Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Rabu, 29 Juli 2026

Pengalaman Belajar di China tahun 2019

Belajar di Negeri Tirai Bambu: Kisah Omjay Menimba Ilmu di China Bersama 52 Guru Indonesia

"Perjalanan sejauh ribuan kilometer akan menjadi lebih bermakna ketika setiap langkahnya diabadikan dalam tulisan."

Tahun 2019 menjadi salah satu bab terindah dalam perjalanan hidup saya sebagai guru. Saya mendapatkan kesempatan berharga mengikuti Program Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi Kementerian Pendidikan Republik Indonesia di China University of Mining and Technology (CUMT), Xuzhou, Tiongkok. Bersama 52 guru dan kepala sekolah terbaik dari seluruh Indonesia, saya belajar, berdiskusi, dan menyaksikan secara langsung bagaimana dunia pendidikan di China berkembang begitu pesat. 

Foto bersama yang kami abadikan di depan kampus CUMT menjadi saksi bahwa mimpi seorang guru Indonesia dapat mengantarkannya menembus batas negara. Kami datang dari berbagai provinsi, latar belakang, dan jenjang pendidikan, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu pulang membawa ilmu untuk kemajuan pendidikan Indonesia.

Selama 21 hari berada di China, saya tidak ingin pengalaman berharga itu hanya menjadi kenangan di dalam ingatan. Setiap malam, setelah seluruh kegiatan selesai, saya membuka laptop atau menulis melalui telepon genggam. Saya menuliskan apa yang saya lihat, dengar, rasakan, dan pelajari. Tulisan-tulisan itu kemudian saya publikasikan di blog pribadi wijayalabs.com dan di Kompasiana agar para guru di Indonesia dapat ikut belajar dari pengalaman kami. 

Banyak pelajaran yang saya peroleh selama berada di Negeri Tirai Bambu. Saya melihat bagaimana teknologi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran. Guru-guru memanfaatkan multimedia secara maksimal, siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan mengerjakan proyek. Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan pada aktivitas peserta didik. Saya juga berkesempatan mengunjungi sekolah-sekolah, laboratorium robotika, pusat inovasi, hingga tempat pengembangan teknologi yang membuka wawasan baru tentang pentingnya pendidikan STEM dan literasi digital. 

Yang paling mengesankan bukan hanya gedung-gedung modern atau kecanggihan teknologinya, tetapi budaya belajar masyarakatnya. Disiplin, menghargai waktu, bekerja keras, dan semangat belajar sepanjang hayat benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Saya semakin yakin bahwa kemajuan sebuah bangsa selalu dimulai dari pendidikan yang berkualitas.

Selama berada di China, saya juga belajar bahwa menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan perjalanan. Ketika teman-teman sibuk beristirahat setelah kegiatan, saya memilih menyelesaikan jurnal harian. Kini, bertahun-tahun kemudian, tulisan-tulisan itu masih bisa dibaca dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak guru. Inilah bukti bahwa tulisan mampu mengalahkan waktu.

Perjalanan ke China semakin menguatkan motto hidup saya:

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi."

Karena saya menulis setiap hari, pengalaman belajar di China tidak hanya menjadi milik saya, tetapi juga menjadi milik ribuan pembaca yang mengikuti kisah perjalanan tersebut melalui blog dan Kompasiana. Tulisan telah menjadikan perjalanan singkat selama 21 hari sebagai warisan ilmu yang terus hidup hingga hari ini.

Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari rombongan 52 guru Indonesia yang belajar di China. Pengalaman itu mengajarkan bahwa seorang guru tidak boleh berhenti belajar. Di mana pun berada, guru harus terus membuka diri terhadap ilmu baru, teknologi baru, dan pengalaman baru, agar dapat kembali ke tanah air membawa perubahan bagi peserta didiknya.

Salam Literasi. Salam Inspirasi.

Omjay
Guru Blogger Indonesia
"Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi." 
Blog https://wijayalabs.com

1 komentar:

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.