### MATERI KBMN PGRI GELOMBANG 35 — PERTEMUAN KE-17



### TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
### Menjadi Guru yang Adaptif, Kreatif, dan Produktif di Era Digital
Narasumber: Omjay — Guru Blogger Indonesia
KBMN PGRI Gelombang 35 | Sabtu, 17 Oktober 2026 | Pertemuan ke-17
### A. Pembukaan: Guru Harus Terus Belajar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam bahagia dan salam literasi!
Apa kabar Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35? Semoga selalu sehat, bahagia, dan tetap semangat belajar menulis setiap hari.
Malam ini kita kembali belajar bersama dalam pertemuan ke-17. Tema kita sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu Teknologi dan Pendidikan.
Bapak dan Ibu yang saya banggakan, dunia pendidikan terus berubah. Dahulu, guru mengandalkan papan tulis, kapur, buku pelajaran, dan perpustakaan. Sekarang, kita mengenal laptop, telepon pintar, internet, blog, video pembelajaran, kelas virtual, dan kecerdasan artifisial atau AI.
Namun, ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu hati seorang guru dalam mendidik murid-muridnya.
Teknologi boleh semakin canggih, tetapi pendidikan tetap membutuhkan keteladanan, empati, kesabaran, dan kasih sayang.
Saya, Omjay, sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta sekaligus Guru Blogger Indonesia, merasakan bahwa teknologi memberikan banyak kesempatan bagi guru untuk belajar, berkarya, dan berbagi pengalaman.
Saya mulai menulis blog sejak tahun 2007. Dari kebiasaan sederhana menulis, saya belajar bahwa pengalaman seorang guru tidak seharusnya berhenti di ruang kelas. Pengalaman itu bisa dibagikan kepada guru lain melalui tulisan di internet.
Itulah salah satu kekuatan teknologi dalam pendidikan.
### B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pertemuan ini, peserta diharapkan mampu:
* Memahami peran teknologi dalam kegiatan pendidikan.
* Mengenali manfaat teknologi untuk meningkatkan kompetensi guru.
* Menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
* Memanfaatkan blog sebagai media dokumentasi dan berbagi pengalaman mengajar.
* Menghasilkan satu tulisan sederhana tentang teknologi dan pendidikan.
### C. Materi Inti
### 1\. Apa Itu Teknologi Pendidikan?
Teknologi pendidikan adalah pemanfaatan teknologi dan berbagai proses yang mendukung pembelajaran agar lebih efektif, menarik, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Teknologi pendidikan bukan hanya komputer atau internet. Buku digital, video pembelajaran, radio pendidikan, aplikasi belajar, hingga media sederhana yang dibuat guru juga dapat mendukung proses pembelajaran.
Contohnya, guru yang mengajarkan materi tentang lingkungan dapat menggunakan foto, video, atau presentasi untuk membantu murid memahami kondisi lingkungan secara lebih nyata.
Teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat untuk membantu manusia belajar dengan lebih baik.
### 2\. Lima Manfaat Teknologi bagi Guru

Pertama, mempermudah persiapan pembelajaran.
Guru dapat menggunakan sumber digital untuk mencari referensi, menyusun materi, membuat soal, dan merancang aktivitas belajar.

Kedua, memperluas kesempatan belajar.
Guru dapat mengikuti webinar, pelatihan daring, komunitas belajar, dan berbagi ilmu tanpa harus selalu bepergian.

Ketiga, mendokumentasikan pengalaman.
Blog membantu guru menyimpan cerita pembelajaran, praktik baik, refleksi, dan gagasan yang bisa dibaca kembali.

Keempat, membuat pembelajaran lebih menarik.
Kuis interaktif, video, simulasi, dan presentasi dapat membantu murid memahami konsep yang sulit.

Kelima, membangun kolaborasi.
Guru dari sekolah dan daerah yang berbeda dapat saling belajar, memberikan masukan, dan mengembangkan karya bersama.
### 3\. Blog: Rumah Digital Seorang Guru
Bapak dan Ibu guru hebat, pernahkah kita membayangkan bahwa pengalaman mengajar selama bertahun-tahun bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang?
Misalnya, seorang guru SD berhasil mengajarkan membaca kepada murid yang awalnya mengalami kesulitan. Guru tersebut dapat menuliskan prosesnya dalam sebuah artikel.
Guru SMP dapat berbagi pengalaman menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan. Guru SMA dapat menulis tentang cara membimbing murid menghadapi tantangan belajar.
Tulisan itu kemudian dipublikasikan melalui blog pribadi.
Blog bukan sekadar tempat memajang tulisan. Blog dapat menjadi:
* Buku harian profesional, tempat guru mencatat perjalanan mengajarnya.
* Perpustakaan pribadi, tempat menyimpan materi dan sumber belajar.
* Ruang berbagi, tempat guru menginspirasi pembaca.
* Portofolio digital, yang menunjukkan perkembangan kompetensi dan karya seorang guru.
Saya, Omjay, merasakan bahwa kebiasaan menulis blog membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan pembaca yang lebih luas.
Karena itu, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk tidak menunggu menjadi penulis hebat terlebih dahulu. Mulailah menulis dari pengalaman sederhana yang benar-benar kita alami.
### 4\. Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Pendidikan
Saat ini, guru juga dapat memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
Contohnya:
* Mencari ide untuk artikel pendidikan.
* Menyusun kerangka tulisan.
* Membuat variasi pertanyaan untuk diskusi.
* Menyederhanakan penjelasan materi yang sulit.
* Memeriksa ejaan dan memperbaiki struktur tulisan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Pertama, periksa kembali informasi yang dihasilkan AI karena jawabannya bisa keliru.
Kedua, jangan memasukkan data pribadi murid atau informasi rahasia ke layanan AI tanpa dasar dan perlindungan yang memadai.
Ketiga, jangan menyalin hasil AI begitu saja. Tambahkan pengalaman, pemikiran, dan refleksi pribadi.
Keempat, hormati hak cipta dan sampaikan penggunaan AI secara transparan apabila relevan.
Pegangan kita adalah:
Gunakan AI untuk membantu berpikir dan berkarya, bukan untuk menggantikan pikiran, pengalaman, dan tanggung jawab kita sebagai guru.
### 5\. Tantangan Pendidikan di Era Digital
Teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan.
| Tantangan | Sikap yang perlu dikembangkan |
| -------------------------- | ----------------------------------------- |
| Informasi palsu | Membiasakan verifikasi sumber |
| Kecanduan gawai | Mengatur waktu penggunaan perangkat |
| Kesenjangan akses internet | Menyiapkan alternatif pembelajaran luring |
| Plagiarisme | Menghargai karya dan mencantumkan sumber |
| Ketergantungan pada AI | Melatih pemikiran kritis dan kreativitas |
| Privasi digital | Menjaga data pribadi guru dan murid |
Guru yang hebat bukanlah guru yang menggunakan teknologi paling mahal. Guru yang hebat adalah guru yang mampu memilih teknologi sesuai kebutuhan muridnya.
Jika internet tidak tersedia, pembelajaran tetap bisa berjalan melalui buku, diskusi, permainan edukatif, dan kegiatan langsung. Kreativitas guru tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan fasilitas.
### D. Kisah Inspiratif: Dari Pengalaman Menjadi Tulisan
Bayangkan seorang guru bernama Bu Rina.
Setiap hari, Bu Rina menghadapi murid-murid yang memiliki karakter berbeda. Suatu hari, ia menemukan cara sederhana untuk membuat murid lebih berani bertanya, yaitu memberikan kesempatan kepada mereka untuk menuliskan pertanyaan di secarik kertas.
Awalnya, Bu Rina menganggap cara itu biasa saja. Namun, setelah diterapkan, semakin banyak murid yang berani menyampaikan kesulitan mereka.
Bu Rina kemudian menulis pengalaman tersebut di blog pribadinya dengan judul Cara Sederhana Membuat Murid Berani Bertanya.
Tulisan itu dibaca guru lain. Seorang guru di sekolah berbeda mencoba cara serupa dan merasakan manfaatnya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa sesuatu yang sederhana di ruang kelas dapat menjadi inspirasi ketika dibagikan melalui teknologi.
Bapak dan Ibu, kita tidak harus menunggu memiliki pengalaman luar biasa untuk menulis. Pengalaman sehari-hari pun dapat menjadi tulisan yang bermakna.
### E. Rumus Mudah Menulis Artikel Teknologi dan Pendidikan
Gunakan rumus 5P: Pengalaman, Permasalahan, Praktik, Pelajaran, dan Penutup.
### 1
Pengalaman
Ceritakan pengalaman nyata saat menggunakan teknologi atau mengajar.
### 2
Permasalahan
Apa kesulitan atau tantangan yang dihadapi?
### 3
Praktik
Apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
### 4
Pelajaran
Apa yang dipelajari dari pengalaman tersebut?
### 5
Penutup
Tuliskan harapan atau pesan untuk pembaca.
Dengan rumus ini, peserta tidak perlu bingung memulai tulisan. Cukup ceritakan apa yang dialami, apa yang dilakukan, dan apa yang bisa dipelajari orang lain.
### F. Contoh Artikel Singkat
### Teknologi Membantu Saya Menjadi Guru yang Lebih Kreatif
Setiap guru memiliki pengalaman yang berbeda dalam mengajar. Saya pun merasakan bahwa teknologi memberikan banyak kesempatan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menarik.
Dahulu, saya lebih sering mengandalkan buku dan penjelasan di depan kelas. Sekarang, saya mulai memanfaatkan video pembelajaran, presentasi digital, dan berbagai sumber belajar di internet.
Tentu saja, menggunakan teknologi tidak selalu mudah. Ada kalanya koneksi internet bermasalah atau murid mengalami kesulitan menggunakan aplikasi. Dari situ, saya belajar bahwa guru harus selalu menyiapkan alternatif pembelajaran.
Saya juga menyadari bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru. Perhatian, keteladanan, dan kepedulian terhadap murid tetap menjadi bagian penting dari pendidikan.
Melalui pengalaman ini, saya semakin yakin bahwa guru harus terus belajar. Teknologi akan memberikan manfaat besar apabila digunakan secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Saya ingin terus belajar dan berbagi pengalaman melalui tulisan. Semoga tulisan sederhana ini dapat menginspirasi guru lain untuk memanfaatkan teknologi dalam pendidikan.
Catatan: Contoh ini merupakan model penulisan. Peserta diharapkan menggantinya dengan pengalaman pribadi agar tulisannya lebih autentik.
### G. Tugas Pertemuan ke-17: Mudah, Meriah, dan Membahagiakan
### Tantangan Menulis 15–30 Menit
Tema tugas: “Teknologi yang Membantu Saya Menjadi Guru yang Lebih Baik”
Tugas ini dirancang sederhana. Peserta tidak perlu membuat tulisan ilmiah atau menguasai aplikasi yang rumit.
Petunjuk pengerjaan:
* Pilih satu teknologi yang pernah digunakan, misalnya WhatsApp, YouTube, Google Forms, blog, laptop, atau AI.
* Ceritakan pengalaman menggunakannya dalam kegiatan belajar atau pekerjaan sehari-hari.
* Tuliskan manfaat dan satu tantangan yang pernah dihadapi.
* Akhiri dengan pelajaran atau harapan.
* Publikasikan di blog pribadi. Jika belum memiliki blog, tulis di dokumen atau media yang tersedia, lalu bagikan di grup KBMN sesuai arahan pengurus.
Ketentuan tugas:
* Panjang tulisan: 200–300 kata.
* Judul bebas, tetapi sesuai tema.
* Gunakan bahasa sendiri.
* Boleh menyertakan satu foto milik sendiri jika tersedia dan aman untuk dibagikan.
* Tidak perlu sempurna. Yang penting selesai dan berani berbagi.
Contoh pilihan judul:
* Belajar Menulis dengan Bantuan Teknologi
* Pengalaman Pertama Saya Menggunakan AI
* WhatsApp, Sahabat Komunikasi Guru dan Murid
* Mengapa Saya Ingin Memiliki Blog Pendidikan?
* Teknologi Sederhana, Manfaat Luar Biasa
* Dari Papan Tulis ke Dunia Digital
Salin tugas untuk grup KBMN
### Rubrik penilaian sederhana
| Aspek | Nilai |
| ------------------------------- | ----- |
| Kesesuaian dengan tema | 25 |
| Pengalaman atau gagasan pribadi | 30 |
| Kejelasan dan keterbacaan | 25 |
| Ketuntasan tugas | 20 |
| Total | 100 |
Penilaian sebaiknya menjadi sarana penyemangat, bukan membuat peserta takut menulis. Berikan apresiasi atas usaha, keberanian memulai, dan kemauan memperbaiki karya.
### H. Pesan Omjay untuk Peserta KBMN PGRI Gelombang 35
Bapak dan Ibu guru hebat,
Kita hidup pada zaman ketika informasi mudah ditemukan, tetapi pengalaman berharga tetap membutuhkan manusia yang mau mengolahnya menjadi pengetahuan.
Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah pencipta karya yang bermanfaat melalui teknologi.
Jangan hanya membaca tulisan orang lain. Cobalah menulis pengalaman sendiri.
Jangan menunggu memiliki laptop terbaru atau koneksi internet yang sempurna. Gunakan fasilitas yang ada. Jika hanya memiliki telepon pintar, kita tetap dapat menulis. Jika belum bisa membuat blog, kita dapat memulai dari catatan sederhana.
Saya, Omjay, ingin mengajak seluruh peserta KBMN PGRI Gelombang 35 untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan yang menyenangkan.
Menulis bukan perlombaan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat. Menulis adalah perjalanan untuk mengenali diri sendiri, membagikan pengalaman, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Teknologi dapat membantu tulisan kita menjangkau lebih banyak pembaca. Namun, ketulusan, kejujuran, dan pengalaman nyata tetap menjadi kekuatan utama sebuah tulisan.
Ingatlah tiga pesan Omjay:
* Menulislah dari pengalaman.
* Gunakan teknologi dengan bijaksana.
* Bagikan ilmu agar semakin banyak orang merasakan manfaatnya.
### I. Penutup dan Refleksi
Sebelum mengakhiri pertemuan ke-17, mari kita renungkan tiga pertanyaan berikut.
* Teknologi apa yang paling membantu kegiatan mengajar atau belajar kita?
* Apa tantangan terbesar saat menggunakan teknologi?
* Pengalaman apa yang ingin kita bagikan melalui tulisan?
Bapak dan Ibu dapat menjawab pertanyaan tersebut dalam beberapa kalimat di grup KBMN PGRI Gelombang 35. Jawaban sederhana pun sangat berharga.
Semoga pertemuan malam ini membuat kita semakin bersemangat belajar, menulis, dan berbagi.
Terima kasih telah belajar bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia.
Mari kita buktikan bahwa guru yang hebat bukan hanya guru yang mengajar di depan kelas, tetapi juga guru yang terus belajar dan meninggalkan jejak kebaikan melalui tulisan.
Salam blogger, salam literasi, dan salam bahagia!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
### Kalimat penyemangat malam ini
### "Teknologi membuat kita terhubung, pendidikan membuat kita bertumbuh, dan tulisan membuat pengalaman kita terus hidup."
— Semangat belajar dan menulis bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia
Semoga bermanfaat
BalasHapusSangat mengispirasi , terima kasih Om jay
BalasHapus