Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Selasa, 07 Juli 2026

Resensi Film Pursuit of Jade

Peringatan: spoiler besar untuk ending Pursuit of Jade (逐玉) di bawah ini.

Serial diadaptasi dari novel Zhu Yu (逐玉) karya Tuan Zi Lai Xi. Secara umum, adaptasi dramanya cukup setia, tetapi bagian akhir dibuat lebih ringkas dan lebih puitis dibanding novel.

Penjelasan ending film/serialnya:

  • Setelah melalui perang panjang, Xie Zheng akhirnya berhasil membongkar dalang sebenarnya di balik pembantaian keluarganya yang terjadi 17 tahun sebelumnya. Konspirasi politik yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap dan para pelaku menerima hukuman.

  • Fan Changyu, yang awalnya hanyalah putri seorang tukang jagal, tumbuh menjadi seorang jenderal yang disegani. Ia tidak hanya menjadi pendamping Xie Zheng, tetapi juga sosok yang ikut menentukan arah masa depan negeri.

  • Xie Zheng menolak dikuasai ambisi politik. Setelah semua dendam terselesaikan, ia memilih mengutamakan kehidupan damai bersama Fan Changyu daripada terus berada di pusat perebutan kekuasaan. Dalam novel, ia kemudian menjadi tokoh penting yang membantu pemerintahan sebagai wali atau penasihat sebelum akhirnya hidup lebih tenang bersama Changyu.

Perbedaan dengan novel

Inilah yang membuat banyak pembaca novel merasa dramanya kurang memberikan penutup yang memuaskan.

Di novel:

  • Xie Zheng dan Fan Changyu menikah secara resmi dengan seluruh prosesi adat, bukan sekadar tersirat.
  • Ada bab-bab tambahan yang memperlihatkan kehidupan rumah tangga mereka setelah perang, hubungan mereka yang semakin romantis, serta nasib tokoh-tokoh pendukung.
  • Bahkan terdapat ending alternatif ("what if") yang membayangkan bagaimana kehidupan mereka jika tragedi 17 tahun sebelumnya tidak pernah terjadi.

Makna adegan terakhir

Adegan terakhir dengan pohon harapan dan pita melambangkan bahwa:

  • dendam telah berakhir,
  • mereka akhirnya bebas menentukan masa depan sendiri,
  • cinta mereka berhasil bertahan melewati perang, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan.

Ending drama sengaja dibuat simbolis dan terbuka, sedangkan novel memberikan penutup yang jauh lebih lengkap, bahagia, dan penuh momen romantis sehingga banyak penggemar menganggap ending novel lebih memuaskan daripada ending dramanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.