Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com
Tampilkan postingan dengan label buku ptk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku ptk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juli 2010

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN12 Jakarta

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Kebon Bawang Jak-Ut

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Hari ini, Sabtu 24 Juli 2010 saya diundang oleh panitia pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru di SMKN 12 Kebon Bawang Jakarta Utara untuk menyampaikan materi meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK.

Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama dua sekolah yaitu SMKN 12 dan SMKN 36 Jakarta Utara. Kepala sekolah kedua sekolah itu (bapak Dedi dan pak harry) bersepakat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan PTK untuk para guru SMK dan semoga bisa ditiru oleh sekolah lainnya yang ada di DKI Jakarta.

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan  saya, apa beda skripsi dan PTK

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan saya, apa beda skripsi dan PTK

Terus terang masih sedikit sekali sekolah yang benar-benar fokus untuk mengupas tuntas masalah PTK. Padahal dalam kegiatan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, PTK sangat dipentingkan sekali pelaksanaannya.

Dalam materinya pak Dedi Dwitagama mengatakan bahwa menulis karya tulis ilmiah sudah diwajibkan bagi para guru mulai dari golongan pangkat IIIA.

Oleh karena itu, PTK menjadi salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh guru agar bisa naik pangkat dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah.

Sudah ada peraturan pemerintah no. 16 tahun 2009 yang terbaru dan harus diikuti oleh para guru agar mampu untuk meneliti di kelasnya sendiri.

Dalam presentasi itu, pak dedi juga mengatakan bahwa perlu adanya diskusi ilmiah atau seminar hasil penelitian di setiap sekolah minimal satu semester sekali agar hasil penelitian guru terpublikasikan dengan baik.

Pak Dedi Sedang Mempersiapkan Slide Presentasinya

Pak Dedi Sedang Mempersiapkan Slide Presentasinya

Sedangkan saya sendiri lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK di dalam menyampaikan materinya.

Bagi saya PTK adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, sebab dari melaksanakan PTK itulah saya dapat melakukan instrospeksi diri untuk terus menerus memperbaki kualitas pembelajaran saya di sekolah. bagi teman-teman guru yang ingin mendapatkan materi slide presentasi dari saya dan pak dedi, dapat mengirimkan email ke wijayalabs@gmail.com.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Selasa, 29 Juni 2010

Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika, Cinere Depok

Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika

Bersama guru sekolah Dian Didaktika

Bersama guru sekolah Dian Didaktika

Menjadi guru itu pekerjaan mulia. Bahkan sangat mulia. Namun sayangnya, tak banyak guru yang benar-benar memahaminya dengan baik. Banyak guru yang tak menjadi pendidik. Mereka hanya menjadi pengajar saja.

Dari pagi sampai sore, pekerjaannya hanya mengajar saja. Melupakan hal penting yang disebut mendidik. Tak menemukan potensi unik yang dimiliki para peserta didiknya. Jadilah guru tersebut seorang pengajar yang tak mendidik. Senyumnya serasa mahal. Sangat mahal, apalagi bila tanggung bulan seperti sekarang ini.

Bila para peserta didik mendapatkan guru seperti itu, jelas sangat kasihan sekali. Suasana pembelajaran terasa jauh dari menyenangkan. Padahal, pembelajaran yang baik adalah ketika siswa merasakan sebuah kenyamanan. Kenyaman belajar di ruang kelasnya sendiri. Bagaimana mungkin para peserta didik itu merasa nyaman? Senyum sang guru pun sangat sulit untuk didapatkan.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Dalam pembelajaran itu hanya menganut dua pasal. Pasal satu, guru tidak pernah bersalah. Pasal dua, bila guru bersalah lihatlah pasal satu. Para peserta didik pun serasa terpenjara. Semua dilaksanakan atas dasar keterpaksaan bukan kesukarelaan. Demokrasi tak berjalan di kelas itu. Kalau sudah begitu, hasil yang didapatpun pastilah hanya sekelebatan. Masuk di otak siswa sesaat, kemudian menghilang kembali entah kemana.

Ketika para guru tersenyum puas. Dengan wajah ikhlas tanpa memelas. Tak pernah mau mengharap balas. Sebab Tuhan Yang Maha Pemberi pasti akan memberinya balas. Para peserta didikpun puas, karena didapatnya guruku tersenyum puas. Prestasi siswapun mengalir deras.

Pembelajaran itu harus menyenangkan. Guru dan siswa sama-sama belajar. Mereka saling berinteraksi. Berbagi dan saling memberi. Ketika itu dimulai dari senyuman, maka akan dibalas dengan senyuman. Ketika pembelajaran dilakukan tanpa senyuman, maka jangan harapkan ada senyum tulus dari peserta didikmu.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika para guru tersenyum puas, akan terlihat suksesnya sebuah pembelajaran. Semua itu dimulainya dengan terus meneliti. Mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Melakukan refleksi diri dari pembelajarannya selama ini. Mau dikritik oleh para peserta didiknya. Guru mendapatkan masukan yang sangat berharga. Mengevalusi apa yang telah diberikan, dan terus meningkatkan kinerjanya sebagai guru.

Bila anda seorang guru, dan telah melakukan hal seperti itu, maka bergabunglah bersama kami. Guru yang selalu memberikan senyum untuk para peserta didiknya. tidak hanya mampu mengajar, tetapi mampu mendidik. Tidak hanya mampu menstranfer ilmu, tetapi juga mampu melucu. Itulah beberapa yang saya sampaikan dalam pelatihan PTK di sekolah Dian Didaktika.

Ketika para guru tersenyum puas, maka damailah semua kelas. Prestasi siswapun akan terus teratas, karena para guru memulainya dengan tersenyum puas. Sudahkah anda tersenyum hari ini?

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com