Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Kamis, 25 September 2008
Cinta itu......
Sedikit Puisi dari istri yang membuat saya merenung bisa menambah arti cinta,
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta......
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
CINTAILAH pasangan mu, seperti kamu INGIN DICINTAI olehnya?
SETIALAH pada pasangan mu, seperti kamu INGIN MENDAPATKAN KESETIAANNYA?
Terimakasih pak Mario & bu Linna yang membuat keluarga saya semakin harmonis
Salam
Sigit Nugroho
Quality Assurance Dept - Bank BTPN / 0819 - 0808 - 4644
Rabu, 24 September 2008
A Dream Is A Wish Your Heart Makes.
Selasa, 23 September 2008
Mohon Komentarnya Dong?

- Menurut kamu, mengelola blog itu sulit apa enggak?
- Blog yang bagus itu menurut kamu yang seperti apa?
- Apakah manfaat dari blog yang kamu rasakan?
Mohon Komentarnya, dan Komentar terbaik akan mendapatkan hadiah dari Sponsor berupa Calculator dan Pulpen Cantik
Terima kasih dan salam Super
Best Friend Forever
Omjay
Senin, 22 September 2008
Menulis
Berikut ini saya ingin mensharingkan coaching dari Pak Mario mengenai menulis. Mungkin masih ada Rekan-rekan Super Members yang belum terbiasa dalam menulis di milis kita ini. Ada yang karena belum berani atau ada juga yang belum merasakan pentingnya bagi diri sendiri dan bahkan dapat menjadi saluran berkat bagi Super Members yang lain. Untuk itu saya sampaikan poin-poin pencerahan yang saya dapatkan sebagai berikut :
- Menulis merupakan proses berpikir sehingga bagi seseorang yang banyak menulis pikirannya akan menjadi lebih tajam.
- Ketrampilan menulis itu tumbuh, semakin banyak kita berlatih akan semakin tinggi ketrampilannya dalam menyampaikan apa yang menjadi isi hatinya.
- Dari tulisan-tulisannya dapat dilihat dan dirasakan pribadi yang menulisnya, seperti seseorang yang agresif, yang pemarah, penyedih, peragu, yang memiliki rasa percaya diri yang belum mapan dan yang lainnya.
- Alangkah baiknya bila kita dapat menulis dari pribadi yang ikhlas. Pertentangan dalam jiwa tidak bisa berguna sampai kita tidak berpihak kepada salah satunya. Alangkah baiknya bila kita dapat memilih untuk menjadi penonton atas konflik yang ada dalam diri kita sendiri. Dengannya , setelah kita mampu, kita akan dapat menyentuh orang lain dari sudut pandang yang berseberangan.
- Upayakan kita berlatih dengan membuat tulisan yang pendek yang mengena. Tulisan-tulisan yang kuat biasanya one liner.
- Teknik yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tulisan yang baik adalah dengan menjadikan proses menulis sebagai sebuah seremoni . Waktu menulis sebaiknya kita telah putus dari rutinitas sebelumnya, maka hasil yang didapat setelah seremonial itu menjadi tidak standard. Dalam proses kreatif kita bisa menggunakan bermacam-macam cara sesuai dengan diri kita masing-masing.
- Waktu mau mengirim tulisan yang telah selesai dengan baik itu kita bersikap formal. Iringi dengan doa : mudah-mudahan akan ada orang yang terbantu dengan tulisan yang saya kirimkan ini. Mengapa perlu berdoa ? Karena saat kita berniat melakukan sesuatu yang baik bagi sesama kita sesungguhnya kita mewakili Tuhan.
- Setelah kita menulis dengan baik, kita dapat merayakan dengan sukacita penuh . Dapat merayakan sendiri dan dapat juga dengan keluarga atau para sahabat.
Demikian sharing ini saya sampaikan disertai harapan agar bermanfaat bagi Rekan-rekan Super Members dan menjadi penyemangat untuk menulis dalam ruang keluarga kita .
Saya akan senang sekali bila ada rekan-rekan yang dapat mensharingkan berkat yang telah diterimanya dari Tuhan setelah berbagi dalam milis kita ini.
Pak Mario dan Ibu Linna yang terkasih, terima kasih atas pelayanan tulus yang diberikan dan kesempatan untuk berperan dalam pelayanan yang membahagiakan ini.
Terima kasih dan Salam Super:
Bambang Gautama, SM 11
FH MT Success Refference Web I MT Super ClubI 0811 866 375 I Sales & Marketing Management
GAGAL? SO WHAT GITU, LOH?!
GAGAL? SO WHAT GITU, LOH?!
22 09 2008
GAGAL? SO WHAT GITU, LOH?!
Oleh: Lina Hasyim
Seorang anak empat tahun terjatuh dari sepeda. Kira-kira apa yang terjadi setelah itu? Bisakah Anda menebaknya? Menangis? Mungkin. Kalau anak itu terluka, bisa jadi dia akan menangis. Tapi percayalah, menangis atau tidak, besok Anda akan melihat sang anak kembali mengayuh sepedanya. Bahkan kemampuannya bersepeda justru meningkat setelah berkali-kali jatuh, meskipun anak itu sendiri tidak menyadarinya. Dalam pikiran kanak-kanaknya, dia hanya merasa kalau bermain sepeda adalah aktivitas yang menyenangkan. Dan baginya, sesekali jatuh bukanlah masalah besar.
Bayangkanlah kalau setiap anak kecil, termasuk Anda dulunya, memutuskan berhenti bersepeda pada kali pertama jatuh. Mungkin tidak akan ada orang di dunia ini yang bisa naik sepeda. Pabrik-pabrik sepeda dan motor serta semua suku cadangnya pasti bangkrut. Karl Von Drais akan merasa gelisah di kuburnya, karena umat manusia telah menyia-nyiakan penemuannya yang sangat berharga.
Merujuk perkataan seorang motivator, hanya ada dua pilihan yang mengikuti sebuah rintangan: Menyerah atau menolak untuk menyerah. Dalam hal ini, Anda layak berterima kasih pada Edison, Graham Bell, atau Wright bersaudara, karena mereka telah menolak untuk menyerah. Seandainya dulu mereka memilih bersikap pasrah pada kegagalan, mungkin sampai sekarang Anda masih menggunakan petromak dan obor sebagai penerangan. Anda juga tidak akan pernah mengenal pesawat telepon, hingga komunikasi jarak jauh terpaksa dilakukan via pos. Dan karena tidak ada pesawat terbang, surat-surat harus dikirim melalui laut, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke alamat tujuan.
Lalu bagaimana dengan Anda? Setiap orang, termasuk Anda, pasti mempunyai sebuah mimpi. Kadang impian itu begitu indah, hingga hanya dengan memikirkannya saja sudah bisa membuat Anda tersenyum bahagia. Tapi jujurlah, apa yang telah Anda lakukan untuk mewujudkannya?
Anda bermimpi menjadi penulis hebat. Siang malam Anda berlatih menulis. Setiap detik waktu luang yang tersisa, Anda habiskan bercengkrama dengan komputer atau laptop. Lalu, tibalah saat kepercayaan diri Anda mulai tumbuh, hingga Anda berani mengirimkan tulisan ke media massa.
Tulisan pertama, dikembalikan. Tulisan kedua, dikembalikan. Tulisan ketiga, tidak ada kabar sama sekali. Tidak dimuat, tidak juga dikembalikan. Tulisan keempat, dikembalikan. Tulisan kelima, dikembalikan.
Kemudian Anda mulai berpikir bahwa tulisan Anda memang payah, dan Anda sama sekali tidak berbakat menjadi penulis. Anda berhenti menulis, dan melupakan cita-cita Anda menjadi penulis.
Anda terobsesi menulis buku bestseller. Anda membaca dan mengoleksi nyaris semua buku tentang “Cara Gampang Menulis Buku”. Anda pergi mengikuti berbagai workshop tentang menulis. Anda berusaha mengenal dan membangun jaringan dengan para penulis buku terkenal, yang sudah berhasil mencapai angka penjualan fantastis. Kesuksesan mereka membakar semangat Anda. Satu naskah selesai. Anda mengirimnya ke penerbit.
Penerbit pertama, menolak. Penerbit kedua, menolak. Penerbit ketiga, menolak. Penerbit keempat, menolak. Lalu, Anda mendapat ide untuk menerbitkan buku sendiri. Anda pergi ke percetakan, dan mengeluarkan uang sejumlah tertentu untuk mencetak dan memasarkan buku Anda sendiri. Buku Anda tidak laku. Toko buku mengembalikan buku-buku Anda.
Anda gagal meledakkan buku Anda menjadi buku bestseller. Anda rugi besar. Anda kehabisan uang. Anda bangkrut, hingga memutuskan inilah kali terakhir Anda berurusan dengan buku dan penerbitan.
Hallooo…
Sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar menyerah dan mengubur semua impian Anda dalam liang keputusasaan, ada sebuah pertanyaan penting untuk Anda:
Pernahkan Anda melihat Golden Gate, jembatan di San Fransisco yang terkenal itu? Pasti pernah, entah hanya melihat gambarnya di koran, televisi, atau melihat secara langsung dan bahkan melintas di atasnya. Menakjubkan bukan?
Tapi tahukah Anda, bahwa setengah dari pembangunan jembatan fenomenal tersebut dikomandani seorang insinyur lumpuh yang tidak dapat bangkit dari ranjangnya?
Raphael Borman Strauss merancang Golden Gate sepanjang 4200 kaki atau sekitar 1,4 km, dengan ketinggian 85 meter di atas permukaan laut, guna menghubungkan kota San Fransisco dan Marin County, Kalifornia. Sejak awal orang sudah memandang idenya sebagai rencana gila yang tidak masuk akal, namun semangat Strauss tidak pernah surut. Bersama Joseph, anaknya yang juga seorang insinyur, Raphael berjuang mati-matian hingga berhasil meyakinkan dewan kota, bahwa jembatan impiannya bukan sekedar proyek igauan, melainkan sebuah rancangan yang realistis dan bernilai tinggi.
Pada tahun 1912 pendirian Golden Gate pun dimulai. Raphael dan Joseph Borman Strauss bekerja keras memimpin pembangunan jembatan. Namun setelah beberapa waktu, masalah demi masalah mulai bergerak menghantam ayah dan anak tersebut.
Belum lama pembangunan jembatan dimulai, para insinyur yang bekerja pada Strauss jatuh sakit. Penyakit aneh yang tidak dapat dideteksi menyerang mereka satu per satu, hingga sering kali Strauss harus mencari pekerja baru sebagai gantinya.
Rintangan selanjutnya datang ketika Raphael tiba-tiba mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Sebagai anak sekaligus partner kerja, Joseph merasa amat terguncang. Bagaimanapun, Raphael Borman Strauss adalah sang maestro, dialah konseptor dan pemegang kunci atas seluruh rancangan. Tanpa keberadaannya, semua orang meragukan pembangunan Golden Gate bisa terus berjalan. Meski demikian, Joseph borman strauss pantang menyerah. Dia bahkan bersumpah untuk menyelesaikan proyek impian mereka, dengan atau tanpa sang ayah.
Masalah paling berat muncul ketika pembangunan jembatan sudah setengah jalan: Sebuah mesin alat berat menabrak Joseph di lokasi proyek, saat ia sedang mengawasi para pekerja. Meski tidak sampai merenggut nyawanya, kecelakaan tersebut mengakibatkan sekujur tubuhnya lumpuh total. Joseph terkapar, ia tidak bisa menggerakkan satu pun bagian tubuhnya, kecuali jari telunjuknya.
Sejak itu, Golden Gate terombang ambing dalam ketidakpastian. Seluruh pekerja kebingungan, mereka kesulitan meneruskan pembangunan jembatan tanpa Joseph. Masa depan Golden Gate manjadi terancam. Namun hebatnya, meskipun sedang terkapar di rumah sakit, sang insinyur tetap menolak untuk menyerah. Dalam kondisi lemah dan lumpuh, dia bertekad melanjutkan tugasnya membangun jembatan. Dan dia memutuskan untuk melakukannya dari rumah sakit, sambil tetap menjalani perawatan.
Mustahil! Bagaimana mungkin dia melakukannya?
Percayalah, tidak ada yang mustahil bagi seorang Joseph Borman Strauss. Di tengah ketidakmampuan untuk bergerak, dia mendapat ide untuk memberdayakan jari telunjuk, satu-satunya organ tubuh yang masih berfungsi. Dengan media telunjuk, Joseph menciptakan semacam bahasa sandi guna berkomunikasi dengan istri dan para insinyur bawahannya. Setiap hari selama bertahun-tahun, Joseph memberikan petunjuk, instruksi, bahkan mendiskusikan rumusan-rumusan matematika paling rumit dengan istri dan para anak buahnya melalui jari telunjuknya. Sungguh luar biasa!
Bila Anda mengalami nasib seperti Joseph, akankah hal itu terpikir oleh Anda?
Golden Gate dibangun tahun 1912, dan selesai pada tahun 1937. Tepat pada hari peresmiannya, Joseph Borman Strauss berada di atas ranjang rumah sakit, menonton parade dari balik jendela kamarnya. Hatinya bergetar menyaksikan arak-arakan manusia yang bergerak melintasi Golden Gate. Setetes air bening mengalir di wajah kakunya, luapan dari rasa bangga dan bahagia. Kerja kerasnya selama duapuluh empat tahun ternyata tidak sia-sia. Saat itu dia berharap Raphael Borman Strauss ada di dekatnya. Betapa bahagia andai ayahnya bisa melihat keindahan Golden Gate, karya nyata dari impian yang mereka perjuangkan bersama….
Sekarang, saya ingin Anda melakukan sesuatu. Pergilah ke depan cermin, dan cermati diri Anda. Apakah seluruh tubuh Anda lumpuh? Tidak! Anda sehat. Anda bahkan sangat sehat bila dibandingkan dengan insinyur Joseph Borman Strauss. Kalau kelumpuhan total tidak mampu menghalangi Strauss untuk mewujudkan impiannya, lantas apa yang menghalangi Anda untuk menggapai impian Anda?
Tentu saja, Anda pernah merasakan pahitnya gagal. Bahkan mungkin sudah berkali-kali. Lalu kenapa? Semua ORANG SUKSES pernah GAGAL, dan itu bukan MASALAH BESAR. Donald trump pernah bangkrut dalam dunia properti, hingga berutang 900 juta dollar AS. Tapi, dia berhasil bangkit dan membangun kembali kerajaan bisnisnya.
Tak kurang dari 1.008 restoran menolak resep ayam goreng Kentucky yang ditawarkan Kolonel Sanders, sebelum akhirnya diterima oleh restoran yang ke 1009.
Selama bertahun-tahun, Stephen King mendapatkan ratusan penolakan dari berbagai media dan penerbit, hingga suatu hari sebuah penerbit bersedia mencetak novel pertamanya, yang langsung meledak di pasaran.
Bagi orang-orang seperti mereka, kegagalan adalah pelajaran. Semakin sering gagal, semakin banyak mereka belajar. Semakin banyak mereka belajar, semakin dekat mereka dengan kesuksesan. Apakah Anda setuju dengan mereka?
Kalau ya, bandingkanlah kegagalan Anda dengan kegagalan mereka, lalu cermatilah. Selanjutnya, ajukanlah pertanyaan kepada diri Anda sendiri, “Kenapa Trump, Sanders, dan King sukses merealisasikan impian mereka, dan Anda tidak?” Anda akan menemukan, bahwa satu-satunya perbedaan antara Anda dengan mereka terletak pada apa yang Anda dan mereka pilih saat berhadapan dengan kegagalan: Anda memilih MENYERAH, sedangkan mereka MENOLAK UNTUK MENYERAH. Sikap mental inilah yang menjadi KUNCI SUKSES mereka.
Mulai sekarang, bangkitkan kembali impian Anda, dan dorong diri Anda sendiri untuk mewujudkannya. Sungguh, Anda tidak berhak membunuh –apalagi mengubur semua impian indah Anda begitu saja. Ada sejumlah alasan kenapa mimpi Anda HARUS BISA menjadi kenyataan, di antaranya:
Anda adalah orang yang cerdas.
Kalaupun Anda tidak cerdas, setidaknya Anda sehat.
Kalaupun Anda tidak sehat, setidaknya Anda belum mati.
Kalau Anda sudah mati, Anda tidak mungkin tertarik membaca artikel ini.
Jadi… Anda masih hidup kan? Nah, ucapkanlah selamat pada diri Anda, dan berbahagialah!
Selama Anda masih bernapas, itu artinya Anda masih punya peluang untuk mencapai impian Anda, bahkan yang tersulit sekalipun.
Bila esok hari Anda gagal di tengah jalan, anggaplah diri Anda Donald Trump, Kolonel Sanders, atau Stephen King. Bertindaklah seperti mereka. Hitung berapa kali mereka tersandung oleh kegagalan, lalu hitung kegagalan Anda sendiri. Amati bagaimana mereka menyikapi kegagalan sebelum Anda memutuskan untuk menyerah.
Namun, kalau itu terlalu sulit, anggap saja Anda adalah anak empat tahun yang sedang belajar naik sepeda. Anak itu pasti terjatuh. Lagi, lagi, dan lagi. Tapi setiap kali terjatuh, dia selalu bangkit. Hingga suatu hari, dia bisa terbang dengan sepedanya…[lh]
* Lina Hasyim adalah seorang pengusaha perempuan dan alumni Workshop SPP Writing Skill for Executives and Managers Angkatan Ke-9. Ia dapat dihubungi di email: linahasyim@yahoo.com
Jumat, 19 September 2008
Senyum
Sabtu, 13 September 2008 pukul 04:04:00
Anggapan bahwa sebagian umat Islam mudah menjadi pemberang dan sering bermuka masam, semestinya tidak perlu ada. Bukankah Rasulullah SAW, sebagai suri tauladan bagi umatnya, dikenal sebagai manusia yang sangat ramah dan sangat murah senyum? Lalu, bila kemiskinan harta menjadi alasan seseorang sulit tersenyum, agaknya itu juga tidak sepatutnya. Nabi kita Muhammad SAW juga tak bisa dibilang kaya harta ketika hidupnya. Sebagai pemimpin yang miskin harta itu, beliau ternyata justru senantiasa mampu tampil berseri-seri, memancarkan sinar yang mampu memberi daya hidup bagi sahabat-sahabatnya.
Seorang sahabat Rasulullah mengisahkan bahwa wajah beliau penuh senyum dan cinta kasih terhadap sesamanya. Lantas bagaimana agar seorang muslim dapat tampil menjadi pribadi yang ramah dan murah senyum? Kuncinya ada pada hati (qalb). Wajah yang cerah berseri hanya akan muncul dari hati yang tenang dan tenteram. Alquran telah menunjukkan resep bagaimana agar kita dapat meraih ketenangan dan ketenteram hati: hendaklah kita senantiasa mengingat Allah SWT (Q. S. 13: 28).
Dengan senantiasa mengingat Allah SWT, kita akan selalu yakin atas keberadaan-Nya sebagai Rabbul 'Alamin (Maha Pemelihara Alam Semesta). Keyakinan ini menjadikan kita yakin bahwa kita tidak hidup seorang diri. Kita juga menjadi yakin bahwa kalau kita bekerja keras dengan didasari niat yang baik serta memenuhi kehendakNya (perintah dan laranganNya), Sang Maha Pencipta pun akan menolong kita. Bila keyakinan seperti itu terus kita pelihara dalam diri kita, insya Allah, kita tidak akan lagi dihinggapi perasaan gelisah atau cemas akan kelangsungan hidup kita, sekalipun berbagai kesulitan hidup tengah mendera kita. Justru dengan kesulitan-kesulitan hidup itu, barangkali Sang Maha Pencipta sedang menguji cinta kita kepadaNya.
Dengan hati yang tanpa beban, tersenyum akan terasa sangat ringan. Demikian pula sebaliknya, dengan senyum yang tanpa beban, maka hati akan terasa ringan. Seorang ulama pernah memberikan nasihat, jika kita merasakan dada sesak disertai keinginan menangis, cobalah paksakan untuk tersenyum.
Senyum dapat menjadi terapi kejiwaan untuk mengurangi kesesakan dada dan dorongan untuk bersedih. Di samping menimbulkan dampak positif kepada si empunya, senyum juga sekaligus memberi dampak positif kepada orang yang disenyumi. Senyum adalah cara yang paling mudah dan paling murah untuk berbagi sukacita, harapan, dan kebahagiaan kepada sesama. ''Senyummu yang kau tunjukkan kepada saudaramu,'' sabda Nabi SAW, ''adalah sedekah.'' (ah)
Rabu, 17 September 2008
Tutorial Photoshop
Lagi-lagi portable. Silahkan didownload langsung.
http://rapidshare.de/files/20678793/PhotoshopCSPort.rar
Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori photoshop dengan judul AdobePhotoshop CS Portable
Selasa, 09 September 2008
Kendala Membuat Blog
Omjay sangat percaya kalau anak Labschool adalah anak yang cerdas dan pintar. Pandai mengatur waktu dan mengetahui cara belajar yang benar. Tahu gaya belajarnya untuk mencapai keberhasilan.- Apakah kesulitan yang kamu alami pada saat proses pembuatan blog di internet?
- Apakah akses internet di rumah kamu sangat mendukung proses pembuatan blog di internet?
- Apakah dengan adanya blog pribadi kamu di internet kreativitas menulis kamu menjadi semakin meningkat?
Mohon jawaban dan komentarnya. Komentar terbaik akan mendapatkan Balpoint Cantik dari Sponsor. Terima kasih dan salam super!
Omjay
Jumat, 05 September 2008
Moving Class

SMP labschool Jakarta terkena imbasnya. Lantai dua gedung SMP tidak bisa dipakai karena basah oleh hujan. Untuk mengatasi itu, pimpinan sekolah mencari solusi. Muncullah ide "moving Class" dimana semua ruangan di efektifkan. Termasuk lab-lab yang ada. Lab komputer pun kebagian tempat jadi markas sementara 7D kelasnya pak Kasdi.
Jumlah ruangan darurat sudah di tambah di gedung utama. Tapi sarana prasarana masih ada yang perlu dibenahi dan diperbaiki. Masalah klasik adalah masalah "AC". Kalau saja dulu Labschool tidak pakai AC, nampaknya hal ini tidak jadi persoalan.
Ada yang mau kasih komentar tentang moving class? Silahkan kasih komentarnya!
Rabu, 03 September 2008
Berpuasa sambil menulis

Omjay lagi menulis tentang laporan penelitian tindakan kelas (PTK). Wah ternyata pusing juga yah bikin laporan PTK. PTK ini akan omjay kirimkan untuk mengikuti Lomba keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 2008 (http://pmptk.net).
Semoga masuk final ya! Tinggal satu bab lagi nich. Mohon masukan dan koreksi di Bab I, semoga bisa berbagi dan saling mengisi. Terima kasih dan salam super! Omjay