PGRI Terus Bergerak dalam Senyap
Banyak guru bertanya kepada saya, “Omjay, bagaimana perjuangan PGRI terhadap kenaikan gaji guru tahun 2026? Mengapa sampai sekarang belum juga ada kenaikan gaji?”
Saya memahami pertanyaan itu. Saya juga merasakan kegelisahan yang sama. Guru adalah manusia biasa yang memiliki kebutuhan hidup. Ada keluarga yang harus dinafkahi, anak yang harus disekolahkan, cicilan yang harus dibayar, dan berbagai kebutuhan lainnya yang terus meningkat. Karena itu, ketika berbicara tentang kesejahteraan guru, kita tidak sedang membicarakan angka semata. Kita sedang berbicara tentang kehidupan manusia.
Namun, ada satu hal yang perlu dipahami oleh teman-teman guru.
PGRI terus bergerak dalam senyap.
Tidak semua perjuangan harus diumumkan di media sosial. Tidak semua pertemuan harus diketahui publik. Tidak semua pembicaraan dengan pemerintah dapat langsung disampaikan kepada seluruh guru. Ada proses panjang yang harus ditempuh melalui komunikasi, advokasi, dialog, kajian, dan perjuangan kebijakan.
PGRI sebagai organisasi profesi dan perjuangan guru tentu memiliki tanggung jawab untuk terus menyuarakan kepentingan guru Indonesia. Salah satu persoalan penting yang tidak boleh berhenti diperjuangkan adalah kesejahteraan guru.
Saya percaya, para pengurus PGRI tidak tinggal diam.
Mungkin kita tidak selalu melihat beritanya. Mungkin kita tidak selalu mengetahui apa yang sedang dibicarakan di ruang-ruang pertemuan. Tetapi bukan berarti perjuangan itu berhenti.
Justru terkadang, perjuangan yang paling serius berlangsung dalam senyap.
Ada komunikasi yang terus dilakukan. Ada aspirasi yang terus disampaikan. Ada berbagai persoalan guru yang terus dibawa ke meja pembahasan dengan pemerintah. Ada upaya agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan perhatian lebih besar kepada kehidupan dan kesejahteraan guru.
Sebagai guru, kita tentu boleh bertanya.
Bahkan menurut saya, guru memang harus bertanya.
Guru berhak mengetahui sejauh mana organisasi yang menjadi rumah perjuangannya memperjuangkan nasib mereka. Pertanyaan guru bukan bentuk ketidakpercayaan. Pertanyaan guru adalah bentuk kepedulian.
Namun, saya juga mengajak teman-teman guru untuk tidak mudah menyimpulkan bahwa ketika belum ada pengumuman kenaikan gaji, berarti tidak ada perjuangan.
Perjuangan organisasi tidak selalu terlihat di permukaan.
Seperti seorang guru yang sedang mengajar di kelas. Dari luar mungkin terlihat hanya berdiri di depan murid. Tetapi di balik itu ada persiapan materi, membaca buku, membuat modul, menilai tugas, membimbing siswa, berdiskusi dengan orang tua, dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan.
Begitu pula perjuangan PGRI.
Ada pekerjaan yang terlihat dan ada pekerjaan yang berlangsung dalam senyap.
Tentu kita semua berharap perjuangan itu menghasilkan kebijakan yang nyata. Guru tidak hanya membutuhkan kata-kata, tetapi juga membutuhkan peningkatan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menurut saya, perjuangan tidak boleh berhenti.
PGRI harus terus menyuarakan aspirasi guru kepada pemerintah. Guru juga harus terus memberikan masukan kepada PGRI. Keduanya harus berjalan bersama.
Saya percaya, organisasi yang kuat bukan organisasi yang tidak pernah mendapat pertanyaan. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu mendengar pertanyaan anggotanya dan menjadikannya energi untuk terus berjuang.
Kepada teman-teman guru yang bertanya tentang kenaikan gaji tahun 2026, saya ingin mengatakan:
Bersabarlah, tetapi jangan berhenti berharap.
Mari kita kawal bersama perjuangan ini. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya. Mari menunggu informasi resmi dari pemerintah dan PB PGRI.
Saya sendiri akan terus mengikuti perkembangan perjuangan PGRI dan menyampaikan informasi yang saya dapatkan kepada teman-teman guru melalui tulisan.
Sebab saya percaya, perjuangan untuk guru tidak boleh dilakukan seorang diri.
PGRI adalah rumah besar guru Indonesia. Di rumah besar inilah suara guru seharusnya dikumpulkan, diperjuangkan, dan disampaikan kepada pengambil kebijakan.
Mungkin hari ini perjuangan itu belum terlihat hasilnya.
Mungkin hari ini kita masih bertanya.
Tetapi saya percaya, PGRI terus bergerak dalam senyap.
Dan ketika waktunya tiba, kita berharap perjuangan yang dilakukan dalam senyap itu menghasilkan kabar baik yang dapat dirasakan oleh guru di seluruh Indonesia.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Salam perjuangan untuk guru Indonesia.
— Omjay
Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd.
Blog https://wijayalabs.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.