Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 14 Oktober 2026

modul dan materi kbmn pgri gelombang 35 pertemuan ke-15

### MODUL AJAR KBMN PGRI GELOMBANG 35

### Pertemuan ke-15: Setengah Perjalanan, Apa yang Saya Rasakan?

![Teacher Work-Life Balance: Evidence-Based Strategies](https://images.openai.com/static-rsc-4/_IXLuOEZEGERTCDNEKuVNegB0PpqpMnhpeaF7y_C89I76bnvFiqgO3UDR1ANyufgFvRGr-3sqZ3MtzcO0t-ypIF0E5nry9_n49vbsuc2AqicL3uMnYkh9X-0SG9JQiD1q_xmr55_VIaTV08pKetXKuDPdG8e8UVkCTnELFspJAaKlbSCKlYD7zB11MDV0YtF?purpose=fullsize)

Menengok perjalanan, mensyukuri proses, dan menuliskan perasaan dengan hati.

Bersama Omjay, Guru Blogger Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam literasi! Salam blogger Indonesia!

Selamat datang, Bapak dan Ibu Guru hebat, peserta KBMN PGRI Gelombang 35. Kita kembali belajar bersama untuk merawat semangat menulis, berbagi pengalaman, dan mengabadikan kisah kehidupan melalui tulisan.

Pada pertemuan ke-15 ini, kita akan berhenti sejenak untuk melihat perjalanan yang sudah kita lalui. Kita telah belajar menulis berbagai pengalaman, mengenang sosok inspiratif, mengambil pelajaran dari kehidupan, dan mencoba menuangkan isi hati menjadi sebuah tulisan.

Sekarang, mari kita bertanya kepada diri sendiri:

“Setelah menjalani setengah perjalanan belajar menulis, apa yang sebenarnya saya rasakan?”

Apakah kita merasa bahagia? Lelah? Bangga? Bingung? Mulai percaya diri? Atau justru merasa belum mengalami kemajuan?

Apa pun jawabannya, semuanya layak dituliskan.

### A. Identitas Modul

Program

Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35

Pertemuan

Ke-15 — Setengah Perjalanan: Apa yang Saya Rasakan?

Fokus pembelajaran

Refleksi diri, menulis pengalaman, mengungkapkan perasaan, dan membangun komitmen untuk terus menulis.

Produk akhir

Artikel refleksi berjudul “Setengah Perjalanan, Apa yang Saya Rasakan?” yang dipublikasikan di blog pribadi peserta.

### B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu:

* Mengenali perkembangan kemampuan menulis sejak mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35.

* Mengidentifikasi perasaan, tantangan, dan pengalaman selama mengikuti kegiatan.

* Menemukan pelajaran berharga dari proses belajar menulis.

* Menyusun artikel refleksi yang jujur, runtut, menarik, dan menyentuh hati.

* Menetapkan komitmen untuk menyelesaikan perjalanan belajar menulis hingga akhir program.

### C. Materi Inti: Setengah Perjalanan, Saatnya Bercermin

### 1\. Mengapa kita perlu berhenti sejenak?

Dalam sebuah perjalanan panjang, seseorang tidak selalu harus berlari. Ada saatnya kita berhenti, menarik napas, melihat ke belakang, lalu menentukan langkah berikutnya.

Begitu pula dengan perjalanan menulis.

Ketika pertama kali mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35, mungkin ada peserta yang merasa tidak percaya diri. Ada yang bingung menentukan judul. Ada yang kesulitan menyusun paragraf. Ada pula yang sudah terbiasa menulis, tetapi masih ingin memperbaiki kualitas tulisannya.

Setelah mengikuti berbagai pertemuan, tentu ada pengalaman yang bisa kita renungkan.

Mungkin sekarang kita lebih berani menuangkan pikiran. Mungkin kita mulai terbiasa menulis setiap hari. Bisa jadi, kita masih sering menunda karena kesibukan mengajar, mengurus keluarga, atau menjalankan tugas lainnya.

Tidak masalah. Yang penting, kita menyadari keadaan diri sendiri.

Refleksi bukan kegiatan untuk menghakimi diri, melainkan kesempatan untuk memahami diri dan memperbaiki langkah.

### 2\. Lima pertanyaan untuk merenungkan perjalanan menulis

Pertanyaan 1: Dari mana saya memulai?

Ingatlah perasaan saat pertama kali mengikuti KBMN. Apakah Anda merasa antusias, takut, ragu, atau belum memiliki pengalaman menulis di blog?

Pertanyaan 2: Apa yang saya rasakan sekarang?

Apakah menulis mulai terasa menyenangkan? Apakah Anda semakin percaya diri? Ceritakan perasaan yang paling dominan dan penyebabnya.

Pertanyaan 3: Apa tantangan terbesar saya?

Mungkin sulit membagi waktu, mencari ide, memulai paragraf pertama, menyunting tulisan, atau menjaga konsistensi.

Pertanyaan 4: Apa perubahan yang sudah saya alami?

Apakah Anda mulai berani bercerita, lebih teratur menulis, memahami cara mengelola blog, atau lebih peka melihat pelajaran dari kehidupan?

Pertanyaan 5: Apa langkah saya selanjutnya?

Tentukan satu kebiasaan yang ingin dipertahankan dan satu hal yang ingin diperbaiki untuk menyelesaikan program ini.

### 3\. Belajar menerima perasaan sendiri

Dalam proses belajar, perasaan kita bisa berubah-ubah.

Ada hari ketika ide mengalir deras. Ada pula hari ketika kita duduk di depan layar komputer, tetapi tidak tahu harus menulis apa.

Kadang-kadang, kita merasa bangga setelah menyelesaikan sebuah artikel. Namun, ketika membaca kembali tulisan sendiri, kita menemukan banyak kekurangan.

Jangan buru-buru menyerah.

Tulisan pertama tidak harus sempurna. Tulisan berikutnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki tulisan sebelumnya.

Jangan pula membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan orang lain. Setiap peserta mempunyai kesibukan, pengalaman, dan kecepatan belajar yang berbeda.

Ukuran keberhasilan bukan semata-mata banyaknya artikel yang dipublikasikan. Keberhasilan juga terlihat ketika kita berani memulai, menyelesaikan tulisan, menerima masukan, dan mencoba lagi.

### 4\. Menulis dengan hati, bukan sekadar memenuhi tugas

Sebagai guru, kita memiliki banyak cerita. Ada pengalaman bersama murid, perjuangan menghadapi pekerjaan, pertemuan dengan sosok inspiratif, hingga peristiwa sederhana di rumah yang mengajarkan arti kesabaran.

Cerita tersebut bisa menjadi bahan tulisan yang bermakna.

Cobalah mengingat satu peristiwa ketika Anda hampir menyerah menulis, tetapi akhirnya berhasil menyelesaikan sebuah artikel.

Apa yang terjadi? Siapa yang membantu Anda? Apa yang Anda rasakan? Apa pelajaran yang diperoleh?

Jangan hanya menuliskan bahwa Anda merasa senang atau sedih. Jelaskan peristiwa yang membuat perasaan itu muncul.

Dengan begitu, pembaca tidak sekadar mengetahui perasaan Anda, tetapi juga dapat memahami perjalanan yang melatarbelakanginya.

### D. Contoh Artikel Refleksi Peserta

# Setengah Perjalanan, Saya Belajar Mengenal Diri Sendiri

Ketika pertama kali mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35, saya memiliki harapan untuk menjadi penulis yang lebih baik. Saya ingin belajar menyusun kata, merangkai pengalaman, dan membagikan cerita yang bermanfaat bagi orang lain.

Namun, perjalanan itu ternyata tidak selalu mudah.

Sebagai seorang guru, saya memiliki banyak kesibukan. Ada tugas mengajar, mempersiapkan pembelajaran, memeriksa pekerjaan murid, dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab lainnya. Tidak jarang saya merasa lelah ketika harus kembali duduk di depan komputer untuk menulis.

Pernah ada saatnya saya bingung menentukan judul. Saya sudah memiliki ide, tetapi sulit mengembangkannya menjadi sebuah artikel. Saya pun bertanya kepada diri sendiri, apakah saya mampu menyelesaikan perjalanan belajar ini?

Setelah melewati berbagai pertemuan, saya mulai memahami bahwa menulis bukan sekadar kemampuan menyusun kalimat. Menulis adalah keberanian untuk menyampaikan pikiran, kejujuran dalam menceritakan pengalaman, dan kesediaan untuk terus belajar.

Saya mulai menyadari bahwa pengalaman sederhana pun dapat menjadi tulisan yang bermakna. Percakapan dengan murid, nasihat seorang teman, atau peristiwa kecil di rumah bisa memberikan inspirasi jika kita mau merenungkannya.

Kini, ketika berada di tengah perjalanan, saya merasakan kebahagiaan sekaligus tantangan. Saya bahagia karena telah berani mencoba. Saya juga menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari.

Saya tidak ingin berhenti hanya karena tulisan saya belum sempurna. Saya ingin terus berlatih, membaca karya orang lain, menerima kritik, dan memperbaiki tulisan sedikit demi sedikit.

Setengah perjalanan ini mengajarkan saya bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dengan langkah besar. Terkadang, keberhasilan dimulai dari keputusan sederhana untuk tidak menyerah hari ini.

Saya ingin menyelesaikan perjalanan KBMN PGRI Gelombang 35 dengan membawa kebiasaan baik: membaca, menulis, dan berbagi.

Sebab, sebuah tulisan mungkin terlihat sederhana bagi penulisnya, tetapi bisa menjadi sumber inspirasi bagi seseorang yang membacanya.

**Saya belum menjadi penulis yang sempurna. Namun, saya ingin menjadi pembelajar yang tidak berhenti berusaha.**

Catatan: Contoh di atas merupakan model tulisan. Peserta sebaiknya mengganti pengalaman dan perasaannya dengan kisah nyata masing-masing agar tulisan terasa lebih autentik.

### E. Langkah-Langkah Pembelajaran

* Pembukaan dan motivasi — 10 menit

    * Fasilitator menyapa peserta.

    * Mengajak peserta mengingat pengalaman sejak pertemuan pertama.

    * Menyampaikan tujuan pertemuan ke-15.

* Refleksi perjalanan — 15 menit

    * Peserta mengingat pengalaman paling berkesan.

    * Peserta mencatat perasaan, tantangan, dan perubahan yang dialami.

    * Peserta menentukan pelajaran yang ingin dibagikan.

* Praktik menulis — 30 menit

    * Peserta menyusun artikel dengan judul yang ditentukan.

    * Peserta menggunakan pengalaman nyata sebagai bahan tulisan.

    * Peserta memeriksa kembali alur, ejaan, dan kejelasan pesan.

* Berbagi dan apresiasi — 15 menit

    * Peserta membagikan tautan tulisan di grup KBMN PGRI Gelombang 35.

    * Peserta membaca tulisan rekan dan memberikan komentar yang santun.

* Penutup dan komitmen — 10 menit

    * Peserta menyebutkan satu kemajuan dan satu tantangan.

    * Fasilitator menguatkan semangat menulis.

    * Peserta menetapkan target untuk perjalanan selanjutnya.

### F. Tugas Pertemuan ke-15

### Tantangan Menulis Refleksi Diri

KBMN PGRI Gelombang 35 bersama Omjay

Tema utama: “Setengah Perjalanan, Apa yang Saya Rasakan?”

Petunjuk pengerjaan:

* Tulislah artikel sepanjang 500–800 kata.

* Ceritakan pengalaman nyata sejak mengikuti KBMN PGRI Gelombang 35.

* Jelaskan perasaan Anda ketika memulai dan ketika mencapai tahap ini.

* Ceritakan satu tantangan yang pernah dihadapi serta cara mengatasinya.

* Tuliskan perubahan atau kemajuan yang paling Anda syukuri.

* Akhiri dengan komitmen untuk melanjutkan perjalanan menulis.

* Publikasikan artikel di blog pribadi.

* Bagikan tautan artikel ke grup KBMN PGRI Gelombang 35 sesuai arahan fasilitator.

Pilihan judul:

* Setengah Perjalanan, Saya Tidak Ingin Menyerah

* Dari Ragu Menjadi Berani Menulis

* Perjalanan Menulis yang Mengubah Diri Saya

* Di Tengah Perjalanan, Saya Belajar Bersyukur

* Catatan Kecil dari Seorang Pembelajar

* Belum Sempurna, tetapi Terus Berusaha

### Lembar refleksi sebelum menulis

Gunakan pertanyaan berikut untuk menemukan bahan tulisan Anda.

1. Bagaimana perasaan saya saat pertama mengikuti KBMN?

2. Apa pengalaman paling berkesan selama belajar?

3. Apa tantangan terbesar yang saya hadapi?

4. Apa kemajuan yang paling saya syukuri?

5. Apa komitmen saya untuk perjalanan selanjutnya?

 Salin jawaban refleksi

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, kembangkan setiap jawaban menjadi beberapa paragraf. Tambahkan detail peristiwa, dialog jika diperlukan, dan pelajaran yang diperoleh agar artikel Anda terasa hidup.

### G. Rubrik Penilaian Tugas

| Aspek penilaian                        | Bobot |
| -------------------------------------- | ----- |
| Kejujuran dan kedalaman refleksi       | 25    |
| Kesesuaian dengan tema                 | 20    |
| Keruntutan dan pengembangan cerita     | 20    |
| Penggunaan bahasa dan keterbacaan      | 15    |
| Pelajaran serta komitmen ke depan      | 10    |
| Publikasi di blog dan pembagian tautan | 10    |
| Total                                  | 100   |

Penilaian bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, melainkan untuk membantu peserta berkembang. Tulisan yang sederhana tetapi jujur dan kaya pengalaman dapat menjadi tulisan yang sangat bermakna.

### H. Pesan Motivasi Omjay

Bapak dan Ibu Guru peserta KBMN PGRI Gelombang 35 yang hebat,

Kita telah sampai pada sebuah titik penting dalam perjalanan belajar. Setengah perjalanan bukanlah garis akhir. Justru di sinilah kita perlu menguatkan langkah.

Jika hari ini Anda merasa sudah berkembang, bersyukurlah. Jika Anda merasa masih tertinggal, jangan berkecil hati. Jika Anda pernah tidak mengerjakan tugas, mulailah kembali. Kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama kita bersedia belajar.

Jangan biarkan rasa takut membuat kita berhenti menulis. Jangan pula menunggu waktu luang yang sempurna, karena kesibukan seorang guru seolah tidak pernah habis.

Sisihkan waktu, walaupun hanya sedikit. Tuliskan pengalaman yang masih tersimpan dalam ingatan. Ubah kegelisahan menjadi cerita, pengalaman menjadi pelajaran, dan tulisan menjadi warisan kebaikan.

Ingatlah, Bapak dan Ibu, kita tidak harus menjadi penulis terkenal untuk menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Kita hanya perlu menulis dengan jujur, belajar dengan tekun, dan membagikan kebaikan melalui kata-kata.

Teruslah menulis meskipun perlahan. Jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa melelahkan. Sebab, perjalanan seribu langkah selalu dimulai dari langkah pertama, lalu dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya.

Salam blogger Indonesia!

Omjay, Guru Blogger Indonesia

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

### I. Checklist sebelum mengumpulkan tugas

Persiapan pengumpulan

0/6

Saya sudah menulis artikel sesuai tema pertemuan ke-15.

Saya menggunakan pengalaman nyata dan perasaan pribadi.

Artikel saya memiliki pembukaan, isi, dan penutup.

Saya sudah membaca ulang dan memperbaiki tulisan.

Artikel sudah dipublikasikan di blog pribadi.

Tautan artikel sudah dibagikan ke grup KBMN PGRI Gelombang 35.

Penutup: Mari kita jadikan pertemuan ke-15 sebagai kesempatan untuk mengenali diri sendiri. Jangan hanya menghitung berapa banyak tugas yang telah diselesaikan. Hitung pula keberanian yang tumbuh, kebiasaan baik yang terbentuk, dan pengalaman yang kini mampu kita ceritakan.

Karena pada akhirnya, perjalanan belajar menulis bukan hanya tentang menghasilkan artikel. Perjalanan ini juga tentang menemukan suara diri sendiri dan memberi manfaat kepada sesama melalui tulisan.

12 komentar:

  1. Luar bias aomjay... Twknik menulisnya... Setwngah perjalanna perlu mwnoleh kebelakang tidka terasa dengan bebagai rintangan.. Telah 15 hari kita lalui.... Walaupun tertatih tatih sebagai pemula... Namun sangat menginspiraai sebuah proses yang sangat luar biasa...

    BalasHapus
  2. Mantaaapppp luar biasa om sangat menginspirasi

    BalasHapus
  3. Menginspirasi om jay ...insya Allah fokus juga dalam menulis ditengah kesibukan rutinitas kerja yang cukup padat pekan ini om jay

    BalasHapus
  4. Terimakasih om Jay motivasinya,, meskipun sibuk dan telat kerjakan tugas InsyaAllah tak pernah patah semangat, semua terinspirasi dari semua tulisan om Jay,, barokalloh 🤲🤲🙏🙏

    BalasHapus
  5. Terimakasih motivasinya Om Jay. Di sela kesibukan yang luar biasa, saya akan kembali mengumpulkan semangat saya untuk kembali menulis.

    BalasHapus
  6. Terima kasih motivasinya Om jay, saya siap belajar dan belajar dan belajar menulis, terima kasih

    BalasHapus
  7. https://www.kompasiana.com/wijayalabs/6acf4e2734777c56412fe5eb/15-hari-menuju-otn-8-di-jicc-senayan-jakarta

    Tinggal 14 hari lagi OTN 8 akan digelar di JICC senayan Jakarta bersama Pameran teknologi indocomtech

    Inspirasi Pagi:
    Kamis, 15 Oktober 2026

    *JANGAN MEREMEHKAN DOSA KECIL YANG TERUS DIULANG.*

    Kadang kita merasa sebuah kesalahan tidak terlalu berarti.

    - Sekali berbohong dianggap biasa.
    - Sedikit menggunjing dianggap wajar.
    - Menunda taubat dianggap masih ada waktu.

    Padahal, kebiasaan terbentuk dari sesuatu yang dilakukan berulang kali.

    Jangan menunggu hati terasa berat untuk kembali kepada Allah.

    Jika salah, segera bertaubat. Jika menyakiti orang lain, usahakan memperbaiki. Jika tergelincir lagi, jangan berhenti memohon ampun.

    *Bukan berarti kita tidak pernah salah, tetapi jangan sampai kita merasa nyaman dengan kesalahan.*

    Semoga Allah menjaga hati dan langkah kita

    Tetap Semangat
    -------------------
    Barakallah fiikum

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.