Selamat Datang di Blog Wijaya Kusumah

Untuk Pelayanan Informasi yang Lebih Baik, maka Isi Blog Wijaya Kusumah juga tersedia di blog baru di http://wijayalabs.com

Jumat, 22 Mei 2026

istimewanya Sholat tahajud

Istimewanya Sholat Tahajud: Kisah Omjay Menemukan Ketenangan di Sepertiga Malam

Malam itu begitu sunyi. Jam dinding menunjukkan pukul dua dini hari. Sebagian besar manusia masih terlelap dalam tidurnya. Jalanan Jakarta tampak lengang. Lampu kamar masih menyala redup ketika Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., yang akrab disapa Omjay, perlahan bangkit dari tempat tidurnya. Tubuhnya sebenarnya lelah setelah seharian mengajar, menulis, dan menghadiri berbagai kegiatan pendidikan. Namun ada panggilan yang lebih kuat daripada rasa kantuk. Panggilan itu datang dari hati yang rindu berbicara dengan Allah SWT.

Omjay melangkah perlahan menuju tempat wudhu. Air dingin yang menyentuh wajahnya seolah membangunkan jiwanya. Di saat orang lain menikmati hangatnya selimut, ia justru memilih berdiri dalam sunyi malam untuk melaksanakan sholat tahajud.

Bagi Omjay, tahajud bukan sekadar ibadah sunnah biasa. Tahajud adalah ruang rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya. Di situlah air mata sering jatuh tanpa diketahui siapa pun. Di situlah doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Dan di situlah hati menemukan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Omjay pernah berkata kepada murid-muridnya, “Kalau hidup terasa berat, jangan hanya mengadu kepada manusia. Bangunlah di malam hari, lalu mengadulah kepada Allah dalam sholat tahajud.”

Perjalanan hidup Omjay tidak selalu mudah. Sebagai guru, penulis, sekaligus pejuang literasi, ia menghadapi banyak tantangan. Ada saat tubuhnya sakit, ada masa ketika pikirannya lelah, bahkan ada waktu di mana ia merasa sedih melihat kondisi pendidikan yang penuh persoalan. Namun di tengah semua itu, tahajud menjadi sumber kekuatan yang membuatnya tetap bertahan.

Ia percaya bahwa sholat tahajud mengajarkan keikhlasan. Sebab tidak semua orang mampu bangun di tengah malam. Tidak ada tepuk tangan manusia. Tidak ada pujian dunia. Yang ada hanyalah seorang hamba yang berdiri dalam gelap malam demi mencari ridha Allah.

Dalam sebuah kesempatan, Omjay pernah bercerita tentang masa ketika dirinya diuji dengan masalah kesehatan. Saat itu ia merasa cemas memikirkan banyak hal. Namun justru pada malam-malam panjang itulah ia semakin dekat dengan Allah SWT. Ia memperbanyak tahajud, dzikir, dan doa.

“Kadang Allah membuat kita lemah supaya kita belajar bersujud,” ujar Omjay pelan.

Kalimat sederhana itu begitu dalam maknanya.

Sholat tahajud memang memiliki keistimewaan luar biasa. Dalam keheningan malam, hati menjadi lebih jujur. Tidak ada kepalsuan. Tidak ada sandiwara. Manusia datang kepada Allah dengan segala kelemahan dan dosa-dosanya.

Banyak orang mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencari hiburan, ada yang pergi berlibur, ada yang melarikan diri dari masalah. Namun ketenangan sejati sebenarnya lahir dari kedekatan kepada Allah. Dan salah satu jalan tercepat menuju kedekatan itu adalah tahajud.

Omjay sering mengingatkan bahwa keberhasilan hidup bukan hanya soal jabatan atau materi. Kesuksesan sejati adalah ketika hati tetap dekat kepada Allah dalam keadaan apa pun.

Ia juga mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa ilmu tanpa iman akan terasa kosong. Karena itu, selain mengajar teknologi dan literasi digital, Omjay selalu menyisipkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupannya. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan spiritual.

Tahajud mengajarkan disiplin. Tidak mudah melawan rasa malas dan kantuk. Tetapi justru di situlah latihan mental seorang mukmin. Orang yang mampu bangun malam untuk beribadah biasanya memiliki kekuatan hati yang luar biasa.

Omjay sendiri mengaku tidak selalu mudah istiqamah. Ada kalanya tubuh begitu lelah. Ada malam ketika rasa kantuk sangat berat. Namun ia terus berusaha melawan dirinya sendiri.

“Kalau kita bisa bangun demi pekerjaan, kenapa sulit bangun demi Allah?” katanya sambil tersenyum.

Perkataan itu menyentuh hati banyak orang.

Di mata sebagian muridnya, Omjay bukan hanya seorang guru. Ia adalah teladan kehidupan. Sosok yang mengajarkan bahwa pendidikan sejati bukan hanya soal nilai rapor, tetapi juga tentang membentuk hati yang baik.

Suatu hari, seorang murid pernah bertanya kepada Omjay, “Pak, apa rahasia Bapak tetap semangat menulis dan mengajar?”

Omjay menjawab sederhana, “Jangan tinggalkan tahajud. Dari situlah saya mendapatkan kekuatan.”

Jawaban itu mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Sebab kekuatan manusia memang terbatas. Ada saatnya tubuh lemah dan pikiran lelah. Namun orang yang dekat dengan Allah akan selalu menemukan energi baru dalam hidupnya.

Sholat tahajud juga melatih keikhlasan dalam berdoa. Tidak semua doa langsung dikabulkan sesuai keinginan kita. Kadang Allah meminta kita bersabar. Kadang Allah mengganti dengan sesuatu yang lebih baik. Dan kadang Allah hanya ingin mendengar hamba-Nya terus meminta.

Omjay percaya bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Semua akan dijawab Allah pada waktu terbaik menurut-Nya.

Di tengah dunia yang semakin sibuk dan penuh kegaduhan, tahajud menjadi oase ketenangan. Ketika banyak orang sibuk mengejar dunia hingga lupa beribadah, masih ada orang-orang yang diam-diam bangun malam demi sujud kepada Allah.

Mereka mungkin tidak terkenal di bumi, tetapi dikenal di langit.

Kisah Omjay mengajarkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja dan mengejar materi. Ada hubungan spiritual yang harus terus dijaga. Sebab manusia tidak hanya membutuhkan makanan untuk tubuhnya, tetapi juga makanan untuk jiwanya.

Dan salah satu makanan jiwa terbaik adalah sholat tahajud.

Malam akan selalu menjadi saksi bagi orang-orang yang bersujud dalam diam. Air mata yang jatuh di atas sajadah tidak pernah sia-sia. Doa yang dipanjatkan di sepertiga malam memiliki kekuatan luar biasa.

Karena itu, jangan pernah meremehkan tahajud. Bisa jadi, keberkahan hidup seseorang lahir dari sujud panjangnya di tengah malam.

Omjay telah membuktikan bahwa tahajud mampu menguatkan hati, menenangkan pikiran, dan menjaga semangat hidup. Di balik senyumnya sebagai Guru Blogger Indonesia, ada doa-doa panjang yang dipanjatkan saat dunia masih tertidur.

Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ketika hidup terasa berat, jangan menjauh dari Allah. Justru mendekatlah melalui sujud panjang di sepertiga malam.

Sebab di saat manusia lain tertidur lelap, ada jiwa-jiwa yang sedang mengetuk pintu langit lewat sholat tahajud.

Sqlqm blogger persahabatan 
Wijaya Kusumah - omjay 
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar pada blog ini, dan mohon untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan yang benar.