Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Minggu, 07 Agustus 2011

Menulis Itu Bukan Hobi Biasa





1312454391429710447
Omjay dan teman-teman Guru di lingkungan kementrian Agama


Bagi saya menulis itu bukan hobi biasa. Sebab dibutuhkan tindakan nyata ketika kita selesai menuliskannya. Tuliskan apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu tuliskan. Tak salah bila saya mengatakan bahwa menulis bukan sekedar hobi biasa. Bagi saya menulis adalah sebuah kebutuhan sama halnya kita makan. Jadi bila saya tak menulis, itu artinya saya tak makan atau berpuasa.
Bagi saya menulis di bulan puasa jelas sungguh nikmat. Kita tak diganggu oleh pikiran untuk makan dan minum. Kita menjadi fokus dalam menulis, dan yang paling penting menulis serasa cair tanpa beban. Pikiranpun serasa tak terpenjara.
Bila menulis tanpa beban, maka akan serasa nyaman dalam menuangkan buah pemikiran kita di dunia maya. Itulah mengapa ribuan artikel tertulis dengan lancar begitu saja setiap harinya. Bila sedang tak ada pekerjaan utama, menulis menjadi hobi yang seringkali dilakukan. Alhasil, banyak manfaat yang saya rasakan. Selain bertambah teman, saya pun menjadi bertambah wawasan. Baik dari sisi pikiran maupun tindakan.
Menulis bagi saya bukan hobi biasa. Bukan pula bakat yang saya dapatkan dari lahir. Justru menulis menjadi hobi setelah saya aktif menulis di rumah sehat kompasiana ini. Meskipun jujur saya banyak menulis di berbagai blog dan milis yang berkaitan dalam dunia pendidikan. Itulah makanya saya sering disebut sebagai guru yang tidak biasa. Artinya saya mencoba mengatakan kepada dunia bahwa guru Indonesia bisa menulis, dan menelurkan buah pemikirannya melalui media yang bernama blog.
Bila anda ingin menjadikan menulis sebagai hobi, maka anda harus menyukai huruf, dan kata-kata beserta tanda bacanya yang mengandung makna. Dengan begitu akan ada makna yang terkuak, dan tersirat setelah anda menuliskannya. Terkadang kata demi kata itu mengalir begitu saja. Tanpa konsep dan pendapat para ahli.
Bagi saya, menulis adalah menyampaikan informasi kepada manusia lainnya. Jadi buat saja tulisan layaknya kita bicara. Hal itulah yang membuat saya betah berlama-lama di kompasiana. Selalu saja ada teman yang sehati dalam menulis. Bahkan saya banyak belajar bagaimana menulis fiksi yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Banyak orang baik yang mengajari saya menulis. Tak heran bila saya diam-diam selalu membaca tulisan teman-teman di rubrik fiksi. Hanya saja seringkali tanpa komentar. Mengapa? Dengan tanpa komentar saya merasakan kedamaian hati ketika membaca tulisan teman-teman. Hal itu lebih baik daripada saya menulis komentar tetapi sesungguhnya saya tak membacanya dengan hati.
Menulis itu bukan hobi biasa. Bila anda ingin membiasakannya, bergabunglah di kompasiana. Anda bisa menulis setiap hari di sini. Tak peduli dibaca atau tidak oleh orang lain, tapi yang terpenting niatkan menulis untuk berbagi. Bukan untuk dipuji atau mendapatkan popularitas semu.
Ketika menjadi salah satu kompasianer teraktif, saya justru mendapat sebuah beban dari dalam diri. Sebab pada akhirnya saya menulis tidak lagi untuk berbagi, tetapi hanya mengharapkan pujian menjadi teraktif. Itulah makanya saya mengusulkan kepada admin kompasiana pada saat itu agar kolom kompasianer teraktif sebaiknya dihapuskan saja. Jadilah kompasiana sekarang seperti sekarang ini. Ada kolom terekomendasi.
Bagi saya menulis adalah panggilan jiwa. Ketika ada ide untuk menulis, ya menulis saja. Komitmen yang tinggi, dan menjaga konsistensi membuat saya percaya diri untuk menulis. Sayapun percaya kalau kompasiana tak akan pernah sepi dari pengunjung. Kompasiana akan menjadi media sosial yang tetap dinanti bagi mereka yang sudah terbiasa mengeluarkan isi hati.
Akhirnya, saya harus menutup tulisan ini dengan sebuah motivasi. Ayo menulis terus setiap hari! Dengan begitu ada kisah-kisah yang bisa dituliskan oleh jurnalis warga, dan semoga memberikan pencerahan kepada sesama. Menulis itu bukan hobi biasa. Menulis itu adalah hobi yang sangat luar biasa, dan membuat si penulisnya akan terkenal dan dikenal khalayak ramai. Jangan heran, bila akan banyak orang yang mengenal anda ketika kopi darat seperti apa yang saya alami. "Ini Omjay ya? Kok sama sih dengan yang sering menulis di kompasiana?"

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Jumat, 08 Juli 2011

Ikutilah Amprokan Blogger 2011 di Bekasi sabtu-minggu, 17-18 September 2011

13101088041086438596

Buat teman-teman blogger di seluruh tanah air. Juga buat teman-teman blogger yang sedang berada di luar negeri. Senang rasanya hati ini karena sebentar lagi komunitas blogger bekasi (be-blog) akan mengadakan kembali amprokan (pertemuan) blogger yang kedua di Islamic Center Bekasi. Rencananya amprokan blogger (AB2011) akan dilaksanakan setelah lebaran Idul Fitri atau bertepatan dengan hari Sabtu-Minggu, tanggal 17-18 September 2011.


13101086761604418044

Sehubungan dengan itu, kami mengundang anda para blogger untuk hadir dan berbondong-bondong mendaftarkan diri mewakili komunitas bloggernya atau secara mandiri mendaftarkan diri di website amprokan blogger 2011. Rencananya, kami akan mengundang semua komunitas blogger di seluruh tanah air. Kami perkirakan akan lebih dari 50 komunitas blogger berkumpul di acara ini. Rame khan? Apalagi sambil menikmati toge goreng dan sayur gabus pucung, makanan khas orang Bekasi.

1310109022575197540
Teman-teman Panitia Amprokan Blogger 2010

Tahun 2010 yang lalu, acara berjalan sukses selama 2 hari (6-7 Maret 2010), dan tahun ini kita akan mengadakan acara AB2011 juga selama 2 hari, yaitu tanggal 17 dan 18 September 2011. Untuk itu, kami dari panitia AB2011 telah menyiapkan penginapan di Islamic Center untuk teman-teman blogger yang hadir dari luar Jakarta. Kitapun akan melayani dengan sepenuh hati teman-teman yang hadir dari luar daerah Bekasi.

13101090872091686529
Teman-teman Panitia Amprokan blogger 2010

Rencananya, Acara Amprokan Blogger (AB2011) tahun ini akan mengundang para aktivis lingkungan memberikan pencerahannya di hari pertama. Lalu di hari kedua, peserta akan kami bagi dua rombongan. Rombongan pertama akan kami ajak untuk mengikuti wisata mangrove ke muara gembong, Bekasi Utara. Di sana kita akan melihat hutan mangrove yang gundul dengan naik perahu. Wah bakal seru tuh! Kemudian rombongan kedua akan kami ajak melihat kawasan wisata jababeka Cikarang dan melihat kembali pohon-pohon yang tahun lalu kita tanami ramai-ramai. Pokoknya gak kalah seru dengan rombongan perahu Wisata Mangrove.

13101094682146561273
Omjay dan Rombongan dalam Perahu

Blogger Membudayakan Kecerdasan Ekologis. Itulah yang akan menjadi tema besar kegiatan amprokan blogger tahun 2011. Hal ini berangkat dari keprihatinan kita tentang banyaknya pohon yang telah ditebangi, dan kurangya penghijauan di kota besar, dan kawasan pantai, sehingga menimbulkan abrasi. Ada kampung yang hilang tenggelam akibat abrasi itu di Bekasi. Oleh karena itu, kami mengajak teman-teman blogger semua untuk turut melestarikan lingkungan dan membuat sebuah komitmen bersama untuk menjaga hutan dan lingkungan kita dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.

1310109622503536916
Menanam Pohon di kawasan Wisata jababeka. http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/14/amprokan-blogger-2010-4-pesona-memikat-kota-jababeka/

Kami mengajak teman-teman blogger baik secara pribadi atau organisasi untuk mewujudkan Peran Blogger dalam Revitalisasi Hutan Mangrove dan pelestarian lingkungan bersama Sinergi Konstruktif dengan Masyarakat, industri dan pemerintah Bekasi. Itulah yang menjadi visi utama kami di dalam amprokan blogger kali ini.

Tahun 2010 lalu, banyak sponsor yang ikut terlibat di acara amprokan blogger. Di antaranya telkom, XL, Kompas.com, kompasiana.com, dagdigdug.com, komunitas TDA, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk itu kami membuka peluang bisnis kepada para sponsor untuk bekerjasama saling menguntungkan dalam kegiatan ini. Sebab selain acara seminar nasional tentang lingkungan, dan wisata, kami juga akan mengadakan acara sarasehan dengan sesama teman-teman komunitas blogger di malam harinya tanggal 17 September 2011. Juga akan kami adakan berbagai lomba blog, ngetwit, dan SEO dalam rangka hari ulang tahun komunitas blogger bekasi (be-blog) yang kedua tanggal 17 Agustus 2011.

13101100852058011244
Rapat Panitia Persiapan Acara Amprokan Blogger 2011

Berbagai persiapan penting sudah kami lakukan, dan rapat rutin panitia kami adakan setiap hari Rabu malam pukul 19.00 WIB di Bekasi Cyber Park (BCP). Wah selalu ramai dihadiri oleh panitia amprokan blogger. Kami bertekad acara ini akan jauh lebih sukses dari acara amprokan blogger yang pertama.

1310110310396117398
Piagam Penghargaan sebagai Komunitas Blogger Terbaik tahun 2010

Sebagai komunitas berbasis wilayah terbaik di Indonesia dalam pesta blogger 2010, kami dengan bangga mengundang anda para blogger Indonesia untuk hadir di acara amprokan blogger (AB2011) pada 17-18 September 2011. di kota Bekasi. Segala fasilitas untuk perwakilan komunitas dari daerah akan kami berikan Free, dan mohon dukungan untuk menyebarluaskan kegiatan ini ke seantero negeri melalui blog pribadi atau komunitas masing-masing.

13101105201677389244
Mas Aris Heru Utomo, Ketua Komunitas Blogger Bekasi

Demikianlah undangan amprokan blogger ini kami sampaikan, dan mohon kehadiran teman-teman blogger dengan mendaftarkan diri secara online diwebsite kami http://temublogger.com/, atau berkirim email ke wijayalabs@gmail.com.

Salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Sabtu, 02 Juli 2011

Kebebasan Berekspresi Tidak Boleh Merugikan Orang lain

Semoga di saat-saat anda membaca tulisan saya ini, anda dalam keadaan sehat dan senantiasa sukses dalam mengemban amanah dari Allah Tuhan yang Maha Perkasa. Semoga pula hari-hari anda senantiasa diliputi kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
Teman-teman pembaca yang saya banggakan. Internet telah membawa kita lebih mudah saling berkomunikasi dan memberi informasi. Begitu banyak manfaat yang kita peroleh dari internet. Setiap orang dengan mudah menyampaikan ekspresinya. Baik melalui PC, ipad, laptop, ataupun ponsel. Adanya situs jejaring sosial seperti blog, facebook, dan twitter atau situs jejaring sosial lainnya memudahkan kita saling berekspresi. Siap menyampaikan pesan kepada khalayak ramai tentang apa yang sedang dilakukan. Orangpun bisa dengan mudah membaca staus kita melalui facebook.
Namun sayangnya, ada segelintir orang yang menggunakan kebebasan berekspresi ini untuk hal-hal yang tidak baik. Misalnya menjelek-jekekan orang lain, dan mengabarkan berita bohong. Berita hoax seringkali menjebak dan membuat kita seringkali tertipu karenanya. Contohnya tentang kabar facebook mau ditutup. Berita itu sempat membuat orang banyak percaya padahal hanya berita bohong belaka.
Dunia maya memang mengasyikkan. Tapi siapa sangka dalam dunia yang mengasyikkan itu ada srigala digital yang mengancam. Heboh konten vurgar berseliweran, dan malware (virus) jahat masuk dalam system komputer yang digunakan. Kita tak bisa langsung menyikapinya dengan hanya menyensor internet. Sebab dibutuhkan sebuah gerakan internet sehat agar kita nyaman berinternet.
Pakar Internet Onno W Purbo menuliskan di buku internet sehat, kita sering tidak menyadari bahwa di ujung komputer sebelah sana terdapat manusia yang memegang keyboard. Sayangnya manusia tetap manusia, mereka bukan malaikat. Manusia ada yang baik, tapi juga tidak kurang banyak yang mempunyai hati dan niat yang tidak baik. Tidak heran, jika banyak sekali kasus yang tidak baik di Internet, mulai dari, masalah pornografi (berbentuk foto atau video), kekerasan, perjudian, penipuan, bahkan yang tidak kalah marak belakangan ini adalah pencemaran nama baik hingga penculikan yang bisa berakhir dengan mengenaskan.
Kebebasan berekspresi seharusnya membuat kita lebih menyadari bahwa kita memerlukan orang lain. Kita tak bisa hidup tanpa orang lain. Kita membutuhkan mereka untuk saling melengkapi kekurangan kita masing-masing. Dengan begitu hidup semakin nyaman dan damai, karena semua diri menyadari akan kelemahannya masing-masing. Kita pun tak melulu membanggakan diri kita yang terhebat. Justru kita tertantang untuk menjadi orang yang kreatif dengan membuat kontent-kontent yang bermanfaat untuk orang banyak, seperti blog  rumahinspirasi.com, dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Terkadang saya sering mendapatkan postingan di blog  yang menjelek-jelekkan orang lain. Saya merasakan bahwa hal itu sebenarnya kurang baik. Kita bisa menjadi saling bermusuhan karenanya. Padahal dengan adanya kebebasan berekspresi ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Kita bisa bersatu dan saling berangkulan mengikat tali persahabatan. Misalnya  saja tentang  Bahan Bakar Minyak (BBM). Kita memang perlu mengkritik pemerintah dalam pengelolaannya, tetapi fakta dan data harus kita cari lebih dahulu. Sehingga ketika kita mengkritik pemerintah ada data dan fakta yang kita dapatkan. Tidak hanya asal tulis dan emosi sesaat yang pada akhirnya hanya merugikan kita sebagai penulisnya.
Begitu juga bila kita menemukan kejelekan orang lain seperti kasus korupsi misalnya. Kita tak bisa begitu saja menuduhnya koruptor dalam tulisan-tulisan kita, sebab harus check and recheck terlebih dahulu datanya. Bila tidak kita akan dituduh pasal pencemaran nama baik. Pada akhirnya kita sendiri yang akan dirugikan.
Kita pun bisa saling berekpresi dan menuliskan pokok-pokok pikiran genius kita melalui tulisan-tulisan di blog. Kebebasan berekspresi seperti di blog keroyokan kompasiana.com misalnya, harus kita pertanggungjawabkan pula secara moral.  Saya masih menemukan tulisan yang asal tulis, dan belum didukung data secara benar. Kalau sudah begitu saya hanya menyarankan untuk lebih berhati-hati dalam menulis. Etika ngeblog harus terjaga, dan usahakan untuk mencari data dari berbagai sumber, baru kita menuliskannya secara menyeluruh. Kita pun tak dituduh sebagai plagiat bila kita mencantumkan sumbernya.
Kebebasan berekspresi yang kebablasan akan membuat anda menjadi orang yang kurang bertanggungjawab. Asal menuduh dan asal menuliskan cerita yang kurang pada tempatnya akan membuat pembaca tentu gerah, dan berakibat mereka malas membaca tulisan anda kembali. Sebab image mereka terhadap anda sudah buruk. Mereka akan menganggap anda adalah orang yang suka fitnah dan cuma bisa mengada-ngada. Kalau sudah begitu, anda akan dikucilkan dalam ranah maya, dan lebih sakit lagi bila anda terkucil dalam dunia nyata.
Sebagai seorang pendidik, saya selalu mengingatkan para peserta didik saya untuk menuliskan hal-hal yang baik dalam berbagai media sosial seperti blog, facebook, dan twitter. Saya memberikan arahan kepada mereka untuk menghentikan atau menstop tulisan-tulisan yang kurang baik, dan kurang manfaat. Baik dalam kalimat pendek maupun dalam kalimat panjang. Hal itu saya berikan dalam kegiatan studi jurnalistik di sekolah.
Saya berusaha menyadarkan mereka bahwa menjelekkan orang lain adalah hal yang kurang banyak manfaatnya, kecuali ada data, dan fakta yang mendukung kita.  Dengan begitu, kritik atau hujatan yang kita lontarkan akan membuat pembaca bersetuju dengan apa yang dituliskan. Mereka pun tentu akan berterima kasih bila kita mampu menuliskannya dengan bahasa yang santun. Tak perlulah ada perkataan atau tulisan nama-nama hewan di kebun binatang keluar dari tulisan anda.
Seharusnya kita sebagai pengguna internet dapat memanfaatkan kebebasan berinternet dengan cara-cara yang sehat. Seperti mas Hari Van Jogya, seorang tukang becak yang memanfaatkan internet untuk membuat becaknya disewa oleh para turis asing maupun lokal. Atau seperti mas bena kribo yang mampu mengekspresikan dirinya melalui blog pribadinya yang kreatif di benablog.com. Juga kita akan tertawa ngakak membaca buku dari hasil ngeblog yang berjudul “Poconggg juga Pocong di sini.
Memang harus diakui kondisi kebebasan berekspresi (via Internet) di Indonesia dewasa ini belum berjalan sesuai dengan arah yang tepat. Masih kita temukan penyimpangan di sana sini. Tetapi saya yakin, bila kita mampu mengkampanyekannya dengan baik, dan dimulai dari diri kita untuk menulis sesuatu yang baik, maka akan banyak orang yang  juga mengikuti jejak kita.
Heboh konten vulgar yang bersileweran di dunia maya seringkali disikapi dengan rencana penyensoran oleh pemerintah. Meski begitu, tidak semua masyarakat internet (netter) setuju dengan rencana seperti itu. Sebab rencana seperti itu dinilai berpotensi mengancam kebebasan berekspresi, dan kreativitaspun terancam akan tersumbat. Konten vulgarpun akan tetap berkeliaran walaupun sudah diblokir. Mereka akan dengan mudah membuat lagi yang baru yang lebih keren dan interaktif. Hilang satu tumbuh seribu.
Sebaiknya bukan sekedar sensor sana, sensor sini, blokir sana, blokir sini, atau merazia ponsel dan warnet tetapi mengupayakan gerakan imunisasi kepada para pengguna internet dengan konsep para netter dibuat kebal sehingga tidak mudah terkapar dampak negatif dari konten-konten vulgar bebau pornografi yang beredar di internet.
Upaya itu telah dilakukan oleh sebuah LSM yang bernama ICT Watch yang bergerak di bidang pemberdayaan teknologi informasi (TI). Mereka berusaha agar citra internet di mata masyarakat menjadi baik, dan bukan justru sebaliknya. Internet Sehat digagas oleh ICT Watch (Donny BU, Onno W Purbo, dkk) sejak tahun 2002, yang bertujuan mengenalkan dan menggiatkan penggunaan Internet yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua. Citra internet pun menjadi terangkat, dan orang tak alergi lagi dengan internet yang seolah-olah telah menjadi tempat berbuat mesum, dan tak bermoral. Ini jelas tidak baik buat anak-anak sekolah yang sedang memasuki tahap manusia remaja menjadi dewasa.
Seharusnya kita menyadari bahwa maraknya kasus pornografi saat ini, baik video mesum mirip artis, dan lain sebagainya membuat kita bersatu untuk mengusir orang-orang jahat yang ada di dunia maya. Tanpa persatuan, kita tak mungkin melawan niat jahat orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu.
Bila ada segelintir orang yang ketahuan melakukan hal-hal yang tidak baik dalam kebebasan berekspresi, maka tak ada lagi tempat bagi mereka kalau kita saling mengawasi dan menyadarkan mereka. Dengan begitu tak ada tempat yang leluasa bagi mereka yang menggunakan kebebasan berekspresi hanya untuk merugikan orang lain. Merekapun akan dikucilkan dari masyarakat.
Sebaiknya para pengguna Internet di Indonesia dapat mengatur dirinya sendiri dalam kebebasan berekspresi. Dengan begitu akan timbul penyadaran dalam diri bahwa dirinya harus bermanfaat untuk orang banyak melalui tulisan-tulisannya. Kita pun akan bersatu dalam mengkampanyekan internet secara sehat yang digalang oleh pak Onno, dan mas Donny BU. Tak ada orang yang dirugikan dari apa yang kita postingkan di internet. Baik berupa teks, gambar, foto dan video.
Berpikir sebelum memposting harus menjadi proteksi diri agar ketika diposting, content yang dipublikasikan tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Dengan begitu setiap diri akan lebih berhati-hati lagi dalam mempostingkan apa yang dia pikirkan, dan proses membaca ulang atau  editing menjadi sesuatu yang wajib dilakukan karena dengan begitu hati dan pikirannya menyatu menjadi satu dengan tindakan yang jitu. Orang pun menjadi tahu apa yang dituju.
Dalam film dokumenter yang dibuat oleh tim internet sehat, disitu dijelaskan bagaimana dahsyatnya internet dengan media sosialnya. Dengan jumlah pengguna internet lebih dari 45 juta orang di Indonesia dan lebih dari 30 juta pengguna facebook saat ini, tentu orang akan semakin mudah beraktulisasi diri, bergaul dan berekspresi. Media sosial dengan berbagai variannya memudahkan orang untuk melakukannya.
Kasus Prita Mulyasari memberikan pembelajaran kepada kita bahwa hal-hal yang baik dituliskan dalam ranah maya seperti email misalnya belum tentu diterima dengan baik oleh mereka yang kita kritik. Prita pun dituduh mencemarkan nama baik dokter dan rumah sakit yang dikritiknya, karena memberikan pelayanan yang kurang memuaskan. Maksud baik belum tentu ditanggapi secara baik, bila proses komunikasi tak terjalin dengan baik.
Dengan kekuatan media sosial, akhirnya prita mampu menang, dan ini membuktikan bahwa media sosial mempunyai peranan penting dalam melawan ketidakadilan, termasuk kasus ketidakjujuran pasca Ujian nasional di SDN Gadel Surabaya. Peran sosial media sangat penting dalam menginformasikan berita yang benar.
Ketika bencana alam terjadi seperti merapi misalnya. Para pengguna internet atau netter dapat bekerjasama dalam saling memberitahukan informasi terkini melalui twitter, facebook, dan blog mereka. Informasi terbarupun dapat tersebar dengan cepat ke seantero dunia, seperti kasus meletusnya gunung merapi beberapa waktu lalu.
Indonesia harus menjadi contoh bagi negara lainnya dalam pemanfaatan media sosial untuk kemanusiaan, keadilan, bencana alam, korupsi, dan lain-lain. Para blogger dapat mengajarkan teman-teman lainnya untuk ngeblog ke arah positif dan belajar bagaimana membuat desain grafis seperti flash, photoshop, indesign, dan corel draw. Dengan begitu ada keterampilan baru yang mereka miliki dalam pemanfaatan multimedia yang terus berkembang. Seperti yang kami lakukan dalam komunitas bloggerbekasi.com yang bisa anda lihat sendiri kegiatannya. Kami mengajak mereka untuk ngeblog secara sehat dan kreatif.
Kebebesan berekspresi yang cerdas seharusnya membuat kita bersatu melawan pemerintahan yang bodoh, dan membuat mereka menyadari akan kekeliruannya. Dengan begitu ada koreksi dari masyarakat secara cepat. Di sinilah pemerintah menjadi bijaksana dan bertindak cepat ketika ada masukan dan kritikan dari rakyatnya. Kita pun memberikan data dan fakta yang jelas sehingga pemerintah menjadi berterima kasih karenanya. Bila mereka menolak kritikan, ya jangan dianggap, seperti kata pak Onno dalam film dokumenter yang dibuat tim internet sehat pimpinan mas Donny BU ini.
Kasus pornografi atau kontent pornografi yang dengan mudah kita lihat secara online di internet dapat kita minimalisasi dengan memberikan penyadaran kepada para pengguna internet khususnya remaja akan sisi negatifnya. Dengan begitu mereka pun akan menjauh dari situs pornografi yang cepat sekali berkembangnya.
Kita tak bisa membendung situs pornografi ini. Kita hanya bisa mendidik atau mengarahkan para pengguna internet untuk membangun karakternya dengan pribadi yang beriman dan bertakwa. Oleh karenanya peran guru agama, dan semua pendidik sangat penting. Juga peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya. Kita perlu menjadi pemandu buat mereka yang masih muda dan belum matang dalam menterjemahkan kebebasan berekspresi. Salah-salah kita sebagai orang tua akan terkena dampaknya.
Akhirnya, kebebasan berekspresi di internet saat ini semestinya harus membuat kita kreatif dan membuat kontent-kontent yang bermanfaat untuk orang banyak. Khususnya dalam bidang pendidikan agar bangsa ini cerdas. Dengan memanfaatkan media sosial kita bisa saling terkoneksi, dan saling memberikan informasi untuk melakukan yang terbaik untuk kemajuan bangsa ini. Kalau pemerintahnya masih bodoh, kita bisa memintarkan orang banyak melalui jaringan sosial di internet. Itulah sebenarnya kebebasan berekspresi yang kita harapkan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan keihklasan, dan kesabaran. Bukan menjelekkan orang lain, dan pada akhirnya merugikan diri sendiri. Kebebasan berekpresi tidak boleh merugikan orang lain.

Catatan: Artikel ini juga dipublikasikan di
salam Blogger persahabatan
Omjay

Sabtu, 25 Juni 2011

Sambutan Mendiknas di Kongres IGI, "Guru Sebagai Profesi Harus Profesional"


13088153461415754459
Sambutan Mendiknas di Kongres IGI


Bahagia rasanya bisa bertemu langsung dengan menteri pendidikan nasional (Mendiknas) Prof. Dr. Muhammad Nuh. Beliau masih menyempatkan diri bertemu dengan kami para guru di sela-sela kesibukan beliau. Sungguh sebuah kebahagiaan yang tak ternilai bertemu langsung dengan pak mendiknas di kongres IGI, Kamis, 23 Juni 2011 yang menginspirasi para guru di Indonesia untuk maju.

Arahan dan sambutan pak Mendiknas Muh. Nuh kepada para anggota kongres IGI dari 21 Wilayah dan 100 lebih  daerah yang pertama ini sangat bagus sekali. Saya mencatatnya beberapa. Semoga bisa dilengkapi oleh teman-teman guru yang hadir dan membaca langsung tulisan live saya ini.

1308801885379403319Pertama, organisasi guru seperti IGI harus mempunyai cita-cita kemuliaan yang tinggi. Tanpa cita-cita yang baik dan mulia sebuah organisasi tidak akan berkembang dengan baik. IGI harus memiliki Cita-cita yang baik dan mulia sehingga memuliakan para guru di Indonesia.
Kedua, cita-cita organisasi itu harus menjadi budaya atau tradisi organisasi yang baik sehingga menjadikan IGI menjadi sebuah organisasi yang bermartabat, dan menjadikan IGI sebagai sumber ilmu. Kemulian seorang guru terletak kepada ilmunya. Kemuliaan seseorang dapat dilihat dari ilmu yang dikuasainya, dan dibagikan kepada orang banyak.
Ketiga, guru sebagai seorang pendidik harus ramah terhadap ilmu pengetahuan baru (terus menerus mengembangkan kemampuan dirinya, contohnya melek internet) karena internet akan bermanfaat bila guru mampu memanfaatkannya dengan baik. Beliau mencontohkan kisah Nasrudin (bukan Nasrudin yang lagi ngetop saat ini loh, hehehe).
Beliau bercerita tentang kisah Nasrudin yang kehilangan jarum. Apa yang kamu cari Nasrudin? Nasrudin kehilangan jarum di tempat gelap, dan mencarinya di tempat terang. Apa falsafahnya, bila di rumah kita gelap, maka kita harus mencari pencerahan di luar.



IGI harus menjadi rumah pencerahan guru. Pencerahan di dalam diri kita, rumah kita, dan organisasi kita. Oleh karenanya pemerintah menyambut baik program-program kerja IGI seperti Gerakan melek Internet dan Gerakan Guru Menulis.

13088019821902552997
Pemerintah perlu melakukan Kerjasama dengan IGI, dan bukan mendukung. IGI sebagai mitra atau partner pemerintah dalam memajukan pendidikan, dan kemendiknas sangat menyambut baik kelahiran IGI yang dimotori oleh para guru itu sendiri. Dari guru, oleh guru, dan untuk guru.
Keempat, Energi keteladanan harus dimiliki para guru di Indonesia. Guru harus mampu memberikan keteladanan. Satu kata antara ucapan dan perbuatan. Selain keteladanan, IGI juga harus membangun kemitraan dengan perusahaan sponsor seperti Acer, Intel, dan Telkom. IGI harus menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar, dan dana sponsornya dipergunakan meningkatkan mutu guru .
Kelima, Guru sebagai profesi. Layaknya sebagai profesi harus ada kode etik atau legalitas yang harus dijalankan oleh guru. IGI menjadi motor dalam etika, moral, dan profesional guru. Kembangkan kompetensi sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa.
Beliau sedikit bercerita tentang kasus Gadel di Surabaya tentang kejujuran. "Kalau ada kawanmu yang gak bisa harus diajari, tapi di saat yang benar, dan bukan di saat ujian.  Pada saat ujian tidak boleh mengajari orang lain". begitu beliau mengatakan kepada kami yang lansgung mendapatkan aplus luar biasa dari teman-teman IGI.
"Membaca Al-Quran itu Bagus. tapi membaca Al-Qur'an di kamar mandi jelas tidak bagus. Guru harus mampu menempatkan diri dan mampu menanamkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya". Tandas pak Menteri yang suka humor ini.


Kejujuran harus menjadi kata kunci karakter bangsa dan profesionalitas guru. Guru yang sudah disertifikasi sekitar 746.000 guru harus mampu jujur, dan masih banyak guru yang harus segera disertifikasi. Kita berharap kejujuran menjadi panglimanya.
Angaran yang sudah direncanakan untuk dikeluarkan oleh pemerintah hampir 25 Trilyun. Sebuah dana yang besar untuk mengapresiasi profesionalitas guru. Dana sebesar itu digunakan  untuk memberikan tunjangan profesi yang syaratnya sudah tersertifikasi. Sebuah angka yang tidak sedikit, dan pemerintah berkomitmen soal kesejahteraan guru.


Sumber keuangan yang begitu besar, sekitar 100 Trilyun (Pak Wakil menteri fasli Jalal mengatakan sekitar 70 Trilyun) harus diimbangi dengan profesionalitas guru yang lebih bagus lagi. Para guru harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta didiknya.
Kemendiknas tentu ingin memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Berusaha keras mensejahterakan para guru, dan untuk itu kemendiknas berkepentingan menjamu para guru di kantor kemendiknas selama 3 hari ini. Kata beliau, tuan rumah harus melayani tamunya dengan baik selama 3 hari. Itulah kemuliaan sebagai tuan rumah. Tetapi kalau lebih dari 3 hari silahkan saja, asalkan tuan rumah masih sanggup melayaninya dengan baik.
Keenam, pak Menteri juga mengingatkan kepada kami. Guru harus mampu memberikan pembelajaran yang terbaik bukan karena bayarannya, tetapi karena ilmunya. Ilmu bukan untuk dijual, namun untuk disebarkan. Guru tak boleh terkena penyakit "kitmanisme" atau penyakit yang menyembunyikan ilmu.
Penyakit "kitmanisme" (menyembunyikan ilmu) harus dihilangkan oleh para guru. Teman-teman guru diminta harus selalu berbagi ilmu dan menyampaikannya kepada para peserta didiknya dengan baik. Tak salah bila motto IGI "Sharing and Growing Together" telah mampu memberantas penyakit kitmanisme ini.

pak menteri juga mengatakan, Yayasan harus memberikan service yang baik kepada para guru, dan kantor mendiknas ingin memberikan service yang terbaik pula untuk tenaga pendidik dan kependidikan. Oleh karenanya, tak salah bila kongres IGI yang pertama ini dilaksanakan di rumah para guru, kantor kemendiknas Senayan Jakarta., dan dihadiri lebih dari 200 orang guru dari seluruh Indonesia.




1308802326540775734
Berebut Berfoto Bersama dengan Mendiknas

Pak Menteri juga berpesan. Bila ada seminar usahakan hadir, dan jangan hanya sertifikatnya saja yang dicari tapi juga ilmunya. Stop ketidakjujujuran dan stop kekerasan. Lalu Ciptakan sekolah-sekolah yang berbasis karakter.
13088043051878797811
Begitulah sedikit laporan saya tentang sambutan mendiknas di acara kongres IGI yang pertama. Ayo terus maju para guru, dan sebarkan ilmu serta  berantas kitmanisme dalam dunia pendidikan kita.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Sabtu, 18 Juni 2011

Ketika Buku PTK Menjadi Buku Best Seller



1308162328677241380
Geliat Peluang Bisnis di Toko Buku Gramedia Matraman



Semoga di saat-saat anda membaca kelanjutan postingan saya ini, anda dalam kondisi yang sangat prima. Semoga pula rezeki melimpah menghampiri hidup anda hari ini karena anda mau berbagi. Berbagi pengalaman, dan pengetahuan. Dengan begitu, segudang pahala anda dapatkan dari sebuah kebaikan yang anda tanamkan.


Teman-teman kompasianers yang omjay cintai dan banggakan. Setelah menuliskan 2 postingan saya terdahulu, disini dan di sana, anda akan mendapatkan seputar informasi tentang buku-buku yang menjadi best seller di toko buku Gramedia Matraman Jakarta Timur. Beberapa buku yang begitu menggoda anda untuk segera membacanya.



13081599181000564408
Buku Best Seller di Toko Buku Gramedia Matraman Jakarta


Setelah buku ranah 3 Warna dan 5 menara karya A. fuadi yang mempesona diurutan keempat dan kelima dalam urutan 10 top ten books di toko buku gramedia matraman jakarta, saya memfoto buku the journeys , kisah perjalanan para pencerita. Lalu disusul dengan buku setiap orang Sales harus punya sales script ini! Kemudian di bagian bawahnya menyusul buku BEPB20 sebuah buku yang unik dan membuat saya tertarik untuk membacanya. Namun sayang semua buku itu masih terbungkus rapi, dan saya belum sempat membacanya. Sayapun terlupa memfoto buku di urutan berikutnya, karena ada sebuah buku yang lebih menarik perhatian saya. Sebuah buku yang pernah saya tuliskan bersama pak Dedi Dwitagama.



13081604801280617837
Buku Best Seller PTK karya Wijaya Kusumah, dan dedi Dwitagama



Saya berdecak kagum, karena buku Mengenal PTK yang saya susun bersama pak Dedi berada dalam rak buku bagian pendidikan dan pengajaran. Bagi saya ini sebuah prestasi dimana buku yang kami susun akhirnya dapat "mejeng" di toko buku terbesar di Asia. Sebuah buku yang amat dicari para guru yang senang meneliti.


Menurut manajer sales penjualan penerbit indeks, buku Mengenal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang kami susun sangat diminati oleh pembaca, dan karena buku itulah saya dan pak Dedi bisa terbang ke berbagai daerah di nusantara. Semoga saya tak bermimpi, buku yang kami susun akan masuk ke dalam rak 10 top ten books di toko buku termegah ini.




1308160920583974673
Buku Bagus harga Hemat cuma Rp. 5000,-


Setelah cukup lama memperhatikan geliat peluang bisnis di toko buku Gramedia matraman ini, saya pun jatuh hati pada 2 buah buku hemat yang dijual di toko buku ini. Buku Sabda Cinta Nabi, dan Buku Rahasia Menikmati Hidup melalui kata-kata yang kita ucapkan membuat saya membeli buku Bagus itu dengan harga masing-masing cuma Rp. 5000,-. Saya pun hanya keluar uang Rp. 10.000 untuk membeli kedua buku hemat ini. Anda pasti akan berdecak kagum, bila anda tahu isi kedua buku ini. Sebab isinya sangat mahal daripada harga bukunya yang cuma Rp. 10.000,-. Sebuah harga dua mangkuk bakso di kantin sekolah Labschool. Suatu saat saya akan meresensi kedua buku ini, dan akan saya bagikan kepada anda para pembaca tercinta.


Geliat Peluang Bisnis di Toko Buku Gramedia Matraman bukan hanya menginspirasi saya untuk membuat bukubest seller, tetapi juga menghantarkan saya untuk menjadi penulis profesional yang bukunya dinantikan para pembaca setianya. Semoga ini bukan cuma mimpi.


Ada kabar baik yang hendak saya bagikan kepada anda para pembaca. Sebuah email dari penerbit yang membuat saya semakin semangat untuk menulis di kompasiana. Isinya sebagai berikut:

Selamat siang Pak Wijaya,

Apa kabar? Kiranya Bapak sehat dan semangat selalu.


Saya baru baca naskah Bapak "Menulislah Setiap Hari", isinya bagus dan membuat saya yang baca jadi ikut termotivasi.




Untuk itu, kami akan terbitkan dengan judul yang telah diberikan oleh editor kami, menjadi"MOTIVASI & KIAT MENULIS SETIAP HARI : Vitamin untuk Penulis, Guru, Mahasiswa dan Siswa"


Kami akan terbitkan naskah Bapak ini dengan bendera penerbit PT. Akademia Permata, jika Bapak tidak keberatan.

Untuk itu terlampir saya kirimkan draft penerbitannya. Mohon dipelajari lebih dahulu, dan perjanjian asli akan saya kirimkan ke Bapak.




Salam,

Novi

Saya bersyukur kepada Allah, bahwa menulis setiap hari di blog kompasiana bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Setidaknya saya telah merajutnya menjadi sebuah buku motivasi yang semoga menjadi sebuah buku best seller.Mohon doa dari pembaca.

1308162142870375686
Buku Mega Best Seller yang wajib Anda beli dan Miliki


Akhirnya, geliat peluang bisnis di toko buku Gramedia Matraman menghantarkan saya untuk menangkap peluang bisnis dengan menulis. Dengan menulis ada pesan yang kita sampaikan, dan dengan menulis itu pula kita telah mencerahkan orang banyak dari tulisan-tulisan kita yang memotivasi. Sayapun bersyukur telah membeli buku 7 Keajaiban Rezeki. sebuah buku mega best seller yang membuat saya lebih mengaktifkan otak kanan saya. Semoga saya segera membuat resensinya untuk anda. (Tamat)


Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Kamis, 09 Juni 2011

Pentingnya Manajemen Administrasi Guru

Setelah mengikuti seleksi pemilihan guru berprestasi atau gupres, saya semakin menyadari pentingnya manajemen administrasi pembelajaran. Dengan menguasai manajemen administrasi pembelajaran, seorang guru dapat menyusun sendiri portofolionya dengan lebih baik lagi. Sehingga ketika mengikuti seleksi gupres, atau lomba sejenis teman-teman guru tak lagi mencari-cari arsip atau dokumen pembelajaran, karena semuanya sudah didokumentasikan dengan manajemen administrasi pembelajaran.

1307578202615251214

Berfoto Bersama dengan Teman-teman Guru Seleksi Gupres 2011

Teman-teman pembaca yang saya cintai dan banggakan. Dari mulai hari Senin-Rabu, 6-8 Juni 2011 saya mengikuti seleksi guru berprestasi. Rabu Sore telah diumumkan calon guru yang lolos seleksi Guru Berprestasi (gupres) tingkat Jakarta Timur.

Alhamdulillah saya berada di urutan ke-29 dari 98 orang guru yang mengikuti seleksi guru berprestasi di SMPN 255 Jakarta Timur sampai dengan selesai. Ada 120 orang guru terdata mengikuti seleksi ini, dan hanya 98 orang yang mengikutinya sampai selesai penilaian portofolio. Itulah sedikit informasi yang saya dapatkan dari salah seorang panitia. Dari 98 orang guru itu, hanya 75 orang guru yang melengkapi persyaratan dengan lengkap.

1307576994804740452

Peringkat Seleksi Gupres Tingkat Jakarta Timur

Meskipun saya tak masuk nominasi 10 besar pada seleksi gupres tahun ini, ada beberapa pengalaman yang hendak saya bagikan kepada teman-teman pembaca, khususnya guru yang akan mengikuti seleksi gupres tahun depan. Ternyata berat sekali untuk menjadi guru berprestasi. Banyak persiapan-persiapan yang harus dilakukan.

Persiapan materi tentang manajemen pembelajaran harus disiapkan dengan baik, khususnya pada saat tes teori, dan wawancara. Ada 100 soal pilihan ganda yang harus dijawab, dan ada 10 pertanyaan lisan yang diajukan oleh pengawas atau panitia seleksi gupres pada saat wawancara. Setelah itu, para guru diminta menyiapkan berkas portofolionya. Portofolio dinilai langsung bersama-sama dengan guru dan tim penilai. Kita pun menjadi tahu berapa nilai yang kita peroleh dari portofolio yang disusun.

13075784081057071442

Semua nilai tes teori, wawancara, makalah PTK digabungkan hasilnya, dan dikonversikan sesuai dengan rumus yang dibuat oleh panitia seleksi gupres. Dari penilaian itu didapatkan rangking atau peringkat. Peserta dengan nilai tertinggi berada di bagian atas atau urutan pertama.

Peringkat 1 s.d. 10 yang terpilih dalam pengumuman Rabu sore itu, besok Kamis, 9 Juni 2011 diharuskan melakukan presentasi dari apa yang telah dituliskannya, dan diminta untuk mempresentasikan hasil penelitiannya, serta mendemontrasikan peralatan media pembelajaran yang dibuatnya.

13075773261927693553

Saya ucapkan selamat kepada bapak dan ibu guru yang lolos tingkat selanjutnya. Saya doakan dapat terus berlanjut ke tingkat nasional. Saingannya jelas akan semakin berat, dan jaga kesehatan sampai pemilihan gupres di tingkat nasional. Saya bangga dan salut dengan teman-teman yang terpilih.

Dari pengarahan pengawas dan panitia seleksi, diperoleh informasi tentang penilaian portofolio calon gupres suku dinas pendidikan dasar kota administrasi Jakarta tTmur. Dari informasi itulah saya mengumpulkan portofolio sebagai seorang guru beberapa hari ini. Sayangnya, saya kurang baik dalam mengelola manajemen administrasi pembelajaran. Banyak dokumen penting yang kurang terdokumentasikan dengan baik.

Dengan sistem kebut semalam (SKS), saya berusaha untuk melengkapi Portofolio yang diminta, antara lain:

  1. Kualifikasi pendidikan, di lampirkan foto copy ijazah terakhir yang sudah dilegalisir. Bila S3 nilainya 10, S2 nilainya 8, dan S1 nilainya 6
  2. Pendidikan dan pelatihan diharapkan lebih dari 200 jam agar mendapatkan nilai 10
  3. Pengalaman mengajar lebih dari 25 tahun mendapatkan nilai 10, 21-25 tahun mendapatkan nilai 8, dan 16-20 tahun mendapatkan nilai 6
  4. Program tahunan disiapkan 3 tahun terakhir untuk mendapatkan nilai 10 misalnya, tahun 2010, 2009, dan 2008.
  5. Program semester juga disiapkan 3 tahun terakhir sama dengan program tahunan, dan harus tersedia untuk 6 semester
  6. Pemetaan Kompetensi tersedia untuk 6 semester dan 3 tahun terakhir
  7. Silabus tersedia untuk 6 semester dan 3 tahun terakhir
  8. RPP tersedia harus lebih dari 20 RPP untuk mendapatak nilai 10
  9. Buku Nilai tersedia untuk 6 semester dan 3 tahun terakhir
  10. Analisis Evaluasi Belajar harus lebih dari 20 analisis selama 3 tahun terakhir
  11. Program Remedial / program tindak lanjut pengajaran lebih dari 20 program. Program remedial tindak lanjut/pengayaan selama 3 tahun atau 6 semester terakhir agar disiapkan.
  12. Bahan Ajar diusahakan jumlahnya lebih dari 20 program untuk mendapatkan nilai 10 terdiri dari CD pembelajaran, Outline, dan Hand Out
  13. Lomba dan karya akademik/jenis lomba kreativitas guru bila tingkat nasional akan mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan sertifikat atau piagam/foto piala
  14. Pembimbingan siswa dalam meraih prestasi di tingkat internasional mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan surat tugas, piagam, dan foto piala
  15. Pembimbingan teman sejawat/menjadi guru inti/tutor/pamong PPL/instruktur lebih dari 10 kali mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan SK/Surat Tugas/Piagam/sertifikat
  16. Menulis buku yang mendapatkan rekomendasi dari direktorat akan mendapatkan nilai 10 dan melampirkan buku yang dituliskan
  17. Menulis jurnal, artikel, koran, dan modul tingkat nasional akan mendapatkan nilai 10, dengan melampirkan jurnal, artikel, dan modul yang dibuat
  18. Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK lebih dari 2 kali akan mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan naskah PTK, dan naskah proposal PTK.
  19. Pemakalah lebih dari 5 kali akan mendapatkan nilai 10, dengan dilampiri makalah, dan surat melaksanakan tugas
  20. Moderator kegiatan lebih dari 5 kali mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan surat pelaksanaan tugas atau foto
  21. Peserta lebih dari 10 kali mengikuti seminar atau workshop mendapatkan nilai 10, dan dilampiri piagam dan atau sertifikatnya
  22. Pengalaman organisasi di tingkat nasional akan mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan surat tugas/SK
  23. Pengalaman mendapat tugas tambahan minimal 2 tahun seperti wakasek akan mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan SK dan surat tugas
  24. Penghargaan atas prestasi kerja di tingkat nasional akan mendapatkan nilai 10 dengan melampirkan foto atau bukti penghargaan

Demikianlah sedikit pengalaman saya mengikuti seleksi guru berprestasi di SMPN 255 Jakarta Timur. Administrasi dan pengelolaan manajemen bagi seorang guru sangat penting, terutama dalam mengumpulkan berkas-berkas portofolio. Bila itu tidak lengkap, maka akan mengurangi sistem penilaian yang telah dibuat oleh panitia. Oleh karena itu, kelola dengan baik manajemen administrasi pembelajaran yang materinya ada di 24 penilaian di atas.

Sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses kepada teman-teman guru yang masuk 10 besar di tingkat kota Jakarta Timur. Selamat mengikuti presentasi dan langkah seleksi selanjutnya. Semoga terus berlanjut ke tingkat nasional. Jangan lupakan pula peran peserta didik anda. Anda berhasil menjadi gupres karena mereka ada.

Salam blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Minggu, 05 Juni 2011

Guru Go Blog Bukan Guru Goblok

1306833282382658739

1306829837362173020

Semenjak saya dikenalkan blog oleh pak Dedi Dwitagama, seorang kepala sekolah yang nyentrik dan keren, saya menjadi ketagihan ngeblog. Teryata ngeblog itu menyenangkan sekaligus mengasyikkan. Saya yang dulu tak punya banyak kawan, kini memiliki banyak kawan di mana-mana. Hal itu terbukti setiap kali saya berkunjung ke daerah, ada saja teman yang menyapa saya.  Mereka mengenal saya melalui tulisan-tulisan saya di blog. Begitupun teman-teman Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Bekasi, Jawa Barat. Mereka saya kenal dari hasil ngeblog, dan lahirlah organisasi guru di daerah kami karena memiliki kesamaan visi dan misi.


Budaya menulis memang saat ini perlu di galakkan kembali. Khususnya dalam dunia pendidikan kita. Namun untuk menulis awalnya sangat sulit untuk saya dan sebagian orang. Karena seringkali stack atau deadlock mau nulis apa. Seringkali kita bingung mau menuliskan apa. Blog menjadi sarana kita untuk berlatih dan belajar menulis secara otodidak. Dengan rajin menulis di blog, maka anda akan lancar menulis.

Budaya menulis di blog memang masih jarang digeluti para guru di dunia pendidikan. Saya mengusulkan blog dimasukkan dalam kurikulum atau minimal kegiatan ekstrakurikuler di sekolah atau perguruan tinggi. Dengan begitu budaya menulis menjadi suatu budaya yang terbiasa di akademis. Orang-orang yang terkait di dunia akademisi itu pun akan melek informasi, melek teknologi, dan melek inovasi. Begitu banyak ilmu pengetahuan yang kita dapatkan secara gratis dari blog orang yang berpengetahuan. Bila banyak orang berpengetahuan ngeblog, maka akan cepat cerdaslah bangsa ini.

Saya menulis setiap hari melalui blog. Tiada hari terlewati tanpa menulis. Dengan menulis saya menjadi eksis dan bukan hanya sekedar narsis. Saya menulis di berbagai blog, sehingga teman saya pun menjadi bertambah banyak. Ada saja kawan baru yang menyapa saya melalui blog.

Sekedar berbagi cerita. Dulu saya hanya seorang guru yang mengajar materi TIK di lab komputer SMP Labschool Jakarta. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi pelajaran yang saya ampu di tingkat SMP. Keseharian saya lebih banyak di Lab komputer itu. Saya tak pernah menuliskan apa yang saya lihat, dan apa yang saya dapat. Namun setelah saya ngeblog, banyak orang terinspirasi dari pengalaman yang saya tuliskan itu.

Keajaiban blog menjumpai saya seketika. Saya banyak kawan baru dari luar daerah. Saya pun banyak mendapatkan ilmu dari teman-teman baru saya di blog mereka. Terjadilah pertukaran pengalaman dan pengetahuan kami masing-masing. Saya pun menjadi banyak membaca. Membaca tulisan kawan baru saya yang luar biasa. Wawasan berpikir saya pun menjadi bertambah.

13068328911541734523 

Bukan hanya itu saja, prestasi demi prestasi saya dapatkan dari  hasil ngeblog. Banyak penghargaan yang membahagiakan saya terima dari indahnya berbagi di blog. Banyak motivasi saya dapatkan, dan motivasi yang sangat berkesan adalah motivasi dari mas Aris Ahmad Jaya. Seorang motivator terkenal dari AUTO SUGESTI POWER TRAINING. Beliau mengatakan, "kalau kamu ingin mendapatkan arisan, maka kamu harus ikut arisan". Saya pun mendapatkan buku motivasi 30 hari mencari jati diri dari beliau yang sering dijuluki orang, Mr. Sugesti Power.

Berbekal motivasi itu, saya mulai berani unjuk diri. Saya berani meyakinkan diri untuk mengikuti berbagai ajang lomba untuk guru. Tahun 2008 adalah tahun dimana saya berhasil menjadi finalis lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran di tingkat nasional. Meskipun belum beruntung menjadi juara pertama, saya merasa senang karena ngeblog ternyata bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Hasil penelitian itu saya kumpulkan dengan cermat, dan terajut menjadi buku.

Tahun 2009 adalah tahun-tahun keemasan. Buku Yuk Kita Ngeblog yang saya susun mendapatkan pemenang pertama di tingkat nasional. Blog pribadi saya di http:/wijayalabs.wordpress.com pun mendapatkan juara pertama di tingkat nasional. Saya diminta mengambil hadiahnya di pusat bahasa kemendiknas pada saat hari guru, 25 Nopember 2009.

Benar kata Mas Amril dalam blognya di http://daengbattala.com. Ketika anda mulai ngeblog, maka keajaiban blog akan mendatangi anda. Hal itulah yang kemudian berwujud nyata. Keajaiban itu benar-benar terjadi dalam sejarah hidup saya sebagai seorang guru. Bahkan dalam simposium nasional hasil penelitian balitbang kemendiknas tahun 2010, saya diminta untuk menjadi salah satu pemakalahnya.

13068332071897093674

Blog memang alat rekam yang ajaib. Berbagai prestasi saya raih dari blog. Bahkan blog sangat ampuh menjadi alat personal branding. Saya pun memberanikan diri untuk mempromosikan diri lewat blog sebagai pembicara atau nara sumber dari berbagai blog yang saya kelola. Hasilnya sungguh menakjubkan dan luar biasa!

Terima kasih mas Budi Putra. Dulu saya tak yakin kalau blog bisa menjadi alat promosi diri. Ketika mas Budi Putra menjelaskannya dalam pelatihan blog di tahun 2007, saya masih tidak percaya. Kini saya sudah membuktikan sendiri bahwa blog adalah media yang ampuh untuk mempromosikan diri kita sendiri di dunia maya. Saya pun banyak diminta untuk menjadi pembicara atau nara sumber di mana-mana.

Alhamdulillah, saya tak pernah kekeringan job. Selalu saja ada pekerjaan yang datang tiba-tiba. Bahkan saya sering menolak menjadi pembicara di hari kerja. Sebab peserta didik adalah skala prioritas bagi saya. Saya mau menerima job bila saya tak ada jadwal mengajar, dan waktunya sebisa mungkin tak bentrok dengan jadwal mengajar saya di Labschool. Biasanya saya lebih banyak menggunakannya di hari Kamis, Sabtu, dan Minggu untuk menerima job dari luar institusi.

13068321001101643540

Blog memang luar biasa. Sampai saat ini saya merasakan benar kedahsyatan blog yang mendunia. Jika anda banyak berbagi, maka anda akan menerima lebih banyak. Niatkan ngeblog untuk berbagi. Tuliskanlah apa yang disukai dan dikuasai. Bila itu dilakukan setiap hari, maka jangan kaget bila namamu terkenal dimana-mana. Kamupun akan berasa seperti selebritis. Banyak orang yang akan minta foto bareng dengan anda.

Go Blog. Bukan membuat kita jadi goblok, tapi justru membuat kita menjadi cerdas. Cerdas membaca akan membuat kita menjadi terampil menulis. Apalagi, bila tulisanmu itu disertai dengan foto atau gambar-gambar yang menginspirasi. Tentu akan banyak orang yang tertarik dan membaca tulisanmu itu. Biasakanlah menulis untuk mengikat makna dari kreativitasmu sendiri, dan lakukan inovasi dari tulisan orang lain yang menggoda hati. Pelajari, dan hayati 10 Prinsip dan Manfaat Mengikat Makna dari karya Hernowo. Bacalah!

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Jumat, 27 Mei 2011

Menulis Setiap Hari. Bagaimana Caranya?


1306214612335875403
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Membaca buku Pertahanan Indonesia karya Pak Chappy Hakim di Pesawat Lion Air Jakarta-Ujung Pandang membuat saya kagum dengan Marsekal TNI-AU (purnawiran) yang satu ini. Beliau membiasakan diri menulis setiap hari, dan kegelisahan beliau tentang pertahanan Indonesia beliau tuliskan dalam buku terbarunya itu. Kebiasaan menulis setiap hari membuat beliau produktif dalam menulis buku, artikel, dan berbagai karya tulis lainnya. Hal itulah yang langsung saya dengar dari sekretaris beliau (kang Dicky) yang mengantarkan bukunya ke sekolah Labschool dimana saya bekerja sebagai seorang guru.


Saya tak hendak meresensi buku pak Chappy Hakim ini. Saya akan meresensinya lain waktu. Sebab baru sampai 4 bab dari 8 bab saya membacanya. Saya akan meresensinya setelah selesai membaca tuntas buku yang bercerita tentang angkatan perang negara kepulauan.

Saya hanya ingin menuliskan betapa menulis setiap hari itu membuat otak kita bekerja dan berolahraga. Olahraga otak yang disebut menulis akan membuat kita mampu berpikir dengan cara-cara ilmiah. Meskipun awalnya kita menuliskannya dengan cara-cara alamiah. Hal itulah yang saya pelajari dari para penulis hebat seperti mas Yulyanto, Mbak Linda Jalil, Kang Pepih Nugraha, dan Mas Aris Heru Utomo.


13062145901943724452
Saya banyak Belajar Menulis dari Mas Yulyanto, Mbak Linda Jalil, Kang Pepih Nugraha, dan Mas Aris Heru Utomo
Lalu timbullah sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya agar bisa menulis setiap hari? Sebab menulis setiap hari adalah pekerjaan semua orang. Setiap orang bisa melakukannya. Hanya saja, untuk menulis sesuatu yang berkualitas butuh sebuah proses yang disebut kreativitas menulis. Kreativitas menulis inilah yang ingin saya tularkan kepada anda para pembaca.

Pertama, agar anda mampu menulis setiap hari, anda harus memaksa diri anda untuk konsisten dan memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan proses menulis. Sebab tanpa itu, anda tak akan mampu menulis setiap hari. Proses menulis itu sendiri dapat anda lakukan di saat baru bangun tidur. Pada saat baru bangun tidur itulah otak anda serasa segar dan ide-ide cemerlang muncul. Namun ketika proses menulis di pagi hari tak bisa anda lakukan, cobalah di saat istirahat kerja. Di saat anda beristirahat makan siang, cobalah sisihkan barang sejenak untuk menulis. Tetapi bila anda tak bisa melakukannya juga, menulislah di saat sebelum tidur. Menulis sebelum tidur seringkali saya lakukan agar mampu menulis setiap hari. Di saat malam hari itulah, saya menuangkan ide-ide atau buah pikiran saya sendiri ke dalam media yang bernama blog. Di media sosial itu, saya membiasakan diri menulis setiap hari. Tentu dengan komitmen yang tinggi dan konsistensi yang terjaga.

Kedua, menulis setiap hari itu seperti belajar bersepeda. Susah pada awalnya. Namun bila berkali kita jatuh dan tak mengeluh, maka kita akan bergembira karena bisa berkeliling kota dengan sepeda. Kita pun senang menggoes sepeda ke sana kemari. Begitupun dengan menulis. Sesuatu yang sulit akan menjadi mudah kalau kita terus berlatih, dan berani mencoba menulis. Jangan malu dan ragu untuk menulis. Tuangkan saja apa yang ada di pikiran. Mungkin kita bisa memulainya dari pengalaman diri sendiri. Lalu pengalaman di sekitar kita. Tulislah yang mudah-mudah saja. Dengan begitu proses menulis akan bertahap menaiki tangga keemasannya.

Ketiga, jangan pernah berhenti menulis. Sesibuk apapun, sempatkan diri kita untuk menulis. Bila tak ada media yang bisa digunakan, kita bisa gunakan secarik kertas dan alat tulis. Menulislah, dan tuliskan segera apa yang ada di pikiran. Dengan begitu proses menulis setiap hari akan terjadi. Tak ada alasan, internet yang terputus atau komputer yang rusak. Semua harus dari kemauan diri untuk menulis. Biasakanlah menulis setiap hari, dan lawanlah kemalasan diri. Bila itu bisa kita lakukan, pastilah proses menulis itu serasa ringan kita dapati.

Keempat, jadilah menulis sebagai sebuah kebutuhan sama halnya kita makan. Kita akan lapar dan kita akan haus bila tak menulis dan membaca hari ini. Dua kegiatan menulis dan membaca akan dilakukan oleh seorang penulis. Bila menulis sudah menjadi sebuah kebutuhan, maka proses menulis akan menjadi kegiatan alamiah seperti halnya kita makan dan minum. Kita akan merasakan kehausan dan kelaparan luar biasa bila tak menulis hari ini. Atau kalau dikatakan secara ekstrim, seperti orang sakau yang terkena narkoba. 

Kelima, jadikan menulis setiap hari sebagai kegiatan di bawah alam sadar kita. Bila itu dilakukan, maka kita akan terbiasa menulis setiap hari. Sesuatu yang dilakukan dalam alam bawah sadar kita akan membuat diri ini seperti mendapatkan energi tambahan. Sebab sesuatu yang disukai dan dikuasai karena hobi akan membuat menulis itu serasa nikmat. Kita pun akan merasakan nikmatnya menulis. Alam bawah sadar akan sangat berperan pada seseorang yang mampu menulis setiap hari. Menulis menjadi sebuah budaya atau kebiasaan karena dilakukan setiap hari. 

Akhirnya, saya harus menutup artikel ini dengan sebuah pesan bahwa dengan menulis setiap hari akan membuat saya menjadi orang yang dikenal dan terkenal. ”Sehebat apapun kita bila tak mampu menulis, kita belum menjadi apa-apa”, begitulah profesor Conny R. Semiawan pernah mengatakannya kepada saya. Semoga dengan melakukan proses menulis setiap hari, pikiran anda menjadi jernih dan merupakan therapy diri agar menjadi orang yang berarti. Menulislah sebelum mati, agar ada pesan kepada anak cucu tentang apa yang sudah anda lakukan semasa hidup. Hidup ini akan sangat berarti bila kita bermanfaat untuk orang banyak. Oleh karena itu, menulislah setiap hari agar anda dikenang dan memberikan pencerahan kepada orang lain.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Minggu, 15 Mei 2011

Jurnalisme warga Anak Sekolahan


13053751421175544136

Selama 2 hari ini, saya mengikuti kegitan anak-anak SMP Labschool Jakarta yang diberi nama Studi Jurnalistik. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 13 s.d. 14 Mei 2011. Acara dibuka oleh kepala SMP Labschool Jakarta, Bapak H. Ali Chudori, dan setelah itu dilanjutkan dengan presentasi materi mas Iskandar Zulkarnaen dari Kompas.com. Beliau adalah salah satu admin kompasiana.com Sebuah blog keroyokan yang dikelola dengan baik sampai saat ini.

Materi yang diberikan oleh mas Iskandar adalah tentang Kiat Menulis Cepat, Menarik, dan Bermanfaat. Anak-anak sangat antusias sekali menerima materi ini, dan mereka langsung praktik menulis dengan tulisan tangan. Dari karya tulis mereka, dipilihlah 3 tulisan terbaik oleh mas iskandar. Saya pun sangat bersetuju dengan pilihan mas Iskandar, karena memang tulisan ketiga anak itu bagus dan menarik. Rasanya bagus juga bila kompasiana melakukan kegiatan blogshop kompasiana goes to school.

Setelah materi mas iskandar, dilanjutkan dengan materi Teknik Fotografi. Anak-anak diajari cara memotret yang benar oleh pak Hotib, S.Pd. Beliau adalah salah seorang guru dari SMAN 77 Jakarta. Saya sangat suka cara penyampaiannya, dan membuat anak-anak langsung mempraktekkan apa yang disampaikan. Hasil foto-foto mereka pun bagus luar biasa.

Dua materi di hari pertama terselesaikan sudah. Nampak mereka begitu tertarik dan menikmati studi jurnalistik. Mereka begitu antusias menjadi jurnalisme warga anak sekolahan. Sebutan saya sebagai pembina mereka. Pembina Majalah Gema.

Jurnalisme anak sekolahan semakin gencar di hari kedua. Kak Aya yang merupakan alumni Labschool Jakarta memberikan materi anak muda goes to blog. Mereka pun begitu antusias untuk rajin ngeblog, dan meniru gaya benablog.com yang begitu kocak dan lucu. Kalau anda masih berjiwa muda, kunjungi blog blogger males.com ini.
Setelah kak Aya memberikan materinya, anak-anak peserta studi jurnalistik saya giring ke lab komputer. Mereka sudah tak sabar menuangkan ide yang ada dalam otak mereka. Saya pun kagum dengan kemampuan menulis anak SMP yang mengikuti pelatihan ini.

Kegiatan semakin meriah ketika mbak Vivid dari pengelola majalah aneka yes, keren beken, dll memberikan materinya. Mbak Vivid memberikan materi jurnalisme anak remaja. Tak terasa dua jam berjalan begitu saja tak terasa. Ternyata mengelola sebuah majalah butuh ilmu tersendiri. Apalagi majalah yang diperuntukkan oleh anak sekolah. Perlu kreativitas, dan kesabaran yang luar biasa.

Setelah mbak Vivied, Kang wawan memberikan materi dasar-dasar Jurnalistik, dan berdialog tentang suka duka mengelola majalah sekolah. Anak-anakpun semakin menggila ketika diberikan materi teknik layout majalah oleh mas Bambang. Mereka langsung praktik di depan komputer langsung. Sayang saya tak bisa ikut menyaksikannya sampai selesai, karena diminta mengisi materi di UNJ. Saya kan bikin postingan tersendiri untuk hal ini.

13053756751402058129
Kegiatan diakhiri dengan materi berbagi pengalaman dengan mantan pengelola majalah sekolah. Mereka berbagi kepada para adik kelasnya bagaimana mengelola sebuah majalah sekolah. Mereka pun memberikan masukan agar mampu mengatur waktu dengan baik. Buktinya mereka lulus dari SMP dengan hasil terbaik.
Senang sekali bisa bersama mereka selama dua hari ini. Rasanya saya ingin menuliskan pengalaman saya dalam studi jurnalistik ini lebih detail. Namun karena keterbatasan waktu, saya akan sambung lain waktu. Jurnalisme anak sekolahan memang perlu, dan menurut saya harus menjadi budaya anak-anak kita di sekolah. Apakah anda setuju?

Salam Blogger Persahabatan
Omjay



Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi