Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 03 Agustus 2026

Pengantar Buku Dari Pak M Yusro Sekretaris BKPDM KemdikDasmen



Salam Blogger Persahabatan Omjay http://wijayalabs.com Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

PENGANTAR/TESTIMONI

Buku “Belajar dari Negeri Tirai Bambu, Membawa Inspirasi untuk Indonesia”

Membaca buku Belajar dari Negeri Tirai Bambu, Membawa Inspirasi untuk Indonesia karya Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Om Jay) ini rasanya seperti duduk bersama seorang sahabat yang baru pulang dari perjalanan jauh, lalu dengan mata berbinar bercerita apa saja yang ia lihat dan rasakan di sana. Selama 21 hari mengikuti program pendidikan di China University of Mining and Technology, Xuzhou, Om Jay tidak sekadar mencatat seperti seorang turis, melainkan menyerapnya sebagai seorang guru, yakni bagaimana rasanya berada di tengah bangsa yang menjadikan belajar, riset, dan inovasi sebagai napas keseharian mereka. Dari situlah lahir refleksi yang jujur dan hangat tentang bagaimana sebuah negara membangun kualitas manusianya lewat budaya belajar yang tak pernah putus.

Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya ikut senang membaca buku ini karena menemukan begitu banyak hal yang terasa dekat dengan apa yang sedang kita perjuangkan bersama: pembelajaran berbasis proyek, integrasi STEAM, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan secara bermakna, budaya literasi dan riset sejak dini, hingga peran guru sebagai fasilitator belajar sepanjang hayat. Semua itu ternyata selaras betul dengan semangat Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang tengah kita perkuat di mana murid didorong menjadi pembelajar aktif, dan guru menjadi penggerak perubahan. Lewat kisah OmJay, kita diingatkan bahwa gagasan kebijakan yang baik tidak selalu lahir dari ruang rapat, tetapi bisa juga tumbuh dari kepekaan seorang guru yang jeli mengamati praktik baik di negeri orang. Semangat itu mengingatkan saya pada falsafah Ki Hajar Dewantara berikut ini.

“Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan dan itulah persis sosok yang ditunjukkan OmJay sepanjang bukunya, yakni seorang guru yang terus bergerak, terus belajar, dan tak segan berbagi apa yang ia dapat kepada sesama pendidik di tanah air.

Yang paling menyentuh dari buku ini adalah kerendahan hatinya. OmJay menegaskan, belajar dari bangsa lain bukan berarti kita kehilangan jati diri, justru sebaliknya, itu memperkaya cara pandang kita untuk memajukan pendidikan bangsa sendiri. Semangat inilah yang juga digaungkan Confucius, tokoh besar dari negeri yang disinggahi OmJay, lewat kata-katanya yang sederhana namun dalam.

“Belajar tanpa berpikir adalah sia-sia; berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.” 

Semoga buku ini menjadi bacaan yang menyenangkan sekaligus menggugah, bagi para murid, guru, kepala sekolah, mahasiswa, dosen, orang tua, dan siapa saja yang peduli pada dunia Pendidikan bahwa belajar itu tidak mengenal batas usia maupun geografis, dan investasi terbaik bagi masa depan bangsa tetap ada pada pendidikan, serta pada para guru/dosen yang tak pernah berhenti belajar dan memberikan cahaya ilmunya. Selamat membaca.

Jakarta, 3 Agustus 2026

Sekretaris Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah,
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Muhammad Yusro




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.