Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 16 Oktober 2026

Materi Pertemuan kbmn pgri ke16 bersama omjay dari bandara ngurah rai bali

### Materi KBMN PGRI Gelombang 35 – Pertemuan ke-16

### Sekolah Impian Saya: Menulis Harapan, Menyalakan Masa Depan

![ICMI Jatim: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua, Stop Kekerasan!](https://images.openai.com/static-rsc-4/rS6fyVaSXWE0hWn_qxVETV1RcQAc3iRfAvOwSS1o6iZ5xbm0GFhqDqdzw823s3UUbxOBT_EimfkmJ05Dh-OW7P3MFFSZmnJetCLcqp4KTgORZxORPTDW_-OLABsHKkd-0qprWNO0TtF_d_o5hkMRs3avEfZSU7UppXmVp35T63Li9XrI5klOppdeK7KqBGzH?purpose=fullsize)

Jumat, 16 Oktober 2026 | Narasumber: Omjay, Guru Blogger Indonesia | Lokasi: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam bahagia dan salam literasi!

Bapak dan Ibu guru hebat peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang Omjay banggakan.

Malam ini ada yang istimewa. Omjay tidak menyampaikan materi dari rumah, ruang kelas, atau ruang pertemuan. Malam ini Omjay menyampaikan materi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Di tengah perjalanan, Omjay tetap ingin berbagi ilmu dan inspirasi. Sebab, menulis tidak harus menunggu kita berada di tempat yang sempurna. Menulis bisa dilakukan di mana saja, termasuk di bandara, selama kita mempunyai kemauan dan sesuatu yang ingin dibagikan.

Malam ini kita akan belajar tentang “Sekolah Impian Saya.”

Siapkan senyum terbaik. Siapkan imajinasi. Mari kita menulis dengan hati, mengenang harapan, dan membayangkan sekolah yang membuat guru serta murid bahagia.

### 1\. Tujuan pembelajaran

Setelah mengikuti pertemuan ke-16 ini, peserta diharapkan mampu:

* Membayangkan sekolah impian berdasarkan pengalaman dan harapan pribadi.

* Menuangkan gagasan menjadi tulisan sederhana.

* Menemukan inspirasi dari pengalaman sebagai guru, murid, orang tua, atau masyarakat.

* Menerbitkan tulisan di blog pribadi dengan perasaan bahagia.

Ingat, Bapak dan Ibu, kita tidak sedang mengikuti lomba menulis yang menakutkan. Kita sedang belajar menyampaikan gagasan dengan jujur dan menyenangkan.

### 2\. Apa itu sekolah impian?

Sekolah impian bukan hanya sekolah yang megah, memiliki gedung bertingkat, ruang ber-AC, lapangan luas, atau fasilitas teknologi canggih.

Sekolah impian adalah tempat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan bersemangat untuk belajar.

Sekolah impian juga merupakan tempat guru merasa dihormati, diberi kesempatan berkembang, dan dapat mengajar dengan hati yang bahagia.

Bayangkan sebuah sekolah yang memiliki ciri-ciri berikut.

![Mengapa Budaya 5S Penting Diterapkan di Sekolah? Ini Alasan yang Perlu Dipahami Guru, Orang Tua, dan Siswa](https://images.openai.com/static-rsc-4/3mngz_iqB7z2ngrhjdc0VeYF07RCNDSXeroNfMN65Yx3dn5TfXqYs16y5l01DVqtVrdEyYaWAWF2Zs_KtxhFd913w8rzsMIzeGU0A77xDkPInKdL9IftkFMkQ95uX4iS06fbOHrdfHqlMJ0Q4u8TyQUTD0HIixYCBUursblRnaAoFUF9EtIh3SMHTDid6eyp?purpose=fullsize)

1\. Sekolah yang ramah

Guru menyambut murid dengan senyum. Tidak ada anak yang takut datang ke sekolah karena merasa direndahkan atau dipermalukan.

![Guru Kreatif, Siswa Aktif: Kunci Sukses Pembelajaran Bermakna di Era Digital | NNC Netralnews](https://images.openai.com/static-rsc-4/M6DuJ0b7nIm5BZdqKOsqbCQaQIzPP2vzRa5_K6U886CPu6TaKLMagwQEQUN1FIyEMzrcuPTzupJMc6m2pS2qWOd6qtsMLzxYy8meKdMqzj3VZDFbM2BRT_ZpcIAumQR7ZUk2fSEObsiQU4kQI3s7QReD8emRDr5N25g-0--9jbZ64ScnSptANyOnmDgaVr5o?purpose=fullsize)

2\. Sekolah yang menyenangkan

Murid belajar melalui kegiatan kreatif, berdiskusi, mencoba hal baru, membaca, menulis, berkarya, dan bekerja sama.

![Embrace Nature: Joyful Outdoor Learning in Indonesia](https://images.openai.com/static-rsc-4/8tMMbABu8zNDu8hDMtWb_hqbz-w7uGsJN9xTK-zFWv8yoW-EWPQk8CMu4ePYOXIC5_GjOC25JzRZmGCBhW06JnQuzdq6Vt5MmBLSbd4ulF5vuWAzqFcuANovxDd8sYgoo2Jqww52qRpv_UxayqustYBSAtjFIw2mm5RobjIdTMxHFco_bOfovuKHSneG8dN5?purpose=fullsize)

3\. Sekolah yang dekat dengan kehidupan

Murid tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari alam, lingkungan, pengalaman, dan persoalan nyata di sekitar mereka.

![Merevolusi Pembelajaran di Kelas: Bangkitnya Pedagogi Digital | LearningRoom](https://images.openai.com/static-rsc-4/XHDr2NkBIzOb7-ijSymhy7ybyqOyDtLrZq3dlkJV_3YggDA6RlQnKK82H6lImb4rrpyQog0QBpZSJURSFl3WopA3AN_gNljeAUF-oTyiLFRoRfEkped_lMQu0AiS63-7USR_4d8c7YbO7AphiXA_8TXeJK92w6m9NyH9kzWQuHxWA0P8-U9A1mZX9ggooxZo?purpose=fullsize)

4\. Sekolah yang bijak menggunakan teknologi

Komputer, internet, coding, dan kecerdasan artifisial digunakan untuk membantu belajar, tanpa melupakan karakter, empati, dan kreativitas manusia.

Namun, sekolah impian tidak harus menunggu gedung baru atau anggaran besar. Kita bisa mulai dari ruang kelas sendiri, dari cara menyapa murid, dari kebiasaan membaca, dan dari keberanian memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang.

Sekolah impian dapat dimulai dari guru yang mau berubah dan terus belajar.

### 3\. Contoh tulisan: Sekolah Impian Saya

Berikut contoh sederhana yang bisa menjadi inspirasi bagi peserta KBMN PGRI Gelombang 35.

# Sekolah Impian Saya, Tempat Guru dan Murid Bahagia

Setiap guru tentu mempunyai sekolah impian. Begitu pula dengan saya. Saya membayangkan sebuah sekolah yang membuat setiap anak merasa bahagia ketika melangkahkan kaki melewati gerbangnya.

Di sekolah impian saya, guru menyambut murid dengan senyuman. Tidak ada anak yang takut bertanya, takut melakukan kesalahan, atau merasa dirinya kurang pintar. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan keunikannya.

Saya ingin sekolah menjadi tempat tumbuhnya rasa ingin tahu. Murid tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga berani bertanya, berdiskusi, mencoba, dan menghasilkan karya. Mereka belajar membaca, menulis, berhitung, menggunakan teknologi, serta menghargai perbedaan.

Saya juga memimpikan guru-guru yang bahagia. Mereka memiliki waktu untuk belajar, berdiskusi dengan rekan sejawat, membaca buku, dan mengembangkan kreativitas. Guru tidak hanya dituntut menyelesaikan administrasi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mendampingi murid dengan sepenuh hati.

Di sekolah impian saya, teknologi dan kecerdasan artifisial digunakan secara bijaksana. Murid boleh memanfaatkan teknologi untuk mencari inspirasi, tetapi mereka tetap harus berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan menghasilkan karya dengan gagasan sendiri.

Lingkungan sekolah pun bersih, hijau, dan ramah. Ada perpustakaan yang menyenangkan, taman untuk belajar, serta ruang bagi murid untuk memamerkan hasil karyanya. Setiap keberhasilan dihargai, sekecil apa pun itu.

Saya menyadari bahwa sekolah impian tidak bisa terwujud dalam satu malam. Perubahan membutuhkan kerja sama antara guru, kepala sekolah, orang tua, murid, dan masyarakat.

Karena itu, saya tidak ingin hanya bermimpi. Saya ingin memulainya dari hal sederhana: menyapa murid dengan ramah, mendengarkan cerita mereka, memberikan kesempatan untuk berkarya, dan terus belajar menjadi guru yang lebih baik.

Bagi saya, sekolah impian bukan sekadar bangunan yang indah. Sekolah impian adalah tempat harapan tumbuh, persahabatan terjalin, ilmu berkembang, dan setiap anak percaya bahwa dirinya mempunyai masa depan.

Semoga suatu hari nanti semakin banyak sekolah di Indonesia yang membuat guru dan murid datang dengan bahagia serta pulang membawa pengalaman berharga.

Sebab, sekolah yang baik bukan hanya tempat anak menjadi pintar, melainkan tempat anak belajar menjadi manusia yang berilmu, berkarakter, dan peduli kepada sesama.

### 4\. Cara mudah menulis sekolah impian

Bapak dan Ibu tidak perlu bingung mencari ide. Gunakan lima pertanyaan berikut sebagai panduan.

Pertanyaan 1: Seperti apa sekolah impian Anda?

Ceritakan suasana sekolah, ruang kelas, halaman, perpustakaan, atau lingkungan yang Anda bayangkan.

Pertanyaan 2: Bagaimana hubungan guru dan murid?

Apakah saling menghargai, saling mendukung, dan berani menyampaikan pendapat?

Pertanyaan 3: Bagaimana cara belajar di sana?

Ceritakan kegiatan membaca, menulis, praktik, bermain sambil belajar, atau menggunakan teknologi.

Pertanyaan 4: Apa pengalaman yang menginspirasi Anda?

Mungkin ada guru yang baik, murid yang istimewa, atau pengalaman di sekolah yang membuat Anda ingin melakukan perubahan.

Pertanyaan 5: Apa yang bisa Anda mulai hari ini?

Tuliskan satu tindakan nyata untuk mendekatkan sekolah Anda pada sekolah impian.

Tidak perlu menjawab dengan kalimat yang rumit. Tulislah seolah-olah sedang bercerita kepada seorang sahabat. Jika pengalaman pribadi dimasukkan ke dalam tulisan, cerita akan terasa lebih hidup dan orisinal.

### 5\. Tugas Pertemuan ke-16: Sekolah Impian Saya

### Tugas menulis dengan bahagia

Mudah, sederhana, dan bisa diselesaikan secara bertahap.

Petunjuk tugas:

* Buat tulisan berjudul “Sekolah Impian Saya”.

* Tulislah sekitar 300–500 kata. Jika masih pemula, boleh lebih pendek.

* Ceritakan minimal tiga hal yang Anda impikan dari sebuah sekolah.

* Masukkan satu pengalaman pribadi atau alasan mengapa sekolah tersebut penting bagi Anda.

* Tutup tulisan dengan satu harapan atau tindakan nyata yang bisa dilakukan mulai sekarang.

* Unggah tulisan di blog pribadi, lalu bagikan tautannya di grup KBMN PGRI Gelombang 35 sesuai arahan panitia.

Checklist sebelum mengumpulkan

Saya sudah membuat judul tulisan.

Saya sudah menulis dengan kata-kata sendiri.

Saya sudah memasukkan pengalaman atau alasan pribadi.

Saya sudah membaca ulang tulisan dan memperbaiki kesalahan sederhana.

Saya sudah menerbitkan tulisan dan menyiapkan tautannya.

0 dari 5 langkah selesai.

### Pilihan judul jika masih bingung

Peserta boleh memilih judul yang paling dekat dengan pengalaman masing-masing.

* Sekolah Impian Saya, Tempat Semua Anak Bahagia

* Jika Saya Menjadi Kepala Sekolah

* Sekolah yang Membuat Murid Rindu Belajar

* Guru Bahagia, Murid Berprestasi

* Sekolah Impian di Tengah Kemajuan Teknologi

* Sekolah Sederhana dengan Mimpi Luar Biasa

* Sekolah yang Mengajarkan Kehidupan, Bukan Hanya Pelajaran

Tidak harus sama dengan peserta lain. Justru, perbedaan pengalaman dan sudut pandang itulah yang membuat tulisan kita kaya.

### 6\. Pesan bahagia dari Omjay di Bandara Bali

Bapak dan Ibu guru hebat,

Malam ini Omjay ingin mengajak kita merenung. Saat ini Omjay berada di Bandara Ngurah Rai, Bali. Banyak orang sedang menunggu keberangkatan, menyambut kedatangan, atau melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Begitu pula dengan kita sebagai guru dan penulis. Kita semua sedang menempuh perjalanan. Ada yang baru belajar menulis. Ada yang sudah menerbitkan banyak artikel. Ada pula yang masih berjuang mengatasi rasa malu dan takut tulisannya dibaca orang lain.

Tidak apa-apa. Setiap penulis mempunyai perjalanan yang berbeda.

Omjay percaya bahwa sekolah impian juga berawal dari sebuah gagasan kecil. Gagasan itu kemudian ditulis, dibagikan, didiskusikan, dan diwujudkan sedikit demi sedikit.

Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Jangan pula menunggu sekolah sempurna untuk mulai melakukan perubahan.

Tulislah sekolah yang Anda impikan, lalu lakukan satu kebaikan kecil untuk mendekatinya.

Jika hari ini kita belum mampu membangun perpustakaan besar, mari mulai dengan mengajak murid membaca satu halaman buku. Jika belum mampu menghadirkan teknologi canggih, mari belajar menggunakan teknologi yang tersedia dengan bijaksana. Jika belum mampu mengubah seluruh sekolah, mari mulai dengan mengubah cara kita menyapa seorang murid.

Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh cinta.

### 7\. Penutup dan salam literasi

Mari kita jadikan pertemuan ke-16 KBMN PGRI Gelombang 35 sebagai malam untuk bermimpi, menulis, dan berbahagia.

Tidak perlu takut salah. Tidak perlu malu jika tulisan masih sederhana. Yang penting, kita mau belajar dan terus memperbaiki diri.

Semoga tulisan kita menjadi benih kebaikan bagi sekolah, guru, murid, dan pendidikan Indonesia.

Salam hangat dari Omjay, Guru Blogger Indonesia, yang malam ini berbagi inspirasi dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Sekolah impian dimulai dari sebuah harapan. Harapan menjadi nyata ketika kita berani menuliskannya dan mulai melakukannya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam blogger persahabatan.

Salam literasi dari Bali.

Omjay — Menulislah dengan hati, bukan sekadar mengejar publikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.