Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Kamis, 10 September 2026

lomba koding membuat game otn 8 2026 di jicc senayan jalarta

Lomba Membuat Game OTN 2026: Saatnya Pelajar Berkarya dengan Coding

Membuat game bukan hanya soal bermain. Di balik sebuah game terdapat ide, kreativitas, logika, desain, kode program, dan kemampuan memecahkan masalah. Karena itu, membuat game dapat menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk belajar teknologi dan mengembangkan kemampuan berpikir komputasional.

Pada Olimpiade TIK Informatika Nasional atau OTN VIII 2026, peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tersebut melalui Lomba Coding OTN 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan di JICC Senayan, Jakarta, pada 29 Oktober–1 November 2026 dengan tema “Cerdas Berpikir, Kreatif Berkoding, Bijak Menggunakan AI.”

Bagi peserta SMP, kategori yang diikuti adalah Game & Problem Solving Coding. Peserta dapat menggunakan Scratch lanjutan atau platform sejenis untuk membuat game edukatif atau aplikasi sederhana yang berbasis logika.

Apa yang Harus Dibuat?

Pertanyaan pertama yang mungkin muncul adalah: “Saya harus membuat game seperti apa?”

Jawabannya tidak harus membuat game yang sangat rumit. Yang paling penting adalah game tersebut memiliki ide yang jelas, dapat dimainkan, berjalan dengan baik, kreatif, dan merupakan karya sendiri.

Misalnya, peserta dapat membuat game edukasi tentang menjaga lingkungan, permainan matematika, kuis informatika, permainan mengenal budaya Indonesia, game tentang keselamatan berlalu lintas, atau permainan sederhana yang mengajarkan cara memecahkan masalah.

Sebuah game sederhana tetapi memiliki konsep yang kuat dapat menjadi karya yang menarik. Jangan berpikir bahwa game harus memiliki ratusan level atau grafik seperti game profesional. Untuk lomba, yang penting adalah bagaimana peserta mengubah sebuah ide menjadi karya digital yang dapat dimainkan.

Mulailah dari Sebuah Ide

Sebelum membuka Scratch dan mulai menyusun blok kode, sebaiknya tentukan terlebih dahulu ide game.

Coba jawab beberapa pertanyaan sederhana.

Apa tujuan game saya?

Siapa yang akan memainkan game ini?

Apa tantangan yang harus diselesaikan pemain?

Bagaimana cara pemain mendapatkan nilai?

Kapan pemain dinyatakan menang atau kalah?

Dari pertanyaan tersebut, peserta akan lebih mudah membuat alur permainan.

Contohnya, peserta ingin membuat game “Petualangan Menjaga Kebersihan Sekolah.” Pemain harus mengumpulkan sampah sesuai jenisnya. Sampah organik harus dimasukkan ke tempat yang benar, sedangkan sampah plastik harus dikumpulkan di tempat yang berbeda. Pemain mendapatkan poin jika jawabannya benar dan kehilangan kesempatan jika salah.

Game seperti ini sederhana, tetapi memiliki unsur edukasi, logika, tantangan, dan interaktivitas.

Jangan Lupa Berpikir Komputasional

Lomba ini bukan hanya tentang membuat tampilan yang menarik. Latar belakang lomba menekankan pentingnya literasi teknologi dan berpikir komputasional. Coding dapat melatih logika, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

Karena itu, peserta perlu memikirkan bagaimana game bekerja.

Misalnya:

Jika pemain menjawab benar → skor bertambah.

Jika pemain menjawab salah → skor berkurang.

Jika skor mencapai 100 → pemain menang.

Jika waktu habis → permainan selesai.

Pola berpikir seperti inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi kode.

Dalam Scratch, peserta dapat menggunakan blok if-then, variabel, pengulangan, pesan atau broadcast, kondisi, dan berbagai blok lainnya sesuai kebutuhan game.

Game Harus Berjalan dengan Baik

Salah satu aspek penilaian adalah teknis, dengan bobot 20 persen. Juri akan melihat apakah kode berjalan sesuai fungsi dan apakah struktur program dibuat secara efisien serta logis.

Karena itu, jangan hanya fokus pada tampilan.

Game yang cantik tetapi sering mengalami error tentu akan menyulitkan pemain.

Sebelum dikumpulkan, lakukan pengujian berkali-kali. Coba semua tombol. Periksa skor. Periksa kondisi menang dan kalah. Periksa apakah game dapat dimulai kembali. Pastikan tidak ada karakter yang tiba-tiba menghilang atau program berhenti tanpa alasan.

Anggaplah diri kalian sebagai pemain yang baru pertama kali mencoba game tersebut. Apakah instruksinya mudah dipahami? Jika belum, perbaiki.

Kreativitas Sangat Penting

Aspek kreativitas dan inovasi memiliki bobot 25 persen. Karya yang dibuat diharapkan orisinal, unik, sesuai tema, serta memberikan solusi atau nilai tambah bagi pengguna.

Inilah kesempatan peserta untuk menunjukkan keunikan.

Jangan hanya meniru game yang sudah ada. Ambillah inspirasi dari kehidupan sehari-hari, kemudian ubahlah menjadi sebuah permainan.

Misalnya kalian melihat masalah sampah di sekolah. Dari masalah tersebut lahirlah ide game tentang memilah sampah.

Melihat masalah kemacetan? Bisa dibuat game tentang keselamatan berlalu lintas.

Melihat teman-teman kesulitan memahami matematika? Bisa dibuat game petualangan matematika.

Dengan demikian, game bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga memberikan manfaat.

Tampilan Juga Harus Diperhatikan

Selain kode dan ide, desain serta interaktivitas mendapatkan bobot 20 persen. Tampilan harus menarik, mudah digunakan, dan ramah pengguna.

Peserta tidak perlu menjadi desainer profesional. Gunakan tampilan yang sederhana tetapi jelas.

Pastikan tulisan dapat dibaca. Tombol mudah ditemukan. Warna tidak membuat mata sakit. Karakter dan latar belakang sesuai dengan tema.

Yang paling penting, pemain tidak kebingungan ketika pertama kali membuka game.

Buatlah halaman pembuka yang berisi judul game, petunjuk bermain, dan tombol mulai. Setelah itu, pemain dapat masuk ke permainan.

Presentasi Jangan Dianggap Sepele

Ada satu hal yang sangat penting: presentasi memiliki bobot paling besar, yaitu 35 persen.

Artinya, kemampuan peserta menjelaskan ide, konsep, dan cara kerja proyek sangat menentukan hasil penilaian.

Finalis mendapatkan waktu 5 menit yang sudah termasuk sesi tanya jawab untuk mempresentasikan proyek di depan dewan juri.

Jadi, jangan sampai peserta membuat game yang bagus tetapi tidak mampu menjelaskan karya sendiri.

Latihlah presentasi sejak awal.

Dalam waktu singkat tersebut, peserta dapat menjelaskan:

Pertama, nama dan ide game.

Kedua, masalah yang ingin diselesaikan.

Ketiga, cara memainkan game.

Keempat, teknologi atau platform yang digunakan.

Kelima, bagian menarik atau inovatif dari game.

Keenam, cara kerja kode secara sederhana.

Ketujuh, manfaat game bagi pemain.

Berlatihlah berbicara dengan bahasa sendiri. Jangan menghafalkan seluruh kalimat. Pahami karya yang dibuat.

Jangan Lupa Orisinalitas

Ini bagian yang sangat penting.

Game yang dikirimkan harus merupakan karya orisinal peserta sendiri. Cerita, karakter, desain, musik, dan kode harus dibuat sendiri atau menggunakan aset yang bebas hak cipta atau royalty-free.

Peserta juga dilarang melakukan plagiarisme dan menggunakan aset berbayar atau berlisensi tanpa izin. Jika ditemukan pelanggaran hak cipta atau plagiarisme, karya dapat didiskualifikasi. Bahkan status pemenang dapat dibatalkan jika pelanggaran baru diketahui setelah lomba.

Karena itu, jangan mengambil game orang lain kemudian mengganti nama dan tampilannya.

Jadilah pembuat game yang jujur.

Kalau menggunakan aset dari internet, pastikan aset tersebut memang boleh digunakan sesuai ketentuan lisensinya.

Bagaimana Mekanisme Lombanya?

Secara umum, lomba terdiri atas tahap penyisihan dan presentasi/final.

Pada tahap penyisihan, peserta membuat proyek coding sesuai tema dan subkategori. Waktu pengerjaan yang tercantum dalam juknis adalah satu bulan sejak dibukanya pendaftaran OTN VIII. Penilaian awal melihat fungsi game, kesesuaian dengan tema, dan orisinalitas.

Peserta yang terpilih kemudian masuk ke tahap presentasi dan final.

Pada tahap ini, peserta harus siap mempertanggungjawabkan game yang telah dibuat.

Jadi, mulai sekarang jangan hanya berpikir, “Bagaimana saya membuat game?”

Ubahlah pertanyaan itu menjadi:

“Masalah apa yang ingin saya selesaikan melalui game?”

Pertanyaan tersebut akan membantu kalian menghasilkan karya yang lebih bermakna.

Strategi Sederhana untuk Peserta OTN

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan peserta.

Langkah pertama: Tentukan ide.

Pilih satu masalah yang dekat dengan kehidupan kalian.

Langkah kedua: Buat alur game.

Tentukan bagaimana permainan dimulai, apa tantangannya, bagaimana mendapatkan skor, dan bagaimana permainan berakhir.

Langkah ketiga: Buat versi sederhana terlebih dahulu.

Jangan langsung membuat game yang terlalu kompleks. Pastikan versi dasar sudah dapat dimainkan.

Langkah keempat: Tambahkan fitur.

Setelah game utama berjalan, tambahkan skor, level, timer, suara, animasi, atau fitur lain yang memang diperlukan.

Langkah kelima: Uji game.

Cari kesalahan dan perbaiki.

Langkah keenam: Perbaiki desain.

Pastikan game mudah dimainkan dan tampilannya menarik.

Langkah ketujuh: Latihan presentasi.

Jelaskan game kalian dalam waktu singkat dan gunakan bahasa yang mudah dipahami.

Yang Terpenting: Berani Berkarya

OTN 2026 bukan sekadar mencari siapa yang paling pintar coding. Lomba ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan literasi digital, berpikir komputasional, kreativitas, inovasi, problem solving, kolaborasi, sportivitas, dan kepercayaan diri.

Karena itu, jangan takut jika game pertama kalian masih sederhana.

Setiap programmer pernah membuat program yang error.

Setiap pembuat game pernah menemukan bug.

Setiap karya hebat biasanya dimulai dari sebuah ide sederhana.

Yang membedakan adalah kemauan untuk mencoba, menguji, memperbaiki, dan mencoba kembali.

Pada akhirnya, peserta yang berhasil menjadi juara akan memperoleh medali OTN VIII, sertifikat nasional, dan penghargaan sesuai ketentuan. Semua peserta juga mendapatkan sertifikat partisipasi nasional sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan dalam ajang tersebut.

Maka, kepada seluruh peserta OTN 2026, khususnya peserta lomba membuat game, jangan hanya menjadi pemain game.

Jadilah pembuat game.

Jangan hanya menggunakan teknologi.

Belajarlah menciptakan teknologi.

Dan jangan takut ketika menemukan kesalahan dalam kode.

Perbaiki satu demi satu.

Sebab pesan penting dalam juknis lomba ini sangat sederhana dan inspiratif:

“Jangan takut gagal, karena setiap game hebat selalu dimulai dari satu baris kode pertama!”

Mari kita buktikan bahwa pelajar Indonesia mampu cerdas berpikir, kreatif berkoding, dan bijak menggunakan AI.

Sampai jumpa di OTN VIII 2026!

Selamat berkarya. Selamat berkoding. Selamat membuat game!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.