Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 25 Maret 2026

Lidah

Lidah Kecil, Penentu Nasib Besar
Inspirasi Pagi – Rabu, 25 Maret 2026

Di antara sekian banyak nikmat yang Allah berikan kepada manusia, ada satu yang sering kita anggap sepele, padahal dampaknya luar biasa besar: lidah. Ia kecil, tersembunyi, tidak bertulang, namun kekuatannya mampu mengangkat derajat manusia setinggi langit—atau justru menjatuhkannya ke tempat yang paling hina.

Lidah tidak memiliki otot yang kuat seperti tangan, tidak pula sekeras kaki yang mampu melangkah jauh. Tetapi dari lidahlah keluar kata-kata yang mampu melukai hati, merusak persaudaraan, bahkan menghancurkan kehidupan seseorang. Sebaliknya, dari lidah pula lahir dzikir, doa, nasihat, dan kalimat-kalimat kebaikan yang menjadi jalan menuju ridha Allah.

Allah telah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:

"Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati? Tentu kalian merasa jijik. Maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)

Perumpamaan ini begitu kuat dan menggugah. Menggunjing atau ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri—sesuatu yang menjijikkan, menjauhkan nurani, dan merusak hati. Namun ironisnya, banyak dari kita melakukannya tanpa rasa bersalah. Bahkan terkadang dianggap sebagai hal biasa dalam obrolan sehari-hari.

Padahal, setiap kata yang keluar dari lidah tidak pernah luput dari catatan malaikat. Tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan dipertanggungjawabkan.

Lidah dan Ujian Kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari, lidah sering menjadi sumber ujian. Saat emosi memuncak, lidah ingin melampiaskan kemarahan. Saat iri menyelimuti hati, lidah tergoda untuk mencela. Saat berkumpul dengan teman, lidah mudah tergelincir dalam ghibah dan fitnah.

Di sinilah letak perjuangan sejati. Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menahan ucapan. Bukan hanya menjaga perbuatan, tetapi juga menjaga perkataan.

Betapa banyak hubungan retak karena satu kalimat. Betapa banyak hati terluka karena satu ucapan. Dan betapa banyak penyesalan datang karena lidah yang tidak terjaga.

Namun sebaliknya, satu kata yang baik bisa menjadi penyelamat. Satu nasihat bisa mengubah hidup seseorang. Satu dzikir bisa menenangkan jiwa.

Lidah yang Menghidupkan Hati

Lidah yang digunakan untuk berdzikir akan membawa ketenangan. Mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar bukan sekadar rutinitas, tetapi energi yang menghidupkan hati yang kering.

Lidah yang membaca Al-Qur’an akan menjadi cahaya. Lidah yang mengucap doa akan membuka pintu langit. Lidah yang memberi semangat akan menguatkan orang lain.

Bayangkan jika setiap pagi kita memulai hari dengan kata-kata baik. Menyapa dengan senyum, mendoakan orang lain, dan menghindari ucapan yang menyakitkan. Dunia ini akan terasa jauh lebih damai.

Belajar Menjaga Lidah

Menjaga lidah bukan perkara mudah, tetapi bukan pula mustahil. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan:

  1. Berpikir sebelum berbicara
    Tanyakan pada diri sendiri: apakah ini benar? apakah ini bermanfaat? apakah ini menyakitkan?

  2. Perbanyak diam
    Rasulullah mengajarkan bahwa diam adalah keselamatan. Tidak semua hal harus diucapkan.

  3. Isi waktu dengan dzikir
    Lidah yang sibuk berdzikir akan sulit digunakan untuk hal yang sia-sia.

  4. Ingat akhirat
    Setiap kata akan dimintai pertanggungjawaban. Kesadaran ini akan membuat kita lebih berhati-hati.

Penutup: Pilihan di Ujung Lidah

Pada akhirnya, lidah adalah pilihan. Ia bisa menjadi jalan menuju surga atau justru menyeret ke neraka. Semua tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Hari ini, mari kita mulai dengan niat sederhana: menjaga ucapan, menghindari ghibah, dan memperbanyak dzikir. Karena bisa jadi, keselamatan kita di akhirat kelak bukan ditentukan oleh seberapa besar amal kita, tetapi oleh seberapa baik kita menjaga lidah.

Tetap semangat memperbaiki diri.
Semoga setiap kata yang keluar dari lisan kita menjadi pahala, bukan dosa.

Barakallahu fiikum.

1 komentar:

  1. Benar sekali omjay. Terimakasih atas inspirasi pagi yg luar biasa ini. Salam sehat... Salam semangat...

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.