Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com
Selasa, 13 Juli 2021
Sabtu, 03 Juli 2021
Jumat, 02 Juli 2021
Indahnya wisuda Berlian
Wisuda virtual anakku
Pandemi covid19 belum berlalu. Orang tua dan guru dibuat bingung selalu. PJJ mulai dilakukan tahun lalu. Tak terasa aku Sekarang melihat wisuda anakku.
Dua hari kupinjam laptop anak keduaku. Kulihat ada video wisuda virtual anakku. Videonya sudah sebulan lalu. Kuputar dan kuupload videonya ke Chanel YouTube baruku.
Chanel youtubenya belum seramai Blantik Literasi guruku. Tapi lumayan sudah mau mendekati angka seribu. Iseng aja buat Chanel YouTube baru. Buat dipakai ponsel yang seru.
Pandemi covid19 tak membolehkan kita berkumpul bersama dalam jumlah besar. Dicarilah solusi agar wisuda SMA labschool Jakarta tetap lancar. Wisuda virtual akhirnya digelar. Kami bergembira sambil mengucap Allahuakbar.
Aku menunggu dengan setia di mobil. Anak dan istriku menuju panggung yang kecil. Nama mereka sudah dipanggil. Sementara badanku mulai menggigil. Dingin sekali suhu udara di dalam mobil.
AC mobil terlalu dingin rupanya. Aku hanya mengecilkan saja putarannya. Tak berapa lama anakku dan ibunya datang. Pikiranku pun menjadi tenang.
Inilah wisuda di zaman pandemi. Tak ada lagi kumpul-kumpul seperti dulu lagi. Kami menikmatinya secara virtual bersama kawan. Semoga tak terjadi lagi di tahun ajaran depan.
https://youtu.be/5Z5KR9lgspw
Wisuda virtual anakku
Salam blogger persahabatan
Omjay
Gurunya blogger Indonesia
Minggu, 27 Juni 2021
Jumat, 25 Juni 2021
Sabtu, 19 Juni 2021
Merawat spirit literasi setiap hari
Menjaga konsistensi menulis
Selamat malam bapak ibu semuanya. Semoga anda belum tertidur di malam Minggu ini.
Baru saja selesai mendengar dan menyimak secara virtual pengalaman Mr. Emcho dalam menulis. Saya biasa memanggilnya Prof. Khoiri. Sebab beliau memang sudah layak untuk menjadi guru besar Unesa.
Tidak seperti saya yang berbadan besar. Walaupun saya suka juga dibilang guru besar. Guru yang berbadan besar. Hahaha.
Kawan kawan yang belum menonton, dapat menonton siaran ulangnya di bawah ini. Semoga menjadi teman tidur anda sebelum memasuki dunia mimpi.
https://youtu.be/glB2vZGTe9s
Menjaga konsistensi dalam menulis bukan perkara mudah. Saya terkadang susah. Hal yang susah adalah melawan diri sendiri. Salut dengan Prof. Khoiri. Beliau langsung menulis taglinenya. Menulis atau mati. Bahasa kerennya write or die.
Saya belum sampai seperti itu. Sebab saya termasuk orang yang takut mati. Sebab masih banyak dosa saya di dunia ini. Oleh karena itu saya ingin mengurangi dosa saya dengan menulis setiap hari.
Dengan menulis setiap hari, saya merasa dosa saya berkurang dan pahala saya bertambah. Sebab saya sedang membuat jejak digital yang baik. Oleh karena itu kemampuan digital literasi saya harus terus dikembangkan. Saya memulainya dengan belajar digital skill, digital ethic, digital culture, dan digital safety. Kapan kapan saya ulas secara mendalam 4 pilar tersebut.
Sekarang saya mau fokus dulu dengan bagaimana merawat spirit berliterasi setiap hari. Seperti apa yang disampaikan Prof. Khoiri malam ini kepada kami di PGRI.
https://youtu.be/glB2vZGTe9s
Dunia yang dijalani penulis pada hakikatnya adalah dunia literasi. Oleh karena itu seorang penulis harus mampu menghayati iqra atau membaca. Penulis juga harus mampu berkeluarga, bermasyarakat, terlibat dalam hidup berbudaya, melek teknologi, bermedia sosial, meniti karir yang disukai, dan sebagainya.
Penulis bpastilah menulis. Dia mampu mengekspresikan dan mengkomunikasikan gagasan dan imajinasinya untuk membangun kebudayaan dan peradaban. Singkat kata, penulis menjalani multi literasi hampir setiap hari.
Penulis dan unsur multi literasi itu menurut Mr. Emcho adalah:
1. Literasi dini
2. Literasi dasar
3. Literasi perpustakaan
4. Literasi Media
5. Literasi teknologi/digital
6. Literasi visual
Setidaknya, seorang penulis itu telah mempraktikkan 6 literasi dasar yaitu:
1. Literasi baca tulis
2. Literasi Numerasi
3. Literasi Sains
4. Literasi Finansial
5. Literasi digital
6. Literasi budaya dan kewargaan
Harus kita akui bahwa era disrupsi ini membuat kita saling berhubungan dan terhubung tanpa batasan jarak dan waktu. Kita bisa terkoneksi di dunia Maya dengan mudah. Dunia berada dalam genggaman, berupa ponsel dan aplikasinya. Oleh karena itu ada pepatah baru. Jarimu harimaumu. Bukan lagi mulutmu harimaumu.
Kita kaum orang tua atau digital imigran akan bertemu dengan kaum digital native. Generasi digital native hidup seperti berwenang eh berenang. Mereka berenang di tengah lautan kode. Oleh karena itu sudah saatnya bkita orang tua belajar coding. Hari Senen 21 Juni 2021 kita bisa belajar lewat YouTube tv Andi Yogyakarta pukul 13.00 wib. Nanti linknya akan saya bagikan saat acaranya. Takutnya lupa kalau saya bagikan sekarang. Hehehe.
Maka, sudah saatnya kita saling berkolaborasi dan bersinergi. Ajakan Prof. Khoiri ini bagus sekali agar kita mampu menjaga konsistensi dalam menulis. Selain itu, kita dapat merawat spirit berliterasi setiap hari. Seperti apa yang dilakukan di wa group ini. Ada yang menulis dan ada yang membaca. Jangan sedih bila belum ada komentar. Mungkin mereka sibuk saat itu. Jadi menyimpan tulisan di blog adalah cara saya menyimpan harta Karun saya dalam menulis. Suatu saat pasti akan ada orang lain yang membutuhkan tulisan kita. Jadi santai saja bila blog kita sepi pengunjung. Setidaknya kita sudah meninggalkan warisan seorang blogger. Kedua anak saya, Intan dan Berlian sudah saya kasih tahu password blog saya. Jadi kalau saya mati esok hari, akan ada orang lain yang melanjutkan isinya.
Saran Mr. Emcho bagus sekali malam ini. Kita harus kreatif dalam relasi sosial. Kita juga disarankan untuk kreatif dalam dakwah. Sebagai guru kita mampu adaptif dalam mengajar.
Berdasarkan fakta dan kondisi di atas, maka terbuktilah betapa pentingnya spirit atau semangat berliterasi bagi penulis.
Apakah spirit berliterasi? Spirit atau semangat menjalani dan menghayati berbagai kegiatan multi literasi dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk sosial maupun pribadi.
Spirit harus dirawat supaya kita mampu menjaga konsistensi dalam menulis. Ibarat obor atau perapian, spirit berliterasi juga harus dijaga Baranya. Ibarat cinta, ia juga dirawat keromantisannya. Seperti pasangan Wijaya Kusumah dan Siti Rokayah. Cintanya abadi sampai akhir menutup mata.
Sebenarnya masih banyak yang ingin dituliskan. Biarlah saya cukupkan sampai sini saja. Besok dilanjutkan kembali.
Selamat beristirahat sahabat literasi. Mimpikan aku dalam tidurmu. Rawat spirit literasi dengan segenap hati. Itulah pesan Mr. Emcho malam ini.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Guru Blogger Indonesia
semangat menulis
Semangat Menulis
Selamat pagi bapak dan ibu semuanya. Selamat berjumpa kembali dengan Omjay. Guru blogger Indonesia.
Semoga bapak dan ibu semua dalam keadaan sehat dan selalu bersemangat untuk berbagi ilmu dan pengalaman setiap hari dengan cara menulis.
Kami di APKS PGRI membuka kelas menulis. Kami mengajak bapak dan ibu untuk belajar menulis bersama. Kami undang narasumber yang memang pakar di bidangnya. Sehingga para peserta tercerahkan dan mulai belajar menulis sedikit demi sedikit.
Pepatah mengatakan, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Itulah yang kami ajarkan kepada kawan kawan peserta belajar menulis. Dengan membuat resume dari hasil kuliah online melalui wa group, peserta diharapkan memposting tulisannya di blog pribadi. Itulah cara kami menjaga spirit literasi setiap hari.
Awalnya memang belum terbiasa menulis di blog. Tapi lama kelamaan akan menjadi terbiasa. Bahkan bila sehari saja tidak menulis di blog, ada yang terasa kurang dalam diri ini. Ibarat perut belum diisi dengan makanan dan minuman.
Semalam kami mengundang narasumber yang luar biasa. Namanya bapak Suharto. Orang Betawi asli. Kami memanggilnya dengan sebutan Cang Ato.
Cang Ato sudah lama sakit. Beliau membuat buku ketika GBS Menyerangku. Sebuah buku best seller yang layak anda baca. Beliau menulis di saat sakit. Bahkan bisa menerbitkan buku berjudul Menjadi Pribadi Unggul.
Selama sakit beliau semakin produktif menulis. Banyak blogger menuliskan kisah nyatanya. Bahkan banyak youtuber terkenal negeri ini mengajaknya wawancara di YouTube.
Berikut list resume pertemuan ke 28 di gelombang 18 yang luar biasa.
1. Bagus Sugiarto
https://baitkata.com/gel18/menulis-dikala-sakit/
2. Zikria Desi
https://hifadha.blogspot.com/2021/06/cang-ato-sang-motivator.html
3. Tuti Suryati
https://tutisure.blogspot.com/2021/06/menulislah-walau-di-kala-sakit.html
4. Maesaroh
https://maydearly.blogspot.com/2021/06/menulis-dikala-sakit.html
5. Syamsul Badri
http://syamsul70.blogspot.com/2021/06/menulis-dikala-sakit.html
6. Okmi Astuti
https://okmiastuti032021.blogspot.com/2021/06/menulis-di-kala-sakit-siapa-takut.html
7. Moch. Syaechu Nasirudin.
https://kangkhasan69.blogspot.com/2021/06/menulis-kita-sakit.html
8. Anita
https://nitnoteunike.blogspot.com/2021/06/menulis-dikala-sakit.html
9. Soleh Setiyowati
https://solehsetiyowati.blogspot.com/2021/06/tips-menulis-di-kala-sakit.html
10. Mardijah
https://bukahati1968.blogspot.com/2021/06/menulis-di-kala-sakit.html
Masih banyak lagi blogger yang akan menuliskan kisahnya.
Untuk menjaga agar semangat menulis kita terus menyala, nanti malam kami mengundang narasumber yang luar biasa. Pukul 19.00 wib kami adakan acaranya melalui aplikasi zoom. Infonya sudah kami sebarkan ke semua wa group yang saya ikuti. Juga sudah saya posting di website http://gurupenggerakindonesia.com.
Menjaga spirit berliterasi setiap hari memang tidak mudah. Kita perlu menjaganya dengan cara berkolaborasi dan berkomunitas. Dengan bergabung dalam komunitas menulis, maka spirit dan semangat menulis kita tetap terjaga.
Oh iya saya lupa. Selama 10 hari saya ikut Diklat pendidikan sekolah penggerak. Hari ini hari terakhir kami mengikuti diklatnya. Mohon doanya kami semua lulus dengan nilai terbaik. Kemudian membagikan ilmu yang didapat kepada guru lainnya.
Selamat pagi bapak ibu Yth. Saya mohon dibantu diberikan like dan komentarnya. Please, jangan lupa klik subscribe biar Chanel YouTube saya bertambah followernya. Semoga menjadi terkenal kayak Baim wong murid omjay waktu SMP. Hehehe.
https://youtu.be/MKqx7elKnlI
Begitulah cerita saya pagi ini. Semoga kita dapat terus menjaga semangat menulis. Baik di kala sehat maupun sakit. Merawat spirit berliterasi setiap hari harus terus dijaga. Nanti malam kita belajar bersama dengan ahlinya.
Salam blogger persahabatan
Omjay
Jumat, 18 Juni 2021
Kamis, 17 Juni 2021
Langganan:
Postingan (Atom)