Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 16 Oktober 2026

kisah Omjay Selama Kegiatan icann87 di Bali

Kisah Omjay di Bali: Belajar Tata Kelola Internet di ICANN87, Membuka Wawasan untuk Pendidikan Indonesia

Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay Guru Blogger Indonesia)

Bismillah.

Perjalanan selalu menyimpan cerita. Bagi saya, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi juga kesempatan untuk belajar, bertemu orang-orang baru, dan memperluas wawasan. Kali ini, perjalanan saya membawa saya ke Pulau Dewata, Bali, untuk mengikuti kegiatan internasional yang sangat menarik, yaitu ICANN87 Annual General Meeting.

Sebagai seorang guru Informatika di SMP Labschool Jakarta, saya merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih jauh tentang dunia internet. Selama ini, kita menggunakan internet hampir setiap hari. Kita mencari informasi, mengirim pesan, mengikuti pembelajaran daring, menulis artikel, dan membagikan pengalaman melalui media sosial.

Namun, pernahkah kita bertanya, siapa yang mengatur agar internet dapat bekerja dengan baik? Bagaimana nama domain sebuah situs web bisa digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia? Siapa yang memastikan bahwa sistem alamat internet dapat saling terhubung?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat saya semakin tertarik mempelajari tata kelola internet.

Perjalanan ke Bali, Membawa Semangat Belajar

Jumat, 16 Oktober 2026, saya memulai perjalanan dari Jakarta menuju Bali. Berdasarkan tiket yang telah saya pesan, saya dijadwalkan terbang menggunakan AirAsia Indonesia Airways dengan nomor penerbangan QZ-820 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Perjalanan ini terasa istimewa karena saya akan mengikuti kegiatan ICANN87 yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali.

Ada rasa syukur yang mendalam ketika saya mendapatkan kesempatan untuk belajar dalam forum internasional. Saya menyadari bahwa kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sebagai guru, saya tidak ingin berhenti belajar hanya karena sudah bertahun-tahun mengajar. Justru semakin lama menjadi pendidik, semakin saya memahami bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Teknologi berubah, kebutuhan peserta didik bertambah, dan tantangan pendidikan semakin kompleks.

Karena itu, seorang guru harus terus membuka diri terhadap pengetahuan baru.

Saya ingin pulang dari Bali bukan hanya membawa foto perjalanan, tetapi juga membawa ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang dapat dibagikan kepada guru-guru Indonesia.

Mengenal ICANN dan Pentingnya Tata Kelola Internet

ICANN merupakan singkatan dari Internet Corporation for Assigned Names and Numbers. Organisasi ini berperan dalam koordinasi sistem pengenal unik internet, termasuk nama domain dan sistem penomoran yang mendukung interoperabilitas internet.

Bagi sebagian orang, istilah tata kelola internet mungkin terdengar rumit. Padahal, dampaknya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika kita mengetik alamat situs web di peramban, kita berharap situs tersebut dapat ditemukan. Ketika sekolah menggunakan domain untuk situs resminya, kita berharap alamat itu dapat diakses dengan baik. Ketika masyarakat berkomunikasi lintas negara melalui internet, kita membutuhkan sistem yang memungkinkan jaringan-jaringan tersebut saling terhubung.

Di balik kemudahan itu, ada infrastruktur teknis, kebijakan, dan kerja sama berbagai pihak yang perlu dipahami.

Saya semakin menyadari bahwa internet bukan sekadar aplikasi yang kita buka melalui telepon genggam. Internet merupakan ekosistem global yang membutuhkan koordinasi, kepercayaan, keamanan, dan partisipasi banyak pemangku kepentingan.

Melalui ICANN87, saya ingin memperluas pemahaman mengenai bagaimana proses tersebut berlangsung dan bagaimana masyarakat, termasuk generasi muda, dapat ikut memahami masa depan internet.

Bagi saya, pengetahuan ini penting untuk dibagikan kepada para guru, mahasiswa, dan peserta didik agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi warga digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Enam Hari untuk Menambah Wawasan

ICANN87 dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai Sabtu, 17 Oktober, hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan ini diselenggarakan secara hibrida, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring sesuai ketentuan setiap sesi.

Berdasarkan gambaran agenda yang telah saya pelajari, terdapat berbagai kegiatan komunitas, pembahasan kebijakan, diskusi teknis, dan pertemuan lintas kelompok.

Salah satu agenda yang menarik perhatian saya adalah Tech Day, yaitu sesi yang berfokus pada pembahasan teknologi internet. Topik-topik teknis seperti keamanan DNS dan DNSSEC menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana internet dapat beroperasi dengan lebih aman.

Ada pula pembahasan mengenai pengembangan kebijakan, domain tingkat negara, dan tata kelola internet.

Setiap agenda memberikan kesempatan untuk melihat internet dari sudut pandang yang berbeda. Ada perspektif teknis, kebijakan, organisasi, hingga kepentingan masyarakat luas.

Tentu saja, saya perlu memeriksa jadwal resmi setiap sesi agar dapat menentukan kegiatan yang paling relevan dengan minat dan bidang pekerjaan saya.

Sebagai guru Informatika, saya ingin memahami hubungan antara teknologi, keamanan digital, kebijakan internet, dan pendidikan. Saya berharap pengetahuan tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

Sebab, pendidikan Informatika tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan perangkat lunak atau membuat program. Kita juga perlu membekali peserta didik dengan pemahaman tentang ekosistem digital yang mereka gunakan setiap hari.

Guru Harus Berani Belajar dari Dunia

Saya sering mengatakan bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Ungkapan ini bukan sekadar slogan yang enak dibaca, melainkan prinsip yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika mengikuti kegiatan internasional, kita memiliki kesempatan untuk melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas. Kita dapat belajar bahwa tantangan digital di Indonesia memiliki hubungan dengan perkembangan teknologi dan kebijakan di tingkat global.

Internet tidak mengenal batas wilayah seperti ruang kelas. Sebuah perubahan teknologi dapat memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan berkolaborasi di berbagai negara.

Karena itu, guru perlu memahami perubahan tersebut agar mampu mendampingi peserta didik dengan lebih baik.

Saya membayangkan bagaimana pengetahuan tentang tata kelola internet dapat menjadi bahan diskusi di kelas Informatika. Peserta didik dapat diajak memahami nama domain, sistem DNS, keamanan digital, serta pentingnya menjaga data dan identitas di ruang siber.

Mereka juga dapat belajar bahwa internet bukan ruang tanpa aturan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan oleh pengguna, penyedia layanan, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan cara ini, pembelajaran Informatika menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata.

Saya ingin para siswa memahami bahwa menjadi generasi digital bukan hanya soal mahir menggunakan teknologi. Mereka juga harus memiliki etika, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Menulis sebagai Cara Berbagi Pengetahuan

Ada satu kebiasaan yang selalu saya bawa ke mana pun saya pergi, yaitu menulis.

Sejak menekuni dunia blog pada tahun 2007, saya merasakan bahwa menulis membantu saya mengingat pengalaman, merapikan pemikiran, dan membagikan pengetahuan kepada orang lain.

Karena itu, perjalanan ke Bali untuk mengikuti ICANN87 juga menjadi kesempatan untuk menulis. Saya ingin menceritakan pengalaman ini melalui blog pribadi saya, Kompasiana, dan berbagai ruang literasi digital yang saya gunakan.

Saya percaya bahwa ilmu akan lebih bermakna ketika dibagikan. Pengetahuan yang hanya disimpan untuk diri sendiri mungkin bermanfaat bagi kita, tetapi pengetahuan yang dibagikan berpeluang memberikan manfaat yang lebih luas.

Namun, menulis tentang kegiatan internasional juga membutuhkan tanggung jawab. Saya harus membedakan antara agenda yang tercantum dalam jadwal, materi yang benar-benar saya pelajari, dan refleksi pribadi yang muncul dari pengalaman tersebut.

Saya tidak ingin menulis seolah-olah telah mengikuti semua sesi apabila belum melakukannya. Saya juga tidak ingin menyampaikan kesimpulan yang belum didukung oleh informasi yang memadai.

Bagi saya, tulisan yang baik bukan hanya tulisan yang menarik. Tulisan yang baik juga harus jujur, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat kepada pembaca.

Di sinilah pentingnya menulis dengan hati sekaligus menggunakan pikiran yang kritis.

Bali, Tempat Belajar dan Membangun Persahabatan

Bali dikenal sebagai salah satu destinasi yang memiliki daya tarik budaya dan alam. Namun, dalam perjalanan kali ini, saya ingin memandang Bali juga sebagai tempat untuk bertukar pengetahuan dan membangun persahabatan.

Pertemuan internasional membuka peluang untuk berkenalan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Setiap orang membawa pengalaman, keahlian, dan pandangan yang berbeda.

Dari perbedaan itulah kita dapat belajar.

Saya berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas wawasan mengenai tata kelola internet, memahami tantangan dunia digital, dan membangun hubungan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan.

Saya juga ingin membawa semangat literasi Indonesia ke dalam setiap kesempatan yang saya miliki. Sebagai guru dan blogger, saya percaya bahwa pengalaman akan semakin bermakna apabila dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang mudah dipahami masyarakat.

Tidak semua orang harus menjadi ahli teknologi untuk memahami pentingnya internet. Guru, orang tua, mahasiswa, dan peserta didik juga perlu mendapatkan penjelasan yang sederhana, benar, dan relevan dengan kehidupan mereka.

Itulah salah satu tujuan saya menulis kisah perjalanan ini.

Penutup: Pulang Membawa Ilmu, Berbagi dengan Hati

Perjalanan saya ke Bali untuk mengikuti ICANN87 menjadi pengingat bahwa belajar tidak pernah mengenal batas usia maupun tempat.

Kita dapat belajar di sekolah, di kampus, dalam pertemuan komunitas, bahkan ketika sedang melakukan perjalanan. Selama kita memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk mendengarkan, selalu ada hal baru yang dapat dipelajari.

Saya bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia tata kelola internet. Saya ingin memanfaatkan pengalaman ini untuk memperkaya pengetahuan pribadi sekaligus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia.

Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, saya dapat membagikan lebih banyak wawasan mengenai internet, keamanan digital, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membangun masa depan digital yang lebih baik.

Kepada para guru dan sahabat literasi, mari kita terus belajar dan memperluas wawasan. Jangan takut memasuki bidang pengetahuan yang baru. Jangan merasa cukup dengan ilmu yang sudah kita miliki.

Dunia terus berubah, dan kita harus terus bertumbuh.

Sebab, guru yang baik bukan hanya orang yang pandai menjelaskan pelajaran, melainkan juga orang yang tidak pernah berhenti belajar.

Saya, Omjay Guru Blogger Indonesia, ingin terus belajar, terus menulis, dan terus berbagi. Semoga perjalanan ke Bali ini menjadi salah satu jejak kecil yang membawa manfaat besar bagi pendidikan Indonesia.

Salam Blogger Persahabatan.

Wijaya Kusumah (Omjay)
Guru Informatika SMP Labschool Jakarta
Blog: https://wijayalabs.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.