Sangat Tiga: Pelajaran Hidup yang Diajarkan Waktu dalam Kisah Omjay
Hidup sering kali mengajarkan kita melalui pengalaman. Kadang lewat kegembiraan, kadang melalui ujian yang membuat hati terdiam. Dalam perjalanan panjang hidup manusia, ada banyak pelajaran sederhana yang sebenarnya sangat dalam maknanya. Salah satunya adalah filosofi “Sangat Tiga”—tiga hal dalam berbagai sisi kehidupan yang menentukan bagaimana seseorang menjalani hidupnya.
Bagi Omjay, Dr. Wijaya Kusumah, guru sekaligus penulis yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia, filosofi sederhana ini terasa sangat nyata. Ia tidak mempelajarinya hanya dari buku atau ceramah motivasi. Ia merasakannya langsung dalam perjalanan hidupnya sebagai guru, penulis, suami, ayah, dan manusia biasa yang pernah jatuh bangun menghadapi kehidupan.
Tiga Hal yang Tidak Bisa Dikembalikan
Ada tiga hal dalam hidup yang tidak pernah bisa kembali: waktu, pepatah (kata-kata), dan kesempatan.
Omjay sering mengingat masa mudanya ketika ia masih belum terlalu serius menulis. Padahal sejak dulu ia sudah memiliki keinginan untuk menulis buku dan berbagi pengalaman sebagai guru. Namun waktu terus berjalan. Hari berganti hari, tahun berganti tahun.
Ia pernah berkata kepada murid-muridnya:
“Kalau hari ini kita menunda, besok mungkin kesempatan itu sudah lewat.”
Waktu memang tidak pernah kembali. Kata-kata juga demikian. Sekali terucap, ia bisa melukai hati orang lain atau justru menyembuhkan luka. Begitu juga kesempatan. Kadang datang hanya sekali, lalu pergi tanpa pernah kembali.
Karena itu Omjay selalu mengingatkan para guru dan siswa yang ia temui:
Gunakan waktu sebaik mungkin, jaga kata-kata, dan jangan sia-siakan kesempatan.
Tiga Hal yang Dapat Menghancurkan Hidup
Ada juga tiga hal yang bisa menghancurkan hidup seseorang: kemarahan, kesombongan, dan dendam.
Omjay pernah mengalami masa ketika emosi hampir menguasai dirinya. Ketika menghadapi berbagai kritik, ketika perjuangannya sebagai guru tidak selalu dihargai, bahkan ketika kesehatannya terganggu oleh penyakit darah tinggi dan diabetes.
Saat itu ia belajar satu hal penting: kemarahan hanya akan merusak diri sendiri.
Kesombongan juga sering menjadi jebakan bagi banyak orang. Ketika seseorang merasa paling pintar, paling hebat, atau paling benar, maka saat itulah ia sebenarnya mulai kehilangan kebijaksanaan.
Begitu juga dendam. Dendam hanya akan membuat hati terasa berat. Hidup menjadi tidak tenang.
Omjay memilih jalan yang berbeda. Ia memilih memaafkan, belajar, dan terus bergerak maju.
Tiga Hal yang Tidak Boleh Hilang
Dalam hidup, ada tiga hal yang tidak boleh hilang dari diri manusia: harapan, ketulusan, dan kejujuran.
Ketika Omjay menghadapi masa sakit, banyak orang yang khawatir dengan kondisinya. Tetapi ia tetap memiliki harapan. Ia percaya bahwa selama masih diberi napas oleh Tuhan, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ketulusan juga menjadi kunci perjalanan hidupnya sebagai guru. Ia mengajar bukan semata-mata untuk pekerjaan, tetapi karena panggilan hati.
Kejujuran juga menjadi nilai yang selalu ia pegang. Dalam menulis, dalam berbicara, dan dalam menjalani kehidupan.
Tiga Hal yang Paling Berharga
Ada tiga hal yang paling berharga dalam hidup: kasih sayang, cinta, dan kebaikan.
Omjay selalu merasa bahwa kekuatan terbesar dalam hidupnya datang dari keluarga. Dukungan dari istri, anak-anak, serta sahabat membuatnya tetap kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Kasih sayang membuat manusia tidak merasa sendirian.
Cinta membuat hidup terasa bermakna.
Dan kebaikan adalah bahasa universal yang bisa dimengerti semua orang.
Omjay percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak pernah sia-sia.
Tiga Hal yang Tidak Pernah Pasti
Ada juga tiga hal dalam hidup yang tidak pernah pasti: kekayaan, kesuksesan, dan mimpi.
Tidak semua orang yang kaya akan selalu kaya. Tidak semua orang yang sukses akan selalu berada di puncak.
Mimpi juga tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Namun Omjay percaya bahwa mimpi tetap harus diperjuangkan. Ia pernah bermimpi menjadi penulis yang mampu menginspirasi banyak orang. Dan hari ini, ratusan bahkan ribuan tulisannya telah tersebar di berbagai media.
Semua itu bukan karena keberuntungan semata, tetapi karena usaha yang tidak pernah berhenti.
Tiga Hal yang Membentuk Karakter
Karakter seseorang dibentuk oleh komitmen, ketulusan, dan kerja keras.
Omjay membuktikan bahwa seorang guru bisa terus berkembang jika memiliki komitmen untuk belajar. Ia terus menulis, membaca, dan berbagi ilmu kepada guru-guru di seluruh Indonesia.
Ketulusan membuat pekerjaannya terasa ringan.
Kerja keras membuat mimpi yang dulu terasa jauh akhirnya bisa tercapai.
Tiga Hal yang Membawa Kesuksesan
Kesuksesan juga sering datang dari tiga hal sederhana: tekad, kemauan, dan fokus.
Omjay sering mengatakan bahwa menulis bukan soal bakat semata. Menulis adalah soal kebiasaan.
Jika seseorang memiliki tekad kuat, kemauan untuk belajar, dan fokus pada tujuan, maka lambat laun kesuksesan akan datang.
Tiga Hal yang Tidak Pernah Kita Ketahui
Manusia juga tidak pernah tahu tiga hal dalam hidup: keberuntungan, usia, dan belahan jiwa.
Kita tidak tahu kapan keberuntungan datang.
Kita tidak tahu sampai kapan usia kita diberikan.
Dan kita tidak tahu siapa yang akan menjadi bagian terpenting dalam hidup kita.
Karena itulah manusia diajarkan untuk selalu berserah kepada Tuhan.
Tiga Hal yang Pasti dalam Hidup
Namun di atas semua itu, ada tiga hal yang pasti dalam kehidupan manusia: usia tua, penyakit, dan kematian.
Omjay pernah merasakan langsung ketika tubuhnya mulai memberikan sinyal bahwa kesehatan harus dijaga. Penyakit datang sebagai pengingat bahwa manusia bukanlah makhluk yang abadi.
Dari situlah ia belajar satu hal yang sangat penting.
Hidup bukan sekadar tentang mengejar dunia, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih kekal.
Karena pada akhirnya, yang akan dikenang dari seseorang bukanlah harta yang dimilikinya, tetapi kebaikan yang pernah ia lakukan.
Dan bagi Omjay, menulis adalah salah satu cara meninggalkan jejak kebaikan itu.
Sebuah jejak yang mungkin akan terus dibaca, bahkan ketika suatu hari nanti ia sudah tidak lagi berada di dunia ini.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.