Sumbangan Buku Omjay untuk Perpustakaan Labschool UNJ
Ada kebahagiaan yang tidak bisa diukur dengan uang. Salah satunya adalah ketika buku yang kita tulis dan kita perjuangkan dengan penuh cinta akhirnya bisa kembali ke tempat yang sangat dekat dengan perjalanan hidup kita.
Itulah yang saya rasakan ketika berkesempatan memberikan sumbangan buku karya Omjay untuk Perpustakaan Labschool UNJ.
Hari itu saya datang dengan membawa sebuah harapan sederhana. Saya ingin buku-buku karya saya tidak hanya tersimpan di rumah, di rak buku pribadi, atau dibaca oleh orang-orang yang mengenal saya. Saya ingin buku tersebut memiliki kehidupan baru. Saya ingin buku itu dibaca oleh guru, siswa, tenaga kependidikan, alumni, dan siapa saja yang datang ke perpustakaan.
Bagi saya, buku akan menjadi lebih bermakna ketika dibaca.
Buku yang hanya tersimpan di rak memang tetap menjadi buku. Namun, buku yang dibaca dapat berubah menjadi pengetahuan. Pengetahuan yang direnungkan dapat menjadi pengalaman. Pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi. Dari situlah sebuah buku menemukan makna yang sesungguhnya.
Saya teringat perjalanan panjang sebagai guru dan blogger. Selama bertahun-tahun saya menulis berbagai pengalaman tentang pendidikan, guru, keluarga, perjalanan, teknologi, literasi, dan kehidupan sehari-hari. Saya menulis bukan karena merasa paling pintar, tetapi karena ingin berbagi pengalaman.
Mantra yang selalu saya pegang adalah, “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.”
Hari ini saya semakin merasakan bahwa menulis memang dapat membuat pengalaman sederhana menjadi sesuatu yang berharga. Apa yang kita alami hari ini mungkin terasa biasa saja. Tetapi beberapa tahun kemudian, tulisan tersebut bisa menjadi dokumentasi perjalanan hidup dan bahkan memberikan manfaat kepada orang lain.
Karena itulah saya merasa bahagia ketika buku-buku karya Omjay bisa menjadi bagian dari koleksi perpustakaan Labschool.
Perpustakaan Labschool Jakarta sendiri merupakan salah satu ruang penting dalam kehidupan akademik sekolah. Perpustakaan menjadi pusat sumber belajar dan terus berkembang mengikuti perjalanan Labschool. Saat ini perpustakaan juga menyediakan koleksi digital dan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan membaca serta belajar.
Bagi saya, perpustakaan bukan sekadar ruangan yang dipenuhi rak buku.
Perpustakaan adalah rumah bagi gagasan.
Di dalamnya ada ilmu, pengalaman, imajinasi, penelitian, cerita, dan mimpi. Seorang siswa yang datang ke perpustakaan mungkin awalnya hanya ingin mencari buku untuk mengerjakan tugas. Tetapi siapa tahu, dari buku yang dibacanya, lahir sebuah cita-cita besar.
Bisa jadi ada seorang siswa yang membaca buku tentang teknologi lalu tertarik menjadi programmer. Ada yang membaca buku biografi kemudian ingin menjadi guru. Ada yang membaca buku tentang menulis lalu mulai membuat blog. Ada pula yang menemukan keberanian untuk menuliskan pengalaman hidupnya setelah membaca karya orang lain.
Itulah keajaiban sebuah buku.
Buku tidak pernah memaksa pembacanya menjadi apa. Buku hanya membuka pintu. Pembacalah yang menentukan ke mana ia akan melangkah.
Saya juga teringat bahwa Labschool memiliki perhatian yang kuat terhadap budaya membaca dan menulis. Bahkan Labschool Press hadir untuk mewadahi karya tulis guru dan siswa agar dapat diterbitkan dan dinikmati oleh civitas Labschool serta masyarakat luas.
Karena itu, menyumbangkan buku ke perpustakaan Labschool terasa sangat istimewa bagi saya.
Ada hubungan emosional di sana.
Saya adalah guru yang sudah lama mengabdikan diri di dunia pendidikan. Banyak pengalaman hidup saya terjadi bersama dunia sekolah. Saya belajar dari murid, belajar dari guru, belajar dari orang tua, belajar dari perjalanan, dan tentu saja belajar dari buku.
Kini, ketika saya menghasilkan buku, saya ingin buku itu kembali kepada dunia pendidikan.
Saya ingin buku karya Omjay menjadi bagian kecil dari perjalanan literasi di Labschool.
Saya membayangkan suatu hari nanti ada siswa yang mengambil salah satu buku karya saya dari rak perpustakaan. Ia membuka halaman pertama. Kemudian membaca beberapa halaman. Mungkin ia tersenyum. Mungkin ia menemukan pengalaman yang mirip dengan kehidupannya. Mungkin pula ia mendapatkan inspirasi untuk mulai menulis.
Kalau hal itu terjadi, saya sudah merasa sangat bersyukur.
Sebab bagi seorang penulis, kebahagiaan terbesar bukan hanya ketika bukunya terjual. Kebahagiaan yang lebih dalam adalah ketika tulisannya dibaca dan memberikan manfaat.
Saya belajar bahwa berbagi buku adalah salah satu bentuk sedekah ilmu.
Kita tidak pernah tahu siapa yang akan mendapatkan manfaat dari buku yang kita berikan. Bisa jadi hari ini belum ada yang membacanya. Namun beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian, seseorang mungkin menemukan buku itu dan mendapatkan inspirasi yang mengubah hidupnya.
Itulah alasan saya tidak ingin terlalu sayang kepada buku.
Kalau buku hanya disimpan karena takut rusak, ia tidak akan memberikan manfaat yang maksimal. Tetapi ketika buku diberikan kepada perpustakaan, ia mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan banyak pembaca.
Saya pun teringat pesan sederhana dari sebuah ungkapan yang sangat saya sukai: membaca dan menulis adalah jalan untuk membuka dunia.
Hari ini saya kembali belajar bahwa perjalanan seorang guru tidak berhenti ketika selesai mengajar di kelas. Guru juga dapat terus belajar, menulis, berbagi, dan meninggalkan jejak melalui karya.
Saya ingin buku-buku karya Omjay menjadi salah satu jejak kecil itu.
Bukan jejak untuk membanggakan diri, tetapi jejak kebaikan.
Semoga buku-buku yang saya sumbangkan dapat menjadi teman bagi para siswa Labschool. Semoga ada ilmu yang mereka dapatkan. Semoga ada inspirasi yang mereka temukan. Semoga ada mimpi yang tumbuh setelah mereka membaca.
Dan semoga kelak ada siswa Labschool yang berkata dalam hati, “Saya juga ingin menulis buku.”
Kalau kalimat itu benar-benar muncul dalam hati seorang siswa setelah membaca buku karya saya, saya merasa perjuangan menulis selama ini tidak sia-sia.
Hari ini saya kembali memahami satu hal.
Buku boleh berpindah tangan, tetapi ilmu dan kebaikan yang ada di dalamnya dapat terus berjalan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Terima kasih kepada Perpustakaan Labschool UNJ yang telah menerima sumbangan buku karya Omjay.
Semoga buku-buku ini menjadi bagian dari perjalanan panjang literasi di Labschool.
Saya, Omjay Guru Blogger Indonesia, akan terus berusaha menulis, berbagi, dan menginspirasi.
Sebab saya percaya, satu tulisan bisa mengubah pikiran, satu buku bisa membuka dunia, dan satu kebaikan kecil bisa menjadi jejak yang dikenang sepanjang masa.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.
Salam literasi.
Omjay Guru Blogger Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.