Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 11 Februari 2022

Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim

Kurikulum Merdeka dan platform merdeka mengajar Nadiem Makarim akan diluncurkan hari ini. Banyak orang yang menunggu peluncuran kurikulum tersebut yang awalnya disebut kurikulum prototipe.




Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan kurikulum prototipe yang selanjutnya akan disebut Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama dialami. Selain kurikulum, untuk membantu mewujudkan perubahan sistemik, guru membutuhkan medium yang mudah diakses, sebagai alat untuk membantu mereka meningkatkan dan mengembangkan potensi. Menjawab kebutuhan guru tersebut, platform Merdeka Mengajar hadir sebagai sarana edukasi yang dapat membantu guru menjalankan perannya dalam mengajar, belajar, dan berkarier, untuk mewujudkan merdeka belajar.

Hari ini Nadiem Makarim akan mengumumkan kurikulum merdeka itu. Mas menteri akan mengumumkan kebijakan tentang kurikulum yang sudah ditunggu banyak orang. 

Hal ini merupakan bagian dari episode ke-15 merdeka belajar yang digagas oleh kementerian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi. Kemdikbudristek akan mengeluarkan kurikulum yang semoga menjadi solusi yang tepat di masa pandemi dan setelah pandemi.

Anda pasti akan dibuat penasaran dengan kurikulum merdeka ini. Silahkan ikuti acaranya pada hari ini Jumat, 11 February 2022 pukul 10.00 WIB. Anda bisa menyaksikan siaran langsungnya di channel YouTube Kemdikbudristek.


Dapatkan informasi lebih lengkap tentang filosofi, regulasi, naskah akademik, sampai prosedur pendaftaran dan penerapan kurikulum merdeka. Semoga kurikulum merdeka ini menjadi solusi terbaik agar generasi emas Indonesia dapat bersaing dengan negara lainnya di dunia.

Kali ini saya setuju dengan mas menteri. Kurikulum 2013 memang sudah saatnya diganti. Tidak bisa lagi kurikulum disamakan secara nasional. Sebab kondisi dan luasnya wilayah Indonesia yang luas harus membuat guru mampu menterjemahkan kurikulum secara merdeka. Kurikulum yang sebenarnya ada pada guru. Oleh karena itu seorang guru harus mampu menguasai materinya dengan baik. Pelatihan kurikulum sangat dibutuhkan agar guru memahami materi yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Guru dapat memberikan materi ajarnya sesuai dengan kondisi yang terjadi di daerahnya. Namun, tetap berpegang teguh kepada peraturan yang ada. Standard kurikulum harus dibuat dengan kondisi Indonesia yang majemuk atau plural ini. Guru di kota besar dan guru di daerah terpencil dapat merdeka memberikan materinya sesuai dengan kondisi yang ada. Sebab ujian nasional sudah tidak ada. 

Akankah tahun 2024 ganti kabinet, ganti juga kurikulum? Seorang kawan di wa group federasi profesi guru Indonesia menulis. Praktisi pendidikan yang di bawah (guru) yang dibuat bingung melaksanakannya. Semoga sosialisasinya dapat berjalan baik. Kita harus saling bekerjasama agar kurikulum merdeka yang diluncurkan hari ini dapat dipahami sesuai dengan harapan Kemdikbudristek.

Bagi saya secara pribadi. Sudah saatnya kurikulum 2013 diganti karena tidak ada mata pelajaran TIK yang dibutuhkan siswa. Tapi, Jika hanya memasukkan salah satu mapel yang hilang kan gak harus merubah total kurikulum yang sudah berjalan. Begitulah seorang kawan menuliskan. Terjadi diskusi yang saling melengkapi tanpa harus emosi.

Setiap kebijakan pendidikan pasti akan mengundang pro dan kontra. Sudah terbiasa akan menjadi diskusi yang panjang. Keberanian Nadiem Makarim dalam mengeluarkan kebijakan tentu saja ditunggu masyarakat berpengetahuan. Inovasi di bidang pendidikan harus dilakukan kalau kita ingin menjadi negara maju.

Lalu seperti apa kurikulum merdeka yang akan diluncurkan hari ini? Anda pasti akan dibuat penasaran.

Mari kita saksikan siaran langsungnya di YouTube. Setelah itu kita buat tulisan atau artikel untuk memberikan masukan konstruktif demi kemajuan pendidikan di Indonesia.




https://youtu.be/T2-s6yY9yoI

Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru blogger Indonesia



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kurikulum Merdeka Nadiem Makarim", Klik untuk baca:

Kreator: Wijaya Kusumah



Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Rabu, 09 Februari 2022

Karpet Merah Untuk Guru Penggerak



Karpet Merah Untuk Guru Penggerak menjadi topik hangat diskusi para guru pelopor. Mereka yakin guru pelopor jauh lebih unggul daripada guru penggerak.

Sekarang ini istilah guru penggerak sudah dipakai oleh kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Seolah-olah hanya mereka yang menjadi guru penggerak yang bisa memimpin di sekolah. Karpet merah pun digelar. Mereka yang lulus pendidikan dan latihan guru penggerak akan dipromosikan menjadi kepala sekolah. Sementara mereka yang tidak ikut diklat guru penggerak tidak dipromosikan menjadi kepala sekolah.

Bagi saya ini sebuah lelucon lucu. Sebab mereka yang terpilih menjadi kepala sekolah adalah orang yang memang terpilih dan memiliki bakat kepemimpinan. Terkecuali buat mereka yang memang sengaja ditunjuk sebagai kepala sekolah oleh pimpinan yayasan sekolah swasta. Biasanya karena ada hubungan kekeluargaan atau koneksi. Lebih tepatnya dibilang KKN.

Tradisi di sekolah kami, kepala sekolah dipilih oleh guru dan wajib mengikuti tes seleksi yang dibuat oleh yayasan pembina UNJ. Tes seleksinya tidak mudah. Saya sendiri ikut merasakan tesnya. Mulai dari tes TOEFL sampai psikologi. Kemudian ada tes wawancara bersama dosen UNJ. Setelah itu kami wawancara dengan pimpinan yayasan dan presentasi program. Belum lagi ditambah dengan tes kesehatan dan tes tertulis.

Tes seleksi calon kepala sekolah tidak mudah. Jadi kalau hanya lewat seleksi calon guru penggerak yang katanya bagus itu, saya kok belum yakin. Sebab prosesnya saja masih mengundang banyak pertanyaan. Kalau jaringan internet anda lemot,maka sudah bisa dipastikan anda tak lolos program guru penggerak.

Kritik pedas buat program guru penggerak Kemdikbud ristek. Buat saya program ini hanya menghabiskan dana APBN saja. Tidak ada hal-hal baru saya temukan. Dulu namanya guru mitra dan guru imbas. Hanya ganti nama saja menjadi guru penggerak.

Seorang kawan bercerita. Untuk menjadi guru penggerak dibatasi usia. Jadi yang usianya tidak sesuai dengan kriteria guru penggerak, maka dianggap bukan guru penggerak. Lalu guru yang ada di kemenag dianggap bukan guru penggerak karena seleksinya hanya lewat SIM PKB Kemdikbudristek.

Mari kita melihat kembali sejarah perjuangan negara Indonesia. Saat itu ada yang bergabung dalam pasukan tentara nasional Indonesia dan ada yang bergabung sebagai pasukan gerilyawan. Mereka menjadi pasukan gerilyawan yang disegani. Baik kawan maupun lawan.

Pagi ini saya menonton film dokumenter sejarah perjuangan para pasukan TNI dan gerilyawan itu. Pasukan Belanda dibuat ketar ketir dan menderita. Mereka akhirnya ada yang mendukung dan membelot mendukung perjuangan rakyat Indonesia.


Setelah menyimak film dokumenter Belanda itu, buat kawan kawan yang tidak terpilih menjadi guru penggerak, tetaplah kita berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita berjuang menjadi guru pelopor dan bukan pengekor. Jadilah guru penggerak yang sebenarnya. Bukan guru yang digerakkan oleh Kemdikbudristek hanya karena ingin dipromosikan sebagai kepala sekolah.

Saat ini jabatan kepala sekolah kurang dilirik. Terlebih lagi oleh mereka yang ingin merdeka mengajar. Banyak kepala sekolah tidak merdeka karena sistem meminta mereka menghamba kepada penguasa dan bukan kepada murid. Padahal slogan yang dikampanyekan adalah menghamba pada murid dan bukan kepada penguasa.

Jadi karpet merah buat guru penggerak silahkan saja digelar. Kami tetap mendukung dan siap untuk memberi kritik pedas. Nanti sama-sama kita lihat kualitasnya. Lalu kita bandingkan dengan kualitas guru pelopor yang diseleksi oleh alam. Guru penggerak menggunakan dana APBN, guru pelopor menggunakan dana mandiri. Serahkan penilaian kepada dewan guru yang kritis di sekolah lalu perhatikan apa yang terjadi.

Salam blogger persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Karpet Merah Untuk Guru Penggerak", Klik untuk baca:

Kreator: Wijaya Kusumah




Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Selasa, 08 Februari 2022

Cara Memasukkan Video dan Foto ke Blog








Salam Blogger Persahabatan 
Omjay 
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Apa Kabar Guru Honorer Indonesia?

Apa kabar guru honorer? Semoga kabar anda baik-baik saja di saat virus omicron semakin merajalela. Kami di satu guru sedang sibuk mempersiapkan acara NGUPING SATUGURU yang ketiga. Kita ngobrol urusan penting. 




Ngobrol Urusan Penting
NGUPING-3 SatuGuru

Literasi Spiritual Guru

Filosofi Pendidikan Kh Ahmad Dahlan dalam Perspektif Peradaban Digital

Narasumber :

Dr. Fahruddin Faiz S.Ag,M.Ag
Pakar Filsafat Islam
Dosen UIN Yogyakarta

Ir. Budi Rahardjo, MSc, Ph.D.
Praktisi IT dan Technopreneur
Dosen ITB Kota Bandung

Pengantar acara :

Prof.Yudho Giri Sucahyo,Ph.D
Ketua PANDI

Moderator :
Bambang Purwanto,S.Kom,Gr (Mr Bams)

Host dan Co-Host:

Dr. H.Dedi Nurhadiat,M.Pd
Wijaya Kusumah,M.Pd (Om Jay)

Kamis,10 Februari 2022
Waktu 16.00 - 18.00

Daftarkan segera

Untuk Webinar NGUPING linknya: https://s.id/NGUPING-2 dengan passcode: 316171

Streaming Youtube

Dapatkan Surprise dan Doorprise dari PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia)
Juga Bersertifikat Nasional dengan ketentuan sbb :
1. Daftar hadir zoom/live streaming youtube
2. Resume paparan narasumber e-mail ke redaksi@satuguru.id

Dalam kegiatan NGUPING kita belajar bareng. Kita belajar filosofi Kyai Haji Ahmad Dahlan. Pendiri Muhammadiyah yang terkenal itu. Kita belajar bagaimana beliau mendirikan sekolah dan membangunnya dengan cinta. Perjuangan beliau sudah kita tonton dalam film sang Pencerah.




Mungkin di zaman beliau belum ada guru honorer di sekolah negeri. Belum ada guru PNS seperti sekarang ini. Pengabdiannya sangat tulus dalam mencerdaskan bangsa. Tidak pernah memikirkan gaji. Sebab hidupnya hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya yang terus menerus menyinari dunia.

Guru-guru di zaman dahulu menganut falsafah hidup yang sangat bagus sekali. Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak banyaknya. Tak salah bila mereka dijuluki Mahaguru Tangguh Berhati Cahaya. Hidupnya sangat mulia dan mampu memberikan pencerahan kepada sesama.

Apakah guru di zaman dulu masih ada di zaman sekarang? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Terutama kepada para guru honorer di sekolah negeri. Mereka rela tidak digaji pemerintah. Negara berhutang budi kepada mereka. Mereka bekerja dengan tulus dan ikhlas membangun negeri dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Buat kawan kawan guru honorer Indonesia. Tetaplah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga para penentu kebijakan berpaling kepadamu. Mereka memberikan hadiah PNS buat guru-guru yang sudah teruji pengabdiannya pada negara. Teruslah berusaha dan berdoa. Ikutilah komando dari pengurus besar PGRI.

Buat para guru honorer yang sudah lulus seleksi PPPK, kami ucapkan selamat menjadi ASN. Jadilah ASN yang profesional. Buat yang belum berhasil, jangan bersedih hati. Sebab para pendahulu kita juga bukan PNS. Mereka bukan ASN. Tapi semangat mendidiknya terus menggelora di dalam dada. Hasilnya, Muhammadiyah besar seperti sekarang. Mari menjadi guru yang berkemajuan. 

Salam blogger persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia




Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Apa Kabar Guru Honorer?", Klik untuk baca:

Kreator: Wijaya Kusumah




Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Senin, 07 Februari 2022

Awas Virus Omicron Mengintai Anda



Selamat pagi kawan-kawan pembaca kompasiana semuanya. Semoga sapaan saya hari ini menemui kita semua dengan wajah yang senantiasa tersenyum dan selalu mengucap syukur untuk setiap berkat yang kita terima dari Allah. Kita semua dalam keadaan sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Pesan Omjay adalah Awas Virus Omicron Mengintai anda!

Perlu kita ketahui. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dicari oleh setiap orang di dunia ini. Orang mencari kebahagiaan dengan berbagai cara, misalnya dengan menikmati gaya hidup hedonisme (mencari kesenangan duniawi). Ada juga yang mencarinya melalui hubungan dengan roh-roh jahat. Namun semuanya sia-sia, karena kebahagiaan yang ditempuh dengan cara itu adalah kebahagiaan semu. Kalau begitu bagaimana kita bisa memperoleh kebahagiaan sejati? 

"Semua orang yang berbahagia selalu bersyukur. Orang yang tidak bersyukur tidak dapat berbahagia". (Dennis Prager)

Kita sering salah persepsi dan cenderung berpikir bahwa karena tidak bahagia, orang mengeluh. Padahal yang benar adalah, orang mengeluh, maka ia tidak berbahagia. Jadi ketika anda dinyatakan positif Covid-19, maka tetap tenang dan bahagia. Selalu bersyukur karena ada hal baik yang sudah dipersiapkan Allah kepada kita. Jangan mengeluh dan tetap bersyukur. Dengan cara seperti itulah anda akan kembali sehat dan merasakan kebahagiaan.

Mungkin sekaranglah saatnya kita harus belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal. Allah seringkali mengijinkan kegagalan untuk mengukur iman kita, apakah kita tetap berterimakasih dan mengucap syukur dalam segala hal? Apakah kita hanya mau menerima yang baik dari Allah, tapi tidak mau menerima yang buruk? 

Hal Itulah yang saya alami ketika dinyatakan positif covid-19 tahun lalu. Saya menulis di kala sakit. Kisah nyata itu saya bukukan dalam buku awas virus corona mengintai anda. Sekarang virus ini namanya Omicron. Varian baru dari Afrika, dan penyebarannya cepat sekali. Kawan-kawan saya banyak yang terkena virus ini. Terpaksa harus isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka menerimanya dengan lapang dada. Tetap bersyukur walaupun dinyatakan positif covid-19. Saya bertemu mereka lewat aplikasi zoom pagi ini. Seraya saling mendoakan agar kita semua sehat. Kalau kita sehat, kita bisa saling bertemu kembali di dunia nyata.



Saya membaca kisah seorang tokoh terkenal penemu lampu listrik. Thomas Alva Edison tidak mengeluh bahkan tetap bersyukur saat laboratoriumnya habis terbakar. Nah, hasil yang dia peroleh adalah tidak hanya kekuatan baru yang membuatnya menggapai keberhasilan, namun juga kebahagiaan sejati dan damai sejahtera. Karena bersyukur adalah kunci agar tidak kehilangan kebahagiaan dan damai sejahtera. Apapun yang terjadi kepada Anda, akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda, bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda. Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan.

Tidak banyak yang tahu kejadian buruk yang pernah menimpa Thomas Alva Edison di usianya yang ke 67. Ketika itu kobaran api yang sangat besar melahap dan membakar habis gedung laboratoriumnya. Laboratorium dimana dia telah menghabiskan sepanjang hidupnya untuk menghasilkan karya selama bertahun-tahun, habis dalam sekejab. Tapi apa yang dikatakannya tidak lama setelah dia menyaksikan kebakaran hebat itu? 

"Aku baru berusia 67 tahun dan belum terlalu tua untuk memulai lagi". (Thomas Alfa Edison)

Sungguh saya tidak sanggup membayangkan seandainya kejadian seburuk itu menimpa saya. Saya begitu kagum dengan keputusan yang dia ambil dalam menyikapi sebuah kejadian. Edison tidak marah ataupun menyesali kejadian buruk tersebut. Hal yang dia lakukan hanyalah memperkatakan hal yang positif. Dan dia berhasil menelurkan gagasannya lagi sepanjang 17 tahun ke depan. Dia menyadari sepenuhnya bahwa apapun yang terjadi adalah hal yang terbaik bagi dirinya, meskipun itu sama sekali bukan kejadian yang baik. 

"Masalah adalah tanda penghormatan alam kepadamu. Setiap masalah pasti ada solusinya". (Omjay)

Jika Thomas Alva Edison memutuskan bersikap positif terhadap hal buruk yang menimpanya, sebaliknya dengan Shriver, istri seorang aktor yang sangat terkenal Arnold Schwarzenegger. Hari itu acara CBS Morning yang dipandunya dibatalkan. Ia berkata bahwa "dirinya bernasib sial". Sebuah perkataan yang berpikir negatif.

Hanya karena sebuah hal sekecil itu dia melupakan semua keberhasilan dan kekayaan yang telah ia peroleh selama hidup. Hanya karena sebuah acara yang gagal tayang, dia lupa akan semua yang dia miliki, seperti karir yang cemerlang, anak-anak yang sehat, juga buku-buku biografinya yang sangat laris. Lalu keputusan mana yang akan kita ambil? Sikap seperti apa yang akan kita pilih saat kegagalan menimpa diri kita? 




Belajar dari 2 kejadian itu, marilah kita tetap bersyukur, dan berpikir positif agar hasilnya positif. Tidak mudah melakukan itu. Kita harus mampu membesarkan hati kita dan tidak menyalahkan orang lain. 

Bila anda hari ini dinyatakan positif covid-19, maka tetaplah bersyukur dan isi hari-hari anda dengan kegiatan yang positif. Saya mengisinya dengan menulis di kompasiana. Alhamdulillah terbit 2 buah buku selama menjalani isoman. Pertama buku Agar PJJ Tak Lagi Membosankan, dan Awas Virus Corona Mengintai Anda. Semoga pengalaman ini bermanfaat untuk pembaca kompasiana.

Pesan Omjay sekali lagi, "AWAS VIRUS OMICRON MENGINTAI ANDA!"

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia




Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Awas Virus Omicron Mengintai Anda!", Klik untuk baca:

Kreator: Wijaya Kusumah




Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Ayo Belajar Informatika di Kelas 7E