Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com
Tampilkan postingan dengan label puslijaknov. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puslijaknov. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Senang Meneliti Membawa Saya ke Simposium Hasil Penelitian Nasional

Rasanya seperti bermimpi berada di hotel Bidakara selama tiga hari lamanya. Sebab, beberapa waktu yang lalu anak pertama saya Intan pernah berkata, "ayah pasti akan bisa menginap di hotel ini", ketika kami menghadiri resepsi pernikahan teman mengajar di Bidakara beberapa waktu lalu. Kini impian itu menjadi nyata. Saya telah berada di hotel ini dari tanggal 3 s.d. 5 Agustus 2010 dalam rangka menghadiri Simposium hasil penelitian dan Inovasi Pendidikan tahun 2010 di Jakarta.

Bagi saya secara pribadi, pertemuan ilmiah ini adalah pertemuan para peneliti yang makalahnya telah dinyatakan lolos untuk dipresentasikan dalam kegiatan simposium hasil penelitian dan inovasi pendidikan 2010. Tentu merupakan sebuah kebanggaan bagi saya, guru yang suka meneliti. Sebab hasil kerja keras dalam meneliti selama ini telah membuahkan hasil, dan hasil penelitian itu terbaca oleh orang banyak, dan telah dibukukan hasilnya dalam kumpulan presentasi makalah hasil penelitian.

Ketika surat panggilan itu datang ke sekolah, saya gembira sekali menerimanya. Apalagi setelah mendapatkan tanda tangan dari kepala sekolah, dan mendapatkan surat tugas untuk mengikuti simposium hasil penelitian ini.

Dari berbagai materi yang disampaikan oleh para pemakalah kunci, saya tertarik sekali dengan pemaparan dari bapak Sumantri Hadi Suseno. Beliau memaparkan akan pentingnya sebuah dokumen hasil penelitian yang terintegarasi secara nasional. Presentasi beliau yang berjudul National Education Research Library menjadi agenda besar yang harus dikerjakan oleh pusat penelitian dan pengembangan kemendiknas. Sebab kemendiknas yang merupakan lembaga pemerintah, sampai saat ini belum membuat system yang terdokumentasi dalam menyimpan hasil-hasil penelitian. Untuk mewujudkan itu harus ada kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan masyarakat.

Hasil penelitian dan pengembangan pendidikan yang berkualitas menjadi suatu keharusan, mengingat hasil penelitian dan pengembangan akan dimanfaatkan oleh stakeholders dalam merumuskan kebijakan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Prof. Mansyur Ramly, kepala badan penelitian dan pengembangan, kemendiknas dalam makalahnya.

Selama tiga hari di hotel bidakara, banyak hal yang sebenarnya ingin saya sharingkan. Namun karena kesibukan yang padat, maka saya publish saja foto-foto kegiatan ilmiah ini untuk mendukung laporan saya di sini.

Semoga bermanfaat buat pembaca yang ingin ikut tahun depan. Semoga kita bisa bertemu juga.


Salam

Omjay

http://wijayalabs.com/



Rabu, 04 Agustus 2010

facebook Masil Menjadi Idola Pengguna Internet

Selasa, 3 Agustus 2010, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. dr. Fasli Djalal membuka kegiatan simposium nasional hasil penelitian dan inovasi pendidikan 2010 di ruang Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Balitbang Kemendiknas.

Dalam sambutannya, pak Fasli mengatakan bahwa para peneliti hendaknya fokus untuk memberikan masukan kepada kemendiknas dalam penelitian kebijakan. Beliaupun memberikan data tentang hasil penelitian kebijakan di 12 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa belum meratanya penyebaran guru dan kurangnya pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

Setelah memberikan sambutan, Wakil mendiknas ini langsung melayani para wartawan dalam press conference tentang hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan kemendiknas, termasuk sertifikasi guru yang banyak menarik perhatian itu.

Setelah sambutan pak Fasli, dimulailah kegiatan pemaparan materi kunci yang disampaikan oleh bapak Sumantri Hadi Suseno, S.Pd, M.Kom dengan judul makalah National Education Research Library (collaboration Through Research).

Makalah yang disampaikan oleh pak Sumantri ini sangat menarik, dimana diperlukan sebuah media informasi penelitian untuk mengukur kapasitas kemampuan riset sebagai media berbagi informasi untuk para peneliti untuk saling berkolaborasi dan menghindari duplikasi. Oleh karena itu diperlukan sebuah media informasi bagi pemerintah untuk dapat mempelajari database riset untuk melihat nilai potensi dan nilai strategis bagi Negara. Sehingga dapat digunakan sebagai referensi ilmiah dalam pengambilan keputusan.

Menurut pak Sumantri, riset, thesis, dan disertasi yang terdokumentasikan secara terstruktur dalam sebuah database adalah merupakan asset Negara yang memiliki efek signifikan pada posisi/strata sebuah Negara pada segmentasi keilmuan.

Dalam pemaparan makalahnya, pak Sumantri mengatakan bahwa facebook masih menjadi idola para pengguna internet di Indonesia yang berjumlah lebih dari 30 juta. Oleh karena itu, mau atau tidak mau para peneliti harus bisa memanfaatkan facebook sebagai media sosial dalam berinteraksi dan bertukar informasi antar sesama peneliti.

Data http://www.alexa.com/topsites/countries/ID, 10 website yang sering dibuka oleh para pengguna internet di Indonesia menunjukkan bahwa traffic penggunaan internet masih didominasi oleh:

  1. Facebook.com
  2. Google.co.id
  3. Google.com
  4. Yahoo.com
  5. Blogger.com
  6. Kaskus.us
  7. Youtube.com
  8. Wordpress.com
  9. Detik.com
  10. Twitter.com

Dari data itu, dapatlah diketahui bahwa facebook untuk saat ini masih menjadi idola para pengguna internet di tanah air.

Sebagai Negara dengan 5 besar pengguna internet di Asia, seharusnya pemerintah telah memiliki nasional education research Library sehingga hasil penelitian yang telah dilakukan terdokumentasikan dengan baik dan mengurangi budaya plagiarisme.

Demikianlah laporan singkat dari Hotel Bidakara, semoga bermanfaat.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com