Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Sabtu, 10 Oktober 2026
materi hari ke 10 kbmn pgri dengan tema sebuah perjalanan
materi hari ke 10 kbmn pgri dengan tema sebuah perjalanan
Kisah Kakek Jay Menyambut Cucu Keduanya
Bahagia Itu Sederhana: Kisah Kakek Jay Menyambut Kehadiran Cucu Kedua
Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)
Ada kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Ada pula rasa haru yang tidak mampu diungkapkan hanya dengan kata-kata. Salah satunya adalah kebahagiaan ketika seorang kakek bertemu dengan cucunya yang baru lahir ke dunia.
Hari itu, Kakek Jay merasakan kebahagiaan yang begitu istimewa. Di Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi, Kakek Jay berdiri di samping tempat tidur mungil seorang bayi yang baru saja hadir sebagai anggota baru keluarga. Bayi kecil itu adalah cucu kedua yang menambah warna kebahagiaan dalam perjalanan hidupnya.
Dengan mengenakan kaus biru bertuliskan Labschool dan topi putih, Kakek Jay tampak tersenyum sambil memandang cucunya. Tangannya menunjuk ke arah sang bayi, seolah ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa kini ada satu lagi anugerah Allah SWT yang harus disayangi, dijaga, dan didoakan.
Pemandangan sederhana itu menyimpan makna yang begitu dalam. Seorang kakek yang dahulu sibuk bekerja, mengajar, menulis, dan menjalani berbagai aktivitas kehidupan, kini berdiri di hadapan seorang bayi mungil yang belum mampu berkata apa-apa. Namun, tanpa sepatah kata pun, kehadiran bayi itu telah menyampaikan pesan tentang cinta, harapan, dan masa depan.
Ketika Menjadi Kakek Adalah Sebuah Anugerah
Menjadi seorang kakek merupakan babak baru dalam kehidupan. Ada perasaan yang berbeda ketika melihat cucu sendiri. Kebahagiaan itu terasa lebih hangat karena kita menyadari bahwa kehidupan terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kakek Jay tentu memiliki perjalanan panjang dalam hidupnya. Ada perjuangan, pengalaman, keberhasilan, kegagalan, dan pelajaran yang telah dilewati. Sebagai seorang guru, saya belajar bahwa kehidupan adalah sekolah yang tidak pernah selesai. Setiap hari selalu ada hal baru yang mengajarkan kita tentang arti kesabaran, ketulusan, dan rasa syukur.
Kini, di hadapan cucu kedua, saya kembali belajar tentang kehidupan dari seorang bayi yang bahkan belum bisa berbicara.
Ia tidak membawa harta benda. Ia tidak membawa jabatan atau gelar. Ia juga tidak membawa janji apa pun. Ia hadir dengan tubuh mungil, wajah polos, dan kehidupan baru yang masih panjang untuk dijalani.
Namun, justru dari kesederhanaan itulah kebahagiaan terasa begitu besar.
Saya memandang cucu yang terbaring nyaman di dalam tempat tidurnya. Ada keinginan dalam hati untuk melihatnya tumbuh sehat, mengenal dunia, belajar berjalan, mulai berbicara, dan kelak menemukan cita-citanya sendiri.
Mungkin suatu hari nanti, ketika ia sudah besar, ia akan membaca kisah ini. Ia akan mengetahui bahwa pada awal kehidupannya, ada seorang kakek yang datang menjenguknya dengan hati penuh cinta.
Semoga tulisan ini menjadi salah satu kenangan indah yang dapat ia baca ketika dewasa nanti.
Cucu Kedua, Hadiah Indah dari Allah SWT
Dalam kehidupan keluarga, kelahiran seorang anak bukan hanya membawa kebahagiaan bagi kedua orang tuanya. Kehadiran seorang bayi juga menyatukan hati keluarga besar dalam rasa syukur dan doa.
Bagi seorang kakek, cucu adalah titipan yang menghadirkan harapan baru. Kita mungkin tidak dapat menentukan seperti apa perjalanan hidupnya kelak, tetapi kita bisa memberikan doa, kasih sayang, teladan, dan dukungan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Kakek Jay berharap cucu keduanya tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, menyayangi orang tua, menghormati sesama, serta menjadi manusia yang berguna bagi agama, keluarga, bangsa, dan negara.
Saya juga berdoa agar kedua orang tuanya diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan dalam membesarkan buah hati mereka. Sebab, membesarkan anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga mendampingi tumbuh kembangnya, mendidik karakternya, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Sebagai seorang guru, saya memahami bahwa pendidikan pertama seorang anak dimulai dari rumah. Anak belajar tentang cinta dari pelukan orang tuanya. Ia belajar tentang kejujuran dari teladan yang dilihatnya. Ia belajar tentang kesabaran dari cara keluarganya menghadapi kesulitan.
Kelak, cucu kedua ini akan tumbuh dan menemukan jalannya sendiri. Tugas keluarga adalah membekalinya dengan cinta dan nilai-nilai kebaikan agar ia memiliki fondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan.
Waktu Terus Berjalan, Kenangan Akan Tetap Tinggal
Ada satu hal yang sering kita lupakan ketika sibuk mengejar berbagai impian: waktu terus berjalan, dan tidak semua momen dapat diulang kembali.
Dahulu, kita pernah menjadi anak-anak yang digendong orang tua. Kemudian tumbuh dewasa, membangun keluarga, bekerja, dan mengejar cita-cita. Tanpa terasa, rambut mulai memutih, anak-anak bertambah dewasa, dan suatu hari kita mendapat kesempatan menjadi seorang kakek.
Rasanya seperti baru kemarin kita menggendong anak sendiri. Kini, anak-anak itu telah membangun keluarga dan menghadirkan generasi berikutnya.
Di sinilah kita belajar bahwa kehidupan bukan hanya tentang apa yang berhasil kita raih, tetapi juga tentang siapa yang berjalan bersama kita dan kenangan apa yang kita tinggalkan.
Kakek Jay ingin menikmati setiap kesempatan bersama keluarga. Tidak harus dengan perjalanan mahal atau perayaan besar. Kadang-kadang, kebahagiaan cukup dengan duduk di samping tempat tidur bayi, memandang wajahnya, tersenyum, lalu mengucapkan doa dalam hati.
Momen seperti itu mungkin terlihat biasa bagi orang lain. Namun, bagi seorang kakek, momen tersebut bisa menjadi kenangan yang akan tersimpan sepanjang hayat.
Foto sederhana bersama cucu kedua di Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi, menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk yang tidak rumit.
Kita hanya perlu berhenti sejenak dari kesibukan, melihat orang-orang yang kita cintai, lalu menyadari betapa berharganya mereka dalam kehidupan kita.
Kelak, Semoga Cucu Kakek Jay Menjadi Penulis Kehidupan yang Baik
Sebagai seorang guru dan penulis yang terbiasa menuangkan pengalaman ke dalam tulisan, saya percaya bahwa setiap peristiwa berharga layak diabadikan.
Itulah sebabnya saya menuliskan kisah sederhana ini. Saya tidak ingin kebahagiaan hari ini hanya tersimpan di dalam galeri telepon genggam. Saya ingin menjadikannya sebuah cerita yang dapat dibaca kembali, direnungkan, dan diwariskan kepada keluarga.
Foto dapat merekam wajah. Tulisan dapat menyimpan perasaan, pikiran, dan makna di balik sebuah peristiwa.
Mungkin ketika cucu kedua ini sudah dewasa, ia tidak akan mengingat bagaimana Kakek Jay datang menjenguknya. Ia mungkin juga tidak akan mengingat tempat tidurnya yang mungil atau pakaian yang dikenakannya pada hari itu.
Namun, melalui tulisan ini, ia dapat mengetahui bahwa sejak awal kehidupannya, ada cinta yang menyambutnya.
Ada seorang kakek yang bersyukur atas kehadirannya.
Ada doa yang dipanjatkan agar langkah-langkah kecilnya kelak menjadi perjalanan panjang menuju kebaikan.
Dan ada harapan agar ia tumbuh menjadi manusia yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Saya ingin mengajarkan kepadanya, ketika waktunya tiba, bahwa kehidupan yang baik bukan hanya tentang seberapa tinggi kita mencapai cita-cita. Kehidupan yang baik juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama.
Bahagia Itu Sederhana
Sore atau pagi hari ketika seorang kakek berdiri di samping cucunya mungkin tidak akan menjadi berita besar. Tidak ada panggung megah, tidak ada tepuk tangan, dan tidak ada penghargaan yang disematkan.
Namun, bagi Kakek Jay, inilah salah satu hadiah terindah dalam kehidupan.
Saya bersyukur masih diberi kesempatan menyaksikan pertumbuhan keluarga, menyambut cucu kedua, dan menyimpan kenangan yang kelak dapat diceritakan kembali.
Kebahagiaan tidak selalu datang ketika kita memperoleh sesuatu yang besar. Terkadang, kebahagiaan justru hadir ketika kita menyadari bahwa orang-orang yang kita cintai masih diberi kesempatan untuk berkumpul, saling menyayangi, dan mendoakan satu sama lain.
Hari ini, Kakek Jay tidak meminta banyak hal. Cukuplah Allah SWT memberikan kesehatan kepada seluruh keluarga, melindungi cucu kedua dalam setiap tahap pertumbuhannya, serta membimbingnya menjadi anak yang saleh atau salehah dan berbakti kepada orang tuanya.
Semoga kelak, ketika rambut Kakek Jay semakin memutih dan langkahnya semakin pelan, cucu-cucu tetap menjadi pengingat bahwa hidup ini penuh dengan anugerah yang patut disyukuri.
Selamat datang di dunia, cucu keduaku tersayang.
Semoga engkau tumbuh sehat, bahagia, dan selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Semoga suatu hari nanti engkau membaca kisah ini dan mengetahui bahwa kehadiranmu telah membuat hati Kakek Jay begitu bahagia.
Sebab, pada akhirnya, warisan terindah seorang kakek bukanlah sekadar harta benda yang ditinggalkan, melainkan cinta, keteladanan, doa, dan kenangan yang terus hidup di dalam hati keluarga.
Bahagia itu sederhana. Hari ini, Kakek Jay tersenyum karena kehadiranmu, cucuku. Dan semoga senyum itu kelak menjadi bagian dari kenangan indah dalam perjalanan hidupmu.
Salam hangat dan salam literasi.
Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Dari Bali untuk Indonesia dan Dunia
pengalaman mengajar paling berkesan
Jumat, 09 Oktober 2026
Materi KBMN PGRI Pertemuan ke-9
Kisah Omjay Mengikuti Kegiatan ICANN di Bali
Dari Ruang Kelas ke Panggung Dunia: Kisah Omjay Mengikuti ICANN87 di Bali
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. — Omjay Guru Blogger Indonesia
Ada banyak jalan yang bisa membawa seorang guru untuk belajar. Ada yang belajar melalui buku, ada yang mengikuti pelatihan di dalam negeri, dan ada pula yang memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan para pegiat teknologi dari berbagai negara. Bagi saya, belajar adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir. Selama masih diberi kesempatan dan kesehatan, saya ingin terus membuka mata, menambah wawasan, serta berbagi pengalaman kepada orang lain.
Pada 17–20 Oktober 2026, saya bersiap mengikuti rangkaian kegiatan ICANN87 di Bali melalui program Contribution Fellowship. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, sekaligus pegiat literasi digital yang telah bertahun-tahun berusaha mengajak guru Indonesia untuk terus belajar, menulis, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bagi sebagian orang, internet mungkin hanya berarti membuka media sosial, mengirim pesan melalui WhatsApp, mencari informasi melalui Google, atau mengikuti pertemuan daring. Namun, di balik kemudahan yang kita rasakan setiap hari, terdapat sistem teknis, standar, kebijakan, dan kerja sama internasional yang memungkinkan internet berfungsi sebagaimana mestinya.
Di sinilah saya melihat pentingnya mengikuti kegiatan ICANN. Saya ingin memahami lebih jauh bagaimana ekosistem internet dunia dikelola, bagaimana berbagai komunitas bekerja sama, dan bagaimana masyarakat dari berbagai negara dapat berpartisipasi dalam pembahasan mengenai masa depan internet.
17 Oktober 2026: Memulai Perjalanan Belajar tentang Internet Dunia
Hari pertama menjadi kesempatan untuk mulai mengenal berbagai komponen penting dalam tata kelola internet. Berdasarkan jadwal Contribution Fellowship, peserta mengikuti sesi pembukaan GAC, kemudian mempelajari IROS dan IANA, kebijakan ICANN, serta berbagai kelompok yang menjadi bagian dari komunitas ICANN.
Nama-nama tersebut mungkin terdengar asing bagi sebagian guru. Namun, bagi seorang guru Informatika, mempelajari hal-hal seperti ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengetahuan melampaui materi yang biasa diajarkan di ruang kelas.
IANA, misalnya, berkaitan dengan koordinasi sejumlah pengenal unik internet, sedangkan kebijakan ICANN berhubungan dengan pengelolaan sistem nama domain dan aspek-aspek lain dalam koordinasi teknis internet. Sementara itu, berbagai kelompok komunitas ICANN menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari pemerintah, pelaku usaha, pengguna internet, hingga komunitas teknis.
Saya ingin belajar bukan sekadar untuk menambah istilah baru, melainkan agar mampu menjelaskan teknologi secara lebih bermakna kepada murid-murid saya.
Saya membayangkan suatu hari nanti seorang murid bertanya, “Pak, mengapa sebuah nama situs web bisa ditemukan dari seluruh dunia?”
Pertanyaan sederhana seperti itu sesungguhnya membuka pintu menuju pembelajaran yang luas. Ada nama domain, DNS, alamat IP, server, protokol, serta sistem koordinasi global yang bekerja di belakang layar. Semakin dalam kita belajar, semakin kita menyadari bahwa teknologi yang terlihat sederhana sering kali dibangun oleh kerja sama banyak orang.
18 Oktober 2026: Mengenal Komunitas yang Menjaga Internet
Pada hari kedua, agenda Contribution Fellowship berfokus pada pengenalan komunitas ICANN, termasuk RSSAC, pengenal unik internet, GAC, CSG/BC, ccNSO, IPC, NCSG, NCUC, dan NPOC.
Dari rangkaian topik tersebut, saya melihat satu pelajaran penting: internet bukan hanya urusan perangkat komputer dan jaringan. Internet juga berkaitan dengan manusia, organisasi, kepentingan masyarakat, keamanan, serta aturan yang disusun melalui proses diskusi dan kolaborasi.
Ada kelompok yang memberikan perhatian pada keamanan dan stabilitas sistem server akar. Ada pula kelompok yang mewakili kepentingan pemerintah, bisnis, pengguna nonkomersial, serta pengelola domain tingkat negara atau wilayah.
Bagi saya, hal ini memberikan pelajaran tentang pentingnya menghargai perbedaan pandangan. Dalam dunia pendidikan, guru juga menghadapi beragam kepentingan dan kebutuhan. Murid memiliki karakter yang berbeda, sekolah memiliki tantangan masing-masing, dan masyarakat mempunyai harapan yang tidak selalu sama.
Namun, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama.
Saya percaya bahwa pendidikan teknologi yang baik bukan hanya mengajarkan murid bagaimana menggunakan perangkat digital, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mengenai tanggung jawab, etika, keamanan, dan peran setiap orang dalam masyarakat digital.
Internet harus menjadi ruang yang bermanfaat bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang menguasai teknologi.
19 Oktober 2026: Belajar, Berkenalan, dan Membangun Jaringan
Tanggal 19 Oktober dijadwalkan sebagai salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan ini. Peserta mengikuti Welcome Ceremony atau upacara penyambutan di Mangupura Hall, Ballroom 1. Pada sore hari, agenda dilanjutkan dengan Host Welcome Reception di Heritage Garden.
Bagi saya, sebuah pertemuan internasional tidak hanya dinilai dari banyaknya materi yang disampaikan oleh narasumber. Ada nilai lain yang tidak kalah penting, yaitu kesempatan untuk bertemu orang-orang baru, mendengarkan pengalaman mereka, dan menemukan kemungkinan kerja sama.
Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat orang-orang yang memiliki perhatian terhadap perkembangan internet dan teknologi digital.
Sebagai guru yang telah mengajar sejak 1994, saya memahami bahwa pengalaman di ruang kelas merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga. Akan tetapi, pengalaman itu perlu terus diperkaya dengan wawasan baru. Dunia berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan murid pun semakin beragam.
Karena itulah seorang guru tidak boleh berhenti belajar.
Saya berharap pertemuan dengan peserta dari berbagai latar belakang dapat memberikan inspirasi baru bagi kegiatan pembelajaran Informatika di sekolah, pengembangan komunitas guru, dan peningkatan literasi digital di Indonesia.
Mungkin sebuah percakapan singkat akan menghasilkan gagasan baru. Mungkin sebuah pertanyaan akan membuka jalan untuk berkolaborasi. Kita tidak pernah tahu peluang apa yang muncul ketika kita bersedia mendengarkan dan belajar dari orang lain.
20 Oktober 2026: Memahami Standar dan Infrastruktur Internet
Memasuki 20 Oktober, jadwal pelatihan mencakup Internationalized Domain Names atau nama domain internasional, IETF, dan Root Server Operations atau operasional server akar.
Materi tersebut menarik bagi saya karena berkaitan erat dengan dasar-dasar teknologi internet yang perlu dipahami secara benar.
Nama domain internasional memungkinkan penggunaan karakter dari berbagai bahasa dan aksara dalam nama domain, sesuai standar teknis yang berlaku. Hal ini penting karena pengguna internet di seluruh dunia memiliki bahasa dan sistem tulisan yang beragam.
Sementara itu, IETF merupakan komunitas terbuka yang mengembangkan standar teknis internet. Operasional server akar juga menjadi bagian penting dari infrastruktur DNS yang membantu proses pencarian nama domain.
Ketika kita membuka sebuah situs web, semuanya terasa begitu mudah. Kita mengetik alamat situs, menekan tombol, lalu halaman muncul di layar. Namun, kemudahan itu ditopang oleh sistem teknis yang dirancang, dikelola, dan dikembangkan melalui kerja sama banyak pihak.
Sebagai guru Informatika, saya ingin membawa pemahaman tersebut ke dalam proses pembelajaran. Murid tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka perlu mengetahui bagaimana teknologi bekerja, apa manfaatnya, apa risikonya, dan bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab.
Apalagi sekarang dunia pendidikan semakin dekat dengan kecerdasan artifisial atau AI. Murid perlu memahami bahwa teknologi bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Di baliknya terdapat pengetahuan manusia, penelitian, standar, infrastruktur, dan keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Saya ingin murid-murid Indonesia tumbuh menjadi generasi yang bukan hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memahami tanggung jawab mereka sebagai warga digital.
Membawa Pulang Ilmu untuk Guru dan Murid Indonesia
Mengikuti ICANN87 melalui program Contribution Fellowship saya pandang sebagai kesempatan untuk memperluas cakrawala. Saya tidak ingin ilmu yang diperoleh hanya berhenti sebagai catatan pribadi atau kenangan perjalanan.
Ilmu harus dibagikan.
Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya berharap pengalaman dan pengetahuan dari kegiatan ini dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Murid dapat diajak memahami bagaimana internet bekerja, mengapa keamanan digital penting, bagaimana nama domain digunakan, serta mengapa kerja sama internasional dibutuhkan dalam perkembangan teknologi.
Sebagai pegiat literasi digital dan penulis blog, saya juga ingin mendokumentasikan perjalanan belajar ini melalui tulisan. Saya percaya bahwa menulis merupakan cara sederhana untuk merawat pengetahuan. Apa yang kita pelajari hari ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain pada masa mendatang.
Saya selalu meyakini bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran. Guru juga harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, memberikan teladan, dan membuka jalan bagi murid-muridnya untuk mengenal dunia yang lebih luas.
Perjalanan dari ruang kelas menuju forum internasional bukanlah alasan untuk merasa lebih hebat daripada orang lain. Justru sebaliknya, semakin banyak kita belajar, semakin kita menyadari betapa luasnya ilmu pengetahuan dan betapa banyak hal yang belum kita pahami.
Di situlah kerendahan hati seorang pembelajar diuji.
Penutup: Guru Harus Terus Belajar agar Murid Terus Bertumbuh
Perjalanan mengikuti ICANN87 di Bali pada 17–20 Oktober 2026 saya harapkan menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan berbagi. Melalui Contribution Fellowship, saya ingin memahami lebih jauh tata kelola internet, mengenal komunitas global, serta menemukan wawasan yang relevan bagi pendidikan Indonesia.
Saya percaya bahwa masa depan pendidikan tidak cukup dibangun dengan perangkat canggih dan jaringan internet yang cepat. Kita juga membutuhkan guru yang terus belajar, murid yang berani bertanya, dan masyarakat yang menggunakan teknologi secara bijaksana.
Teknologi boleh berkembang dengan sangat cepat, tetapi nilai kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan. Kecerdasan artifisial boleh membantu manusia bekerja, tetapi empati, tanggung jawab, dan kebijaksanaan tetap perlu ditumbuhkan melalui pendidikan.
Saya ingin terus belajar, menulis, dan berbagi selama masih diberi kesempatan. Sebab, bagi seorang guru, perjalanan mencari ilmu tidak pernah benar-benar selesai.
Belajar untuk diri sendiri adalah langkah awal. Berbagi ilmu kepada orang lain adalah langkah berikutnya. Namun, mengubah ilmu menjadi manfaat bagi generasi mendatang adalah tujuan yang sesungguhnya.
Salam blogger persahabatan.
Omjay Guru Blogger Indonesia
Blog: https://wijayalabs.com