Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 25 Januari 2008

Gejala Stroke


MENGENALI GEJALA STROKE


Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh - dia meyakinkan semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya tersandung batu bata karena sepatu barunya (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).



Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu. Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit - (pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal).



Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini.
Hanya membutuhkan satu menit untuk membaca ini.
Seorang ahli syaraf mengatakan bahwa kalau dia bisa menolong seorang korban stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan tersebut, dia bisa membalikkan pengaruh stroke.... secara total!


Dia mengatakan bahwa triknya adalah mengenali dan mendiagnosa stroke dalam waktu 3 jam sejak serangan, yang sebenarnya merupakan hal yang sulit. MENGENALI STROKE
Puji syukur kepada yang Maha Pencipta atas indera yang dapat mengingat TIGA hal berikut. Baca dan pelajarilah! Kadang-kadang gejala stroke sulit dikenali. Sayangnya, kurangnya kewaspadaan dapat mendatangkan bencana. Korban stroke dapat menderita kerusakan otak sewaktu orang-orang yang ada disekitarnya pada saat kejadian, gagal mengenali gejala-gejala stroke.



Sekarang banyak dokter mengatakan bahwa orang di sekitar korban dapat mengenali gejala stroke dengan menanyakan tiga pertanyaan sederhana ini:
1. Minta orang tersebut untuk TERSENYUM.
2. Minta orang tersebut untuk MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA.
3. Minta orang tersebut untuk MENGUCAPKAN SEBUAH KALIMAT SEDERHANA
(yang masuk akal), contoh: "Hari ini cerah." Blablabla... .
Bila orang tersebut tidak bisa melakukan apa yang kita minta diatas atau salah satunya segera bawa ke rumah sakit terdekat untukmendapatkan pertolongan pertama selanjutnya.



Seorang dokter berkata kalau setiap orang yang mendapatkan tulisan ini mengirimkannya kembali kepada 10 orang, saya dan engkau bisa bertaruh bahwa setidaknya satu nyawa akan diselamatkan.
Jadilah seorang sahabat yang baik dan bagikan artikel ini dengan sebanyak mungkin ke temanmu, saya dan engkau bisa saja menyelamatkan nyawa mereka.

Kamis, 24 Januari 2008

Motivasi dari Mario Teguh

  1. Bukan hal-hal besar yang menjadikan orang besar, tetapi hal-hal yang lebih kecil yang dikerjakan dengan kekuatan impian-impian besar dan pengabdian yang setia

  2. Sulit bagi anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada ada rencana keberhasilan anda. Maka anda harus merencanaan keberhasilan anda sendiri.

  3. Yakinilah, bila ada kemungkinan bagi anda untuk gagal, berarti ada kemungkinan bagi anda untuk berhasil. Fokuslah untuk memaksimalkan kemungkinan keberhasilan anda.

  4. Bila anda ingin mengetahui masa lalu anda, kenalilah keadaan anda sekarang. Bila anda ingin mengetahui masa depan anda, perhatikanlah yang sedang anda kerjakan sekarang

  5. Anda hanya sepenting yang anda kerjakan. Bila anda meningkatkan nilai dari pekerjaan anda bagi orang lain, anda akan menjadi semakin penting bagi mereka

  6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

  7. Kasing sayang adalah pembangun kasih sayang. Jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayang dari pasangan anda, bila anda tidak memulai yang anda tuntut.

  8. Anda bisa memberi tanpa mengasihi. Tetapi anda tida mungkin mengasihi tanpa memberi

  9. Mengerjakan lebih banyak daripada yang anda terima sebagai bayaran, akan membuat anda dibayar lebih banyakuntuk yang anda kerjakan

  10. Ada orang yang dari senin ke jumat memikirkan Sabtu dan Minggu dan mengkhawatirkn senin selama hari Minggu. Sebetulnya, orang seperti ini hidup pada hari apa?

  11. Perubahan tidak menjamin tercapainya perbaikan, tetapi tidak ada perbaikan yang bisa dicapai tanpa perubahan. Maka bersikap ramahlah kepada perubahan.

  12. Kepedihan di masa lalu itu terjadi satu kali. Jangan mengulanginya dalam pikiran dan perasaan, karena kepedihan itu akan mengganda dan melemahkan anda

  13. Kita harus pandai bersyukur dan ikhlas menerima pemberian, dan tidak mengeluh setelah menerima. Tetapi pastikanlah anda berdiri di mana pemberian itu besar.

  14. Orang berkualitas yang dibayar rendah, bagai emas yang diperlakukan seperti kuningan, karena penampilannya buruk. Maka hati-hatilah dengan penampilan anda

  15. Anda tidak akan bisa menghindari keharusan untuk meniru. Maka menirulah, tetapi pastikan bahwa anda sulit ditiru. Dengannya, anda menjadi original.

  16. Semakin banyak yang anda inginkan, akan semakin banyak yang hanya tinggal jadi keinginan. Fokus pada satu keinginan memungkinkan pencapaian banyak keinginan.

Enam Kiat Mengajar dengan Efektif





  1. Ciptakan kondisi belajar yang benar


  2. Presentasi yang benar


  3. Pikirkan


  4. Ekspresikan


  5. Praktikkan


  6. Tinjau, Evaluasi dan rayakan


Bersambung..........

Selasa, 22 Januari 2008

Mengajak Anak ke Internet


Mengajak Anak Didik Untuk Dekat Dengan Internet


Sebagai guru TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi, saya selalu mencoba hal-hal baru bagaimana mendekatkan anak didik kita agar dekat dengan internet. Apalagi dunia ICT kita semakin hari semakin maju saja. Karena itu diperlukan gerakan melek ICT untuk anak-anak agar dapat mengaplikasikannya dalam kegiatannya sehari-hari.


Selama ini banyak guru yang terkadang salah kaprah. Fungsi bimbingan dan perhatian kurang terperhatikan dengan baik. Model pembelajaran yang kreatif belum terlihat dengan baik. Guru asyik dengan dirinya, dan murid pun sangat asyik dengan dirinya sendiri. Banyak anak didiknya yang bingung, kok pak guru suruh kirim email, untuk apa? Email saja saya belum punya? Apa?? Hari gini belum punya email??? Gimana Nich? Mana nggak ada internet di rumah lagi! Warnet jauh, pokoknya dll.... alasan yang bikin siswa malas untuk enjoy dengan internet. Padahal, kalau mereka tahu, internet akan membuat kita enjoy banget. Kita bisa belajar dari internet.


Guru harus paham apa yang diinginkan siswa. Tanyakan apa yang mereka belum kuasai, kemudian buatlah mereka untuk berlatih, sehingga menjadi terlatih dan terampil dalam menggunakannya. Bila anak sudah terbiasa dilatih, maka dia akan mulai paham apa yang diinginkan guru. Anak akan bisa belajar mandiri. Guru hanya sebagai fasilitator saja dalam pemberian materi. Karena semua materi sudah ada di internet. Bahkan mereka bisa memberikan sumbangan pemikiran mereka yanga sangat original di internet. Cobalah pendekatan kepada anak didik anda tentang The Power of ICT in Education, Kekuatan ICT dalam pendidikan. Apa sich menariknya ICT???


The Power of ICT in Education harus sudah disosialisasikan kepada anak didik kita, sehingga mereka akan paham untuk apa mereka belajar internet? Untuk apa mereka belajar mengetik dengan Word? Apa manfaatnya bila kita belajar prsesentasi power point? Untuk apa Excel kita pelajari? Untuk apa Page Maker dipelajari? Apa gunanya PhotoShop? Buat apa sih belajar CorelDraw? Mengapa kita belajar Flash? Buat apa sich Program Dreamweaver? Apa bedanya system operasi Windows dengan Linux? Tentu akan banyak pertanyaan yang kita ajukan kepada anak didik kita. Dari pertanyaan-pertanyaan itu kita harus dapat mengarahkan mereka untuk dapat menguasainya dengan baik. Mereka harus dapat mengaplikasikan kekekuatan ICT dalam membantu proses pembelajarannya di sekolah. Kalau mereka mau belajar sendiri, atau mandiri, mereka dapat mendownloadnya langsung dari internet, seperti mencari tutorial untuk page maker, corel draw, photoshop, dll bahkan cara menggunakan internet itu sendiri. Percayalah, dengan menguasai ICT kita akan menjadi orang yang banyak tahu, dan banyak ilmu.


Ada teman saya yang buka warnet di rumahnya. Dia cerita pada saya bahwa banyak anak SMP dan SMA bahkan SD yang disuruh kirim email oleh gurunya di sekolah tetapi mereka belum bisa bikin emailnya sendiri, sehingga teman saya itu sibuk ngajarin anak-anak itu di rentalnya. Dia pun bercerita, kalau selama ini anak-anak lebih senang main games center di internet, daripada mencari ilmu pengetahuan baru di internet. Mengapa?


Tentunya jawabannya, karena games lebih menarik daripada membuat website pendidikan. Games menawarkan kelincahan dan keterampilan cepat bagaimana bermain sesuatu di komputer? Apakah ini bisa disebut proses belajar? Mungkin bisa ya, mungkin bisa juga tidak. Karena dunia anak kita sekarang ini adalah bermain sambil belajar, belajar sambil bermain.


Saya pribadi lebih cenderung untuk mendidik anak kita untuk memproduksi sesuatu, bukan pemakai sesuatu. Anak harus juga diajarkan untuk membuat games yang menarik. Misalnya membuat games robot dengan Flash. Mereka harus sudah bisa bikin gamesnya sendiri dengan design mereka sendiri. Kalau anak sudah dibiasakan menciptakan sesuatu, maka proses kreatifitas akan terjadi. Bila anak kreatif, maka dia akan cenderung untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Anak yang kreatif sangat sulit dicari pada saat ini.


Jadi untuk dapat mendekatkan anak dekat dengan internet, buatlah mereka enjoy dengan internet, tetapi kontrol tetap harus ada dari pihak guru. Bagaimana enjoynya?. Bikinlah tugas yang membuat mereka bangga akan diri mereka sendiri dengan membuat blog pribadinya di internet. Kalau mereka punya blog sendiri, mereka bisa cuap-cuap dan mengeluarkan uneg-unegnya, sekaligus melatih mereka untuk menulis. Kalau sudah terbiasa menulis, mereka akan jadi orang hebat kelak. Seperti Hernowo yang jago menulis atau Andrea Hirata penulis buku best Seller Laskar Pelangi.

Saya pernah coba menyuruh anak didik membuat Blog di internet dalam waktu satu bulan, namun baru satu minggu sudah banyak anak didik yang selesai, dan hasilnya sungguh di luar dugaan saya. Mereka sangat kreatif sekali dalam menulis dan membuat design web. Padahal saya tidak terlalu banyak memberikan materi pembuatan blog. Mereka mencari sendiri di internet. Guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar buat mereka.

Kalau begitu, mulai dari sekarang arahkan anak didik kita untuk punya blog di internet. Bisa dengan mengunjungi http://www.blogger.com/, http://www.wordpress.com/ atau http://www.multiply.com/ atau http://www.tripod.com di friendster dan tempat-tempat lainnya. Semua gratis dan dapat dibuka di internet. Tinggal pilih mana yang cocok buat kita untuk berkreasi dan melahirkan proses kreatif yang mahal harganya saat ini. Jadikan internet sebagai alat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi baru dalam rangka mengembangkan proses kreativitas yang harus ditumbuhkan dalam diri anak didik kita. Buatlah anak didik kita agar dapat berkontribusi dengan media internet.

Wijaya Kusumah
Guru SMP Labschool Jakarta
Hp. 08159155515

BILA GURU MAU MENULIS

Oleh Tabrani Yunis

Beberapa penulis yang telah berpengalaman, seperti Eka Budianta, pernah mengungkapkan kepada public bahwa menulis itu mudah. Kalau tidak percaya, baca saja bukunya yang berjudul menggebrak dunia mengarang. Bahkan sang penulis yang berambut gondrong, yang menerbitkan sebuah tabloid remaja terkenal di tanah air, Arswendo Atmowiloto, mengatakan bahwa menulis itu gampang. Tidak juga percaya ?
Baca saja bukunya Menulis itu gampang. Banyak lagi penulis lain yang selalu memotivasi para remaja, orang tua atau siapa saja untuk menulis. Hernowo, lelaki kelahiran Magelang yang kini menjadi penulis best seller di penerbit MLC yang sangat produktif dalam menuliskan kiat-kiat menulis juga mengatakan menulis itu sangat mudah.
Salah satu bukunya yang masih baru adalah Menjadi Guru Yang Mau dan Mampu Membuat Buku. Berbagai kiat atau resep menulis ditawarkan kepada guru. Dalam kata pengantar di buku terbitan MLC itu, Hernowo berpesan berharap" saya ingin para pengajar di seluruh Indonesia dapat menulis buku untuk para muridnya. Saya ingin sekali para pengajar itu dapat memperkaya para muridnya dengan cerita-cerita yang mengasyikkan, ditulis oleh mereka di karya-karya tulis mereka. Hernowo dengan bahasa yang cair itu menyuguhkan cara-cara yang mudah untuk menulis. Namun, mengapa tidak banyak guru yang mau menulis ?
Banyak bukti untuk menerangkan tentang rendahnya budaya menulis di kalangan guru. Kita tidak perlu membuat indikator terlalu banyak. Cobalah amati buku-buku di perpustakaan atau di toko-toko buku. Hitunglah, berapa banyak buku yang ditulis oleh para guru. Anda membaca surat kabar ? Hitunglah berapa banyak artikel yang ditulis oleh para guru. Pasti jarang sekali. Bukan ?
Benarkah guru tidak mampu menulis atau tidak terbiasa menulis? Jawabannya pasti bermacam ragam. Namun dalam realitasnya, memang sangat sedikit guru yang menulis. Jangankan untuk menulis di media massa, jurnal atau yang lainnya, untuk membuat karya tulis yang diajukan dalam pengurusan kenaikan pangkat saja, banyak yang tidak bisa. Padahal, guru harus membuat karya tulis kalau mau cepat naik pangkat. Ketidak mampuan ini telah melahirkan sebuah kebohongan baru di dalam diri sebagian guru yang ingin cepat naik pangkat. Caranya banyak, bisa dengan meminta tanaga orang lain, dengan cara membayar dan bahkan bahkan dengan melakukan tindakan pemalsuan. Ini sebuah tindakan memalukan dan merendahkan kredibilitas guru. Padahal, kalau bisa menulis karya tulis sendiri, aktivitas ini adalah sebuah upaya pengembangan diri guru dalam mengekspresikan diri. Namun sekali lagi, budaya menulis di kalangan guru itu sangat rendah. Idealnya, seorang guru harus mau dan pintar menulis. Mengapa demikian ?
Dilihat dari perspektif guru sebagai subjek, sebagai praktisi pendidikan para guru memiliki potensi menulis yang sangat besar. Ya, guru sebenarnya memiliki segudang bahan berupa pengalaman pribadi tentang system dan model pembelajaran yang dijalankan. Guru bisa menulis tentang indahnya menjadi guru, atau bisa juga menuliskan soal duka cita menjadi guru. Bisa pula memaparkan tentang sisi-sisi kehidupan guru dan sebagainya.
Di pihak lain, sebagai objek, selama ini banyak orang menjadikan guru sebagai bahan perbincangan, sebagai bahan tulisan. Berbagai sorotan dan kritik dilemparkan orang dalam tulisan mengenai profesi guru yang semakin marginal ini. Berbagai keprihatinan terhadap profesi guru yang semakin langka ini, menjadi sejuta bahan untuk ditulis. Sayangnya, tulisan-tulisan mengenai guru, kebanyakan tidak ditulis oleh para guru. Padahal, kalau semua ini ditulis oleh guru, maka penulisan sang guru itu akan menjadi sebuah proses pembelajaran bagi semua orang.
Betapa banyak hikmah dan keuntungan yang dapat dipetik guru, kalau mereka mau menulis. Keuntungan-keuntungan itu antara lain:
*Pertama*, kegiatan menulis adalah sebuah aktivitas yang dapat memberikan motivasi tinggi kepada guru. Ketika tulisan–tulisan (karya tulis) dipublikasikan di media, kita biasanya sangat senang (fun) serta terdorong untuk menulis lagi. Kita juga merasa bangga (pride) dengan pemuatan itu. Ini sering menjadi motivasi. Nah, bila guru banyak menulis, maka sang guru akan sangat termotivasi bahwakan mendapat nilai tambah (added value) karena bisa digolongkan ke dalam kelompok intelektual. Ini salah satu nilai positifnya.
*Kedua,*kegiatan menulis bisa membuat guru menjadi manusia pembelajar (istilah yang dipakai penulis Harefa). Karena kalau guru mau atau akan menulis, ia pasti harus melakukan aktivitas membaca. Membaca dalam arti ril seperti membaca berbagai referensi atau literature dan juga membaca realitas social.
Pada proses ini sang guru yang suka menulis akan terbiasa dengan aktivitas belajar mengidentifikasi masalah, belajar menganalisisnya serta mengasah kemampuan mencari solusi. Pembelajaran yang demikian bisa membuat guru menjadi sosok pendidik yang kritis. Kalau ini dilakukan, kesan guru malas belajar akan pupus.
*Ketiga*, percaya atau tidak, menulis bisa memberikan keuntungan popularitas. Para penulis yang sering menulis di media massa, biasanya akan dikenal oleh banyak orang. Apalagi kalau ia mampu menyajikan hal-hal yang menarik, pasti para pembaca akan selalu teringat dengan si penulisnya. Guru juga akan bisa memiliki banyak penggemar di bidang ini.
Sekali lagi, kalau guru mau menulis.
"Keempat", tak dapat dipungkiri bahwa menulis sebenarnya bisa menambah *income*. Tidak percaya ? Coba saja kirim tulisan atau karya tulis ke media. Bila tulisan dimuat, maka kocek akan bertambah. Bagi guru menulis bisa mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi para guru yang selama ini dirasakan masih rendah tingkat kesejahteraannya. Dan Andai guru mau aktif menulis di media atau menulis buku, performance guru pasti berubah. Hasil menulis di media, bisa lebih besar dibandingkan gaji guru yang diterima setiap bulannya. Tidak percaya ? Silakan coba.
*Kelima*, ada nilai tambah dari menulis yang bisa dipetik sang guru. Dengan menulis, guru bisa menambah angka kredit. Kredit ini lebih bergengsi dan jumlahnya lebih besar dari mengajar selama satu semester. Bayangkan saja, satu artikel yang dimuat di media massa, nilai kreditnya 2 point. Kalau guru bisa menulis dengan baik, guru tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membayar ongkos menulis sebuah karya tulis untuk kenaikan pangkat. Banyak sekali keuntungan menulis bagi guru,kalau guru mau menulis. Betapa sayangnya, kalau guru malas, atau tidak bisa menulis. Padahal, kata Dylan Thomas "Menulislah, karena hanya itu cara untuk membuat dunia tahu apa yang engkau pikirkan"
Agaknya, memang tidak ada kata terlambat bagi para guru untuk mengembangkan kreativitas menulis. Banyak jalan agar para guru bisa menulis. Bukankah para guru sebenarnya memiliki potensi yang besar dalam menulis. Guru memiliki sejuta masalah yang membutuhkan langkah analisis dan solusif ? Bukankah merubah paradigma pembelajaran itu lebih cepat terjadi kalau guru banyak membaca dan kemudian mengekspresikan hasil bacaan itu ke dalam sebuah tulisan, apapun bentuknya. Apakah para guru harus diberikan dorongan ekstra ?
Wah, alangkah bermakna dan berharganya kalau guru mau berlatih, bertlatih dan berlatih menulis. Betapa terangkatnya martabat guru, kalau guru bisa dan mau menulis. Kalau guru mau menulis,pasti akan banyak anak didik yang bisa menjadi penulis andalan. Kiranya tidak ada kata terlambat bagi para guru untuk menulis. Yang ada mari mencoba, membangun diri dengan menulis
Semoga.

Belajar dari Herbert Morrison

Saya sangat kagum dengan Herbert Morrison. Dia hanya lulusan sekolah dasar tetapi ternyata dapat sukses. Dia adalah mantan pimpinan Partai Buruh dan sekretaris Kementrian Luar Negeri Inggris. Dia telah “mengangkangi” orang-orang yang lulusan perguruan tinggi dan bergelar doktor. Apa penyebabnya hingga dia bisa sehebat itu?

Saya membaca pengalaman menariknya di sebuah buku. Dia menceritakan bagaimana dia – meskipun lulusan sekolah dasar – tapi sangat rajin membaca buku. Dia menjadi pekerja rendahan dan setelah mendapat gaji bulanan, sebagian uangnya digunakan untuk membeli buku. Dia membaca buku History of England karya Macaulay yang menceritakan sejarah Inggris di masa lampau. Kemudian membaca Readings from English History karya Green, sebuah karya yang lebih modern dan membuat imajinasinya terangsang. Melalui buku itu, dia mulai sadar akan permasalahan- permasalahan sosial, dan dia ingin mulai berbuat untuk memperbaiki keadaan Inggris. Dia juga sering terlihat di perpustakaan. Melahap banyak buku. Di sana juga ia mendapat selebaran-selebaran anti minuman keras. Selebaran-selebaran tersebut membawanya pada penelaahan sosial mengenai revolusi industri dan kelas-kelas pekerja saat itu. Dia mulai bertanya-tanya tentang perumahaan kumuh, harga sewa yang tinggi dan pendidikan yang tidak layak.

Gairah belajar telah menguasainya – satu dari kenikmatan terbesar yang pernah dia rasakan. Dia berusaha mencari waktu dan tempat untuk membaca. Dia bangun pagi satu jam lebih awal dari biasanya. Setelah berbenah diri di ruang tanpa pemanas udara di atas toko sayuran, dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan membaca buku sebanyak yang dia mampu sebelum istri pemilik toko memanggilnya untuk sarapan pagi. Karena kamarnya terlalu dingin untuk membaca buku di malam hari, dia rela membaca buku di warung kopi yang tidak jauh dari rumahnya. Di tempat itulah dia membaca karya-karya penulis terkenal seperti Ruskin, Mathew Arnold dan Prince Kropotkins.


Kemudian, ketika menjadi operator telepon, dia membaca buku First Principle of Psychology karya Herbert Spencer dan Origin of Species karya Charles Darwin.Buku-buku itu telah mendorongnya untuk mengaplikasikan apa yang dia ketahui. Dia mulai berkumpul-kumpul memperbincangkan tentang berbagai hal, berbicara dalam pertemuan kaum sosialis, dalam pertemuan serikat pekerja, dan dalam diskusi-diskusi di sudut jalan. Dia tahu berbagai teori tentang bagaimana menangani ribuan proyek berbeda, dari kesehatan dan perumahan rakyat, perpustakaan dan pabrik, metode-metode inspeksi kesehatan dan pendistribusian air, sampai pengumpulan sampah dan pemandian umum.Tak terelakan lagi dirinya menjadi anggota pergerakan politik kaum buruh. Sambil terus menekankan kebutuhannya untuk lebih banyak membaca dan lebih dalam lagi, agar mampu mengekspresikan pikiran dan mempertahankan gagasannya. Dia menghadapi rentetan pertanyaan dari khalayak umum. Saat dia dihadapkan pada suatu pertanyaan aktual yang benar-benar sulit, dia memungkir darinya dan segera mempelajarinya di perpustakaan.


Saya kira, tidak sedikit orang yang pengalamannya hampir serupa dengan Herbert Morrison. Ini artinya, setiap orang bisa saja sukses jika dia mampu memaksimalkan potensi dirinya – tidak peduli apakan dia lulusan sekolah dasar atau lulusan S3 diperguruan tinggi. Toh, orang terkaya di dunia saat ini (Bill Gates) ternyata di DO dari sekolahnya. Yang penting adalah, semangat untuk terus memperbaiki diri, rajin dalam membaca, dan mengekspresikan apa yang dia ketahui. Ini adalah rumusan orang-orang sukses, siapa saja, tidak mengenal tua/muda, kaya/miskin, pria/wanita, semua diberi kesempatan untuk maju, tinggal kita mau atau tidak. Fasilitas-fasilitas seperti perpustakaan sudah tersebar dimana-mana, televisi dan radio menyampaikan banyak informasi, internet semakin lama semakin murah, koran-koran mudah didapatkan. Apalagi yang kita tunggu untuk dapat lebih maju?

Minggu, 20 Januari 2008

Berharaplah Hanya pada Tuhan Yang Maha Esa

Sungguh suatu topik yang amat mencerahkan dari Bapak mario Teguh yang belum pernah saya dapatkan dalam kesempatan-kesempatan lain dimanapun.

Semoga berkat yang saya rasakan dapat juga menjadi bagian kita semua.
  • Orang yang mampu bergembira apapun keadaan yang dialaminya, akan menjadi sehat, maka jadilah dirimu bergembira agar menjadi sehat.
  • Ada 3 hal didalam hidup ini yang akan menjadikan kita : a) dilatih b) terlatih c) melatih. Dilatih artinya dibentuk, diperbarui dan hasilnya dimungkinkan. Terlatih artinya terbarui, termungkinkan dan Melatih adalah untuk memperbaiki diri sendiri.
  • Orang yang kemampuan memutuskannya lemah maka dia akan selalu menjadi korban dan bila orang itu kuat dalam memutuskan maka dia akan melatih dirinya.
  • Kesehatan tidaklah secara otomatis kita miliki, kita perlu mengupayakannya . Ada banyak orang yang badannya rusak karena tidak berbahagia. Orang yang stress karena masalah ekonomi, perilakunya sendiri yang membuat badannya yang sehat menjadi sakit
  • Pilihlah yang benar karena dengan pilihan yang benar kita tidak akan menderita.
  • Bagaimana dapat mengetahui orang itu baik atau tidak ? a) perhatikan konsistensinya b) bagaimana kasih sayangnya kepada keluarga? c) bagaimana cara marahnya ? d) bagaimana sikapnya terhadap uang e) buat kesempatan bepergian jauh dengannya.
  • Nasehat MT terhadap orang yang gagal pada ujian S3 padahal sudah mempersiapakan diri ? Coba periksa kembali S3 itu merupakan tujuan atau alat ? Gelar hanyalah alat bukan tujuan.
  • Sering direndahkan oleh teman dekat atasan . Nasehat MT : Kita berhak untuk sesuatu yang lebih baik, apa yang Anda tunggu ? Jadilah pribadi yang kuat dalam memutuskan.
  • Saat kita ingin melakukan kebaikan janganlah tunggu adanya pemimpin . Jadilah orang yang berpengaruh dalam mempengaruhkan kebaikan.
  • Orang sabar karena mengerti, sabar bukanlah sifat melainkan kualitas yang dibangun dalam pengertian. Ada banyak resiko dalam kecerobohan dan ketergesa-gesaan. Jadilah orang yang sabar dan orang sabar menahan janjinya.
  • Kualitas bahasa tergantung pada kualitas hati. Memperbaiki kualitas hati dengan memperbaiki kualitas bahasa. Caranya dengan menulis dan berbicara.
  • Jangan berlama-lama tinggal dalam keadaanmu yang buruk, segera ambil tindakan yang tepat dan bijak.
  • Bila Anda ahli dalam martial arts / bela diri dihadapkan pada dua pilihan : a) Jalan yang dekat, gelap, ada orang jahat disana . b) jalan jauh, terang dan aman. Mana yang dipilih ? Pilihlah jalan yang lebih terang, lurus karena itu akan membahagiakan. Jalan yang gelap ,cepat walau bisa diatasi penjahatnya akan ada dendam dan menimbulkan masalah dikemudian hari.
  • Kita dinilai bukan hanya dari teman yang dekat dengan kita, tetapi juga dari pergaulan yang kita hindari.
  • Kita menasehatkan pada apa yang sudah dialami, bila belum kita akan dibuat mengalami.
  • Saat MT berhenti bekerja dan memulai karir sendiri dalam bidang Konsultan sempat mengalami putus asa karena kontrak-kontrak yang sebelumnya jalan, tiba-tiba harus berhenti. Dari sini timbul pengertian agar tidak berharap kepada yang lain. Berharap hanya kepada Tuhan.
  • Jangan biarkan diri Anda berada terlalu lama dalam keadaan yang tidak membahagiakan. Percaya kepada nasehat baik yang diberikan. Memang ada banyak hal baik yang sulit untuk dijelaskan sehingga yang terbaik kita harus menerima dan percaya. Jangan terlalu menuntut penjelasan, kalau nasehatnya baik - terima. Mulai sekarang jangan tunggu segalanya baik dulu baru mulai

KESEJAHTERAAN SEDANG MENUNGGU KITA

Oleh : Wijaya Kusumah

Kesejahteraan sedang menunggu kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang pantas untuk disejahterakan.

Sebagian orang tidak pernah memikirkan kesejahteraan yang telah menjadi hak kelahirannya. Sebagian lagi tidak melihat perlunya mengupayakan apa pun di atas dari yang bisa diupayakannya dengan santai.

Sebagian lagi tidak mengupayakan yang lebih dari yang sesuai dengan bayaran yang sedang diterimanya. Sebagian lagi menolak untuk berupaya lebih, karena tidak ada jaminan bahwa dia akan mendapatkan lebih.

Seandainya mereka mengetahui bahwa kualitas kontribusi mereka kepada kehidupan orang lain adalah penentu kualitas kehidupan mereka. Sebenarnya, kesejahteraan sedang menunggu kita.

GAYA BELAJAR KEBANYAKAN SISWA

Belajar terjadi dari tiga tahap, yaitu : menerima informasi, memahami dan mengerti informasi serta mengingat atau memproduksi informasi.

Tahap informasi diterima melalui sumber belajar, yang berupa panca indera terdiri dari tiga katagori :
1. VISUAL (melihat, mengamati, menggunakan asosiasi visual yg kuat), 29%
2. AUDITORY ( mendengarkan instruksi verbal, mengingat suara dari kata-kata), 34%
3. KINESTETIK (terlibat secara fisik dan mengerjakan sesuatu dengan apa yang dipelajari).37%

Tahap kedua adalah memahami dan mengerti informasi , dimana anak akan memahami secara analitik dan global. Lalu bagaimana menerima informasi? Cara kita memandang dunia dunia, disebut persepsi Persepsi adalah cara kita menerima informasi (memahami dan mengerti informasi).

Ada dua sudut pandang menentukan gaya belajar kita, yaitu
KONKRET dan ABSTRAK.

Filsafat Ilmu Komunikasi oleh Santi Maudiarti

Ketika seorang bayi lahir ke dunia, apakah dia tahu akan sesuatu?. Jawabannya tidak, dia lahir bersih bagaikan kertas putih ”tabula rasa”, begitu pula manusia ketika ia melihat atau mengalami suatu peristiwa, tedorong naluri ingin tahu, ia pun bertanya : apakah ini? Darimana datangnya?Apa sebabya demikian?, dan sebagainya. Manusia yang semula tidak tahu berusaha untuk tahu dan kemudian mencari tahu, sehingga keinginan tahunya terpenuhi. Jika keingintahuaannya terpenuhi, maka unuk sementara waktu ia telah merasa puas.


Manusia mendapat pengetahuan berdasarkan pengalaman. Pengalaman adalah hasil persentuhan alam dengan pancaindra. Namun, pengalaman semata tidak otomatis mendatangkan pengetahuan. Pengetahuan baru ada apabila demi pengalamannya manusia memberi putusan atas objeknya. Pengetahuan manusia bermacam-macam. Terdapat pengetahuan biasa yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari tanpa tahu secara mendasar apa sebabnya demikian.

Apabila pengetahuan memenuhi syarat ilmu yang sistematis, objektif, metodis, dan universal maka ia layak disebut sebagai pengetahuan ilmu atau ilmu pengetahuan atau ilmu saja. Dalam ilmu pengetahuan, manusia tidak terlalu memikirkan kegunaannya, semata-mata hanya ingin tahu. Karenanya bagaimana ilmu itu digunakan (aksiologi) menjadi penting.


Berdasarkan objeknya ilmu pengetahuan dapat dibedakan atas ilmu alam dan ilmu sosial. Yang dicari manusia dalam ilmu pengetahuan adalah kebenaran, persesuaian antara tahu dengan objeknya, oleh karena itu maka disebut kebenaran objektif. Dalam upaya mencapai kebenaran, terdapat beberapa alat bantu berpikir ilmiah, yaitu matematika dan bahasa. Apabila keduanya memenuhi syarat ilmu, yaitu sistematis, metodis, universal dan objektif maka dapat disebut sebagai ilmu matematika atau ilmu bahasa.


Selain itu, terdapat jenis pengetahuan yang lain, yakni pengetahuan filsafat atau lazimnya sering disebut filsafat saja, pengetahuan yang mencoba mencari sebab yang sedalam-dalamnya dari segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang objeknya mutlak ada. Selain mengkaji yang ada, filsafat juga mengkaji objek tanpa keberadaan. Apabila ilmu pengetahuan dan filsafat berangkat dari sifat sangsi dalam menyingkapi kebenaran, misalnya sikap tidak mudah percaya, terdapat jenis pengetahuan lain yang dasarnya adalah percaya, yaitu menerima begitu saja kebenaran tanpa mempermasalahkan lagi karena diterima atas otoritas orang yang menyampaikan, yang disebut pengetahuan ketuhanan atau teologi.


Filsafat adalah ibu dari segala ilmu, darinyalah seluruh pengetahuan yang disebut epistemologi dan wilayah nilai yang dinamai aksiologi. Hakikatnya, filsafat ilmu berada pada wilayah pengetahuan (epistemologi), yakni cabang yang mengkaji teori pengetahuan, karena itu disebut teori tentang teori. Saat berpikir filsafat guna mengkaji teori tentang teori, ada tiga wilayah filsafat yang digunakan untuk menganalisis. Jadi, walaupun ia epistemologi saat mengkaji filsafat ilmu komunikasi , maka masalah ontologi (wilayah ada), epistemologi (wilayah pengetahuan), dan aksiologi (wilayah nilai) kembali dipertanyakan. Untuk itu filsafat komunikasi dari segi ontologi mempertanyakan apakah objek kajian ilmu komunikasi?. Dari segi epistemologi , bagaimana cara mendapatkan dan membangun ilmu tersebut?. Dari segi aksiologi, bagaimana pula penggunaannya?.


Ontologi merupakan cabang filsafat yang mengkaji hakikat ilmu dan objeknya. Dalam konteks ilmu komunikasi, terdapat tiga paradigma dasar yang menentukan prespektif atau cara pandang terhadap komunikasi dan ilmu komunikasi. Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungan yang mempengaruhinya dalam berpikir, bersikap bertingkah laku.


Paradigma dalam ilmu komunikasi sebagaimana ilmu sosial lainnya menjadi penting mengingat sifat objek yang abstrak, tiga paradigma yang ada dalam memandang ilmu komunikasi bisa sama benarnya, tapi juga bisa sama salahnya. Namun betapapun spekulatifnya, sifat tegas tetap diperlukan, dan buku ini memilih untuk menggunakan tiga paradigma.

Berdasarkan ke 3 paradigma tersebut, komunikasi didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia. Artinya, objek ilmu komunikasi adalah tentang penyampaian pesan antar manusia yang disampaikan dengan usaha secara sengaja dilatari motif komunikasi, dikupas terlebih dahulu tentang hakikat manusia terutama faktok rohani yang dimilikinya. Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi. Namun tidak semua tindakan manusia adalah tindakan komunikasi. Oleh karena itu tindak komunikasi dalam penyampaian pesan ditandai dengan adanya motif komunikasi. Motif komunikasi sangat menentukan apakah sesuatu layak disebut pesan atau tidak, apakah seseorang berlaku sebagai komunikator medium atau komunikan yang bergeser menjadi komunikator.


Aksiologis mempertanyakan nilai bagaimana dan untuk tujuan apa ilmu komunikasi digunakan. Karenanya, terkait penilai etis atau moral. Hanya tindakan manusia yang dilakukan dengan sengaja yang dapat dikenai penilaian etis. Akar tindakan manusia adalah falsafah hidup. Sama halnya dengan ilmuwan komunikasi, falsafah hidupnya akan menentukannya dalam ;
(a). Memilih objek penelitian
(b). Cara melakukan penelitian
(c). Menggunakan produk hasil penelitiannya.


Pengetahuan biasa, pengetahuan untuk kebutuhansehari-hari tanpa mengetahui apa sebabnya hingga terjadi demikian dan mengapa demikian. Dasarnya adalah pengalaman. ilmu Pengetahuan adalah pengetahuan yang memenuhi syarat-syarat ilmu. Ilmu komunikasi sebagai ilmu sosial yang berada pada rumpun empiris dapat dikembangkan berdasarkan paradigma positivist dan anti positivist. Ilmu komunikasi yang berlatar positivist cenderung objektif. Sedangkan ilmu komunikasi yang berlatar anti positivistisme bersifat intersubjektif.

Berdasarkan jenis data dan pengolahannya, ilmu komunikasi memiliki dua jenis, yaitu kuantitatif yang labih berlatar positivist dan kualitatif lebih berlatar antipositivist yang intersubjektif. Ilmu komunikasi menggunakan empat strategi dalam pengumpulan data penelitian, yaitu :
1. Eksperimen, digunakan pada penelitian kuantitatif.
2. Survei, digunakan pada penelitian kuantitatif dan kualitatif.
3. Analisis teks, digunakan pada penelitian kuantitatif dan kualitatif.
4. Partisipasi-observasi, digunakan pada penelitian kualitatif.


Ilmu komunikasi dengan latar positivist mencari generalisasi dan objektivitas universal disebut nomothetik. Sebaliknya, ilmu komunikasi berlatar antipositivisme mencari intersubjektivitas guna membangun ilmu secara ideografik. Oleh karena itu ilmu komunikasi yang berlatar positivisme bebas nilai, sebaliknya ilmu komunikasi yang berlatar antipositivisme justru terkait nilai.