Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah
Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com
Minggu, 28 November 2021
Jumat, 26 November 2021
Kamis, 25 November 2021
suka duka belajar online
Omjay
http://wijayalabs.com
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Rabu, 24 November 2021
Selasa, 23 November 2021
Belajar Bicara Bersama Ibu Yenny
APKS PGRI is inviting you to a scheduled Zoom meeting.
Topic: HOW TO PRONOUNCE CORRECTLY
Time: Selasa, 23 November 2021 pukul 19:30 WIB
Join Zoom Meeting
Meeting ID: 885 6795 3853
Passcode: PGRI
Live Streaming on Youtube
Omjay
http://wijayalabs.com
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Minggu, 14 November 2021
MUDAHNYA MENULIS DIALOG BAHASA JAWA
Kata Pengantar Buku
MUDAHNYA MENULIS
DIALOG BAHASA JAWA
DEMONSTRASI BERMEDIAKAN WAYANG KULIT
Karya BAHARUDIN, S.Pd.
Menulis dialog berbagai ragam bahasa Jawa dalam
mata pelajaran muatan lokal Bahasa Jawa merupakan
materi yang menyulitkan peserta didik. Melihat urgensinya, keterampilan menulis dialog bahasa Jawa
dengan berbagai ragamnya merupakan bekal bagi para
peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat.Menulis dialog berbahasa jawa menjadi materi yang
esensial dalam pembelajaran bahasa jawa, sehingga siswa
dituntut memiliki kompetensi yang tinggi.
Pembelajaran
kemampuan menulis dialog berbahasa Jawa secara
umum belum memenuhi target ketuntasan belajar
klasikal. Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar
bahasa Jawa terdiri dari dua faktor yaitu faktor bahasa
dan non bahasa. Faktor bahasa terdiri dari penggunaan
bahasa dan kosakata bahasa, sedangkan faktor non
bahasa terdiri dari peran guru, suasana di rumah, sarana
dan prasarana belajar di rumah, dan hubungan orang tua
dengan anaknya.
Metode demonstrasi dengan media wayang kulit
menjadi alternatif untuk mengubah pembelajaran
kemampuan menulis dialog berbahasa Jawa bagi siswa.
Proses pembelajaran dilaksanakan melalui peragaan
dengan media wayang kulit.
Peragaan
wayang kulit dilakukan secara berpasangan, baik dalam
kelompok maupun klasikal. Penulis berharap melalui
penerapan metode demonstrasi dengan media wayang
kulit dapat mengubah paradigma pembelajaran
berorientasi pada aktifitas siswa (student oriented).
Perbaikan pembelajaran kemampuan menulis
dialog berbahasa Jawa perlu dilakukan karena
merupakan salah satu materi keterampilan berbahasa
esensial dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Melalui metode demonstrasi dengan media wayang
kulit diharapkan dapat memperbaiki proses
pembelajaran dan mampu meningkatkan kemampuan
siswa dalam menulis dialog berbahasa Jawa.
Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang
digunakan dalam komunikasi secara tidak langsung, tidak
secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan
suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Untuk
membantu siswa dalam pembelajaran menulis dialog
berbahasa penulis menciba dengan menggunakan
metode demonstrasi bermediakan wayang kulit, dengan
harapan selain memiliki kompetensi menulis dialog
berbahasa jawa, siswa mengenal wayang kulit sebagai
khasanah kearifan lokal budaya khas Mayarakat Jawa.
Interaksi komunikatif sebagai wujud percakapan
merupakan aktivitas verbal yang berkaitan dengan
keterampilan menyimak dan berbicara. Percakapan
mengandung prinsip yang mengatur mekanisme
percakapan antarpesertanya agar dapat bercakap-cakap
secara kooperatif dan santun.
Dialog atau pacelathon dalam Bahasa Jawa terikat
aturan siapa mitra tutur sehingga melahirkan berbagai
ragam Bahasa atau unggah-ungguh yaitu ragam ngoko
dan ragam krama. Indikator di atas diharapkan keterampilan menulis
siswa dalam hal ini menulis dialog akan berkembang.
Siswa dapat menerapkan unggah-ungguh basa yang
mereka pelajari lewat menulis dialog dalam kehidupan
sehari-hari.
Metode demonstrasi merupakan penyajian materi
pembelajaran baik yang berwujud benda maupun berupa
prosedur tertentu yang dilakukan secara langsung atau
menggunakan media pengajaran yang dapat melibatkan
peran serta siswa dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran.
Wayang kulit adalah
alat seni yang terbuat dari kulit binatang dan
menggambarkan tokoh. Media wayang kulit sebagai alat
bantu pembelajaran dengan menggunakan tiruan tokoh
yang terbuat dari kulit binatang.
Proses pembelajaran kemampuan menulis dialog
sederhana berbahasa Jawa melalui metode demonstrasi
dengan media wayang kulit mencerminkan indikator
sesuai Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang
Standar Proses Pendidikan, yaitu interaktif, inspiratif,
memotivasi, menantang dan menyenangkan bagi siswa.
Kemampuan menulis dialog sederhana berbahasa Jawa
dapat dikembangkan melalui metode demonstrasi
dengan media wayang kulit.
Semoga buku MUDAHNYA MENULIS
DIALOG BAHASA JAWA dapat mengajak pembaca untuk ikut aktif dalam menyebarkan bahasa Jawa sebagai
khasanah kearifan lokal budaya khas Mayarakat Jawa. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pengembangan
budaya literasi di Indonesia dan menjadi referensi bagi
para pembaca.
Omjay
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Kata Pengantar Buku
ASYIK BELAJAR IPA SD
DENGAN MEDIA LCD
Karya Ibu HJ. Jawahir, S.Pd
Media pembelajaran merupakan alat atau perantara
untuk membantu proses pembelajaran khususnya
mengefektifkan komunikasi antara guru dan siswa. Media
pembelajaran membantu guru dalam menyampaikan
materi pembelajaran sehingga dapat memudahkan siswa
menerima maupun memahami materi yang disampaikan
guru. Media pembelajaran yang dimaksud tentunya yang
selaras dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Seiring perkembangan teknologi pembelajaran,
berbagai media pembelajaran pun bervariasi jenis dan
modelnya khususnya yang berbasis ICT, misalnya LCD
proyektor, perangkat komputer, laptop, handphone,
internet yang dapat digunakan sebagai media belajar.
Berbagai media tersebut memiliki kedudukan penting
dalam proses pembelajaran sebab tidak semua
pengalaman belajar dan semua bahan pelajaran dapat
disajikan secara langsung. Misalnya tidak mungkin bagi
guru untuk mengajak siswa menjelajah angkasa luar
untuk mempelajari tentang sistem tata surya.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara
stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar
sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan
perilakunya baik yang menyangkut pengetahuan,
keterampilan maupun sikap.
Media pembelajaran merupakan sarana
penyampaian pesan pembelajaran kaitannya dengan
model pembelajaran langsung yaitu dengan cara guru
berperan sebagai penyampai informasi dan dalam hal ini
guru seyogyanya menggunakan berbagai media yang
sesuai. Media pembelajaran adalah alat bantu proses
pembelajaran.
Pemilihan media yang tepat dapat meningkatkan
efektifitas pembelajaran. Hal yang diperhatikan dalam
pemilihan media diantaranya kepraktisan media yang
akan digunakan, media yang dipilih dapat digunakan oleh
guru maupun peserta didik, dan sesuai kemampuan
pembiayaan sekolah. Guru harus memiliki pengetahuan
tentang kemampuan peserta didik yang diajarkan, agar
guru dapat memilih media yang tepat dan benar sesuai
dengan karakteristik peserta didik sehingga mencapai
hasil belajar maksimal.
IPA merupakan pengetahuan yang rasional dan
obyektif tentang alam semesta dengan segala isinya. IPA
adalah cara atau metode untuk mengamati alam yang
sifatnya analisis, lengkap, cermat serta menghubungkan
antara fenomena alam yang satu dengan fenomena alam
yang lainnya (Hendro Darmodjo, 1992: 3). IPA sering
disebut sains, terjemahan dari kata science yang berarti
masalah kealaman (nature).
Aspek penting yang diperhatikan guru dalam
pelaksanaan pembelajaran IPA yakni melibatkan siswa
secara aktif dalam pembelajaran untuk mengembangkan
kemampuan berpikirnya. Pembelajaran IPA dimulai
dengan memperhatikan konsepsi atau pengetahuan awal
siswa yang relevan dengan apa yang akan dipelajari.
Selanjutnya aktivitas pembelajaran dirancang melalui
berbagai kegiatan nyata dengan alam. Kegiatan
pengalaman nyata dengan alam ini dapat dilakukan di
kelas atau laboratorium dengan alat bantu pelajaran
maupun dilakukan langsung di alam terbuka.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi, media pembelajaranpun mengikuti
perkembangan yang cukup pesat mulai dari media
pembelajaran yang sifatnya sederhana sampai media
pembelajaran yang sifatnya rumit. Dalam hal ini
munculnya LCD proyektor yangg mempengaruhi kualitas
pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu
pendidikan.
LCD (Liquit Crystal Display) merupakan salah satu
alat optik dan elektronik. Sistem optiknya efesien yang
menghasilkan cahaya amat terang tanpa mematikan
(menggelapkan) lampu ruangan, sehingga dapat
memproyeksikan tulisan, gambar, atau tulisan dan
gambar yang dapat dipancarkan dengan baik ke layar.
Jadi media LCD adalah sebuah alat elektronik berupa
layar proyektor berfungsi menampilkan gambar visual,
sebagai sarana pendidikan dipergunakan untuk
membantu tercapainya tujuan pembelajaran.
Tujuan penggunaan LCD proyektor sebagai media
pembelajaran memberikan motivasi peserta didik,
merangsang peserta didik mengingat apa yang sudah
dipelajari dan memberikan rangsangan pelajaran serta
mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Untuk menggunakan atau mengoperasikan proyektor ini
membutuhkan dan menggunakan bantuan komputer.
Buku ASYIK BELAJAR IPA SD DENGAN MEDIA LCD Karya Ibu HJ. Jawahir, S.Pd ini sangat bagus sekali. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam secara
kooperatif menggunakan media LCD pada materi Sistem
Tata Surya dapat dijadikan alternatif dalam menciptakan
suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, kreatif,
efektif dan menyenangkan. Semoga Pembelajaran yang terpola
demikian dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran
siswa dalam kerja kelompok sekaligus meningkatkan
aktivitas pembelajaran guru.
Omjay
http://wijayalabs.com
Menulislah Terus setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi
Langganan:
Postingan (Atom)



