Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 30 Maret 2011

Bisakah Kita Menulis Sebelum Tidur?

1301419035743851046
Bisakah Kita Komitmen Menulis Sebelum Tidur?




Pertanyaan dari judul yang saya tuliskan di atas sebenarnya bukan untuk anda, tetapi untuk diri saya sendiri. Saya bertanya kepada diri saya, apakah bisa komitmen menulis sebelum tidur? Sebab tantangan dan rintangannnya amat berat. Seberat badan saya yang sudah semakin berat karena sudah lebih dari 100 kg. Pak Supardi pun tertawa melihat tubuh saya yang semakin tambun. Coba saja lihat ! Wajahnya tersenyum kepadaku, dan juga kepadamu. Mungkin kepada kita semua.


Menulis sebelum tidur sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang. Pasalnya kita seringkali tak mampu mengalahkan diri sendiri. Segudang alasan kita ciptakan, dan pada akhirnya kita tak menulis hari ini. Padahal menulis setiap hari itu amat mengasyikkan dan menyenangkan. Ibarat bermain games yang kita sukai. Kitapun akan memainkannya agar menang dan mendapatkan skor tertinggi.



Untuk mampu menulis sebelum tidur ada caranya. Ada langkah mudah yang bisa dilakukan. Bila lahab membaca sudah kita lakukan, maka dengan sendirinya kita akan gemuk menulis. Masalahnya, aktivitas membaca tak pernah kita lakukan dengan baik, dan pada akhirnya menulispun demikian. Sebab menulis dan membaca merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan.



Wahyu Prasetyo menuliskan, aktivitas membaca untuk sementara ini bagi masyarakat Indonesia masih menjadi aktivitas yang kerap diabaikan. Maka tidak mengherankan jika kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain sangat jauh berbeda. Membaca itu memupuk otak kita, oleh sebab itu membaca merupakan kebutuhan bagi otak kita. Jika tidak kita pupuk, seperti halnya tanaman akan mudah terserang hama yang mematikan.



Namun demikian, menulis juga harus menjadi aktivitas rutin yang harus kita lakukan. Dengan menulis ada pesan yang kita sampaikan. Dengan menulis ada ilmu pengetahuan yang coba kita bagikan kepada orang lain. Seperti halnya mata air, menulis akan terus mengalir setiap hari. Dari gunung sampai ke bawah, dan terus mengalir sampai jauh.



Hanya saja pertanyaannya. Buat kita yang seringkali sibuk di pagi , siang, dan sore hari, maka kebiasaan menulis di malam hari sebelum tidur menjadi pilihan yang tepat. Tinggal kita komitmen saja dalam menjalankannya.



Namun terkadang kita tak komitmen dengan janji yang diikrarkan. Kita yang berjanji kita pula yang mengakhiri. Artinya kita sering gagal berkomitmen untuk menulis sebelum tidur. Itulah yang harus saya akui. Saya seringkali ketiduran karena kelelahan, Pekerjaan yang menumpuk, dan aktivitas yang padat membuat saya tak sempat menulis sebelum tidur.



Menulis sebelum tidur sebenarnya tidaklah susah. Pekerjaan menulis sebenarnya pekerjaan mudah, bahkan menurut saya sangat mudah. Menulis menjadi susah manakala kita tak sering melakukannya atau jarang melakukannya. Ibarat kita menyetir mobil, tentu kita akan kaku setelah lama tak menyetir mobil. Demikian pula dengan kegiatan tulis menulis. Menulis akan lancar bagaikan air mengalir manakala kita telah membiasakan diri menulis setiap hari. Menulis sebelum tidur, atau menulis kapan saja dan dimana saja asalkan membuat diri kita bisa berbagi kepada orang lain. Hal itu sudah merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi bila banyak komentar yang datang memberikan tanggapan di lapak kita. Sungguh sangat menyenangkan karena bersifat interaktif. Terjadi komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca setianya. hal itu hanya bisa terjadi di dunia maya.


Bagi anda yang belum terbiasa menulis, mulai saat ini biasakanlah menulis setiap hari dan menulislah sebelum tidur. Ketika anda telah terbiasa menulis, maka anda akan mendapatkan kebahagian yang tak bisa diukur dengan uang. Mengapa tak bisa diukur dengan uang? karena tulisan anda itu sangat mahal harganya dan sulit untuk di hitung berapa harga yang cocok untuk dibayarkan.


Sekarang saatnya menjawab pertanyaan di atas. Bisakah kita komitmen menulis sebelum tidur? Anda akan berkata bisa bila anda sudah melakukan kegiatan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Namun anda akan berkata tidak bisa bila menulis belum merupakan sebuah kebutuhan. Jadi menulislah sebelum tidur, dan rasakan kenikmatan menulis sebelum tidur.


Salam blogger Persahabatan


Omjay

http://wijayalabs.com


Minggu, 20 Maret 2011

Mari Mengajar Melalui Konsep Metaforming




Pak Masribi Mempresentasikan Teknik Metaphorming bersama Para Guru Labschool

Sabtu, 19 Maret 2010, sekolah kami mengadakan kembali pelatihan metode metaphorming (metaforming). Pelatihan ini dilaksanakan di gedung Auditorium Labschool Jakarta Gedung Utama Lantai 3 Rawamangun Jakarta Timur. Kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan lanjutan yang ketiga dari pelatihan metaphorming sebelumnya yang sudah 2 kali dilaksanakan. Kini para guru diminta melaporkan atau mempresentasikan implementasi metode metaphorming dalam pembelajaran di sekolah. Mereka diminta memaparkan hal-hal yang telah dilakukannya, dan melaporkan temuan-temuan penting selama menggunakan metode metaphorming.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan sebuah games metaphorming yang sangat menyenangkan. Games ini dibawakan dengan baik sekali oleh pak Taufiq dan pak Aji. Mereka meminta perwakilan 5 orang guru untuk tampil ke depan. Saya (omjay) termasuk salah seorang guru itu yang berani tampil ke depan untuk bermain games.

Pak Aji dan pak Taufik meminta kami menyebutkan kegunaan gitar lainnya selain untuk bermain musik. Kami diminta untuk menyebutkan sesuatu yang berbeda dan mendemonstrasikannya. Kebetulan saya mendapatkan tugas pertama menyebutkan fungsi gitar itu. Lalu tanpa berpikir panjang, saya pura-pura menggunakan gitar untuk memukul pak Amir, salah seorang rekan saya di SMPLabschool Jakarta. Selain Pak Amir,  ada beberapa guru lainnya yang tampil ke depan, yaitu Ibu Lina, Ibu Susan, dan Ibu Arifa . Masing-masing  guru diminta menyebutkan fungsi gitar sambil mendemostrasikan kegunaannnya.

Hal yang paling kocak adalah ketika ibu Lina memperagakan gitar untuk bermain kuda lumping, dan membuat para guru yang mengikuti pelatihan metaphorming tertawa. Ibu Lina pun mendapatkan tepuk tangan yang luar biasa sehingga berhak mendapatkan doorprize berupa uang yang berada dalam amplop tertutup. Sebuah door prize yang membahagiakan di pagi hari.

Dari hasil permainan itu, nampak jelas bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode metaphorming sangat menyenangkan, dan bermakna. Kata metaforming adalah kata yang berasal dari kata Yunani yaitu meta dan phora yang memiliki makna tindakan yang mengubah sesuatu menjadi bermakna. Ini diawali dengan memindahkan makna baru dan mengasosiasikan beberapa ide menjadi suatu ide yang baru. para guru pun akhirnya menjadi kreatif, dan melakukan inovasi baru dalam pembelajaran.

Dapat dikatakan bahwa metaphorming adalah suatu pemikiran yang mendalam dan kreatif. Inilah awal dari pemikiran yang jenius. Pemikiran ini memiliki tujuan yang riil dan bermanfaat yang menggunakan seluruh daya upaya semua organ tubuh kita sehingga menjadi suatu kesatuan yang mengarahkan kita menuju pemikiran yang essential . Pemikiran inilah yang akan membawa siswa atau peserta didik menuju percepatan dalam berpikir, berkreasi, menemukan suatu hal yang baru, dan menghubungkan semua hal yang terlihat tidak berhubungan menjadi hal yang saling terkait, dan pada akhirnya bermuara pada penyelesaian masalah. Pembelajaran ini akan meningkatkan, dan memperkaya pengalaman belajar, dan meningkatkan komunikasi baik antara guru-siswa, guru-guru, guru-pimpinan sekolah, dan kepala sekolah-siswa.

Permainan games yang dilaksanakan oleh pak Aji dan Pak Taufiq, diperkuat lagi dengan games metaphorming yang dibawakan langsung oleh bapak Masribi. Beliau adalah kepala pengembang pendidikan labschool Jakarta. Beliau lebih senang mengatakan bahwa metodologi metaphorming lebih pas bila disebut teknik metaphorming. Sebuah teknik pembelajaran yang membuat para siswa menemukan keterkaitan antara satu kata dengan kata yang lain menjadi saling berhubungan. Beliau membukanya dengan tema Belanja. Setiap guru yang diminta ke depan (dalam foto) harus mampu menyebutkan nama-nama benda sesuai abjad huruf yang diminta. dan harus  dibeli di pasar. Teman-teman gurupun larut dalam games yang menyenangkan. tak terasa, games itu adalah sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Beliau terapkan itu dalam pembelajaran sejarah.




13005394471222338751
Narasumber: pak Masribi, Pak Ali (moderator), dan pak Sukarjo

Hal di atas diperkuat lagi dengan presentasi bapak Dr. M. Sukarjo tentang pentingnya metodologi metaphorming dalam pembelajaran yang menyenangkan. Beliau memberikan contoh tentang materi limas pada pelajaran matematika yang menjadi mudah dipahami oleh siswa. Dengan adanya metaphorming guru terlatih menjadi seorang fasilitator dalam pembelajaran yang menyenangkan. Pak Alipun sebagai moderator acara menyimpulkan bahwa metode metaphorming sangat bagus diterapkan dalam pembelajaran berbagai bidang studi.

Setelah pemaparan para pakar metode metaforming, para peserta dihibur oleh group musik dadakan hasil kolaborasi guru-guru di labschool rawamangun dan kebayoran yang bernama "Metamorvoice". Mereka (pak Rimlan, Aji, Dedi, Taslim, Kuncoro, yahya) menyanyikan lagu-lagu Labschool, dan lagu-lagu gembira hasil ciptaan mereka. Sungguh sebuah kolaborasi musik dan lagu yang sangat indah. Kamipun terhibur karenanya.
13005724362040287362
Kini tibalah presentasi implementasi metaphorming di sekolah Labschool oleh perwakilan guru yang ditunjuk. Ada 6 orang guru yang diminta untuk mempresentasikan hasil pembelajarannya dengan menggunakan metode metaphorming.  Keenam guru itu adalah:

  1. Yulinda Asnita, guru Biologi  (SMP)
  2. Erlina Nurlianti, guru TK/KB (TK)
  3. NurArifah, Guru Bahasa Inggris (SMA)
  4. Sudarto, guru Matematika (SMP)
  5. Shelma Syakira, Guru bahasa Inggris (SMP)
  6. Beni Aminullah, guru TIK (SMA)

Kegiatan presentasi itu, dimoderatori oleh pak ukim Komarudin (kepala sekolah SMP Labschool Kebayoran), dan pak Fakhrudin (kepala SMA Labschool Jakarta).

Presentasi keenam guru itu sangat menarik, dan saya berusaha untuk mendapatkan file presentasi mereka. Bagi anda yang tertarik, dapat memberikan email kepada saya di wijayalabs@gmail.com. Saya akan memberikan copy file mereka yang telah berhasil mengimplementasikan metode metaphorming dalam pembelajaran di sekolah.

Acara pelatihan metode metaphorming lebih mantap lagi ketika disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Conny R. Semiawan. Beliau menyampaiakan materi Rasional, dan Evaluasi Implementasi Metaphorming di Labschool. Materi ini dimoderatori oleh ibu Ulya Latifah (kepala SMA Labschool Jakarta).
13005723891728176015
Akhirnya, pelatihan metode metaphorming membuat saya semakin percaya bahwa pembelajaran akan menjadi semakin hidup, dan bermakna. Sungguh luar biasa bila para guru mampu menerapkannya. Mari belajar dari para guru-guru di Labschool Jakarta yang telah berhasil menerapkannya.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Sabtu, 12 Maret 2011

Kisah Nyata: Tukang Becak Jadi Kaya Karena Internet

12997610491105654752
Ilustrasi/Admin (Kompasiana)


Saya termehek-mehek juga mendengarkan cerita mas donny BU bahwa ada tukang becak yang menjadi kayak karena menggunakan internet secara sehat. Tukang becak itu mempromosikan dirinya dalam bahasa Inggris di facebook dan twitter, dan juga tempat-tempat bagus di Yogyakarta. Alhasil, banyak turis yang memesan becaknya untuk berkeliling menikmati indahnya kota Yogyakarta. Dari penghasilannya itu, beliau bisa membeli rumah, dan memenuhi kebutuhannya. Saya pun terkagum-kagum setelah melihat sendiri videonya. Banyak turis yang membayar jasa becaknya dengan dollar.

Cerita tukang becak sukses yang menggunakan internet itu saya peroleh ketika mas dony Bu, aktivis internet sehat memberikan ceramah tentang pentingnya internet sehat di kalangan pelajar untuk siswa kelas 7 smp labschool jakarta pagi ini, Kamis 10 Maret 2011.

Kegiatan presentasi internet sehat ini dilaksanakan di ruang auditorium Labschool lantai 3, dan diikuti oleh sekitar 250 orang siswa, dana beberap orang guru yang merupakan wali kelas 7.

Pada awal presentasinya, mas doony bertanya kepada siswa, siapa yang menggunakan internet setiap hari? Lalu hampir semua siswa mengangkat tangan. Rata-rata anak-anak di smp labschool jakarta telah menggunakan internet setiap harinya.

Mas dony pun langsung mendemokan bagaimana mudahnya membuat tulisan, dan memasukkan gambar ke internet. Beliau juga mendemokan bagaimana mudahnya orang sekarang mempostingkan teks, gambar, dan video ke internet. Contohnya adalah video keong racun, dan marshanda.

Hanya saja, kemudahan itu seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, oleh karenanya mas donny mengingatkan agar anak-anak tidak menyalahgunakan kemudahan internet, dan berpikir sebelum memposting. Gunakan internet yang berdampak positif, dan untuk menunjang kegiatan di sekolah.

Dalam presentasi itu, mas donny juga meminta kepada anak-anak memperlihatkan Kartu pelajarnya. Lalu mas dony bertanya kepada mereka, maukah data di dalam kartu pelajarnya tersebar kemana-mana? Mayoritas anak-anak mengatakan tidak. Sebab banyak data yang diobral di internet lalu dijahili oleh orang-orang yang kurang bertanggungjawab.

Banyak tips, dan contoh pemanfatan internet sehat yang beliau sampaikan, bila anda ingin tahu apa yang telah disampaikan mas donny, anda dapat meminta file presentasi beliau kepada saya di wijayalabs@gmail.com

Salam Blogger Persahabatan

http://wijayalabs.com


Jumat, 11 Maret 2011

Sekolah RSBI Versus Sekolah Laskar Pelangi



1299792675897133648
Mari kembali ke sekolah Laskar pelangi


Setelah menghadiri simposium RSBI yang diadakan British Council di Hotel Atlet Century Senayan selama 2 hari, 9-10 Maret 2011 saya berkesimpulan bahwa pelaksanaan RSBI di setiap sekolah yang ada di Indonesia sebaiknya dihentikan. Hal ini bukanlah berdasarkan asumsi semata, tetapi fakta di lapangan terlihat dengan kasat mata bahwa mutu guru kita belum siap untuk menghadapi perubahan pembelajaran di era masyarakat berpengetahuan.


Para peneliti silahkan melakukan penelitian yang mendalam, dan saya yakin bahwa sekolah RSBI tak membuat peserta didik menjadi hebat ketika kebijakan yang dikeluarkan kurang menggema di tingkat implementasi. Kita pun harus segera kembali kepada sekolah laskar pelangi yang memiliki fasilitas apa adanya tetapi memiliki guru-guru yang luar biasa. Guru-guru kreatif yang pantang mengeluh sehingga mampu menginspirasi para peserta didiknya untuk bersaing di era global. Era dimana batas negara seolah tiada lagi. Internet telah menyatukan semua orang di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi, dan berbagi.


Dari paparan presentasi para kepala sekolah RSBI nampak jelas bahwa fasilitas jauh lebih diutamakan ketimbang mutu guru. Walaupun dilaporkan pula tentang pelatihan kompetensi guru, namun prosentasenya amatlah kecil bila dibandingkan dengan peningkatan sarana prasarana. Guru hanya menjadi pelengkap penderita atau prajurit yang siap mati menjalankan kebijakan pemerintah yang ternyata salah konsep. RSBI pun digugat oleh berbagai pihak. Termasuk oleh organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang dengan lantang menyuarakannya.


Sekolah-sekolah RSBI berusaha untuk mendapatkan sertifikat ISO, yang pada akhirnya membuat peserta didik"RAISO". Bahkan kita masih menemui ada siswa yang tidak lulus di sekolah RSBI. Kedisiplinan, dan kebersihan sekolah RSBI pun belum sepenuhnya mengikuti aturan-aturan ISO yang benar, sehingga sertifikat ISO didapat, tetapi kenyataannya tak sama dengan apa yang dilihat. Silahkan para peneliti dari kemendiknas melihat sendiri, dan meneliti di seluruh sekolah RSBI di Indonesia. Jangan lupa menggandeng LSM yang independent sepertibritish council agar penelitian menjadi berimbang.


Saya bukan orang "pintar". Saya hanya guru yang berbadan besar dan sedang "gusar". Adanya RSBI tak membuat dunia pendidikan kita menjadi lebih baik. Para orang pintar itu hanya bisa membuat konsep, tapi tak mampu mengamati di tingkat proses, dan kurang melakukan evaluasi dengan benar. Data-data lengkap telah disampaikan oleh ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Satria Darma tentang 10 kelemahan RSBI. Fakta-fakta di lapangan pun telah dijelaskan panjang lebar kepada komisi X DPR. Kita pun telah membaca dengan jelas apa yang dipetisikan oleh IGI di koran kompas, dan berbagai media lainnya. Klik.


1299793440986618598Wahai para pejabat negeri. Kenapa kita tak belajar kepada sekolah laskar pelangi. Kita lihat perjuangan ibu Muslimah yang begitu besar menyemangati anak didiknya. Kita mungkin masih ingat pesan pak Harfan dalam film laskar pelangi. "Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya".


Banyak sekali pesan moral, dan semngat hidup pantang menyerah yang kita saksikan dari kisah laskar pelangi. Laskar pelangi bukan hanya menginspirasi semua orang, tetapi laskar pelangi telah menunjukkan kepada kita bahwa fasilitas sekolah yang apa adanya atau biasa-biasa sajatelah mampu melahirkan peserta didik yang luar biasa. Kenapa itu bisa terjadi? Karena sekolah laskar pelangi ditangani oleh guru-guru yang ikhlas sepenuh hati mengikhlaskan dirinya untuk terus belajar sepanjang hayat. Berusaha keras untuk menjadi guru profesional, dan meninggalkan konvensional. Terus menerus belajar dan berusaha menjadi guru yang berkualitas.


Sekolah RSBI yang salah kaprah dalam pelaksanaannya lebih menitikberatkan kepada penyampaian materi ke dalam bahasa Inggris. Bahasa Internasional yang membuat mereka katanya lebih mudah bersosialisasi dalam masyarakat internasional. Namun, kenyataannya tak mudah menyampaikan materi pelajaran dalam bahasa Inggris, karena pengajaran bahasa Inggris sangat berbeda dengan pengajaran materi menggunakan bahasa Inggris.


Pengalaman saya pribadi mengajarkan TIK dengan menggunakan bahasa Inggris tidaklah mudah. Saya justru lebih mudah memberikan materi dengan bahasa Indonesia. Para peserta didikpun lebih mudah menangkap apa yang disampaikan. Terjadilah proses interaksi dalam pembelajaran. Terjalin komunikasi antara guru dengan peserta didiknya. Sayapun banyak belajar dari teman-teman guru lainnya dari seluruh dunia melalui website di http://www.epals.com/projects/info.aspx?divid=WeAreePals_main.


Dalam sekolah laskar pelangi. Guru-guru menyampaikan materinya dengan bahasa ibu atau bahasa daerah. Bahasa daerah yang lebih mudah dimengerti oleh murid-muridnya. Bahasa ibu dimatangkan dulu, baru kemudian beralih kepada bahasa nasional. Setelah bahasa nasional matang, barulah beralih kepada bahasa internasional. Kenyataan membuktikan, lulusan sekolah laskar pelangi telah menciptakan orang-orang hebat negeri ini. Anda bisa kembali membaca novel Tetralogi laskar pelangi, atau novel ranah 3 warna yang lagi ngetop sekarang ini. Banyak pembelajaran yang akan anda dapatkan dari kedua novel di atas.


Akhirnya, saya tak bisa menyampaikan tulisan-tulisan saya dalam bahasa yang ilmiah. Saya hanya mampu menulis secara alamiah. Sangat sederhana tetapi pesan itu sampai kepada pembaca. Saya bukanlah orang pintar, tetapi saya adalah guru yang gusar. Semoga bangsa ini menjadi besar.


Mari kita kembali ke sekolah laskar pelangi yang menciptakan lulusan anak negeri yang mampu menterjemahkan pesan sedrhana pak Harfan, hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.


salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com


Selasa, 01 Maret 2011

Bagaimana Menulis Tanpa ada Mood?

Omjay di Jepara
Omjay di Jepara

Banyak orang tidak menulis pada keadaan tidak mood menulis. Sebab mood dijadikan alasan untuk tidak menulis. Padahal pada kondisi tidak mood itulah kita akan merasakan betapa indahnya menulis. Kita menjadi semangat menulis apa yang kita bisa dan apa yang kita kuasai. Tanpa mood orang masih bisa menulis kalau tahu caranya. Hal itulah yang saya sampaikan pada guru-guru PAUD di Jepara beberapa waktu lalu.

Tak perlu harus begini dan begitu. harus mengikuti tata bahasa yang baku dan justru membuat kita kaku dalam menulis. Mengalir saja seperti air.

Menulis ya menulis, tak perlulah dianggap susah. Ada mood atau tidak ada mood ya menulis saja. Menulis tentang kegalauan hati bisa menjadi tulisan tersendiri. Menulis ketidakmampuan menulis bisa menjadi cerita tersendiri. ungkapkan saja. Jangan berbelit-belit yang akhirnya melilit pikiran kita menjadi sulit.

Dalam Alam bawah sadar kita harus tertanam bahwa menulis itu mudah. Menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Masalahnya kita selalu menjaga gengsi. Padahal dalam dunia kepenulisan tidak ada yang terbaik. Semua sama saja. Kalau pun ada cuma dua kata saja laku atau layu. Itu yang saya dapatkan setelah membaca tulisan kong ragile di lapaknya.

Bagi tulisan yang laku maka dia akan diburu, karena tulisannya menginspirasi orang banyak. Tetapi bagi mereka yang tulisannya layu ya tak diburu. hanya dibaca sepintas, dan itulah buah dari pikiran kita yang terlalu diililit oleh aneka macam peraturan tulis menulis. Peraturan menulis membuat kita tak bisa menulis.

Menulis itu seperti kita ngomong. lancar saja. Bahkan ada yang bilang kayak ngegosip. Ajak pembaca untuk berbicara kepada tulisan kita, dan pada akhirnya ada umpan balik yang kita dapatkan. Ada interaksi di kolom komentar.

Jadi, ketika tidak ada mood dalam menulis, tuliskan saja. Itu cara yang paling jitu. Sebab sesuatu yang sulit dalam menulis adalah MEMULAI. Ketika sudah memulai ya lancar saja. Buktinya saya tak mengalami hambatan apapun karena saya menuliskan ini rileks saja. Tak ada beban dalam diri. Bila menulis tak ada beban, maka pembacapun tak memiliki beban.

Bagaimana menulis tanpa mood? ya tuliskan saja yang kamu alami saat ini. Semoga moodnya bisa hilang, dan anda pun senang karena bisa menulis tanpa ada mood. Sebab mood bisa diciptakan setelah kamu memulia menulis.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http;//wijayalabs.com

Minggu, 20 Februari 2011

Belajar Mengajar Calon Penulis Andal

Trianto Thomas SPd

Guru SMPK Santa Maria II Malang
triantothomas.gmail.com

Budaya menulis masih menjadi sesuatu yang kurang familiar bagi siswa. Menyikapi fenomena tersebut, sebagai guru, orang tua, dan pengambil kebijakan sekolah berjuang membudayakan proses kreatif menulis. Dengan pendekatan dan pandangan yang konstruktif dunia menulis akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilakukan oleh pemilik masa depan negeri ini.

Realitas yang ada adalah kegiatan menulis masih menjadi kegiatan yang kurang diminati, baik itu siswa maupun lingkunga kita. Semua sadar, menulis adalah proses yang kompleks, rumit dan berulang-ulang, bukan proses yang bersifat linier. Proses menulis adalah proses berpikir yang berlangsung selama kegiatan menulis (Crowhurst, 1988:7) Sebagai tindak lanjut, apa yang mesti dilakukan?

Guru sebagai motivator adalah orang yang selalu menfasilitasi kegiatan menulis siswa, harus memiliki visi jelas. Arah tujuan yang akan didapat tentunya sesuai dengan kurikulum yang sudah ditata sesuai kondisi budaya belajar di sekolah. Penulis yakin tak ada seorang guru yang tak menginginkan siswanya memiliki kesempatan dan keterampilan lebih. Jadi peran guru dari pelbagai disiplin ilmu harus memberi kesempatan agar keterampilan menulis mulai dibudayakan.

Menyadari peranan penting itu, penulis meyakini guru masih menjadi orang yang patut dijadikan teladan, kalau toh masih ada guru yang belum terbiasa menulis atau memiliki budaya menulis, semata-mata karena faktor lingkungan. Buktinya jika di lingkungan guru kebiasaan menulis menjadi target pembiasaan yang sudah dicanangkan, sekolah pastilah tak akan ada satu guru pun yang akan menghindari pembiasaan tersebut. Mungkin yang menjadi faktor penghambat adalah waktu yang kurang/tak memungkinkan guru melakukan refleksi dan proses kreatif karena terlalu banyaknya tugas dan kegiatan. Belum lagi jika kita menoleh tanggung jawab sosial guru dalam keluarga dan masyarakat.

Semua itu dapat disiasati dengan kebijakan dan pemikiran lebih arif. Pendek kata mari mencoba memfasilitasi kegiatan menulis siswa sehubungan dengan mata pelajaran yang kita ampu ini. Menyadari keterampilan menulis siswa usia remaja harus dijadikan pembiasaan, kiranya peranan orangtua pun cukup penting. Janganlah sebagai orang tua memiliki pemikiran sempit terhadap definisi belajar bagi anak. Dukung anak jika mereka mencoba untuk menulis puisi, cerita pendek, novel, ataupun karya ilmiah. Kadang ada orangtua yang menganggap kegiatan itu kurang penting! Dengan menulis, anak akan memiliki pola pikir sistematis dalam menyampaikan gagasan dan imajinasi logisnya, dengan demikian otak melakukan aktivitas mereproduksi apa yang menjadi pikirannya.

Orangtua diharap memberi dukungan baik materi (perangkat keras kegiatan menulis) maupun dorongan moral (dialog/interaksi). Memberi waktu /dukungan dengan pembimbingan secara langsung. Misalnya, dengan duduk bersama untuk melatih cara menyampaikan pikiran/gagasan dalam bentuk tulisan, mengarahkan anak untuk mencoba mengirimkan tulisan ke media yang memungkinkan hasil tulisan tersebut dipublikasikan.

Siswa harus menemukan rasa percaya dengan menanyakan pada diri sendiri jika Ayu Utami atau Dyan Nuranindya bisa menulis mengapa aku tidak? Pertanyaan itu silakan terus dikumandangkan dalam proses belajar. Dengan memiliki rasa percaya diri yang besar merupakan modal mengawali belajar menulis kian bergairah. Siswa harus mengikuti perkembangan sepak terjang penulis muda. Misalnya peserta lomba karya ilmiah, penulis teenlit, dan hasil-hasil tulisan baik dari internet, televisi, surat kabar, maupun koran. Selalu mau dan berusaha melihat karya orang lain karena dengan demikian pikiran akan mendapat informasi terbaru. Ingat tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki kesegaran.

Siswa harus bermental baja, tak takut gagal jika tulisannya dikirim dan masih belum mendapat kesempatan dimuat karena berbagai pertimbangan. Lakukan evaluasi dengan menenangkan diri, catatlah ide-ide yang bisa menjadi sumber inspirasi tulisan. Totalitas berpikir dan cita-cita yang jelas akan memotivasi diri. Anak akan memiliki mental yang kuat jika mengalami kegagalan, terus maju jika mendapatkan tantangan, dengan demikian kekuatan yang dibangun untuk lebih memotivasi diri akan mendongkrak jiwa ini dalam memosisikan diri sebagai calon penulis andal

http://www.surya.co.id/pendapat/untukmu-guru/belajar-mengajar-calon-penulis-andal-2.html.

Minggu, 06 Februari 2011


12967428231468071066
Berbagi Ilmu PTK di sekolah Guru Ekselensia Indonesia dan Berfoto Bersama usai Pelatihan PTK

Kamis, 3 February 2011 saya diundang untuk menjadi nara sumber materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di sekolah guru ekselensia Indonesia (SGEI) yang berada di Jl. Raya Parung Bogor. Kehadiran saya di sana untuk memenuhi undangan ibu Evi Afifah Hurriyati, yang menjadi kepala sekolah di SGEI.

Senang sekali bisa bertemu, dan berbagi ilmu PTK dengan teman-teman calon guru di SGEI. Mereka masih muda-muda sekali, dan memiliki semangat tinggi untuk mengabdikan diri sebagai seorang guru. Ada 30 orang sarjana dari disiplin ilmu yang berbeda dengan latar belakang perguruan tinggi yang berbeda pula. Mereka diberi berbagai pelatihan kependidikan di tempat ini. Mereka dilatih untuk menjadi guru yang membawa semangat perubahan. Perubahan yang membawa amanah bahwa citra guru harus terjaga dan terpelihara dengan baik.



1296743684665233342
Gedung Sekolah Guru Ekselensia Indonesia

Terus terang ketika sampai di tempat ini, saya langsung kagum sekali. Tempatnya asri, dan pemandangannya pun indah. Ingin rasanya berlama-lama di tempat yang membahagiakan ini, namun sayangnya dalam setiap kali pertemuan pasti ada perpisahan. Saya hanya bisa memberikan kuliah dan pelatihan PTK sampai pukul 15.30 WIB saja. Bagi saya mengajar adalah ibadah.



12967442881143472502
Omjay dan Peserta Pelatihan PTK

Ketika sampai di tempat sekolah guru Ekselensia Indonesia ini, saya menemukan wajak-wajah baru yang belum saya kenal. Masih muda-muda dan lulusan terbaik pula dari perguruan tingginya masing-masing. Mereka datang dari berbagai tanah air di Indonesia. Mereka siap menjadi guru, dan ditempatkan di mana saja yang menjadi mitra SGEI. Pokoknya mereka siap ditempatkan di seluruh pelosok nusantara yang membutuhkan tenaga guru.

Dari teman-teman baru ini saya banyak belajar. Betapa semangatnya mereka dalam membawa perubahan untuk mengajak saya kembali "terlahir" kembali menjadi guru. Rasanya bangga bertemu dengan para calon guru yang luar biasa. Bahkan mereka telah membuat buku keroyokan yang berjudul RENAISSANCE, terlahir kembali menjadi guru. Buku itu saya dapatkan dari pak Amru, seorang trainer pendidikan di SGEI ini.



12967447952089615756
Berdiskudi dalam kelompok untuk Merancang Proposal PTK

Dibantu oleh 3 orang guru senior, saya meminta mereka untuk berdiskusi dan merancang proposal PTK-nya. Mereka saya minta untuk saling berkolaborasi dan merasakan nikmatnya menyusun proposal PTK. Dari proposal PTK inilah mereka nantinya akan terjun ke kelas dan menelitinya secara langsung dalam proses pembelajaran.

Dari hasil diskusi mereka, saya temukan berbagai judul PTK yang menarik untuk diteliti, dan membuat saya percaya akan kemampuan mereka dalam melaksanakan PTK dan melaporkannya. Judul-judul PTK itu diantaranya:

  1. Praktik memainkan peran tokoh drama untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 MI Nurul Iman.
  2. Peningkatan daya ingat dalam pelajaran IPS Sejarah pada siswa kelas 5 SDN Plus Pelita Insani dengan Teknik Sosio Drama.
  3. Upaya meningkatkan pemahaman sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia melalui metode sosiodrama pada kelas V SD Nusa Bakti Depok.




12967456561472960892
Praktek Menyusun Sistematika PTK

Dalam pelatihan PTK ini, kami juga berlatih menyusun sistematika PTK yang saya buat dalam potongan puzzle sehingga mereka mampu menyusunnya sendiri sesuai dengan sistematika PTK yang benar. Setelah mereka mampu menyusunnya, maka mereka saya minta untuk menuliskannya di kertas folio bergaris yang sudah saya siapkan. Pelatihanpun menjadi menyenangka karena semuanya terlibat aktif.



1296746371672831537
Mereka menari dan Bernyanyi

Sebelum memulai pelatihan PTK, saya melihat mereka menyanyi dan menari di pagi hari. Sungguh bahagia sekali. Saya pun bahagia bisa berbagi ilmu PTK di sekolah guru yang sangat luar biasa ini. Semoga dapat diundang lagi.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Selasa, 25 Januari 2011

Menulis adalah Sebuah Kebutuhan


Banyak kawan guru yang bertanya kepada saya bagaimana untuk bisa konsisten menulis. Sebab banyak di antara kawan-kawan guru yang awalnya komitmen, satu persatu gugur secara teratur atau bisa dikatakan mundur. Mereka kalah dengan dirinya sendiri dikarenakan mereka sendiri telah melanggar komitmen yang telah dibuatnya. Janji telah diucapkan, tetapi apa daya kemampuan, dan kemauan kuat terlepas dari badan. Jadilah dia orang yang inkonsistensi. Mulai tak bisa mempertahankan apa yang dia janjikan. Janji tinggallah janji. Kau yang memulai, dan kau pula yang mengingkarinya dengan berbagai alasan. Alasan yang sebenarnya itu tak perlu terjadi bila mereka konsisten dengan apa yang telah mereka ucapkan.

Banyak kawan-kawan guru yang saat ini tak mampu menulis. Sebab masih ada penyakit dalam dirinya yang harus diobati. Untuk mengobati penyakit menulis kawan-kawan guru yang seperti di atas, tentu bukan perkara mudah. Sebab menaklukan ribuan orang belum tentu dikatakan sebagai pemenang, tapi mampu menaklukan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang. Tak semua orang bisa menaklukkan dirinya sendiri. Apalagi untuk menghilangkan penyakit malas menulis. Perlu kesadaran diri untuk memulainya. Sebab sesuatu yang sulit dari menulis adalah memulai.

Bagi orang yang tak terbiasa melakukannya, menulis adalah kegiatan yang paling sulit. Apalagi bagi orang yang belum pernah melakukannya. Pasti ia lebih suka mendengarkan musik favoritnya, ketimbang menulis.

Bagi orang yang bermimpi menjadi penulis, menulis adalah kegiatan yang harus terus dilakukan. Meskipun kadang malas melakukannya, seorang pemimpi, segera sadar untuk melawan kemalasannya. Jikalau ia bingung mau menulis apa, buntu, mentok, ia segera merefresh energinya agar bisa kembali pulih untuk menulis lagi.

Tetapi tahukah anda apa rahasia para penulis yang konsisten dengan profesinya. Apakah rahasia para penulis terkenal?

Rahasianya adalah membaca. Saat mereka bermimpi menulis novel best seller misalnya, mereka segera membaca novel-novel yang menjadi best seller. Ketika mereka ingin bukunya menjadi buku yang banyak dipuji orang, mereka membaca buku-buku yang banyak dipuji orang. Ketika mereka ingin menulis buku yang pantas diterjemahkan ke beberapa bahasa asing, iapun membaca buku-buku semacam itu.

Itulah sedikit rahasia mereka. Sebagai penulis, mereka membutuhkan makanan. Layaknya perut kita yang butuh makan setiap hari. Pikiran dan jiwa para penulis itupun butuh makanan. Dan makanan yang paling bergizi buat mereka adalah beragam literatur yang akan menambah wawasan dan energi mereka untuk selalu menulis.�

Harus ada komitmen dalam diri sendiri untuk mulai menulis, dan terus menerus menulis. Jangan biarkan dirimu terlena oleh ketakutan yang tak beralasan. Keberaniaan harus dibangun, dan jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Bila anda menganggap menulis itu sebuah kebutuhan. Sama halnya anda menganggap makan, atau minum adalah kebutuhan, maka anda akan berupaya untuk menggapainya. Sebab anda akan merasalan lapar, karena tidak menulis hari ini.

Cobalah anda rasakan bagaimana rasanya bila perutmu lapar. Tentu anda akan merasa tidak tenang, dan akan berusaha sekuat tenaga mencari makan dan minuman, karena itu adalah sebuah kebutuhan. Manusia bisa mati bila tak makan dan minum.

Ketika kita menyadari menulis itu adalah sebuah kebutuhan, maka jiwa dan raga kita pun akan dengan sendirinya bergerak untuk membuat sebuah tullisan yang bermakna, dan membuat orang tertarik untuk membacanya.

Bila menulis anda niatkan untuk ibadah, maka menulispun terasa indah. Menulis bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah merasuk kedalam jiwa, dan menghipnotis raga untuk melakukan sebuah proses yang bernama menulis. Ketika jiwa dan ragamu telah menyatu, maka akan dihasilkan tulisan yang bermutu. Tentu anda harus banyak membaca terlebih dahulu agar tulisan anda itu bermutu.

Saya bukanlah seorang penulis terkenal. Bukan pula seorang artis atau jenderal berbintang. Saya hanya seorang guru yang merasakan benar bahwa menulis itu adalah sebuah kebutuhan. Sebuah kebutuhan yang saya perlukan untuk berbagi kepada siapa saja yang memerlukan informasi dari apa yang saya tuliskan. Oleh karenanya untuk apa saya menulis jelas terbaca dalam niatan saya yang tulus ikhlas dalam meramu kata-kata biasa menjadi luar biasa. Kata-kata yang menjadi kalimat motivasi agar kawan-kawan guru bisa menulis. Sayangnya, hanya sebagian kecil guru saja yang merasakan nikmatnya menulis dan menjadikannya sebuah kebutuhan.

Menulis akan menjadi sebuah kebutuhan manakala kawan guru telah melaksanakan proses itu setiap harinya. Apa yang anda lihat, apa yang anda dengar, apa yang anda rasakan, apa yang anda raba, apa yang anda cium, dan apa yang ada dalam alam pikiranmu menjadi sebuah bahan untuk meramu tulisanmu.

Ketika itu anda temukan, maka anda akan merasakan kepuasan batin yang tak dapat anda ganti dengan jenis uang manapun di dunia. Anda pun akan memiliki kebanggaan ketika tulisan yang dibuat bermanfaat untuk orang banyak.

Tulisanmu akan mengalir bagai air. Dari hulu hingga ke hilir. Terus mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah, dan di sanalah kawan guru akan mendapatkan berkah, karena meninggalkan faedah bagi orang yang gelisah.

Menulis dapat kamu lakukan kapan saja, dan dimana saja. Boleh dilakukan sebelum tidur atau setelah bangun tidur. Intinya adalah kamu mampu menulis setiap hari. Bila setiap hari kamu mampu menulis selembar, maka dalam sebualan akan ada 30 tulisan. Bila kamu komitemen dengan satu tema, maka tulisanmu itu akan terajut menjadi sebuah buku.

Ketika menulis telah menjadi sebuah kebutuhan, maka membacapun akan menjadi sebuah kebutuhan pula. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Tak ada seorang penulispun di dunia ini yang bagus kualitas tulisannya tanpa melalui proses membaca.


Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com