangat Kebersamaan di SMP Labschool Jakarta

* Senam Sehat POMG Savana, Menguatkan Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

* Sekolah Hebat Berawal dari Tubuh Sehat dan Pikiran yang Kuat

Tag artikel: Senam Sehat, SMP Labschool Jakarta, POMG Savana, Guru Sehat, Siswa Bugar, Pendidikan, Pola Hidup Sehat, Kebugaran Jasmani, Sekolah Sehat.