Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

icann87 di bali saya mengenal generasi muda

Mengenal Generasi Muda Peserta NextGen@ICANN87: Anak Muda yang Menyiapkan Masa Depan Internet Dunia

Kisah Omjay di ICANN87 Bali: Belajar dari Generasi Muda yang Peduli terhadap Masa Depan Internet

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay), Guru Blogger Indonesia

Bali, 17 Oktober 2026 — Ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari ketika menghadiri pertemuan internasional seperti ICANN87 di Bali. Salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal generasi muda dari berbagai negara yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan teknologi, keamanan digital, dan masa depan internet dunia.

Saat melihat buku informasi peserta NextGen@ICANN87, Omjay menemukan enam anak muda yang berasal dari Tiongkok, Nepal, Filipina, Kuwait, dan India. Mereka datang dengan latar belakang pendidikan dan minat yang berbeda-beda. Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka, yaitu keinginan untuk memahami bagaimana internet dikelola, diamankan, dan dikembangkan agar semakin bermanfaat bagi masyarakat dunia.

Bagi Omjay, pengalaman ini sangat menarik. Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, Omjay melihat bahwa masa depan internet bukan hanya urusan para ahli teknologi, perusahaan besar, atau pemerintah. Generasi muda juga mempunyai peran penting dalam menentukan arah perkembangan teknologi digital.

Generasi muda dengan gagasan besar

Dari informasi yang tercantum dalam buku peserta, terdapat enam peserta NextGen@ICANN87 yang akan menyampaikan presentasi mengenai berbagai persoalan penting dalam dunia internet.

Pertama, Ismail Ahmed dari Tiongkok.

Ismail merupakan mahasiswa University of Science and Technology of China yang memiliki minat pada diplomasi siber. Ia akan mempresentasikan topik DNS Trust, Cybersecurity, and Cross-Border Digital Growth: Strengthening the Future of the Global Internet.

Topik ini membahas kepercayaan terhadap DNS, keamanan siber, dan pertumbuhan digital lintas negara. DNS atau Domain Name System merupakan sistem yang membantu menerjemahkan nama domain, seperti nama situs web, menjadi alamat IP yang digunakan komputer untuk berkomunikasi.

Kepercayaan dan keamanan DNS sangat penting agar pengguna dapat mengakses layanan internet dengan lebih aman dan andal.

Kedua, Anuja Gyawali dari Nepal.

Anuja berasal dari IOE Pulchowk Engineering Campus dan menekuni bidang teknik komputer. Ia akan membawakan presentasi berjudul Building a Secure and Trusted DNS: Addressing DNS Abuse and Advancing DNSSEC.

Presentasi ini membahas penyalahgunaan DNS dan pengembangan DNSSEC. DNSSEC merupakan teknologi keamanan yang membantu memverifikasi keaslian data DNS sehingga pengguna lebih terlindungi dari manipulasi tertentu.

Dari topik ini, kita belajar bahwa keamanan internet harus dibangun melalui teknologi, tata kelola yang baik, dan kerja sama banyak pihak.

Ketiga, Dean Mark Molde dari Filipina.

Dean merupakan peserta dari Southville International School and Colleges dengan minat pada teknologi informasi. Ia akan membahas IPv6 Adoption in the Philippines: Challenges, Opportunities, and Multistakeholder Collaboration.

IPv6 adalah versi protokol internet yang menyediakan ruang alamat IP jauh lebih besar dibandingkan IPv4. Penggunaan IPv6 menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan internet karena jumlah perangkat yang terhubung terus bertambah.

Pengalaman Filipina menjadi bahan pembelajaran mengenai tantangan penerapan teknologi baru, peluang pengembangan infrastruktur digital, dan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Keempat, Walaa Jamaluddin dari Kuwait.

Walaa merupakan peserta dari Kuwait University yang mendalami teknik komputer. Ia akan menyampaikan presentasi mengenai Security Implications of IDNs and EAI, and The Role of ICANN.

IDN atau Internationalized Domain Names memungkinkan nama domain menggunakan karakter dari berbagai bahasa, tidak hanya huruf Latin. Sementara itu, EAI atau Email Address Internationalization memungkinkan penggunaan alamat email dengan karakter yang lebih beragam, termasuk karakter non-Latin.

Teknologi tersebut membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk menggunakan internet dalam bahasa mereka sendiri. Namun, penerapannya juga membutuhkan perhatian terhadap keamanan, potensi penyalahgunaan, dan kemudahan penggunaan.

Bagi Indonesia yang memiliki beragam bahasa dan budaya, pembahasan ini sangat relevan. Internet seharusnya dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kelima, Siddhant Pant dari Nepal.

Siddhant berasal dari Tribhuvan University dan memiliki minat pada teknik komputer. Ia akan membawakan presentasi berjudul Bridging Higher Education to Global Governance: Bringing ICANN into Academia.

Topik ini mengangkat pentingnya menghubungkan dunia pendidikan tinggi dengan tata kelola internet global.

Menurut Omjay, gagasan ini sangat menarik. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan teknis. Mahasiswa juga perlu memahami kebijakan internet, tata kelola digital, keamanan, dan tanggung jawab sosial dalam penggunaan teknologi.

Hal serupa juga penting diterapkan di sekolah. Peserta didik perlu belajar bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk menyelesaikan tugas, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang membutuhkan aturan, etika, dan tanggung jawab.

Keenam, Amrutha M dari India.

Amrutha berasal dari Indian Institute of Information Technology dan menekuni bidang jejaring komputer serta hubungan internasional. Ia akan membahas When AI Becomes an Internet Actor: Rethinking DNS, Trust and Governance in the Agentic Internet.

Topik ini sangat relevan dengan perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Saat ini, AI tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membantu menulis. Teknologi AI juga berkembang menuju sistem yang dapat menjalankan serangkaian tugas secara mandiri berdasarkan instruksi dan tujuan tertentu.

Perkembangan tersebut memunculkan pertanyaan penting. Bagaimana kepercayaan dibangun ketika sistem AI berinteraksi dengan layanan internet? Bagaimana keamanan dan tata kelolanya dijaga? Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan atau penyalahgunaan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini perlu dibahas bersama oleh ahli teknologi, pendidik, pembuat kebijakan, industri, dan masyarakat.

Apa yang bisa dipelajari guru Indonesia dari NextGen@ICANN87?

Membaca profil keenam peserta ini membuat Omjay semakin yakin bahwa pendidikan Informatika harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Guru tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan komputer, membuat presentasi, mengolah data dengan spreadsheet, atau menulis program. Peserta didik juga perlu diperkenalkan pada cara kerja internet, keamanan digital, etika penggunaan AI, serta pentingnya menjaga kepercayaan dalam ruang digital.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, Omjay ingin terus mendorong murid-murid agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka perlu berani bertanya, mencoba hal baru, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan dengan baik.

Siapa tahu, suatu hari nanti ada murid Indonesia yang menjadi peserta NextGen pada pertemuan ICANN berikutnya. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka kelak tampil sebagai peneliti, pengembang teknologi, ahli keamanan siber, atau pembuat kebijakan internet di tingkat internasional.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, murid perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan karakter yang kuat.

Mereka juga perlu memahami bahwa kemajuan teknologi harus berjalan bersama nilai kemanusiaan. Kecerdasan saja tidak cukup apabila tidak disertai tanggung jawab.

Internet adalah tanggung jawab bersama

ICANN merupakan organisasi yang berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain dan alamat IP, agar internet dapat berfungsi secara stabil dan aman. Pekerjaan ini membutuhkan kerja sama berbagai pihak dari seluruh dunia.

Melalui kegiatan seperti ICANN87, peserta memiliki kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan memahami berbagai sudut pandang mengenai tata kelola internet.

Kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut memberikan pesan penting bahwa masa depan internet tidak boleh hanya ditentukan oleh generasi yang sudah lebih dahulu berpengalaman. Anak-anak muda perlu diberi kesempatan belajar, menyampaikan gagasan, dan terlibat dalam percakapan global.

Bagi Omjay, inilah salah satu pelajaran berharga dari mengikuti kegiatan internasional di Bali. Kita dapat belajar dari orang-orang yang memiliki pengalaman, pendidikan, dan perspektif berbeda. Perbedaan tersebut bukan penghalang, melainkan kesempatan untuk saling memperkaya pengetahuan.

Indonesia pun memiliki banyak anak muda berbakat. Mereka membutuhkan ruang belajar, akses terhadap teknologi, pendampingan guru, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam forum yang lebih luas.

Karena itu, mari kita persiapkan generasi muda Indonesia agar tidak hanya menjadi pengguna internet, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan ikut menjaga masa depan internet dunia.

Penutup: Belajar hari ini, memimpin masa depan

Pengalaman mengenal profil peserta NextGen@ICANN87 mengingatkan Omjay bahwa belajar tidak mengenal batas negara, usia, ataupun profesi.

Di Bali, Omjay melihat sebuah kesempatan untuk memperluas wawasan tentang dunia internet dan perkembangan teknologi. Sebagai guru, pengalaman ini menjadi bekal untuk dibagikan kembali kepada murid, sesama pendidik, dan masyarakat melalui tulisan.

Kita tidak harus menjadi ahli teknologi internasional untuk ikut membangun masa depan digital yang lebih baik. Kita dapat memulainya dari ruang kelas, keluarga, komunitas, dan kebiasaan menggunakan internet secara bijaksana.

Mari kita ajarkan kepada anak-anak bahwa internet bukan hanya tempat mencari informasi dan hiburan. Internet juga merupakan ruang untuk berkarya, berbagi ilmu, membangun kerja sama, dan menyelesaikan persoalan bersama.

Sebab, masa depan internet tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan mesin dan kecerdasan buatan. Masa depan internet juga ditentukan oleh manusia yang menggunakannya.

Salam Blogger Persahabatan.

Menulislah dengan hati, berbagi ilmu dengan tulus, dan jadilah guru yang terus belajar sepanjang hayat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.