Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Senin, 26 Juli 2010

Teacher UnderCover di UNJ

Para Peserta Teacher UnderCover di Kampus UNJ
Para Peserta Teacher UnderCover di Kampus UNJ

Minggu, 25 Juli 2010 saya diundang oleh Mahasiswa Forum Idekita (FIDE) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri jakarta (UNJ) untuk menjadi salah satu pembicara kegiatan yang bernama Teacher Undercover dengan tema, " Ini Saatnya Mengubah Dunia Pendidikan dan Semua itu dimulai dari Guru".

Kegiatan yang berlangsung di gedung CD UNJ ini diikuti oleh 25 orang guru dari berbagai sekolah di Jabodetabek.

Dalam kesempatan itu, saya mengambil tema presentasi yang berjudul meningkatkan mutu pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari pemberian materi itu saya berharap akan banyak guru yang melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing.

penulis mendapatkan Kenang-kenangan dari panitia
penulis mendapatkan Kenang-kenangan dari panitia

Saya memulai presentasi dengan terlebih dahulu berdoa dan saling memperkenalkan diri. Dari perkenalan yang pertama itulah kita menjadi saling kenal mengenal. Teman saya pun menjadi bertambah. Saya menjadi kenal dengan teman-teman guru dari berbagai sekolah favort yang ada di jakarta.

Salah satu peserta dari kegiatan ini adalah mas Bambang Husni, senior saya sewaktu menjadi mahasiswa di kampus UNJ yang dulu bernama IKIP Jakarta. Beliau adalah mantan kepada sekolah di salah satu sekolah swasta favorit di DKI jakarta.

Dalam kegiatan ini, Panitia meminta saya untuk berbicara tentang cara/strategi untuk memotivasi calon peneliti agar senang meneliti. Lalu membuat panduan penelitian yang mudah dan menyenangkan. Serta persiapan-persapan yang dibutuhkan oleh calon peneliti sebelum melaksanakan penelitian.

Saya pun diminta menjelaskan langkah-langkah meneliti dan kendala-kendala yang dihadapi atau muncul ketika calon peneliti ingin melakukan penelitian dan cara-cara menghadapinya.

Suasana Tempat Acara di gedung CD Kampus UNJ
Suasana Tempat Acara di gedung CD Kampus UNJ

Sebagai salah satu guru besar, eh salah guru yang berbadan besar, tentu saya sangat senang sekali mendapatkan kehormatan untuk menyampaikan materi ini. Apalagi setelah saya ketahui, bahwa pembicara kedua setelah saya adalah bapak Prof. Dr. Soegeng Santoso. Seorang guru besar FIP UNJ yang sering menjadi penilai lomba karya tulis ilmiah guru.

Sayang, saya belum sempat bertemu dengan beliau, karena beliau mendapatkan jadwal presentasi setelah pukul 13.00 s.d 17.00 dengan tema panduan penelitian bagi guru. Saya bergegas pergi karena ingin mengikuti kegiatan kompasiana blogshop di PRJ. Namun di jalan, istri telepon dan minta segera pulang karena kompor gas Rusak. Saya pun tak jadi mengikuti acara blogshop kompasiana yang menarik itu.

Alhamdulillah, sesampai di rumah saya mendapatkan makalah prof Dr. Soegeng santoso,. Makalah ini sangat bagus sekali bila dibaca oleh para guru yang ingin menjadi peneliti. Dalam makalah itu diterangkan tentang sejarah dan perkembangan penelitian guru di Indonesia, manfaat dan tujuan penelitian bagi guru, pentingnya guru melakukan penelitian, dan jenis-jenis penelitian yang sering digunakan oleh guru di sekolah.

Para Guru Bekerjasama dalam mencari judul PTK
Para Guru Bekerjasama dalam mencari judul PTK
Mas bambang Husni Mendapatkan DoorPrize Buku dari penerbit Indeks
Mas Bambang Husni Mendapatkan DoorPrize Buku dari penerbit Indeks

Dalam pemberian materi workshop ini, saya membagi peserta dalam 5 kelompok kerja. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk membedakan judul penelitian formal dengan penelitian PTK.

Dari permainan games itu saya berharap teman-teman guru dapat mengetahui dengan jelas mana penelitian formal dan mana penelitian PTK sehingga dapat mengaplikasikannya dalam penelitiannya nanti di sekolah.

Saya pun banyak mendapatkan judul-judul PTK yang bagus dari hasil tulisan teman-teman yang berlatih menulis PTK. Diantara judul-judul itu membuat saya tertarik dan layak untuk diteliti. Judul-judul itu diantaranya:

  1. Meningkatkan hasil belajar Redoks dengan menggunakan pendekatan Games playing di SMA Muhamadiyah 31 jakarta
  2. Upaya meningkatkan kreativitas menulis dengan media word Card pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Rawamangun 12 jakarta
  3. Upaya meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP dengan Metode Tutor Sebaya
  4. Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Terhadap Daya Serap Siswa dan Keaktifan Belajar Siswa pada pelajaran IPS di SDN Rorotan 01 Pagi.

Keempat judul di atas, sangat menarik untuk diteliti, dan semoga bapak/ibu guru yang merangkai judul itu mampu mewujudkannya dalam bentuk proposal PTK.

Para Guru Berlatih Menulis Proposal PTK
Para Guru Berlatih Menulis Proposal PTK

Semoga dari apa yang saya berikan hari ini dapat membuat para guru lebih mengenal PTK dan mengaplikasikannya dalam dunia pendidikan, khususnya di kelas-kelas mereka dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.

Mari kita melakukan PTK untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas-kelas kita. Jadilah guru yang terbiasa meneliti untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru. Semua itu bisa dilakukan dengan caa melakukan PTK yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang terhimpun dalam beberapa siklus sehingga kita yakin bahwa apa yang kita lakukan telah menuaikan hasil. Hasil itu didapat dari data dan fakta di lapangan setelah kita melaksanakan PTK dengan aik dan benar. Selamat melakasanakan PTK.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Minggu, 25 Juli 2010

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMKN12 Jakarta

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Kebon Bawang Jak-Ut

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Berbagi Ilmu PTK di SMKN 12 Jakarta

Hari ini, Sabtu 24 Juli 2010 saya diundang oleh panitia pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru di SMKN 12 Kebon Bawang Jakarta Utara untuk menyampaikan materi meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK.

Pelatihan ini terlaksana atas kerjasama dua sekolah yaitu SMKN 12 dan SMKN 36 Jakarta Utara. Kepala sekolah kedua sekolah itu (bapak Dedi dan pak harry) bersepakat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan PTK untuk para guru SMK dan semoga bisa ditiru oleh sekolah lainnya yang ada di DKI Jakarta.

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan  saya, apa beda skripsi dan PTK

Saya memberikan mick kepada peserta untuk menjawab pertanyaan saya, apa beda skripsi dan PTK

Terus terang masih sedikit sekali sekolah yang benar-benar fokus untuk mengupas tuntas masalah PTK. Padahal dalam kegiatan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, PTK sangat dipentingkan sekali pelaksanaannya.

Dalam materinya pak Dedi Dwitagama mengatakan bahwa menulis karya tulis ilmiah sudah diwajibkan bagi para guru mulai dari golongan pangkat IIIA.

Oleh karena itu, PTK menjadi salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh guru agar bisa naik pangkat dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah.

Sudah ada peraturan pemerintah no. 16 tahun 2009 yang terbaru dan harus diikuti oleh para guru agar mampu untuk meneliti di kelasnya sendiri.

Dalam presentasi itu, pak dedi juga mengatakan bahwa perlu adanya diskusi ilmiah atau seminar hasil penelitian di setiap sekolah minimal satu semester sekali agar hasil penelitian guru terpublikasikan dengan baik.

Pak Dedi Sedang Mempersiapkan Slide Presentasinya

Pak Dedi Sedang Mempersiapkan Slide Presentasinya

Sedangkan saya sendiri lebih berkonsentrasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui PTK di dalam menyampaikan materinya.

Bagi saya PTK adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, sebab dari melaksanakan PTK itulah saya dapat melakukan instrospeksi diri untuk terus menerus memperbaki kualitas pembelajaran saya di sekolah. bagi teman-teman guru yang ingin mendapatkan materi slide presentasi dari saya dan pak dedi, dapat mengirimkan email ke wijayalabs@gmail.com.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Rabu, 14 Juli 2010

Respect Each Other

Senang sekali rasanya mendengarkan materi Respect each Other dari bapak Dedi Dwitagama. Seorang trainer, blogger, fotografer, dan juga kepala sekolah SMKN 36 Jakarta. Beliau adalah guru saya dalam dunia blog yang menyenangkan. Dari beliaulah saya banyak tahu tentang dunia blog dan pada akhirnya menghantarkan saya menjadi juara pertama lomba blog tingkat nasional di pusat bahasa pada 2009.

Berikut ini adalah beberapa foto beliau yang saya ambil dari presentasinya dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP labschool jakarta.

Presentasi Pak dedi yang Memukau Siswa

Presentasi Pak dedi yang Memukau Siswa

Presentasi Pak dedi yang Memukau Siswa-1

Presentasi Pak dedi yang Memukau Siswa-1

Perkenalan diri dari Pak Dedi

Perkenalan diri dari Pak Dedi

Presentasi dari Pak Dedi di Masjid Baitul Ilmi Labschool Jakarta

Presentasi dari Pak Dedi di Masjid Baitul Ilmi Labschool Jakarta

Pembagian kelompok Peserta

Pembagian kelompok Peserta

para siswa berkumpul bersama kelompoknya

para siswa berkumpul bersama kelompoknya

Para Siswa Mulai Bekerja dengan Kelompoknya

Para Siswa Mulai Bekerja dengan Kelompoknya

Salah seorang siswa membacakan hasil kerja kelompoknya

Salah seorang siswa membacakan hasil kerja kelompoknya

Para siswa menyimak apa yang disampaikan pak Dedi

Para siswa menyimak apa yang disampaikan pak Dedi


Terima kasih pak Dedi. Anda memang seorang pembicara yang hebat dan disenangi oleh anak-anak Labschool Jakarta. Semoga bisa mengundang bapak kembali dengan materi yang berbeda. Bagi para pembaca yang menginginkan materi respect each other untuk siswa dapat menghubungi saya di email wijayalabs@gmail.com. Mari kita saling menghargai di antara sesama manusia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Selasa, 29 Juni 2010

Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika, Cinere Depok

Berbagi Ilmu PTK di Sekolah Dian Didaktika

Bersama guru sekolah Dian Didaktika

Bersama guru sekolah Dian Didaktika

Menjadi guru itu pekerjaan mulia. Bahkan sangat mulia. Namun sayangnya, tak banyak guru yang benar-benar memahaminya dengan baik. Banyak guru yang tak menjadi pendidik. Mereka hanya menjadi pengajar saja.

Dari pagi sampai sore, pekerjaannya hanya mengajar saja. Melupakan hal penting yang disebut mendidik. Tak menemukan potensi unik yang dimiliki para peserta didiknya. Jadilah guru tersebut seorang pengajar yang tak mendidik. Senyumnya serasa mahal. Sangat mahal, apalagi bila tanggung bulan seperti sekarang ini.

Bila para peserta didik mendapatkan guru seperti itu, jelas sangat kasihan sekali. Suasana pembelajaran terasa jauh dari menyenangkan. Padahal, pembelajaran yang baik adalah ketika siswa merasakan sebuah kenyamanan. Kenyaman belajar di ruang kelasnya sendiri. Bagaimana mungkin para peserta didik itu merasa nyaman? Senyum sang guru pun sangat sulit untuk didapatkan.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Dalam pembelajaran itu hanya menganut dua pasal. Pasal satu, guru tidak pernah bersalah. Pasal dua, bila guru bersalah lihatlah pasal satu. Para peserta didik pun serasa terpenjara. Semua dilaksanakan atas dasar keterpaksaan bukan kesukarelaan. Demokrasi tak berjalan di kelas itu. Kalau sudah begitu, hasil yang didapatpun pastilah hanya sekelebatan. Masuk di otak siswa sesaat, kemudian menghilang kembali entah kemana.

Ketika para guru tersenyum puas. Dengan wajah ikhlas tanpa memelas. Tak pernah mau mengharap balas. Sebab Tuhan Yang Maha Pemberi pasti akan memberinya balas. Para peserta didikpun puas, karena didapatnya guruku tersenyum puas. Prestasi siswapun mengalir deras.

Pembelajaran itu harus menyenangkan. Guru dan siswa sama-sama belajar. Mereka saling berinteraksi. Berbagi dan saling memberi. Ketika itu dimulai dari senyuman, maka akan dibalas dengan senyuman. Ketika pembelajaran dilakukan tanpa senyuman, maka jangan harapkan ada senyum tulus dari peserta didikmu.

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika Guruku Tersenyum Puas

Ketika para guru tersenyum puas, akan terlihat suksesnya sebuah pembelajaran. Semua itu dimulainya dengan terus meneliti. Mampu meneliti di kelasnya sendiri dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Melakukan refleksi diri dari pembelajarannya selama ini. Mau dikritik oleh para peserta didiknya. Guru mendapatkan masukan yang sangat berharga. Mengevalusi apa yang telah diberikan, dan terus meningkatkan kinerjanya sebagai guru.

Bila anda seorang guru, dan telah melakukan hal seperti itu, maka bergabunglah bersama kami. Guru yang selalu memberikan senyum untuk para peserta didiknya. tidak hanya mampu mengajar, tetapi mampu mendidik. Tidak hanya mampu menstranfer ilmu, tetapi juga mampu melucu. Itulah beberapa yang saya sampaikan dalam pelatihan PTK di sekolah Dian Didaktika.

Ketika para guru tersenyum puas, maka damailah semua kelas. Prestasi siswapun akan terus teratas, karena para guru memulainya dengan tersenyum puas. Sudahkah anda tersenyum hari ini?

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kamis, 10 Juni 2010

Nama Calon Pemenang Sayembara Naskah Pusbuk 2010

Bersama ini saya informasikan daftar nama calon pemenang sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2010 dari Kementrian Pendidikan Nasional Pusat Perbukuan yang saya dapatkan langsung dari teman saya yang lolos tahun ini.

Nama-nama hebat yang dipanggil itu berhak ke Jakarta dari tanggal 7 s.d. 10 Juni 2010 dan menginap di Hotel “OASIS AMIR” Jakarta Pusat. Pengumuman pemenang langsung disiarkan di TVRI hari Rabu 9 Juni 2010 di TVRI Pusat Jakarta, pukul 15.00 s.d. 16.30 WIB.

Senin, 10 Mei 2010

Liputan Indonesia Kids Award 2010

globaltv.co.id

Minggu, 9 Mei 2010 saya mendapatkan tugas dari sekolah untuk mendampingi anak-anak redaksi majalah Gema Labschool untuk meliput acara Malam Penghargaan Nickkelodion Indonesia Kids Choice Award 2010 di Tennis Indoor Senayan Jakarta.


Pihak panitia mengundang 3 orang siswa dan 1 orang guru pembimbing dari sekolah kami. Setelah berkumpul di sekolah, berangkatlah kami menuju tempat acara dan tiba di lokasi pukul 16.30 WIB.





Wijaya

Ramai sekali suasana lapangan Indoor Senayan sore itu. Kalau lihat ramainya, saya menjadi teringat sewaktu hari ulang tahun PGRI 2009. Sangat meriah dan penuh dengan manusia. Tapi kali ini, yang ada di hadapan saya adalah ratusan anak-anak murid SD dan siswa SMP. Mereka mengantri untuk bisa masuk ke dalam setelah diperiksa dengan ketat oleh petugas keamanan acara.



Wijaya

Untunglah kami membawa undangan, sehingga kami tak perlu mengantri seperti anak-anak itu dan langsung disambut oleh Mas Eko Wardoyo yang bertugas sebagai media relation di Global TV.


Kami langsung diantar beliau menuju ruang press Room dan dipersilahkan mengisi registrasi ulang, dan diberikan kaos serta name tag untuk meliput kegiatan. Sayangnya, kaos yang diberikan ke saya kekecilan, hehehehehe.




Ruang Press Room

Banyak juga sekolah lain yang diundang untuk meliput acara. Saya hanya sempat berkenalan dengan rombongan dari SMP Kanisius dengan seorang guru pembimbing juga seperti saya.


Di dalam ruang press room itu banyak sekali wartawan, dan kami bergabung di sana untuk menikmati makan dan minum sebelum meliput acara. Kamipun sholat ashar dulu di musholla dekat situ. Pada saat ramai seperti ini, biasanya banyak orang suka melupakan sholat, dan kami anak-anak di Labschool tak pernah lupa untuk sholat 5 waktu.



n]

Setelah selesai menikmati hidangan dan sholat ashar, kami langsung meliput acara persiapan di luar ruangan yang dibawakan oleh Mas Sogi dan Mas Kemal. Kocak Sekali mereka. Membuat kami yang melihat mereka tersenyum malu-malu.



Kameramen dengan siap merekam Adegan Mas Sogi dan Mas kemal

Anak-anak gema pun tak lupa menjepret adegan unik itu dengan baik. Sedangkan saya hanya bisa memfoto mereka pakai kamera ponsel Nokia 5300 milik anak saya Intan. Sebab saya kelupaan membawa kamera pocket yang tertinggal di rumah. Mohon maaf kalau hasil fotonya kurang memuaskan.


Memeriahkan Acara, ada RAN, dan Vidi Aldiano"Para Artis yang Memeriahkan Acara, ada RAN, dan Vidi Aldiano

Berkat kelihaian dua orang host ini, acara pra opening Kids Choice Awarad 2010 berjalan dengan sangat mulus, dan para wartawan cilik pun sangat puas mendokumentasikan gaya mereka yang kocak abis itu.

Artis pendatang Baru, Arumi Turut Memeriahkan Suasana

Acara pra opening lebih meriah lagi ketika artis cantik Arumi memerosotkan tubuhnya di bahan agar-agar yang berwarna hijau, membuat suasana sore itu semakin seru.




Umam dan Arumi diwawancarai oleh Mas kemal

Lucu sekali mereka, apalagi ada artis cilik Umam ikut pula bermandi cat yang memang sengaja khusus dibuat dari bahan agar-agar berwarna hijau agar tidak lengket di kulit.


Yang lebih lucu lagi ketika Mas Sogi memerosotkan dirinya ke dalam bahan cat itu, dan membuat anak-anak tertawa terbahak-bahak saking lucunya.



Mas Sogi yang Lucu Bermandikan Air Cat dai Bahan agar-agar

Gaya Mas Sogi yang spontan membuat saya dan anak-anak salut dengan artis satu ini. wajarlah kalau mas sogi ini banyak juga penggemarnya loh!


Mas Sogi yang Lucu Diwawancarai Mas kemal yang Kocak pula

Banyak hal sebenarnya yang kami liput, namun karena mata saya sudah mengantuk, cerita lengkapnya bisa dilihat saja di web sitenya global tv. Saya hanya meliput dibalik layar kesuksesan acara mereka.


Masih banyak hal yang belum diceritakan, misalnya bagaimana anak-anak bertemu dengan Agnes monica, Luna maya, Gita Gutawa, RAN, Changcuters, Olga Syahputra, Amel Carla, Choki Sihotang, D'Masiv, Sherina, Cinta laura, dan Vidi Aldianto. Belum lagi mereka-mereka yang terpilih dalam acara itu sebagai artis dan aktor favorit pilihan anak Indonesia. Pasti seru khan?


Biarlah tiga wartawan cilik ini saja yang besok menuliskan lengkap reporatasenya.


Selamat Malam, dan mimpikan aku dalam tidurmu, hahahahaha.



Para Wartawan Cilik dari Labschool

Jumat, 16 April 2010

Mari Kita Bergandengan Tangan

Membaca opini kompas hari ini, Jum'at 16 April 2010 yang berjudul "Dari Cina Benteng ke Mbah Priuk" dan dituliskan oleh pak Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi, Ketua Program Studi Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia di sini, membuat saya tersulut untuk membuat sebuah artikel tanggapan menurut pandangan saya sebagai seorang pendidik.

Setelah melihat dampak dari kekerasan yang dilakukan oleh aparat dan pejabat kepada rakyat, membuat rakyat berani mati dan melawan aparat dengan semangat yang berapi-api. Mereka sudah tak takut mati sebab harga diri lebih utama daripada hidup dicaci maki.

Di sinilah para pejabat dan aparat harus peka menghadapi masalah yang dihadapi rakyat. Jadikan rakyat itu sahabat, karena pejabat dan aparat digaji oleh rakyat. Janganlah membuat rakyat marah, sebab bila rakyat marah, maka akan habislah pemerintah. Tak lagi dipercaya oleh rakyatnya.

Kita tentu tak ingin tragedi priok yang memilukan ini terulang lagi di tempat lain. Cukup di tanjung Priok saja peristiwa itu terjadi. Kita harus mengambil pelajaran yang berharga bahwa kekerasan tak menyelesaikan persoalan.

Alangkah bahagianya bila saja mediasi antara pemerintah dan rakyat itu berlangsung sebelum terjadi tragedi. Pemerintah (pejabat dan aparat) berdiskusi satu meja dengan rakyat (perwakilan tokoh masyarakat). Bila komunikasi dikedepankan, tentu tak ada informasi dan komunikasi yang tersumbat. Apalagi bila pertemuan itu diliput oleh media televisi dan disiarkan secara langsung, maka rakyat pun melihat bahwa komunikasi yang baik telah berjalan lancar.

Win-win solution harus senantiasa kita kedepankan, sehingga tak ada pihak yang dirugikan. Semua merasakan keadilan dan para pemegang kekuasaan pun terasa mengayomi masyarakatnya dengan mengamalkan sila kedua pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.

Cukuplah sudah tragedi priok yang memilukan itu terjadi. Jangan sampai ada istri yang kehilangan suaminya. Anak-anak kehilangan ayahnya, dan akhirnya menjadi anak yatim serta orang tua yang kehilangan anaknya. Sunguh sedih bila menyaksikan pemakaman mereka. Sungguh memilukan melihat tangisan mereka.

Para aparat satpol PP berasal dari rakyat. Mereka bekerja dan diterima menjadi satpol PP dengan sebuah harapan untuk mendapatkan penghasilan. Mencari sesuap nasi untuk anak dan istri bila mereka sudah berkeluarga. Meski gaji mereka tak besar, mereka nikmati itu sebagai berkah dari Tuhan Yang Maha Pemberi.

Mari kita bergandengan tangan. Hilangkan semua dendam yang membara di hati. Semua hal sudah dikemukakan oleh para tokoh, baik tokoh agama mamupun masyarakat. Intinya, mari kita perbaiki hubungan silahturahiin sesama anak manusia ini dengan penuh cinta dan kasih sayang. Alangkah indahnya bila pemerintah benar-benar memahami keinginan rakyat. Alangkah indahnya bila rakyatpun bisa memahami dengan baik rencana pemerintah.

Bila semua itu dikomunikasikan dengan baik, Insya Allah kedamaian akan terjadi.

Para guru di sekolah sebaiknya memberikan pengertian kepada anak didiknya untuk mengedepankan kelembutan daripada kekerasan. Tidak bertindak anarkis dan mengedepankan dialog agar komunikasi yang tersumbat menjadi lancar kembali.

Para peserta didik sudah mulai diajarkan berdemokrasi yang benar dan tetap santun dalam membela kebenaran.

Darah muda memang darah yang bergelora. Cepat sekali marah dan terpancing emosi. Hanya dengan pendidikan yang baiklah sifat yang tidak baik itu kita arahkan menjadi baik. Sekolah-sekolah sudah harus menanamkan pendidikan karakter agar para peserta didik kita tidak mudah terpancing emosinya.

Mari kita bergandengan tangan agar tragedi Priok yang memilukan tak terulang lagi di tempat lain. Hilangkan prasangka buruk, dan mulailah merajut kebersamaan dalam ke-bhinneka tunggal ika-an agar bangsa ini menjadi bangsa yang dihormati dan disegani oleh bangsa lainnya.


Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com/

Minggu, 07 Maret 2010

Hanya Manusia jahat yang Menyalahgunakan Internet

Mas Amril memimpin diskusi bersama mas Budi Putra, Perwakilan Menkoinfo, dan Mas Romi S. Wahono
Mas Amril memimpin diskusi bersama mas Budi Putra, Perwakilan Menkoinfo, dan Mas Romi S. Wahono

Bahagia rasanya bisa bertemu dengan para tokoh blogger Indonesia hari ini, Minggu, 7 Maret 2010 dalam acara Seminar Interaktif di gedung Mahkamah Kontitusi Bekasi. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara amprokan blogger (AB 2010) / temu blogger Nasional yang diselenggarakan oleh komunitas blogger bekasi (be-Blog).

"Salut Luar Biasa!" Itulah yang diungkapkan oleh mas Budi Putra untuk komunitas Blogger Bekasi yang telah berhasil mengadakan kegiatan amprokan blogger. Sebab kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya yang didukung oleh pemkot Bekasi dan juga Telkom Indonesia. Begitulah mas Budi membuka diskusi dengan sangat santai dan membuat kami sangat antusias sekali mengikuti diskusi ini.

Mas Romi Sedang Presentasi
Mas Romi Sedang Presentasi

Bukan itu saja, mas Budi mengatakan bahwa "internet itu tidak jahat, yang jahat adalah orang yang mengoperasikannya untuk hal-hal yang tidak baik. kalau terjadi kejahatan di internet, sebenarnya hal itu sudah ada sebelum internet itu ada, seperti penculikan, pornografi, penodongan, dan lain-lain. Jadi internet itu ada untuk dimanfaatkan oleh manusia agar memudahkan pekerjaannya. Saling berkomunikasi dan berbagi. Oleh karenanya, fungsi pengawasan orang tua, dan edukasi harus lebih ditingkatkan lagi agar internet benar-benar bermanfaat untuk semua".

Masyarakat harus disadarkan bahwa internet itu tidak jahat, yang jahat adalah orang yang mengoperasikannya. Oleh karena itu mental atau moral orang yang menggunakan internet harus dibimbing untuk menjadi SDM unggul yang bermoral. Itulah sebenarnya intisari daripada apa yang disampaikan oleh mas Budi Putra, tokoh blogger Indonesia yang sudah full ngeblog dan mendapatkan manfaat dari hasil ngeblog.

Mas Budi Putra, Paman Tyo, dan Omjay
Mas Budi Putra, Paman Tyo, dan Omjay

Sementara itu, dari perwakilan menteri yag asli orang Solo, bapak Ahmad Mabruri (Staf Khusus Menkominfo), mengatakan bahwa memang terjadi proses birokrasi yang rumit di kalangan pejabat birokrasi. Termasuk masalah RPM konten yang kurang dikomunikasikan sehingga membawa dampak yang kurang baik di masyarakat. Sebenarnya maksud RPM itu bagus, tetapi proses komunikasi dua arah itu yang tidak terjadi sehingga menimbulkan penolakan para blogger. Intinya, perwakilan menkoinfo ini mengisyarakatkan masih ada pintu dialog antara masyarakat dengan MenkoInfo. Apalagi bapak Tifatul telah membuat twitter khusus untuk media saling berinteraksi antara menkoinfo dengan para blogger atau masyarakat luas. Begitulah hal yang saya tangkap dari perwakilan menteri itu.

Mas Aris (Ketua Be-Blog) dan Bu Nelly dari Pemkot bekasi di agian depan mendengarkan dengan hikmat diskusi ini
Mas Aris (Ketua Be-Blog) dan Bu Nelly dari Pemkot bekasi di bagian depan (no.3 dan 4 dari kiri) mendengarkan dengan hikmat diskusi ini

Lain halnya dengan Mas Romi Satrio Wahono yang membuka presentasinya dengan sangat cair. Membuat kami banyak tertawa buat apa ngeblog, kan twitter dan facebook sudah lebih ngetop daripada ngeblog. Membuat kami berpikir dengan gaya berpikirnya yg simple kalau ngeblog itu ada 20 gaya. Ada 20 gaya versi mas Romi. Sayang saya tak mendapatkan file presentasi beliau. Semoga saja panitia menyimpannya. Intinya, mas Romi mengatakan ngeblog tetap diperlukan dan harus mengutamakan orisinalitas (tulisan sendiri) dan tidak copy paste. Wah jadi punya semangat ngeblog lagi nih.

Omjay, Mas Romi, dan Mas Amril
Omjay, Mas Romi, dan Mas Amril

Para peaerta pun puas dan tak terasa waktu makan dan sholat dzhuhur tiba dan kami pun harus rela mengakhiri diskusi yang sangat bagus ini. Saya akan lanjutkan dalam tulisan berikutnya tentang sesi kedua seminar interaktif ini yang lebih seru lagi karena dibawakan langsung oleh Mas Nukman Lutfie dan perwakilan bupati Sragen, bapak Dwiyanto. Bakalan nyesel kalau nggak baca, hehehehehe.

Peserta Sangat Antusias Sekali dengan Seminar Interaktif ini
Peserta Sangat Antusias Sekali dengan Seminar Interaktif ini

(Bersambung)

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com