Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Sabtu, 26 April 2008

BERSELANCAR DENGAN INTERNET


Berselancar dengan Internet

Bung Karno dituduh sebagai dalang G30S

S
tatus hukum mantan Presiden Soeharto diperbincangkan kembali karena pemeriksaan terhadapnya mengalami kemacetan maupun karena permintaan agar pemerintah mengambil langkah untuk itu. Perbincangan juga dikaitkan dengan kejelasan (atau ketakjelasan) produk MPR selama ini (Kompas, 5/12/2005).


Pemeriksaan terhadap Soeharto memang dikaitkan dengan Ketetapan MPR No XI/1998 yang mengharuskan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) secara tegas, termasuk kepada mantan Presiden Soeharto.

Partai Golkar menggulirkan pendapat bahwa Ketetapan MPR tersebut bisa dianggap tak berlaku lagi karena sudah ada undang-undang yang dinilai merujuk perintah Ketetapan MPR tersebut. Pengacara Soeharto menilai bahwa Ketetapan MPR tersebut terlalu berlebihan karena landasan hukumnya tidak ada dan terlalu politis. Pemerintah bahkan diminta untuk mengambil langkah politis tak jelas apa maksudnya. Namun menarik bahwa permintaan ini juga dikaitkan dengan sikap Soeharto terhadap (almarhum) mantan Presiden Soekarno.


Stigma dua presiden


Ketetapan MPR No XI/1998 (tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN) dihasilkan dalam Sidang Istimewa MPR bulan November 1998. Waktu itu BJ Habibie membutuhkan legitimasi politik dalam melanjutkan pemerintahan, 21 Mei 1998, yang ditinggalkan oleh Presiden Soeharto setelah desakan gerakan reformasi tak terbendung. SI MPR 1998 menambah legitimasi politik Habibie, sekaligus menjadikan pemerintahannya bersifat sementara. Menurut legitimasi konstitusional Habibie dapat menjabat hingga 2003, namun ia harus berkompromi untuk mempercepat pemilu pada tahun 1999 (Ketetapan MPR No XIV/1998).

Kompromi tak terelakkan karena muncul penolakan yang kuat terhadap SI MPR 1998. Para penentang SI MPR 1998 menginginkan Habibie turun jabatan, untuk digantikan oleh presidium pemerintahan transisi yang terutama akan diisi oleh kelompok Ciganjur empat (Megawati Soekarnoputri, Hamengku Buwono X, Amien Rais, dan Abdurrahman Wahid). Langkah terakhir tak terwujud karena tercapai kompromi di atas. Selain itu, Ketetapan MPR No XI/1998 mencantumkan nama mantan Presiden Soeharto dalam target pemberantasan KKN.

Nasib Soeharto tampak serupa dengan Soekarno. Regalia Bung Karno sebagai Pemimpin Besar Revolusi dikikis, pengangkatannya sebagai presiden seumur hidup dibatalkan dengan permohonan maaf (Ketetapan MPRS No XVIII/1966), dan akan didesak untuk didampingi Wakil Presiden (Ketetapan MPRS No XV/1966). Ketika kekuasaan Bung Karno dilucuti dan Pengemban Supersemar Letjen Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden, persoalan menjadi lain.

Pasal 6 Ketetapan MPRS No XXXIII/1967 (Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno) menyatakan bahwa ... penyelesaian persoalan hukum selanjutnya yang menyangkut Dr Ir Soekarno dilakukan menurut ketentuan-ketentuan hukum dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan, dan menyerahkan pelaksanaannya kepada Pejabat Presiden. Karena tak ada proses peradilan sampai ia meninggal, Soekarno tak memperoleh amnesti maupun abolisi. Keluarga Soekarno pun menginginkan pencabutan Ketetapan MPRS No XXXIII/1967, tetapi gagal meraihnya dalam Sidang MPR 2003. Penulis berpendapat bahwa Ketetapan MPRS No XXXIII/1967 bersifat einmalig dalam hal pencabutan kekuasaan presiden dan Pasal 6-nya tak berlaku karena Soekarno telah meninggal (Newsletter Komisi Hukum Nasional, edisi Juli-Agustus 2003). Tampak bahwa Soekarno dan Soeharto menyandang stigma historikal yang dilekatkan oleh para politisi di MPR/S.


Amnesti dan abolisi

Ketetapan MPR No XI/1998 merupakan haluan negara untuk menanggapi tuntutan reformasi untuk menyelenggarakan secara bersih. Pasal 4 pun menegaskan bahwa �Upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat, termasuk mantan Presiden Soeharto, dengan tetap memerhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.� Kini proses hukum terhadap Soeharto terkatung-katung antara Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung, kemudian berpindah ke tangan profesi kedokteran karena digantungkan kepada (perawatan) kesehatan Soeharto. Dalam konteks ini dapat dimengerti bahwa pemerintah mendukung perawatan kesehatan Soeharto.

Penyelesaian perkara Soeharto dapat ditangani secara politik oleh presiden, yaitu melalui pemberian amnesti dengan persetujuan DPR atau pemberian abolisi dengan pertimbangan Mahkamah Agung (Pasal 14 UUD 1945). Kalau tanpa keputusan pengadilan, maka pemberian amnesti tampak menegaskan Soeharto. Di sisi lain, abolisi berarti mengambil wewenang Kejaksaan Agung untuk menghentikan pemeriksaan (penerbitan SP3) dan membutuhkan pendapat MA yang kredibilitasnya sedang merosot tajam. Cara politis lainnya adalah mempersoalkan Ketetapan MPR No XI/1998. Ketika ditinjau kembali bersama produk MPR/S 1960-2002 (Ketetapan MPR No I/2003), Ketetapan MPR No XI/1998 tidak dibatalkan dan masih berlaku bersama Ketetapan MPR No VIII/2001 tentang Percepatan Pemberantasan KKN.

Rabu, 23 April 2008

LANDASAN FALSAFAH DAN RASIONAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN


I. Landasan Teknologi Pendidikan
Landasan Teknologi Pendidikan dibagi menjadi 7, yaitu :
A. Landasan Filsafat
Tujuannya adalah untuk memperoleh pembenaraan sebagai suatu disiplin pengetahuan terapan yang berdiri sendiri.
Landasan filsafat dibagi menjadi 3 yaitu;
1. Ontologi yaitu apa hakekat gejala yang dikaji
Misalnya obyek formalnya “BELAJAR” , karena :
 Belajar merupakan hak semua orang
 Berlangsung sepanjang hayat
 Mengenai apa,dari siapa, bagaiamana saja
 Kesempatan belajar terbatas
 Sumber tradisional makin terbatas
 Sumber yang ada dan potensial belum didayagunakan
Oleh karena itu :
 Perlu usaha khusus
 Perlu pengelolaan yang inovatif
 Reformatif

2. Epistemologi, yaitu bagaimana cara mengkajinya, mencakup :
• Isomeristik merupakan penggabungan berbagai disiplin menjadi kebulatan tersendiri
• Sistematik, yang berurutan, terencana dan terarah
• Sinergistik, mempunyai nilai tambah
• Sistemik, yang menyeluruh / holistic
• Inovatif, adanya perubahan / pembaharuan
• Integratif, terjalin dalam semua bidang

3. Aksiologi yaitu apa nilai / manfaat pengkajian yang bisa diaplikasikan dalam beberapa hal , antara lain :
• Peningkatan mutu pendidikan (menarik, efektif, efisien, relevan)
• Penyempurnaan system Pendidikan
• Meluas dan meratnya kesempatan serta akses pendidikan
• Penyesuaian dengan kondisi pembelajaran
• Penyelarasan dengan perkembangan lingkungan
• Peningkatan partisipasi masyarakat

B. Landasan Pendidikan
Landasan pendidikan mencakup Konsep, Prinsip, Prosedur dan Kebijakan Pendidikan. Semua itu dapat diwujudkan antara lain dengan :
1. Usaha sadar dan terencana.
2. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran
3. Berkembangnya potensi peserta didik untuk memiliki serangkaian kompetensi
4. Sistem terbuka dan multimakna
5. Proses pembudayaan dan pemberdayaan berlangsung sepanjang hayat

C. Landasan Psikologi
Landasan Psikologi mencakup :
1. Psikologi umum (intelegensi, motivasi, persepsi, minat, dsb)
2. Psikologi Terapan :
• Psikologi Pendidikan
• Psikologi Belajar
• Psikologi massa
• Psikologi komunikasi

3. Dll

D. Landasan Komunikasi
Komunikasi yang dapat dijadikan landasan pendidikan harus memenuhi persyaratan yang meliputi :
1. Sumber komunikasi
2. Isi komunikasi
3. Saluran komunikasi (media dsb)
4. Proses komunikasi
5. Hasil komunikasi
6. Dampak komunikasi

E. Landasan Ekonomi
Ekonomi sebagai landasan Teknologi Pendidikan mencakup :
1. Manajemen sumberdaya manusia
2. Manajemen sumberdaya buatan
3. Manajemen sumberdaya lingkungan
4. Manajemen sumberdaya keuangan
5. manajemen sumberdaya peluang
6. manajemen organisasi
7. Manajemen pengetahuan

F. Landasan Teknologi
Landasan ini meliputi :
1. Proses untuk memperoleh nilai tambah
2. Produk yang bermanfaat
3. Sistem dimana proses dan produk merupakan bagain integral

G. Landasan Informatika
Landasan ini meliputi sarana dan prasarana, system dan metode untuk :
1. Perolehan
2. Pengiriman
3. Penerimaan
4. Pengelolaan
5. Penafsiran
6. Penyimpanan
7. Pengorgaqnisasian
8. Penggunaan
Semuanya itu harus didasarkan data yang bermakna dalam bentuk analog dan digital

H. Landasan Lain-Lain
Landasan lainnya yang mempengaruhi Teknologi Pendidikan antara lain :
1. Agama, moral dan etika
2. Seni dan estetika
3. Bahasa
4. Sosiologi

Dalam perkembangan terakhir, Teknologi Pendidikan secara konseptual didefinisikan sebagai : Teori dan praktek dalam Desain, pengembangan, pemenfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian proses, sumber dan system belajar.
Perkembanagan penerapan konsep teknologi pembelajaran meliputi :
• Peragaan ajaran
• Media pembelajaran
• Teknologi kinerja
• Teknologi pendidikan.

VISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
“ Terwujudnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkan dan dimanfaatkannya aneka sumber, proses dan system belajar sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan potensi setiap pemelajar, menuju terbentuknya masyarakat belajar dan berpengetahuan “

MISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
• Melakukan pendekatan integratif dengan semua kegiatan pembangunan dibidang pendidikan, pelatihan dan pembelajaran.
• Menyediakan tenaga kompeten untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan.
• Mengembangkan proses dan produk untuk peroleh nilai tambah.
• Memnghindari ada dan timbulnya gejolak negative
• Mengembangkan pola dan system yang memungkinkan keterlibatan jumlah sasaran maksimal, perlusan pelayanan dan pemberdayaan warga dan organisasi belajar.
• Menghasilkan system pembelajaran yang inovasi.

II. Landasan Kebijakan Teknologi Pendidikan
A. Arah dan Perkembangan Kebijakan ( 1 )
1. Pelita I
Peningkatan mutu dengan penataan guru melalui media radio dan TV
2. Pelita II ( 1 )
 Peningkatan mutu dengan penetaran guru (TKPD)
 Siaran Radio dan TV untuk PLS (TKPLS)
 Penidikan tenaga terampil
 Program dan pendidikan di Perguruan tinggi
 Perintisan model peyajian pendidikan.

B. Arah dan Perkembangan Kebijakan ( 2 )
1. Pelita II ( 2 ) Pedoman Pengembangan
 Kegiatan harus bertolak dari kebijakan pendidikan yang sudah ada
 Rencana dikembangkan dari analisa kebutuhan.
 Diprioritaskan pemerataan mutu pendidikan
 Harus dimulai dari titik pangkal strategis yaitu guru
 Media harus telah terbuka efektif
 Pembentukan lembaga
2. Pelita III
 Mengatasi kesenjangan mutu antar wilayah
 Peningkatan efisiensi pengelolaan

C. Arah dan Perkembangan Kebijakan ( 3 )
1. Pelita IV
 Peningkatan mutu dan perluasan Dikdas
 Perluasan kesempatan belajar di SLTP
2. Pelita V
 Peningkatan mutu setiap jenis dan jenjang
 Perluasan kesempatan jenjang SLTP
 Peningkatan dan pendayagunaan media pendidikan

D. Arah dan Perkembangan Kebijakan ( 4 )
1. Pelita VI
• Pemerataan dan peningkatan kualitas Dikdas
• Pelaksanaan Wajar 9 Tahun
• Pengembangan dan pemanfaatan media pengajaran, teknologi pendidikan.
2. Pelita VII ( 1998 )
• Perluasan dan peningkatan kesempatan
• Peningkatan kualitas tenaga pendidik
• Peningkatan, pengembangan dan penyebarluasan media pengajaran, teknologi pendidikan

E. Arah dan Perkembangan Kebijakan ( 5 )
1. Pelita VII ( 1999 )
• Perluasan dan pemerataan kesempatan yang bermutu
• Diversifikasi kurikulum melayani keberagaman peserta didik
• Kurikulum Nasional dan local sesuai kepentingan setempat
• Pengembangan kualitas SDM sesuai dengan potensinya
• Peningkatan partisipasi keluarga dan masyarakat.

Senin, 21 April 2008

PEMANFAATAN ICT DI SEKOLAH


”Pemanfaatan ICT di sekolah dan Kendala yang dihadapi”
Pengalaman Praktis di http://smk3jakarta.net
Oleh: Dedi Dwitagama

SMK Negeri 3 Jakarta Menyiapkan Tenaga Kerja Bermutu
Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Misi SMK Negeri 3 Jakarta, (1) Meningkatkan kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif; (2) Meningkatkan kualitas KBM dalam mencapai kompetensi siswa berstandar nasional /internasional; (3) Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan standar pelayanan minimal (SPM); (4) Meningatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung pengusaan IPTEK; (5) Meningkatkan kualitas SDM dan kualitas pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan IMTAQ dan Sikap kemandirian; (6) Meningkatkan kemitraan dengan DU/DI sesuai prinsip demand driven; (7) Meningkat-kan kualitas pengelolaan unit produksi dalam menunjang dalam menunjang kualitas SDM; (8) Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan wawasan wiyata mandala.

Tujuan SMK Negeri 3 Jakarta, (1) Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (2) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetisi, bereadaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangakan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminati-nya; (3) Membekali pesertas didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agar mampu mengembangkan diri dikemudianhari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; (4) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kopetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Kompetensi Guru dan Karyawan

Untuk mencapai berbagai tujuan di atas, kompetensi guru dalam pemanfaatan ICT harus terus didorong dan ditingkatkan, oleh sebab itu kami melakukan berbagai kegiatan, diantaranya;

1. Workshop
Berbagai wokshop kami lakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dan karyawan SMK Negeri 3 Jakarta, diantaranya; workshop pengelolaan bahan ajar, pembuatan bahan ajar, pengelolaan arsip, pengelolaan nilai, pengelolaan jaringan, pembuatan blog, dan lain-lain.

2. Pemenuhan Sarana dan Maintenance
Setiap unit kerja di SMK Negeri 3 Jakarta dilengkapi dengan sarana berupa Personal Komputer dan Notebook. Untuk guru-guru dan karyawan yang memiliki tugas khusus SMK Negeri 3 Jakarta membekali mereka dengan satu unit Notebook inventaris sekolah, saat ini hampir dua puluh unit notebook yang boleh dibawa pulang untuk mengerjakan berbagai pekerjaan sekolah. Jaringan/Lokal Area Network (LAN) dibangun dan terus dirawat agar komunikasi dengan rekan di sekolah maupun rekan di sekolah lain melalui dunia maya dapat terjalin. Pencarian materi dan bahan ajar dapat dipenuhi sehingga kualitas proses belajar dapat terus ditingkatkan.

3. Insentif untuk yang berkomitmen
Mulai tahun ajaran 2007-2008, pada Anggaran SMK Negeri 3 Jakarta ada budget untuk insentif guru dan karyawan yang mengelola Website Sekolah dan mereka yang menuliskan artikel di masing-masing blognya.

4. Up grading ke lembaga di luar sekolah
Berbagai kegiatan seminar, pelatihan dan lain-lain yang bertujuan untuk up grading guru dan karyawan diikuti oleh guru dan karyawan SMK Negeri 3 Jakarta hingga ke luar Jakarta. Sekolah memberi subsidi pembiayaan untuk up grading tersebut.

5. Pendekatan dengan Dinas Dikmenti dan Dikdas DKI Jakarta
Berbagai pendekatan dilakukan dengan Dinas Dikmenti dan Dikdas DKI Jakarta berkaiyan dengan pengembangan ICT di lingkup pendidikan, hingga SMK Negeri 3 Jakarta ditetapkan sebagai ICT Center Jakarta Pusat. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dilakukan diantaranya; pelatihan untuk 180 orang guru dan karyawan SD, SMP, SMA dan SMK dalam pemanfaatan Jardiknas, pelatihan 36 Kepala SMP Negeri se Jakarta Pusat, Pelatihan 40 orang Guru Bahasa Indonesia SMA, MGMP Bahasa Indonseia Jakarta Pusat, Pembekalan LO untuk kegiatan Prakerin di Kalimantan, dan sosialisasi pemanfaatan ICT untuk berbgai fihak di Jakarta dan sekitarnya.

Konsistensi dan inovasi jadi masalah utama
Setelah berbagai upaya telah dilakukan tetapai hassilnya belum terlalu optimal, hal tersebut terjadi karena konsistensi guru dan karyawan tidak cukup kuat untuk optimalisasi ICT, kebiasaan mengajar dan bekerja tidak secara sistematis membuat konsistensi jadi sulit dicapai. Guru dan karyawan terbiasa bekerja dengan cara yang sama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun lamanya. Sementara kemampuan untuk melakukan inovasi sedikit dimiliki oleh guru dan karyawan karena terbiasa berseragam dalam bekerja.

Kemampuan menulis dan membaca juga jadi kendala yang sulit diatasi karena kebiasaan lebih banyak berbicara dalam bekerja, sehingga upaya peningkatan kemampuan menulis dan membaca harus terus ditingkatkan.

Pemanfaatan ICT merubah budaya kerja
Berdasarkan pengalaman yang telah kami lakukan, pemanfaatan ICT ternyata berdampak terhadap perubahan budaya kerja, sehingga prosesnya harus dilakukan secara berkesinambungan. Guru dan karyawan yang merespon positif, dengan indikasi mau belajar, berlatih meningkatkan kemampuan dalam bidang ICT harus terus didorong lebih optimal dengan memberi tantangan dan pekerjaan yang berdampak pada lingkungan.

Transaksi tugas dan pembelajaran harus didorong menggunakan ICT sehingga mau tidak mau semua warga sekolah dapat harus bersentuhan dengan ICT.

Mari terus berjuang saudaraku
http://dedidwitagama.wordpress.com
dwitagama@gmail.com

MEMBUAT BLOG UNTUK PEMULA


Panduan Membuat Blog untuk Pemula
wandi@airputih.or.id
http://samuderacinta.blogspot.com
http://www.airputih.tk

I. Pengantar Blog atau weblog adalah tren gaya hidup digital yang kian berkembang, hari demi hari. Di Internet, blog disediakan gratis untuk siapa saja. Termasuk desain, hosting hingga berbagai fungsi tambahan yang mempermanis tampilan blog. Gratis dan mudah diaplikasikan. Berikut ini adalah asumsi yang digunakan sebelum Anda mulai membuat blog:
Anda sudah memiliki account e-mail.
Anda terkoneksi dengan Internet saat mengerjakan blog.
Anda bisa menggunakan program Notepad atau text editor lain.
Anda paham istilah dan penggunaan copy atau paste.

Terakhir, sediakan bahan-bahan terlebih dahulu untuk memudahkan pengerjaannya. Misalnya foto-foto, tulisan yang pernah Anda buat sebelumnya, daftar alamat blog atau situs yang hendak Anda pasang dan tentu saja, nama blog Anda kelak.
Ingat, semua panduan di sini bersifat mendasar. Segala variasi dan pengembangan bisa Anda lakukan sendiri kemudian dengan sumber lain di Internwt yang sudah banyak tersedia. Jangan ragu saling kontak sesama blogger (pemilik blog), semua blogger pasti bersedia share ilmunya. Contoh-contoh blog gratisan milik anak atau keluarga bisa Anda lihat di http://binarnajla.blogspot.com, http://singakecil.blogspot.com, http://blogcinta.blogspot.com, dan masih banyak lainnya.

Blog yang dibuat dengan fasilitas gratis. Sebelah kiri hasil standar, dan sebelah kanan sudah di-edit desainnya.
II. Membuat Account
• Pertama, buka www.blogger.com.

Halaman awal Blogger.com
• Kemudian klik Create Your Blog Now!. Akan muncul sebuah halaman berisi form seperti form pendaftaran e-mail. Isi semua kolom yang ada, dan klik Continue. Lengkapi semua kolom di halaman berikutnya hingga selesai.

Halaman pendaftaran account Blogger.com.
• Saat pendaftaran, Anda akan diberikan pilihan beberapa pilihan template atau desain standar. Pilih salah satu dan klik Continue.

Pilihan template atau desain standar Blogger.com.
Setelah selesai proses pembuatan account ini, Anda bisa segera memulai posting atau mengisi blog.
III. Mengisi Blog
Pertama, login www.blogger.com.
Masukkan username serta password.
Kemudian klik New Post untuk mengisi blog Anda.


Halaman untuk memasukkan posting baru.
Ketikkan judul dan isinya pada kolom yang tersedia, dan gunakan tombol-tombol di bagian atas kolom isi posting atau gunakan perintah tombol yang tertulis di bagian bawah kolom posting. Misalnya untuk menebalkan huruf, member link pada sebuah kata dan lain sebagainya.
Selamat! Anda kini sudah memiliki blog.

IV. Mengedit Desain atau Template Setelah blog Anda selesai, mungkin Anda ingin untuk mengganti desainnya. Ada banyak template atau desain blog yang tersedia di Internet gratis. Salah satu yang hendak kita gunakan dalam modul ini adalah desain dari http://bloggertemplates.blogspot.com/.
Pertama, login ke www.blogger.com.
Masukkan username serta password.
Kemudian klik Change Setting.
Buka http://blogger-templates.blogspot.com/


Situs yang menyediakan template atau desain gratis blog.
Pilih desain yang Anda inginkan dengan meng-klik arsip per bulan yang ada di seblah kanan.
Dalam hal ini kita gunakan desain Sunflower sebagai contoh.
Klik Get the Code pada bagian bawah gambar desain Sunflower.

• Akan muncul sebuah hlaman berisi kode desain Sunflower.

Tampilan saat men-download template atau desain.
Klik Select all pada bagian bawah kolom yang berisi kode desain tersebut.
Kemudan klik kanan pada teks yang sudah tersorot, dan klik Copy.
Sementara itu, buka dan login www.blogger.com di window yang lain.
Klik change setting, dan klik Template. Pada window yang Template terbuka ini, sorot semua yang ada di dalam kolom dan delete.
Kemudan klik Paste, dilanjutkan dengan klik tombol berwarna oranye di bagian bawah.


Halaman untuk mengubah Template pada Blogger.com.
Dan tunggu hingga proses upload selesai. Kemudian klik tombol Republish Entire Blog.
Lihat hasilnya dengan mengklik tombol Open in New Window pada halaman setelah Republish Entire Blog.
Tentukan bagian mana saja yang hendak Anda ubah. Caranya, masuk kembali ke bagian Template pada Blogger.com dan cari bagian yang hendak diganti, kemudian klik tombol oranye di bagian bawah.

Jangan takut mencoba-coba. Toh, Anda bisa memulainya sejak awal dengan cepat sekarng.
V. Memberi Fasilitas Tag Board, Hit Counter dan Link Manager Agar menarik, berikan beberapa fasilitas dalam blog Anda. Misalnya tag board atau papan pesan bagi pengunjung blog Anda, hit counter untuk melihat jumlah pengunjung, serta link manager untuk mengatur daftar link

Contoh tag board, hit counter dan link manager.
Kita akan menggunakan tag board, hit counter dan link manager dari sebuah situs
yang sama untuk memudahkan penerapaannya.
Pertama, kita coba memasang tag board.

• Buka www.shouthuns.com, kemudian klik Register.

Halaman awal Shouthuns.com.
Isi semua kolom dalam form pendaftaran, dan klik tombol Register Now!
Login ke e-mail Anda, dan buka e-mail dari Shouthuns.Com yang subject “SHOUTHUNS - Registration Detail [Don't Reply]”
Klik link yang tersedia di e-mail tersebut. Atau buka Shouthuns.com, kemudian klik menu Activate.
Login ke Shouthuns.Com lagi, dan klik Shout Box di menu sebelah kiri.
Klik Get HTML code di bagian atas.
Pilih semua teks yang ada dengan meng-klik tomboh di bawah kolom.


E-mail notifikasi dari Shouthuns.com.

Mengambil kode HTML di Shouthuns.com.
Sementara itu, buka dan login www.blogger.com di window yang lain.
Klik change setting, dan klik Template.
Pada window yang Template ini, paste-kan kode HTML yang diperoleh dari Shouthuns.com, pada bagian yang Anda kehendaki.
Klik tombol berwarna oranye di bagian bawah.
Dan tunggu hingga proses upload selesai. Kemudian klik tombol Republish.
Lihat hasilnya dengan mengklik tombol Open in New Window pada halaman setelah Republish.
Jika Anda hendak membalas message yang masuk, login-lah ke www.shouthuns.com.
Klik Tag Board di menu sebelah kiri dan pilih menu Edit & Reply di sebelah atas.


Klik tombol Republish entire blog, untuk menyimpan semua hasil editing template.

Halaman untuk menjawab pesan yang masuk pada tag board Anda.
Kedua, kita coba memasang hit counter.
Buka www.shouthuns.com, dan login.
Klik menu Hit Counter di sebelah kiri.
lik Get HTML code di bagian atas.
Pilih semua teks yang ada dengan meng-klik tomboh di bawah kolom.
Sementara itu, buka dan login www.blogger.com di window yang lain.
Klik change setting, dan klik Template.
Pada window yang Template ini, paste-kan kode HTML yang diperoleh dari Shouthuns.com di bagian yang Anda inginkan.


Setiap selesai meng-edit template atau desain, klik tombol orange ini.
Klik tombol berwarna oranye di bagian bawah.
Dan tunggu hingga proses upload selesai. Kemudian klik tombol Republish.
• Lihat hasilnya dengan mengklik tombol Open in New Window pada halaman setelah Republish.
Ketiga, memasang link manager.
Buka www.shouthuns.com, dan login.
Klik menu Link Manager di sebelah kiri.
lik Get HTML code di bagian atas.
Pilih semua teks yang ada dengan meng-klik tomboh di bawah kolom.
Sementara itu, buka dan login www.blogger.com di window yang lain.
Klik change setting, dan klik Template.
Pada window yang Template ini, paste-kan kode HTML yang diperoleh dari Shouthuns.com di bagian ynag Anda inginkan.
Klik tombol berwarna oranye di bagian bawah.
Dan tunggu hingga proses upload selesai. Kemudian klik tombol Republish.
• Lihat hasilnya dengan mengklik tombol Open in New Window pada halaman setelah Republish.
Tag board, hit counter dan link manager bisa di-edit desainnya dengan login ke
Shouthuns.com dan memilih Setting di setiap menu.
Misalnya hendak mengedit tag board, caranya:

Login ke Shouthuns.Com lagi, dan klik Shout Box di menu sebelah kiri.
Klik Setting di bagian atas.
Ubahlah bagian-bagian yang Anda inginkan. Dan klik Update Your Setting.


Halaman untuk mengedit setting.
Langkah-langkah editing ini bisa Anda lakukan untuk mengatur link manager dan hit counter.
VI. Meletakkan Gambar Salah satu kesulitan yang sering dialami oleh pemilik blog -terutama yang gratisan-adalah meletakkan gambar ke dalam blog. Ok, akan kita coba, tentu saja dengan cara sederhana dan gratis.
Pertama, buka situs www.photobucket.com.
Klik Sign Up. Isi formulir yang tersedia hingga selesai.


Halaman pendaftaran Photobucket.com.
Photobucket kemudian akan mengirimkan kode notofikasi yang bisa Anda gunakan untuk login.
Buka e-mail Anda untuk melihat kode aktifasi account baru di www.photobucket.com.
Ada sebuah link yang diberikan, dan klik-lah untuk mengaktifkan account Anda tersebut.


E-mail notifikasi dari Photobucket.com.
Kemudian login ke www.photobucket.com, dan Anda akan berhadapan dengan halaman penempatan foto.
Klik Browse dan pilih foto yang hendak Anda pasang di blog.
Klik tombol Submit di bagian bawah tombol Browse.
Ulangi lagi jika ada beberapa foto yang hendak Anda pasang.
Setelah foto terpasang, pilih yang hendak Anda pasang pada blog.
Sorot tag code di bagian kemudian copy.
Paste tag ke dalam blog Anda, bisa di bagian posting atau di template. Sesuaikan dengan keinginan Anda.


Sorot atau pilih tag code di bagian paling bawah foto yang hendak Anda pasang.
Jangan lupa, klik tombol oranye setiap selesai posting atau edit template. Khusus foto, usahakan ukuran foto tidak lebih dari 50 KB, supaya blog mudah dan cepat diakses. Jika ukuran besar, convert-lah terlebih dahulu menggunakan Photoshop atau ACDSee.
VII. Penutup Terima kasih Linae Chera, Tira Soraya, Jusron Faizal (http://uconk.host.sk), dan Dudi Gurnadi (www.dgk.or.id) beserta semua rekan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah mengajarkan saya cara membuat blog. Secara khusus juga, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Marc Andersen, orang pertama yang berhasil membuat blog. Dan Justin Hall yang pada Januari 1994 mempelopori blog pribadi.
knowledge belongs to the world.
semua materi dalam panduan ini bersifat copyleft,
boleh disebarluaskan tanpa ikatan apapun juga.

materi ini masih memiliki banyak kekurangan,
penulis tidak bertanggung jawab atas penggunaan panduan ini
untuk tujuan kriminal atau komersial.

segala pertanyaan, masukan dan kritikan serta penambahan materi ini,
bisa dikirimkan kepada wandi@airputih.or.id.

Jumat, 18 April 2008

Sertifikasi Guru (2)

Membuat cerita ternyata tidak mudah.
Apalagi cerita itu sudah lama berjalan, tapi sekedar melepas kangen bolehlah. Sabar menunggu tulisan saya berikutnya agar blog ini tetap terisi dengan baik Pak Onno mengatakan bahwa blog yang baik itu sederhana banget.
Berikut cuplikannya

Intinya sebetulnya sederhana banget
kunci utama dari kebaikan sebuah situs
dilihat dari "Manfaat" untuk pembaca-nya
kalau tidak ada manfaat ... berarti tidak baik
kalau banyak manfaat berarti banyak yang akan akses ..

Manfaat disini memang kadang tidak semua "positif"
ada Blog yang manfaatnya memang melepas lelah
seperti humor dll dll .. yaa memang begitu ..
jadi "Manfaat" itu sifatnya relatif tergantung si pembaca ..

BTW, layout dll dll mungkin tidak terlalu tinggi nilai-nya
Isi informasi menjadi lebih tinggi
terutama informasi yang bermanfaat tadi ..

itu sih kayanya intinya ..

Wijaya Kusumah

Sabtu, 12 April 2008

Kenapa Siswa Perlu NgeBlog???


Kamu pasti sebel alias(seneng betul) dapat tugas dari Omjay guru TIK. Untuk apa sich anak-anak bikin blog? Emang Kenapa? Mengapa Siswa perlu Ngeblog? Apa sich manfaatnya Blog buat kita ??? Ini LOH Om jay kasih Jawabannya.....

Kalau kamu lagi stress, dll, bete banget ama tugas sekolahan yang seabrek-abrek pasti kamu butuh refresh. Butuh teman yang bisa memahami dan nggak pernah marah. Mau nerima kekurangan dan kelebihan kamu. Mau dimarahin ama kamu dia diam aja. Pokoknya teman top abiis dech! Itulah teman kamu Si Blog. Kalau cari blog bikin aja di multiply atau blogger atau wordpress, dll. Kalau mau gampang bikin aja di blogger.com

Blog bisa jadi tempat menyalurkan uneg-uneg kamu. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, kejadian-kejadian yang kamu alami dapat kamu tuliskan di blog kamu sekaligus berbagi (sharing) dengan pembaca setia kamu di internet. Siapa tahu diam-diam ada cowok atau cewek yang mengidolakan kamu. Kamu pasti nggak Percaya!

Blog akan jadi teman setia kamu dalam menuliskan uneg-uneg yang terjadi di rumah, disekolah, atau tempat lainnya. Lagi bete sama mama? Lagi sebel sama guru di sekolah? ribut sama teman sendiri? atau lagi jadian sama idola kamu? Semua bisa kamu tuliskan di blog kamu sendiri. Bebas kayak jalan tol, nggak ada yang ngelarang, kecuali... ssst ada gambar pornonya. Kalau sampai ada bisa ribet urusan. Karena blog kamu bisa diproteksI oleh depkominfo. Itu tuh departemen yang ngurusin TIK atau ICT di Indonesia.

Kalau udah ngerasaiin enaknya blog, pasti akan ketagihan kayak anak aksel-1. Pintar, cerdas, bersemangat. Bahkan kelas ini udah punya nama panggilan akrab, apa ya, apa dong?? Oh ya namanya ......clastodeviixel. Wah kereeN, abiiis tuh nama.

Selamat bercuhat dengan blog kamu, dan buat blog kamu semenarik mungkin. Ingat blog yang bagus dan terfavorit alias banyak pengunjungnya akan dapat dari sponsor.
Kamu Tunggu aja tanggal mainnya. Please dech ahhh....!!!

Makanya Cepat buruan bikin Blog, kalau kepentok,... tanya aja ama oOm Google di internet pasti kamu dapat jawabannya bagaimana membuat Blog yang sempurna.


Omjay

Guru TIK yang paling Funky

Selasa, 01 April 2008

SERTIFIKASI GURU HARUSKAH ADA? (1)


Seminggu (22-29 Maret 2008) mengikuti diklat sertifikasi guru membuat saya merasa harus menjadi guru profesional. Materi dalam pendidikan dan pelatihan guru (PLPG) angkatan 3 di FT-UNJ sungguh membawa kebahagiaan tersendiri.

Punya teman baru, ilmu baru, pengalaman baru, dan sahabat baru itu yang saya rasakan. Seminggu dalam 'pesantren PLPG' membuat kami saling mengenal dan berbagi ilmu kami masing-masing. Sungguh sebuah pertemuan yang telah dirancang oleh Allah. Tak ada sedih, tak ada penyesalan setelah mengikuti PLPG. Hanya kegembiraan yang sama kami rasakan. Bahkan rasa syukur saya kepada Allah menjadi bertambah.Semoga kami lulus semua dalam diklat. Amiin

Buat teman-teman pembaca. Mohon sabar, saya ingin menulis banyak tentang diklat PLPG ini. Namun tugas kuliah S2 yang banyak membuat saya harus berbagi waktu. Judulnya, Sertifikasi Guru Haruskah Ada?

Wijaya Kusumah
Peserta PLPG 3 FT-UNJ

Sabtu, 29 Maret 2008

Sertifikasi Guru


ENAKNYA IKUT DIKLAT PLPG ANGKATAN 3


Betapa bahagianya saya hari ini. Karena pada hari ini, Sabtu, 29 Maret 2008 adalah hari terakhir saya mengikuti Diklat PLPG 3 di FT UNJ Kampus A Rawamangun. Sebagai guru saya merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Bukan hanya mendapatkan teman baru, Ilmu yang manfaat, dan juga uang transport, tetapi saya mendapatkan lebih dari itu.

Awalnya saya sedih, tapi sekarang saya gembira. Walaupun saya dinyatakan tidak lulus sertifikasi guru, dan harus mengikuti diklat. Mau tahu ceritanya? Sabar ya.... Nanti saya tulis berseri....... Salam....

Wijaya Kusumah
Guru TIK SMP Labschool Jakarta

Jumat, 21 Maret 2008

Bahasa Cinta


Mengajar dengan Bahasa Cinta

Tuhan kirimkanlah aku… guru yang baik hati yang mencintai aku apa
adanya." Itulah sepenggal pelesetan lagu Dewa syarat makna dan
merupakan ungkapan seorang siswa yang sedang merana dalam belajarnya.

Berdasarkan hasil survei kecil-kecilan kepada teman-teman guru di
sekolah kami, ternyata 9 di antara 10 guru pernah mendapat
pengalaman yang tidak menyenangkan ketika mereka masih duduk di
bangku SD, SMP, atau SMA sekitar 20 hingga 30 tahun yang lalu.
Ingatan mereka, termasuk penulis, masih segar ketika mendapat
hukuman spontan dari guru karena divonis melakukan suatu kesalahan.
Misalnya, mengganggu teman, berbicara atau bermain ketika guru
sedang menerangkan, tidak mengerjakan PR, tidak bisa menjawab soal
dengan benar, dan nyontek ketika ulangan.

Berbagai macam hukuman pun segera kami terima, disuruh berdiri di
depan kelas, dijewer bergiliran oleh teman sekelas, dijemur, dan
membersihkan kamar mandi. Bahkan, penulis pernah dimasukkan ke dalam
lemari cukup lama, baru dibuka setelah menangis keras.

Hukuman itu juga dibumbui dengan kata-kata pedas yang melukai hati,
misalnya: "Dasar anak nakal, kerjanya mengganggu teman
terus!", "Dasar bodoh, diterangkan berulang-ulang masih saja tidak
bisa!", "Anak malas kamu, masak PR 10 soal saja tidak
selesai!", "Yang bekerja tangan, bukan mulut!", dan sebagainya.
Kalimat-kalimat seperti itu sering meluncur dari bibir guru dengan
ekspresi seperti tokoh antagonis dalam sinetron. Interaksi
pembelajaran demikian sebenarnya adalah pelajaran mendalam tentang
kebencian dan dendam.

Dengan hukuman dan lontaran kata-kata seperti itu, seorang guru
mengharapkan siswanya akan menjadi lebih baik, tetapi yang terjadi
adalah kebalikannya karena sesungguhnya itu adalah kata-kata yang
menjatuhkan mental atau motivasi belajar anak. Hasil yang didapatkan
dari kata-kata itu adalah "kejatuhan mental" anak,
bukan "kebangkitan mental" anak. Akibatnya, hubungan antara guru dan
siswa menjadi kaku dan suasana belajar pun tidak menyenangkan.

Sebaik apa pun metode pembelajaran yang diterapkan seorang guru,
semuanya akan tetap menjadi sia-sia apabila guru tersebut lupa cara
membangun hubungan yang baik dengan para siswanya. Menurut DePorter
(2007:25), satu hal yang dapat menarik minat siswa untuk belajar
adalah guru membangun hubungan dengan siswanya sebagai manusia yang
memiliki rasa cinta. Oleh karena itu, bahasa cinta adalah salah satu
kunci sukses bagi semua guru untuk membangun sebuah hubungan yang
indah dengan siswa agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan.

Memakai perkataan yang baik untuk membangun adalah suatu hal yang
jauh lebih bijaksana daripada memakai perkataan yang kotor. Maxwell
(1999:35) berpendapat bahwa seseorang dapat membangun sebuah
hubungan yang indah dengan orang lain apabila dia sanggup mengatakan:

1. Enam kata terpenting: Saya mengakui telah melakukan kesalahan
besar.

Sosok seorang guru adalah sosok yang dikagumi dan dihormati. Hal ini
terkadang membuat sang guru merasa seperti "diagungkan" sehingga
akan menjadi sangat memalukan baginya untuk mengakui kesalahan yang
mungkin telah dia perbuat kepada para siswanya. Salah satu alasannya
adalah karena takut kehilangan wibawa. Sesungguhnya, mengakui
kesalahan adalah lebih baik daripada menutupi kesalahan karena
wibawa seorang guru akan terlihat dari apa yang telah dia lakukan.
Sikap mengakui kesalahan dan mau minta maaf menunjukkan kebersihan
hati seseorang.

2. Lima kata terpenting: Anda melakukan pekerjaan dengan baik.

Memuji siswa atas keberhasilan yang telah dicapai atau memuji atas
tiap usaha yang telah dia lakukan dalam pembelajaran ternyata mampu
membantu meningkatkan motivasi belajar. Dengan memberikan pujian,
berarti seorang guru sedang menumbuhkan kepercayaan diri pada
siswanya sehingga siswa tersebut dapat mendorong dirinya sendiri
untuk dapat lebih maju dalam meraih kesuksesan belajar. Kegagalan
atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai
interpretasi yang berbeda yang sama-sama perlu dihargai.

3. Empat kata terpenting: Bagaimana menurut pendapat Anda?

Bertanya tentang pendapat siswa adalah sebuah hal luar biasa yang
sebaiknya dilakukan oleh guru. Dengan bertanya demikian, seorang
guru memosisikan diri menjadi seorang teman yang membutuhkan
pendapat dan hal ini akan membuat siswa belajar untuk saling
menghargai.

4. Tiga kata terpenting: Jika Anda berkenan...

Menanyakan dan memberikan pilihan-pilihan kepada siswa sehubungan
dengan proses pembelajaran akan membuat siswa berlatih untuk
mengambil keputusannya sendiri tanpa ada unsur pemaksaan. Siswa
terdidik untuk terus berpikir kreatif dalam mencari pemecahan suatu
masalah.

5. Dua kata terpenting: Terima kasih.

Kata-kata "terima kasih" adalah sebuah ungkapan yang bermakna luas.
Ketika seorang siswa mampu mengatakan terima kasih baik kepada teman
atau gurunya, berarti dia memiliki kepekaan bahwa apa yang telah
berhasil dia dapatkan adalah bukan karena kehebatannya sendiri,
melainkan ada orang lain yang turut membantu. Dari sinilah siswa
dapat belajar untuk menyadari bahwa bekerja sama merupakan hal yang
sangat baik untuk dilakukan.

6. Satu kata terpenting: Kita.

Kata "kita" menjadi sangat penting ketika guru mengajak siswanya
untuk masuk dalam proses belajar-mengajar. Kata "kita" mengandung
makna kesatuan dan kebersamaan. Dalam hal ini, kesatuan dan
kebersamaan mutlak diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan
belajar. "Bawalah dunia siswa ke dunia kita dan antarkan dunia kita
ke dunia siswa (quantum learning). Semakin jauh Anda memasuki dunia
siswa, semakin jauh pengaruh yang dapat Anda berikan kepada mereka."
(Degeng, 2006).

7. Satu kata paling tidak penting: Saya

Kata "saya" menjadi tidak penting di sini karena kata "saya"
menunjukkan ego yang berkonotasi negatif. Pengagungan terhadap
kemampuan diri sendiri dan tidak memedulikan orang lain menyebabkan
anak memiliki pola pikir yang mengarah pada kepentingan diri
sendiri. Dia akan mencontoh sikap egois yang ditunjukkan sang guru.

8. Satu kata terburuk: Jangan! Dilarang! Awas! Harus!

Kata-kata seperti ini sangat sering dikatakan oleh guru terhadap
siswanya. Segala sesuatu yang dikerjakan oleh siswa harus sesuai
dengan apa yang dikehendaki oleh guru. Tidak ada tempat untuk
mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.

9. Satu kata terindah: Silakan..

Setiap orang mendambakan untuk dapat melakukan hal-hal yang sesuai
dengan apa yang dirindukan. Ketika siswa menyatakan kepada guru
tentang kerinduannya menyampaikan suatu keinginan atau melakukan
suatu kegiatan, satu-satunya kata yang diharapkan didengar adalah
kata "silakan".

Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan indvidu yang memerlukan
manusia lain untuk dapat hidup di dunia. Oleh karena itu, sudah
sepatutnyalah setiap individu memahami dan menguasai hukum yang
berlaku antarmanusia. Sepuluh hukum hubungan antarmanusia menurut
Maxwell (1999:6: 1) berbicara kepada orang lain, 2) tersenyum kepada
orang lain, 3) memanggil orang lain dengan namanya, 4) bersahabat
dan suka menolong, 5) menjadi orang yang ramah, 6) menunjukkan
ketertarikan yang tulus pada orang lain, 7) mudah memuji, 8)
tenggang rasa terhadap orang lain, 9) terbuka, dan 10) siap
memberikan pelayanan.

Jika guru telah sanggup menjalankan 10 hukum tersebut, akan
terciptalah hubungan yang harmonis sehingga pembelajaran akan
menjadi menyenangkan karena baik guru maupun siswa sejahtera. Bahasa
cinta bukanlah bahasa yang sulit diaplikasikan. Jika telah ada niat
baik ketika berbicara, maka setiap individu pasti sanggup memilih
dan menggunakan kata-kata yang sedap didengar.

Apabila seorang guru telah mampu berkata-kata dalam bahasa cinta
kepada siswanya dan begitu juga sebaliknya, maka akan terjalin
hubungan yang harmonis antara guru dan siswa. Hal inilah yang akan
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Belajar bukan lagi
sebuah hal yang membebani dan menakutkan, tetapi belajar adalah
sesuatu yang menyenangkan, bebas, santai, penuh ketakjuban, dan
menggairahkan.

Dengan bahasa cinta, hubungan yang kaku dan monoton antara guru dan
siswa sudah saatnya diubah menjadi sebuah hubungan yang harmonis dan
penuh kasih sayang sehingga tidak ada lagi kata-kata kotor yang
muncul. Sebagai gantinya, muncul kata-kata terpuji yang bersumber
dari kebersihan hati seorang guru untuk menumbuhkan pribadi-pribadi
unggul. (*)

Oleh: Akhmad Basori
Guru SD Negeri Wonoasih II Kota Probolinggo

Guru Menulis

Iklan TV sebagai Model Belajar Drama

Fathurrofiq
Guru Bahasa Indonesia SMP Al Hikmah


Kompetensi berbahasa adalah tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di jenjang pendidikan menengah. Di jenjang pendidikan menengah, kompetensi berbahasa lebih utama diajarkan daripada teori bahasa (linguistik). Dalam pembelajaran kompetensi berbahasa ada empat kompetensi berbahasa: membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Dalam kurikulum 2004 atau KBK, pembelajaran empat kompetensi berbahasa itu dibingkai dalam dua aspek, yaitu aspek kebahasaan dan aspek kesusasteraan
(Standar Kompetensi Kurikulum 2004 Dinas).


Bisakah komptensi-kompetensi diajarkan secara integral? Menulis dan menampilkan drama adalah caranya. Namun muncul masalah, pembelajaran drama membutuhkan waktu dan persiapan yang panjang dan kompleks mulai dari membuat naskah, latihan, dan tampil. Waktu dan persiapan yang panjang tentu akan menyita waktu dan tenaga hanya untuk materi ini.


Dalam Buku Kumpulan Drama Remaja, Bakdi Soemanto memaparkan petunjuk singkat bermain drama: 1) Menyiapkan pentas, 2) Memilih naskah 3) Menentukan pemain, 4) Dari naskah ke pentas, dan 5) Penyutradaraan. Penulis tergugah untuk mencari cara pembelajaran drama yang bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan kompetensi berbahasa: membaca, menulis, menyimak, dan berbicara secara integral dengan waktu yang singkat. Maraknya tayangan iklan di televisi menginspirasi penulis untuk menjadikannya sebagai model pembelajaran drama di pelajaran bahasa dan sastra Indonesia.


Dalam tayangan iklan, cara-cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan iklan tesebut banyak yang memenuhi unsur-unsur drama. Ada pemeran, dialog, alur, adegan, dan latar. Inilah beda yang mendasar dengan iklan yang ada di media cetak ada atau poster. Uniknya, drama-drama dalam iklan itu singkat, padat, kominikatif dengan bahasa yang efektif meskipun seringkali bombastis. Ini pula yang membedakan dengan drama-drama biasa, sinetron, film yang panjang.


Tahap pembelajaran


1. Dinamika kelompok
Kelompok dibentuk lalu masing-masing berdiskusi merancang drama. Ketika mereka berunding, sebaiknya guru tidak mengintervensi tetapi hanya mengontrol ketertiban dinamika. Dalam berunding siswa akan berdiskusi, menggali ide, mendengar ide, berbagi ide. Ketika diskusi merencanakan iklan drama itu tengah berlangsung, saat itu juga upaya-upaya penyesuaian peran terjadi. Mereka memikirkan jalan cerita, adegan-adegan yang akan dimainkan sesuai dengan jumlah dan karakter anggota kelompok.


2. Menulis naskah
Ide drama iklan harus ditulis, setiap kelompok diharuskan menaskahkan karya mereka. Agar terjadi pembagian yang merata, artinya tidak dilakukan satu atau dua orang anggota dalam proses penulisan ini, guru secara bisa membantu membagi tugas. Jumlah anggota kelompok adalah lima. Dua anggota menulis, dua anggota yang lain mengedit dan mengoreksi dari berbagai segigi. Satu anggota yang terakhir menyempurnakan naskah yang diedit sampai dalam bentuk print out. Guru yang bijak tentu harus memberi motivasi-motivasi yang persuasif untuk menggugah gairah menulis.


3. Latihan peran
Setelah naskah jadi, dipastikan setiap kelompok memegang satu naskah. Guru meminta setiap anggota kelompok melakukan latihan peran berdasarkan karya sendiri. Mereka akan mudah menyesuasikan dengan naskah, karena naskah itu adalah karya mereka sendiri. Selama mereka berunding tentu mereka juga telah memperkirakan dengan kemampuan kelompok. Dalam latihan ini, kelompok menginventarisir kebutuhan media, kostum bahan untuk tampil.
Dalam menampilkan peran ada situasi-situasi yang berbeda dari situasi yang ada dalam dunia teks, siswa diperkenankan melakukan improvisasi asalkan tidak mengubah maksud drama, mengubah jalan cerita dan mengubah pesan pokok yang ditulis dalam naskah.


4. Penampilan Di sekolah tempat penulis mengajar, jumlah anak didik dalam satu kelas adalah antara 25-30 siswa. Jika dibentuk kelompok yang terdiri dari lima anggota, maka jumlah kelompok adalah lima atau enam. Proses terakhir dalam kegiatan membuat iklan drama bagi siswa adalah menampilkan drama itu. Mereka menampilkan di hadapan teman-teman yang berbeda kelompok dan di hadapan guru untuk dinilai. Tugas guru memberi apresiasi atas performance masing-masing kelompok.
Dengan pembelajaran drama iklan, tentu bukan keterampilan dramanya yang menjadi target utama, tetapi belajar kompetensi-kompetensi berbahasa secara integral yang menjadi target utama pembelajaran sebagaimana amanah kurikulum.


Redaksi Akademia menerima tulisan dari para guru di seluruh Indonesia untuk rubrik Guru Menulis. Tulisan harus disertai foto, belum pernah dimuat, dan ditujukan ke alamat email: akademia.republika@yahoo.com atau lewat surat ke Redaksi Akademia Republika, Jl Buncit Raya 37, Jakarta, 12510 (fax: (021) 7983623).