Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Sabtu, 27 November 2010
Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SDIT Yapidh, Jatiasih, Bekasi
Minggu, 25 Juli 2010
Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN12 Jakarta
Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Kebon Bawang Jak-Ut
Hari ini, Sabtu 24 Juli 2010 saya diundang oleh panitia pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru di SMKN 12 Kebon Bawang Jakarta Utara untuk menyampaikan materi meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK.
Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama dua sekolah yaitu SMKN 12 dan SMKN 36 Jakarta Utara. Kepala sekolah kedua sekolah itu (bapak Dedi dan pak harry) bersepakat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan PTK untuk para guru SMK dan semoga bisa ditiru oleh sekolah lainnya yang ada di DKI Jakarta.
Terus terang masih sedikit sekali sekolah yang benar-benar fokus untuk mengupas tuntas masalah PTK. Padahal dalam kegiatan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, PTK sangat dipentingkan sekali pelaksanaannya.
Dalam materinya pak Dedi Dwitagama mengatakan bahwa menulis karya tulis ilmiah sudah diwajibkan bagi para guru mulai dari golongan pangkat IIIA.
Oleh karena itu, PTK menjadi salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh guru agar bisa naik pangkat dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah.
Sudah ada peraturan pemerintah no. 16 tahun 2009 yang terbaru dan harus diikuti oleh para guru agar mampu untuk meneliti di kelasnya sendiri.
Dalam presentasi itu, pak dedi juga mengatakan bahwa perlu adanya diskusi ilmiah atau seminar hasil penelitian di setiap sekolah minimal satu semester sekali agar hasil penelitian guru terpublikasikan dengan baik.
Sedangkan saya sendiri lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK di dalam menyampaikan materinya.
Bagi saya PTK adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, sebab dari melaksanakan PTK itulah saya dapat melakukan instrospeksi diri untuk terus menerus memperbaki kualitas pembelajaran saya di sekolah. bagi teman-teman guru yang ingin mendapatkan materi slide presentasi dari saya dan pak dedi, dapat mengirimkan email ke wijayalabs@gmail.com.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Selasa, 29 Juni 2010
Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika, Cinere Depok
Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika
Menjadi guru itu pekerjaan mulia. Bahkan sangat mulia. Namun sayangnya, tak banyak guru yang benar-benar memahaminya dengan baik. Banyak guru yang tak menjadi pendidik. Mereka hanya menjadi pengajar saja.
Dari pagi sampai sore, pekerjaannya hanya mengajar saja. Melupakan hal penting yang disebut mendidik. Tak menemukan potensi unik yang dimiliki para peserta didiknya. Jadilah guru tersebut seorang pengajar yang tak mendidik. Senyumnya serasa mahal. Sangat mahal, apalagi bila tanggung bulan seperti sekarang ini.
Bila para peserta didik mendapatkan guru seperti itu, jelas sangat kasihan sekali. Suasana pembelajaran terasa jauh dari menyenangkan. Padahal, pembelajaran yang baik adalah ketika siswa merasakan sebuah kenyamanan. Kenyaman belajar di ruang kelasnya sendiri. Bagaimana mungkin para peserta didik itu merasa nyaman? Senyum sang guru pun sangat sulit untuk didapatkan.
Dalam pembelajaran itu hanya menganut dua pasal. Pasal satu, guru tidak pernah bersalah. Pasal dua, bila guru bersalah lihatlah pasal satu. Para peserta didik pun serasa terpenjara. Semua dilaksanakan atas dasar keterpaksaan bukan kesukarelaan. Demokrasi tak berjalan di kelas itu. Kalau sudah begitu, hasil yang didapatpun pastilah hanya sekelebatan. Masuk di otak siswa sesaat, kemudian menghilang kembali entah kemana.
Ketika para guru tersenyum puas. Dengan wajah ikhlas tanpa memelas. Tak pernah mau mengharap balas. Sebab Tuhan Yang Maha Pemberi pasti akan memberinya balas. Para peserta didikpun puas, karena didapatnya guruku tersenyum puas. Prestasi siswapun mengalir deras.
Pembelajaran itu harus menyenangkan. Guru dan siswa sama-sama belajar. Mereka saling berinteraksi. Berbagi dan saling memberi. Ketika itu dimulai dari senyuman, maka akan dibalas dengan senyuman. Ketika pembelajaran dilakukan tanpa senyuman, maka jangan harapkan ada senyum tulus dari peserta didikmu.
Ketika para guru tersenyum puas, akan terlihat suksesnya sebuah pembelajaran. Semua itu dimulainya dengan terus meneliti. Mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Melakukan refleksi diri dari pembelajarannya selama ini. Mau dikritik oleh para peserta didiknya. Guru mendapatkan masukan yang sangat berharga. Mengevalusi apa yang telah diberikan, dan terus meningkatkan kinerjanya sebagai guru.
Bila anda seorang guru, dan telah melakukan hal seperti itu, maka bergabunglah bersama kami. Guru yang selalu memberikan senyum untuk para peserta didiknya. tidak hanya mampu mengajar, tetapi mampu mendidik. Tidak hanya mampu menstranfer ilmu, tetapi juga mampu melucu. Itulah beberapa yang saya sampaikan dalam pelatihan PTK di sekolah Dian Didaktika.
Ketika para guru tersenyum puas, maka damailah semua kelas. Prestasi siswapun akan terus teratas, karena para guru memulainya dengan tersenyum puas. Sudahkah anda tersenyum hari ini?
salam Blogger Persahabatan
Omjay
Sabtu, 24 Oktober 2009
Belajar dan berbagi Ilmu PTK di Al Bayan islamic school tangerang
- Foto Bersama dengan Peserta PTK Putri di Al Bayan
Sabtu, 24 Oktober 2009 saya diminta oleh Kepala Divisi Pengembangan Mutu Sekolah Al Bayan Islamic School, ibu Diah Alfaningtias, S.Pd untuk memberikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada 50 orang guru di sekolah Al Bayan islamic school. Senang sekali bisa berbagi dengan teman-teman guru di sekolah ini. Selain mereka masih muda-muda, mereka pun memiliki minat yang tinggi untuk meneliti. Hal ini terlihat setelah saya selesai memberikan materi, banyak sekali di antara mereka yang telah memiliki judul PTK yang sangat menarik dan bermanfaat untuk memperbaiki kinerja mereka sebagai guru. Mereka nampak bersemangat membuat proposal PTKnya.
- Foto Bersama dengan Peserta PTK Putra di Al Bayan
Sekolah Al-Bayan yang baru berdiri sekitar 5 tahunan ini terdiri dari sekolah Kelompok Bermain (KB), Taman kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT). Sekolah yang terletak di Jl. Basoka Raya No. 96 Komp. Mesjid At-Tawwab, Larangan Kota Tangerang Banten dengan telp. 021. 7333182 ini, memiliki budaya sekolah yang unggul dan unik.
Terus terang saya merasa nyaman di dalamnya. Selain fasilitas pembelajaran yang lengkap, sekolah ini juga telah memenuhi 8 standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya tidak salah bila banyak masyarakat sekitar yang menyekolahkan anaknya di sekolah ini. Mereka sangat percaya dengan keunggulan yang diberikan Al Bayan Islamic school dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap anak didiknya. Wajar saja, bila para orang tua murid berani mengeluarkan 'kocek' yang tidak sedikit jumlahnya, karena sekolah ini terakreditasi dengan baik.
- Peserta PTK Putra di Al Bayan sedang Menyimak Materi PTK
Mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam belajar dan berbagi ilmu PTK di sekolah ini membuat saya terpacu untuk membuat sekolah sendiri kelak. Berusaha mandiri dalam melayani kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. Membangun sekolah unggul dan berkualitas yang keberadaannya sangat dinantikan.
- Peserta PTK Putra di Al Bayan sedang Menyimak Materi PTK
Dalam memberikan materi pelatihan PTK di sekolah ini saya sungguh senang. Sebab respon peserta pelatihan yang terdiri dari guru KB-TK, dan SD ini sangat luar biasa. Mereka rata-rata memiliki motivasi yang tinggi dalam meneliti. Bahkan ada guru di sini yang telah menjadi guru berprestasi di tingkat nasional, dan juga menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran (LKGDP) 2008 yang baru lalu. Karya tulis ilmiah mereka sangat menarik, dan mereka mampu melakukan inovasi baru dalam menemukan metode dan model-model pembelajaran di KB-TK, dan SD.
- Peserta PTK di Al Bayan Sangat Serius Menyimak Materi PTK
Belajar dan berbagi ilmu PTK di Al Bayan islamic school membuat saya serasa mendapat studi banding gratis yang nantinya bisa saya terapkan di sekolah tempat saya mengabdikan diri. Al Bayan mampu untuk terus menerus memperbaiki kualitas pembelajarannya, dan semua itu telah menjadi program divisi pengembangan Mutu Sekolah Al Bayan islamic school.
- Omjay Memberikan tanda tangan pada Buku PTK
Hari ini, saya mendapatkan pengalaman baru yang saya sharingkan dengan teman-teman dunia maya dalam blog ini. Ternyata kolaborasi dan saling membantu diantara sesama guru dapat melahirkan sebuah karya tulis ilmiah yang sangat bermanfaat untuk sekolah, guru, dan murid. Bila itu telah terdengar oleh masyarakat, maka PTK yang dilakukan akan bermanfaat juga untuk masyarakat sekitarnya. Hal ini telah terbukti, sekolah Al bayan yang baru sekitar 5 tahunan berdiri telah mampu membangun pencitraan yang baik di mata masyarakat. Mereka mampu mempertahankannya dengan terus menerus melakukan perbaikan kualitas pembelajaran melalui PTK.
PTK adalah salah satu solusi untuk meningkatkan mutu pendidik agar tidak mengecewakan di mata masyarakat. Guru sekarang harus mampu meneliti, apalagi sertifikasi guru mempersyaratkan itu agar menjadi guru profesional.
Semoga PTK yang dilakukan oleh teman-teman guru dapat membuat teman-teman guru meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Selalu tidak puas dengan pelayanan yang diberikan, dan melakukan instropeksi diri dalam proses pembelajarannya melalui PTK di sekolah.
Ingatlah! dengan melakukan PTK, guru dapat meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah. Semua itu dimulai dari perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi diri dalam beberapa siklus yang dirasakan sendiri oleh guru yang bersangkutan.Bila guru berhasil melaksanakan dan melaporkan PTK, maka mutu pembelajaran akan meningkat.
Ketika mutu pembelajaran di sekolah meningkat, maka akan banyak prestasi yang dihasilkan dan dicapai oleh para peserta didik. Ketika prestasi peserta didik meningkat, maka sekolah tersebut akan menjadi sekolah favorit dan unggul di masyarakat, seperti sekolah Al Bayan Islamic School ini.
Salam Blogger Persahabatan
Kamis, 20 Agustus 2009
Langkah Sukses Membuat Karya Tulis Ilmiah

Akhir-akhir ini kita dibuat terperanjat oleh berita di koran Kompas, 27 Maret 2009 yang menuliskan bahwa banyak guru PNS yang sulit sekali untuk naik pangkat. Jumlahnya sangat fantastis atau bisa dikatakan cukup banyak. Para guru PNS di tingkat DIKDASMEN sulit mencapai pangkat di atas IV/A karena kemampuan mereka membuat karya Tulis Ilmiah (KTI) masih lemah padahal membuat KTI menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat. Dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) 2005, sekitar 1,4 juta guru berstatus PNS. Umumnya berada di pangkat III/A sampai III/D yang jumlahnya mencapai 996.926 guru. Adapun di golongan IV ada 336.601 guru, dengan rincian golongan IV/A sebanyak 334.184 guru, golongan IV/B berjumlah 2.318 guru, golongan IV/C sebanyak 84 guru, dan golongan IV/D ada 15 guru.
Mengapa banyak guru yang kesulitan dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah? Hal ini dikarenakan belum banyak guru yang memahami dan mengenal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sehingga wajar saja apabila banyak guru yang mengalami kesulitan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Lalu mengapa membuat karya tulis ilmiah itu dianggap sulit oleh guru? Apa yang menyebabkan para guru tidak mampu untuk membuat karya tulis ilmiah? Lalu langkah apa yang harus dilakukan oleh para guru agar sukses membuat KTI?
Minggu, 15 Maret 2009
Seminar Nasional Peningkatan Mutu Guru melalui PTK, sabtu 14 Maret 2009
Sabtu, 14 Maret 2009 telah dilaksanakan seminar nasional peningkatan mutu Guru dengan Tema : MENJADI GURU PROFESIONAL MELALUI PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
Seminar nasional ini dibuka oleh Prof. Dr. Diana Nomida, Ketua Jurusan Program Studi Teknologi Pendidikan (TP) Program Pascasarjana (Pps) UNJ. Awalnya, seminar ini akan dibuka langsung oleh Prof. Dr. Atwi Suparman, Ketua Umum IPTPI, namun karena beliau sakit dan dirawat di RSPP maka acara ini dibuka oleh Pembina IPTPI (Ikatan Pengembang Pendidikan Indonesia) yang juga ketua jurusan Prodi TP di Pps UNJ. Kita doakan agar Prof. Dr. Atwi Suparman cepat sembuh dan bisa bekerja kembali sebagai Rektor Universitas Terbuka seperti sediakala. Amiin.
Dalam seminar ini, hadir sebagai keynote speaker Prof. Dr. Conny R. Semiawan dan Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc yang merupakan para pakar di bidang penelitian tindakan (Action Research). Adapun makalah dan slide presentasi kedua guru besar itu dapat anda pesan ke wijayalabs@gmail.com.
Selain kedua pakar itu yang memberikan pencerahan tentang pentingnya PTK bagi guru, hadir pula sejumlah pembicara pakar lainnya, yaitu :
- Prof. Dr. Diana Nomida (Kajur Prodi TP PPs UNJ)
- Drs. Martadi, M.Sn. (Direktur Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya)
- Drs. Dedi Dwitagama, M.Si (Kepala SMK 36 Jakarta)
- Drs. Akur Sudianto, Kons. (P4TK Depdiknas RI)
Selain itu, acara ini juga diselingi dengan peluncuran buku mengenal PTK hasil karya dua orang guru yaitu Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama.
Selain para pembicara di atas, ada beberapa pembicara lainnya, yaitu:
- Dra. Dewi S. Prawiradilaga, M.Sc (Kajur TP-UNJ)
- Dr. M. Soekardjo, M.Pd (Ka. Pengembang Labschool)
- Wijaya Kusumah, S.Pd (Finalis LKGDP 2008)
- Diah Alfaningtyas, S.Pd (Finalis LKGDP 2008)
Keempat pembicara ini berbicara tentang manfaat PTK bagi Guru di Sekolah.
Acara ini juga diikuti dengan cara membuat proposal PTK yang dibimbing oleh Drs. Khaerudin, M.Pd. Bagi teman-teman guru yang ingin mendapatkan makalah dan memesan buku PTK dapat menghubungi, wijaya kusumah melalui email wijayalabs@gmail.com.
Selamat melakukan PTK di kelas Anda!
Salam Blogger.
Senin, 09 Maret 2009
Berbagi Ilmu PTK di UNJ
Minggu pagi, 8 Maret 2009 saya diminta oleh salah satu pengurus Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) cabang Jakarta, saudara Badru Zaman untuk memberikan materi tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Workshop PTK. Kegiatan ini juga terselenggara atas kerjasama dengan jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pada awalnya saya tak pernah berpikir kalau di hari libur panjang ini akan banyak guru yang datang menghadiri kegiatan workshop PTK .Ternyata saya keliru. Jumlah peserta yang hadir cukup banyak. Lebih dari 150 orang guru hadir dalam Workshop PTK yang dilaksanakan di Perpustakaan UNJ Lantai 1.
Dalam acara tanya jawab dengan peserta, masih banyak guru yang belum melaksanakan PTK di kelasnya sendiri. Masih banyak yang belum paham tentang siklus PTK, dan bagaimana cara membuat instrumen PTK. Tentu ini merupakan sebuah kewajiban bagi saya untuk menjawabnya dengan baik. Lalu saya jelaskan dengan panjang lebar tentang mengapa guru perlu melakukan PTK. Mengapa kita harus memahami siklus PTK dan bagaimana cara membuat instrumen PTK yang baik.
Saya menaruh harapan yang positif, bila para guru telah melakukan PTK akan banyak ditemui khasanah ilmu pengetahuan baru dalam dunia pendidikan kita. Selain itu, guru pun semakin terbiasa untuk meneliti dan menulis serta melaporkan hasil penelitiannnya.
Di samping hal tersebut di atas, guru pun harus menguasai 4 hal penting dalam PTK, yaitu Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi.

