Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 24 Oktober 2026

Sebuah Apel Dari Mr Bams di Acara ICANN87 Bali

Sebuah Apel dari Mr. Bams: Oleh-Oleh Persahabatan dari ICANN87 Bali hingga Bekasi

Kisah Omjay: Buah Apel yang Menyimpan Kenangan dan Kehangatan Persahabatan

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay)

Ada oleh-oleh yang tidak harus mahal untuk membuat hati bahagia. Ada buah tangan sederhana yang justru menyimpan kenangan indah, terutama ketika oleh-oleh itu mengingatkan kita kepada perjalanan, pertemuan, dan persahabatan yang terjalin di suatu tempat.

Itulah yang Omjay rasakan ketika sebuah apel pemberian Mr. Bams dari kegiatan ICANN87 di Bali terbawa sampai ke Bekasi.

Sepintas, apel hanyalah buah biasa. Kita bisa membelinya di pasar, supermarket, atau toko buah. Namun, apel yang satu ini terasa berbeda. Bukan semata-mata karena bentuknya, warnanya, atau rasanya, melainkan karena ada cerita persahabatan yang menyertainya.

Kenangan Indah dari ICANN87 Bali

Pada Oktober 2026, Omjay berkesempatan mengikuti kegiatan ICANN87 di Bali. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan menghadiri acara internasional. Bagi Omjay, ada banyak pengalaman, pengetahuan, dan pertemuan dengan orang-orang baru yang memberikan warna tersendiri dalam kehidupan.

Di tengah kesibukan mengikuti kegiatan, berdiskusi, dan bertukar pengalaman, Omjay juga merasakan bahwa persahabatan merupakan bagian penting dari sebuah perjalanan. Kita mungkin datang dari daerah yang berbeda, memiliki pekerjaan yang berbeda, dan membawa pengalaman hidup masing-masing. Namun, ketika bertemu dalam sebuah kegiatan, kita bisa saling menyapa, berbagi cerita, dan membangun hubungan yang hangat.

Salah satu kenangan itu datang dari Mr. Bams.

Dari pertemuan di Bali, ada sebuah apel yang kemudian terbawa hingga ke Bekasi. Buah sederhana itu menjadi pengingat bahwa perjalanan yang berkesan tidak selalu diukur dari banyaknya tempat yang dikunjungi atau sertifikat yang dibawa pulang. Terkadang, kenangan paling membekas justru hadir melalui hal-hal kecil yang tidak pernah kita rencanakan.

Apel yang Menempuh Perjalanan Jauh

Bayangkan sebuah apel yang ikut dalam perjalanan dari Bali menuju Bekasi. Buah itu tidak bisa bercerita, tetapi keberadaannya mengingatkan Omjay pada suasana pertemuan bersama sahabat.

Setelah kegiatan ICANN87 berakhir, peserta kembali ke daerah masing-masing. Ada yang kembali bekerja, mengajar, menulis, dan melanjutkan berbagai kegiatan. Kehidupan berjalan seperti biasa. Namun, kenangan selama berada di Bali tetap tersimpan dalam ingatan.

Ketika melihat apel pemberian Mr. Bams, Omjay kembali teringat pada perjalanan tersebut. Ternyata, sebuah benda sederhana bisa menjadi penghubung antara pengalaman masa lalu dan kehidupan kita hari ini.

Apel itu seolah membawa pesan bahwa persahabatan tidak berhenti ketika sebuah acara selesai. Hubungan baik tetap bisa tumbuh meskipun kita sudah kembali ke rumah masing-masing.

Bagi Omjay yang senang menulis pengalaman sehari-hari, kejadian kecil seperti ini tentu sayang jika dilewatkan begitu saja. Sebab, bahan tulisan tidak selalu berasal dari peristiwa besar. Kehidupan sehari-hari pun menyediakan banyak kisah yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Persahabatan Tidak Diukur dari Harga Oleh-Oleh

Ada pelajaran sederhana yang Omjay petik dari apel pemberian Mr. Bams. Persahabatan tidak diukur dari mahal atau murahnya oleh-oleh, tetapi dari perhatian dan ketulusan yang menyertainya.

Buah apel mungkin akan habis setelah dimakan. Rasanya mungkin hanya bertahan sebentar di lidah. Namun, kenangan tentang orang yang memberikannya bisa bertahan jauh lebih lama.

Begitulah persahabatan yang baik. Kita tidak harus selalu memberikan sesuatu yang besar untuk menunjukkan perhatian. Sapaan yang ramah, senyuman, bantuan kecil, atau buah tangan sederhana dapat membuat orang lain merasa dihargai.

Dalam kehidupan sebagai guru, blogger, dan pegiat literasi, Omjay belajar bahwa hubungan antarmanusia perlu terus dirawat. Teknologi boleh semakin maju. Pertemuan boleh dilakukan melalui layar komputer. Komunikasi boleh berlangsung melalui berbagai aplikasi. Namun, sentuhan kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan.

Pengalaman di ICANN87 Bali mengingatkan Omjay bahwa di balik pembicaraan tentang teknologi dan internet, selalu ada manusia yang bertemu, belajar, bekerja sama, dan membangun persahabatan.

Menulis dari Hal Kecil, Menyebarkan Inspirasi

Sahabat pembaca, mungkin ada yang bertanya, mengapa sebuah apel perlu ditulis menjadi artikel?

Jawabannya sederhana. Karena setiap pengalaman memiliki cerita, dan setiap cerita bisa menyimpan pelajaran.

Apel dari Mr. Bams mengajarkan Omjay untuk menghargai perhatian kecil dari seorang sahabat. Apel itu juga mengingatkan bahwa perjalanan yang baik bukan hanya tentang tujuan, tetapi juga tentang orang-orang yang kita temui sepanjang perjalanan.

Ketika kembali ke Bekasi, Omjay membawa lebih dari sekadar barang bawaan. Ada pengalaman mengikuti kegiatan internasional, pengetahuan baru, perjumpaan dengan banyak orang, dan kenangan persahabatan yang layak disimpan dalam tulisan.

Sebagai seorang blogger, Omjay percaya bahwa menulis adalah cara sederhana untuk merawat kenangan. Apa yang hari ini terlihat biasa saja, suatu saat mungkin menjadi cerita berharga yang ingin kita baca kembali.

Karena itu, jangan pernah meremehkan pengalaman kecil. Bisa jadi, dari sebuah apel, lahir tulisan yang mengingatkan banyak orang tentang arti ketulusan, persahabatan, dan rasa syukur.

Penutup: Terima Kasih, Mr. Bams

Terima kasih, Mr. Bams, untuk apel yang menjadi bagian dari kenangan Omjay selama mengikuti ICANN87 di Bali. Semoga persahabatan yang terjalin terus terawat, meskipun kita telah kembali ke kesibukan masing-masing.

Apel itu mungkin hanya buah sederhana. Namun, bagi Omjay, ia menjadi simbol bahwa kebaikan kecil dapat meninggalkan kesan yang besar.

Dari Bali hingga Bekasi, ada cerita yang terus hidup. Dari sebuah apel, ada persahabatan yang kembali dikenang. Dan dari pengalaman sederhana, ada tulisan yang bisa dibagikan untuk menginspirasi orang lain.

Sebab, oleh-oleh terbaik dari sebuah perjalanan bukan hanya benda yang kita bawa pulang, melainkan kenangan indah dan persahabatan yang tetap tumbuh setelah perjalanan usai.

Salam Blogger Persahabatan!

Omjay

Wijaya Kusumah
Guru Blogger Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.