Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 11 April 2022

Metaverse dalam Dunia Pendidikan





Metaverse adalah sebuah rancangan yang menggabungkan dunia nyata dan dunia digital. Dalam arti yang lebih luas, Metaverse adalah ruang virtual di mana orang-orang dari seluruh dunia dapat berkumpul dan berkomunikasi menggunakan teknologi virtual dan augmented reality.

Dunia pendidikan saat ini sudah terbiasa dengan situasi pandemi. Ia menyesuaikan dengan situasi sekarang sehingga meskipun proses belajar mengajar di sekolah kurang efisien, mereka tetap berkinerja baik. Pendidikan yang semula dilakukan tatap muka di sekolah, dialihkan ke proses pembelajaran daring.

Beberapa sekolah mengajar setiap hari melalui aplikasi Google Meet atau Zoom karena sumber daya yang tersedia untuk sekolah yang mengharuskan guru dan siswa untuk mengajar baik di grup WhatsApp maupun di kelas terbatas.

Dampak positif memang ada misalnya guru yang berusaha belajar mengunakan aplikasi dengan bermodalkan nekat saja tetapi hasil yang dirasakan oleh guru adanya peningkatan kompetensi guru dalam mengunakan aplikasi secara during, namum disisi lain tidak semua daerah yang jaringan internet terjangkau bahkan ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran apa adanya saja.

Contohnya sekolah yang akses internetnya tidak terjangkau mengunakan pendekatan pembelajaran melalui titik kumpul dan proses ini sudah dilaksanakan pada masa pandemi COVID 19.

Inilah yang menyebabkan kinerja pembelajaran kurang baik, apalagi kurangnya literasi antara guru dan siswa. Dalam konteks pembelajaran yang berpusat pada siswa, metaverse akan berdampak negatif pada dunia pendidikan karena tidak ada teknologi yang dapat menggantikan peran guru. Siswa membutuhkan sentuhan langsung dari guru bukan melalui dunia digital.

Boleh saja dunia digital berperan penting dalam mempercepat akses informasi berkaitan dengan materi pembelajaran, dunia digital juga dapat membantu siswa mempercepat pemahaman karena sumber belajar saat ini bukan hanya dari guru saja melaikan banyak sumber belajar yang di akses dimana saja dan kapan saja.

Namun dalam mengimplementasi pendidikan karakter tidak bisa melalui virtual, guru harus melaksanakan pembelajaran secara langsung dengan siswa disekolah. Kementerian pendidikan dan kebudayaan sudah memberikan ruang kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas. Dengan demikian kondisi memberikan ruang bagi guru untuk memantau perkembangan siswa secara langsung disekolah.

Berdasarkan pengalaman pembelajaran yang dilaksanakan secara during selama dua tahun banyak siswa yang kehilangan arah dan tujuanya. Siswa tidak merasakan sentuhan langsung dari guru dan guru juga tidak bisa memantau perkembangan siswa dari sisi perkembangan mental dan semangat belajarnya.

Metaverse memang baik, namun dunia pendidikan belum efektif menerapkan pembelajaran online karena banyak kekurangan atau hambatan yang dihadapi guru dan siswa. Namun, dari sudut pandang orang tua, banyak siswa yang membutuhkan bantuan orang tua selama belajar, sehingga sulit untuk mengatur jam kerja.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan dari ulasan di atas bahwa metarverse akan berdampak positif bagi dunia pendidikan. Karena pendekatan ini memungkinkan guru dan siswa untuk menggunakan waktu mereka secara efisien untuk melakukan pendidikan. Namun, dampak negatifnya adalah banyak siswa yang kurang beruntung secara ekonomi, sehingga prestasi akademiknya buruk karena kurangnya kelas. Ini adalah tugas yang harus memiliki solusi terbaik bagi siswa untuk benar-benar merasakan pembelajaran yang sebenarnya.

sumber: https://ubl.ac.id/dampak-metaverse-pada-dunia-pendidikan/



Salam Blogger Persahabatan 
Omjay 
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.