PERTEMUAN PERTAMA
KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA (KBMN) PGRI GELOMBANG 35
Tema:
Menulis Setiap Hari: Mulai dari Sekarang, Mulai dari Diri Sendiri
📅 1 Oktober 2026
📚 Program Menulis: 1–31 Oktober 2026
👨🏫 Narasumber/Penggerak: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
A. SELAMAT DATANG DI KBMN PGRI GELOMBANG 35
Selamat datang para peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI Gelombang 35.
Hari ini kita memulai perjalanan baru. Perjalanan selama 31 hari untuk membangun kebiasaan menulis.
Kita tidak akan memulai dengan pertanyaan, “Bagaimana menjadi penulis hebat?”
Kita mulai dengan pertanyaan yang jauh lebih sederhana:
“Apakah hari ini saya sudah menulis?”
Sebab penulis bukanlah orang yang hanya mempunyai keinginan untuk menulis. Penulis adalah orang yang menulis.
B. MENGAPA HARUS MENULIS SETIAP HARI?
Menulis adalah keterampilan. Seperti keterampilan lainnya, kemampuan menulis akan berkembang jika terus dilatih.
Seorang guru yang ingin menjadi penulis tidak cukup hanya membaca buku tentang menulis. Ia harus berani mengambil pena, membuka laptop atau ponsel, kemudian mulai menulis.
Menulis setiap hari memberikan beberapa manfaat.
1. Membentuk kebiasaan
Awalnya menulis terasa berat. Setelah dilakukan berulang-ulang, menulis menjadi kebiasaan.
2. Melatih keberanian
Kita belajar berani menuangkan gagasan dan pengalaman.
3. Menemukan gaya menulis
Semakin sering menulis, semakin kita mengenal karakter tulisan sendiri.
4. Mengabadikan pengalaman
Pengalaman mengajar, perjalanan, pertemuan dengan orang lain, keberhasilan, kegagalan, semuanya dapat menjadi bahan tulisan.
5. Membuka peluang
Tulisan dapat berkembang menjadi artikel, buku, blog, modul pembelajaran, opini, bahkan karya yang memberikan manfaat dan peluang baru.
C. APA YANG AKAN KITA LAKUKAN SELAMA 31 HARI?
Program kita sederhana:
1 hari = 1 tulisan.
Mulai:
📅 1 Oktober 2026
sampai:
📅 31 Oktober 2026
Targetnya bukan membuat tulisan yang sempurna.
Target kita adalah konsisten menulis selama 31 hari.
Jika berhasil, kita akan memiliki setidaknya:
31 hari × 1 tulisan = 31 tulisan.
Bayangkan jika 31 tulisan tersebut kemudian kita revisi, kita kembangkan, dan kita kumpulkan menjadi sebuah buku.
Bisa jadi, pada 1 Oktober kita hanya mempunyai satu ide kecil.
Namun pada 31 Oktober kita sudah mempunyai sebuah portofolio tulisan.
D. RUMUS SEDERHANA MENULIS
Agar tidak bingung mencari ide, gunakan rumus:
Lihat – Rasakan – Pikirkan – Tuliskan
1. Lihat
Perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita.
2. Rasakan
Apa yang kita rasakan dari peristiwa tersebut?
3. Pikirkan
Apa pelajaran atau makna yang kita dapatkan?
4. Tuliskan
Tuangkan pengalaman tersebut menjadi tulisan.
Contohnya sederhana.
Hari ini kita melihat seorang siswa membantu temannya.
Kita bisa menulis:
“Pelajaran tentang Kepedulian dari Seorang Siswa.”
Tidak perlu mencari cerita yang luar biasa.
Kisah sederhana yang ditulis dengan hati dapat menjadi tulisan yang luar biasa.
E. 10 SUMBER IDE TULISAN
Jika peserta merasa kehabisan ide, gunakan 10 sumber berikut:
- Pengalaman mengajar
- Pengalaman keluarga
- Perjalanan
- Buku yang sedang dibaca
- Film yang ditonton
- Percakapan dengan orang lain
- Masalah di sekolah
- Pengalaman mengikuti kegiatan
- Peristiwa yang terjadi hari ini
- Renungan atau pengalaman pribadi
Ingat:
Ide tulisan sebenarnya ada di sekitar kita. Kita hanya perlu membuka mata, telinga, pikiran, dan hati.
F. TUGAS HARI PERTAMA
Tema:
“Mengapa Saya Ingin Menulis?”
Tuliskan pengalaman dan alasan pribadi mengapa Anda mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35.
Tulisan dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut:
- Siapa saya?
- Apa pekerjaan atau aktivitas saya?
- Mengapa saya tertarik belajar menulis?
- Apa pengalaman saya dalam menulis?
- Apa kesulitan terbesar saya dalam menulis?
- Apa yang ingin saya capai selama mengikuti KBMN?
- Buku atau tulisan seperti apa yang ingin saya hasilkan?
- Siapa orang yang menginspirasi saya dalam menulis?
- Apa harapan saya setelah mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35?
Tidak perlu menjawab semuanya secara kaku.
Jadikan pertanyaan tersebut sebagai pemantik tulisan.
G. TARGET TUGAS
Untuk tulisan pertama, peserta dianjurkan membuat:
Panjang: 300–500 kata
Judul: bebas dan menarik
Bentuk: narasi/pengalaman pribadi
Bahasa: komunikatif dan mudah dipahami
Yang paling penting:
Jangan takut salah.
Tulisan pertama bukan tulisan terakhir.
Tulisan pertama adalah langkah pertama.
H. TANTANGAN 31 HARI MENULIS
Selama Oktober, kita dapat menggunakan tema harian berikut:
| Hari | Tanggal | Tema |
|---|---|---|
| 1 | 1 Okt | Mengapa Saya Ingin Menulis? |
| 2 | 2 Okt | Pengalaman yang Tidak Terlupakan |
| 3 | 3 Okt | Guru yang Menginspirasi Saya |
| 4 | 4 Okt | Murid yang Memberikan Pelajaran |
| 5 | 5 Okt | Kegagalan yang Mengajarkan Saya |
| 6 | 6 Okt | Buku yang Mengubah Cara Pandang Saya |
| 7 | 7 Okt | Mengapa Guru Perlu Menulis? |
| 8 | 8 Okt | Teknologi dalam Kehidupan Saya |
| 9 | 9 Okt | Pengalaman Mengajar yang Berkesan |
| 10 | 10 Okt | Sebuah Perjalanan |
| 11 | 11 Okt | Orang yang Saya Kagumi |
| 12 | 12 Okt | Pelajaran dari Kehidupan |
| 13 | 13 Okt | Tantangan Menjadi Guru |
| 14 | 14 Okt | Ketika Saya Hampir Menyerah |
| 15 | 15 Okt | Setengah Perjalanan: Apa yang Saya Rasakan? |
| 16 | 16 Okt | Sekolah Impian Saya |
| 17 | 17 Okt | Teknologi dan Pendidikan |
| 18 | 18 Okt | AI dan Masa Depan Pendidikan |
| 19 | 19 Okt | Pengalaman Berbagi |
| 20 | 20 Okt | Sebuah Nasihat yang Saya Ingat |
| 21 | 21 Okt | Mengapa Literasi Penting? |
| 22 | 22 Okt | Kisah di Balik Sebuah Foto |
| 23 | 23 Okt | Pengalaman yang Mengubah Saya |
| 24 | 24 Okt | Guru dan Perubahan Zaman |
| 25 | 25 Okt | Menulis sebagai Terapi Kehidupan |
| 26 | 26 Okt | Mimpi yang Belum Terwujud |
| 27 | 27 Okt | Apa yang Saya Pelajari dari 26 Hari Menulis? |
| 28 | 28 Okt | Menulis untuk Menginspirasi |
| 29 | 29 Okt | Rencana Saya Setelah KBMN |
| 30 | 30 Okt | 30 Hari Menulis: Apa yang Berubah? |
| 31 | 31 Okt | Surat untuk Diri Saya sebagai Penulis |
Tema tersebut bukan aturan kaku. Peserta boleh memilih tema lain selama tetap berkaitan dengan pengalaman, pendidikan, literasi, kehidupan, atau gagasan yang bermanfaat.
I. ATURAN EMAS KBMN PGRI GELOMBANG 35
1. Jangan menunggu sempurna
Tulis dulu. Perbaiki kemudian.
2. Jangan takut tulisan jelek
Tulisan jelek yang selesai masih lebih baik daripada tulisan bagus yang tidak pernah ditulis.
3. Jangan membandingkan tulisan kita dengan orang lain
Bandingkan tulisan kita hari ini dengan tulisan kita kemarin.
4. Saling membaca
Penulis yang baik juga merupakan pembaca yang baik.
5. Saling memberikan apresiasi
Komentar yang baik dapat membuat seseorang terus menulis.
6. Jangan plagiasi
Gunakan ide sendiri dan cantumkan sumber apabila menggunakan data, kutipan, atau gagasan orang lain.
7. Konsisten
Target utama kita bukan viral.
Target utama kita adalah konsisten.
J. MOTTO 31 HARI
Mari kita pegang kalimat sederhana ini:
Satu hari satu tulisan.
Satu tulisan satu pengalaman.
Satu pengalaman satu pelajaran.
Satu pelajaran satu inspirasi.
Jika dilakukan bersama-sama, 31 hari akan menjadi perjalanan yang luar biasa.
K. PENUTUP PERTEMUAN PERTAMA
Teman-teman penulis KBMN PGRI Gelombang 35,
jangan menunggu mempunyai waktu luang untuk menulis.
Sisihkan waktu untuk menulis.
Jangan menunggu mendapatkan ide besar.
Tulislah ide kecil yang ada hari ini.
Jangan menunggu menjadi penulis baru mulai menulis.
Menulislah, maka kita sedang belajar menjadi penulis.
Kita akan berjalan bersama selama 31 hari.
Mungkin ada yang mampu menulis setiap hari.
Mungkin ada yang sesekali tertinggal.
Tidak apa-apa.
Yang penting jangan berhenti terlalu lama.
Ketika jatuh, bangun lagi.
Ketika kehabisan ide, cari lagi.
Ketika tulisan belum bagus, perbaiki lagi.
Karena perjalanan menjadi penulis bukan tentang siapa yang paling cepat.
Perjalanan menjadi penulis adalah tentang siapa yang mau terus berjalan.
Selamat mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35.
Selamat menulis.
Selamat berkarya.
Selamat menginspirasi.
Menulislah dengan hati.
Tulislah pengalamanmu.
Bagikan manfaatnya.
Dan jangan pernah berhenti belajar.
Salam literasi.
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)
Guru Blogger Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.