Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 21 Juni 2008

MEMOMPA kREATIVITAS

APAKAH KREATIVITAS ITU?

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta/berkreasi. Tidak ada satu pun pernyataan yang dapat diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi timbul. Kreativitas sering dianggap terdiri dari 2 unsur, Pertama: Kefasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan pemecahan masalah secara lancar dan cepat. Kedua: Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.

Istilah kreativitas digunakan untuk mengacu pada kemampuan individu yang mengandalkan keunikan dan kemahirannya untuk menghasilkan gagasan baru dan wawasan segar yang sangat bernilai bagi individu tersebut. Kreativitas dapat juga dianggap sebagai kemampuan untuk menjadi seorang pendengar yang baik, yang mendengarkan gagasan yang datang dari dunia luar dan dari dalam diri sendiri atau dari alam bawah sadar. Oleh karena itu, kreativitas lebih tepat didefinisikan sebagai suatu pengalaman untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan identitas individu seseorang secara terpadu dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri, orang lain, dan alam.

MENGAPA MANUSIA BERKREASI?

Para ahli psikologi tidak sependapat mengenai kebutuhan dan motif dasar yang dimiliki manusia untuk berkreasi. Meskipun demikian, imbalan dan penghargaan nyata yang dapat diamati dapat diidentifikasikan sebagai motif manusia untuk berkreasi. Manusia yang menjadi lebih kreatif akan menjadi lebih terbuka pikirannya terhadap gagasannya sendiri maupun gagasan orang lain. Sekalipun beberapa pengamat yang memiliki rasa humor merasa bahwa kebutuhan manusia untuk menciptakan berasal dari keinginan untuk “hidup diluar kemampuan mereka”, namun penelitian mengungkapkan bahwa manusia berkreasi adalah karena adanya kebutuhan dasar, seperti: keamanan, cinta, dan penghargaan. Mereka juga termotivasi untuk berkreasi oleh lingkungannya dan manfaat dari berkreasi seperti hidup yang lebih menyenangkan, kepercayaan diri yang lebih besar, kegembiraan hidup, dan kemungkinan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

HAMBATAN UNTUK MENJADI LEBIH KREATIF

Kebiasaan:
Kebiasaan adalah reaksi dan respons yang telah kita pelajari untuk bertindak secara otomatis tanpa berpikir atau mengambil keputusan terlebih dahulu. Biasanya sulit dan tidak enak mengubah suatu kebiasaan, apakah kebiasaan itu baik atau buruk.

Waktu:
Kesibukan merupakan salah satu alasan orang untuk tidak menjadi kreatif. Di lain pihak, ada orang yang mempunyai waktu untuk menjadi lebih kreatif dengan mencari waktu dari 24 jam yang sama yang tersedia bagi setiap orang.

Dibanjiri Masalah:
Sebagian dari kita merasa bahwa kita berhadapan dengan begitu banyak masalah yang penting dimana kita tidak mempunyai cukup waktu dan tenaga untuk mengatasi beberapa masalah secara kreatif. Kita lalu mengabaikan semua masalah dan tidak mau mengolahnya dengan otak kita.

Tidak Ada Masalah:
Kita adalah makhluk pemecah masalah yang terus-menerus menghadapi dan memecahkan sejumlah masalah. Jika masalah kita dipecahkan secara otomatis atau menurut kebiasaan, maka kita tidak akan pernah mengenal masalah tersebut dan kita merasa bahwa kita tidak akan pernah mempunyai masalah.

Takut Gagal:
Kegagalan dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, atau kecelakaan. Akan tetapi, lebih baik gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali.

Kebutuhan akan Sebuah Jawaban Sekarang:
Manusia tidak mau mengalami kesulitan karena tidak memilik suatu jawaban langsung. Ketika suatu masalah dikemukakan, kita secara langsung memberikan sebuah pemecahan. Hanya jika pemecahan pertama tidak berjalan, barulah kita mau mencoba cara yang lain.

Kegiatan Mental yang Sulit Diarahkan:
Banyak diantara kita menemukan kenyataan bahwa mengerahkan tenaga fisik jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengerahkan tenaga mental. Kita biasanya melaksanaan pekerjaan kita selama periode waktu yang cukup lama dengan hanya sedikit berpikir.

Takut Bersenang-senang:
Bagian proses pemecahan masalah secara kreatif mencakup kegiatan-kegiatan yang bersifat santai seolah-olah main-main, tetapi dipikirkan dan dipertimbangkan secara serius. Barangkali ketidaksempatan kita untuk bersantai pada waktu memecahkan masalah ada kaitannya dengan besarnya masalah yang kita hadapi atau adanya perasaan tidak aman yang kita rasakan bila menghadapi suatu masalah.

Kritik Orang Lain:
Secara tak sengaja kreativitas sering terhambat oleh kritik-kritik orang lain. Bila suatu gagasan baru diperkenalkan, kebanyakan gagasan tersebut sering dipatahkan dan diobrak-abrik orang lain. Memang kadangkala hal tersebut penting untuk membantu orang supaya tetap berpijak pada kenyataan, namun seharusnya kritik-kritik tersebut dapat menjadi pendorong bagi perbaikan kreativitas Anda sendiri.

BAGAIMANA MEMUNCULKAN GAGASAN KREATIF?

Kuantitas Gagasan:
Teknik-teknik kreatif dalam berbagai tingkatan keseluruhannya bersandar pada pengembangan pertama sejumlah gagasan sebagai suatu cara untuk memperoleh gagasan yang baik dan kreatif. Kecenderungan manusia untuk mendapatkan gagasan, pemecahan, atau penjelasan pertama yang muncul dan melekat dalam pikiran merupakan kerugian besar bagi kreativitas. Jika masalahnya kecil seperti misalnya apa yang dihidangkan untuk makan siang, maka pendekatannya mungkin tepat. Akan tetapi, bila masalahnya besar dimana kita ingin mendapatkan pemecahan baru dan orisinal, maka kita membutuhkan banyak gagasan untuk dipilih.

Teknik Brainstorming:
Teknik brainstorming mungkin merupakan cara yang terbanyak digunakan, tetapi juga merupakan teknik pemecahan kreatif yang tidak banyak dipahami. Banyak orang mempergunakan istilah brainstorming untuk mengacu pada suatu proses yang menghasilkan suatu gagasan baru, atau menggunakan istilah tersebut untuk mengacu pada suatu kumpulan proses pemecahan masalah. Sebenarnya teknik brainstorming adalah kegiatan yang menghasilkan gagasan yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan tersebut mendorong timbulnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang menyimpang liar, dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang baik dan kreatif. Teknik ini cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinal untuk menambah jumlah gagasan konvensional yang ada.

Sinektik:
Analogi telah lama digunakan sebagai salah satu alat bantu bagi proses penyusunan secara kreatif. Sinektik merupakan suatu metode atau proses yang menggunakan metafora dan analogi untuk menghasilkan gagasan kreatif atau wawasan segar ke dalam permasalahan. Guna menghentikan kebiasaan lama serta gagasan usang dan untuk memperkenalkan suasana rileks ke dalam proses penggalian ide, maka proses sinektik mencoba membuat yang “asing” menjadi “akrab” dan juga sebaliknya.


Memfokuskan Tujuan:

Dr. Maxwell dalam bukunya Psycho Cybernetics menguraikan metode untuk mencapai hasil yang diharapkan secara kreatif. Buku tersebut menguraikan pengalaman membentuk pola reaksi baru yang otomatis melalui imajinasi. Caranya adalah dengan berbuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi besok, telah terjadi saat ini. Apabila proses itu dilakukan secara berulang-ulang, maka pikiran Anda akan terpusat ke arah tujuan yang dimaksud dan melibatkan automatic servo-mechanism Anda. (bsb/dni)

Kreativitas tidak lepas dari proses menjawab sebuah pertanyaan. Namun sering kali kita (seakan) tidak memiliki pertanyaan sehingga kita "menidurkan" otak kita. Otak kita jarang kita latih sehingga saat diperlukan (apa lagi mendesak) otak kita tidak siap akhirnya membuat kita stress dan frustasi.

Kita sering kali merasa tidak punya pertanyaan, tetapi lain dengan Leonardo da Vinci, dia selalu bertanya dan bertanya. Hasilnya? Dia menjadi orang yang jenius, banyak sekali karya-karya bahkan untuk berbagai bidang ilmu, mulai dari atonomi, seni, dan mesin. Sayangnya kita malas untuk bertanya sehingga pikiran kita tidak terlatih untuk berpikir.

Saya bantu Anda untuk melatih berpikir dengan menjawab berbagai pertanyaan. Saya baru saja membuat blog yang dikhususkan untuk melatih kreativitas dengan cara menjawab berbagai pertanyaan. Sengaja, saya tidak fokus pada satu topik untuk membiarkan pikiran kita lebih luas daya jelajahnya.

Kreativitas adalah bukan sesuatu yang magis, yang hanya dimiliki oleh orang-orang titisan. Kreativitas juga bukan bakat alami, dimana dibawa sejak lahir. Kreativitas adalah sesuatu yang bisa dipelajari oleh siapa pun, saya dan Anda. Karena kreativitas bukan sesuatu yang sakral, maka tidak alasan bahwa kreativitas tidak bisa diganggu gugat sehingga bisa berjalan seenaknya. Kita tetap harus melihat rambu-rambu agama dalam berkarya.

Pada dasarnya, kita semua kreatif. Selama manusia bisa berpikir dengan baik, maka dia kreatif. Kreatif tidak lebih dari proses berpikir dalam menghasilkan sesuatu. Menghasilkan bukan berarti dari yang tidak ada menjadi ada, kita bisa menghasil bentuk baru, format baru, bahan baru, dan sebagainya yang "baru". Bahkan ada yang mengatakan bahwa kreativitas adalah suatu perjalanan menemukan sesuatu yang belum ditemukan oleh orang lain.

Explorasi
Langkah awal proses kreativitas adalah explorasi, yaitu mencari keluar dari pemikiran dan pengalaman "normal". Untuk menjadi kreatif, kita harus melakukan perjalanan ke suatu area yang belum kita ketahui dengan baik.

Menemukan
Kreativitas adalah proses menemukan. Setelah kita berjalan, tentu kita akan menemukan sesuatu. Membuka tirai atau membawa sesuatu ke tempat yang terang. Menjadi kreatif bukan hanya harus berpikir tetapi juga harus mencari.

"Sesuatu"
Kreativitas adalah mengolah sesuatu. Kreativitas bukan menghasilkan dari "tidak ada" menjadi ada. Apa yang kita temukan sebenarnya sudah ada tetapi belum ditemukan sebelumnya, atau dilihat dengan cara yang berbeda, atau potensinya tidak diketahui.

Menjadi Berguna

Apa yang kita temukan harus bisa memberikan manfaat bagi sosial, sebab jika tidak memberikan manfaat maka tidak ada artinya. Sebagian orang mengatakan bahwa inilah yang disebut dengan inovasi.

Tidak bisa disangkal, sex merupakan daya tarik yang memiliki kekuatan sangat tinggi. Bagaimana tidak karena itu memang kebutuhan dasar manusia untuk melanjutkan keturunan. Oleh karena itu oleh para pemasar, sex dijadikan alat untuk menarik perhatian orang. Lihat saja, iklan, film, sinetron, dan berbagai hal lainnya sering kali menggunakan sex sebagai "bumbu utama" agar lebih menarik.

Tetapi, kita sebagai umat beragama, tentu ada batasan dalam mengeksporasi sex. Dalam agama, terutama Islam yang saya tahu, sangat membatasi kita dalam mengeksplorasi sex. Saya tidak akan berdebat mengapa harus dibatasi, bagi saya jika sudah diperintahkan oleh agama, maka kita tidak bisa menawarnya lagi. Lalu, mengapa sex masih saja digunakan sebagai daya tarik, padahal mayoritas rakyat Indonesia itu adalah umat Islam?

Salah satu jawabannya ialah karena mereka kurang kreatif, mereka sudah kehabisan akal dalam mencari cara lain yang bisa digunakan sebagai daya tarik. Mereka yang kehabisan akal ini seharusnya belajar lagi tentang kreativitas, karena bukan hanya sex yang bisa menarik orang.

Mau tidak?

Tekonologi adalah hasil kreativitas, bahkan inovasi jika teknologi tersebut bermanfaat dan dapat diterima oleh masyarakat. Sementara teknologi juga memudahkan kita untuk berkreasi. Sebagai contoh dalam menggambar. Jika dulu kita menggunakan kanvas dan cat, sekarang kita bisa menggambar menggunakan program komputer. Kita dengan mudahnya mengubah warna, kombinasi gambar, bahkan menduplikasi gambar yang sudah ada.

Maka wajar jika perkembangan teknologi begitu berkembang pesat karena hadirnya sebuah teknologi akan mendorong lahirnya teknologi baru, teknologi baru akan mendorong lahirnya teknologi yang lebih dari begitu seterusnya. Lahirnya sebuah teknologi setidaknya akan memberikan ide baru untuk lahirnya sebuah teknologi baru. Teknologi juga bisa membantu kreativitas kita dalam menghasilkan teknologi baru.

Jangan jauh dengan teknologi jika Anda tidak mau ketinggalan jaman.
Semakin hari, kreativitas dalam bisnis akan sangat diperlukan. Coba saja tengok, bidang bisnis apa yang tidak perlu kreativitas? Mulai dari penciptaan produk atau jasa, dengan semakin sengitnya persaingan bisnis, produk dan jasa baru bermunculan terus, maka kita harus bisa bertahan dengan memunculkan produk atau jasa kita yang tetap bisa bersaing dengan produk-produk baru yang bermunculan. Inovasi atau mati, dan tidak ada inovasi tanpa kreativitas.

Pemasaran. Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa saat kita melakukan segmentasi, kita harus melihatnya secara kreatif agar kita bisa memunculkan peluang-peluang baru. Kreativitas terlihat jelas diperlukan dalam bidang periklanan, seorang agen periklanan harus sekreatif mungkin membuat materi-materi iklan yang bisa menarik perhatian orang. Lihat saja iklan-iklan di TV, dari satu produk ke produk yang lain seolah terjadi perlombaan kreativitas yang tinggi.

Proses produksi juga memerlukan kreativitas. Diperlukan ide-ide baru agar bisa melakukan perbaikan secara terus menerus. Diperlukan kreativitas untuk menyelesaikan berbagai macam masalah yang muncul diperusahaan. Diperlukan kreativitas untuk menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam produksi, mulai dari meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas, dan menurunkan biaya produksi.
Kreativitas akan membuat hidup kita lebih indah karena kita akan dikelilingi oleh hal-hal yang bervariasi tidak monoton. Rutinitas yang monoton akan membuat kita lebih cepat mengalami kebosanan dibanding melakukan berbagai hal yang bervariasi yang memberikan sesuatu yang baru dan segar dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah yang membuat remaja mengapa suka berjalan-jalan, karena dengan berjalan-jalan kita akan menemukan berbagai hal yang baru.

Kehidupan yang kreatif akan meningkatkan pengertian dan apresiasi akan berbagai gagasan baru, sesama manusia, dan dunia secara umum. Orang yang kreatif senang akan ide baru dan memiliki apresiasi yang tinggi, saat menemukan ide baru, baik dia yang menghasilkan maupun orang lain, dia akan merasa senang. Berbeda dengan orang yang tidak menghargai ide, tidak ada kesenangan yang muncul saat dia melihat ide baru. Jelas, bahwa orang yang menghargai gagasan dan ide baru memiliki satu kelebihan tentang kebahagiaan. Saat orang lain mencibir, dia tersenyum.

Kreativitas membuka pikiran dan menjadikan motivasi hidup lebih tinggi. Kenapa tidak? Dia tidak takut akan kehilangan peluang, karena orang kreatif bisa menciptakan peluang sendiri. Dia tidak takut menghadapi masalah karena orang kreatif memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang tinggi. Dia juga tidak hidup dalam kebosanan karena bisa menciptakan berbagai hal yang membuat dirinya tidak bosan.

1 komentar:

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.