Hari Ini Kami PJJ Lagi, Kisah Omjay Mengajar dari Rumah
Hari ini, Selasa, 18 Agustus 2026, suasana belajar di SMP Labschool Jakarta kembali terasa berbeda. Setelah kemarin kami bersama-sama mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan pelantikan organisasi siswa serta kegiatan lari lintas juang bersama guru, hari ini kegiatan belajar mengajar dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ.
Bagi Omjay, PJJ bukan lagi sesuatu yang asing. Dunia pembelajaran daring sudah pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan beberapa tahun terakhir. Namun, setiap kali PJJ kembali dilaksanakan, selalu ada pengalaman baru yang bisa diceritakan. Kali ini, PJJ terasa seperti sebuah jeda setelah rangkaian kegiatan kemerdekaan yang cukup padat.
Dalam surat pemberitahuan sekolah, dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran tanggal 18 Agustus 2026 dilaksanakan secara PJJ melalui Zoom. Kebijakan ini berkaitan dengan rangkaian kegiatan 17 Agustus yang melibatkan siswa dan guru.
Pagi-pagi Omjay kembali menyiapkan perangkat untuk mengajar. Laptop harus siap, koneksi internet harus aman, dan aplikasi Zoom harus dapat digunakan dengan baik. Bagi guru, PJJ memang terlihat sederhana karena cukup duduk di depan laptop. Namun, sebenarnya ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar pembelajaran tetap berjalan efektif.
Anak-anak pun mempunyai tanggung jawab yang sama. Mereka harus masuk Zoom menggunakan nama sesuai ketentuan sekolah, menunggu di waiting room sebagai bagian dari presensi, kemudian masuk ke ruang utama setelah diizinkan oleh host. Bahkan, kamera diharapkan tetap aktif selama pembelajaran, kecuali guru memberikan izin untuk mematikannya.
Omjay selalu merasa bahwa teknologi hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana guru dan siswa menggunakan teknologi tersebut untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Jangan sampai PJJ hanya berubah menjadi kegiatan menatap layar selama berjam-jam tanpa interaksi.
Karena itu, ketika pembelajaran dimulai, siswa tetap diajak untuk mengikuti kegiatan dengan tertib. Setiap pagi ada ibadah bersama, kemudian briefing pagi, dan setelah itu siswa masuk ke kelas masing-masing melalui breakout room yang telah ditentukan.
Di sinilah tantangan guru muncul. Mengajar secara daring membutuhkan energi yang berbeda. Guru harus lebih sering menyapa, bertanya, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab, dan memastikan mereka benar-benar mengikuti pembelajaran. Suara guru tidak boleh terlalu monoton. Interaksi harus dibuat hidup agar anak-anak tidak cepat bosan.
Omjay pun kembali mengingat satu hal penting: belajar tidak mengenal tempat. Di kelas bisa belajar. Di rumah juga bisa belajar. Di perjalanan pun seseorang bisa mendapatkan pelajaran. Bahkan dari pengalaman mengikuti upacara, pelantikan organisasi siswa, dan lari lintas juang kemarin, banyak nilai pendidikan yang dapat dipetik.
PJJ hari ini juga mengajarkan bahwa kemerdekaan dalam belajar bukan berarti bebas melakukan apa saja. Ada aturan yang harus ditaati. Mikrofon harus dimatikan ketika guru menjelaskan dan dinyalakan ketika siswa diminta berbicara. Siswa juga diharapkan tidak mengganggu pembelajaran dengan chat yang tidak sesuai topik, membuat suara bising, atau mengganti nama dan virtual background sembarangan.
Namun, aturan bukan berarti membuat pembelajaran menjadi kaku. Justru dengan aturan yang jelas, kegiatan belajar bisa berlangsung lebih nyaman. Siswa tetap diberi ruang untuk bertanya, menjawab, dan berpartisipasi aktif. Mereka juga diminta mencatat materi penting dan mengumpulkan tugas melalui platform yang ditentukan guru.
Omjay menikmati kembali pengalaman PJJ ini. Ada rasa rindu juga kepada suasana kelas secara langsung. Rindu melihat ekspresi siswa ketika memahami sebuah materi. Rindu mendengar celotehan mereka. Rindu melihat tangan-tangan yang terangkat ketika ingin bertanya.
Tetapi PJJ memberikan pengalaman berbeda. Guru dipaksa menjadi lebih kreatif. Siswa dilatih menjadi lebih mandiri. Orang tua pun mempunyai peran untuk mendukung suasana belajar dari rumah agar tetap kondusif.
Setelah pembelajaran selesai, proses belajar sebenarnya belum berakhir. Siswa masih perlu mengisi evaluasi atau mengerjakan tugas apabila diberikan, merapikan catatan, mengulang kembali materi secara mandiri, dan menghubungi guru jika masih ada materi yang belum dipahami.
Bagi Omjay, hari ini bukan sekadar “PJJ lagi.” Hari ini adalah kesempatan untuk kembali membuktikan bahwa guru tetap bisa mengajar dengan hati meskipun tidak berada di ruang kelas yang sama dengan siswanya.
Kemerdekaan yang kita rayakan kemarin mengingatkan Omjay bahwa pendidikan juga harus terus bergerak. Teknologi boleh berubah. Platform belajar boleh berganti. Cara mengajar boleh berkembang. Tetapi satu hal jangan sampai hilang: semangat guru untuk mendidik dan semangat siswa untuk belajar.
Hari ini kami PJJ lagi. Laptop kembali menyala. Zoom kembali dibuka. Anak-anak kembali hadir dari rumah masing-masing. Jarak memang memisahkan ruang belajar, tetapi tidak boleh memisahkan semangat untuk belajar.
Inilah kisah Omjay hari ini. Dari depan layar, kami kembali belajar bersama. Sebab bagi seorang guru, kelas bukan hanya sebuah ruangan. Kelas adalah tempat di mana ilmu, pengalaman, dan hati bertemu untuk menumbuhkan masa depan.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Salam sehat omjay
BalasHapus