Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 03 Oktober 2026

Workshop Persiapan AMI SMP Labschool Jakarta

Workshop Persiapan AMI 2026 SMP Labschool Jakarta: Menata Administrasi, Pembelajaran, dan Pemanfaatan AI

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.

Persiapan menghadapi Audit Mutu Internal (AMI) 2026 bukan sekadar menyiapkan dokumen administrasi. Lebih dari itu, AMI menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan refleksi, memperbaiki proses pembelajaran, menata administrasi, dan memastikan berbagai program sekolah berjalan secara terencana dan terdokumentasi.

Untuk itulah SMP Labschool Jakarta melaksanakan Workshop Persiapan AMI 2026 selama tiga hari, mulai Jumat, 2 Oktober sampai Minggu, 4 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan ini dirancang tidak hanya dalam bentuk paparan materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik, pelengkapan administrasi, brainstorming, hingga pengumpulan dokumen AMI.

Hari Pertama: Memahami Arah Sekolah dan Instrumen AMI

Kegiatan dimulai pada Jumat, 2 Oktober 2026 dengan registrasi peserta pukul 13.00–13.30 dan dilanjutkan dengan pembukaan.

Materi pertama berlangsung pukul 14.00–15.30 dengan tema “Mewujudkan Sekolah Hijau melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungan”. Materi ini disampaikan oleh Dr. Taufiq Supriadi dengan PJ Ali Topan, S.Pd.

Tema sekolah hijau menarik karena pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik. Sekolah juga mempunyai tanggung jawab untuk membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Setelah ISOMA, peserta mendapatkan Paparan Instrumen AMI pukul 16.00–17.30. Materi ini disampaikan oleh Pandu Novialdi, M.Pd., dengan Fardiah Musni, S.Pd. sebagai PJ.

Pemahaman terhadap instrumen AMI menjadi penting karena dokumen yang disiapkan harus benar-benar menggambarkan pelaksanaan program sekolah.

Malam harinya, pukul 19.30–21.00, peserta mengikuti Paparan Program Sekolah Model yang disampaikan oleh Dr. Yati Suwartini, M.Pd. dengan PJ Siti Innayatu Sholiha, S.Pd.

Hari pertama menjadi fondasi penting. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi mulai memahami bahwa AMI berkaitan erat dengan budaya mutu sekolah.

Hari Kedua: Dari Materi Menuju Praktik

Sabtu, 3 Oktober 2026 menjadi hari yang cukup padat.

Setelah sarapan, pukul 08.00–10.00 guru mengikuti Penyusunan Rencana Pembelajaran PM, KKA, berbasis STEM dan LITNUM. Materi ini menghadirkan Adien Novarisa, M.Pd., dengan PJ Wianti, S.S.

Sementara itu, tenaga kependidikan mendapatkan materi ISO 15489 dan 30301 yang dijadwalkan pukul 08.00–12.00, dengan narasumber masih dalam konfirmasi dan PJ Ilham Wijiyatno, S.Kom.

Menariknya, setelah sesi materi, peserta langsung diarahkan untuk melengkapi administrasi pembelajaran dan instrumen AMI. Kegiatan ini dilakukan beberapa sesi, yaitu pukul 10.00–12.00, 13.00–15.00, dan kembali pukul 19.30–21.00.

Di sinilah workshop benar-benar terasa manfaatnya.

Peserta tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi langsung membuka dokumen, memeriksa kelengkapan administrasi, memperbaiki bagian yang masih kurang, dan memastikan bukti pelaksanaan pembelajaran tersedia.

Ada Sesi Brainstorming Penggunaan AI

Salah satu kegiatan yang menarik dalam workshop ini adalah Brainstorming Penggunaan AI yang dilaksanakan Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 15.30–17.30.

Kegiatan tersebut melibatkan Pimpinan Sekolah dengan PJ Ita Berleani, S.Pd.

Kehadiran AI dalam agenda workshop menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan dan pembelajaran di sekolah.

AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari ide, menyusun rancangan, menganalisis data, membantu pekerjaan administratif, maupun mendukung proses pembelajaran.

Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan kebijaksanaan manusia.

AI adalah alat. Guru tetap menjadi manusia yang menentukan tujuan, memberikan konteks, melakukan verifikasi, dan mengambil keputusan.

Karena itu, brainstorming menjadi penting agar penggunaan AI di sekolah tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar diarahkan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan pembelajaran.

Hari Ketiga: Mengumpulkan dan Memastikan Kelengkapan

Minggu, 4 Oktober 2026 menjadi tahap akhir workshop.

Kegiatan dimulai dengan sarapan pukul 06.00–08.00. Selanjutnya pukul 08.00–10.00 dilaksanakan Pengumpulan Administrasi Pembelajaran dan Instrumen AMI yang dikoordinasikan oleh panitia. Setelah itu, kegiatan ditutup pada pukul 10.00.

Dengan demikian, rangkaian workshop selama tiga hari memiliki alur yang cukup jelas:

memahami → menyusun → melengkapi → mengevaluasi → mengumpulkan.

Inilah yang membuat persiapan AMI menjadi proses pembelajaran bagi seluruh warga sekolah.

AMI Bukan Sekadar Menyiapkan Dokumen

Sering kali ketika mendengar kata audit, yang terbayang adalah tumpukan dokumen dan administrasi.

Padahal, AMI seharusnya menjadi kesempatan untuk bertanya:

  • Apakah program sekolah sudah berjalan?
  • Apakah pembelajaran sudah direncanakan dengan baik?
  • Apakah dokumen yang dibuat sesuai dengan praktik di lapangan?
  • Apakah bukti pelaksanaan tersedia?
  • Apa yang sudah baik?
  • Apa yang masih perlu diperbaiki?

Dokumen memang penting. Namun, dokumen harus menjadi cermin dari praktik nyata, bukan sekadar dibuat karena akan diperiksa.

Karena itu, kegiatan workshop seperti ini menjadi ruang yang baik bagi guru, tenaga kependidikan, dan pimpinan sekolah untuk duduk bersama, melihat kembali pekerjaan yang telah dilakukan, kemudian memperbaikinya secara berkelanjutan.

Belajar Bersama untuk Meningkatkan Mutu Sekolah

Dari jadwal workshop terlihat bahwa persiapan AMI 2026 di SMP Labschool Jakarta tidak hanya berfokus pada satu bidang.

Ada pembelajaran berbasis lingkungan, instrumen AMI, program sekolah model, perencanaan pembelajaran PM dan KKA, STEM dan LITNUM, pengelolaan arsip melalui ISO, administrasi pembelajaran, hingga pemanfaatan AI.

Semua bagian tersebut saling berkaitan.

Sekolah yang bermutu bukan hanya sekolah yang memiliki banyak program. Sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mampu merencanakan program, melaksanakan dengan baik, mendokumentasikan, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Workshop Persiapan AMI 2026 menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya tersebut.

Pada akhirnya, AMI bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.

AMI adalah kesempatan untuk bercermin.

Melalui AMI, sekolah dapat melihat apa yang sudah dilakukan, apa yang belum lengkap, dan apa yang harus diperbaiki.

Dan dari sanalah peningkatan mutu sekolah dimulai.

Menata dokumen, memperbaiki pembelajaran, memanfaatkan teknologi, dan membangun budaya mutu bersama.

Itulah semangat Workshop Persiapan AMI SMP Labschool Jakarta 2026.

Jakarta, 3 Oktober 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.