Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 07 November 2026

Ngrobol Santai Bareng Omjay dan Tim Solid Omjay

### Ngobrol Santai Bareng Omjay: Merawat Silaturahmi, Menumbuhkan Inspirasi, dan Menguatkan Semangat Menulis

Kisah Omjay – Guru Blogger Indonesia

Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa berkumpul, bercengkerama, dan berbagi cerita dengan orang-orang yang memiliki semangat belajar. Tidak harus selalu membicarakan hal-hal serius. Terkadang, obrolan santai justru melahirkan ide-ide hebat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Sabtu malam, 7 November 2026, saya kembali mengajak teman-teman untuk mengikuti kegiatan Ngobrol Santai Bareng Omjay dan Tim Solid Omjay (TSO) di KBMN PGRI.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menjaga silaturahmi dan mempererat persaudaraan di antara para peserta Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI.

Bagi saya, kegiatan seperti ini sangat penting. Sebab, belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Belajar bisa dilakukan di mana saja, termasuk melalui percakapan sederhana di ruang pertemuan Zoom.

### Ngobrol santai, tetapi penuh makna

Saya selalu percaya bahwa setiap orang memiliki cerita yang menarik untuk dibagikan. Ada pengalaman mengajar yang mengesankan, perjalanan hidup yang penuh perjuangan, pengalaman menulis buku, hingga kisah sederhana yang bisa memberikan inspirasi kepada orang lain.

Dalam obrolan santai, kita bisa saling mengenal lebih dekat. Kita bisa mendengarkan pengalaman teman, menyampaikan pendapat, bertanya, dan belajar dari perjalanan hidup masing-masing.

Tidak perlu merasa minder ketika berbicara. Tidak perlu takut salah ketika menyampaikan pendapat. Yang penting adalah berani memulai.

Begitu pula dalam menulis. Banyak orang ingin menjadi penulis hebat, tetapi masih kesulitan memulai tulisan pertamanya. Padahal, tulisan yang hebat sering kali berawal dari cerita sederhana.

Tuliskan saja apa yang kita alami. Ceritakan apa yang kita rasakan. Bagikan pengalaman yang mungkin dianggap biasa oleh diri sendiri, tetapi ternyata sangat berarti bagi orang lain.

### Tim Solid Omjay, keluarga dalam dunia literasi

Saya merasa bersyukur memiliki teman-teman yang terus bergerak bersama dalam kegiatan literasi.

Tim Solid Omjay bukan sekadar kelompok yang berkumpul di WhatsApp atau Zoom. Lebih dari itu, kita sedang membangun kebersamaan, saling mendukung, dan saling menguatkan agar terus produktif menghasilkan karya.

Dalam perjalanan mengelola KBMN PGRI, saya belajar bahwa membangun komunitas bukan pekerjaan sehari dua hari. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, konsistensi, dan semangat berbagi.

Tidak semua peserta langsung rajin menulis. Ada yang masih malu, ada yang sibuk bekerja, ada yang kehilangan semangat, dan ada pula yang sedang mencari kembali motivasinya.

Karena itulah kita perlu saling menyemangati.

Jangan pernah meremehkan satu kalimat yang kita tulis. Jangan pula menganggap remeh satu komentar positif yang kita berikan kepada teman. Bisa jadi, kalimat sederhana itu menjadi penyemangat bagi seseorang untuk kembali berkarya.

### Menulis dan berbagi tidak harus menunggu sempurna

Saya sering menyampaikan kepada peserta KBMN PGRI bahwa menulis itu keterampilan yang harus dilatih.

Jangan menunggu menjadi ahli baru mulai menulis. Jangan menunggu memiliki banyak waktu luang. Jangan pula menunggu memiliki komputer yang canggih.

Gunakan fasilitas yang tersedia. Bahkan, dengan telepon genggam, kita sudah bisa menulis dan memublikasikan karya di blog pribadi.

Saya sendiri sudah menulis di blog sejak tahun 2007. Perjalanan panjang itu mengajarkan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar semangat sesaat.

Tulisan yang kita buat hari ini mungkin belum sempurna. Namun, jika terus diperbaiki, suatu saat tulisan-tulisan tersebut bisa dikumpulkan menjadi sebuah buku.

Itulah salah satu materi yang saya bagikan kepada peserta KBMN PGRI Gelombang 35: bagaimana menyusun tulisan di blog pribadi menjadi buku sendiri.

Blog bukan sekadar tempat menyimpan tulisan. Blog bisa menjadi rumah digital bagi gagasan, pengalaman, dan perjalanan hidup kita.

### Mari terus menjaga persahabatan

Melalui kegiatan ngobrol santai ini, saya berharap hubungan persaudaraan di antara anggota KBMN PGRI semakin erat.

Kita boleh berbeda usia, profesi, daerah, pengalaman, dan kemampuan menulis. Namun, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu terus belajar dan berbagi inspirasi.

Saya ingin teman-teman tidak hanya menjadi peserta pelatihan menulis, tetapi juga menjadi penulis yang produktif dan mampu menerbitkan buku sendiri.

Jangan berhenti belajar. Jangan berhenti berkarya. Jangan berhenti berbagi kebaikan.

Sebab, kehidupan ini terlalu singkat jika hanya diisi dengan kesibukan mengejar kepentingan diri sendiri. Akan lebih bermakna jika sebagian waktu kita gunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

Itulah semangat yang ingin terus kita rawat bersama.

### Penutup: Sampai bertemu di obrolan berikutnya

Terima kasih kepada seluruh anggota Tim Solid Omjay dan peserta KBMN PGRI yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan ngobrol santai.

Semoga pertemuan sederhana ini membawa kebahagiaan, menambah wawasan, mempererat persaudaraan, dan melahirkan semangat baru untuk terus menulis.

Ingatlah, kita tidak harus menjadi orang terkenal untuk bisa menginspirasi. Cukup menjadi pribadi yang mau berbagi pengalaman dan memberikan manfaat bagi sesama.

Mari ngobrol, mari belajar, mari menulis, dan mari menginspirasi.

Salam Blogger Persahabatan!

Omjay

Guru Blogger Indonesia Pendiri KBMN PGRI

Usulan tagar:

#NgobrolSantaiBarengOmjay #TimSolidOmjay #KBMNPGRI #GuruBloggerIndonesia #LiterasiGuru #MenulisItuMudah #GuruMenulis #BerbagiInspirasi

Selamat HUT PGRI

Semarak HUT ke-81 PGRI: Guru Bukan Hanya Mengajar, tetapi Juga Berkarya, Berolahraga, dan Menjaga Solidaritas

Oleh: Omjay – Guru Blogger Indonesia

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Salah satunya adalah melalui kegiatan seni dan olahraga. Sebab, guru bukan hanya manusia yang setiap hari berdiri di depan kelas, menyampaikan materi pelajaran, dan memberikan tugas kepada murid. Guru juga manusia biasa yang membutuhkan kebahagiaan, kesehatan, persahabatan, dan ruang untuk mengembangkan bakatnya.

Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi keluarga besar PGRI. Organisasi profesi guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia ini memasuki usia ke-81 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan para guru di seluruh penjuru negeri.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI sekaligus Hari Guru Nasional Tahun 2026, PGRI Kabupaten Gorontalo menggelar kegiatan lomba seni dan olahraga. Kegiatan ini mengangkat tema:

"Solidaritas Guru Berkualitas Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat."

Tema tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam. Guru harus terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas diri, dan memperkuat semangat kebersamaan demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Guru Juga Butuh Bahagia

Selama ini, masyarakat mengenal guru sebagai sosok yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Mulai dari mempersiapkan pembelajaran, mengajar di kelas, memeriksa tugas, mengisi administrasi, hingga mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi.

Kesibukan tersebut terkadang membuat guru lupa memperhatikan dirinya sendiri.

Padahal, guru yang sehat dan bahagia akan lebih bersemangat dalam mendidik murid-muridnya. Guru yang memiliki tubuh bugar dan pikiran segar tentu lebih siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Karena itulah, kegiatan seni dan olahraga dalam rangka HUT PGRI menjadi sangat penting.

Melalui kegiatan ini, guru bisa bertemu dengan rekan-rekan sejawat, tertawa bersama, menunjukkan kemampuan, dan menikmati kebersamaan di luar rutinitas sekolah.

Guru yang biasanya serius mengajar matematika, bahasa Indonesia, IPA, atau informatika, kali ini bisa menunjukkan bakatnya dalam bidang seni maupun olahraga.

Bukankah menyenangkan jika guru yang setiap hari mengajar ternyata juga pandai bernyanyi, bermain sepak bola, bermain catur, atau bermain tenis meja?

Beragam Lomba untuk Mempererat Persaudaraan

Dari poster kegiatan yang dibagikan, terdapat sejumlah cabang lomba seni dan olahraga yang menarik.

Dalam bidang seni, ada lomba vokalia dan sambung lirik. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi sekaligus mengembangkan kreativitas.

Sementara itu, dalam bidang olahraga terdapat beberapa cabang yang tidak kalah menarik, yaitu:

  1. Sepak bola, untuk membangun kekompakan dan kerja sama tim.
  2. Bola voli, untuk melatih semangat kebersamaan dan sportivitas.
  3. Catur, untuk mengasah konsentrasi, kesabaran, dan strategi.
  4. Tenis meja, untuk meningkatkan kelincahan dan kebugaran.
  5. Lomba vokalia dan sambung lirik, untuk menyalurkan bakat seni dan kreativitas para guru.

Setiap cabang lomba memiliki keunikan tersendiri. Ada yang membutuhkan kekuatan fisik, ada yang membutuhkan kecerdasan berpikir, dan ada pula yang membutuhkan keberanian untuk tampil di hadapan orang banyak.

Namun, tujuan utamanya bukan sekadar mendapatkan piala atau menjadi juara.

Ada sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu persaudaraan sesama guru.

PGRI Harus Terus Menjadi Rumah Besar Guru

Bagi saya, PGRI bukan sekadar organisasi profesi. PGRI adalah rumah besar tempat para guru belajar, berjuang, berbagi pengalaman, dan memperjuangkan masa depan pendidikan Indonesia.

Kita boleh berbeda sekolah, berbeda daerah, berbeda mata pelajaran, bahkan berbeda pengalaman mengajar. Namun, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Usia 81 tahun merupakan perjalanan panjang yang patut kita syukuri. Perjuangan para pendahulu PGRI harus terus dilanjutkan oleh generasi guru masa kini.

Tantangan pendidikan semakin kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, perubahan kurikulum, dan tuntutan kompetensi abad ke-21 mengharuskan guru terus belajar dan beradaptasi.

Namun, secanggih apa pun teknologi pendidikan, sentuhan hati seorang guru tidak boleh hilang.

Guru tetap memiliki peran penting dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Karena itu, solidaritas guru harus terus diperkuat. Jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

Jangan Hanya Mengejar Prestasi, Nikmati Kebersamaan

Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada seluruh peserta lomba seni dan olahraga HUT ke-81 PGRI.

Berlombalah dengan gembira. Tunjukkan kemampuan terbaik. Junjung tinggi sportivitas dan jangan lupa menjaga persaudaraan.

Jika menang, jangan menjadi sombong. Jika belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Sebab, kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya mendapatkan medali atau piala, melainkan mampu menjaga persahabatan dan kekompakan.

Jangan sampai setelah pertandingan selesai, hubungan sesama guru justru menjadi renggang karena persoalan menang dan kalah.

Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi, rekreasi, dan penyegaran pikiran.

Guru juga perlu tertawa. Guru juga perlu bernyanyi. Guru juga perlu berolahraga. Guru juga perlu menikmati kehidupan.

Dengan tubuh yang sehat, hati yang bahagia, dan persaudaraan yang kuat, kita akan semakin siap menjalankan tugas mulia sebagai pendidik.

Selamat HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional 2026

Saya mengucapkan selamat memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2026 kepada seluruh guru Indonesia, khususnya keluarga besar PGRI Kabupaten Gorontalo.

Semoga kegiatan lomba seni dan olahraga ini berjalan lancar, meriah, dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh peserta.

Mari terus menjaga solidaritas, meningkatkan kompetensi, dan memperjuangkan kesejahteraan guru.

Jangan pernah lelah menjadi guru. Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah berhenti menginspirasi.

Sebab, dari tangan para guru lahir generasi penerus bangsa. Dari ketulusan para pendidik tumbuh harapan bagi masa depan Indonesia.

Guru kuat, PGRI hebat. Guru sehat, Indonesia bermartabat.

Salam solidaritas!

Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas Yes!


kisah Omjay: Ikut Senam Ling Tien Kung Membuaku Kembali Bersemangat

SENAM LING TIEN KUNG MEMBUATKU KEMBALI BERSEMANGAT: KISAH OMJAY BERJUANG MENJADI SEHAT DAN BUGAR

**Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay), Guru Blogger Indonesia**

Ada satu hal yang sering kita lupakan ketika masih diberikan kesehatan, yaitu bersyukur. Kita baru menyadari betapa berharganya tubuh yang sehat ketika penyakit datang dan membuat kita tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Saya, Wijaya Kusumah, yang biasa disapa Omjay, pernah merasakan betapa beratnya perjuangan untuk kembali sehat. Dua kali saya mengalami serangan stroke. Penyakit darah tinggi dan diabetes menjadi bagian dari perjalanan hidup yang harus saya hadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan.

Tidak mudah menerima kenyataan bahwa tubuh yang dahulu begitu aktif bergerak, mengajar, menulis, bepergian, dan bertemu banyak orang, tiba-tiba harus menghadapi keterbatasan.

Saya bahkan sudah mendatangi tujuh rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Ada banyak pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan selama menjalani pengobatan. Ada rasa sakit, kecemasan, kelelahan, dan tentu saja doa yang tidak pernah putus.

Di rumah sakit, saya belajar bahwa kesehatan bukan sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Kesehatan adalah anugerah Allah SWT yang harus dijaga dan disyukuri.

**Ketika Kesempatan untuk Sehat Harus Diperjuangkan**

Dua kali mengalami serangan stroke membuat saya semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan. Saya tidak ingin terus-menerus merepotkan keluarga. Saya juga masih memiliki banyak impian yang ingin diwujudkan.

Saya ingin terus mengajar di SMP Labschool Jakarta. Saya ingin tetap menulis di blog pribadi, berbagi pengalaman di Kompasiana, membimbing guru-guru dalam kegiatan KBMN PGRI, dan menginspirasi banyak orang melalui tulisan.

Saya percaya, selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, masih ada sesuatu yang bisa kita kerjakan untuk memberikan manfaat kepada sesama.

Namun, untuk mewujudkan semua impian itu, saya harus berusaha menjaga kesehatan.

Saya mulai belajar mengatur pola makan, beristirahat dengan cukup, mengikuti anjuran dokter, dan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh.

Salah satu kegiatan yang kemudian memberikan semangat baru dalam perjalanan kesehatan saya adalah mengikuti senam Ling Tien Kung.

**Mengenal Senam Ling Tien Kung**

Awalnya, saya mengikuti senam Ling Tien Kung dengan harapan bisa kembali menggerakkan tubuh dengan lebih baik. Saya ingin tubuh terasa lebih segar, pikiran lebih tenang, dan semangat hidup kembali tumbuh.

Dalam kegiatan senam ini, saya belajar melakukan berbagai gerakan yang membutuhkan konsentrasi, keseimbangan, pengaturan napas, dan kesabaran.

Gerakannya mengajarkan saya untuk mengenali kemampuan tubuh sendiri. Tidak perlu terburu-buru. Tidak perlu memaksakan diri. Setiap gerakan dilakukan sesuai kemampuan.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa mengikuti latihan bersama teman-teman. Kami bergerak bersama, saling menyemangati, dan menikmati kebersamaan.

Bagi saya, senam bukan sekadar menggerakkan anggota tubuh. Ada semangat persaudaraan, kebersamaan, dan harapan yang tumbuh di dalamnya.

Sejak rutin mengikuti senam Ling Tien Kung, saya merasakan kondisi tubuh semakin membaik. Badan terasa lebih segar dan saya semakin bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Tentu saja, saya tetap harus mengikuti pengobatan dan nasihat dokter. Senam merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran, bukan pengganti pengobatan medis.

**Terima Kasih kepada Para Penemu dan Pelatih Ling Tien Kung**

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para penemu, pengembang, dan pelatih senam Ling Tien Kung.

Terima kasih telah menghadirkan kegiatan yang membuat banyak orang memiliki kesempatan untuk bergerak, berkumpul, dan saling memberikan semangat.

Terima kasih kepada para pelatih yang dengan sabar membimbing setiap gerakan. Semoga semua kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

Saya juga berterima kasih kepada teman-teman seperjuangan yang selalu memberikan energi positif.

Kadang-kadang, yang dibutuhkan seseorang bukan hanya obat dan perawatan, tetapi juga dukungan, persahabatan, serta lingkungan yang membuatnya kembali percaya diri.

Saya merasakan semua itu ketika mengikuti kegiatan senam.

**Jangan Menyerah untuk Kembali Sehat**

Saya ingin menyampaikan pesan kepada siapa pun yang sedang berjuang menghadapi penyakit.

Jangan mudah menyerah!

Memang, perjalanan menuju kesehatan tidak selalu mudah. Ada hari ketika tubuh terasa kuat, tetapi ada pula hari ketika kita harus beristirahat lebih banyak.

Jangan membandingkan kemampuan tubuh kita dengan orang lain. Setiap orang mempunyai perjalanan dan proses pemulihan yang berbeda.

Mulailah dari hal-hal sederhana. Ikuti nasihat dokter, jaga pola makan, tidur yang cukup, kelola stres, dan lakukan aktivitas fisik yang aman sesuai kondisi tubuh.

Jika ingin mengikuti senam, sampaikan kondisi kesehatan kepada dokter dan mintalah pendampingan pelatih yang memahami keterbatasan peserta.

Bagi saya, setiap langkah kecil adalah sebuah kemenangan.

Bisa bangun pagi dengan semangat, bisa berjalan, bisa tersenyum, bisa mengajar, bisa menulis, dan bisa bertemu teman-teman merupakan nikmat yang sangat luar biasa.

**Doa Omjay untuk Masa Depan**

Saya tidak tahu berapa lama lagi Allah memberikan kesempatan hidup kepada saya. Tidak ada manusia yang mengetahui usia dan takdirnya.

Namun, saya ingin menjalani sisa kehidupan dengan penuh rasa syukur.

Saya ingin terus sehat dan kuat. Saya ingin tubuh tetap segar dan bugar. Saya ingin kembali produktif, mengajar dengan bahagia, menulis dengan hati, dan berbagi ilmu kepada sebanyak mungkin orang.

Saya ingin terus menjadi Omjay, Guru Blogger Indonesia, yang tidak pernah berhenti belajar dan berbagi.

Terima kasih, ya Allah, karena masih memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki diri.

Terima kasih kepada keluarga, sahabat, dokter, tenaga kesehatan, para pelatih, dan teman-teman senam Ling Tien Kung yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.

Semoga saya bisa kembali sehat, panjang umur, dan tetap bermanfaat bagi banyak orang.

Sebab, bagi saya, hidup bukan sekadar tentang berapa lama kita bernapas, tetapi tentang berapa banyak kebaikan yang bisa kita berikan selama masih hidup.

**Sehat itu nikmat. Bergerak itu ikhtiar. Bersyukur itu kewajiban.**

Salam sehat dan bahagia.

**Omjay
Guru Blogger Indonesia**

Pesan utama artikel ini: Dua kali mengalami stroke bukan berarti harus berhenti bermimpi. Selama masih ada kesempatan, mari terus berikhtiar, menjaga kesehatan, dan menebarkan manfaat bagi sesama.

Semoga Omjay senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan umur yang berkah. Aamiin ya Rabbal alamin.

Kisah Omjay Menulis di Blog dan Menerbitkan Buku Bermutu

Dari Blog Pribadi Menjadi Buku Sendiri, Omjay Mengajak Guru KBMN PGRI Gelombang 35 Naik Kelas Menjadi Penulis

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Sabtu pagi, 7 November 2026, sebelum matahari terbit, Omjay sudah mulai menulis dan berbagi ilmu. Ada satu harapan besar yang ingin Omjay wujudkan bersama peserta KBMN PGRI Gelombang 35. Semoga ada 16 orang guru yang mulai serius menulis dan mengelola blog pribadinya dengan baik.

Harapan itu bukan sekadar angan-angan. Omjay ingin melihat semakin banyak guru yang mampu mengubah kebiasaan menulis menjadi sebuah karya nyata berupa buku. Sebab, menulis di blog bukan hanya kegiatan mengisi waktu luang. Blog bisa menjadi tempat menyimpan pengalaman, gagasan, pemikiran, dan perjalanan hidup yang suatu hari nanti dapat dikumpulkan menjadi sebuah buku.

Pada materi hari keenam KBMN PGRI Gelombang 35, Omjay mengangkat tema "Bagaimana Cara Menyusun Tulisan di Blog Pribadi Menjadi Buku Sendiri?"

Materi ini sangat penting karena banyak guru sebenarnya sudah memiliki bahan untuk membuat buku. Mereka sudah menulis puluhan artikel, tetapi belum terpikir untuk mengumpulkannya menjadi sebuah naskah buku yang utuh.

Padahal, caranya tidak terlalu sulit. Kita hanya perlu mengumpulkan tulisan, memilih tema, menyusun daftar isi, mengedit naskah, membuat sampul, kemudian menerbitkannya.

Blog adalah ladang tulisan, buku adalah hasil panennya

Omjay selalu mengajak peserta KBMN PGRI untuk rajin menulis setiap hari. Salah satu tempat terbaik untuk menyimpan tulisan adalah blog pribadi.

Omjay sendiri sudah menulis secara rutin di blog wijayalabs.blogspot.com. Dari kebiasaan tersebut, Omjay bisa mengumpulkan tulisan setiap bulan dan mengolahnya menjadi buku.

Ada buku yang diterbitkan dengan ISBN dan ada pula yang diterbitkan tanpa ISBN. Keduanya merupakan bagian dari perjalanan Omjay dalam mengembangkan budaya literasi.

Omjay ingin peserta KBMN PGRI Gelombang 35 merasakan pengalaman yang sama. Jangan sampai tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah hanya menjadi arsip digital yang jarang dibaca kembali.

Mulailah membuka blog pribadi. Periksa tulisan yang pernah diterbitkan. Pilih sepuluh tulisan terbaik, kemudian kelompokkan berdasarkan tema.

Tulisan tentang pengalaman mengajar bisa menjadi buku kisah inspiratif guru. Tulisan tentang literasi bisa menjadi buku tentang membaca dan menulis. Tulisan tentang teknologi bisa dikembangkan menjadi buku pendidikan digital.

Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan, tulisan yang awalnya berdiri sendiri bisa menjelma menjadi sebuah buku yang menarik.

Dari blog peserta KBMN PGRI lahir dua rancangan sampul buku

Ada pengalaman menarik dalam pembelajaran kali ini. Omjay memperlihatkan dua contoh sampul buku yang dibuat berdasarkan alamat blog peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

Dua peserta tersebut adalah Pak Putune Watalam dan Ibu Leny Vitriasari.

Hanya dalam hitungan detik, dengan bantuan aplikasi ChatGPT.com, rancangan sampul depan buku mereka berhasil dibuat.

Tentu saja, sampul buku yang menarik belum cukup. Isi buku tetap harus dilengkapi dengan tulisan-tulisan yang berkualitas. Namun, setidaknya contoh tersebut membuktikan bahwa teknologi AI dapat membantu guru memulai perjalanan menerbitkan buku.

Omjay ingin peserta tidak hanya kagum melihat sampul buku yang bagus. Lebih penting lagi, mereka harus mulai mengisi buku tersebut dengan tulisan sendiri.

Sampul bisa dibuat dengan bantuan teknologi. Akan tetapi, pengalaman, pemikiran, dan cerita yang menjadi isi buku harus berasal dari penulisnya.

Berani menerbitkan buku dan belajar mendapatkan penghasilan

Omjay juga berbagi pengalaman tentang bagaimana buku dapat memberikan nilai ekonomi.

Salah satu buku yang Omjay jual dihargai Rp70.000 per eksemplar. Modal produksinya sekitar Rp50.000. Dengan demikian, ada selisih Rp20.000 dari setiap buku yang terjual.

Jika rata-rata terjual sepuluh buku, Omjay bisa memperoleh selisih sebesar Rp200.000.

Alhamdulillah, dari kebiasaan menulis dan menerbitkan buku, Omjay mendapatkan pengalaman sekaligus tambahan penghasilan.

Bagi Omjay, keuntungan tersebut bukanlah satu-satunya tujuan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat tulisan sendiri sudah menjadi buku dan bisa dibaca orang lain.

Dalam proses penerbitan, Omjay juga mengenal Penerbit YPTD yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menerbitkan buku secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi teman-teman yang ingin menerbitkan buku ber-ISBN, Omjay menyarankan agar mempelajari proses dan persyaratannya serta dapat menghubungi Pak Haji Thamrin Dahlan. Beliau adalah seorang purnawirawan polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes) yang selama ini banyak membantu Omjay dalam perjalanan menerbitkan buku ber-ISBN.

Tentu saja, setiap penulis perlu memahami ketentuan penerbitan, hak cipta, biaya, dan fasilitas yang diberikan oleh penerbit.

ChatGPT bisa menjadi teman berdiskusi dan editor buku

Dalam kesempatan tersebut, Omjay juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyusunan buku.

Kita bisa meminta bantuan ChatGPT untuk menyusun alternatif judul buku, membuat daftar isi, mengelompokkan artikel berdasarkan tema, memperbaiki ejaan, dan memberikan saran penyuntingan.

Bahkan, ChatGPT dapat diminta membantu menjadi editor awal agar tulisan lebih runtut dan enak dibaca.

Namun, Omjay selalu mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu.

Jangan sampai kita kehilangan suara dan karakter sebagai penulis. Jangan pula memasukkan pengalaman yang sebenarnya tidak pernah kita alami.

Guru memiliki pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Ada kisah tentang murid, perjuangan mengajar, kegagalan, keberhasilan, dan berbagai peristiwa kehidupan yang memiliki nilai kemanusiaan.

Karena itu, gunakan AI dengan bijak. Biarkan teknologi membantu pekerjaan kita, tetapi jangan menyerahkan seluruh pemikiran dan tanggung jawab kepenulisan kepada AI.

Omjay percaya bahwa tulisan yang lahir dari pengalaman dan hati akan memiliki kekuatan tersendiri.

Malam ini ngobrol santai bersama Omjay dan Tim Solid Omjay

Setelah menyampaikan materi hari keenam, Omjay mengajak peserta KBMN PGRI Gelombang 35 untuk mengikuti kegiatan lanjutan melalui Zoom Meeting.

Pada Sabtu malam, 7 November 2026, pukul 19.30 WIB, Omjay akan menjelaskan secara langsung tentang bagaimana mengelola blog pribadi dan menyusun tulisan menjadi sebuah buku.

Kegiatan ini akan berlangsung dalam suasana santai bersama Omjay dan Tim Solid Omjay (TSO).

Omjay ingin peserta tidak hanya membaca materi, tetapi juga melihat langsung proses dan praktiknya. Kalau ada yang belum memahami cara membuat daftar isi, mengedit tulisan, atau menyiapkan sampul buku, semuanya bisa dibicarakan bersama.

Belajar menulis memang membutuhkan proses. Kadang kita merasa malas, bingung menentukan judul, atau tidak tahu harus memulai dari mana. Namun, jika kita mau bertanya dan terus berlatih, perlahan-lahan kemampuan menulis akan berkembang.

Jangan biarkan tulisan kita hanya menjadi arsip digital

Ada satu pesan yang ingin Omjay sampaikan kepada seluruh peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

Jangan hanya menjadi peserta kelas menulis yang rajin membaca materi. Jadilah penulis yang menghasilkan karya.

Mulailah dari blog pribadi. Tulislah pengalaman setiap hari. Kumpulkan tulisan terbaik. Susun menjadi sebuah buku. Tidak perlu menunggu sampai memiliki seratus artikel. Sepuluh tulisan yang disusun dengan baik pun bisa menjadi awal perjalanan menerbitkan buku.

Omjay berharap dari kegiatan ini akan muncul sedikitnya 16 guru yang semakin serius menulis dan mengelola blognya. Semoga harapan tersebut menjadi kenyataan.

Aamiin ya rabbal alamin.

Bagi Omjay, kebahagiaan seorang guru bukan hanya ketika berhasil mengajar murid di ruang kelas. Kebahagiaan juga hadir ketika ilmu dan pengalaman yang dimilikinya dapat dibagikan kepada banyak orang melalui tulisan.

Mari kita buktikan bahwa guru bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu menulis, menerbitkan buku, dan menginspirasi sesama.

Blog adalah tempat kita menanam tulisan. Buku adalah tempat kita memanen karya.

Teruslah menulis, teruslah belajar, dan jangan pernah berhenti berkarya.

Salam blogger persahabatan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Omjay Guru Blogger Indonesia
Founder KBMN PGRI


Jumat, 06 November 2026

Bagaimana Cara Menyusun Tulisan di Blog Pribadi Menjadi Buku Sendiri?

BAGAIMANA CARA MENYUSUN TULISAN DI BLOG PRIBADI MENJADI BUKU SENDIRI?

Materi Hari Keenam KBMN PGRI Gelombang 35 Narasumber: Omjay – Guru Blogger Indonesia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat malam, Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

Pada kesempatan kali ini, Omjay ingin mengajak Bapak dan Ibu belajar mengubah tulisan yang sudah diterbitkan di blog pribadi menjadi sebuah buku.

Mungkin selama ini Bapak dan Ibu sudah rajin menulis di blog. Ada yang menulis pengalaman mengajar, kegiatan sekolah, perjalanan hidup, pengalaman mengikuti pelatihan, cerita bersama murid, hingga berbagai kisah inspiratif.

Namun, pernahkah terpikir untuk mengumpulkan tulisan tersebut menjadi sebuah buku?

Sayang sekali jika tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah hanya tersimpan di blog dan tidak pernah dikembangkan menjadi sebuah karya yang lebih utuh.

Padahal, tulisan di blog bisa menjadi bahan untuk membuat buku sendiri.

Omjay ingin membagikan cara sederhana agar peserta KBMN PGRI yang masih pemula bisa melakukannya.

 1\. Kumpulkan tulisan dari blog pribadi

Langkah pertama adalah membuka blog pribadi.

Misalnya, Bapak dan Ibu menggunakan Blogger.com.

Caranya:

* Buka [https://www.blogger.com](https://www.blogger.com?utm_source=chatgpt.com).

* Masuk menggunakan akun Google.

* Pilih blog pribadi.

* Buka menu postingan.

* Periksa tulisan yang sudah pernah diterbitkan.

* Catat judul dan alamat setiap tulisan.

Kumpulkan minimal 10 tulisan yang menurut Bapak dan Ibu menarik.

Tidak perlu langsung mengumpulkan 100 tulisan. Mulailah dari jumlah yang sedikit.

Jika sudah terkumpul, salin tulisan tersebut ke Microsoft Word atau Google Docs.

Simpan dalam satu folder khusus dengan nama CALON BUKU PERTAMA SAYA.

2\. Pilih tulisan yang memiliki tema sama

Jangan mencampurkan semua tulisan menjadi satu buku tanpa perencanaan.

Pilih tulisan yang memiliki kesamaan tema.

Contohnya:

* Tulisan tentang pengalaman mengajar dijadikan buku pengalaman guru.

* Tulisan tentang membaca dan menulis dijadikan buku literasi.

* Tulisan tentang teknologi dijadikan buku pendidikan digital.

* Tulisan tentang perjalanan hidup dijadikan buku motivasi.

* Tulisan tentang pengalaman bersama murid dijadikan buku kisah inspiratif.

Misalnya, Bapak dan Ibu memiliki 30 artikel tentang pengalaman menjadi guru.

Tulisan tersebut bisa dijadikan buku berjudul:

Menjadi Guru yang Menginspirasi: Kisah dan Pengalaman dari Ruang Kelas.

Dengan demikian, tulisan yang sebelumnya berdiri sendiri dapat menjadi satu kesatuan buku.

3\. Buat judul buku yang menarik

Judul buku sangat penting karena menjadi daya tarik pertama bagi pembaca.

Buatlah judul yang singkat, jelas, dan sesuai dengan isi buku.

Contohnya:

* Menulis dari Ruang Kelas.

* Kisah Inspiratif Seorang Guru.

* Jejak Digital Perjalanan Guru.

* Guru Pembelajar Sepanjang Hayat.

* Menulis untuk Menginspirasi.

Jangan takut jika belum menemukan judul yang bagus.

Tuliskan dahulu beberapa alternatif judul. Setelah isi buku selesai, kita bisa memilih judul yang paling sesuai.

4\. Susun daftar isi buku

Setelah menentukan judul, langkah berikutnya adalah membuat daftar isi.

Daftar isi berfungsi sebagai peta perjalanan pembaca.

Misalnya, kita akan membuat buku berjudul:

Menjadi Guru yang Menginspirasi.

Contoh daftar isinya:

Bab 1. Perjalanan Menjadi Guru

* Mengapa Saya Memilih Menjadi Guru?

* Pengalaman Pertama Mengajar.

* Tantangan Menjadi Guru.

Bab 2. Kisah dari Ruang Kelas

* Murid yang Menginspirasi Saya.

* Pengalaman Mengajar yang Berkesan.

* Sebuah Kenangan Bersama Murid.

Bab 3. Guru dan Literasi

* Mengapa Guru Perlu Menulis?

* Membiasakan Membaca Setiap Hari.

* Menulis sebagai Jejak Digital.

Bab 4. Guru di Era Digital

* Pengalaman Membuat Blog.

* Teknologi dalam Pembelajaran.

* AI dan Masa Depan Pendidikan.

Bab 5. Menulis untuk Menginspirasi

* Jangan Takut Memulai.

* Berbagi Pengalaman Melalui Tulisan.

* Meninggalkan Jejak Kebaikan.

Itulah contoh sederhana daftar isi buku.

Setiap bab dapat diisi dengan tulisan yang sudah pernah diterbitkan di blog.

5\. Edit kembali tulisan lama

Apakah tulisan di blog boleh langsung dimasukkan ke dalam buku?

Boleh dijadikan bahan awal, tetapi sebaiknya diedit terlebih dahulu.

Periksa kembali:

* Apakah judulnya sudah menarik?

* Apakah paragrafnya mudah dipahami?

* Apakah ada kesalahan penulisan?

* Apakah ada kalimat yang berulang?

* Apakah ceritanya sudah runtut?

* Apakah penutupnya memberikan pesan kepada pembaca?

Jangan hanya menyalin dan menempelkan tulisan.

Kembangkan tulisan lama agar lebih enak dibaca.

Misalnya, tulisan blog yang hanya terdiri dari lima paragraf dapat dikembangkan dengan menambahkan pengalaman pribadi, penjelasan, dan refleksi.

Namun, jangan mengarang pengalaman yang tidak pernah terjadi.

Ingat pesan Omjay: Menulislah dengan hati, bukan sekadar menyalin hasil ChatGPT.

6\. Gabungkan tulisan menggunakan Microsoft Word

Setelah tulisan selesai diedit, gabungkan semuanya menjadi satu dokumen.

Bagi pemula, Omjay menyarankan menggunakan Microsoft Word.

Caranya:

* Buka Microsoft Word.

* Buat dokumen baru.

* Ketik judul buku.

* Masukkan kata pengantar.

* Masukkan daftar isi.

* Masukkan Bab 1.

* Masukkan Bab 2 dan seterusnya.

* Tambahkan profil penulis.

* Periksa kembali seluruh tulisan.

* Simpan dokumen.

Gunakan jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya Times New Roman atau Garamond.

Ukuran buku bisa menggunakan A5, sesuai ketentuan penerbit.

Jangan terlalu sibuk memikirkan jumlah halaman. Utamakan kualitas tulisan.

7\. Buat kata pengantar

Setiap buku sebaiknya memiliki kata pengantar.

Kata pengantar berisi alasan penulis membuat buku tersebut, tujuan penulisan, dan harapan kepada pembaca.

Contohnya:

Buku ini saya susun dari berbagai pengalaman dan perjalanan selama menjadi seorang guru. Setiap tulisan merupakan bagian dari kenangan yang ingin saya abadikan.

Saya berharap buku ini dapat memberikan inspirasi kepada para pembaca, khususnya guru yang ingin terus belajar, berkarya, dan berbagi pengalaman melalui tulisan.

Semoga buku sederhana ini memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya.

8\. Buat sampul depan dan belakang

Setelah naskah selesai, kita perlu menyiapkan sampul buku.

Sampul depan biasanya berisi:

* Judul buku.

* Subjudul jika diperlukan.

* Nama penulis.

* Ilustrasi atau foto yang sesuai.

Sampul belakang biasanya berisi:

* Sinopsis buku.

* Profil singkat penulis.

* Identitas penerbit jika sudah diterbitkan.

Untuk membuat sampul, Bapak dan Ibu bisa menggunakan Canva.com.

Tidak harus menjadi desainer profesional. Gunakan desain yang sederhana, menarik, dan mudah dibaca.

9\. Pilih penerbit untuk menerbitkan buku

Jika naskah sudah selesai, kita bisa mulai mencari penerbit.

Ada beberapa pilihan:

Pertama, penerbit mayor atau penerbit umum.

Kita mengirimkan naskah kepada penerbit untuk dinilai. Jika diterima, proses penerbitan mengikuti ketentuan dan perjanjian penerbit tersebut.

Kedua, penerbit indie atau penerbit mandiri.

Penulis bekerja sama dengan penerbit atau penyedia jasa penerbitan untuk mengolah naskah menjadi buku.

Ketiga, menerbitkan buku digital.

Buku dapat diterbitkan dalam bentuk PDF atau EPUB melalui saluran distribusi digital.

Sebelum memilih penerbit, pelajari biaya, fasilitas, hak cipta, proses penyuntingan, dan ketentuan penerbitannya.

Jika ingin menggunakan ISBN, pelajari persyaratan resmi melalui Perpustakaan Nasional.

Ingat, ISBN bukan jaminan bahwa buku pasti laku. Kualitas isi dan manfaat buku tetap menjadi tanggung jawab penulis.

10\. Periksa kembali sebelum buku diterbitkan

Jangan terburu-buru mencetak buku.

Periksa kembali:

* Judul buku.

* Nama penulis.

* Daftar isi.

* Ejaan dan tanda baca.

* Nomor halaman.

* Susunan bab.

* Sampul depan dan belakang.

* Sumber kutipan dan penggunaan foto.

Mintalah teman untuk membaca naskah kita.

Dengan demikian, kesalahan yang terlewat dapat diperbaiki sebelum buku diterbitkan.

CONTOH PRAKTIK MEMBUAT BUKU PERTAMA

Bapak dan Ibu peserta KBMN PGRI Gelombang 35, mari kita praktikkan.

Misalnya, Bapak dan Ibu mempunyai 30 artikel di blog pribadi.

Apa yang harus dilakukan?

| Tahapan | Kegiatan                       |
| ------- | ------------------------------ |
| 1       | Mengumpulkan 30 artikel        |
| 2       | Memilih artikel sesuai tema    |
| 3       | Menentukan judul buku          |
| 4       | Membuat daftar isi             |
| 5       | Mengedit tulisan               |
| 6       | Menggabungkan tulisan di Word  |
| 7       | Membuat kata pengantar         |
| 8       | Membuat sampul buku            |
| 9       | Memeriksa naskah               |
| 10      | Mengirimkan naskah ke penerbit |

Dari 30 artikel tersebut, kita bisa menghasilkan satu buku yang menarik.

Tidak harus langsung selesai dalam satu malam. Kerjakan sedikit demi sedikit.

TUGAS PESERTA KBMN PGRI GELOMBANG 35

Sekarang Omjay memberikan tugas sederhana.

Silakan Bapak dan Ibu mengerjakan lima hal berikut:

* Tuliskan alamat blog pribadi masing-masing.

* Kumpulkan minimal 10 tulisan terbaik dari blog.

* Buat tiga alternatif judul buku.

* Susun daftar isi minimal tiga bab.

* Buat kata pengantar sederhana untuk buku yang akan diterbitkan.

Jika belum memiliki blog, tidak perlu malu. Mulailah membuat blog dan mengumpulkan tulisan.

Jika belum memiliki 10 artikel, mulailah menulis setiap hari.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

PENUTUP: JANGAN BIARKAN TULISAN KITA HANYA MENJADI ARSIP DIGITAL

Bapak dan Ibu guru hebat,

Omjay ingin menyampaikan satu pesan penting.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berharga. Setiap guru memiliki cerita yang menarik. Setiap perjalanan kehidupan menyimpan pelajaran yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Jangan pernah merasa tulisan kita tidak berguna.

Tulisan sederhana tentang pengalaman mengajar mungkin bisa memberikan inspirasi kepada guru lain.

Kisah tentang murid yang pernah membuat kita tersenyum mungkin bisa menjadi kenangan indah yang dibaca anak cucu kita.

Pengalaman mengikuti pelatihan mungkin bisa menjadi pengetahuan bagi orang lain yang belum pernah mengikutinya.

Karena itu, mari kita manfaatkan blog pribadi sebagai tempat menyimpan tulisan.

Kemudian kumpulkan tulisan tersebut, susun menjadi bab, edit dengan baik, dan terbitkan menjadi buku.

Omjay sudah membuktikan bahwa kebiasaan menulis di blog dapat menjadi bagian penting dari perjalanan seorang penulis.

Sekarang giliran Bapak dan Ibu membuktikannya.

Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk menerbitkan buku.

Mulailah dari tulisan yang kita miliki sekarang.

Blog adalah tempat kita menanam tulisan. Buku adalah tempat kita memanen karya.

Semoga dari KBMN PGRI Gelombang 35 lahir banyak penulis baru yang berhasil menerbitkan buku pertamanya.

Salam blogger persahabatan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Omjay Guru Blogger Indonesia Founder KBMN PGRI

Pesan terakhir Omjay untuk peserta:

Jangan hanya menjadi peserta kelas menulis yang rajin membaca materi. Jadilah penulis yang menghasilkan karya. Mulailah mengumpulkan 10 tulisan terbaik dari blog pribadi. Siapa tahu, dari 10 tulisan sederhana itu akan lahir buku pertama yang membanggakan keluarga dan menginspirasi banyak orang.

kisah Omjay: uang banyak buat apa?

UANG BANYAK BUAT APA? BUAT TRAKTIR PESERTA KBMN PGRI GELombang 35!

Uang banyak buat apa?

Buat membeli kebahagiaan? Bisa jadi. Buat membeli mobil mewah? Boleh saja. Buat membeli rumah megah? Tentu tidak ada yang melarang.

Namun, bagi Omjay, ada kebahagiaan yang jauh lebih sederhana dan bermakna. Uang yang kita miliki akan terasa lebih indah ketika digunakan untuk berbagi dengan orang lain.

Kali ini, Omjay ingin mentraktir peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang rajin menulis di blog pribadi dan berhasil menerbitkan bukunya.

Mengapa mereka?

Karena Omjay ingin memberikan apresiasi kepada teman-teman yang tidak pernah menyerah untuk belajar menulis. Mereka yang setiap hari berusaha meluangkan waktu untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan pemikirannya ke dalam tulisan.

Tidak mudah menjadi penulis yang konsisten. Ada rasa malas, kesibukan pekerjaan, kehabisan ide, bahkan rasa tidak percaya diri. Namun, mereka terus berjuang sampai akhirnya berhasil menerbitkan buku.

Bagi Omjay, keberhasilan itu pantas dirayakan.

Omjay ingin menunjukkan bahwa menulis bukan sekadar menghasilkan kata-kata. Menulis adalah perjalanan panjang untuk meninggalkan jejak kebaikan dan menginspirasi orang lain.

Kalau ada rezeki lebih, mengapa tidak dibagikan? Kalau ada kesempatan membahagiakan orang lain, mengapa harus ditunda?

Semoga traktiran sederhana ini menjadi penyemangat bagi peserta KBMN PGRI Gelombang 35 untuk terus berkarya.

Ingatlah, kita tidak harus menjadi orang kaya untuk bisa berbagi. Kita hanya perlu memiliki hati yang mau peduli.

Teruslah menulis, terbitkan bukumu, dan sebarkan inspirasi.

Salam Blogger Persahabatan.

Omjay Guru Blogger Indonesia Founder KBMN PGRI

sepatu baru omjay

Kamis, 05 November 2026

Menjadi Guru yang Suka Menulis

Menjadi Guru yang Suka Menulis: Dari Hobi Menjadi Prestasi dan Inspirasi

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia

Menjadi guru yang suka menulis ternyata bukan perkara mudah. Namun, bukan berarti sulit dilakukan. Semua bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu membaca, mengamati, mencatat, dan menuliskan pengalaman sehari-hari.

Pada Kamis malam, 5 November 2026, saya kembali berkesempatan berbagi pengalaman bersama peserta KBMN PGRI Gelombang 35. Tema pertemuan hari kelima adalah "Menjadi Guru yang Suka Menulis, Bagaimana Caranya?"

Kegiatan berlangsung melalui grup WhatsApp. Mengapa menggunakan WhatsApp? Karena aplikasi ini mudah digunakan, sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari, dan memungkinkan peserta belajar dari mana saja serta kapan saja.

Saya membuka pertemuan dengan salam dan menyapa seluruh peserta. Tidak terasa, perjalanan belajar menulis sudah memasuki hari kelima di bulan November.

Saya juga menyampaikan ucapan selamat kepada beberapa peserta yang desain sampul bukunya sudah selesai. Rasanya ikut bahagia melihat guru-guru yang dahulu mungkin belum percaya diri menulis, sekarang mulai mempunyai impian menerbitkan buku sendiri.

### Dahulu Omjay Tidak Suka Menulis

Ada satu pengalaman menarik yang saya ceritakan kepada peserta.

Dahulu, saya bukanlah orang yang suka menulis. Saya justru lebih senang membongkar dan memasang komputer. Dunia teknologi informasi terasa lebih menarik daripada duduk berjam-jam untuk menyusun kalimat.

Saat itu, saya berpikir bahwa menulis bukan pekerjaan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan.

Namun, perjalanan hidup ternyata membawa saya ke arah yang berbeda.

Pikiran saya mulai terbuka ketika mendapatkan kesempatan beasiswa S2 di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 2007.

Di sanalah saya bertemu dengan seorang kepala sekolah SMK Negeri bernama Pak Dedi Dwitagama. Beliau sedang menempuh pendidikan S3 di UNJ dan dikenal sebagai blogger serta motivator pendidikan.

Beliau memiliki blog pribadi di:

[https://dedidwitagama.wordpress.com](https://dedidwitagama.wordpress.com?utm_source=chatgpt.com)

Dari pertemuan tersebut, saya mulai belajar membuat blog dan menulis pengalaman sehari-hari.

Saya kemudian mengenal sebuah mantra yang sangat terkenal:

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

Kalimat sederhana itu mengubah cara pandang saya terhadap dunia menulis.

### Blog Mengantarkan Omjay Meraih Gelar Magister

Pada tahun 2007, saya mulai membuat blog pribadi di:

[https://wijayalabs.blogspot.com](https://wijayalabs.blogspot.com?utm_source=chatgpt.com)

Saya juga membuat blog di WordPress:

[https://wijayalabs.wordpress.com](https://wijayalabs.wordpress.com?utm_source=chatgpt.com)

Awalnya, saya hanya ingin belajar menulis dan mendokumentasikan pengalaman sebagai guru. Namun, lama-kelamaan blog tersebut menjadi tempat belajar yang sangat berharga.

Saya semakin rajin membaca, menulis, dan melakukan penelitian.

Alhamdulillah, pada tahun 2009 saya berhasil menyelesaikan pendidikan S2 Teknologi Pendidikan di UNJ tepat waktu.

Tesis saya berjudul:

"Meningkatkan Keterampilan Menulis melalui Blog di Internet."

Selama menyelesaikan tesis, saya mendapatkan bimbingan dari almarhumah Prof. Dr. Conny Semiawan dan Prof. Dr. Diana Nomida.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang tidak pernah saya lupakan.

Saya semakin yakin bahwa menulis bukan sekadar kegiatan menuangkan kata-kata. Menulis juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir, melakukan penelitian, dan meningkatkan kualitas diri.

### Delapan Tahun Menempuh Pendidikan Doktor

Perjalanan pendidikan saya tidak berhenti di jenjang S2.

Pada tahun 2014, saya kembali mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan S3 di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ.

Perjalanan ini ternyata jauh lebih panjang.

Saya mendapatkan kesempatan tugas belajar ke Jepang pada tahun 2016 dan ke China pada tahun 2019. Berbagai pengalaman tersebut turut memperkaya perjalanan akademik saya.

Namun, saya harus menerima kenyataan bahwa pendidikan doktoral tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

Setelah melalui perjuangan panjang selama delapan tahun, akhirnya pada tahun 2022 saya berhasil menyelesaikan pendidikan S3.

Disertasi saya berjudul:

"Pengelolaan Blog Kolaboratif dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa."

Alhamdulillah, saya akhirnya mendapatkan gelar Doktor Teknologi Pendidikan.

Rasanya sangat bahagia. Perjalanan panjang yang penuh perjuangan akhirnya membuahkan hasil.

Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa tidak semua keberhasilan datang dengan cepat. Ada mimpi yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, doa, dan perjuangan panjang.

### Menulis Membuka Jalan Menuju Prestasi

Saya juga menceritakan kepada peserta bahwa kebiasaan membaca dan menulis telah membuka banyak kesempatan dalam kehidupan saya.

Menulis membawa saya mendapatkan kesempatan beasiswa LPDP Kemdikbud untuk melanjutkan pendidikan. Menulis juga menjadi bagian penting dalam perjalanan saya meraih prestasi sebagai Juara Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2017.

Ketika ada peserta bertanya, apa tips agar bisa mendapatkan beasiswa S3, saya memberikan jawaban sederhana.

Rajinlah membaca dan menulis.

Jangan hanya menunggu informasi beasiswa datang. Persiapkan diri dengan memperluas wawasan, membangun rekam jejak, menghasilkan karya, dan mengembangkan kemampuan akademik.

Tulisan dapat menjadi salah satu bukti bahwa kita mempunyai gagasan, kemampuan, dan semangat untuk terus berkembang.

### Ilmu Harus Dibagikan, Bukan Disimpan Sendiri

Setelah mendapatkan banyak pengalaman, saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk berbagi ilmu kepada guru-guru lainnya.

Bersama kawan-kawan, saya ikut mengembangkan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), Komunitas Guru Informatika dan KKA (KOGTIK), serta KBMN PGRI.

Melalui KBMN PGRI, saya ingin mengajak semakin banyak guru untuk berani menulis dan menerbitkan buku.

Saya percaya setiap guru mempunyai pengalaman yang luar biasa.

Ada cerita tentang keberhasilan mendidik murid. Ada pengalaman menghadapi kesulitan belajar. Ada kisah perjuangan membangun sekolah. Ada pula pengalaman sederhana yang ternyata memberikan pelajaran kehidupan.

Semua itu layak dituliskan.

Saya juga mengundang banyak narasumber hebat untuk berbagi ilmu dalam kegiatan KBMN PGRI. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga memperoleh inspirasi dan keberanian untuk menghasilkan karya.

Jejak kegiatan KBMN PGRI dapat ditemukan melalui Google dan YouTube dengan kata kunci Temu Penulis KBMN PGRI.

### AI Membantu Guru Menulis, Tetapi Pengalaman Tetap yang Utama

Dalam pertemuan kali ini, saya juga membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Saat ini, menjadi guru yang suka menulis terasa lebih mudah karena tersedia berbagai aplikasi AI.

Salah satunya adalah ChatGPT.

Saya memberikan contoh bagaimana meminta bantuan ChatGPT untuk menyusun artikel berdasarkan pengalaman pribadi. Dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan draf tulisan yang kemudian diperiksa, diperbaiki, dan disesuaikan dengan gaya bahasa sendiri.

Namun, saya selalu mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu.

Pengalaman pribadi, kejujuran, kreativitas, dan hati seorang penulis tetap menjadi bagian terpenting dari sebuah tulisan.

Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya pandai meminta AI menulis, tetapi tidak mampu menceritakan pengalaman sendiri.

Gunakan teknologi untuk membantu kita berkembang, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir.

### Tiga Belas Peserta Mengisi Daftar Hadir

Menjelang akhir sesi, saya menyampaikan rasa syukur karena sudah ada 13 peserta yang mengisi daftar hadir.

Mungkin jumlah tersebut belum banyak jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

Namun, saya tetap menghargai mereka yang hadir, membaca materi, dan berusaha mengikuti kegiatan.

Bagi saya, setiap peserta mempunyai perjalanan belajar masing-masing.

Ada yang sedang sibuk mengajar. Ada yang harus mengurus keluarga. Ada yang mungkin sedang menyelesaikan pekerjaan sekolah. Ada pula yang masih berjuang menemukan ide untuk menulis.

Saya tidak ingin kehadiran peserta hanya diukur dari angka. Lebih penting lagi adalah bagaimana mereka memanfaatkan kesempatan belajar untuk menghasilkan perubahan.

Setelah menyampaikan materi, saya membuka kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berdiskusi.

Saya ingin mendengar pengalaman mereka. Saya ingin mengetahui kesulitan yang dihadapi ketika menulis. Saya juga ingin memberikan motivasi agar tidak ada guru yang merasa sendirian dalam perjalanan literasinya.

### Penutup: Jangan Berhenti Menulis

Pertemuan malam itu memberikan satu pelajaran penting bagi saya.

Menjadi guru yang suka menulis bukan berarti harus selalu menghasilkan tulisan yang sempurna. Menjadi guru yang suka menulis berarti mempunyai kemauan untuk belajar, berlatih, dan berbagi.

Saya yang dahulu lebih suka membongkar komputer akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 melalui perjalanan panjang yang tidak terlepas dari kebiasaan membaca dan menulis.

Saya yang dahulu menganggap menulis tidak menghasilkan apa-apa, sekarang justru merasakan bahwa menulis telah membuka banyak pintu kesempatan.

Dari blog, saya belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Dari tulisan, saya mendapatkan banyak sahabat. Dari kegiatan berbagi, saya menemukan kebahagiaan ketika guru-guru lain berhasil menerbitkan buku.

Inilah alasan saya terus mengajak guru Indonesia untuk menulis.

Jangan pernah meremehkan satu tulisan sederhana. Bisa jadi, tulisan itulah yang kelak mengubah masa depan kita.

Untuk seluruh peserta KBMN PGRI Gelombang 35, teruslah belajar. Jangan takut bertanya. Jangan malu memperlihatkan tulisan. Jangan mudah menyerah ketika tulisan kita belum mendapatkan banyak pembaca.

Ingatlah, kita tidak sedang berlomba menjadi penulis paling hebat. Kita sedang belajar menjadi manusia yang mau berbagi ilmu dan pengalaman.

Sebab, guru yang suka menulis akan meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi mendatang.

Menulislah dengan hati, menginspirasi tanpa henti.

Salam Blogger Persahabatan!

Salam Literasi!

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) Guru Blogger Indonesia, Sekjen IGTIK PGRI, dan Founder KBMN PGRI.

Pertanyaan refleksi:

Jika Omjay yang dahulu tidak suka menulis akhirnya bisa menjadi doktor dan meraih berbagai prestasi melalui kebiasaan membaca dan menulis, bagaimana dengan Bapak dan Ibu guru?

Apakah masih ingin menunda menulis, atau mulai menuliskan satu pengalaman berharga malam ini?

Ingat, buku pertama tidak akan pernah terbit jika kita tidak berani menulis halaman pertamanya. ❤️

Pertemuan Omjay Dengan Pak Dedi Dwitagama

### Dari Pertemuan dengan Pak Dedi Dwitagama, Saya Belajar Menulis dan Mengenal Dunia Blog

Kisah perjalanan Omjay Guru Blogger Indonesia dalam menemukan jalan panjang menuju dunia literasi digital.

Ada pertemuan yang awalnya terasa biasa saja, tetapi ternyata menjadi pintu pembuka perjalanan panjang dalam kehidupan. Ada pula seseorang yang kehadirannya mungkin tidak pernah kita duga, tetapi ilmunya terus melekat hingga bertahun-tahun kemudian.

Begitulah kisah perjalanan saya, Wijaya Kusumah, yang lebih dikenal dengan panggilan Omjay, ketika pertama kali mengenal dunia blog.

Semua bermula ketika saya menempuh pendidikan S2 di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Saat itu, saya masih seorang guru yang sedang berusaha meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan. Saya memiliki semangat belajar yang tinggi, tetapi belum mengetahui bahwa suatu hari nanti kegiatan menulis di internet akan menjadi bagian penting dalam kehidupan saya.

Di lingkungan Pascasarjana UNJ itulah saya dipertemukan dengan seorang sosok yang menginspirasi, yaitu Pak Dedi Dwitagama.

Beliau bukan sekadar seorang pendidik. Beliau juga dikenal sebagai praktisi pendidikan, pembicara, fotografer, dan blogger yang aktif berbagi pengalaman melalui dunia digital.

Dari perkenalan tersebut, saya mulai mengenal sesuatu yang saat itu belum terlalu akrab bagi sebagian guru, yaitu blog.

### Pertemuan yang Mengubah Jalan Hidup

Saya masih ingat bagaimana awalnya saya tertarik mempelajari blog. Melihat orang lain bisa menuliskan pengalaman, gagasan, dan pemikirannya di internet membuat saya penasaran.

Saya kemudian belajar membuat blog.

Pak Dedi Dwitagama menjadi salah satu sosok yang memperkenalkan dan menginspirasi saya untuk memanfaatkan blog sebagai media berbagi ilmu pengetahuan.

Saya mulai mengenal bagaimana membuat tulisan, menerbitkannya di internet, dan membagikan pengalaman kepada orang lain.

Dari proses belajar itulah saya kemudian memiliki blog:

\*\*https://wijayalabs.blogspot.com\*\*

Mungkin bagi sebagian orang, membuat blog hanyalah kegiatan sederhana. Tinggal membuat akun, menulis beberapa kalimat, lalu menekan tombol publikasi.

Namun, bagi saya, blog adalah sebuah pintu menuju dunia yang sangat luas.

Saya mulai memahami bahwa seorang guru tidak harus menunggu menjadi penulis terkenal untuk berbagi ilmu. Seorang guru bisa memulai dari pengalaman sehari-hari di kelas, cerita tentang murid, pengalaman mengikuti pelatihan, hingga refleksi sederhana tentang kehidupan.

Saya belajar bahwa tulisan yang baik tidak selalu harus menggunakan bahasa yang rumit. Tulisan yang baik adalah tulisan yang mampu menyampaikan pesan dan memberikan manfaat bagi pembacanya.

### Dari Blog Sederhana Menjadi Guru Blogger Indonesia

Perjalanan saya tidak langsung berjalan mulus.

Ada kalanya saya bingung mencari ide. Ada saatnya saya merasa tulisan saya tidak menarik. Bahkan, terkadang saya sudah menulis panjang lebar, tetapi tidak banyak orang yang membacanya.

Namun, saya tidak ingin berhenti.

Saya terus belajar, membaca tulisan orang lain, mengikuti perkembangan teknologi, dan mencoba menulis setiap hari.

Sejak tahun 2007, blog menjadi salah satu teman perjalanan saya dalam dunia pendidikan dan literasi.

Saya semakin yakin bahwa guru perlu memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan. Jangan sampai pengalaman mengajar selama puluhan tahun hanya tersimpan dalam ingatan, lalu hilang begitu saja ketika kita memasuki masa pensiun.

Melalui blog, pengalaman itu bisa diabadikan.

Seorang guru bisa menulis tentang murid yang menginspirasinya, rekan kerja yang memberikan teladan, kepala sekolah yang bijaksana, hingga pengalaman menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Tulisan-tulisan sederhana itu kelak bisa menjadi sumber inspirasi bagi guru lainnya.

Dari perjalanan panjang itulah saya semakin dikenal sebagai Omjay, Guru Blogger Indonesia.

Saya juga berkesempatan berbagi pengalaman dalam berbagai seminar, pelatihan, workshop, dan komunitas belajar guru.

Saya kemudian ikut mengembangkan Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN PGRI) dan Komunitas Guru Informatika dan Koding (KOGTIK).

Semua itu berawal dari kemauan untuk belajar.

### Menjadi Guru yang Suka Menulis, Bagaimana Caranya?

Pertanyaan ini menjadi tema materi KBMN PGRI Gelombang 35 hari kelima.

Menurut saya, menjadi guru yang suka menulis tidak harus dimulai dengan membeli buku mahal atau mengikuti pelatihan yang rumit.

Mulailah dari hal-hal sederhana.

Pertama, biasakan mengamati kehidupan di sekitar kita. Setiap hari guru memiliki banyak pengalaman yang bisa dijadikan bahan tulisan.

Kedua, catat pengalaman tersebut. Jangan menunggu sampai lupa. Tuliskan ide yang muncul, meskipun hanya beberapa kalimat.

Ketiga, luangkan waktu untuk membaca. Penulis yang baik biasanya juga merupakan pembaca yang baik.

Keempat, jangan takut tulisan kita dikritik. Kritik adalah bagian dari proses belajar. Jangan mudah tersinggung ketika ada orang yang memberikan masukan.

Kelima, manfaatkan teknologi secara bijaksana. Kita boleh menggunakan blog, media sosial, bahkan kecerdasan artifisial untuk membantu proses menulis. Namun, pengalaman, pemikiran, dan suara hati kita tetap harus menjadi ruh tulisan.

Keenam, bergabunglah dengan komunitas menulis. Di sana kita bisa saling menyemangati, belajar dari pengalaman orang lain, dan menemukan sahabat baru.

Yang tidak kalah penting, jangan hanya menulis ketika ada tugas atau lomba. Menulislah karena kita memiliki sesuatu yang ingin dibagikan kepada orang lain.

### Jangan Lupakan Orang yang Pernah Membukakan Jalan

Dalam perjalanan hidup, kita sering bertemu dengan orang-orang hebat.

Ada yang mengajarkan ilmu pengetahuan di ruang kelas. Ada yang memberikan nasihat ketika kita sedang menghadapi kesulitan. Ada pula yang memperkenalkan sesuatu yang akhirnya mengubah arah kehidupan kita.

Bagi saya, pertemuan dengan Pak Dedi Dwitagama di Pascasarjana UNJ merupakan salah satu peristiwa yang patut disyukuri.

Saya tidak ingin melupakan bagaimana awal mula mengenal blog dan belajar memanfaatkannya sebagai media berbagi.

Saya percaya bahwa ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah habis ketika dibagikan.

Justru semakin banyak kita berbagi, semakin banyak pula kesempatan untuk belajar dari orang lain.

Hari ini, ketika saya mengajak guru-guru mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35, saya seperti sedang meneruskan kebaikan yang dahulu pernah saya terima.

Dahulu saya belajar membuat blog dari orang lain. Sekarang saya ingin mengajak semakin banyak guru untuk berani menulis dan menerbitkan karya mereka sendiri.

Saya ingin guru tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi penulis.

Saya ingin pengalaman guru di seluruh Indonesia terdokumentasikan dengan baik. Sebab setiap guru memiliki cerita yang berharga dan setiap cerita memiliki pelajaran kehidupan.

### Menulislah dengan Hati, Menginspirasi Tanpa Henti

Bapak dan Ibu guru yang saya banggakan,

Jangan pernah merasa terlambat untuk mulai menulis.

Tidak ada batas usia untuk belajar. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya. Selama kita masih memiliki kesempatan, selama itu pula kita bisa menghasilkan tulisan yang bermanfaat.

Mungkin hari ini tulisan kita hanya dibaca oleh lima orang. Besok bisa dibaca lima puluh orang. Lusa mungkin dibaca ribuan orang.

Namun, jangan jadikan jumlah pembaca sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Bisa jadi satu tulisan sederhana mampu mengubah cara pandang seseorang. Bisa jadi pengalaman kita memberikan kekuatan kepada guru lain yang sedang menghadapi kesulitan.

Itulah keindahan berbagi melalui tulisan.

Saya selalu percaya bahwa guru yang hebat bukan hanya guru yang pandai mengajar, tetapi juga guru yang mau terus belajar dan berbagi.

Terima kasih, Pak Dedi Dwitagama, atas inspirasi dan pengalaman belajar yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan saya mengenal dunia blog.

Semoga kebaikan yang pernah saya terima dapat terus saya teruskan kepada guru-guru lainnya.

Dari sebuah pertemuan di Pascasarjana UNJ, lahirlah perjalanan panjang seorang guru yang jatuh cinta pada dunia menulis.

Mari kita terus menulis. Jangan biarkan pengalaman berharga kita hilang ditelan waktu.

Menulislah dengan hati, bagikan ilmu dengan ikhlas, dan jadilah guru yang menginspirasi sepanjang hayat.

Salam blogger persahabatan.

Omjay

Guru Blogger Indonesia Sekjen IGTIK PGRI Founder KBMN PGRI

Blog: [https://wijayalabs.blogspot.com](https://wijayalabs.blogspot.com?utm_source=chatgpt.com)

Catatan untuk peserta KBMN PGRI Gelombang 35:

Cobalah menuliskan kisah tentang seseorang yang pernah mengubah perjalanan hidup Bapak dan Ibu. Siapa orangnya? Apa yang diajarkannya? Mengapa pertemuan itu begitu berkesan?

Jangan hanya menceritakan siapa orang tersebut. Ceritakan pula bagaimana kehadirannya membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebab, tulisan yang lahir dari pengalaman dan ketulusan hati sering kali lebih lama tinggal di hati pembaca.

Soal Soal Kelas 8 smp materi memahami struktur data bertumpuk

Berikut saya susun paket evaluasi pembelajaran Informatika berdasarkan tema “Memahami Struktur Data Bertumpuk” untuk siswa SMP.

Soal terdiri atas:

* 50 soal pilihan ganda (A, B, C, D).

* 10 soal esai.

* Kunci jawaban pilihan ganda dan esai dipisahkan di bagian paling bawah agar mudah digunakan sebagai lembar ujian siswa.

### SOAL EVALUASI INFORMATIKA KELAS VIII

### Materi: Memahami Struktur Data Bertumpuk (STACK)

Nama: ....................................................

Kelas: ....................................................

Hari/Tanggal: ..........................................

Petunjuk pengerjaan:

* Bacalah setiap soal dengan teliti.

* Pilihlah satu jawaban yang paling tepat untuk soal pilihan ganda.

* Jawablah soal esai dengan jelas dan menggunakan bahasa sendiri.

* Kerjakan secara mandiri.

### A. Pilihan Ganda (50 Soal)

Pilihlah jawaban A, B, C, atau D yang paling tepat!

### Bagian 1 – Pemahaman Konsep Dasar

1. Apa yang dimaksud dengan struktur data dalam Informatika?

A. Cara mempercepat koneksi internet.

B. Cara menyimpan dan mengatur data agar mudah digunakan.

C. Alat untuk memperbaiki komputer.

D. Program untuk menggambar.

2. Struktur data stack memiliki bentuk seperti ....

A. Antrean kendaraan.

B. Tumpukan buku.

C. Jaringan komputer.

D. Tabel angka.

3. Prinsip utama yang digunakan dalam stack adalah ....

A. FIFO.

B. LIFO.

C. Random Access.

D. First Come, First Served.

4. Kepanjangan LIFO adalah ....

A. Last In, First Out.

B. Last In, Final Output.

C. List In, First Output.

D. Last Input, Final Order.

5. Arti prinsip Last In, First Out adalah ....

A. Data pertama masuk akan keluar pertama.

B. Data terakhir masuk akan keluar pertama.

C. Semua data keluar bersamaan.

D. Data keluar berdasarkan urutan abjad.

6. Bagian paling atas dari sebuah stack disebut ....

A. Bottom.

B. Front.

C. Top.

D. Rear.

7. Bagian paling bawah dalam stack disebut ....

A. Top.

B. Bottom.

C. Front.

D. Rear.

8. Jika data A, B, C, dan D dimasukkan secara berurutan ke dalam stack, data yang berada paling atas adalah ....

A. A.

B. B.

C. C.

D. D.

9. Jika data A, B, C, dan D dikeluarkan dari stack, urutannya adalah ....

A. A, B, C, D.

B. B, C, D, A.

C. D, C, B, A.

D. C, B, A, D.

10. Mengapa stack disebut struktur data bertumpuk?

A. Karena data disimpan secara acak.

B. Karena data disimpan seperti susunan benda yang bertumpuk.

C. Karena data hanya berbentuk angka.

D. Karena data selalu disimpan di internet.

### Bagian 2 – Operasi Dasar Stack

11. Operasi untuk menambahkan data ke dalam stack disebut ....

A. Pop.

B. Push.

C. Peek.

D. Dequeue.

12. Operasi untuk mengambil sekaligus menghapus data paling atas disebut ....

A. Push.

B. Peek.

C. Pop.

D. Enqueue.

13. Operasi yang digunakan untuk melihat data paling atas tanpa menghapusnya adalah ....

A. Push.

B. Pop.

C. Peek.

D. Delete.

14. Fungsi isEmpty digunakan untuk ....

A. Memeriksa apakah stack kosong.

B. Menambahkan data baru.

C. Menghapus semua data.

D. Mengubah data menjadi angka.

15. Fungsi isFull digunakan untuk ....

A. Memeriksa apakah stack sudah penuh.

B. Memeriksa apakah komputer menyala.

C. Menghapus data terakhir.

D. Melihat data paling bawah.

16. Stack berisi data 10 dan 20. Jika dilakukan push(30), isi stack dari bawah ke atas menjadi ....

A. 30, 10, 20.

B. 20, 10, 30.

C. 10, 20, 30.

D. 30, 20, 10.

17. Stack berisi angka 5, 10, dan 15. Jika dilakukan pop(), angka yang keluar adalah ....

A. 5.

B. 10.

C. 15.

D. Semua angka.

18. Stack berisi angka 4, 8, dan 12. Jika dilakukan peek(), hasilnya adalah ....

A. 4.

B. 8.

C. 12.

D. 24.

19. Perbedaan antara pop dan peek adalah ....

A. Pop menambahkan data, peek menghapus data.

B. Pop mengambil dan menghapus data, peek hanya melihat data.

C. Keduanya menambahkan data.

D. Keduanya menghapus seluruh data.

20. Jika stack tidak memiliki elemen, hasil pemeriksaan isEmpty adalah ....

A. True.

B. False.

C. 1.

D. 100.

### Bagian 3 – Penerapan Stack dalam Kehidupan

21. Contoh penerapan stack dalam kehidupan sehari-hari adalah ....

A. Antrean pembelian tiket.

B. Antrean kasir.

C. Tumpukan piring.

D. Antrean kendaraan.

22. Ketika seseorang meletakkan buku di atas tumpukan buku, kegiatan tersebut menyerupai operasi ....

A. Pop.

B. Push.

C. Peek.

D. Dequeue.

23. Ketika mengambil buku yang berada paling atas, kegiatan tersebut menyerupai operasi ....

A. Push.

B. Pop.

C. Enqueue.

D. isFull.

24. Fitur Undo pada aplikasi pengolah kata memiliki konsep yang berkaitan dengan ....

A. FIFO.

B. LIFO.

C. Random.

D. Sorting.

25. Ketika pengguna menekan Ctrl+Z, perubahan yang paling terakhir dilakukan biasanya akan ....

A. Disimpan permanen.

B. Dibatalkan terlebih dahulu.

C. Digandakan.

D. Dicetak.

26. Tombol Back pada browser memiliki penerapan konsep yang berkaitan dengan ....

A. Stack.

B. Printer.

C. Monitor.

D. Keyboard.

27. Dalam pemrograman, call stack digunakan untuk ....

A. Mengatur pemanggilan dan penyelesaian fungsi.

B. Mengatur warna layar.

C. Menghapus sistem operasi.

D. Mempercepat jaringan internet.

28. Mengapa stack cocok digunakan untuk fitur Undo?

A. Karena data pertama selalu dihapus.

B. Karena tindakan terakhir dapat dibatalkan terlebih dahulu.

C. Karena semua data dihapus bersamaan.

D. Karena data diurutkan berdasarkan abjad.

29. Kegiatan menyusun piring kotor secara bertumpuk merupakan contoh sederhana dari ....

A. Queue.

B. Stack.

C. Tree.

D. Graph.

30. Manakah kegiatan yang lebih tepat menggunakan konsep queue daripada stack?

A. Mengambil buku paling atas.

B. Membatalkan perubahan terakhir.

C. Antrean siswa membeli makanan di kantin.

D. Mengambil piring paling atas.

### Bagian 4 – Stack dalam Python

31. Dalam bahasa pemrograman Python, stack sederhana dapat dibuat menggunakan ....

A. List.

B. Monitor.

C. Mouse.

D. Printer.

32. Perintah append() dalam Python digunakan untuk ....

A. Menghapus data terakhir.

B. Menambahkan elemen ke dalam list.

C. Melihat kapasitas RAM.

D. Menghapus seluruh program.

33. Perintah pop() dalam Python digunakan untuk ....

A. Menambahkan data.

B. Menghapus dan mengambil elemen terakhir list.

C. Menghitung jumlah huruf.

D. Menampilkan semua data tanpa perubahan.

34. Perhatikan kode berikut:

```python
stack = []
stack.append("A")
stack.append("B")
stack.append("C")
print(stack)
```

Hasil yang ditampilkan adalah ....

A. \['C', 'B', 'A'\]

B. \['A', 'B', 'C'\]

C. \['A', 'C', 'B'\]

D. \[\]

35. Perhatikan kode berikut:

```python
stack = ["A", "B", "C"]
print(stack[-1])
```

Hasilnya adalah ....

A. A.

B. B.

C. C.

D. -1.

36. Perhatikan kode berikut:

```python
stack = [10, 20, 30]
stack.pop()
print(stack)
```

Hasilnya adalah ....

A. \[10, 20\].

B. \[20, 30\].

C. \[10, 30\].

D. \[30\].

37. Perintah berikut digunakan untuk memeriksa jumlah elemen dalam list:

```python
len(stack)
```

Fungsi perintah tersebut adalah ....

A. Menghapus elemen.

B. Menghitung jumlah elemen.

C. Menambahkan elemen.

D. Mengurutkan elemen.

38. Perhatikan kode berikut:

```python
stack = []
print(len(stack) == 0)
```

Hasilnya adalah ....

A. True.

B. False.

C. 0.

D. Error.

39. Apa yang terjadi jika pop() dijalankan pada list kosong?

A. Elemen baru otomatis ditambahkan.

B. Muncul kesalahan IndexError.

C. Program selalu berhasil.

D. List berubah menjadi penuh.

40. Mengapa sebelum melakukan pop() sebaiknya kita memeriksa apakah stack kosong?

A. Agar tidak terjadi kesalahan saat mengambil data.

B. Agar data berubah menjadi huruf.

C. Agar kapasitas komputer bertambah.

D. Agar semua data menjadi sama.

### Bagian 5 – Analisis dan Pemecahan Masalah

41. Stack overflow terjadi ketika ....

A. Mengambil data dari stack kosong.

B. Menambahkan data pada stack yang sudah penuh.

C. Melihat data paling atas.

D. Menghapus data yang tersedia.

42. Stack underflow terjadi ketika ....

A. Menambahkan data ke stack kosong.

B. Menambahkan data ke stack penuh.

C. Mengambil data dari stack kosong.

D. Menyimpan data baru.

43. Sebuah stack berisi 2, 4, dan 6. Kemudian dilakukan push(8), pop(), dan peek(). Hasil peek adalah ....

A. 2.

B. 4.

C. 6.

D. 8.

44. Sebuah stack kosong menerima operasi berikut:

* Push(1)

* Push(2)

* Push(3)

* Pop()

Data yang tersisa dari bawah ke atas adalah ....

A. 1, 2.

B. 2, 3.

C. 3, 2.

D. 1, 2, 3.

45. Jika angka 1, 2, dan 3 dimasukkan ke dalam stack secara berurutan, angka yang keluar pertama adalah ....

A. 1.

B. 2.

C. 3.

D. Tidak ada.

46. Stack dapat digunakan untuk membalik sebuah kata karena ....

A. Stack menyusun huruf berdasarkan abjad.

B. Stack menggunakan prinsip LIFO.

C. Stack menghapus huruf vokal.

D. Stack hanya menyimpan huruf terakhir.

47. Jika kata KOMPUTER dimasukkan huruf demi huruf ke dalam stack dan seluruhnya dikeluarkan menggunakan pop(), hasilnya adalah ....

A. KOMPUTER.

B. KOMPUTRE.

C. RETUPMOK.

D. KOMPUTERK.

48. Perbedaan utama stack dan queue adalah ....

A. Stack menggunakan LIFO, sedangkan queue menggunakan FIFO.

B. Stack dan queue sama-sama menggunakan FIFO.

C. Stack tidak dapat menyimpan data.

D. Queue hanya dapat menyimpan angka.

49. Seorang programmer ingin menyimpan riwayat aktivitas agar aktivitas terakhir dapat dibatalkan lebih dahulu. Struktur data yang paling sesuai adalah ....

A. Queue.

B. Stack.

C. Graph.

D. Tree.

50. Kesimpulan yang paling tepat mengenai struktur data stack adalah ....

A. Data pertama masuk harus keluar pertama.

B. Data dapat diambil dari semua posisi.

C. Data terakhir masuk akan keluar pertama.

D. Stack hanya dapat digunakan untuk menyimpan angka.

### B. Soal Esai (10 Soal)

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar, jelas, dan lengkap!

1. Jelaskan pengertian struktur data stack dan prinsip kerja LIFO. Berikan satu contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Jelaskan perbedaan antara operasi push, pop, dan peek pada struktur data stack!

3. Sebuah stack kosong menerima operasi berikut:

* Push(A)

* Push(B)

* Push(C)

* Pop()

* Push(D)

* Pop()

Tentukan: a. Data yang keluar pada operasi pop pertama.

b. Data yang keluar pada operasi pop kedua.

c. Isi stack terakhir dari bawah ke atas.

4. Jelaskan perbedaan antara stack dan queue berdasarkan prinsip kerja, proses memasukkan data, dan proses mengeluarkan data!

5. Sebutkan dan jelaskan lima contoh penerapan struktur data stack dalam kehidupan sehari-hari atau penggunaan komputer!

6. Perhatikan kode Python berikut:

```python
stack = []

stack.append(10)
stack.append(20)
stack.append(30)

stack.pop()

print(stack)
```

Jawablah: a. Apa fungsi append()?

b. Apa fungsi pop()?

c. Apa hasil yang ditampilkan?

7. Jelaskan pengertian stack overflow dan stack underflow. Berikan masing-masing satu contoh!

8. Bagaimana cara menggunakan struktur data stack untuk membalik kata INFORMATIKA menjadi AKITAMROFNI? Jelaskan langkah-langkahnya!

9. Mengapa fitur Undo pada Microsoft Word atau aplikasi lainnya dapat dikaitkan dengan konsep stack? Jelaskan menggunakan prinsip LIFO!

10. Buatlah contoh program Python sederhana yang menerapkan stack menggunakan list. Program harus dapat melakukan operasi push untuk memasukkan tiga data dan pop untuk mengeluarkan satu data. Jelaskan hasil program tersebut!

### C. Kunci Jawaban Pilihan Ganda

Khusus untuk guru

| No. | Jawaban | No. | Jawaban |
| --- | ------- | --- | ------- |
| 1   | B       | 26  | A       |
| 2   | B       | 27  | A       |
| 3   | B       | 28  | B       |
| 4   | A       | 29  | B       |
| 5   | B       | 30  | C       |
| 6   | C       | 31  | A       |
| 7   | B       | 32  | B       |
| 8   | D       | 33  | B       |
| 9   | C       | 34  | B       |
| 10  | B       | 35  | C       |
| 11  | B       | 36  | A       |
| 12  | C       | 37  | B       |
| 13  | C       | 38  | A       |
| 14  | A       | 39  | B       |
| 15  | A       | 40  | A       |
| 16  | C       | 41  | B       |
| 17  | C       | 42  | C       |
| 18  | C       | 43  | C       |
| 19  | B       | 44  | A       |
| 20  | A       | 45  | C       |
| 21  | C       | 46  | B       |
| 22  | B       | 47  | C       |
| 23  | B       | 48  | A       |
| 24  | B       | 49  | B       |
| 25  | B       | 50  | C       |

### D. Pedoman Jawaban Esai

1\. Pengertian stack dan LIFO

Stack adalah struktur data yang menyimpan data secara bertumpuk. Stack menggunakan prinsip LIFO (Last In, First Out), yaitu data terakhir yang masuk akan menjadi data pertama yang keluar.

Contoh: tumpukan piring. Piring yang terakhir diletakkan di atas akan diambil terlebih dahulu.

2\. Perbedaan push, pop, dan peek

* Push: menambahkan data ke bagian atas stack.

* Pop: mengambil sekaligus menghapus data paling atas.

* Peek: melihat data paling atas tanpa menghapusnya.

3\. Penelusuran operasi stack

Urutan operasi:

| Operasi | Isi stack (bottom ke top) |
| ------- | ------------------------- |
| Push(A) | A                         |
| Push(B) | A, B                      |
| Push(C) | A, B, C                   |
| Pop()   | A, B                      |
| Push(D) | A, B, D                   |
| Pop()   | A, B                      |

Jawaban:

* a. Pop pertama mengeluarkan C.

* b. Pop kedua mengeluarkan D.

* c. Isi akhir stack adalah A, B.

4\. Perbedaan stack dan queue

| Stack                   | Queue                     |
| ----------------------- | ------------------------- |
| Menggunakan LIFO        | Menggunakan FIFO          |
| Data masuk melalui top  | Data masuk melalui rear   |
| Data keluar melalui top | Data keluar melalui front |
| Contoh tumpukan buku    | Contoh antrean kasir      |

5\. Lima contoh penerapan stack

* Tumpukan buku atau piring.

* Fitur Undo pada aplikasi.

* Fitur Redo pada aplikasi.

* Riwayat halaman pada browser.

* Call stack dalam pemrograman komputer.

6\. Analisis program Python

a. append() digunakan untuk menambahkan data ke dalam list.

b. pop() digunakan untuk mengambil dan menghapus data terakhir.

c. Hasil program:

```python
[10, 20]
```

Angka 30 dihapus karena merupakan data terakhir yang dimasukkan.

7\. Stack overflow dan underflow

* Stack overflow adalah kondisi ketika data ditambahkan ke stack yang sudah penuh.

* Stack underflow adalah kondisi ketika data diambil dari stack yang kosong.

8\. Membalik kata INFORMATIKA

Langkah-langkah:

* Masukkan huruf I, N, F, O, R, M, A, T, I, K, A secara berurutan menggunakan push.

* Huruf A yang terakhir masuk berada di posisi paling atas.

* Keluarkan seluruh huruf menggunakan pop.

* Gabungkan huruf yang keluar.

Hasilnya adalah AKITAMROFNI.

9\. Penerapan stack pada fitur Undo

Fitur Undo menggunakan konsep LIFO karena tindakan yang terakhir dilakukan akan dibatalkan terlebih dahulu.

Misalnya, pengguna mengetik kata, mengubah warna tulisan, kemudian memperbesar ukuran huruf. Ketika tombol Undo ditekan, perubahan ukuran huruf dibatalkan terlebih dahulu, kemudian perubahan sebelumnya.

10\. Contoh program Python

```python
stack = []

# Memasukkan tiga data
stack.append("Buku")
stack.append("Pensil")
stack.append("Penghapus")

print("Isi stack:", stack)

# Mengeluarkan satu data
data = stack.pop()

print("Data yang keluar:", data)
print("Isi stack sekarang:", stack)
```

Hasil program:

```text
Isi stack: ['Buku', 'Pensil', 'Penghapus']
Data yang keluar: Penghapus
Isi stack sekarang: ['Buku', 'Pensil']
```

Penjelasan: Penghapus keluar terlebih dahulu karena merupakan data terakhir yang dimasukkan. Hal ini sesuai dengan prinsip LIFO.

### E. Pedoman Penilaian

| Jenis soal    | Jumlah | Skor per soal | Total |
| ------------- | ------ | ------------- | ----- |
| Pilihan ganda | 50     | 1             | 50    |
| Esai          | 10     | 5             | 50    |
| Total         | 60     |               | 100   |

Kriteria penilaian esai:

* Skor 5: Jawaban benar, lengkap, dan disertai penjelasan.

* Skor 4: Jawaban benar dan cukup lengkap.

* Skor 3: Jawaban benar tetapi kurang lengkap.

* Skor 2: Jawaban sebagian benar.

* Skor 1: Jawaban kurang tepat.

* Skor 0: Tidak menjawab.

Sumber materi: Artikel [Memahami Struktur Data Bertumpuk – Blog Wijayalabs](https://wijayalabs.blogspot.com/2026/11/memahami-struktur-data-bertumpuk.html?utm_source=chatgpt.com).

Soal ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembelajaran Informatika kelas VIII SMP Labschool Jakarta, khususnya materi struktur data Stack.

Pesan Omjay untuk murid-murid:

Belajar Informatika bukan sekadar menghafal istilah dan menulis kode program. Kita harus memahami cara berpikir logis, menyelesaikan masalah, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Teruslah belajar, berlatih, dan jangan takut mencoba!

Salam Blogger Persahabatan.