Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 16 September 2009

Pengalaman Pertama Menabung di Bank Syariah

Hari ini adalah pengalaman pertama saya menabung di bank syariah. Setelah banyak membaca artikel teman-teman tentang bank syariah, membuat saya tergoda untuk menabung di bank syariah. Sesuatu yang dulu saya anggap sulit karena letak yang agak jauh dengan tempat kerja maupun tempat tinggal. Namun, karena didorong oleh perasaan cinta dan minat yang tinggi untuk menabung di bank syariah, akhirnya hari ini saya resmi menjadi nasabah bank syariah.


Ketika pertama kali memasuki bank Muamalat capem Rawamangun saya agak sungkan juga. Sebab di kantor ini tak saya lihat petugas wanita yang menggunakan kerudung, tetapi saya justru dilayani oleh petugas bank yang hampir semuanya laki-laki. Dalam bayangan saya, saya akan dilayani oleh para wanita cantik yang mengenakan kerudung dengan senyuman yang manis. Namun, hayalan itu tak sama dengan kenyataan, di bank ini saya mendapatkan pelayananan dari seorang petugas yang melayani saya dengan baik. Melayani setiap pertanyaan saya dan membantu saya memperoleh informasi penting seputar plus minus menabung di bank syariah.

Nama petugas itu adalah Mas Ary Supriyanto. Itu saya lihat dari papan nama yang menempel dalam pakaian seragam tugasnya. Tutur katanya yang sopan dan pelayaan yang prima kepada saya sebagai seorang nasabah baru bank syariah, membuat saya merasakan sebuah pelayanan yang berbeda dari bank konvensional manapun. Lalu yang membuat saya lebih sangat terkesan adalah mas Ary ini merangkap juga sebagai petugas keamanan bank syariah. Jarang sekali saya dapati ada petugas yang merangkap sebagai security maupun administrasi. Keduanya mampu dia jalankan dengan baik. Hebat, sungguh hebat.

Dengan penuh kesabaran, mas Ary menuntun saya untuk menunggu proses penyelesaian administrasi, memfotocopy KTP saya, memberikan saya ATM Bank Syariah, dan memberikan saya nomor untuk menunggu di panggil. Tak berapa lama, no saya pun dipanggil. Petugas kasir wanita yang ramah memberi saya salam dan meminta saya untuk memberikan uang yang akan di tabung.

Setelah saya mendapatkan bukti setoran, kembali saya didampingi mas Ary untuk menganti pin ATM saya dan melihat langsung uang yang masuk di ATM. Subhanallah, ternyata proses menabung di bank syariah cepat dan mudah. Saya tak perlu menunggu terlalu lama dan sangat mudah sekali menggunakan pelayaan yang ada di bank syariah, seperti sms banking, dan lain sebagainya.

Harapan saya, pelayanan yang baik seperti ini harus terus dipertahankan dan dievaluasi. Bank Syariah harus menjadi contoh untuk bank lainnya bagaimana mengelola uang umat dengan sistem bagi hasil. Mampu meyakinkan masyarakat bahwa pelayanan kami jauh lebih baik daripada pelayanan bank konvensional. Lalu membuka bank syariah sebanyak-banyaknya di setiap tempat atau lokasi yang strategis untuk menabung. Memudahkan para nasabah untuk rutin menabung dan melakukan pelayanan lainnya di bank syariah.

Menabung di bank syariah memang mudah. Tetapi untuk bisa sadar diri untuk segera menabung di bank syariah bukan pekerjaan mudah. Perlu kesadaran dari hati. Masalah lainnya adalah kurangnya publikasi yang merata dan jelas ke calon nasabah membuat orang menganggap menabung di bank syariah sama saja dengan menabung di bank konvensional. Padahal jelas-jelas sangat berbeda. Perbedaan itu saya rasakan dari mulai pelayanan membuka rekening nasabah baru sampai mereka yang mengambil kembali uangnya. Saya perhatikan itu dengan seksama selama saya berada di bank muamalat capem Rawamangun.

Dalam bagian belakang buku ATM saya tertuliskan:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman”. QS: Al Baqarah ayat 278.

Akhirnya, mohon doa para pembaca semua agar tabungan saya di bank syariah terus bertambah. Dengan nomor rekening shar-e 920.63 412 99 di bank muamalat, semoga saya dapat terus menabung di bank syariah ini. Mampu menyisihkan penghasilan saya setiap bulannya, dan bisa menunaikan ibadah haji yang saya dambakan. Semoga Allah mengabulkan doa-doa hambanya yang berserah diri. Amiin. Amiin ya Rabbal alamin.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay
wijaya

Selasa, 15 September 2009

Kisah Nyata

Kisah Nyata

Kisah dari sebuah Universitas di Jakarta tentang
seorang gadis muda yang baru meninggal bulan lalu.
Namanya Samara. Dia meninggal karena tertabrak truk..
Samara punya seorang pacar namanya Ari.
Samara punya julukan miss ring-ring karena hobi banget berteleponan.
Kamu tidak akan pernah
melihat Samara tanpa handphone nya.
Keluarga Samara pun tahu
hubungan mereka. Ari sangat dekat dengan
keluarga Samara (bayangkan hubungan mereka).. Sebelum
dia meninggal dia sering dengan nada bercanda berkata pada teman2 nya "
Kalo gua meninggal tolong kuburkan gua sama handphone
gua "
dia juga mengatakan hal yang sama kepada orangtuanya. .

Setelah Samara meninggal tidak ada yang dapat
mengangkat peti matinya. Saya juga berada disana.
Banyak orang termasuk saya yang mencoba
tapi tetap tidak bisa. Akhirnya mereka memanggil
"orang pintar". Dia memegang sebatang kayu dan mulai
berbicara sendiri perlahan. Setelah beberapa menit
orang pintar itu berkata
"gadis ini kehilangan sesuatu disini" Lalu teman2
Samara berkata kepada orang pintar itu tentang
keinginannya untuk dikubur dengan handphonenya.
Kemudian mereka membuka kembali peti mati nya dan
menaruh handphone beserta simcardnya. Setelah itu
mereka mencoba untuk mengangkat kembali peti matinya.
Peti mati itu dapat diangkat dan dipindahkan ke mobil
jenazah dengan mudah. Kami semua yang melihat ini
sangat kaget..

Keluarga Samara tidak memberitahukan tentang kematian
Samara kepada Ari... Setelah 2 minggu kematian Samara,
Ari menelepon mama Samara dan
berkata " Aku akan ketemu Samara tapi jangan katakan pada
Samara bahwa aku akan datang, aku ingin membuat
kejutan untuknya "
Mama Samara menjawab " Datanglah dahulu, tante ingin
memberi tahu sesuatu. " Setelah Ari datang, mereka
memberitahukan tentang kematian Samara.
Ari mengira mereka sedang bercanda, dia hanya tertawa
dan berkata " Jangan bercanda, bilang pada Samara
untuk keluar, aku membawa sesuatu untuk nya."
Akhirnya mereka membawa Ari ke kuburan Samara. Lalu
Ari berkata " Ini tidak mungkin. Kami berbicara
kemarin. Dia masih tetap menelepon. " Ari
sangat terkejut.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi, "Lihat ini dari
Samara, lihat ini..." Ari memperlihatkan handphone nya
ke keluarga Samara, dan mereka
menyuruh Ari untuk menjawab. Ari menjawab telepon itu
dengan memakai speaker. Mereka semua mendengar
pembicaraan itu dengan sangat jelas &
jernih, tidak ada gangguan apapun. Dan itu benar2
suara Samara dan sangat tidak mungkin ada orang lain
yang memakainya karena Sim Card nya sudah dikubur
bersama Samara.
Mereka semua sangat terkejut dan memanggil "orang
pintar" untuk membantu mereka lagi..
"Orang pintar" itu membawa teman nya untuk mencari
jawaban atas keanehan ini. orang pintar dan teman nya
itu bekerja selama 5 jam. Dan mereka menemukan
jawabannya.. ...

TELKOMSEL mempunyai signal yang terbaik. Kemanapun kamu
pergi,jaringan nya selalu ada
(he...he..he. ..he.....he. .)

Ga pernah dalam hidup ini gue baca email kayak gini...
Buang waktu 5 menit hanya untuk baca seperti ini....
Sekarang giliran elo deh... ^_^
Huahahahahaha. ...
UNTUK HILANGIN STRESS AMA KERJAAN DEHHHHHHHH

Jumat, 11 September 2009

Bubar yang Lagi Nge-Trend

Buka puasa bareng alias bubar sekarang ini lagi nge-trend. Banyak orang yang tidak buka puasa di rumah, tapi bubar di luar rumah. Alhasil hampir semua rumah makan dari kelas warteg sampai kelas restoran atau mal-mal yang di dalamnya ada tempat untuk makan, akan penuh pengunjung pada saat-saat menjelang buka puasa. Tradisi ini seakan menjadi trend tersendiri, dan sayang kalau kita melewatkannya.

Acara bubar ini biasanya sangat diminati. Apalagi saya, yang memang dalam bulan ramadhan ini penuh sekali jadwal bubar-nya. Entah kenapa, saya hitung-hitung sudah lebih dari 15 kali saya mengikuti acara bu-bar di bulan ramadhan ini. Mulai dari bubar sama teman-teman sd, teman-teman smp, teman-teman sma, teman-teman kuliah, temen-temen kantor, temen-temen blogger, dan lain-lain. Pokoknya dalam sebulan ini jadwal bubar saya penuh. hehehhe.

Belum lagi, bila senin nanti 14 September 2009 saya ikutan bubar atau buk-ber kompasiana di dapur sunda. Makin bertambah saja jadwal bubar saya, dan semakin bulat saja badan ini. hehehe. Jangan lupa datang yah, omjay pengen banget loh ketemu temen-temen kompasiana.

Bubar yang lagi nge-trend harus kita sikapi secara positif. Dia bisa menjadi media silahturahmi dan saling berkomunikasi di antara kita. Namun sayangnya, terkadang bubar suka lupa waktu. Sampai-sampai banyak temen-temen yang sholat magribnya kelewat. Kalau sudah begini, bisa kacau deh sholat lima waktu kita. Oleh karena itu, omjay menyarankan, bila nada mengikuti bubar, pastikan tempat itu ada tempat sholatnya. Supaya kita tak terlambat sholat magribnya.

Bubar yang lagi ngetrend jangan sampai membawa kita terlena dan terlupa bahwa masih banyak ibadah lainnya yang harus kita lakukan. Seperti tulisan omjay yang berjudul sex after tarawih.

salam blogger kompasiana

omjay

http://wijayalabs.wordpress.com


Senin, 07 September 2009

Sulitnya Mencari Bank Syariah Terdekat

Sebenarnya ini uneg-uneg saya pribadi. Mungkin juga dirasakan oleh teman-teman blogger lainnya. Sulit sekali mencari bank syariah terdekat. Baik dekat dengan tempat tinggal maupun tempat bekerja. Bagi saya yang memiliki aktivitas tinggi, sulit bagi saya untuk meluangkan waktu pergi ke bank syariah yang letaknya agak jauh dari tempat bekerja maupun dari tempat tinggal saya. Hal inilah yang membuat saya sampai saat ini belum menabung di bank syariah, bukan karena tak tahu manfaatnya, tetapi karena masalah tempat atau lokasi bank syariah yang belum tersebar merata di tempat-tempat yang mudah dikunjungi.

Bagi saya yang berprofesi sebagai seorang pendidik. Konsep syariah ini sangat bagus dan perlu dikembangkan terus menerus oleh para pengelola bank syariah. Salah satu pengembangan itu sadalah konsep bank keliling (sistem jemput bola). Seperti apa yang telah dilakukan oleh kantor pos keliling. Menyiapkan mobil dan petugas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan jasa pos dan giro, sehingga pelanggan tak perlu datang ke kantor pos yang letaknya cukup jauh. Sebab pelayanan di mobil keliling itu hampir sama dengan pelayanan di kantor pos.

Alangkah baiknya, bank syariah juga memiliki bank syariah keliling yang mendekati nasabah untuk melayani keperluannya dalam bidang keuangan. Mereka bisa menabung dan mengambil uang layaknya mereka menabung di bank dengan menggunakan mobil keliling. Hanya mungkin, jumlah uang yang diambil mungkin dibatasi untuk menjaga keamanan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Dengan adanya mobil keliling yang ditempatkan di tempat-tempat strategis, akan memudahkan para nasabah untuk mendatangi bank syariah yang jaraknya jauh dari tempat tinggal atau tempat kerja nasabah. Bila kemudian jumlah nasabah mobil keliling semakin banyak atau animo masyarakat semakin besar, maka pihak pengelola bank bisa membuka kantor cabang atau kantor cabang pembantu di tempat tersebut.

Mungkin ini bisa menjadi solusi bagi pengelola bank syariah mendekatkan diri kepada umat yang akan menjadi calon nasbahnya. Adanya mobil keliling dengan job description yang jelas akan membuat bank syariah lebih dikenal oleh masyarakat luas. Saya tidak tahu apakah bank syariah sudah memiliki program ini atau belum, tetapi yang saya tahu belum ada mobil keliling dari bank syariah di daerah saya.

Selain itu, publikasi dari bank syariah (rata-rata hampir semuanya) kurang menggigit, dan kalu mau jujur masih kalah menggigit dibandingkan dengan bank konvensional. Penyebaran brosur atau pamflet terlihat sekali masih dikuasai oleh bank konvensional. Tolak ukurnya mudah saja, kalau saya berkunjung ke tempat-tempat ramai seperti mall, maka akan mudah kita temui brosur atau pamfet serta publikasi lainnya dari bank konvensional. Jadi sangatlah wajar apabila bank konvensional lebih memiliki tempat di hati masyarakat yang mayoritas beragama Islam, karena publikasi yang gencar itu.

Konsep syariah memang bisa dinikmati oleh agama manapun, bukan hanya orang Islam saja, namun sayangnya cara pelayanan yang kurang profesional yang dilakukan oleh pengelola bank syariah akan membuat mereka berpikir ulang menginvestasikan dananya ke bank syariah. Oleh karena itu, pelayanan prima kepada para nasabah bank syariah harus menjadi perhatian serius.

Salah satu pelayanan serius itu adalah dengan mendekatkan lokasi bank kepada para calon nasabah atau nasabah yang sudah menabungkan dananya di bank syariah. Melalui pelayanan mobil keliling bank syariah diharapkan para nasabah yang lokasinya jauh dari bank syariah akan terlayani dengan baik, sehingga tak ada lagi alasan sulitnya mencari bank syariah terdekat.

Semoga bank syariah terus berkembang dan melayani nasabah dengan terobosan-terobosan yang berbeda dari bank konvensional.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

NB. Tulisan ini juga dapat dibaca di http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/?p=2720

Jumat, 28 Agustus 2009

Kenapa saya Belum menabung di bank Syariah?

Jujur saja, sampai detik ini saya belum menabung di bank syariah. Dari buku-buku rekening bank yang saya miliki tak satupun yang syariah. Semuanya bank konvensional. Entahlah sampai detik ini saya belum merasakan manfaat dari keberadaan bank syariah. Saya tidak tahu, apakah banyak orang yang seperti saya ataukah tidak. Tapi yang pasti sampai saat ini, saya memang belum menabung di bank syariah. Mengapa?


jawabannya sederhana saja. AMBIGU. Apa manfaatnya Bagiku. Saya merasakan belum ada manfaat apapun yang saya dapatkan dari adanya bank syariah. Mungkin juga karena saya memang belum menabung di sana. Atau mungkin dari diri saya sendiri yang memang belum memiliki minat untuk menabung di bank syariah.

Salah satu penyebab kenapa saya tak menabung di bank syariah adalah lokasi bank syariah yang terlalu jauh dari tempat kerja dan tempat tinggal saya, dan saya lebih merasa nyaman dengan pelayanan bank konvensional. Contohnya, kalau saya perlu uang cash dalam waktu segera, maka saya dengan mudah menemukan ATM bank itu di manapun saya berada. Bila saya berbelanja, maka dengan mudah saya menggunakan ATM bank itu, dan bila saya harus mentransfer uang ke rekening lainnya, maka dengan mudah pihak bank saya hubungi hanya via handphone. Bahkan saya merasakan banget adanya internet banking. Lebih memudahkan saya dalam bertransaksi antar bank.

Saya harap para pengelola bank syariah untuk lebih optimal dalam mempublikasikan program pelayanannya sehingga banyak orang yang akan tahu bahwa menabung di bank syariah memiliki keunggulan sendiri, dan buka semata karena adanya hukum riba.

Terus terang saya merasa tertarik, dan mempelajari bank syariah setelah saya banyak membaca postingan teman-teman kompasiana tentang bank syariah. semoga saja hati saya tergerak untuk membuka rekening di bank syariah. Perlu waktu bagi saya untuk lebih mendalami plus minus menabung di bank konvensional dan bank syariah. dari postingan teman-teman itulah, saya mulai tertarik dan merasakan bawa bank syariah adalah bank yang sangat berbeda dari bank konvensional. Bukan hanya konsep bagi hasilnya yang menarik, tetapi layanan bank syariah yang unik itulah yang membuat saya jatuh hati untuk menabung di bank syariah.

Semoga saja saya berkesempatan untuk pergi ke bank syariah dan membuka rekening untuk menyimpan biaya perjalanan haji saya, dan kebutuhan transaksi lainnya. Semoga saya tak salah memilih bank syariah sebagi mitra dalam pengelolaan keuangan pribadi saya.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

tulisan ini bisa dilihat juga di sini

Minggu, 23 Agustus 2009

PUASA dan Lemparan Batu


Hanya sebuah kisah, sumonggo.... .

Ada seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Siang ini, sang pengusaha sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain, namun ia tak terlalu memperhatikan mereka.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Dan, "buk!" Aa...h, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan menimpa Jaguar kesayangannya. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat asal batu keparat yang membuat mobil baru itu tergores. Tentu bukan masalah besar bila saja goresan itu menimpa mobil truk pengangkut barang yang biasa digunakan untuk mengangkut barang pesanan koleganya. Tapi ini jaguar! Jaguar!

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Ditariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan ditunjukkannya kepada goresan yang ditimbulkannya.

"Apa yang telah kau lakukan? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku.
Lihat goresan itu!" Teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.

"Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya, " ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf. "Maaf, Pak. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa". Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya memohon ampun.

"Maaf, Pak, saya melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti".

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

"Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan". Kini, anak kecil itu mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya. "

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.

Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, diangkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya. Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: janganlah melaju terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.

Sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.

Sering kita tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Tak jarang pula kita terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Suatu ketika, akan ada yang "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak.

Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

Bekasi Kota Blogger

[caption id="attachment_491" align="alignleft" width="300" caption="Pre Launching Komunitas Blogger Bekasi"]Pre Launching Komunitas Blogger Bekasi[/caption]

Saya baru saja bermimpi. Mimpi di bulan Ramadhan yang suci ini. Tiba-tiba saja saya mendapatkan wangsit untuk menuliskan judul di atas. Bekasi Kota Blogger.

Dalam mimpi saya, Bekasi adalah kota dimana para warganya sudah melek ICT. Semua warga telah memiliki blog pribadi dan masing-masing orang bergabung di tempat ngumpulnya para blogger untuk saling mengisi dan memberi, berbagi cerita, berbagi berita dan keceriaan dalam sebuah blog komunitas yang bernama bloggerbekasi.com.

Kamis, 20 Agustus 2009

Langkah Sukses Membuat Karya Tulis Ilmiah


Akhir-akhir ini kita dibuat terperanjat oleh berita di koran Kompas, 27 Maret 2009 yang menuliskan bahwa banyak guru PNS yang sulit sekali untuk naik pangkat. Jumlahnya sangat fantastis atau bisa dikatakan cukup banyak. Para guru PNS di tingkat DIKDASMEN sulit mencapai pangkat di atas IV/A karena kemampuan mereka membuat karya Tulis Ilmiah (KTI) masih lemah padahal membuat KTI menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat. Dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) 2005, sekitar 1,4 juta guru berstatus PNS. Umumnya berada di pangkat III/A sampai III/D yang jumlahnya mencapai 996.926 guru. Adapun di golongan IV ada 336.601 guru, dengan rincian golongan IV/A sebanyak 334.184 guru, golongan IV/B berjumlah 2.318 guru, golongan IV/C sebanyak 84 guru, dan golongan IV/D ada 15 guru.


Mengapa banyak guru yang kesulitan dalam membuat sebuah karya tulis ilmiah? Hal ini dikarenakan belum banyak guru yang memahami dan mengenal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sehingga wajar saja apabila banyak guru yang mengalami kesulitan dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Lalu mengapa membuat karya tulis ilmiah itu dianggap sulit oleh guru? Apa yang menyebabkan para guru tidak mampu untuk membuat karya tulis ilmiah? Lalu langkah apa yang harus dilakukan oleh para guru agar sukses membuat KTI?

Senin, 17 Agustus 2009

Menyambut Rombongan OSIS dari SMPN 236 Cakung Jakarta Timur
Menyambut Rombongan OSIS dari SMPN 236 Cakung Jakarta Timur

Pagi ini, Senin 17 Agustus 2009 saya mendapat tugas untuk mendampingi anak-anak melaksanakan kegiatan lintas juang OSIS yang setiap tahun rutin kami laksanakan di sekolah. Kali ini saya bertugas menyambut tamu dari sekolah SMPN 236 Cakung. Jakarta Timur. Mereka datang pada saat waktu sholat subuh tiba, dan langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid kami yang besar.

Berbeda dengan tahun ini, tahun sebelumnya saya ditugaskan langsung mengawal anak-anak di SMPN 236 Cakung Jakarta Timur. Tahun ini saya diminta berjaga gawang. Menjadi tuan rumah untuk menyambut rombongan lintas juang OSIS dari SMPN 236 Cakung.

Antara SMP Labschool Jakarta dan SMPN 236 pada hakekatnya seperti adik dan kakak. Mengapa? Karena kami memiliki histori atau sejarah yang sama, dimana SMP Labschool Jakarta pada tahun 1992 adalah sekolah negeri dengan nama SMPN 236. Lalu SMPN 236 pindah ke Cakung dan sekolah lamanya yang di Rawamangun berubah status menjadi sekolah swasta disamakan dengan nama SMP Labschool Jakarta.

Dua sekolah bertemu di lapangan kawasan industri Pulugadung Jaktim
Dua sekolah bertemu di lapangan kawasan industri Pulugadung Jaktim

Itulah sekilas sejarah mengapa setiap tanggal 17 Agustus kita mengadakan kegiatan bareng, saling tukar menukar tempat start, bertemu di suatu lapangan besar di kawasan industri Pulogadung, beristirahat sejenak, dan saling bersilahturahmi. Setelah itu, siswa SMP Labschool Jakarta dan siswa smpn 236 Jakarta pergi berlari menuju sekolah masing-masing diiringi oleh rombongan MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Pokoknya Lintas Juang kali ini benar-benar seru karena diiringi dengan jumlah rombongan yang cukup banyak, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Anak-anak SMP itu terus berlari dan berlari agar lekas sampai tujuan di sekolah tercinta. Sebab telah banyak orang yang menunggu mereka para pengurus OSIS yang akan dilantik menjadi pengurus OSIS baru periode 2009-2010 menggantikan pengurus OSIS yang lama. Semangat mereka sangat tinggi sekali. Tak terlihat keletihan di wajah-wajah mereka. Mereka sangat yakin mampu berlari dari SMPN 236 Cakung, mengelilingi kawasan industri pulogadung. lalu menuju jl. Pemuda Rawamangun tempat sekolah kami tercinta.

Para Siswa berlari dengan Penuh Semangat Merah Putih
Para Siswa berlari dengan Penuh Semangat Merah Putih

Sebagai guru mereka di sekolah, saya mengacungkan dua jempol akan kehebatan anak-anak SMP ini. Mampu berlari dan terus berlari dengan semangat tinggi sambil bernyanyi-nyanyi kecil saling memberi semangat antara satu siswa dengan siswa lainnya. Itulah yang membuat energi mereka menjadi semakin berlipat ganda, karena semangat mereka adalah semangat merah putih yang selalu maju tak gentar membela kebenaran.

Lihatlah semangat mereka dalam foto-foto ini. Berbaris rapih sambil terus berlari mencapai tujuan sekolah kami tercinta dengan dikawal oleh rombongan besar yang saling memberi semangat. Semangat merah putih yang tak pernah padam dari dalam diri. Seperti terlihat dalam spanduk dan foto-foto di bawah ini.

Spanduk Pelantikan Pengurus OSIS
Spanduk Pelantikan Pengurus OSIS

Para Calon Pengurus OSIS SMP Labschool Jakarta
Para Calon Pengurus OSIS SMP Labschool Jakarta

Para Siswa SMP duduk santai menyambut kedatangan para pengurus OSIS
Para Siswa SMP duduk santai menyambut kedatangan para pengurus OSIS
Mandi Kembang menjadi Syarat dalam Pelantikan OSIS
Mandi Kembang menjadi Syarat dalam Pelantikan OSIS

Itulah sedikit cerita dari pelaksanaan kegiatan lintas juang dan pelantikan OSIS di sekolah kami. Mohon maaf bila terlihat narsis. Maklumlah Blogger sejati.

Salam Blogger Kompasiana

Omjay


wijaya

Minggu, 16 Agustus 2009

Pengelolaan Ibadah Haji Melalui Bank Syariah

Terus terang saya belum begitu banyak mengetahui tentang sepak terjang bank syariah, tetapi melihat perkembangannya yang begitu pesat dan cepat membuat saya berdecak kagum karena ternyata perbankan syariah lebih dari sekedar bank. Bukan itu saja, produk perbankan syariah membuat orang merubah gaya hidup dalam berbanking. Inilah yang pernah ditulis oleh Mas Hermawan Kertajaya bahwa Islamic Banking telah menjadi gaya hidup baru dalam berbanking. Hal tersebut dapat anda baca secara lengkap di bawah ini:

Dari taman bacaan di atas, bagi saya secara pribadi adalah bagaimana keberadaan bank syariah dapat dimanfaatkan secara luas bagi kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan ibadah haji di Indonesia. Kalau saya jadi pejabat BI atau menteri keuangan, saya akan mewajibkan para calon jamaah haji untuk menyimpan uangnya di bank syariah. Mengapa? Karena dari sektor pengelolaan ibadah haji saja, bank syariah dapat mengeruk untung yang cukup lumayan. Apalagi dengan menggunakan prinsip syariah yang diajurkan oleh ajaran agama Islam. Dengan prinsip berbagi hasil.

Ibadah haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam yang mampu untuk pergi ke tanah suci mekah. Hal ini merupakan wujud nyata dari Rukun Islam yang kelima. Namun sangat di sayangkan. Potensi besar ini belum termanfaatkan dengan baik, dan dikelola secara baik pula oleh bank syariah. Kalau saja ini bisa dikelola secara baik dan profesional oleh bank syariah, saya yakin umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji akan mempercayakan sepenuhnya segala urusan keuangan kepada bank syariah. Bukan bank konvensional seperti sekarang ini. Sehingga tercampur baur antara riba dan sistem bagi hasil.

sayangnya, kasus pengelolaan ibadah haji sering kali membuat kita prihatin, apalagi dengan terungkapnya kasus korupsi Dana Abadi Umat (DAU) hasil dari terkumpulnya dana ibadah haji yang tersisa di departemen agama. Lalu banyaknya kasus pengelolaan ibadah haji, khususnya dalam hal keuangan semestinya membuat para pejabat terkait sudah harus berani mempercayakan pengelolaannya seratus persen ke bank syariah. Dengan demikian, bank syariah yang ada di Indonesia akan semakin kredibel, karena semakin dipercaya oleh umat Islam itu sendiri. (Wah pejabat bank konvensional pasti akan banyak yang protes nih!)

Menteri Agama DR Muhammad Maftuh Basyuni menegaskan di berbagai media masa bahwa banyak “tangan kotor” di seputar pengurusan haji. Mengapa setiap tahun urusan haji selalu bermasasalah. Ini karena tangan-tangan kotor yang menjadi masalah. Ternyata tangan saya lebih kecil dari tangan-tangan kotor itu. Sehingga tidak dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Menag dalam sambutannya saat peluncuran Bank Mega Syariah sebagai Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Jakarta, Jumat malam (24/7/2009). Padahal menurut Menag, urusan haji merupakan tugas yang paling mudah bagi Depag, diantara tugas-tugas atau fungsi Depag lainnya.

Ditambahkan Menag, selain tangan-tangan kotor tersebut ada juga bank sebagai BPS BPIH yang nakal. ”Bank nakal ini memberi dana talangan bagi calon jamaah haji yang belum mampu dalam masalah dana atau keuangan. Padahal haji itu tidak perlu dipaksakan kalau belum mampu. Agama itu mudah sebetulnya,” tambah Menag. Menghadapi tangan-tangan kotor di kalangan Depag serta bank BPS BPIH yang nakal, Menag mengaku pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan. Menag juga membuka diri untuk menerima saran dan kritik dari masyarakat luas seputar penyelenggaraan haji.

Dari berita itu jelas sekali kita lihat bahwa pengelolaan dana ibadah haji belum terkelola secara baik, khususnya oleh bank syariah yang ditunjuk oleh pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah nyata agar bank syariah diberikan kewenangan penuh dalam pengelolaan keuangan ibadah haji, khususnya setoran calon jamaah haji Indonesia. Langkah-langkah itu adalah:

  1. Mewajibkan para calon jamaah haji menyetorkan dana hajinya kepada bank syariah
  2. Memberikan kebebasan penuh kepada bank syariah dalam mengelola keuangan dana haji, dengan pengawasan dari pemerintah, dalam hal ini departemen agama dan DPR.
  3. Tidak lagi menyertakan bank konvensional untuk terlibat dalam pengelolaan keuangan dana haji sehingga tidak tercampur baur antara riba dan bagi hasil
  4. Menambah operasional jumlah bank syariah yang ada sehingga membantu para calon jamah haji untuk menabung di bank syariah. Sebab masih sulit ditemukan bank syariah di tingkat pelosok daerah, khususnya Indonesia bagian Timur.
  5. Meningkatkan SDM dan profesionalisme di kalangan karyawan bank syariah sehingga umat islam percaya bahwa bank syariah adalah bank yang mampu menangani dana haji dengan baik.
Itulah beberapa langkah konkrit agar pelaksanaan pengelolaan keuangan haji dapat ditangani oleh bank syariah. Mungkinkah ini bisa terjadi? Dibutuhkan kekuatan maha dahsyat dari pimpinan negeri ini mengeluarkan kebijakannya. Semoga saja bisa terwujud. Majulah terus bank syariah. Layani umat dengan produk-produk layanan perbankan yang mudah, menarik, dan merakyat.

Salam Blogger persahabatan