Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Kamis, 25 November 2010

Selamat hari Guru ke-65. jadilah Guru Profesional yang berkarakter dan bermartabat

Setiap tanggal 25 November 2010, para guru berulang tahun. Ulang tahun yang usianya sama dengan ulang tahun kemerdekaan negera republik Indonesia. Artinya, sudah 65 tahun perayaan ulang tahun guru rutin setiap tahun diselenggarakan. Kebetulan tanggal itu adalah tanggal dimana Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dibentuk. Tentu kita berharap banyak kepada organisasi PGRI di hari ulang tahunnya yang ke-65 ini.

Dengan usianya yang sudah masuk usia manusia lanjut usia (manula), seharusnya PGRI sudah semakin bijaksana, dan mampu menjalankan program kerjanya yang berpihak kepada peningkatan kinerja guru untuk menjadi guru profesional. Bukan hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Sebab guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya.  Bila guru tak memiliki karakter yang baik, maka akan jadi apa para peserta didiknya kelak. Bisa jadi, gayus-gayus baru akan bermunculan di negeri ajaib ini.

Hal itulah yang terjadi saat ini. Korupsi begitu merajalela. Kejujuran dan Kepeduliannampaknya menjadi sesuatu yang langka dimiliki oleh para pendidik. Demi sebuah prestise menjadi guru profesional, banyak oknum guru yang  menanggalkan kejujurannya, hanya demiselembar sertifikat guru profesional. Kepedulian kepada sesama gurupun sudah mulai pudar, dimana kolaborasi guru dalam melakukan kegiatan ilmiah seolah-olah hilang ditelan bumi. Hanya sedikit sekali guru yang mampu membuat dan menulis karya tulisnya sendiri.

Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru. Banyak masyarakat yang merisaukan aneka pelanggaran itu, tetapi program sertifikasi terus saja melaju atas nama pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan. Kita pun hanya bisa mengurut dada, sebab kasus plagiasi masih terus terjadi, dan itu masih dilakukan oleh mereka yang bernama guru.

Tentu kita berharap ada perbaikan terus menerus dalam sistem sertifikasi guru yang menguntungkan para guru itu sendiri. Sebab tujuan sertifikasi itu sendiri sangat mulia, dimana harkat dan martabat guru ditingkatkan dan profesi guru diakui sama dan sejajar dengan profesi lainnya. Disamping kesejahteraan guru ditingkatkan, profesionalisme guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

PGRI sebagai induk organisasi yang mengayomi para guru, harus mampu berkiprah lebih baik lagi dalam melaksanakan program kerjanya. Sebab sampai saat ini, PGRI terkesan hanya milik elit tertentu, dan pengurusnya kurang membumi. Sehingga wajar banyak guru yang tak merasa memiliki induk organisasi seperti PGRI. Bahkan terdengar kabar ada pengurus PGRI yang tak mau dilengserkan padahal kinerjanya sama sekali tak ada.

Mereka-mereka yang tak puas degan kinerja PGRI akhirnya membentuk organisasi baru yang dibentuk bukan untuk menyayingi PGRI, tetapi menjadi mitra PGRI agar kualitas dan kompetensi guru menjadi lebih baik lagi dengan mengadakan berbagai pelatihan guru. Diantara organisasi itu adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diketui oleh Satria Darma dengan sekjennya Mohammad Ihsan.

IGI telah mampu membuktikan diri untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme guru, dan menjadikan guru berkarakter. Semua program kerja IGI telah didukung oleh kementrian pendidikan nasional, disambut baik oleh menteri pendidikan nasional, Prof. Dr. Moh. Nuh.

Sebagai seorang guru, tentu saya banyak terlibat dalam kegiatan IGI ini, dan saya merasakan benar kehadiran IGI telah membawa warna baru bagi dunia pendidikan kita, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu profesional di bidang mata pelajaran yang diampunya.

Hal ini tentu membuat para guru senang, dan berbondong-bondong untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh IGI selalu ramai dipenuhi oleh para guru, dan mereka sangat antusias  dengan program-program IGI yang berpihak kepada peningkatan mutu pembelajaran.

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari ulang tahun buat para guru di Indonesia. Jadilah guru profesional yang berkarakter dan benahi karakter bangsa melalui pendidikan. Kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakter yang membawa peserta didik menjadi cerdas dan berakhlak mulia.


salam Blogger Persahabatan
Omjay

Minggu, 21 November 2010

Mau Jadi Orang Hebat? Gunakan Internet Sehat!

Sudah lebih dari tiga tahun lamanya saya berselancar dalam dunia maya. Orang banyak biasa menyebutnya internet. Banyak informasi bermanfaat yang saya dapatkan. Mulai dari mencari pengetahuan baru sampai menciptakan ilmu pengetahuan, dan informasi baru melalui blog. Saya pun berniat untuk menjadi orang hebat dengan menggunakan internet sehat.

Sebagai seorang guru, tentu saya tak mau kalah dengan mesin pencari google yang serba tahu. Saya berusaha mengetahui lebih dulu apa yang saya lihat di internet daripada peserta didik saya. Saya pun banyak belajar internet dari internet itu sendiri. Saya benar-benar merasakan bagaimana sulitnya belajar secara mandiri. Dari guru yang gagap teknologi menjadi guru yang melek teknologi. Saya merasakan pentingnya sebuah informasi atau berita.

Situs berita dalam negeri yang paling sering saya buka adalah detik.com dan kompas.com. Dari kedua berita itu akhirnya saya menemukan blogdetik.com dan kompasiana.com. Dari kedua blog unik itulah saya banyak belajar. Belajar menulis apa yang saya sukai dan kuasai di internet. Sayapun menjadi terhubung dan berbagi. Walaupun sebenarnya, saya sudah pula mempunyai 3 buah blog gratis di blogger.com, wordpress.com, dan multiply.com, ngeblog di dua tempat di atas itu cukup menarik perhatian saya. Bahkan sayapun juga membuat blog di dagdigdug.com. Namun bagi saya, ngeblog dengan made in Indonesia jauh lebih nikmat daripada ngeblog menggunakan made in luar negeri. Mengapa?

Dengan menggunakan blog produk dalam negeri ada kebanggaan tersendiri. Meskipun rata-rata blog itu masih menggunakan mesin blog wordpress gratis dari luar negeri, tetapi saya merasakan ada kemudahan dalam konektivitasnya. Kita pun menjadi cepat bergaul dalam pergaulan dunia maya (internet) yang tak pernah tidur.


Blog memang alat rekam yang ajaib. Saya banyak menulis apa yang ada dalam pikiran-pikiran saya. Saya berusaha untuk berbagi pengetahuan, dan pengalaman saya menjadi guru. Alhamdulillah banyak yang tertarik membaca blog saya itu, dan bahkan saya pernah menjadi juara pertama lomba blog di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh balai bahasa bandung, dan pemberian hadiahnya dilaksanakan di pusat bahasa Rawamangun Jakarta. Waktu itu saya banyak menulis tentang dunia pendidikan dan saya tuliskan di blog saya di http://wijayalabs.wordpress.com.

Internet sehat memang bikin orang jadi hebat. Bahkan, saya telah merajut sebuah buku dari hasil ngeblog yang berjudul yuk kita ngeblog!. Naskah buku itu saya kirimkan ke pusat perbukuan dalam rangka lomba naskah buku pengayaan, dan alhamdulillah saya mendapatkan juara pertama di tingkat nasional tahun 2009. Insya Allah dalam waktu dekat ini, buku itu akan segera diterbitkan ke seluruh sekolah yang ada di Indonesia oleh Pusat Perbukuan Kemendiknas.

Dengan semakin seringnya saya menulis di internet melalui blog, maka sebenarnya saya sudah menjalankan internet sehat. Berkat berbagi itulah, saya merasakan manfaat dari ngeblog, dan saya merasakan bahwa ngeblog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Banyak manfaat yang kita peroleh.

Dengan menggunakan internet sehat, saya serasa menjadi orang hebat. Banyak tawaran yang datang untuk menjadi nara sumber atau pembicara dalam ilmu pendidikan, khususnya tentang penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saya pun akhirnya banyak di undang ke berbagai daerah di tanah air, dan merasakan manfaat dari menulis di internet melalui blog. Bahkan banyak kampus yang mengundang saya untuk menjadi pembicara.


Mau jadi orang hebat? Gunakan internet sehat. Jadikan internet sebagai tempat untuk menunjukkan potensimu. Baik dalam kreativitas menulis maupun dalam bidang lainnya. Sedikit narsis tak apalah untuk memberikan contoh atau keteladanan kepada orang lain. Bukan bermaksud sombong apalagi membanggakan diri, karena Allah tak suka dengan orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Saya banyak belajar dari bapak Mario Teguh, Sang motivator Indonesia. Beliau menggunakan internet untuk mempublikasikan semua tulisan-tulisannya. Orang pun akhirnya banyak bergabung di milis maupun facebook beliau. Kuncinya, banyak menulis apa yang kita kuasai, dan berbagilah ilmu pengetahuan kepada yang lain. Internet memungkinkan kita bisa berbagi kepada sesama.

Gunakan internet untuk membuatmu mampu menciptakan informasi baru. Adanya blog membuatmu menjadi kreatif dan melakukan inovasi baru agar tulisanmu dapat dibaca dan terbaca orang banyak. Apalagi dengan adanya situs jejaring sosial facebook dan twitter, tulisanmu dengan mudah dapat tersebar kemana-mana.

Internet sehat memang nikmat. Kamu pun akan menjadi orang hebat bila kamu mampu menulis dengan gaya bahasamu sendiri. Biasakan menulis sendiri dan tidak “copas” tulisan orang lain.

Kamu dikenal dari tulisanmu. Kamu dikenal dari pemikiranmu. Kenapa tak kamu gunakan internet sebagai jembatan meraih kesuksesan. Kesuksesan di dunia dan juga kesuksesan di akhirat kelak. Oleh karena itu, gunakan motto dalam hidupmu untuk menulislah terus setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.





Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Catatan:

Tulisan di atas akan omjay ikut sertakan dalam lomba festival blog 2010 di sini.

Jumat, 05 November 2010

Sumpah Pemuda dan Jiwa Kepahlawan di Era Multitasking yang Beretika

Sumpah Pemuda dan Jiwa Kepahlawan di Era Multitasking yang Beretika

Senang sekali saya hari itu. Tepatnya, 28 Oktober 2010. Selain banyak teman yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya, banyak pula peserta didik saya yang mengucapkan “selamat ultah”.Belum lagi yang mengucapkan ultah di facebook dan twitter. Jumlahnya sampai ratusan. Kebetulan hari itu adalah hari ulang tahun saya yang bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda.
Para Peserta Talkshow Sumpah Pemuda 2.0.
Para Peserta Talkshow Sumpah Pemuda 2.0.
Tiba-tiba ponsel saya berdering, dan diingatkan oleh ketua Komunitas Blogger Bekasi (be-Blog), Mas Aris untuk segera datang ke acara XL yang digelar melalui program CSR Indonesia Berprestasi Award. Acara dimulai pukul 13.00 – 19.00 WIB. Bertempat di Moesioem Kebangkitan Nasional, Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat, atau yang lebih terkenal dengan nama Gedung STOVIA.
Para Pembicara Talkshow Sumpah Pemuda 2.0.
Para Pembicara Talkshow Sumpah Pemuda 2.0.
Sambil dengerin pembicara ngomong, jempol tetap eksis di twitter dan facebook
Sambil dengerin pembicara taklshow ngomong, jempol tetap eksis di twitter dan facebook
Saya datang agak terlambat sedikit, dan saya lihat temen-teman peserta sedang asyik menikmati acara sambil jempolnya “towel-towel keyped” di ponselnya masing-masing. Inilah generasi multitasking, sambil dengerin materi tetap asyik dengan netizennya. Tetap beretika, dan tidak mengganggu peserta lainnya.
Ketua be-blog Mas Aris dan Peserta dari Ambon asyik ngobrol
Ketua be-blog Mas Aris dan Peserta dari Ambon asyik ngobrol
Saya langsung mendatangi ketua be-blog mas Aris yang lagi asyik ngobrol dengan teman barunya dari Ambon. Saya pun berkenalan dengannya. Namun saya lupa lagi namanya. Maklumlah sudah melupa dan menua, hehehehehe.
Teman-teman Kompasiana.com Menyambut Kehadiran saya
Teman-teman Kompasiana.com Menyambut Kehadiran saya
Mas Aris dan teman-teman yang melihat saya langsung mengucapkan selamat ultah. Alhamdulillah, inilah resiko dari selebritis dunia maya, hehehehe. Banyak ucapan selamat ulang tahun di mana-mana. Dari dunia nyata dan dunia maya. Kita pun telah berada dalam etika cyberspace, dan generasi multitasking. Di sela-sela talkshow masih bisa cipika cipiki. Tetap santun dan tidak menganggu acara. Bahkan masih bisa bernarsis ria seperti Kang hadi dan Mbak Yunika (sebelah kiri), hahahahahaa.
Mas Imam bicara tentang generasi multitasking, dan pak Anhar bicara tentang etika
Mas Imam bicara tentang generasi multitasking, dan pak Anhar bicara tentang etika
Sebenarnya, istilah etika dan generasi mutitasking baru saja saya dengar dari acara talkshow Sumpah Pemuda 2.0 di Museum Kebangkitan Nasional siang ini. Acara yang dimoderatori mas Jaya Suprana ini menghadirkan pembicara keren seperti Pak Anhar Gonggong, Mas Imam B Prasodjo, Mas Andrie Subono, Mas Sudiyanto, dan mas Iman Brotoseno.
Suasana Acara talkshow sumpah pemuda 2.0. dari Belakang
Suasana Acara talkshow sumpah pemuda 2.0. dari Belakang
Banyak hal menarik yang dibicarakan dalam talkshow itu, namun karena riuhnya suasana saya tak berhasil menangkap semua materi yang disampaikan. Hanya saja, pak Anhar Gonggong sempat melontarkan sebuah pernyataan, “apapun teknologinya, etika akan tetap terjaga”. Mas Imam Prasodjo pun menambahkan bahwa,  ”kita hidup dalam era generasi mutitasking”. Jadi jangan heran kalau banyak blogger, facebooker, dan tweeps yang datang hari itu telinganya mendengar, tetapi mata dan tangannya asyik bermain facebook dan twitter.
Sambil dengerin, Kang Hadi sibuk dengan ponsel mungilnya, Mas Aris asyik BB-an.
Sambil dengerin, Kang Hadi sibuk dengan ponsel mungilnya, Mas Aris asyik BB-an, mbak Yunika tetep aja narsis, dan temen dari ambon serius.
Itulah sebenarnya hal yang menarik dari acara talkshow itu dalam pandangan saya. Generasi muda kita saat ini memang berbeda pada saat sumpah pemuda 1928 diucapkan. Jiwa kepahlawanan benar-benar terasa pada saat itu. Mereka ingin bersatu dan membentuk negara sendiri yang bernama Indonesia.
Mas Amril, penasehat be-blog sempat bernarsis diri
Mas Amril, penasehat be-blog sempat bernarsis diri
Omjay dan teman-teman Kompasiana.com
Omjay dan teman-teman Kompasiana.com
Sumpah pemuda yang diucapkan saat ini tentu berbeda dengan saat itu. Gayanyapun akan mengikuti era digital dimana telah menjadi sumpah pemuda 2.0. Seolah-olah mengikuti jejak teknologi baru web.2.0. Dimana semua orang bisa saling terhubung dengan mudah dan cepat. Kita pun bisa menjadi orang besar seperti mas Amril dan Omjay, hahahahhaha.
Tetap mendengarkan Acara talksow dengan Khidmat
Tetap mendengarkan Acara talksow dengan Khidmat
Hidup memang benar dalam era multitasking saat ini. Kita sering tidak fokus pada satu masalah saja, tetapi banyak masalah yang dihadapi. Disinilah diperlukan etika dalam menuntaskan masalah demi masalah. Bukan produk yang kita kejar, tetapi proseslah yang harus kita lalui dengan benar. Bila proses yang kita lalui benar, maka di dalam Indonesia merdeka tidak akan ada kemiskinan. Jiwa kepahlawan selalu ada di hati, dimana lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.Demikian benang merah yang saya simpulkan dari paparan pak Anhar Gonggong.  Mas Imam parsodjo pun menambahkan untuk menghadapi era multitasking kita harus memiliki bekal sosiologi yang matang dalam mengembangkan kemanusian.
Tetap Serius mendengarkan acara Takshow
Tetap Serius mendengarkan acara Takshow
Lain mas Imam, lain pula mas adrie Subono. Seorang pengusaha yang banyak menghadirkan artis dunia, dan menduniakan Indonesia. Baginya, mendatangkan artis kelas dunia merupakan tantangan tersendiri. Melalui dunianya ia ingin mengenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia. Oleh karenanya peranan teknologi informasi sangat penting dikuasainya. Beliau cukup ngetweet dan menggunakan facebook untuk mempublikasikan kegiatannya di dunia maya.
Mas Andrie Memanfaatkan TI untuk memasarkan Kegiatannya
Mas Andrie Memanfaatkan TI untuk memasarkan Kegiatannya
Sementara itu pembicara muda yang hadir dalam acara talkshow, mas Iman Brotoseno lebih menyoroti catatan-catatan seorang blogger yang memerlukan etika ngeblog di dalamnya.  Era multitasking membuat seorang blogger tak hanya bermain di situs jejaring facebook saja tetapi juga twitter yang terus berkembang dan diminati anak muda jaman sekarang. Sedangkan peraih Indonesia Berprestasi award, mas Sudiyanto lebih menitik beratkan kerja keras dan ketekunan dalam dunia teknologi yang terus berkembang.
Mbak ajeng (berkerudung Hijau) Asyik dengan Catatan Bloggernya
Mbak ajeng (berkerudung Hijau) Asyik dengan Catatan Bloggernya
Bagi saya secara pribadi, talkshow ini bagus sekali namun sayangnya dibatasi oleh waktu. Acara ini pun membawa semangat satu negeri di era digital yang beretika dan mutitasking. Mari kita berpikir optimis! Jiwa kepahlawanan jelas aharus ada dalam diri kita agar semangat sumpah pemuda terus berada di dalam dada.
Semangat sumpah pemuda dan jiwa kepahlawanan di era Multitasking yang bertika harus terus dilestarikan menjadi budaya bangsa. Kita harus belajar dari sejarah agar bangsa ini tahu perjuangan generasi sebelumnya. Setelah acara Talkshow, para pembicara mendapatkan cinderamata dari XL, dan saya pun mendokumentasikannya dengan cepat peristiwa yang bersejarah ini.
para pembicara Talkshow diapit oleh Ibu Dian
para pembicara Talkshow diapit oleh Ibu Dian
Salam Blogger Persahabatan
Omjay




Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Rabu, 27 Oktober 2010

Selamat Hari Blogger Nasional


Selamat hari Blogger Nasional
Selamat hari Blogger Nasional
Hari ini adalah hari Blogger Nasional. Tanggal yang ditetapkan sebagai hari dimana para blogger Indonesia berulang tahun. Hari dimana pada tiga tahun yang lalu, tepatnya 27 Oktober 2007 di acara pesta blogger 2007, Menkominfo Muhammad Nuh mengukuhkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Sebagai seorang blogger tentu saya menyambut gembira hari ini. Sayapun yakin andapun sama dengan saya, bila anda juga seorang blogger. Sebab di sinilah telah terjadi "suara baru Indonesia" dalam kemasan yang elegan dan intelek. Setiap orang diberi kebebasan untuk menyampaikan apa saja yang ada di dalam otak kepalanya. Rasa tanggung jawabpun mengikuti dari setiap postingan yang di publish-nya.

Jadilah blogger yang bertanggung jawab. Tidak asal tulis, dan memberikan nilai manfaat bagi mereka yang membacanya. Jadikan blog sebagai media dalam menyalurkan aspirasi yang mungkin tersumbat. Bahkan jadikan blog sebagai sarana untuk membuat sebuah komunitas baru.

Contohnya. Bila kita jengkel dengan kepemimpinan gubernur Fauzi Bowo, khususnya tentang banjir dan macet yang ada di jakarta, kita bisa menuliskannya dengan gaya humor. Seperti yang dituliskan oleh ketua komunitas blogger bekasi (be-blog) di http://arishu.blogspot.com/2010/10/mati-ketawa-ala-bang-foke.html. Dari membaca tulisan itu, kita pun akan tertawa geli dan terpingkal-pingkal. Apalagi bila melihat kumis pak Fauzi Bowo yang dicukur habis.

Dalam era digital sekarang ini, setiap warga bisa menjadi seorang jurnalis. Mereka bisa mengabarkan apa saja yang dilihat dan didengarnya. Hanya dengan menekan tombol-tombol keypad dengan jempol dari ponselnya, seorang warga bisa mempublish apa yang dilihatnya dengan cepat kemana-mana. Apalagi di era facebook dan twitter yang semakin merajalela. Rasanya dunia hanya berada dalam genggaman.

Bagi seorang blogger, adanya facebook dan twitter justru membuatnya menjadi lebih hidup dari sebelumnya. Blog pribadinya yang dulu mati suri dan sepi dari pembaca, kini bisa tersebar dengan cepat melalui jejaring sosial itu. Minimal, ada pesan dalam pikiran utama yang sampai ke mata pembaca. Kalau sudah begitu, seorang blogger pastilah join di facebook dan juga twitter.

Saya teringat kembali dengan tulisan mas Amril di tahun lalu di sini. Beliau menuliskan bahwa dengan menjadi seorang blogger akan menemui keajaiban. Berikut sedikit kutipannya:

Sejak menjadi blogger pada tahun 2003 dan menemukan sejumlah keajaiban-keajaiban tak terduga disana, saya menemukan sebuah “dunia baru” dimana saya dapat mendokumentasikan, mengekspresikan dan membagi, apa yang saya alami, dengar dan rasakan melalui media blog.

Dengan menjadi blogger banyak hal-hal tak terduga terjadi. Ada keajaiban dan rezeki yang tiba-tiba mengiringinya. Itulah yang saya rasakan sendiri setelah tiga tahun ngeblog dan menjadi seorang blogger. Perjalanan ngeblog itu saya tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul Yuk Kita Ngeblog!.

Menjadi seorang blogger adalah pilihan. Bagi anda yang sudah memiliki blog, segera update kembali blog anda, dan tulislah terus apa yang anda sukai dan kuasai dengan perasaan hati yang menyenangkan. Ketika anda merasa senang, maka pembaca blog anda pun akan merasakan hal yang sama. Jadi....., segeralah update kembali blog anda yang mungkin mati suri di hari blogger ini.

Bila anda yang senang bergaul, membuat blog dimana-mana silahkan saja. Tetapi yang penting, ketika membuat blog, usahakan kita komitmen dalam meng-updatenya. Sebab dalam dunia blog, "Content is the king". Itulah kalimat yang masih saya ingat dari mas Wicaksono atau Ndro kakung. Lebih baik memiliki satu blog namun ter-update dengan baik, daripada memiliki banyak blog tapi tak pernah diupdate. Kalau sudah demikian, maka jadilah blog kita itu seperti sampah-sampah informasi. Bila tulisannya bagus, maka sampah itu akan tetap membawa berkah. namun bila "maaf" kurang baik, dan asal tulis, maka postingan anda itu hanya menjadi tumpukan sampah yang tak bisa didaur ulang.

Selamat hari blogger nasional. Rasakan sebuah kenikmatan dari menulis setiap hari. Bila itu bisa anda lakukan, maka anda akan menjadi blogger handal di era global. Anda pun akan memilki sebuah warisan. Warisan terakhir seorang blogger yang sudah saya tuliskan dalam beberapa edisi.


salam Blogger Persahabatan
Omjay


Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi

Senin, 04 Oktober 2010

Penyakit Seorang Blogger

Narsis adalah penyakit Para blogger
Narsis adalah penyakit Para blogger

Setelah anda memiliki blog sendiri di internet, maka anda sudah menjadi seorang blogger. Anda pun akan sepuas hati menulis tanpa melalui proses editing. Anda pun langsung menjadi pimpinan redaksi blog anda sendiri. Tempat-tempat untuk ngeblog gratis banyak sekali, baik di dalam maupun di luar negeri. Kalau di luar negeri, orang banyak yang menggunakan blogger.com dan wordpress.com. Kalau di dalam negeri, ada yang pakai blogdetik.com, dan ada juga yang pakai dagdigdug.com.

Tetapi, dari semua blog di atas ada blog keroyokan yang lebih interaktif, namanya kompasiana.com. Di kompasiana.com kita merasa mendapatkan rumah "kost" (meminjam istilah pak Pray) baru yang membuat kita menjadi connecting and sharing. Kita pun akan mengenal banyak orang dari berbagai profesi. Ada yang menjadi guru, dosen, pengusaha, jurnalis, diplomat, pengacara, dokter, dan lain-lain.

Sebagai seorang blogger yang memiliki blog pribadi, tentu ada plus minus yang kita dapatkan dari bergabung di rumah sehat kompasiana.com. Plus minus itu antara lain, seringkali kita tak pede dengan kemampuan menulis kita. Sebab di kompasiana.com banyak sekali para penulis hebat ikut join di sini. Rasanya, kita ini belum ada seujung kukunya dalam dunia tulis menulis.

Berbeda dengan blog kebanyakan pada umumnya, di kompasiana.com proses interaksi itu cepat sekali terjadi. Kalau kita mau meluangkan waktu sedikit di kompasiana.com, maka kita akan mendapatkan segudang ilmu pengetahuan baru, dan juga pengalaman dari para penulis yang pakar di bidangnya. Di situlah kita harus pandai memilih dan memilah tulisan mana yang pas buat diri kita. Kita pun bisa terpicu dan terpacu untuk bisa seperti mereka itu.

Hanya saja, ada penyakit seorang blogger yang harus anda ketahui. Penyakit itu mengendap dahsyat dalam diri anda sendiri. Sebuah penyakit yang nampaknya sulit untuk disembuhkan. Mungkin perlu terapi khusus atau memanggil dokter spesialis untuk menyembuhkannya.

Tahukan anda apa penyakit seorang blogger? Penyakit itu adalah NARSIS. Rasanya jarang kita dapati ada blogger yang tidak narsis. Seperti saya ini, yang sudah terlanjur narsis menjadi seorang blogger. Kenarsisan itu terlihat dari gaya menulis saya yang memiliki motto hidup "menulislah terus setiap hari dan buktikan apa yang terjadi".

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Sang Pencerah Menginspirasi Para Guru untuk Memperbaiki Cara Mengajarnya

Postingan 1010.

Kamis sore pukul 16.00 WIB, tanggal 30 September 2010 sekitar 500 orang guru tumpah ruah di MPX Studio 1 dan 2 Pasaraya Blok M Lantai 7 Jakarta Selatan. Mereka begitu antusias hendak menonton film Sang Pencerah, garapan sutradara kondang hanung Bramantyo.

Para Guru dan Hanung Bramantyo
Para Guru dan Hanung Bramantyo

Kegiatan yang terlaksana atas kerjasama Ikatan Guru Indonesia (IG) dengan managemen MPX serta Flexi Telkom ini sangat bagus untuk terus dilanjutkan agar para pendidik tahu sejarah KH. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Muhammadiyah yang berada di Kauman Yogyakarta. Apalagi kegiatan menonton bersama para guru ini dihadiri langsung oleh Sang Sutradaranya, Hanung Bramantyo.

Uasai Pemutaran, Sutradara Hanung Bramantyo Memberikan Pencerahannya
Usai Pemutaran, Sutradara Hanung Bramantyo Memberikan Pencerahannya
Para Guru Begitu Antusias Menonton sang Pencerah
Para Guru Begitu Antusias Menonton sang Pencerah

Terus terang, saya sendiri sebagai guru lebih mengenal penyanyi ahmad dani daripada  kyai ahmad dahlan. Bukan karena saya tak mau mengatahui lebih dalam, tetapi popularitas ahmad dani jelas lebih terasakan saat ini. apalagi bila mendengar lagu-lagu ciptaannya yang kreatif. Dengan adanya film ini, saya menjadi lebih mengenal sosok siapa KH ahmad dahlan dan kiprahnya bagi dunia pendidikan kita.

Film Sang Pencerah bagi saya secara pribadi sangat menginspirasi. Kita terkadang lebih mengenal tokoh pendidikan dari luar negeri daripada tokoh pendidikan di dalam negeri sendiri. Sayapun menjadi malu kepada diri saya sendiri, ternyata apa yang ada dalam buku-buku teori pendidikan itu sudah dipraktikkan lama oleh KH Ahmad Dahlan. Jauh sebelum ada buku-buku teori pendidikan itu terbit. Saya pun tersulut untuk memperbaiki cara mengajar saya yang sampai saat ini masih memakai paradigma lama. dimana guru masih menjadi teacher center, padahal seharusnya student center.

Hanung Bramantyo, Sutradara Sang Pencerah
Hanung Bramantyo, Sutradara Sang Pencerah
Para Pengurus IGI Membagikan Formulir anggota IGI
Para Pengurus IGI Membagikan Formulir anggota IGI

Film sang Pencerah bagi saya memiliki makna penting bahwa seorang pemimpin itu harus tegar dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapinya. Mampu bertahan dengan penuh kesabaran, dan memiliki semangat tinggi dalam melawan kemungkaran. Faktor keteladanan juga perlu dilakukan agar para pendidik mampu memberikan contoh yang baik kepada para peserta didiknya.

Salah Seorang guru (bapak Diding), memberikan komentarnya usai pemutaran film
Salah Seorang guru (bapak Diding), memberikan komentarnya usai pemutaran film

Akhirnya, di dalam postingan saya yang ke 1010 ini, ada pesan yang ingin saya sampaikan kepada para guru di Indonesia. Mari kita memperbaiki cara mengajar kita dan menjadi seorang pendidik yang mampu menjadi sang pencerah bagi para peserta didiknya.

Bagi anda yang belum menonton film ini, segeralah menonton dan ambil hikmah dari film itu. Ajakalah para peserta didik anda untuk menonton film ini.

Terima kasih untuk para sponsor, khususnya telkom flexi dan managemen MPX
Terima kasih untuk para sponsor, khususnya telkom flexi dan managemen MPX

Namun, di dalam kelebihan-kelebihan film ini, masih  terdapat juga kekurangan-kekurangan di sana-sini. Biarlah para pengamat film yang menilai, bagi saya film ini sudah cukup bagus untuk menampilkan sosok pahlawan nasional, KH. Ahmad dahlan yang telah sukses membentuk organisasi muhammdiyah sampai besar sekarang ini.

Sambutan dari Managemen MPX sebelum Pemutaran Film
Sambutan dari Managemen MPX sebelum Pemutaran Film

Sayapun memberikan apresiasi kepada sang sutradara, mas hanung Bramantyo yang telah mempersiapkan pembuatan film ini hampir 15 tahun lamanya. Ternyata memang tak mudah membuat film sejarah dan menghadirkan tokoh yang sesuai dengan selera pasar. Biar bagaimanapun, investasi 12 Milyar lebih yang dikeluarkan dalam membuat film ini perlu diberi acungan jempol. Saya yakin, investasi itu akan menjadi ladang amal bagi produsernya, Raam Punjabi, dan bukan hanya bisnis semata.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Kamis, 23 September 2010

Guru Tangguh Berhati Cahaya

Saya termenung sejenak. Berpikir dan menginstropeksi diri sendiri. Bertanya pada diri apakah sudah menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang menyinari peserta didiknya dari kegelapan ilmu pengetahuan. Guru yang disukai oleh para peserta didiknya. Kehadirannya sangat dirindukan, dan menentramkan hati para peserta didiknya. Merekapun akan senang bila berfoto mesra dengan guru tangguh berhati cahaya.

Guru Berhati Cahaya

Guru Tangguh Berhati Cahaya

Saya pun tersulut malu, karena di tahun ke-16 saya menjadi guru, saya belum mampu menjadi guru tangguh berhati cahaya. Guru yang senantiasa menyinari peserta didiknya dengan penuh kasih sayang, dan membimbing mereka untuk menggapai cita-cita. Cita-cita yang tentu telah diimpikannya agar dapat terwujud menjadi nyata. Cita-cita yang akan membawanya ke pintu gerbang kesuksesan. Baik kesuksesan di dunia maupun kesuksesan di akhirat kelak.

Guru tangguh berhati cahaya nampak indah di pandang mata, dan begitu mudah untuk diucapkan dengan kata-kata. Namun betapa sulitnya untuk bisa menjadi guru tangguh berhati cahaya. Sebab sebelum mampu menerangi orang lain, dia harus mampu menerangi dirinya sendiri dulu. Menjadikan dirinya sebagai seorang figur yang layak dicontoh oleh semua orang. Mampu memberikan keteladanan kepada sesamanya. Baik dikalangan peserta didiknya maupun teman sejawat serta orang tua peserta didik.

Guru tangguh berhati cahaya bagaikan mata air di pegunungan yang terus menerus mengeluarkan airnya. Dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang rendah. Mengalir deras memberikan kehidupan kepada manusia dan berbagai makhluk di dunia. Semakin diambil airnya, maka semakin jernih airnya. Mereka yang meminumnya serasa disembuhkan dari segala macam penyakit. Termasuk juga penyakit hati yang menggeroti manusia yang sombong.

Guru tangguh berhati cahaya juga seperti matahari yang menyinari dunia. Dia menerangi jagat alam ini setiap hari. Konsisten dan komitmen di jalurnya. Terbit di timur dan terbenam di barat. Sinarnya yang terang benderang mampu menghidupi bumi dari kegelapan. Menghangati segenap makhluk yang ada di bumi.

Guru tangguh berhati cahaya akan mampu menghilangkan rasa haus dan dahaga para peserta didiknya. Dia menerangi peserta didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan kepada keimanan dan ketakwaan. Iptek dan imtak akan seiring sejalan dalam pembelajarannya di sekolah.

Guru tangguh berhati cahaya adalah dambaan dari semua orang yang menjadi guru. Dia akan menjadi cita-cita bagi para guru tangguh untuk mewujudkannya. Tak gentar walau banyak tantangan dan rintangan yang menghadang. Baginya, hidup adalah sebagai pengembara, dan dia harus menjadi khalifah atau pemimpin untuk orang lain.

Guru tangguh berhati cahaya harus ada dalam sekolah-sekolah kita. Mereka muncul dari kesadaran diri untuk memperbaiki mutu pendidikan yang ada di negeri ini. Falsafah hidup mereka adalah hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya. Bukan menerima sebanyak-banyaknya. Tangan di atas akan lebih mulia daripada tangan di bawah. Pantang menyerah dan tidak bermental pengeluh.

Guru tangguh berhati cahaya adalah seorang pendidik yang memiliki semangat dan motivasi luar biasa saat mendidik, mampu berkomunikasi, dan menguasai cara mengajar yang menyenangkan serta dapat mengenali, dan mengembangkan karakter siswa. Dari kemampuannya itu, menjadikannya sebagai seorang pendidik yang disenangi, disukai, dan dicintai oleh seluruh peserta didiknya.

Guru tangguh berhati Cahaya akan mampu memahami dan membangun karakter siswa dengan baik. Membangkitkan semangat dan motivasi yang mencerahkan untuk berprestasi para peserta didiknya. Semua itu dilakukannya dengan penuh kesadaran untuk membuat para peserta didiknya menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya. Itulah sebabnya landasan iman, ilmu, dan amal harus menjadi three in one dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan berkarakter. Pendidikan yang tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas otak saja, tetapi juga cerdas watak.

Guru tangguh berhati cahaya adalah guru yang pasti berkualitas. Guru yang mampu melahirkan para peserta didik yang berkualitas pula. Dia mampu menjadi pelayan yang baik bagi para peserta didiknya. Mampu mengajak peserta didik untuk saling bekerjasama, dan menjadikan para peserta didiknya untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Guru tangguh berhati cahaya adalah dambaan kita semua. Semoga saya bisa menjadi guru yang tangguh berhati cahaya. Mohon doa dari pembaca kompasiana.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Rabu, 22 September 2010

Peangalamanku Menggunakan Internet


Berawal dari teman. Saya mengetahui jejaring internet. Situs pertama yang saya buka adalaH Game online, ya.. karena sewaktu itu saya sangat suka bermain game di computer. Saya sangat sering membuka game online. Mungkin, hampir setiap hari. Dan akhirnya adik saya juga ikut membuka sius-situs game tersebut.


Berhari-hari saya membuka situs game itu untuk bermain. Sampai, akhirnya ayah saya menegur untuk tidak membukannya setiap hari. Ayah saya menyarankan untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan baru yang terdapat di internet . akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuka situs itu untuk beberapa hari.


Lama-lama saya tidak pernah lagi membuka situs game tersebut. Saya sudah beralih ke e-mail dan jejaring pertemanan facebook ataupun twitter. Pertama saya menggunakan Yahoo untuk chat dan mengirim e-mail kepada teman saya yang jaraknya lumayan jauh, dan saya juga menggunakannya untuk mengirim tugas-tugas TIK ke guru saya. Sedangkan facebook dan twitter saya menggunakannnya untuk mencari teman-teman lama maupun teman baru.


Di facebook saya sangat menemukan banyak teman dan di facebook itu sanggat banyak kegunaanya. Seperti, menyimpan foto dan video, menulis catatan, bermain game dll. Di facebook kita juga bisa bertemu dengan idola kita dengan cara meng-search nama idola kita. Selain itu kita juga bisa menunjukan bakat. Seperti, Photograph kita bisa menunjukan hasil-hasil kita di facebook dan bisa di lihat dan komentari oleh teman-teman, dll.


Pemakaian Twitter tidak jauh dari facebook , sama-sama untuk mencari teman. Di twitter kita juga bisa menemukan orang-orang yang kita kagumi dll.


Di twitter juga bisa untuk mencari informasi tentang keseharian seseorang. Atau kita juga bisa menunjukan suatu gambar dengan twitpic. Awalnya saya binggung menggunakan twitter dan tidak paham sama sekali. Lama-lama saya belajar dari teman dan akhirnya saya bisa menggunakan twitter dan ternyata sangat gampang dan mengasyikan.


Selain twitter saya juga menggunakan blog. Pertama saya membuat blog kelas 8 dan di blog saya tidak ada apa-apanya hanya satu postingan saja. Tapi lama kelamaan postingan saya menjadi banyak karena nge-blog itu sangat mengasyikan dan kita juga bisa bercerita panjang lebar apa yang kita alami di hari ini

Dinti Saffa Aini (9F)
Tugas Mengarang TIK


Kamis, 16 September 2010

Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan


Sudah tiga hari ini, saya berada di desa Taraju, Tasikmalaya. Selain berlebaran dengan sanak family di sana, saya pun ingin bertamasya bersama keluarga. Selain tempatnya yang sejuk dan mempesona, desa Taraju terkenal unik dan memukau. Membuat siapa saja yang pernah ke Taraju pasti ingin kembali lagi ke sini. Seperti halnya saya yang beberapa tahun belakangan ini begitu senang bila pergi berlibur ke desa Taraju. Mengapa saya begitu terpesona dengan desa Taraju ini? Apa yang unik dari desa ini? Mengapa saya begitu terpesona dengan pemandangan alamnya yang Indah? Beberapa pertanyaan itulah yang akan coba saya tuangkan dalam tulisan saya kali ini yang berjudul, "Pesona Desa Taraju yang Unik dan Memukau bak Pretty Woman dari Bumi Parahiyangan."
Eng-Ing-Eng……..hehehehehehe.


Begitu anda sampai di Desa ini, maka anda akan disambut dengan baliho ucapan selamat datang di kawasan Permata Hijau Desa Taraju dengan mottonya yang terkenal Taraju "IDAMAN", yang merupakan singkatan Iman, Damai, dan Mandiri. Dalam baliho itu mengandung pesan bahwa Taraju adalah desa idaman yang disukai oleh semua orang yang berkunjung ke tempat ini. Mereka pasti akan kembali lagi dan merasakan betapa nyamannya tinggal di desa Taraju yang aman.


Dengan pemandangan alam yang indah membuat anda dan keluarga akan bernasis ria untuk berfoto dengan background pemandangan alam ciptaan Allah SWT. Saya pun terhanyut dalam keindahan alam Taraju yang mempesona dengan udaranya yang sangat sejuk. Di desa ini berbeda sekali dengan kota Bekasi yang panas. Ingin rasanya saya pindah kemari, dan mengabdi di sini. Sayang belum ada lowongan guru, hehehehehe.(Kalau ada mau deh saya ngelamar, hahahahaha)


Pemandangan alam yang hijau memukau membuat saya memuji akan kebesaran Allah, sang Maha Pencipta. Begitu indah pemandangan alam di desa Taraju ini, membuat saya tak sanggup berkata-kata lagi. Lekak-lekuk daerah pegunungan yang asri bagai bidadari membuat saya merasa betah tinggal di sini. Namun sayang, segudang pekerjaan di Jakarta telah menunggu dan harus segera diselesaikan.


Sebagian besar penduduk di desa Taraju adalah petani. Selain penghasil Teh, banyak hasil pertanian dihasilkan dari desa yang memiliki tanah yang subur ini seperti singkong, kol, bawang, jagung, padi, cabe, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan lain-lain. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah membangun kantor penyuluhan pertanian yang diberi nama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Taraju.


Pemerintah kabupaten Tasikmalaya juga telah membuka kantor Dinas Pertanian tanaman pangan UPTD Pertanian wilayah III Taraju guna mendukung hasil pertanian yang dihasilkan dari desa Taraju dengan tehnya yang terkenal ke manca negara.


Di dekat kantor kepala desa, didirikan pula gedung Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Taraju. Di kantor ini, para petinggi desa bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Mereka terlihat bahu membahu untuk mengembangkan potensi daerahnya.


Begitu banyak keindahan alam di desa Taraju ini, dan saya akan membaginya ke dalam beberapa tulisan agar anda penasaran. Saya akan ceritakan kepada anda di mana uniknya desa ini, dan mengapa saya mau bersusah payah mempublikasikannya di ranah maya. Mohon bersabar ya…..! (Bersambung)


Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Minggu, 08 Agustus 2010

Guru Kok Narsis?

Banyak teman saya bilang kalau saya ada dimana-mana. Kalau buka internet dan cari-cari artikel tentang pendidikan, pastilah ada wajah saya yang imut dan gendut disitu. Cari tentang humor, eh ada juga foto omjay disitu. lalu teman saya berkata, “Guru kok narsis?”

Guru sekarang memang harus narsis.Dia harus mampu menulis. Menulis apa saja yang dikuasainya dan disukainya. Menyebarkan pengetahuan dan pengalamannya menjadi seorang pendidik.

Paradigma guru harus dirubah. Kalau guru zaman dulu, kerjanya cuma mencari indormasi alias baca buku doang. Tetapi sekarang, di tengah arus informasi dan era gombalisasi eh salah globalisasi guru harus kreatif dalam menciptakan informasi.

Agar bisa menciptakan informasi, guru tentu harus bisa menulis. Dengan banyak menulis guru pun akan menjadi narsis. Dengan narsis, guru menjadi selebritis di dunia maya. Saya pun tak heran bila banyak tulisan saya yang di “copas” oleh para netter yang bejibun itu. Bukankah dengan begitu kita pun dipublikasikan secara gratis tanpa harsu eh harus membayar kolom iklan?

Sewaktu pikiran saya masih mencari informasi, pekerjaan saya di internet hanya searching, and browsing. Cuma sekedar mencari informasi apa yang saya butuhkan. Namun, seiring dengan bertambahnya waktu, saya tak hanya mencari informasi, tetapi juga menciptakan informasi. Bagaimana caranya???

Langkah awal saya adalah menjadi seorang blogger. Saya benar-benar belajar autodidak menjadi seorang blogger. saya belajar bagaimana membaut eh membuat blog pribadi. Banyak sekali informasi di internet bagaimana membuat dan mengelola blog. Informasi yang bermanfaat itu langsung saya praktikkan, dan saya memiliki 3 buah blog yang servernya di luar negeri. Ketiga blog itu adalah:

  1. http://wijayalabs.blogspot.com
  2. http://wijayalabs.wordpress.com
  3. http://wijayalabs.multiply.com
Ketiga blog itu saya update terus sampai saat ini, dan ketiganya saya link dalam blog profesional saya di http://wijayalabs.com. Sebuah blog yang saya dedikasikan untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Itu semua berkat saran dari seorang blogger hebat yang bernama mas Vavai dengan blognya yang terkenal http://vavai.com.

Dari mas vavai itulah, saya terinspirasi untuk menjadi guru narsis. Seorang guru yang selalu menulis setiap hari di blog, dan menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Menulis yang awalnya alamiah menjadi ilmiah. Berusaha dengan sekuat tenaga untuk menulis sebelum tidur.

Adanya blog di dalam negeri yang begitu menggoda, membuat saya ikut-ikutan juga bergabung dalam blog itu. Blog-blog yang saya kelola sampai saat ini adalah:
  1. http://wijayalabs.blogdetik.com
  2. http://politikana.com/wijayalabs
  3. http://kompasiana.com/wijayalabs
  4. ada juga sih yang lain, tapi lupa alamatnya saking banyaknya, hehhehehe
Dari blog-blog itulah saya berusaha untuk mengelolanya dengan baik. Namun, entah kenapa saya jatuh cinta dengan sebuah blog keroyokan yang bernama KOMPASIANA. Dalam blog kompasiana ini begitu ajaib. Begitu saya menulis, sudah ada beberapa teman yang langsung memberikan tanggapan. Hal ini berbeda jauh dari blog saya lainnya. Belum lagi, di blog kompasiana saya mendapatkan banyak kawan baru yang tidak hanya akrab dalam dunia maya, tetapi juga menjadi akrab dalam dunia nyata.

Adaya blog di tanah air yang semakin banyak, membuat saya harus fokus dalam satu blog besar yang saya harus konsisten dan komitmen menulis di dalamnya. Terus belajar dari 20 gaya postingan dari mas Romi satria wahono, saya pun mengikhlaskan diri untuk menulis setiap harinya di rumah sehat KOMPASIANA. Rumah sehat kita semua para blogger handal di era global.

Jadi guru memang harus narsis. Dengan kenarsisan itu kita menjadi kreatif untuk terus memberikan informasi seputar pendidikan. Jangan biarkan orang luar mencibir bahwa guru Indonesia malas menulis dan membaca. Menulislah terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi.

Alhamdulillah, berkat ngeblog, tahun 2008 saya berhasil menjadi finalis lomba keberhasilan guru dlam pembelajaran tingkat nasional, lalu tahun 2009 blog saya terpilih sebagai juara pertama lomba blog tingkat nasional dari pusat bahasa, dan pada tahun 2009 itu pula saya membuat sebuah buku pengayaan yang berjudul yuk kita ngeblog! Buku itu mendapat juara pertama di tingkat nasional pula, dan saya mendapatkan hadiah berupa uang dari pusat perbukuan.

Saya pun percaya, ngeblog di internet bukan hanya sekedar narsis, tetapi gurupun menjadi suka menulis dan memberikan keteladanan kepada para peserta didiknya. Saling membuat link diantara blog guru dan blog siswa, sehingga terjadi interaksi dalam dunia maya.

Kalau para peserta didik kita tak suka menulis, itu karena para gurunya banyak yang tak suka menulis. Padahal, banyak hal yang guru bisa lakukan dalam belantara internet yang tak pernah tidur.
Bila Para guru Senang menulis

Bila Para guru Senang menulis

Bila banyak guru kreatif dalam menulis, maka jangan kaget bila banyak orang mengenal para guru kreatif melalui dunia maya. Seperti apa yang saya alami sendiri dalam kegiatan simposium hasil penelitian yang baru lalu di hotel Bidakara. Banyak penggemar tulisan saya yang meminta berfoto dengan saya. Padahal baru hari itu, saya kenal mereka secara langsung.

Jadi guru memang harus narsis, agar bisa memberikan keteladanan dalam menulis kepada peserta didik yang kian menipis. Bila guru banyak menulis, maka akan banyak konten-konten kreatif bertebaran dan membuat peserta didik sibuk dengan banyak membaca tulisan para gurunya yang kreatif itu. Kalau sudah begitu, budaya membaca dan menulis akan terasakan dalam dunia pendidikan kita.

Kenapa para guru tak mencoba menjadi guru narsis?


Salam Blogger Persahabatan
Omjay