Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 34
Pertemuan ke-20: Kaidah Pantun
Informasi Kegiatan
Tema: Kaidah Pantun
Program: Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 34
Pertemuan: Ke-20
Hari/Tanggal: Jumat, 5 Juni 2026
Waktu: Pukul 19.00 WIB
Tempat: Daring melalui Grup WhatsApp KBMN
Moderator: Lely Suryani, S.Pd. SD
Narasumber: Miftahul Hadi, S.Pd.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran menulis yang diselenggarakan oleh komunitas KBMN PGRI bekerja sama dengan KSGN (Komunitas Sejuta Guru Ngeblog) dan Melintas.id. Pertemuan ke-20 mengangkat tema yang sangat menarik dan dekat dengan budaya bangsa Indonesia, yaitu Kaidah Pantun.
Mengapa Belajar Pantun Penting?
Pantun merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu. Pantun bukan sekadar rangkaian kata berima, tetapi mengandung nilai pendidikan, moral, nasihat, humor, bahkan kritik sosial yang disampaikan secara santun.
Di era digital saat ini, kemampuan membuat pantun menjadi semakin menarik karena:
- Melatih kreativitas berbahasa.
- Mengasah kemampuan memilih kata.
- Meningkatkan keterampilan menulis.
- Melestarikan budaya bangsa.
- Menjadi media komunikasi yang menyenangkan.
- Membantu guru membuat pembelajaran lebih menarik.
Tidak heran jika pantun kini sering digunakan dalam pidato, presentasi, pembelajaran, media sosial, hingga acara resmi pemerintahan.
Materi yang Akan Dipelajari
Peserta KBMN akan diajak memahami berbagai aspek penting dalam penulisan pantun, antara lain:
1. Pengertian Pantun
Pantun adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris dalam satu bait dengan pola rima tertentu dan memiliki sampiran serta isi.
2. Struktur Pantun
Pantun memiliki dua bagian utama:
Sampiran
- Baris pertama dan kedua.
- Berfungsi sebagai pengantar.
Isi
- Baris ketiga dan keempat.
- Berisi pesan utama.
Contoh:
Pergi ke pasar membeli ikan,
Ikan dibeli bersama ketan.
Rajin belajar sepanjang zaman,
Agar sukses di masa depan.
Dua baris pertama adalah sampiran, sedangkan dua baris terakhir adalah isi.
3. Ciri-Ciri Pantun
- Terdiri dari empat baris.
- Setiap baris 8–12 suku kata.
- Bersajak a-b-a-b.
- Memiliki sampiran dan isi.
- Mengandung pesan tertentu.
4. Jenis-Jenis Pantun
- Pantun Nasihat
- Pantun Pendidikan
- Pantun Agama
- Pantun Jenaka
- Pantun Cinta
- Pantun Persahabatan
- Pantun Anak-anak
5. Teknik Membuat Pantun
Peserta akan belajar:
- Menentukan tema.
- Menulis isi terlebih dahulu.
- Membuat sampiran yang sesuai.
- Menyesuaikan rima.
- Memastikan jumlah suku kata seimbang.
Mengenal Narasumber
Miftahul Hadi
Beliau dikenal sebagai pendidik yang aktif dalam dunia literasi dan kepenulisan. Pengalamannya dalam mengembangkan budaya menulis menjadi modal penting untuk membimbing peserta memahami teknik menulis pantun yang baik dan benar.
Melalui materi ini peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung membuat pantun yang menarik dan bermakna.
Peran Moderator
Lely Suryani
Sebagai moderator, beliau akan memandu jalannya diskusi sehingga kegiatan berlangsung interaktif, tertib, dan menyenangkan. Peserta dapat bertanya langsung seputar kesulitan membuat pantun maupun penerapannya dalam pembelajaran.
Manfaat bagi Guru dan Penulis
Bagi guru, materi pantun sangat bermanfaat untuk:
- Membuat pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kreatif.
- Mengembangkan literasi siswa.
- Menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.
- Menjadi media pembelajaran karakter.
- Mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Bagi penulis, pantun melatih kepekaan bahasa, ketelitian memilih diksi, serta kemampuan menyampaikan pesan secara singkat namun berkesan.
Pesan untuk Peserta KBMN
KBMN bukan sekadar tempat belajar menulis, tetapi wadah bertumbuh bagi para guru, penulis, dan pegiat literasi dari seluruh Indonesia. Setiap pertemuan menghadirkan ilmu baru yang dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana sering disampaikan oleh Omjay, Guru Blogger Indonesia:
"Menulis adalah keterampilan yang akan semakin tajam jika terus diasah. Pantun mengajarkan kita memilih kata dengan cermat, menyusun pesan dengan indah, dan menyampaikan makna dengan cara yang menyenangkan."
Maka jangan lewatkan pertemuan ke-20 KBMN PGRI Gelombang 34 ini. Mari belajar bersama, melestarikan budaya bangsa, dan mengembangkan kemampuan menulis melalui seni berpantun.
Pantun Penutup
Jalan-jalan ke Kota Blitar,
Jangan lupa membeli ketan.
Mari belajar menulis pintar,
Dengan pantun yang penuh pesan.
Salam literasi.
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia