📚 Pertemuan Ketiga KBMN PGRI Gelombang 35
Guru yang Menginspirasi Saya
Bersama Omjay – Guru Blogger Indonesia
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd
🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, peserta diharapkan mampu:
1. Menemukan sosok guru yang pernah memberikan inspirasi.
2. Mengingat pengalaman berkesan bersama guru tersebut.
3. Mengubah pengalaman menjadi tulisan sederhana.
4. Menuliskan nilai atau pelajaran yang diperoleh.
5. Membagikan kisah tersebut melalui blog atau media digital.
---
🌱 1. Mengapa Kita Perlu Menulis tentang Guru?
Guru bukan hanya orang yang mengajarkan ilmu.
Guru bisa menjadi seseorang yang:
mengubah cara kita berpikir;
menumbuhkan keberanian;
memberikan teladan;
memotivasi ketika kita hampir menyerah;
mengenalkan kita pada dunia baru;
bahkan mengubah jalan hidup kita.
Kadang-kadang, seorang guru tidak menyadari bahwa satu kalimat yang pernah diucapkannya dapat dikenang murid selama puluhan tahun.
Karena itu, kisah tentang guru sangat layak untuk ditulis.
> Guru yang baik mengajarkan ilmu. Guru yang menginspirasi meninggalkan jejak dalam kehidupan muridnya.
---
✍️ 2. Siapa Guru yang Menginspirasi Saya?
Peserta tidak perlu memilih guru yang terkenal.
Guru yang menginspirasi bisa saja:
guru SD;
guru SMP;
guru SMA;
dosen;
guru mengaji;
wali kelas;
kepala sekolah;
guru olahraga;
guru yang pernah membimbing kita;
bahkan guru yang dulu pernah memarahi kita tetapi kemudian memberikan pelajaran hidup.
Pilih satu orang saja.
Kemudian jawab pertanyaan berikut:
5 Pertanyaan Pemantik
1. Siapa nama guru tersebut?
2. Kapan dan di mana saya mengenalnya?
3. Apa yang dilakukan guru tersebut sehingga saya terkesan?
4. Apa perubahan yang terjadi dalam diri saya setelah bertemu beliau?
5. Apa pesan atau pelajaran yang masih saya ingat sampai sekarang?
Lima pertanyaan ini sudah cukup untuk menjadi bahan tulisan.
---
📝 3. Rumus Mudah Menulis Kisah Guru
Gunakan pola:
SIAPA → PERISTIWA → PERASAAN → PELAJARAN → PESAN
Contohnya:
Siapa?
Guru Bahasa Indonesia saya ketika SMP.
Peristiwa?
Beliau pernah meminta saya membaca tulisan di depan kelas.
Perasaan?
Saya sangat malu dan takut ditertawakan.
Pelajaran?
Saya belajar bahwa keberanian harus dilatih.
Pesan?
Sampai sekarang saya berani berbicara dan menulis karena pengalaman tersebut.
Dari lima bagian itu, peserta sudah bisa mengembangkan tulisan menjadi beberapa paragraf.
---
🌟 4. Contoh Artikel Sederhana
Guru yang Menginspirasi Saya
Setiap orang pasti pernah memiliki seorang guru yang memberikan kesan mendalam dalam kehidupannya. Begitu juga dengan saya. Ada seorang guru yang sampai sekarang masih saya ingat karena beliau tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga mengajarkan keberanian.
Guru tersebut adalah guru Bahasa Indonesia saya ketika SMP. Pada suatu hari, beliau meminta saya maju ke depan kelas untuk membacakan tulisan yang saya buat.
Saat itu saya merasa sangat takut. Saya tidak percaya diri dan khawatir teman-teman akan menertawakan saya.
Namun, guru saya berkata, “Jangan takut salah. Yang penting kamu berani mencoba.”
Kalimat sederhana itu ternyata sangat membekas dalam diri saya.
Sejak saat itu saya mulai berani berbicara di depan kelas. Saya juga mulai berani menulis. Saya menyadari bahwa kemampuan tidak akan berkembang kalau kita selalu takut mencoba.
Kini saya memahami bahwa tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran. Guru juga membantu murid menemukan keberanian dan percaya pada dirinya sendiri.
Guru tersebut mungkin sudah lupa dengan peristiwa itu. Tetapi saya tidak pernah melupakannya.
Bagi saya, beliau adalah salah satu guru yang menginspirasi kehidupan saya.
Saya belajar satu hal penting: jangan takut memulai karena setiap keberhasilan selalu diawali dengan keberanian untuk mencoba.
Terima kasih, Guruku.
---
❤️ 5. Menulis dengan Hati
Dalam KBMN PGRI, kita tidak sedang berlomba membuat tulisan yang menggunakan kata-kata sulit.
Kita belajar menulis pengalaman dengan jujur dan menyentuh.
Tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu akademis.
Tulislah seperti sedang bercerita kepada seorang sahabat.
Misalnya:
❌ “Guru tersebut memiliki kompetensi pedagogik yang sangat baik.”
Lebih menarik:
✅ “Saya masih ingat cara beliau tersenyum ketika saya berhasil menyelesaikan tugas yang sebelumnya saya anggap sulit.”
Tulisan yang sederhana tetapi berasal dari pengalaman nyata sering kali lebih mudah menyentuh pembaca.
---
🤖 6. Bolehkah Menggunakan AI?
Boleh.
AI seperti ChatGPT dapat membantu:
mencari ide judul;
membuat kerangka tulisan;
memperbaiki ejaan;
memberikan saran paragraf;
membantu membuat tulisan lebih runtut.
Tetapi cerita, pengalaman, perasaan, dan pesan harus berasal dari diri kita sendiri.
Gunakan AI sebagai asisten menulis, bukan sebagai pengganti pengalaman.
> AI boleh membantu merapikan tulisan. Namun hati penulis tetap milik manusia.
---
🎯 7. Tugas Pertemuan Ketiga
Tugas: Guru yang Menginspirasi Saya
Tulislah sebuah artikel dengan ketentuan sederhana:
Judul:
Guru yang Menginspirasi Saya
Panjang:
500–700 kata.
Isi minimal:
1. Siapa guru yang menginspirasi Anda?
2. Kapan pertama kali bertemu?
3. Peristiwa apa yang paling Anda ingat?
4. Mengapa guru tersebut menginspirasi?
5. Apa perubahan yang terjadi dalam diri Anda?
6. Apa pelajaran yang Anda dapatkan?
7. Apa pesan Anda untuk guru tersebut?
Kemudian:
Publikasikan tulisan di blog/website masing-masing dan kirimkan link artikelnya sesuai mekanisme kelas KBMN PGRI Gelombang 35.
---
💡 8. Pilihan Judul yang Menarik
Peserta tidak harus menggunakan judul “Guru yang Menginspirasi Saya”. Bisa memilih:
1. Guru yang Mengubah Jalan Hidup Saya
2. Satu Kalimat dari Guruku yang Tak Pernah Kulupa
3. Terima Kasih, Guruku
4. Guru yang Mengajarkan Saya Arti Keberanian
5. Dari Seorang Guru, Saya Belajar Bermimpi
6. Guru yang Pernah Membuat Saya Percaya Diri
7. Jejak Guruku dalam Hidupku
8. Ketika Guru Menyalakan Cahaya dalam Diri Saya
9. Guru, Engkau Menginspirasi Langkahku
10. Satu Guru, Sejuta Inspirasi
---
🎤 Pesan Omjay untuk Peserta
> “Jangan mencari cerita yang hebat. Ceritakan saja pengalaman yang pernah membuat hati Anda bergetar.”
Boleh jadi menurut kita pengalaman itu sederhana.
Namun bagi pembaca, pengalaman tersebut mungkin menjadi inspirasi.
Karena itu, jangan biarkan kenangan tentang guru hanya tinggal di dalam ingatan. Abadikan dalam tulisan.
Menulislah dengan hati.
Menulislah dari pengalaman sendiri.
Menulislah agar kebaikan guru kita tidak hilang ditelan zaman.
Salam literasi.
Omjay – Guru Blogger Indonesia
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd
Blog https://wijayalabs.com
Sangat menginspirasi
BalasHapusKeren 🫰
BalasHapusKeren pak
BalasHapusVery my inspiration mantabbbb
BalasHapusSelamat malam pak. Terima kasih materinya.
BalasHapusMakasih semuanya sdh membaca materinya dengan baik
BalasHapusTerima kasih materinya Omjay 🙏
BalasHapusMateri yang sangat menginspirasi saya yang pemula, mksh omjay , sehat selalu
BalasHapusSiap 🫡
BalasHapusBagus sekali Om Jay
BalasHapusTerimakasih om Jay
BalasHapusTerima kasih atas ilmunya
BalasHapus